DODI SYAHPUTRA MM

CATATAN JURNALISTIK DAN PERSONAL

KONI PAYAKUMBUH RANGKUM ASPIRASI MARATON

PAYAKUMBUH

KONI KOTA PAYAKUMBUH LAKSNAAKAN PERTEMUAN DENGAN CABOR SECARA MARATON

KONI KOTA PAYAKUMBUH LAKSNAAKAN PERTEMUAN DENGAN CABOR SECARA MARATON

”Soal atlet dan pelatih kami, Pertina, meminta perimbangan. Soalnya, jika tetap diikuti sistem sebelumnya, untuk Porprov XIII Dharmasraya akan diturunkan 15 atlet,” Jentra Elbanto mengungkapkan hal ini dalam silaturahmi KONI dengan Cabor yang digelar marathon, Selasa (18/3) lalu di Payakumbuh.

Idealmya, menurut Sekretaris Pertina Payakumbuh Jentra Elbanto memprotes peruntukan pendanaan bagi kontingen Porprov Kota Payakumbuh, khusus cabang tinju amatir ini, satu orang pelatih untuk dua atlet tinju saja. Sehingga bisa fokus dan berlaga dengan prima.

Dalam pertemuan silaturahmi mengumpulkan data dan temu muka dengan beberapa pengurus cabang olahraga, Ketua KONI Payakumbuh bersama Sekretaris Zulfadjri, Waketum Eri Bestari, Kabid Rena Zurmanuddin, Kabid Humas Dodi Syahputra, bertemu dengan Ketua PDBI Herman R, Ketua Harian Perbakin Osmiral, Sekretaris Pertina Jentra Elbanto.

Temu muka dan silatuirahmi yang dilaksanakan marathon ini, ungkap Dedrizal dilaksanakan agar aspirasi dan guna mengetahui kondisi per cabang olahraga, terkini. KONI Kota Payakumbuh, juga mengingatkan masih ad 6 cabng olahraga yang belum memasukkan proposal pengajuan anggaran untuk 2015.

”Sebab, yang kita takutkan begini. Jikapun anggaran KONI itu jumlahnya besar akumulasi, namun dibagi per cabang jadi kecil, maka jika tidak diajukan proposal anggaran pembinaan, bisa saja nanti malah tidak dapat apa-apa bahkan dicoret dari penerima bantuan,” papar Kabid Rena Zurmanuddin.

Ide dan usulan kemudian dimintakan kepada seluruh yang hadir. Osmiral menyampaikan bahwa untuk cabang menembak saat ini sedang menunggu untuk dilakukan pergantian pengurus. Muscab akan dilaksankan sekitar Juli 2014 nanti.

Khusus cabang olahraga drumband dilaporkan Ketuanya, Herman R, masih nol peralatan. Saat ini atletnya sudah ad dan latihan. Meski harus meminjam-minjam alat, namun PDBI tetap optimis, bisa. Sebab itu, menurut Herman R dukungan KONI selaku Pembina cabang olahraga sangat dibutuhkan lebih baik lagi.

Menyoal pendanaan APBD yang masih tipis, untuk ukuran pembinaan 29 cabang olahraga, maka kreativitas menggaet anggaran dari non APBD perlu digiatkan. Salah satunya, usul yang dikemukakan oleh Kabid Humas Dodi Syahputra bisa melalui tim kajian sponsorship serta pola Bapak Angkat. Hal ini diamini oleh PDBI. Menurut Herman R, telah beberapa iven yang menurunkan atletnya tampil dan berbayar.

”Ini bisa dijadikan andalan dalam menggali potensi sponsorship dan income bagi KONI sebagai pendapatan yang sah dari non APBD,” ujar Dodi Syahputra bersemangat.

Berbagi respon muncul di pertemuan ringkas malam itu. Namun, pertemuan marathon akan terus dilanjutkan demi puncak prestasi olahraga Payakumbuh. Insya Alah.

