DODI SYAHPUTRA MM

CATATAN JURNALISTIK DAN PERSONAL

MINUMAN ”HAWA” SEJUKKAN SUMATERA BARAT

HAWA AIR MINUM DALAM KEMASAN & MEDIAR INDRA

HAWA AIR MINUM DALAM KEMASAN & MEDIAR INDRA

MINUMAN ”HAWA” SEJUKKAN SUMATERA BARAT

PADANG

Ternyata keberadaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerk ”Hawa” yang baru diresmikan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Drs H Asyirwan Yunus MSi di Jorong Harau, Nagari Harau, Kecamatan Harau, akhir pekan lalu telah sampai bahkan ke Padang. Rabu (13/8) siang lalu, Kadisdukcapil Kota Payakumbuh bersama Wakil Ketua II KONI Sumbar Drs Handrianto dan staf mencobai langsung air minum Hawa yang menyejukkan ini.

”Kota Padang jadi sejuk,” kata mereka kompak sembari memperlihatkan air minum Hawa yang dinikmati. Mediar Indra dijamu makan siang oleh karibnya Handrianto di rumah makan Pauh Khatib Sulaiman Padang. Mediar Indra mengikuti rapat koordinasi Dukcapil se-Sumbar di Gubernuran Sumbar siang kemarin di Padang.

Sewaktu meresmikan berproduksinya pabrik air minum dalam kemasan ini, Asyirwan Yunus sempat mengatakan bahwa dalam keterangan Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM) RI diperoleh keterangan bahwa Hawa (Harau Water) ini adalah air minum yang terbaik karena memiliki tingkat mineral yang sangat baik, yaitu 1 TDS dan memiliki kejernihan 0,0.

1 TDS berarti air ini tergolong air murni. Di atas sekali dibanding syarat air minum yang 100 TDS. CV Bunga Harau yang memproduksi Hawa telah ikut memajukan Nagari Harau. Lapangan pekerjaan bagi masyarakat ikut tercipta.

Sebelum diresmikan secara formal, AMDK Hawa yang diproduksi CV Bunga Harau telah memproduksi dan menebar sejak dua tahun lalu. Pemasarannya telah menembus kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Makanya, didapati juga di Rumah Makan

 Kini telah berproduksi 2500 dus per hari. Dipimpin oleh Direktris Titi Haryati, AMDK Hawa yang bermata air langsung dari Bukit Anak Air, Harau ini kian berkembang. Kini, dengan  tenaga kerja 75 orang semuanya putra-putri Nagari Harau.

”Segar dan menambah selera,” ujar Mediar Indra di rumah makan Pauh Khatib Sulaiman, Kota Padang.(dsp)

Sipongang Dukung “Rang Mudiak” Menguat

Sipongang Dukung “Rang Mudiak” Menguat

LIMAPULUH KOTA

SAFARUDDIN DATUAK BANDARO RAJO

SAFARUDDIN DATUAK BANDARO RAJO

BENNY MUCHTAR

BENNY MUCHTAR

Mengapungnya keinginan masyarakat rang asli Mudiak (sebutan masyarakat Guguak, Suliki, Gunung Omeh dan Bukit Barisan) yang digadang-gadang pantas dipilih menjadi Bupati Limapuluh periode 2015 mendatang, mendapat  respon positif dari kalangan tokoh masyarakat asli rang Mudiak. Sipongang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya gema atau gaung.

Adalah, Dr (HC) Syawaluddin Ayyub, seorang budayawan nasional asal Sungai Siriah, Kototinggi, Kecamatan Gunung Omeh, yang langsung merespon adanya keinginan masyarakat asli Mudiak untuk memberikan dukungan kepada calon Bupati atau Wakil Bupati asli rang Mudiak.

”Selaku putra asli rang Mudiak, saya merespon keinginan masyarakat mudiak untuk mendukung bakal calon Bupati atau Wakil Bupati asli rang Mudiak,” ujar  budayawan Sumbar itu berkomentar.   

Menurut Dr (HC) Syawaluddin Ayyub, alasan untuk memberikan dukungan kepada figur bakal calon Bupati atau Wakil Bupati asli rang Mudiak, berkaca dari masa lalu karena belum pernahnya rang asli Mudiak menjadi Kepala Daerah di Kabupaten Limapuluh Kota.

”Untuk itu, melalui media ini, Saya imbau atau serukan kepada seluruh warga  masyarakat asli rang Mudiak, baik yang berada di kampung halaman ataupun yang bermukim diperantauan, agar memberikan dukungan kepada figur bakal calon Bupati atau Wakil Bupati yang berasal dari asli Mudiak pada Pilkada  yang akan digelar 2015 mendatang” ujar Dr (HC) Syawaluddin Ayyub.

Tak hanya Dr (HC) Syawaluddin Ayyub, yang merespon adanya keinginan untuk mendukung figur balon Bupati atau Wakil Bupati asli rang Mudiak. Namun, seorang tokoh Pers di Luak Limopuluah, Zulkifli Damhur, juga memberikan pendapat yang sama.

”Saya berharap rang asli Mudiak berpikir jernih menghadapi Pilkada mendatang. Karena menurut hemat saya, saat ini momentum emas bagi rang Mudiak untuk tampil merebut kekuasaan” ujar Wartawan Senior Harian Haluan ini berpendapat.

Sementara itu, Boneto Dt Mangun, seorang perantau yang bermukim di Kota Pekanbaru, Riau, juga menyatakan keinginannya untuk mendukung figur balon Bupati dan Wakil Bupati asal Mudiak.

”Siapapun nanti figur atau tokoh asal Mudiak yang muncul sebagai bakal calon Bupati atau Wakil Bupati, Saya berharap mendapat dukungan penuh dari masyarakat Mudiak” harap Boneto Dt Mangun.

Seorang anggota DPRD Limapuluh Kota asal Koto Kociak VII Koto talago, Kecamatan Guguk, Putra Satria Very, mengaku sangat merespon adanya keinginan warga Mudiak untuk sepakat memberikan dukungan kepada balon Bupati atau Wakil Bupati asal Mudiak.

“Menurut hemat saya, sudah saatnya figur dari Mudiak menjadi Kepala Daerah” ujar kader Partai Golkar itu berkomentar.

Pendapat yang sama juga diutarakan Sekdakab Dhamasraya, Benny Muhktar. Dihubungi melalui telepon selulernya, mantan Wakil Walikota Payakumbuh putra Kubang, Kecamatan Guguak itu, mengaku sangat setuju adanya keinginan masyarakat asal Mudiak untuk memberikan dukungan kepada figur calon Bupati atau Wakil Bupati asal Mudiak.

”Sebagai putra rang Mudiak, saya setuju adanya keinginan masyarakat Mudiak untuk memberikan dukungan kepada balon Bupati atau Wakil Bupati asal Mudiak” ujar Benny Mukhtar singkat.

