DODI SYAHPUTRA MM

CATATAN JURNALISTIK DAN PERSONAL

Karya Tulis Ilmiah Populer

Originally posted on Miku Chan:

Karya ilmiah populer merupakan suatu karya yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang populer sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.

View original 1.155 more words

VENUE PORPROV XIII SUMBAR DI DHARMASRAYA

VIAR JELAJAH INDONESIA SINGGAHI PAYAKUMBUH DARI SABANG MENUJU MERAUKE

TIM VIAR JELAJAH INDONESIA DI DEPAN KANTOR VIAR PAYAKUMBUH BERSAMA PIMPINAN DAN KOMUNITAS VIAR 

TIM VIAR JELAJAH INDONESIA DI DEPAN KANTOR VIAR PAYAKUMBUH BERSAMA PIMPINAN DAN KOMUNITAS VIAR-

PAYAKUMBUH

Kali ini, Payakumbuh geger. Lima motor trail baru produksi Viar Motor Indonesia, dalam rangka ulang tahun ke-15 membuktikan ketangguhan motornya. Lima pengendara motor, empat diantaranya pebalap nasional; Piters Tanuhaja, kroser veteran, Tatto Supatro yang juga mantan pebalap, Inuk Blazer, pebalap wanita nasional, dan Ivan Badai dan satu orang dokumenter memacu Cross X 200 CC milik Viar berkeliling Indonesia sejauh 25.000 km.

”Perjalanannya dari Sabang sampai Merauke selama 90 hari dengan jarak tempuh sejauh 25.000 km. Menggunakan Viar Trail Adventure terbaru Cross X, jelajah Indonesia ini merupakan turing trail terjauh di Indonesia, sehingga dicatatkan ke dalam Museum Rekor Indonesia (MURI),” terang Akhmad Zafitra Dalie, Deputy Director Marketing PT Viar Motor Indonesia (VMI) bersama Prasetyo, Area Marketing Sumatera, Pimpinan Viar Payakumbuh Deddi Rinaldy, dan Kacab Adira Finance Payakumbuh Agus saat menyambut kedatangan kelima pengendara Viar Jelajah Indonesia 2014 di Kantor Cabang Viar di Payakumbuh, Sabtu (20/9).

Viar motor termasuk perusahaan yang memproduksi dan menjual sepeda motor non brand Jepang yang kini terus bertahan. Tepat Februari 2015 mendatang, usianya mencapai 15 tahun. Tim Viar Jelajah Negeri diiringi sejak dari Sabang sampai Merauke nanti berganti-ganti oleh komunitas Viar berbagai jenis.

”Kami ingin membuktikan ke masyarakat bahwa inilah satu-satunya produk Indonesia yang membuktikan ketangguhannya menjelajah dari Sabang sampai Merauke. Kami juga mau tunjukan bahwa trail adventure Viar bisa menjadi pilihan konsumen,” ujar Akhmad Zafitra Dalie, Deputy Director Marketing PT Viar Motor Indonesia (VMI) serius.

Turing Viar dimulai dari Kilometer Nol di Sabang 11 September lalu. Viar Jelajah Indonesia sejauh 25.000 km ini terbagi dalam 3 tahap, yakni Sabang-Jakarta, Pontianak-Gorontalo, dan Jawa-Bali-Nusatenggara, sampai Merauke. Sabtu lalu, para pengendara membawa motor Cross X 200 CC dari Ombilin ke Payakumbuh.

Deddi Rinaldy menyambut para pengendara touring dan komunitas dengan sambutan hangat. Salah seorang pengendara motor bahkan dengan rasa persaudaraannya, langsung menggenggam kunci motor dari bengkel Viar. Rantai motornya sedikit longgar.

EKSTREM

Viar Jelajah Indonesia ini dikemas ekstrem, menyusuri lereng perbukitan maupun gurun, menyusuri sungai, danau dan pantai sekalipun sehingga menunjukan performa Viar Trail serie Adventure.

“Turing selama 90 hari memang berat, sehari rata-rata kami menempuh perjalanan sejauh 250 km sampai 450 km. Semangat tetap, karena kami juga beristirahat dan menjaga kebugaran,” jelas Piters, kroser veteran.

Piters, bersama 4 pemotor lainnya, Sabtu sore langsung melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru setelah rehat sejenak di Kantor Viar Cabang Payakumbuh. Ekstremnya lagi, biasanya para pebalap yang touring dikawal oleh tenaga medis dan mekanik, ini tidak. Modal GPS tetap dipasang di 5 motor trail keluaran Viar teranyar itu.  Motor trail Cross X 200 cc masih bisa diandalkan sebagai kendaraan roda dua untuk rute touring jarak jauh termasuk di lintasan off-road.

Trail Viar Cros X dibekali mesin 200 cc 4 langkah SOHC yang memiliki tenaga maksimal 10 kW/7.500 rpm dan torsi 13,5N.m/7.000 rpm, yang dikawinkan dengan transmisi 5-percepatan. Generasi terbaru Viar Trail ini dibekali shockbreaker upsidedown, rem cakram depan-belakang dengan sistem pengereman ABS serta model yang stylis. Viar CrossS X 200 cc dibanderol dengan harga Rp 18 jutaan, dan edisi spesial dijual sekitar Rp 20 jutaan.(dsp)

Jangan Salah Pilih, VIAR

Dodi Syahputra:

VIAR memang berjaya. Februari 2015 tepat 15 tahun.