TRI MEMUJI

Langkah KONI Payakumbuh untuk menggelar pertemuan dengan cabor secara terbuka dan marathon ini dipuji oleh Ketua PSSI Payakumbuh, Tri Venindra. Oleh Tri yang juga Ketua Komisi B DPRD Payakumbuh ini, bahwa soal anggaran olahraga prestasi telah sekuatnya diperjuangkan oleh DPRD.

”Tentunya, kini dituntut kreativitas kita bersama, dengan system terkendali oleh KONI Payakumbuh untuk memaksimalkan penggunaan anggaran, mengefektifkan seluruh potensi dan memperlebar sistem sponsorship. Sehingga, seluruh stakeholder dan masyarkat merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab terhadap prestasi olahraga di Payakumbuh,” tegas Tri Venindra.(dsp)

PORPROV XIII DIHELAT 13-23 DESEMBER 2014

PAYAKUMBUH

Gambar
Helat Pekan Olahraga Provinsi Sumbar XIII di Dharmasraya positif digelar 13-23 Desember 2014. Kepastian ini disampaikan oleh Ketua Bidang Acara Andiko Jumarel kepada Rakyat Sumbar, langsung dari Dharmasraya. Penetapan waktu tersebut, setelah melewati berbagai kajian dan pertimbangan.
 
“Panitia Pelaksana Porprov Sumbar XIII telah memastikan untuk menggelar pada 13-23 Desember mendatang. Memang, cukup kasip dengan akhir tahun, namun, kondisi kesiapan dan secara keseluruhan di Sumbar, menjadikan kita menetapkan di tanggal tersebut,” ujar Andiko Jumarel yang putra asli Payakumbuh ini.
Soal kesiapan, Pemkab Dharmasraya sendiri, kini di bawah naungan Panitia Pelaksana Porprov XIII terus mengebut persiapan. Stadion Utama yang kini tengah disiapkan, telah mencapai 85 persen siap. Nah, untuk venue lainnya, Pemkab pun telah dan tengah mempersiapkan.
 
Perihal penginapan atlet, disebutkan oleh Andiko Jumarel bahwa sekolah-sekolah utama dan terbaik telah dirancang sesuai untuk tempat menginap kontingen. Ada SMA 1, SMP Unggul dan lokasi lainnya yang jaraknya berdekatan dengan berbagai venue pertandingan.
 
KEJAR BANTUAN

Kreativitas Panitia Pelaksana dalam melengkapi kebutuhan Porprov XIII sangat patut diacungkan jempol. Bahkan, Bupati Dharmasraya sendiri, Ady Gunawan telah menyurati Menteri Telekomunikasi dan Informatika Tifatul Datuak Tumangguang untuk mendapatkan bantuan internet, media center, sampai dukungan kegiatan bertema IT lainnya.
“Kita telah antarkan surat ke Kemenkominfo,. Menteri sendiri telah mengakui sudah menerima surat tersebut. Namun, sampai hari ini masih sibuk, katanya,” demikian disampaikan oleh Andiko.
Namun, selaku daerah penyelenggara alek olahraga prestasi Sumatera Barat, Dharmasraya bukan daerah baru tanpa sumber daya. Mentalitas Dharmasraya dengan perangkat kerja yang berpengalaman dan aktif menjaring hubungan ke pusat terus terhubung memantau kesediaan pusat untuk ikut membantu Porprov XIII.
Kini, yang akan diupayakan oleh Panitia Pelaksana Porprov XIII adalah keikutsertaan dan donasi serta sponsorship. Termasuk bantuan lokal dan nasional. Sebab, jika hanya mengandalkan APBD Kabupaten Dharmasraya, daerah lain pun jika dibebankan hal yang sama, jelas tak mampu.
 
PAYAKUMBUH BERSIAP

Baik Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Ketua DPRD Wilman Singkuan, Ketua KONI Dedrizal dan seluruh perangkat mengaku terus mempositifkan persiapan Kota Payakumbuh menuju alek olahraga prestasi ini. Ibaratnya, Kota Payakumbuh dengan raihan 22 emas, 30 perak, dan 36 perunggu berada di urutan ke-9 porprov lalu, tentu hendak mendaki prestasi di Porprov XIII Dharmasraya mendatang.