Mahek – Nagari Seribu Menhir Sejuta Pesona Purba di Luhak Limo Puluah Koto

MENHIR

MENHIR

CATATAN : ASRO SIKUMBANG

 

PERJALANAN kami ke Nagari Mahek adalah untuk melepaskan rasa penasaran akan peninggalan peradaban nenek moyang pada zaman megalithikum atau zaman batu besar. Nagari Mahek itu terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. 5 jam lamanya, berkendara dari Bandara Internasional Minangkabau.

Zaman Megalithikum atau zaman batu besar adalah zaman yang berkembang antara zaman neolitikum­­ dan zaman logam. Zaman megalithikum menggunakan media batu besar sebagai bentuk peradabannya. Zaman ini adalah zaman dimana peradaban manusia telah mengenal kepercayaan terhadap orang yang telah meninggal atau roh nenek moyang. Hasil kebudayaan zaman megalithikum adalah menhir, dolmen, sarkofagus, punden berundak dan kubur batu, Zaman ini diperkirakan terjadi pada masa 3000 – 4000 sebelum masehi.

Nagari Mahek merupakan salah satu nagari yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota, tepatnya berada di Kecamatan Bukit Barisan. Nagari ini berada di lembah Bukit Barisan dengan luas 122,06 km persegi. Untuk menempuh nagari ini kita harus melalui jalan lembah dengan keadaan jalan yang mendaki dan menurun.

Topografis Nagari Mahek dikelilingi dengan gugusan bukit barisan yang masih asri, tetapi di tetapi di daerah ini juga terdapat tipe bukit batu. Salah satu bukit di Mahek juga memiliki keunikan, yaitu sebuah bukit batu yang tembus. Bukit ini disebut dengan “Bukik Batu Posuak”.

Sepanjang perjalanan menuju Nagari Mahek dapat kita lihat jenis tumbuhan kayu keras dan Tumbuhan endemic yang terdapat di disekitaran Bukit Barisan menuju nagari Mahek adalah Paku besar dan tanaman lunak kantong semar yang menggantung indah di sisi – sisi perbukitan di tepi jalan.

Berbicara tentang Mahek, tidak banyak orang mengetahui tentang Nagari ini, Mungkin hanya dikalangan peneliti ataupun orang-orang tertentu.Mahek sebuah nagari yang jauh terletak di Lembah Bukit Barisan, menyimpan sebuah warisan nenek moyang akan masa lalu. Hampir di seluruh wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota terdapat penyebaran peninggalan megalithikum, tetapi tidak banyak orang mengetahui jika Nagari Mahek menyimpan warisan masa lalu tersebut dalam jumlah yang banyak.

Menurut sebuah info hanya baru 20 persen peninggalan zaman batu besar ini yang digali, sedangkan 80 persen belum digali. Oleh karena itu Mahek dikenal dengan “Nagari Seribu Menhir” karena begitu banyak peninggalan yang terdapat didaerah ini

Sebuah warisan yang besar bagi bumi Minangkabau atau saat ini berada pada Provinsi Sumatera Barat terdapat warisan masa purba yang masih belum banyak digali dan diketahui masyarakat umum.

Menhir merupakan sebuah symbol peringatan untuk memuja leluhur, dengan posisi batu berdiri. Di Nagari Mahek menhir yang sudah dapat dilihat dan dilindungi oleh Dinas Purbakala berada di 4 titik. Yaitu menhir Balai Batu, bawah parit, Menhir Ampang Gadang dan Menhir Ronah.

Menhir yang kami kunjungi pertama kali adalah menhir balai batu, disini yang kami temui peninggalan nenek moyang akan hasil budaya megalith adalahnya banyaknya batu – batu besar yang sudah memiliki motif ukiran dan symbol. Simbol yang jelas tampak salah satunya adalah symbol garis geometris, motifl berbentuk sulur tanaman paku dan juga terdapat simbol timbul, kalau diperhatikan dengan seksama menyerupai kelamin laki –laki.

Kemudian menhir–menhir lain yang kami perhatikan yang masih berada dalam kawasan menhir balai batu adalah menhir yang bentuknya sudah berbentuk. Selain itu terdapat sebuah peninggalan megalith yaitu berupa susunan batu yang menyerupai panggung. Konon kabarnya inilah yang disebut balai (ruang) tempat mengutus 4 Datuak untuk pergi ke daerah lain.

Perjalanan kedua kemudian kami lanjutkan ke situs prasejarah Bawah Parit. Pada situs ini jumlah menhir yang terdapat lebih banyak daripada situs batu balai. Di situs bawah parit ukuran menhir juga sudah mulai lebih besar, dan kemungkinan inilah peti batu. Selain itu pada situs ini motif ukiran yang terdapat pada batu juga sedikit berbeda.

Jika sebelumnya pada situs balai batu terdapat ukiran menyerupai bidang persegi dan menyerupai sulur tanaman paku. Situs megalith Bawah Parit sudah meninggalkan ukiran motif yang lebih tertata dan berbentuk motif pada Rumah Gadang saat ini. Seperti pucuak rabuang dan kaluak paku dengan geometris yang mulai rumit.

Perjalanan ketiga kami adalah ke peninggalan megalith Ampang Gadang, menurut cerita menhir yang terdapat didaerah ini berjumlah 300 buah. Tetapi dengan adanya pembangunan lapangan sepak bola, menhir ini ditimbun oleh penduduk dan hanya tersisa beberapa saja. Peninggalan ini kemungkinan belum diekskavasi oleh dinas terkait, karena yang dapat kami lihat tidak ada plang sebagai penanda daerah konservasi.

Keunikan dari Menhir di Mahek adalah arah menhir yang menghadap ke Gunung Sago. Gunung Sago merupakan gunung yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Bagaimana ini bisa terjadi, hubungan anatara menhir di Mahek dengan Gunung Sago. Kemungkinan besar adalah Gunung Sago dipercaya dahulu sebagai tempat berkumpul nenek moyang pada zaman ini berkembang.

Menurut sebuah sumber berita menyebutkan menhir di Nagari Mahek hanya baru 20 persen yang tergali, 80 persen belum tergali, Hal ini berarti menandakan menhir di Mahek masih banyak tersebar. Fakta ini juga kami temui di lapangan, ketika menikmati seteguk kopi menanti hujan turun. Warga menyebutkan bahwa masih banyak menhir yang belum diketahui. Hanya diketahui oleh warga sekitar dimana menhir itu berada didaerah mereka.

Hal yang dikamingkan mengenai peninggalan purbakala ini adalah kurangnya promosi oleh dinas terkait kepada warga umum. Dengan adanya menhir di Provinsi Sumatera Barat yang dominan penduduknya adalah bersuku Minangkabau. Menunjukkan bahwa di Minangkabau pada masa sebelum terjadinya peradaban kebudayaan dan adat yang berkembang pesat, juga terdapat peradaban prasejarah.

Selain itu, entah bagaimana tipikal penduduk setempat. Ketika dalam perjalanan kami dan tim bertemu dengan generasi muda di lokasi tersebut. Apa dan bagaimana menhir di daerah mereka, mereka tidak mengetahui. Hanya beranggapan itu sebuah menhir saja tanpa tahu bahwa peninggalan megalith yang terdapat didaerah mereka mengandung rahasia sejarah yang besar.