Originally posted on DODI SYAHPUTRA MM:

PAYOKUMBUAH, METRO– Tak salah sebutan ini dilekatkan ke sepeda motor Viar yang terus menggeber berbagai inovasi yang seluruhnya berpihak ke masyarakat penggunanya. Tak hanya testimoni antar pemakai yang menularkan spirit menggunakan Viar, namun kelebihan motor hebat harga hemat ini, meski diikuti oleh banyak kompetitor, terus melaju tanpa henti.
“Layaknya bintang film yang tengah laku keras di setiap pemutaran judul, Viar kini diamati oleh banyak kalangan. Tak bisa dipungkiri, selain mampu mengejar ketenaran sepeda motor Jepang yang telah dulu melaju, kini muncul pesaing baru yang baru saja memulai start dari garis awal,” tutur Kacab PT Kencana Laju Mandiri (KLM) Deddy Rinaldy, kemarin di Payokumbuah.

Alhasil, Viar yang terakhir memunculkan dua produk teranyarnya, harus kembali menampilkan diri selaku produsen motor yang mengutamakan kepuasan pelanggan. Deddy Rinaldy sendiri mengakui, costumer statisfaction lah yang kini diincar pelanggan, bukan hanya merk dan harga yang tinggi.

Jika Viar berani tampil dengan harga yang jauh di…

View original 340 more words

MOTOR, SAYA, DAN ISTRI, KORBAN TANAH PROYEK

MALANG, MOTOR WARTAWAN REMUK AKIBAT TANAH PROYEK LIMAPULUH KOTA Untung tak bisa diraih, untung tak bisa ditolak. Itulah yang menimpa wartawan Harian Rakyat Sumbar, Dodi Syahputra saat pulang dari melaksanakan tugas kewartawannya. Tepat di penurunan jalan Limbanang ke Suliki, ia terpeleset bersama motor dan istrinya. Kejadian Jumat pekan lalu itu, masih membekas di tubuhnya. Sekitar pukul 8 malam, seperti biasanya, wartawan yang biasa menempuh jarak 36 km dari rumahnya, di Kurai, Suliki, Limapuluh Kota itu, menuju pusat Kota Payakumbuh serta Sarilamak, pusat Ibukota Kabupaten Limapuluh Kota, selesaikan tugas pemberitaan di Jumat itu. Membonceng sang istri, Dodi saat dibezuk, kemarin mengatakan sebenarnya kecelakaan tunggal. Jika saja, tidak ada sebuah sedan yang ikut berpapasan. Di jalan penurunan itu, memang sedang dikerjakke kananan proyek pelebaran jalan. Hanya saja, ada keganjilan. Tanah bandar di tepi dikeluarkan pekerja sore hari, diserakkan di tepi hingga ke tengah jalan. Jelas, jika tidak terlalu awas, akan dianggap sebagai tanah biasa, padahal dasarnya aspal licin. Pekerja yang menumpuk tanah lunak di tepi jalan ini sungguh sangat mengecewakan. Akibat tanah licin ini, meski mengaku tidak mengerem kendaraan alias turun dengan pelan, sepeda motor Jupiter MX si wartawan, terpeleset. Untung sepanjang hari, malang sekerjap mata. Kendaraan sepeda motor Dodi Syahputra oleng terpeleset ke kanan. Entah, karena gugup, pengemudi sedan yang akan berpapasan dengan menginjak gas kuat, mendaki kencang. Akibatnya, tidak ada ruang menghindar dari “jebakan” tumpukan tanah lunak yang diserakkan pekerja proyek jalan itu. Akibatnya, malang, sudah jatuh, bertabrakan pula. ”Moncong motor dan bagian depan remuk. Kejadiannya masih terekam di ingatan. Sungguh mengerikan. Alhamdulillah, saya dan istri memakai helm SNI dan diselamatkan Tuhan. Alhamdulillah!” Dodi masih bersyukur. Sontak, masyarakat di sekitar dan pengguna jalan yang lain datang menolong. Namun, dengan santai, ada pula yang ’nyelutuk’. ”Sudah yang ketiga kali, Uda jatuh. Sebelum ini, dua sepeda motor juga parah!” aku seorang pria 36 tahunan dari atas motornya sembari memandang, saat Dodi dibantu istri menepikan motornya yang berderai. Entah siapa yang mau disalahkan, namun yang pasti, sejak disebut ada wartawan yang jatuh di jalan proyek Limbanang, tak lama jalan dibersihkan. Sudah ada beberapa pekerja, yang datang menepikan tanah itu ke bandar kembali. Entah pula masyarakat yang peduli. Entah.(red)

SEPEDA DAN BENDI, SOLUSI NYATA KELANGKAAN BBM

SEPEDA DAN BENDI, SOLUSI NYATA KELANGKAAN BBM

SPBU MINIM ’DO’, WARGA ANTRI

Di saat antrian kendaraan kendaraan mengular panjang di 4 SPBU di Kota Payakumbuh, banyak kendaraan dinas yang mangkir jalan sebab stok minyak di tangki kendaraan itu menipis. Lihat saja, sehari-hari jalanan utama Kota Payakumbuh kini nyaris lengang. Belum ada yang punya solusi tentang kinerja SKPD yang kian melambat sebab kendaraan dinas ini mangkir berjalan.