“Kita pun harus memacu pembinaan dan latihan atlet lebih baik lagi. Maksimalisasi kemampuan anggaran yang ada tentu menjadi prioritas kita semua. Insya Allah Payakumbuh bisa,” ujar Wilman Singkuan yakin.(dsp)

MAHASISWA TEMUKAN SPESIES KOPI LUWAK FERMENTASI

MAHASISWA TEMUKAN SPESIES KOPI LUWAK FERMENTASI

MAHASISWA TEMUKAN SPESIES KOPI LUWAK FERMENTASI

MAHASISWA TEMUKAN SPESIES KOPI LUWAK FERMENTASI

PEBRIANSYAH MENDAPAT JEMPOL PENGUSAHA DAN PENIKMAT KOPI

Kopi Luwak, siapa yang tak kenal. Kedalaman rasa kopi ini, dinikmati bahkan berjam-jam lamanya, meski hanya secangkir seduhan air panas saja. Di “kedai” kopi kenamaan, kopi seharga Rp45 ribu secangkir ini, ternyata bisa diproduksi oleh mahasiswa Politeknik Pertanian Payakumbuh. Mengagumkan, Pebriansyah sang mahasiswa tahun akhir program studi Manajemen Perkebunan tahun akhir ini bisa memproduksi kopi robusta lokal difermentasi dengan enzim papain dari getah papaya, jadilah kopi luwak, rasanya sama persis.

DODI SYAHPUTRA

Di saat kopi luwak sedang tenar-tenarnya, sementara memproduksi kopi luwak itu butuh waktu yang biaya yang banyak. Serta, hewan jenis luwak yang banyak. Pebriyansah, mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh ini mengaku terinspirasi untuk membuat pengolahan kopi yang rasanya menyamai kopi luwak tanpa menggunakan binatang luwak atau dikenal sebagai musang pemakan buah ini.

Kopi, hari ini sudah menjadi komoditi kedua setelah beras. Produksi Indonesia, dikenal baik di dunia. Indonesia adalah negara produsen kopi keempat di dunia. Bahan buah kopi yang diolah sama dengan bahan yang diberikan untuk makanan Luwak. Hanya, bahan mentah itu difermentasi organik atau alami. Campuran alami ini menghasilkan kopi yang nikmat, tak kalah dengan rasa kopi luwak di pasaran

“Cara fermentasi dengan memanfaatkan getah papain yang banyak tumbuh di Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Biji kopi yang telah dipanen difermentasi dengan getah papain sehingga menghasilkan rasa pahit dan menurunkan kadar karbohidrat di buah kopi,” Pebriansyah, mahasiswa kreatif dan ulet ini menerangkan.

Fermentasi dengan getah papain setara dengan permentasi dalam lambung Musang (Luwak). Sehingga, hasilnya tak kalah dengan kopi luwak yang di hasilkan dari kopi sisa kotoran Musang. Di saat sekarang kontroversi tentang halal haramnya kopi luwak yang bersumber dari kotoran musang pun belum ada ujung pangkalnya, Pebriansyah menemukan kopi fermentasi dengan bahan alami dengan cita rasa yang sama persis.

Soal halal atau haram ini menginspirasi Pebriyansah untuk membuat kopi rasa kopi luwak dengan fermentasi getah papain yang tidak diragukan halal haramnya. Sebab getah papain atau papaya sudah jelas halalnya, ditambah rasa yang dihasilkan pun tak kalah dengan kopi luwak itu sendiri.

Proses pengolahan untuk mengasilkan kopi ini terbilang sangat sederhana dan terbilang cukup mudah karena hanya buah kopi dan di fermentasi dengan enzim papain (getah pepaya) selama 48 jam. Pepaya, batiah, atau kalikih itu disadap atau dideres getahnya. Setelah itu, pengupasan dan penjemuran, lalu disangrai.