Menhir di Nagari Mahek Khususnya dan daerah lain di Kabupaten Lima Puluh Kota yang semuanya hampir tersebar peninggalan purba ini. Jika dikelola dengan baik akan memberikan dampak yang baik. Dari sisi perjalanan sejarah, akan diketahui bagaimana perjalanan dan perkembangan manusia pada zaman prasejarah di Minangkabau. Dari sisi pariwisata, menhir yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dapat dijadikan sebuah perjalanan wisata sejarah dengan konsep perjalan prasejarah.

Sehingga ke depannya peninggalan ini akan terjaga dengan baik dan menjadi perhatian. Dimana pada kondisi saat ini peninggalan berupa batu jika tidak diketahui masyarakat akan hilang nantinya.

Untuk trip perjalanan ke Mahek, dimana kami sudah mencoba merasakan bagaimana perjalanan menelusuri sisi Bukit Barisan. Ada beberapa tips yang dapat kami berikan, untuk menempuh Mahek dari pusat Kabupaten Lima Puluh Kota atau Kota Payakumbuh membutuhkan waktu 2 jam perjalanan.

Topografis daerah menuju mahek adalah perbukitan. Dengan jalanan yang berliku dan satu sisi merupakan ngarai. Jadi kita patutr berhati – hati ditambah kondisi jalan yang rusak dan jarangnya pemukiman penduduk.

Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang nagari Mahek dan peninggalan megalithikumya disarankan untuk bermalam. Pemakaian sarana telekomunikasi didaerah ini lebih baik menggunakan operator yang telah mencakup jaringan hingga daerah dengan topografis yang sulit.

Kendaraan yang lebih baik digunakan menuju nagari Mahek yang lebih efektif adalah kendaraan roda dua. Hal ini diperhitungkan agar lebih mudah, mengingat kondisi jalan yang tidak baik.(***)

JADI BUPATI IDAMAN YUDILFAN HABIB JANJI TAK GUNAKAN FASILITAS NEGARA, HAJI RIFA BANGUN MASJID

JADI BUPATI IDAMAN

YUDILFAN HABIB JANJI TAK GUNAKAN FASILITAS NEGARA

HAJI RIFA BANGUN MASJID TAUFIK

Bursa Bakal Calon Bupati Limapuluh Kota Kian Memanas

Entah bersenda gurau entah serius, yang pasti yang dikatakan Yudilfan Habib ada benarnya. Tak ada yang bercita-cita, berjuang, dan menjadi Bupati atau kepala daerah lalu akan membangun dengan maksimal daerahnya. Bohong itu!

 

Oleh : Dodi Syahputra

 

YUDILFAN HABIB

YUDILFAN HABIB

”Saya, berminat jadi Bupati pula agaknya. Modal saya keyakinan bahwa selama ini masyarakat mencari kepala daerah yang sederhana dan menyederhanakan konsep, tidak berbelit-belit, manusiawi, dan tidak berfoya-foya di atas penderitaan masyarakatnya,” ujar Yudilfan Habib, warga kitaran Gunuang Sago yang terkenal sampai ke level nasional sebagai aktivis yang berjuang itu.

Bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna diakui terus terang oleh Habib, panggilan akrab pria yang selalu berterompa ini. Sesekali kini, sudah mulai menyesuaikan diri bersepatu. Jadi Bupati, Yudilfan Habib berjanji akan memakai fasilitas negara sebanyak-banyaknya sesuai kemauan dan kemampuannya. Soalan ini, ia tidak mampu tidur nyenyak di bantal dan kasur empuk.

Habib, juga tidak bisa merasakan ruangan berAC, dingin, katanya. Ia biasa berjalan dari kaki Gunung Sago di rumahnya nan permai sampai ke kawasan Kantor Bupati di Payakumbuh. Ia mengaku tidak akan menggunakan mobil dinas, ia lebih memilih memakai sepeda motor yang masih kredit sampai hari ini itu.

Yudilfan Habib yang lahir di Medan 1965 lalu, besar di Payakumbuh dan menggugat banyak kasus penistaan rakyat sampai ke KPK, Habib diperhitungkan di semua kalangan. Soal mediasi, Habib sejak 1980-an telah menjadi bintang media massa. Namanya selalu menjadi frontliner bagi setiap kepentingan perjuangan rakyat atas ’perbuatan keliru’ pemerintah.

Habib menyerahkan dirinya bagi kepemimpinan Limapuluh Kota ke depan. Akunya, tanpa tedeng aling-aling. Jikapun tak ada partai, sudah segepok dukungan ia kantongi. Jangan Tanya, sebab kata Habib di Balai Wartawan Luak Limopuluah beberapa waktu lalu, masyarakat Limapuluh Kota dari 13 kecamatan siap menyerahkan dukungan dan fotokopi KTP untuk majunya Habib menjadi Bupati Limapuluh Kota 2015-2020.

Entah iya entah tidak. Pastinya, Habib sekarang belum berposko resmi. Poskonya di jalanan. Jika hendak menyerahkan dukungan, tunggu tahapan KPU dulu, katanya.

”Masyarakat jangan terburu-buru, meski saya memburu jabatan ini. Soalan jadi Bupati, saya jujur tidak untuk memperkaya diri. Meski harta kekayaan saya hari ini Rp20 juta berbentung hutang!” Habib serius.

KANDIDAT TURLAP

Para kandidat dan bakal calon kini makin rajin ke lapangan. Hampir tiada hari tanpa bertemu masyarakat. Sibuknya para tokoh ini bisa dipantau di media dan komunikasi langsung. Jawaban mereka, sedang berkomunikasi dengan publik!

Nama-nama yang kita maksudkan sedang sering ke tengah masyarakat itu; Wakil Bupati H Asyirwan Yunus, tokoh rantau H Rifa Yendi, tokoh pebisnis muda serta ekonom Mukyadi ST ME, mantan Ketua DPRD Limapuluh Kota Darman Sahladi ME, Anggota DPRD Sumbar Ilson Cong, Pimpinan DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Paduko Rajo, Ketua DPC PKB Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, Ketua DPC Hanura Dedi Sutendi, Sekretaris DPC PPP Harmen, Ketua DPC PDI P Ridho Illahi.

Kabiro Organisasi Sekdaprov Sumbar Onzu Krisno, Asisten II Setdakab Desri,  Staff Ahli Bupati Zulhikmi, serta Muhammad Kabaghumas dan Protokol Setdakab Siebert. Semua nama itu ditambah mantan Wabup Limapuluh Kota Irfendi Arbi yang keras hatinya mendekati masyarakat kembali. Untuk Irfendi Arbi hampir tak ada acara masyarakat yang dilewatinya, mulai dari alek-alek sampai seremoni.