 DISPARPORA PAYAKUMBUH

DODI SYAHPUTRA – PAYAKUMBUH

 

Namun, dua SKPD ternyata punya solusi unik. Satu Dinas solusi nyata, satu lagi solusi usulan. Tampaknya biasa, namun patut dipertimbangkan di Payakumbuh yang memiliki kontur daerah yang datar dan jarak satu wilayah ke wilayah lain tidak terpaut jauh dan lama.

Kadinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Mediar Indra punya solusi yang langsung dikayuhnya. Sepeda gunung yang banyak parkir di teras rumah, Rabu (27/8) kemarin dikayuhnya dari rumah di kawasan Tanjuang Gadang berjarak sekitar 6 km dari kantornya di kawasan Padang Tinggi. Sama-sama di kawasan Payakumbuh Barat.

Kenapa bersepeda? Saat berselisih jalan, Mediar Indra yang mengerem sepedanya, menjawab, bahwa tidak sengaja, pagi tadi ia lihat ke speedometer kendaraan plat merahnya sudah minus. 4 SPBU di Payakumbuh sudah penuh lapis tiga oleh kendaraan bermotor yang antri mengisi BBM.

”Makanya, saya langsung menyambar tas kerja, laptop dan alat tulis. Saya kejar ke kantor. Bukan apa-apa, sepeda sebenarnya solusi terbaik hari ini dan besok, jika masih langka minyak BBM,” ujar Mediar Indra yang memang hobi gowes itu.

Lain Mediar Indra, lain lagi yang diunjukkan oleh para staf di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh. Saat sebuah bendi, atau alat transportasi tradisional yang masih dibolehkan di Payakumbuh, tengah parkir di kawasan Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah dekat kantor mereka, sontak rasa kreatif muncul.

”Kendaraan dinas baru datang!” Sorak salah seorang diantaranya. Pegawai lainnya pun sepertinya setuju. Mereka pun berebut berfoto di depan ”kendaraan dinas” yang tak butuh bensin, pertamax ataupun solar itu.

”Cukup dengan rumput di belakang kantor saja, bakal jalan terus kendaraan ini,” ujar An Denitral seloroh.

MASIH ANTRI

Sampai hari ini, kendaraan bermotor yang butuh bensin, solar atau pertamax bagaikan ular panjang di tepi jalanan Payakumbuh. Bahkan di SPBU Parik Rantang Untuk SPBU di Parik Rantang, PT Azara Asa Lestari kini dipasang tali merah untuk antrian kendaraan. Setengah badan jalan terpakai.

Data lama yang berhasil diperoleh sesuai delivery order (DO) dan data penjualan SPBU, PT Azara Asa Lestari Pertamax untuk Januari terjual 14.000 liter. Februari 7.000 liter dan di Maret 2014, 7.000 liter. Sementara, untuk premium dirilis data stok terjual 504.000 liter untuk Januari, Februari 462.000 liter, dan Maret 476.000 liter. Solar tidak dijual di SPBU ini.

Sementara, untuk SPBU PT Hutama Yurindra Pratama di Ngalau, Pertamax untuk Januari sebanyak 7.000 liter, pun Februari 7.000 liter. Premium Januari sebanyak 432 liter , Februari 416.000 liter, dan Maret 496.000 liter. Untuk solar, 252.000 liter untuk Januari, 196.000 liter untuk Februari, dan 238.000 liter untuk Maret 2014.

PT Anrico Tama Prima Lestari, SPBU di Parik Muko Aia, Pertamax stok terjual, Januari 44.000, Februari 7.000 liter, Maret 4.335 liter. Sementara, Premium stok terjual, Januari 846.000 liter, Februari 764.000 liter, dan Maret 874.777 liter. Sedangkan solar stok terjual untuk Januari 550.000 liter, Februari 496.000 liter, dan Maret 533.447 liter.

Sementara, untuk SPBU di Koto Nan Ampek PT Payakumbuh Sahati, konsumsi premium untuk Januari stok terjual sebanyak 41.635 liter, Februari sebanyak 43.632 liter, dan Maret 510.000 liter. Solar untuk Januari sebanyak 15.468 liter, Februari 14.962 liter, dan Maret 142.281 liter.

Sementara, sejak dua hari yang lalu, delivery order (DO) itu tidak dipenuhi oleh Pertamina. Sebab, alasan dikuranginya DO itu lah makanya antrian panjang kian mengular. Belum lagi soalan dibicarakannya dicabutnya subsidi BBM.

”Kok mode iko bucuk (cabut) sajolah subsidi ten. Poniang wak dek ndak baminyak ko ha!” ujar Suwardi, warga mudiak yang sedang antri di tengah-tengah. Masih panjang.(***)

Sipongang Dukung “Rang Mudiak” Menguat

Sipongang Dukung “Rang Mudiak” Menguat

LIMAPULUH KOTA

SAFARUDDIN DATUAK BANDARO RAJO

SAFARUDDIN DATUAK BANDARO RAJO

BENNY MUCHTAR

BENNY MUCHTAR

Mengapungnya keinginan masyarakat rang asli Mudiak (sebutan masyarakat Guguak, Suliki, Gunung Omeh dan Bukit Barisan) yang digadang-gadang pantas dipilih menjadi Bupati Limapuluh periode 2015 mendatang, mendapat  respon positif dari kalangan tokoh masyarakat asli rang Mudiak. Sipongang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya gema atau gaung.