“Tujuannya, agar para petani kopi dapat meningkatkan harga jual kopi setelah dilakukan fermentasi ini dan pendapatan petani kopi dapat meningkat,” niat tulus Pebriansyah, mahasiswa Politeknik Pertanian Payakumbuh ini, yang saat ditanya belum akan mempatenkan penemuannya ini.

Pebriansyah, mengaku perhatian akademisi terhadap kopi belum maksimal. Padahal, kopi sudah menjadi komoditi ekspor yang memberikan pendapatan negara cukup tinggi.

Dalam dunia perkopian rasanya tidak ada hentinya di bicarakan, karena pengikmat kopi makin hari makin akan meningkat. Dimana-mana kopi hasil olahan yang dilakukan oleh Pebriyansah ini sudah banyak dilakukan uji rasa di berbagai tempat diantara di kafe pojok Sudirman Tanjung Pati Limapuluh Kota, kafe-kafe kopi di Payakumbuh, dan berbagai tempat yang menyediakan kopi sebagai minuman utamanya.

Beberapa dosen Politeknik Pertanian Payakumbuh telah mencoba kopi hasil fermentasi ini. Penikmat kopi di Payakumbuh dan Limapuluh Kota juga mengacungkan jempolnya. Rencana Pebriansyah akan membawa kopi yang dihasilkan ini, akan mengikutkannya pada pameran kopi bulan April nanti di Padang.

Pameran kopi berbagai asal ini akan dihelat Dinas Perkebunan Sumbar ini akan ikut mempresentasikan kopi fermentasi milik Pebriansyah. Selain itu, kopi yang dihasilkan juga akan dicoba dirumah Kopi Nunos Padang dan diujikan ke pada Para Q- Grader (penilai kopi) bersertifikasi internasional.

Pengurus organisasi Asosiasi Kopi Special Indonesia (Specialty Assosoation Coffee of Indonesia), A Syafudin yang juga ekportir kopi dari PT Sabani Internasional mendukung kopi fermentasi ini untuk dijadikan kopi spesies baru. Untuk terus melakukan pengembangan teknis terkait kopi mulai dari hulu sampai hilir, Pebriansyah juga didukung oleh para pengajar di Politeknik Pertanian Payakumbuh. Kopi merupakan produk minuman yang banyak diburu oleh banyak masyarakat saat ini. Di dunia.(***)

Wartawan Muda Santap Durian

Gambar

LIMAPULUH KOTA

Para wartawan muda Limapuluh Kota, disuguhi langsung dengan durian asli Limapuluh Kota, di daerah Lareh Sago Halaban, Senin (6/1). Suguhan Caleg PKS, Zukron ini pun lahap disantap.

Zukron bercerita, bahwa durian di Limapuluh Kota, kini setiap hari “diekspor” hingga Jakarta. Setiap hari, ribuan, bahkan puluhan ribu buah durian masak jatuh dari batang yang tingginya hingga 40 meter.

“Hebatnya, durian-durian ini, jatuh ditunggui oleh masyarakat petani. Bahkan, ada pula rumah yang dibuat seadanya, untuk menunggui jatuhnya durian,” ujar Zukron sembari membelah durian kembali.

Durian, mulai dari kebunnya, merangkak sampai ke hilirnya, harganya bisa naik sampai sepuluh kali lipat. Soal harga, durian memang sedang naik dan makin naik, hari ke hari.

Para wartawan muda Limapuluh Kota, terlihat sumringah melihat sajian khas durian sedap Limapuluh Kota itu.(dsp)

Foto: Para wartawan muda Limapuluh Kota menyantap durian bersama anggota DPRD Limapuluh Kota, Zukron, di Lareh Sago Halaban.(dsp)

MENJAGA HUTAN, MENJAGA HATI, KHALID: KINI MELIBATKAN SEMUA

 

Gambar

LIMAPULUH KOTA

Luas hutan di Limapuluh Kota setiap tahun makin tergerus. Ini pasti. Sebab, kini penebangan liar terus menurun kuantitasnya, tapi tetap ada. Kian hari kian sempitlah luas hutan yang menyetor oksigen bagi nafas dan paru-paru dunia.

Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Limapuluh Kota H Khalid MH, di Payakumbuh mengatakan bahwa baik secara kuantitas maupun kualitas penebangan pohon secara ilegal ini makin turun jumlahnya. Untuk 2013, berbagai program dilaksanakan demi terjaganya area hutan ini.

”Mari menjaga hutan, sama dengan menjaga hati,” ujar Khalid penuh makna.

Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo dan Wakil Bupati H Asyirwan Yunus terus nyinyir agar masyarakatnya menjaga pohon, termasuk hutan. Sebab, menurut Alis Marajo hutan sebagai sumber kehidupan dan penjaga manusia justru dari bencana yang siap menghantam.

Penebangan kayu ilegal semakin tahun semakin turun jumlahnya. Angka pasti penurunan ini belum dapat dikira. Namun yang telah terjadi, telah merusak ekosistem dan produksi oksigen dunia. Ancaman cuaca global yang kian tidak menentu kian menyesakkan dada.

”Jika yang diusut dan ditangkap itu penebang kayu tradisional, masyarakat, iba jadinya. Karena, mereka untuk makan sehari-hari menggergaji kayu atau menebang dengan kampak. Lepuh tangan mengampak kayu memang luar biasa memiriskan. Hanya untuk makan keluarga,” ungkap Romi (32) salah seorang warga Harau, Limapuluh Kota.

Sementara, pemain sebenarnya, oknum, tidak terusik. Kalaupun ada yang mengusik, bakal terlindung, entah oleh atasan atau orang yang lebih tinggi darinya.

LANCARKAN PROGRAM

Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Limapuluh Kota, H Khalid MH resah alang kepalang. Berkali-kali, Dinas Kehutanan dan Pertambangan melakukan berbagai koordinasi, menggerebek upaya perambahan hutan semena-mena ini.

Berbagai kasus pembalakan liar, pengangkutan kayu ilegal tanpa dokumen, serta beragam masalah sekaitan ini, aku H Khalid MH kini makin berkurang. Berbagai program telah dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Pertambangan untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat bahwa hutan adalah bagian hidup yang mesti dijaga.

13 anggota polisi kehutanan terus bergerak aktif melakukan pengamanan kehutanan di Limapuluh Kota. Meski tenaga satu polisi hutan untuk satu kecamatan yang luasnya hampir sama dengan, namun kini koordinasi dilakukan secara menyeluruh.

Di tahun 2013, jelas berbagai gebrakan dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Pertambangan. Antara lain, dengan Patroli Kehutanan secara rutin oleh para polisi hutan.

”Dinas Kehutanan dan Pertambangan pun telah membuat Momerandum of Understanding (MoU) dengan Komando Daerah Militer 0306 50 Kota, Kepolisian Resort 50 Kota, Kepolisian Resort Payakumbuh, untuk penanganan persoalan penjagaan keamanan hutan ini,” ujar Khalid menjelaskan didampingi Kabid Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Prima Deswita.

Selanjutnya, berdasarkan MoU ini, Tim Penanggulangan Hutan Terpadu (TPHT) di Limapuluh Kota ini bekerjasama, melakukan penanggulangan sekaligus penyadaran dan sosialisasi ke tengah masyarakat Limapuluh Kota.

Inovasi program pun dijalankan. Termasuk di dalamnya, Pengamanan Hutan Berbasis Nagari yang dibarengi dengan rehabilitasi hutan dan lahan.

”Mari sadari, kewajiban bagi setiap insan di Limapuluh Kota ini untuk menjaga pohon dan hutan. Mari bersama kita lakukan,” kata H Khalid SH dengan tegas.(dsp)

TOILET PUN JADI BAHASAN UTAMA

Gambar

20 PENGELOLA HOMESTAY, DILATIH PEMKAB

 

LIMAPULUH KOTA

Tak salah jika pariwisata dituntut rapi, intelek, dan bersih. Dua pembicara di Workshop Manajemen dan Pemasaran Homestay/Penginapan dan Restoran yang berlangsung di D’Harau Resto, sepakat menyatakan bahwa seluruhnya harus dikelola maksimal.