Habib sendiri mengaku tidak gentar dengan situasi ini. Meski kakinya ’pendek’ sebab tak punya Fortuner, yang jikapun ada tak mampu membeli premium atau pertamax, Habib optimis bekal namanya yang dikenal aktif memperjuangkan masyarakat bakalan muncul.

Kenapa di bursa media sosial selama ini namanya tidak muncul? Habib tidak mempersoalkan hal ini. Keyakinannya bahwa publik sekarang tidak bisa lagi ditipu dengan pencitraan dan guyonan politik tentang niatan membangun daerah, makin menguat.

Nanti, jika ada tes Inteligence Question (IQ) Habib mengaku punya kemampuan intelijensi kasihan. Seloroh Habib bahwa prinsip Adidas, ”Aiqiu di bawah dasar” dimilikinya akan diterjemahkan masyarakat sebagai hal positif.

”Bagaimana mungkin, seorang Adidas akan korupsi. Bagaimana mungkin orang yang sederhana, tidur tidak di rumah dinas, tapi di gubuk tua di kaki gunung Sago bakal korup? Tidak toh?” ujarnya serius sambil menseruput kopi caruik buatan Etek Kadai di sebelah Balai Wartawan Luak Limopuluah.

Ada pula Aspon Dede, caleg yang nyaris menang di Pileg lalu, berkelakar. ”Habib mau jadi Bupati, hendak meubah status dari masyarakat miskin jadi kaya raya!” Jelas Habib hanya senyum mengkerut, mendengar pernyataan Aspon Dede yang didukung kuat oleh masyarakat Payakumbuh Utara dan Lamposi Tigo Nagari. Nyaris ia duduk di kursi DPRD Payakumbuh.

TANGIS RIFA

H RIFA YENDI SH SEDANG BEKERJA MEMBANGUN MASJID TAUFIK DI JORONG KUBANG RASAU- LAREH SAGO HALABAN

H RIFA YENDI SH SEDANG BEKERJA MEMBANGUN MASJID TAUFIK DI JORONG KUBANG RASAU- LAREH SAGO HALABAN

Iman dan Islam. Dua hal ini yang menguat di diri H Rifa Yendi SH, tokoh besar yang rela pulang kembali ke kampung halaman untuk tekad kuat menjadi Bupati Limapuluh Kota ke depan. Soal modal, tidak seperti Habib, tampaknya Rifa Yendi lebih siap dengan tim dan personil yang menyebar aktif di lapangan. Lebaran tahun ini, Rifa Yendi menyapa dan menyalami seluruh masyarakat Limapuluh Kota, langsung atau pun melalui baliho.

Taufik, wartawan yang memiliki naluri politik yang tinggi ini, lengkap catatan baik H Rifa Yendi SH, menuturkan bahwa dirinya menjadi saksi bersama seluruh masyarakat Jorong Kubang Rasau, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Senin (11/8). H Rifa Yendi menangis usai bergotong royong serta meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Taufik.

”Semuanya kehendak Allah SWT. Bahkan nama Masjid Taufik itu sudah direncanakan lama oleh masyarakat Kubang Rasau. Sungguh mulia, saya saksikan H Rifa Yendi sedu sedan usai mengaduk semen dan pasir serta meletakkan batu pertama pondasi masjid,” ujar Taufik serius.

H Rifa Yendi SH memang rendah hati. Ia kemudian menceritakan sebab ia terpercik air mata. Kali ini ceritanya saat sekembali dari Kubang Rasau ia sempatkan singgah duduk sebentar di Balai Wartawan.

”Saya menangis haru, bahwa rumah Allah sedang dibangun. Sayalah yang diberi kehormatan oleh masyarakat untuk meletakkan batu penyokong rumah mulia ini. Insya Allah berkah!” ungkap H Rifa Yendi SH menyampaikan makna tangis harunya itu.

Selain H Rifa Yendi, Wakil Bupati H Asyirwan Yunus juga sibuk berkunjung ke seluruh pelosok daerah. Dimulai sejak lama. Jauh-jauh hari. Tak kalah dengan Jokowi, yang masih bisa naik kendaraan sampai tujuan, Asyirwan Yunus bahkan rela menyeberang seutas tali seperti berakrobat di Nagari-Nagari yang masih terujung.

Ada Onzu Krisno. Kabiro Organisasi Pemprov Sumbar ini asli anak nagari Sungai Kamuyang. Onzu Krisno cukup idealis. Ia sedang bersilaturahmi ke kantong-kantong peradaban di Limapuluh Kota. Ia sedang mengumpulkan opini dukungan dan tekad agar ia maju menjadi kepala daerah.

Ya, masih banyak nama lain yang kini disengat wabah turun ke lapangan alias turlap. Bermacam judul kegiatan dan temanya. Namun, pastinya, sebelum ada pengumuman tahapan Pemilu Kepala Daerah Limapuluh Kota yang resmi dari Komisi Pemilihan Umum, mereka terus akan melakukan survey pasar politik di Limapuluh Kota.(***)

Ganefri : Bangun Daerah tak Harus Jadi Pemimpin

http://www.padangtoday.com/ganefri-bangun-daerah-tak-harus-jadi-pemimpin/

PROF GANEFRI5 PROF GANEFRI3

PROF GANEFRI

PROF GANEFRI

PROF GANEFRI6 PROF GANEFRI7

GABEFRI (1)

GABEFRI (2)

Meski menyatakan tidak ikut serta dalam pertarungan politik di kampung halamannya, namun akademisi andal Sumatera Barat yang menasional, Profesor Ganefri menyatakan bahwa dirinya siap untuk mencurahkan segenap tenaga dan pemikiran untuk kampung halaman.

Selaku anak Limapuluh Kota yang punya andil selama ini membangun dan mengembangkan dunia pendidikan serta gerak ekonomi di Limapuluh Kota, Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang yang dipinang berkali-kali oleh berbagai lembaga ini, mengaku serius ingin membantu siapapun calon yang juga serius membangun Limapuluh Kota.

”Kaki saya tegakkan, tangan saya ulurkan, pikiran saya bagi, semangat dan relasi saya akan arahkan untuk kemajuan daerah ini!” demikian Profesor Ganefri setelah berbuka puasa bersama keluarga besar dan anak yatim di Gallery 51 Payakumbuh, Minggu (21/7).

Bersama istri dan anak-anaknya, serta sang Ibunda dan keluarga besarnya, kepada wartawan Ganefri yang dipercaya menjadi projeck manager Islamic Development Bank di UNP itu mengatakan bahwa Limapuluh Kota bukan hanya kampung halaman baginya. Khusus di pendidikan kejuruan, buah tangan Profesor Ganefri di berbagai sekolah di Limapuluh Kota telah menampakkan kemajuan. Beberapa waktu lalu, Kota Payakumbuh pun ikut diperhatikannya.

Semangat pria yang masih memegang amanah Dekan Fakultas Teknik UNP untuk periode kedua kalinya ini memang sangat tinggi. Mobilitasnya ke pusat dan dunia internasional juga menggunung. Tak salah, jika banyak kepercayaan pusat diembankan kepadanya. Universitas Negeri Padang, salah satunya diperjuangkan oleh Profesor Ganefri, kini mendunia.