Adalah, Dr (HC) Syawaluddin Ayyub, seorang budayawan nasional asal Sungai Siriah, Kototinggi, Kecamatan Gunung Omeh, yang langsung merespon adanya keinginan masyarakat asli Mudiak untuk memberikan dukungan kepada calon Bupati atau Wakil Bupati asli rang Mudiak.

”Selaku putra asli rang Mudiak, saya merespon keinginan masyarakat mudiak untuk mendukung bakal calon Bupati atau Wakil Bupati asli rang Mudiak,” ujar  budayawan Sumbar itu berkomentar.   

Menurut Dr (HC) Syawaluddin Ayyub, alasan untuk memberikan dukungan kepada figur bakal calon Bupati atau Wakil Bupati asli rang Mudiak, berkaca dari masa lalu karena belum pernahnya rang asli Mudiak menjadi Kepala Daerah di Kabupaten Limapuluh Kota.

”Untuk itu, melalui media ini, Saya imbau atau serukan kepada seluruh warga  masyarakat asli rang Mudiak, baik yang berada di kampung halaman ataupun yang bermukim diperantauan, agar memberikan dukungan kepada figur bakal calon Bupati atau Wakil Bupati yang berasal dari asli Mudiak pada Pilkada  yang akan digelar 2015 mendatang” ujar Dr (HC) Syawaluddin Ayyub.

Tak hanya Dr (HC) Syawaluddin Ayyub, yang merespon adanya keinginan untuk mendukung figur balon Bupati atau Wakil Bupati asli rang Mudiak. Namun, seorang tokoh Pers di Luak Limopuluah, Zulkifli Damhur, juga memberikan pendapat yang sama.

”Saya berharap rang asli Mudiak berpikir jernih menghadapi Pilkada mendatang. Karena menurut hemat saya, saat ini momentum emas bagi rang Mudiak untuk tampil merebut kekuasaan” ujar Wartawan Senior Harian Haluan ini berpendapat.

Sementara itu, Boneto Dt Mangun, seorang perantau yang bermukim di Kota Pekanbaru, Riau, juga menyatakan keinginannya untuk mendukung figur balon Bupati dan Wakil Bupati asal Mudiak.

”Siapapun nanti figur atau tokoh asal Mudiak yang muncul sebagai bakal calon Bupati atau Wakil Bupati, Saya berharap mendapat dukungan penuh dari masyarakat Mudiak” harap Boneto Dt Mangun.

Seorang anggota DPRD Limapuluh Kota asal Koto Kociak VII Koto talago, Kecamatan Guguk, Putra Satria Very, mengaku sangat merespon adanya keinginan warga Mudiak untuk sepakat memberikan dukungan kepada balon Bupati atau Wakil Bupati asal Mudiak.

“Menurut hemat saya, sudah saatnya figur dari Mudiak menjadi Kepala Daerah” ujar kader Partai Golkar itu berkomentar.

Pendapat yang sama juga diutarakan Sekdakab Dhamasraya, Benny Muhktar. Dihubungi melalui telepon selulernya, mantan Wakil Walikota Payakumbuh putra Kubang, Kecamatan Guguak itu, mengaku sangat setuju adanya keinginan masyarakat asal Mudiak untuk memberikan dukungan kepada figur calon Bupati atau Wakil Bupati asal Mudiak.

”Sebagai putra rang Mudiak, saya setuju adanya keinginan masyarakat Mudiak untuk memberikan dukungan kepada balon Bupati atau Wakil Bupati asal Mudiak” ujar Benny Mukhtar singkat.

MINUMAN ”HAWA” SEJUKKAN SUMATERA BARAT

HAWA AIR MINUM DALAM KEMASAN & MEDIAR INDRA

HAWA AIR MINUM DALAM KEMASAN & MEDIAR INDRA

MINUMAN ”HAWA” SEJUKKAN SUMATERA BARAT

PADANG

Ternyata keberadaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerk ”Hawa” yang baru diresmikan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Drs H Asyirwan Yunus MSi di Jorong Harau, Nagari Harau, Kecamatan Harau, akhir pekan lalu telah sampai bahkan ke Padang. Rabu (13/8) siang lalu, Kadisdukcapil Kota Payakumbuh bersama Wakil Ketua II KONI Sumbar Drs Handrianto dan staf mencobai langsung air minum Hawa yang menyejukkan ini.

”Kota Padang jadi sejuk,” kata mereka kompak sembari memperlihatkan air minum Hawa yang dinikmati. Mediar Indra dijamu makan siang oleh karibnya Handrianto di rumah makan Pauh Khatib Sulaiman Padang. Mediar Indra mengikuti rapat koordinasi Dukcapil se-Sumbar di Gubernuran Sumbar siang kemarin di Padang.

Sewaktu meresmikan berproduksinya pabrik air minum dalam kemasan ini, Asyirwan Yunus sempat mengatakan bahwa dalam keterangan Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM) RI diperoleh keterangan bahwa Hawa (Harau Water) ini adalah air minum yang terbaik karena memiliki tingkat mineral yang sangat baik, yaitu 1 TDS dan memiliki kejernihan 0,0.