”Sampai toilet pun harus bersih dan rapi. Sebab, pengunjung daerah wisata, ingin bermanja dan mengistirahatkan tubuhnya. Tidak untuk pusing sebab bau apek di toilet,” ungkap Abdullah Rudolf Smith di ruangan pertemuan D’Harau Resto memulai hari pertama workshop yang berlangsung tiga hari itu, mulai Selasa (26/11).

Penuturan pembicara Abdullah Rudolf Smith dan Ifra Yunaldi sepakat bahwa yang pertama harus bersih meski tidak terlihat langsung adalah toilet. Fasilitas pariwisata, seperti hotel, penginapan, tempat rekreasi, hingga restoran.

Sementara, Ifra Yunaldi, di depan 20 orang peserta yang pengelola homestay dan restoran ini berbicara di hari pertama menyoal destinasi manajemen pariwisata. Direktur Akademi Pariwisata Bunda ini mendapat apresiasi dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan para peserta di saat sesi diskusi.

Dukungan Pemerintah

Kabid Pariwisata, Ali Hasan terlihat mengawal kegiatan ini sedari awal. Ali Hasan yang lulusan ilmu kepariwisataan serta sempat selaku praktisi perhotelan, ikut berdiskusi. Pembahasan sampai ke luar sesi, dengan menggagas kebersamaan visi kepariwisataan Sumatera Barat.

”Sumatera Barat, jika ditanya di luar, apa sih ikonnya? Atau, ketika kita sebut sebuah ikon, orang akan langsung terjejal ke Sumatera Barat atau Minangkabau. Ini misi yang harus sama-sama diperkuat pemerintah daerah,” sela Ifra yunaldi kepada Ali Hasan.

Oleh sebab itu, menurut Ali Hasan, kepariwisataan di Limapuluh Kota, untuk ke depan memakai Harau sebagai labor pariwisata. Di sinilah tempat bagi dunia kepariwisataan menemukan tempatnya berkembang dan bertumbuh.(dsp)

DPRD LURUSKAN, TAK PERNAH TOLAK BAND WALI

Gambar

NASRIL SURI: PENGAJUAN ANGGARANNYA TIDAK TEPAT, BERPOTENSI PENYALAHGUNAAN

PAYAKUMBUH

Heboh persoalan pembahasan APBD Perubahan 2013 di Hotel berbintang di Bukittinggi terus berlanjut. Bahkan, di sebuah media tabloid lokal di Payakumbuh, terang-terangan diceritakan tentang aksi anggota DPRD Payakumbuh yang mencak-mencak soal anggaran Rp80 juta ini. Rapat yang menelan anggaran ratusan juta rupoiah, diikuti oleh DPRD, Sekretariat DPRD, dan SKPD terkait ini dilangsungkan di Hotel Pusako Bukittinggi, hotel bintang empat, tengah September lalu.

Sewaktu rapat pembahasan anggaran kepariwisataan, beritem promosi wisata dalam dan luar negeri, Rp80 juta ini diarahkan untuk mengundang Band Wali yang dikatakan bernuansa Islam dan sangat dirindukan oleh masyarakat Kota Payakumbuh ini.

“Kami tidak pernah menolak penganggaran promosi pariwisata. Bahkan, anggaran ini tetap ada, kok. Tidak dfibuang atau dihilangkan. Hanya saja, tidak tepat jika anggaran promosi dialihkan ke peringatan Ulang Tahun Kota Payakumbuh yang 17 Desember nanti berusia 43 tahun,” ujar Nasril Suri yang anggota DPRD asal Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ini.

Versi media, versi siapa saja boleh ada. Namun, Nasril Suri menjelaskan bahwa voting pengambilan suara 11 orang anggota Badan Anggaran pada waktu itu, memang mempersoalkan tentang apakah plot anggaran ini disahkan atau tidak. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan item anggaran lain, jumlahnya tidak seberapa.