Ditanyakan tentang Limapuluh Kota, Profesor Ganefri mengaku siap memberi andil dan segenap kemampuannya. ”Tak harus jadi Bupati, Insya Allah tenaga dan pemikiran dan relasi saya maksimalkan buat daerah yang kampung halaman saya ini. Ganefri besar di Simpang Bakiah, Kecamatan Guguak, Limapuluh Kota,” terangnya.

 

9 JULI, KPU SIAP LAKSANAKAN PILPRES

9 JULI, KPU SIAP LAKSANAKAN PILPRES
PAYAKUMBUH

KPU PAYAKUMBUH -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Payakumbuh berkomitmen dengan segenap kemampuannya untuk merealisasikan target 70-75 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya di 200 Tempat Pemungutan Suara yang tersebar di 5 kecamatan. Sebanyak 86.900 orang pemilih yang telah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap, per 1 Juni 2014 lalu, siap untuk menggunakan hak suaranya Rabu, 9 Juli mendatang di Kota Payakumbuh.
”Saat ini, Ketua-Ketua Kelompok Panitia Pemilihan Suara (KPPS) sedang memeriksa kelengkapan surat suara di gudang KPU bersama Ketua-Ketua PPS dan PPK,” ujar Ketua KPU Payakumbuh Hetta Manbayu. Bahwa saat digelarnya jumpa pers, Komisioner Divisi Logistik Haidi Mursal sedang memimpin pemeriksaan kesiapan logistik, termasuk surat suara yang telah disiapkan sebanyak 86.900 surat suara, ditambah 2 persen suara cadangan per TPS. Maka jadinya, surat suara berjumlah 88.739.
Untuk pemilih khusus tambahan, bagi yang bermodal KTP saja, masih dibolehkan. Hanya saja calon pemilih itu harus memilih di wilayah domisili atau kelurahan terdaftar. Komisionr Divisi Teknis Khadavi mengatakan bahwa pendistribusian surat suara dimulai 8 Juli. Soal teknis pemilihan, Khadavi mengatakan cukup dengan satu coblosan saja di kertas suara.
Saat ini, ditegaskan Khadavi bahwa KPU dan jajaran sudah siap melaksanakan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden ini. Sebab, seluruh jajaran telah dibimbing teknis seluruhnya. Penguatan sistem pun telah dilaksanakan,
Khusus di Divisi Hukum dan Organisasi, Ade Jumiarti Marlia mengatakan kepada wartawan bahwa KPU sudah membekali seluruh jajaran dengan regulasi. Hingga tahapan Pilpres dilaksanakan, jajaran KPU Payakumbuh sampai ke tingkat terbawah dikatakan bersih persoalan. Nyaris tidak ada lagi kendala.
Menyoal target, disebutkan oleh Yuzalmon, bahwa target 70-75 persen partisipasi pemilih memanfaatkan hak suaranya, tetap akan menjadi target KPU Limapuluh Kota. Target ini realistis. Sebab, menurut Yuzalmon, realisasi sosialisasi sudah optimal. Tinggal lagi, realisasi pemilih yang dengan berbagai pertimbangan, capaian targetnya sedemikian.
”Jika dilihat upaya dan usaha KPU sudah bermacam ragam dan dengan segala upaya. Dari spanduk sampai pengumuman di Masjid-Masjid sudah kita lakukan. Tinggal lagi, optimisme KPU di angka partisipasi 70-75 persen tersebut,” ujar Yuzalmon.
Penyelenggara Pemilu, khususnya jajaran KPU jumlahnya seribu lebih. Detailnya di KPPS 7 orang petugas KPPS ditambah Linmas dikali 200 TPS. Lalu, 3 PPS dengan Sekretariat 3 orang dikali 76 PPS, ditambah 5 orang PPK di tingkat kecamatan ditambah 5 Sekretariat dikali 5 PPK. Jumlahnya, seribuan lebih. Masyarakat oleh KPU diminta ikut mengawasi kinerja para petugas penyelenggara Pemilu ini.
”Jika ada kesalahan mohon diingatkan, jika tidak mohon laporkan ke Panwaslu. Panwaslu akan merekomendasikan ke KPU,” pinta Yuzalmon bersama Komisioner lainnya.
Jajaran KPU sudah di-bimtek yang menekankan agar tidak ada kesalahan dalam setiap tahapan pungut hitung suara. Khadafi mengatakan untuk C1 digandakan sebanyak 7 rangkap. Untuk saksi Capres 2 buah, PPL, kotak suara (yang berhologram), KPU, untuk ditempel, dan arsip.
Intinya, menurut Ketua KPU Kota Payakumbuh Hetta Manbayu, bahwa Pilpres kali ini akan lebih cepat pelaksanaannya dibanding Pemilu Legislatif yang banyak calon. Pun, keputusan Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan suara terbanyak, tanpa tedeng aling-aling, menjadi pemenang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.(dsp)