1 TDS berarti air ini tergolong air murni. Di atas sekali dibanding syarat air minum yang 100 TDS. CV Bunga Harau yang memproduksi Hawa telah ikut memajukan Nagari Harau. Lapangan pekerjaan bagi masyarakat ikut tercipta.

Sebelum diresmikan secara formal, AMDK Hawa yang diproduksi CV Bunga Harau telah memproduksi dan menebar sejak dua tahun lalu. Pemasarannya telah menembus kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Makanya, didapati juga di Rumah Makan

Kini telah berproduksi 2500 dus per hari. Dipimpin oleh Direktris Titi Haryati, AMDK Hawa yang bermata air langsung dari Bukit Anak Air, Harau ini kian berkembang. Kini, dengan  tenaga kerja 75 orang semuanya putra-putri Nagari Harau.

”Segar dan menambah selera,” ujar Mediar Indra di rumah makan Pauh Khatib Sulaiman, Kota Padang.(dsp)

Mahek – Nagari Seribu Menhir Sejuta Pesona Purba di Luhak Limo Puluah Koto

MENHIR

MENHIR

CATATAN : ASRO SIKUMBANG

 

PERJALANAN kami ke Nagari Mahek adalah untuk melepaskan rasa penasaran akan peninggalan peradaban nenek moyang pada zaman megalithikum atau zaman batu besar. Nagari Mahek itu terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. 5 jam lamanya, berkendara dari Bandara Internasional Minangkabau.

Zaman Megalithikum atau zaman batu besar adalah zaman yang berkembang antara zaman neolitikum­­ dan zaman logam. Zaman megalithikum menggunakan media batu besar sebagai bentuk peradabannya. Zaman ini adalah zaman dimana peradaban manusia telah mengenal kepercayaan terhadap orang yang telah meninggal atau roh nenek moyang. Hasil kebudayaan zaman megalithikum adalah menhir, dolmen, sarkofagus, punden berundak dan kubur batu, Zaman ini diperkirakan terjadi pada masa 3000 – 4000 sebelum masehi.

Nagari Mahek merupakan salah satu nagari yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota, tepatnya berada di Kecamatan Bukit Barisan. Nagari ini berada di lembah Bukit Barisan dengan luas 122,06 km persegi. Untuk menempuh nagari ini kita harus melalui jalan lembah dengan keadaan jalan yang mendaki dan menurun.

Topografis Nagari Mahek dikelilingi dengan gugusan bukit barisan yang masih asri, tetapi di tetapi di daerah ini juga terdapat tipe bukit batu. Salah satu bukit di Mahek juga memiliki keunikan, yaitu sebuah bukit batu yang tembus. Bukit ini disebut dengan “Bukik Batu Posuak”.

Sepanjang perjalanan menuju Nagari Mahek dapat kita lihat jenis tumbuhan kayu keras dan Tumbuhan endemic yang terdapat di disekitaran Bukit Barisan menuju nagari Mahek adalah Paku besar dan tanaman lunak kantong semar yang menggantung indah di sisi – sisi perbukitan di tepi jalan.

Berbicara tentang Mahek, tidak banyak orang mengetahui tentang Nagari ini, Mungkin hanya dikalangan peneliti ataupun orang-orang tertentu.Mahek sebuah nagari yang jauh terletak di Lembah Bukit Barisan, menyimpan sebuah warisan nenek moyang akan masa lalu. Hampir di seluruh wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota terdapat penyebaran peninggalan megalithikum, tetapi tidak banyak orang mengetahui jika Nagari Mahek menyimpan warisan masa lalu tersebut dalam jumlah yang banyak.

Menurut sebuah info hanya baru 20 persen peninggalan zaman batu besar ini yang digali, sedangkan 80 persen belum digali. Oleh karena itu Mahek dikenal dengan “Nagari Seribu Menhir” karena begitu banyak peninggalan yang terdapat didaerah ini

Sebuah warisan yang besar bagi bumi Minangkabau atau saat ini berada pada Provinsi Sumatera Barat terdapat warisan masa purba yang masih belum banyak digali dan diketahui masyarakat umum.

Menhir merupakan sebuah symbol peringatan untuk memuja leluhur, dengan posisi batu berdiri. Di Nagari Mahek menhir yang sudah dapat dilihat dan dilindungi oleh Dinas Purbakala berada di 4 titik. Yaitu menhir Balai Batu, bawah parit, Menhir Ampang Gadang dan Menhir Ronah.

Menhir yang kami kunjungi pertama kali adalah menhir balai batu, disini yang kami temui peninggalan nenek moyang akan hasil budaya megalith adalahnya banyaknya batu – batu besar yang sudah memiliki motif ukiran dan symbol. Simbol yang jelas tampak salah satunya adalah symbol garis geometris, motifl berbentuk sulur tanaman paku dan juga terdapat simbol timbul, kalau diperhatikan dengan seksama menyerupai kelamin laki –laki.

Kemudian menhir–menhir lain yang kami perhatikan yang masih berada dalam kawasan menhir balai batu adalah menhir yang bentuknya sudah berbentuk. Selain itu terdapat sebuah peninggalan megalith yaitu berupa susunan batu yang menyerupai panggung. Konon kabarnya inilah yang disebut balai (ruang) tempat mengutus 4 Datuak untuk pergi ke daerah lain.