9 JULI, KPU SIAP LAKSANAKAN PILPRES

9 JULI, KPU SIAP LAKSANAKAN PILPRES
PAYAKUMBUH

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Payakumbuh berkomitmen dengan segenap kemampuannya untuk merealisasikan target 70-75 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya di 200 Tempat Pemungutan Suara yang tersebar di 5 kecamatan. Sebanyak 86.900 orang pemilih yang telah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap, per 1 Juni 2014 lalu, siap untuk menggunakan hak suaranya Rabu, 9 Juli mendatang di Kota Payakumbuh.
”Saat ini, Ketua-Ketua Kelompok Panitia Pemilihan Suara (KPPS) sedang memeriksa kelengkapan surat suara di gudang KPU bersama Ketua-Ketua PPS dan PPK,” ujar Ketua KPU Payakumbuh Hetta Manbayu. Bahwa saat digelarnya jumpa pers, Komisioner Divisi Logistik Haidi Mursal sedang memimpin pemeriksaan kesiapan logistik, termasuk surat suara yang telah disiapkan sebanyak 86.900 surat suara, ditambah 2 persen suara cadangan per TPS. Maka jadinya, surat suara berjumlah 88.739.
Untuk pemilih khusus tambahan, bagi yang bermodal KTP saja, masih dibolehkan. Hanya saja calon pemilih itu harus memilih di wilayah domisili atau kelurahan terdaftar. Komisionr Divisi Teknis Khadavi mengatakan bahwa pendistribusian surat suara dimulai 8 Juli. Soal teknis pemilihan, Khadavi mengatakan cukup dengan satu coblosan saja di kertas suara.
Saat ini, ditegaskan Khadavi bahwa KPU dan jajaran sudah siap melaksanakan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden ini. Sebab, seluruh jajaran telah dibimbing teknis seluruhnya. Penguatan sistem pun telah dilaksanakan,
Khusus di Divisi Hukum dan Organisasi, Ade Jumiarti Marlia mengatakan kepada wartawan bahwa KPU sudah membekali seluruh jajaran dengan regulasi. Hingga tahapan Pilpres dilaksanakan, jajaran KPU Payakumbuh sampai ke tingkat terbawah dikatakan bersih persoalan. Nyaris tidak ada lagi kendala.
Menyoal target, disebutkan oleh Yuzalmon, bahwa target 70-75 persen partisipasi pemilih memanfaatkan hak suaranya, tetap akan menjadi target KPU Limapuluh Kota. Target ini realistis. Sebab, menurut Yuzalmon, realisasi sosialisasi sudah optimal. Tinggal lagi, realisasi pemilih yang dengan berbagai pertimbangan, capaian targetnya sedemikian.
”Jika dilihat upaya dan usaha KPU sudah bermacam ragam dan dengan segala upaya. Dari spanduk sampai pengumuman di Masjid-Masjid sudah kita lakukan. Tinggal lagi, optimisme KPU di angka partisipasi 70-75 persen tersebut,” ujar Yuzalmon.
Penyelenggara Pemilu, khususnya jajaran KPU jumlahnya seribu lebih. Detailnya di KPPS 7 orang petugas KPPS ditambah Linmas dikali 200 TPS. Lalu, 3 PPS dengan Sekretariat 3 orang dikali 76 PPS, ditambah 5 orang PPK di tingkat kecamatan ditambah 5 Sekretariat dikali 5 PPK. Jumlahnya, seribuan lebih. Masyarakat oleh KPU diminta ikut mengawasi kinerja para petugas penyelenggara Pemilu ini.
”Jika ada kesalahan mohon diingatkan, jika tidak mohon laporkan ke Panwaslu. Panwaslu akan merekomendasikan ke KPU,” pinta Yuzalmon bersama Komisioner lainnya.
Jajaran KPU sudah di-bimtek yang menekankan agar tidak ada kesalahan dalam setiap tahapan pungut hitung suara. Khadafi mengatakan untuk C1 digandakan sebanyak 7 rangkap. Untuk saksi Capres 2 buah, PPL, kotak suara (yang berhologram), KPU, untuk ditempel, dan arsip.
Intinya, menurut Ketua KPU Kota Payakumbuh Hetta Manbayu, bahwa Pilpres kali ini akan lebih cepat pelaksanaannya dibanding Pemilu Legislatif yang banyak calon. Pun, keputusan Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan suara terbanyak, tanpa tedeng aling-aling, menjadi pemenang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.(dsp)

BIRO PERJALANAN HAJI DAN UMROH TERPERCAYA

kontak saja kami, Insya Allah Berkah untuk kita semua.GambarGambar

 

 

BRIGADIR JENDRAL WIDAGDO JAMIN TNI NETRAL

Gambar

LGambarGambar

LIMAPULUH KOTA

​Komandan Resimen Militer 032 Wirabraja/Kodam I/Bukit Barisan, Brigjen ​TNI Widagdo ​Hendro Sukoco menjamin netralitas TNI dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014. Jaminan yang ditegaskan mantan Dandim Padang ini ​disampaikannya kepada wartawan di usai Shalat Jumat di Masjid Makodim 0306 50 Kota, berdampingan dengan Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo. Danrem didampingi juga oleh Dandim 0306 Letkol Inf ​Trisno Widodo.
Gambar
Jenderal yang murah senyum ini tepat tiba di depan Mako Kodim 0306 50 Kota pukul 11.11 WIB. Disambut dengan tari gelombang dan tari pasambahan, Danrem “manggutik” siriah dalam carano yang diantarkan tiga dara jelita Limapuluh Kota. Brigjen Widagdo dikalungi bunga.

Menerima hormat dari seluruh personil Kodim 0306 50 Kota, para Perwira Seksi dan Danramil didampingi ibu-ibu Persit Kartika Chandra disalami Danrem dengan sapaan ramah seorang jenderal.

Dua kepala daerah, Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo dan Wawako Payakumbuh Suwandel Mukhtar di ujung penyambutan dirangkul dan

disalami oleh Jenderal Widagdo dengan ramah. Masih kikuk, dengan ramah Bupati Alis Marajo diajak memasuki ruangan utama Kantor Kodim 0306 50 Kota. Bupati Alis Marajo pun mengikuti.

Sayangnya, tak berapa lama Wawako Suwandel Mukhtar meminta izin hendak kembali ke kantornya. “Gambar

 
Saya mohon izin, Pak Danrem ada kegiatan lain yang harus saya ikuti,” ungkap Suwandel dengan hormat mendalam.

“Ah, mudah-mudahan saya tidak merepotkan,” ujar Danrem berbintang satu itu ke Alis Marajo.

Di Mako Kodim 0306, sudah menunggu para anggota Kodim 0306 di bawah tenda besar. Hingga azan shalat Jumat, pembicaraan antara Danrem, Bupati Alis Marajo, dan Dandim masih berlangsung. Ketiganya kemudian melanjutkan shalat Jumat berjamaah di Masjid Kodim. Ratusan jamaah lainnya, mulai dari tentara, masyarakat umum serta pegawai sudah banyak mengisi ruangan Masjid.

Usai melaksanakan Shalat Jumat, Danrem beserta rombongan menuju Kantor Bupati Limapuluh Kota di Sarilamak. Kali ini, di Aula Kantor Bupati dilangsungkan rapat internal TNI membahas perkembangan dan kekinian teritorial. Rapat ini tertutup untuk diikuti selain TNI.
Sebelum rapat dilangsungkan, Brigadir Jenderal Widagdo Hendro Sukoco menjawab pertanyaan wartawan, bahwa dalam proses Pemilu TNI menjamin netralitas.

“Semua unsur TNI, khususnya di wilayah Korem 032 Wirabraja kami telah perintahkan untuk netral dan tidak ikut serta dalam politik praktis!” ujar Brigjen Widagdo.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa dalam Pemilu 2014 TNI selalu siap dengan penugasan apapun yang diperintahkan oleh Mabes TNI. TNI pun menurutnya siap membantu masyarakat, bersama seluruh unsur terkait.(dsp)

Limapuluh Kota

Jelang Pilpres 2014 digelar, Danrem 032 Wirabraja Sumbar Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco, menjamin netralitas seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang bertugas di wilayahnya. Tidak akan ada Babinsa yang menggalang dukungan buat pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa maupun buat pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Jika di Sumbar, para Babinsa ini bertugas di nagari-nagari.

“Saya jamin, tidak akan ada Babinsa atau prajurit TNI di wilayah Korem 032 Wirabraja yang terlibat praktik dukung-mendukung dalam Pilpres 2014. Karena loyalitas TNI hanya untuk NKRI,” tegas Brigjen Widagdo saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, Jumat (27/6) siang. Jenderal berbintang satu ini berkunjungan kerja ke wilayah territorial Kodim 0306/50 Kota.