Perjalanan kedua kemudian kami lanjutkan ke situs prasejarah Bawah Parit. Pada situs ini jumlah menhir yang terdapat lebih banyak daripada situs batu balai. Di situs bawah parit ukuran menhir juga sudah mulai lebih besar, dan kemungkinan inilah peti batu. Selain itu pada situs ini motif ukiran yang terdapat pada batu juga sedikit berbeda.

Jika sebelumnya pada situs balai batu terdapat ukiran menyerupai bidang persegi dan menyerupai sulur tanaman paku. Situs megalith Bawah Parit sudah meninggalkan ukiran motif yang lebih tertata dan berbentuk motif pada Rumah Gadang saat ini. Seperti pucuak rabuang dan kaluak paku dengan geometris yang mulai rumit.

Perjalanan ketiga kami adalah ke peninggalan megalith Ampang Gadang, menurut cerita menhir yang terdapat didaerah ini berjumlah 300 buah. Tetapi dengan adanya pembangunan lapangan sepak bola, menhir ini ditimbun oleh penduduk dan hanya tersisa beberapa saja. Peninggalan ini kemungkinan belum diekskavasi oleh dinas terkait, karena yang dapat kami lihat tidak ada plang sebagai penanda daerah konservasi.

Keunikan dari Menhir di Mahek adalah arah menhir yang menghadap ke Gunung Sago. Gunung Sago merupakan gunung yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Bagaimana ini bisa terjadi, hubungan anatara menhir di Mahek dengan Gunung Sago. Kemungkinan besar adalah Gunung Sago dipercaya dahulu sebagai tempat berkumpul nenek moyang pada zaman ini berkembang.

Menurut sebuah sumber berita menyebutkan menhir di Nagari Mahek hanya baru 20 persen yang tergali, 80 persen belum tergali, Hal ini berarti menandakan menhir di Mahek masih banyak tersebar. Fakta ini juga kami temui di lapangan, ketika menikmati seteguk kopi menanti hujan turun. Warga menyebutkan bahwa masih banyak menhir yang belum diketahui. Hanya diketahui oleh warga sekitar dimana menhir itu berada didaerah mereka.

Hal yang dikamingkan mengenai peninggalan purbakala ini adalah kurangnya promosi oleh dinas terkait kepada warga umum. Dengan adanya menhir di Provinsi Sumatera Barat yang dominan penduduknya adalah bersuku Minangkabau. Menunjukkan bahwa di Minangkabau pada masa sebelum terjadinya peradaban kebudayaan dan adat yang berkembang pesat, juga terdapat peradaban prasejarah.

Selain itu, entah bagaimana tipikal penduduk setempat. Ketika dalam perjalanan kami dan tim bertemu dengan generasi muda di lokasi tersebut. Apa dan bagaimana menhir di daerah mereka, mereka tidak mengetahui. Hanya beranggapan itu sebuah menhir saja tanpa tahu bahwa peninggalan megalith yang terdapat didaerah mereka mengandung rahasia sejarah yang besar.

Menhir di Nagari Mahek Khususnya dan daerah lain di Kabupaten Lima Puluh Kota yang semuanya hampir tersebar peninggalan purba ini. Jika dikelola dengan baik akan memberikan dampak yang baik. Dari sisi perjalanan sejarah, akan diketahui bagaimana perjalanan dan perkembangan manusia pada zaman prasejarah di Minangkabau. Dari sisi pariwisata, menhir yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota dapat dijadikan sebuah perjalanan wisata sejarah dengan konsep perjalan prasejarah.

Sehingga ke depannya peninggalan ini akan terjaga dengan baik dan menjadi perhatian. Dimana pada kondisi saat ini peninggalan berupa batu jika tidak diketahui masyarakat akan hilang nantinya.

Untuk trip perjalanan ke Mahek, dimana kami sudah mencoba merasakan bagaimana perjalanan menelusuri sisi Bukit Barisan. Ada beberapa tips yang dapat kami berikan, untuk menempuh Mahek dari pusat Kabupaten Lima Puluh Kota atau Kota Payakumbuh membutuhkan waktu 2 jam perjalanan.

Topografis daerah menuju mahek adalah perbukitan. Dengan jalanan yang berliku dan satu sisi merupakan ngarai. Jadi kita patutr berhati – hati ditambah kondisi jalan yang rusak dan jarangnya pemukiman penduduk.

Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang nagari Mahek dan peninggalan megalithikumya disarankan untuk bermalam. Pemakaian sarana telekomunikasi didaerah ini lebih baik menggunakan operator yang telah mencakup jaringan hingga daerah dengan topografis yang sulit.

Kendaraan yang lebih baik digunakan menuju nagari Mahek yang lebih efektif adalah kendaraan roda dua. Hal ini diperhitungkan agar lebih mudah, mengingat kondisi jalan yang tidak baik.(***)

JADI BUPATI IDAMAN YUDILFAN HABIB JANJI TAK GUNAKAN FASILITAS NEGARA, HAJI RIFA BANGUN MASJID

JADI BUPATI IDAMAN

YUDILFAN HABIB JANJI TAK GUNAKAN FASILITAS NEGARA

HAJI RIFA BANGUN MASJID TAUFIK

Bursa Bakal Calon Bupati Limapuluh Kota Kian Memanas

Entah bersenda gurau entah serius, yang pasti yang dikatakan Yudilfan Habib ada benarnya. Tak ada yang bercita-cita, berjuang, dan menjadi Bupati atau kepala daerah lalu akan membangun dengan maksimal daerahnya. Bohong itu!