Brigjen Widagdo HS yang didampingi Dandim 0306 Limapuluh Kota Letkol Inf Trisno Widodo dan Kapenrem 032 Wirabraja Mayor Inf Supadi AS, meminta kepada semua pihak, agar tidak lagi meragukan netralitas TNI dalam Pilpres. Sekalipun banyak purnawirawan TNI yang terlibat sebagai tim pemenangan capres-cawapres, tapi TNI tidak akan berpihak ke kanan ataupun ke kiri.

“Sekali lagi saya tegaskan, jangan ragukan lagi netralitas TNI. Kalau ada prajurit di jajaran Korem 032 Wirabraja yang terbukti mendukung pasangan capres-cawapres tertentu, langsung dijatuhi sanksi. Karena loyalitas dan kesetiaan TNI hanya kepada NKRI,” ujar Brigjen Widagdo HS yang pernah menjabat sebagai Dandim 0312 Padang tahun 2000-2004.

Kendati menjamin netralitas semua Babinsa dan prajurit TNI di wilayah Korem 032 Wirabja. Namun, Brigjen Widagdo HS dalam kunjungan kerjanya ke Limapuluh Kota dan Payakumbuh tetap mewanti-wanti ribuan prajurit Kodim 0306, Denzipur 02 Padang Mengatas, dan Batalyon 131 Braja Sakti, agar tidak coba-coba berpihak di Pilpres.

Mengutip perintah Panglima TNI Jenderal DR Moeldoko dan Pangdam 1 Bukit Barisan Mayjen TNI Istu Hari S, mantan Komandan Pusat Pendidikan Zeni itu menegaskan, bahwa netralitas TNI dalam Pilpres 2014 adalah harga mati. Tidak bisa ditawar-tawar. Oleh karena itu, tidak boleh ada  satu prajurit-pun yang mendukung salah satu pasangan capres-cawapres dalam Pilpres 2014.
“Tidak ada perintah komando bagi anggota TNI untuk mendukung salah satu calon dan tidak ada perintah dari pimpinan TNI,” tegas Brigjen Widago HS mengutip Panglima TNI.

Di bagian lain, Brigjen Widago HS yang baru beberapa bulan bertugas sebagai Danrem 032 Wirabraja, meminta ribuan prajurit Kodim 0306 Limapuluh Kota, Denzipur 2 Padang  Mengatas, dan Batalyon 131 Braja Sakti Payakumbuh, agar tetap menjunjung disiplin prajurit TNI. Tetap menyatu bersama rakyat, karena TNI adalah milik rakyat.

Terkait dengan pengamanan Pilpres 2014 di wilayah Sumbar, Brigjen Widagdo HS yang sebelumnya menjabat sebagai Paban Sahli Bidang Alutsista menyebutkan, bahwa Korem 032 Wirabraja Sumbar, sudah menyiapkan 19 SST (Satuan Setingkat Pleton),untuk membantu Polri, bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Kami sudah siapkan 19 SST. Masing-masing SST berjumlah 30 orang. Totalnya, 570 prajurit. Berasal dari Korem, Kodim-Kodim, dan Batalyon-Batalyon. Dimana, 19 SST ini, bersifat on call (siap panggil tugas). Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, kami akan back-up Polri. Pokoknya, Pilpres 2014 harus berjalan lancar, aman, dan demokratis,” tegas Brigjen Widagdo HS yang ramah kepada wartawan.

Dalam kunjungannya ke Payakumbuh dan Limapuluh Kota, dua daerah serumpun di perbatasan Sumbar dan Riau, Brigjen Widagdo HS yang disambut anak-anak SMAN 1 Situjuah Limo Nagari dengan tari pasambahan, diperkenalkan Dandim 0306 Limapuluh Kota Letkol Inf Trisno Widodo kepada Bupati Alis Marajo, Wakil Wali Kota Suwandel Muchtar, Wakapolres Kompol Bendot dan Muspida.(dsp)GambarGambarGambarBrig

KUNJUNGAN KERJA KOMISI B DPRD KOTA PAYAKUMBUH KE DENPASAR DAN BANGLI 9-14 JUNI 2014

Gambar

KUNJUNGAN KERJA KOMISI B DPRD PAYAKUMBUH KE DENPASAR DAN BANGLI 9-14 JUNI 2014. UNTUK MASYARAKAT DAN KESEJAHTERAAN PAYAKUMBUH, SEMUA HARUS SERIUS!

KUNJUNGAN KERJA KOMISI B DPRD KOTA PAYAKUMBUH KE DENPASAR DAN BANGLI 9-14 JUNI 2014
KERJA SERIUS, BANGUN DAERAH UNTUK, OLEH, DAN DARI RAKYAT

Gambar

Berkali-kali postingan penulis tentang keunggulan Bali, terutama di Kota Denpasar dan Kabupaten Bangli dikomen beberapa teman dan sahabat. Katanya, beragam, namun dua sisi. Pertama, bahwa postingan saya tentang solusi kepariwisataan dan pertanian untuk diterapkan di Kota Payakumbuh, jauh panggang dari api. Sebab, di Bali investor datang dengan santai, berbiaya sendiri, berwisata, kemudian menanamkan modalnya.

Laporan Dodi Syahputra, Bali

Gambar

Bali kini, jauh meninggalkan Sumatera Barat dalam urusan kepariwisataan. Jika kata masyarakat pariwisata, bahwa wisata itu bentuk akumulasi pelayanan keindahan alam dan keindahan budi manusia, terbukti di Bali ini. Lima kalinya mendalami Bali di lokasi, ternyata selalu memberikan pemahaman baru setiap waktu. Ini bukan soal wisata saja, ini soalan harga diri orang Bali.

Ya, soalan pertanian, khusus di Bangli, sebuah kabupaten yang berada di tengah Bali yang mengunduk tinggi, lokasinya sejuk dan berhawa laksana Payakumbuh, sungguh terbangun. Daun jeruk, kini menjadi komoditi andalan yang dijual hingga berton-ton ke luar daerah.

Gambar

WAKIL WALIKOTA PAYAKUMBUH H SUWANDEL MUKHTAR, WAKIL KETUA DPRD H SUDIRMAN RUSMA, KETUA DPRD H WILMAN SINGKUAN, DAN ASISTEN II BANGLI ANAK AGUNG DI PERTEMUAN DI PEMKAB BANGLI 12 JUNI 2014

 

Untuk itulah Bupati Bangli Made Gianyar yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati selama 10 tahun, mengerti benar dengan kondisi daerahnya. Sehingga, terobosan-terobosan yang dibuat terasa bagi masyarakat.

Sebatas cerita saja, ternyata tidak, saat Komisi B DPRD Payakumbuh tengah bertandang, rupanya Bupati Made Gianyar tengah ke Kota Malang mengantar Kontak Tani Dan Nelayan Andalan menjemput penghargaan akan prestasi pertanian dan perikanan Bangli. Diinformasikan bahwa BUMD Bank Pasar di Bangli telah menghidupkan banyak usaha tani dan nelayan air darat.