 

Oleh : Dodi Syahputra

 

YUDILFAN HABIB

YUDILFAN HABIB

”Saya, berminat jadi Bupati pula agaknya. Modal saya keyakinan bahwa selama ini masyarakat mencari kepala daerah yang sederhana dan menyederhanakan konsep, tidak berbelit-belit, manusiawi, dan tidak berfoya-foya di atas penderitaan masyarakatnya,” ujar Yudilfan Habib, warga kitaran Gunuang Sago yang terkenal sampai ke level nasional sebagai aktivis yang berjuang itu.

Bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna diakui terus terang oleh Habib, panggilan akrab pria yang selalu berterompa ini. Sesekali kini, sudah mulai menyesuaikan diri bersepatu. Jadi Bupati, Yudilfan Habib berjanji akan memakai fasilitas negara sebanyak-banyaknya sesuai kemauan dan kemampuannya. Soalan ini, ia tidak mampu tidur nyenyak di bantal dan kasur empuk.

Habib, juga tidak bisa merasakan ruangan berAC, dingin, katanya. Ia biasa berjalan dari kaki Gunung Sago di rumahnya nan permai sampai ke kawasan Kantor Bupati di Payakumbuh. Ia mengaku tidak akan menggunakan mobil dinas, ia lebih memilih memakai sepeda motor yang masih kredit sampai hari ini itu.

Yudilfan Habib yang lahir di Medan 1965 lalu, besar di Payakumbuh dan menggugat banyak kasus penistaan rakyat sampai ke KPK, Habib diperhitungkan di semua kalangan. Soal mediasi, Habib sejak 1980-an telah menjadi bintang media massa. Namanya selalu menjadi frontliner bagi setiap kepentingan perjuangan rakyat atas ’perbuatan keliru’ pemerintah.

Habib menyerahkan dirinya bagi kepemimpinan Limapuluh Kota ke depan. Akunya, tanpa tedeng aling-aling. Jikapun tak ada partai, sudah segepok dukungan ia kantongi. Jangan Tanya, sebab kata Habib di Balai Wartawan Luak Limopuluah beberapa waktu lalu, masyarakat Limapuluh Kota dari 13 kecamatan siap menyerahkan dukungan dan fotokopi KTP untuk majunya Habib menjadi Bupati Limapuluh Kota 2015-2020.

Entah iya entah tidak. Pastinya, Habib sekarang belum berposko resmi. Poskonya di jalanan. Jika hendak menyerahkan dukungan, tunggu tahapan KPU dulu, katanya.

”Masyarakat jangan terburu-buru, meski saya memburu jabatan ini. Soalan jadi Bupati, saya jujur tidak untuk memperkaya diri. Meski harta kekayaan saya hari ini Rp20 juta berbentung hutang!” Habib serius.

KANDIDAT TURLAP

Para kandidat dan bakal calon kini makin rajin ke lapangan. Hampir tiada hari tanpa bertemu masyarakat. Sibuknya para tokoh ini bisa dipantau di media dan komunikasi langsung. Jawaban mereka, sedang berkomunikasi dengan publik!

Nama-nama yang kita maksudkan sedang sering ke tengah masyarakat itu; Wakil Bupati H Asyirwan Yunus, tokoh rantau H Rifa Yendi, tokoh pebisnis muda serta ekonom Mukyadi ST ME, mantan Ketua DPRD Limapuluh Kota Darman Sahladi ME, Anggota DPRD Sumbar Ilson Cong, Pimpinan DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Paduko Rajo, Ketua DPC PKB Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, Ketua DPC Hanura Dedi Sutendi, Sekretaris DPC PPP Harmen, Ketua DPC PDI P Ridho Illahi.

Kabiro Organisasi Sekdaprov Sumbar Onzu Krisno, Asisten II Setdakab Desri,  Staff Ahli Bupati Zulhikmi, serta Muhammad Kabaghumas dan Protokol Setdakab Siebert. Semua nama itu ditambah mantan Wabup Limapuluh Kota Irfendi Arbi yang keras hatinya mendekati masyarakat kembali. Untuk Irfendi Arbi hampir tak ada acara masyarakat yang dilewatinya, mulai dari alek-alek sampai seremoni.

Habib sendiri mengaku tidak gentar dengan situasi ini. Meski kakinya ’pendek’ sebab tak punya Fortuner, yang jikapun ada tak mampu membeli premium atau pertamax, Habib optimis bekal namanya yang dikenal aktif memperjuangkan masyarakat bakalan muncul.

Kenapa di bursa media sosial selama ini namanya tidak muncul? Habib tidak mempersoalkan hal ini. Keyakinannya bahwa publik sekarang tidak bisa lagi ditipu dengan pencitraan dan guyonan politik tentang niatan membangun daerah, makin menguat.

Nanti, jika ada tes Inteligence Question (IQ) Habib mengaku punya kemampuan intelijensi kasihan. Seloroh Habib bahwa prinsip Adidas, ”Aiqiu di bawah dasar” dimilikinya akan diterjemahkan masyarakat sebagai hal positif.