Bersama Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Sudirman Rusma, Ketua Komisi B Tri Venindra, Wakil Ketua Komisi Alhudri Dt Rky Mulie, Sekretaris Komisi Nasril Suri, Anggota Khairul, Vembrian Asung Nugroho, Marhidayandi, bersama pendamping Kabag Umum Setwan Hendri Warman, Kasubag Bafitri Andi, dan Sekretaris DPPKA Payakumbuh Arif Siswandi, serta Kacab Bank Nagari Payakumbuh Edrizanof. Komisi B bertemu jadwal yang sama dengan Komisi C DPRD Payakumbuh yang dipimpin Ketua DPRD H Wilman Singkuan dan Ketua Komisi Zul Amri. Bersama Wakil Walikota Payakumbuh H Suwandel Mukhtar dipaparkan tentang Bangli oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bangli Anak Agung Gde Alit Darmawan.

Dikatakan oleh Anak Agung di pertemuan, Kamis (12/6) itu di Ruang Pertemuan Pemkab Bangli, bahwa untuk mengejar kemakmuran daerahnya, kini banyak program pertumbuhan ekonomi dilakukan. Meski, secara pendapatan dan anggaran, Payakumbuh dan Bangli hanya beda tipis, namun keseriusan pemerintahnya dalam membina dan menelurkan bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat terlihat jelas.

”Kini, kami mempunyai 3 Perusahaan Daerah. Selain PDAM, salah satunya Bank Pasar. Bank ini menjadi perbankan daerah yang membantu permodalan dan usaha keluarga. Mulai dari usaha rumahan ukiran, kain batik dan tenun Bali sampai usaha batu bata,” ujar Anak Agung yang rekan seangkatan di Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta dengan Kabag Umum Setwan DPRD Payakumbuh Hendri Warman.

Jadwal Kunjungan Kerja ini berlangsung dari 9-14 Juni. Dua pemerintahan yang dikunjungi memberikan respon yang sama. Kunci bagi sukses Payakumbuh ke depan terletak pada keseriusan pemerintahan dalam melaksanakan program yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Khusus Pemkab Bangli, bahkan sudah 3 tahun sejak dipimpin Bupati Made Gianyar mengalokasikan dana pembangunan bagi desa atau kelurahan di tingkat kota. Sehingga, kompensasinya setiap desa mendapat anggaran bantuan 500-800 juta. Akibatnya para pegawai dan instansi harus berhemat. Dikurangilah proyek di SKPD dan honor-honor pegawai. Akibatnya, kini masyarakat bias aktif ikut serta dan langsung aspirasi pembangunannya direalisasikan di tingkat desa.

Di tengah diskusi dan pertemuan, tepat jam 12, seluruh pegawai Pemkab Bangli terhening dan menunduk. Dari pengeras suara terdengar senandung doa. Ternyata, di Bangli, dan Bali semua pegawai dan masyarakat tertib berdoa di jam 12 siang. Pagi saat fajar muncul mereka membakar dupa di rumah, jam 12 berdoa di tempat kerja, saat matahari terbenam kembali dilakukan di rumah masing-masing.

Selesai berdoa, sekitar 11 menit kemudian terdengar lantunan lantang suara Azan dari Masjid Agung Bangli. Asisten II Anak Agung kembali menghentikan pemaparan. Mereka ikut khusuk mendengarkan lantunan Azan nan merdu. Begitulah suasana penghormatan umat Hindu di Bali terhadap warga agama lainnya. Mereka menerapkan tepa selira selaras dengan keyakinan.

Soal pariwisata, Danau Batur, trah Kintamani, serta Pura Keneh, dan ratusan objek wisata lainnya, termasuk yang sedang dibangun Museum Negara menjadi ikon PAD kedua setelah pertanian. Kabupaten tanpa lautan ini pun kian fokus dan serius ke pembinaan kesejahteraan masyarakatnya yang religious itu.

Bangli punya, Geopark, yang merupakan destinasi wisata yang terletak di daerah Kintamani. Geopark mengintegrasikan keanekaragaman geologi, keanekaragaman kebudayaan, dan keanekaragaman flora dan fauna.

Batur Geopark jika dilihat dari segi Kegeologian terdapat Kaldera dimana di dalam kaldera tersebut terdapat danau yang berbentuk bulan sabit yang menempati bagian tenggara yang panjangnya sekitar 7,5 km, lebar maksimum 2,5 km, kelilingnya sekitar 22 km
dan luasnya sekitar 16 km2 yang yang dinamakan Danau Batur.

Dari segi Budaya, mereka memiliki keunikan budaya yang tersebar di 15 desa wilayah Geopark, seperti penguburan di Terunyan, Baris Gede dan lain-lain. Dari segi Keanekaragaman Flora dan Fauna, Geopark Batur memiliki kekhasan flora dan fauna antara lain: Anjing Kintamani, tanaman holtikultura dan lainnya.

Payakumbuh di mata Wakil Ketua DPRD H Sudirman Rusma dan Ketua Komisi B Tri Venindra serta anggota Komisi B lainnya mampu cepat mengikuti percepatan kepariwisataan di Bangli ini. Kondisinya, tidak sedigdaya Kota Denpasar. Bangli masih perawan dari pemberdayaan pariwisata besar-besaran. Makanya, alam Payakumbuh menurut Komisi B bias dijual dengan sistematika dan program pariwisata yang serius dan termarketing dengan baik.

”Kita harus bersama-sama mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Wisatawan itu tidak harus orang bule, bisa saja wisatawan dari kota dan kabupaten lain, namun mereka berbelanja dan berwisata di Payakumbuh. Itu harus kita layani dengan serius. Sekali lagi, serius!” ungkap Komisi B sepakat.

Sempat penulis menanyakan ke beberapa masyarakat di Bangli, berapa modal untuk sekali beribadah mereka. Memang, jawabannya jika yang kaya biayanya bias jutaan atau ratusan ribu. Namun, jika tidak mampu, maka semampunya saja. Hal ini, sebab satu jalinan janur saja dijual Rp20 ribu. Bagaimana biaya ibadah setiap waktu itu?(***)

DODI SYAHPUTRA MM

CATATAN JURNALISTIK DAN PERSONAL

Words of Thousand Stories

Karena Kita Selalu Punya Cerita

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh

TechCrunch

Startup and Technology News

mang shanny Blog

Menjalin Silaturahmi dan menambah wawasan tentang komputer dan bisnis internet

Lucy Wiryono

renew your minds

tom.basson

healthy (body+mind+spirit) = healthy soul

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Kaliki Santan

just ordinary people, and to pursue a big dream and a sincere of love..!

Devino Rizki Arfan

perencanaan keuangan untuk semua

Duoputri's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Berjuang Dengan Pena

Just another WordPress.com weblog

Nasrul's Weblog

Tidak Hanya Melihat Sebelah Mata

Prosewa

Prosewa Production

Sato Sakaki Mambangun Nagari

Just another WordPress.com weblog

Fotomold's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Duniauniq's Blog

Just another WordPress.com weblog

Elang Rimba

Just another WordPress.com weblog

algembira

Just another WordPress.com weblog

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.184 pengikut lainnya.