”Bagaimana mungkin, seorang Adidas akan korupsi. Bagaimana mungkin orang yang sederhana, tidur tidak di rumah dinas, tapi di gubuk tua di kaki gunung Sago bakal korup? Tidak toh?” ujarnya serius sambil menseruput kopi caruik buatan Etek Kadai di sebelah Balai Wartawan Luak Limopuluah.

Ada pula Aspon Dede, caleg yang nyaris menang di Pileg lalu, berkelakar. ”Habib mau jadi Bupati, hendak meubah status dari masyarakat miskin jadi kaya raya!” Jelas Habib hanya senyum mengkerut, mendengar pernyataan Aspon Dede yang didukung kuat oleh masyarakat Payakumbuh Utara dan Lamposi Tigo Nagari. Nyaris ia duduk di kursi DPRD Payakumbuh.

TANGIS RIFA

H RIFA YENDI SH SEDANG BEKERJA MEMBANGUN MASJID TAUFIK DI JORONG KUBANG RASAU- LAREH SAGO HALABAN

H RIFA YENDI SH SEDANG BEKERJA MEMBANGUN MASJID TAUFIK DI JORONG KUBANG RASAU- LAREH SAGO HALABAN

Iman dan Islam. Dua hal ini yang menguat di diri H Rifa Yendi SH, tokoh besar yang rela pulang kembali ke kampung halaman untuk tekad kuat menjadi Bupati Limapuluh Kota ke depan. Soal modal, tidak seperti Habib, tampaknya Rifa Yendi lebih siap dengan tim dan personil yang menyebar aktif di lapangan. Lebaran tahun ini, Rifa Yendi menyapa dan menyalami seluruh masyarakat Limapuluh Kota, langsung atau pun melalui baliho.

Taufik, wartawan yang memiliki naluri politik yang tinggi ini, lengkap catatan baik H Rifa Yendi SH, menuturkan bahwa dirinya menjadi saksi bersama seluruh masyarakat Jorong Kubang Rasau, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Senin (11/8). H Rifa Yendi menangis usai bergotong royong serta meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Taufik.

”Semuanya kehendak Allah SWT. Bahkan nama Masjid Taufik itu sudah direncanakan lama oleh masyarakat Kubang Rasau. Sungguh mulia, saya saksikan H Rifa Yendi sedu sedan usai mengaduk semen dan pasir serta meletakkan batu pertama pondasi masjid,” ujar Taufik serius.

H Rifa Yendi SH memang rendah hati. Ia kemudian menceritakan sebab ia terpercik air mata. Kali ini ceritanya saat sekembali dari Kubang Rasau ia sempatkan singgah duduk sebentar di Balai Wartawan.

”Saya menangis haru, bahwa rumah Allah sedang dibangun. Sayalah yang diberi kehormatan oleh masyarakat untuk meletakkan batu penyokong rumah mulia ini. Insya Allah berkah!” ungkap H Rifa Yendi SH menyampaikan makna tangis harunya itu.

Selain H Rifa Yendi, Wakil Bupati H Asyirwan Yunus juga sibuk berkunjung ke seluruh pelosok daerah. Dimulai sejak lama. Jauh-jauh hari. Tak kalah dengan Jokowi, yang masih bisa naik kendaraan sampai tujuan, Asyirwan Yunus bahkan rela menyeberang seutas tali seperti berakrobat di Nagari-Nagari yang masih terujung.

Ada Onzu Krisno. Kabiro Organisasi Pemprov Sumbar ini asli anak nagari Sungai Kamuyang. Onzu Krisno cukup idealis. Ia sedang bersilaturahmi ke kantong-kantong peradaban di Limapuluh Kota. Ia sedang mengumpulkan opini dukungan dan tekad agar ia maju menjadi kepala daerah.

Ya, masih banyak nama lain yang kini disengat wabah turun ke lapangan alias turlap. Bermacam judul kegiatan dan temanya. Namun, pastinya, sebelum ada pengumuman tahapan Pemilu Kepala Daerah Limapuluh Kota yang resmi dari Komisi Pemilihan Umum, mereka terus akan melakukan survey pasar politik di Limapuluh Kota.(***)

Armen Zulkarnain's Blog

Nan Bana Nan Basamo

DODI SYAHPUTRA MM

CATATAN JURNALISTIK DAN PERSONAL

Words of Thousand Stories

Karena Kita Selalu Punya Cerita

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh

mang shanny Blog

Menjalin Silaturahmi dan menambah wawasan tentang komputer dan bisnis internet

TechCrunch

Startup and Technology News

Lucy Wiryono

renew your minds

tom.basson

healthy (body+mind+spirit) = healthy soul

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Kaliki Santan

rifki payobadar - just ordinary people, and to pursue a big dream and a sincere of love..!

Devino Rizki Arfan

perencanaan keuangan untuk semua

Duoputri's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Berjuang Dengan Pena

Just another WordPress.com weblog

Nasrul's Weblog

Tidak Hanya Melihat Sebelah Mata

Prosewa

Prosewa Production

Sato Sakaki Mambangun Nagari

Just another WordPress.com weblog

Fotomold's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Duniauniq's Blog

Just another WordPress.com weblog

Elang Rimba

Just another WordPress.com weblog

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.219 pengikut lainnya.