Namun, menurut Nasril Suri penganggaran ini beda fungsi dan peruntukan. Dari fungsi promosi ke fungsi hiburan masyarakat di HUT Kota Payakumbuh. Inilah yang ternyata dipersoalkan DPRD itu.

Nasril Suri, mulai buka cerita, disebabkan, katanya, pemberitaan di media massa yang sangat menyudutkan DPRD sebagai lembaga legislatif. Nasril Suri tercatat juga menentang beberapa pengesahan Perda yang menurutnya tidak sesuai dengan kehendak masyarakat.

“Termasuk soal perubahan logo Kota Payakumbuh. Jika Aur Kuning ditetapkan sebagai Nagari yang diakui, saya tentu setuju. Namun, logo Kota Payakumbuh, dengan nilai historisnya, serta dampak kemudiannya, semua lambang daerah harus diubah,” ungkap Nasril Suri, Jumat senja (22/11).

Persoalan aksi “marabonya” dua anggota DPRD saat terjadinya salah hitung voting mata anggaran promosi wisata dalam dan luar negeri ini, aku Nasril Suri karena memang anggaran itu rawan salah sasaran.

“Jika memang diajukan soal mendatangkan band, mau dari Amrik sekalipun, tidak masalah, namun konteks itemnya harusnya di HUT Kota Payakumbuh ke-43!” tegas Nasril Suri yang menghentikan pembicaraan diputus suara azan maghrib.

HEBOH KASUS GERAK MEJA ANGGOTA DEWAN BAKAL BERBUNTUT PANJANG

Gambar

Aribus Madri: Tak Tertutup Kemungkinan Akan Buat Perhitungan Hukum 

PAYAKUMBUH

Heboh peristiwa penendangan meja yang dilakukan anggota Badan Anggaran DPRD Kota Payakumbuh, kasusnya  sempat disorot sejumlah pihak, akhirnya memaksa Ketua DPC PDI Perjuangan, Aribus Madri, angkat bicara.

Di

sela-sela kunjungan kerja Komisi A dan C ke Denpasar, Bali, Aribus Madri mengelar temu bicara dengan sejumlah tokoh rang awak yang ada di Bali,  Selasa (26/11).

Rekan wartawan Doddy Sastra menyampaikan informasi tentang hal ini usai pertemuan via handphonenya.

 

Dalam diskusi terbatas dengan sejumlah perantau Luak Limopuluah itu, Aribus yang belakangan namanya santer dibicarakan media massa dan disebut sebagai anggota dewan  berlagak koboy itu, secara terang-terangan mengaku tidak pernah melakukan aksi penendangan meja seperti yang dihebohkan itu.

“Perlu saya tegaskan, tidak pernah saya menendang meja. Yang terjadi hanyalah bahagian dari kekesalan kami terhadap Sekretaris Dewan yang diduga mempecundangi hasil voting 11 orang anggota Banggar, dengan cara memutarbalikan hasil perolehan suara dalam voting waktu menggelar rapat di Hotel Pusako Bukittinggi,” sebut Aribus Madri.

Didampingi sahabatnya, Teguh Setyawan, orang dekat Gubernur DKI Joko Widodo, Aribus Madri, membeberkan kronologis yang terjadi di Hotel Pusako tersebut.

” Setelah dikecam banyak pihak, Saya sudah lama diam. Hari ini saya terpaksa angkat bicara. Sebab, ada sebahagian rekan-rekan yang saya nilai sudah keterlaluan memojokan pemberitaan tentang saya. Ini sangat merugikan pribadi dan partai saya,” aku Aribus yang akrap disapa Ar itu.

Diungkapkan Aribus,, rapat Bnggar memanas setelah adanya usulan penganggaran untuk mengundang grup band Wali.

“TAPD mengusulkan penganggaran uang senilai Rp.80 juta untuk mengundang Wali Band. Dana sebanyak itu belum termasuk rodies dan pekerja lainnya. Totalnya, dana yang dialoksikan untuk kepentingn mentas Wali Band  itu  mencapai Rp300 juta. Yang sangat kami sesalkan waktu itu adalah, mata anggarannya diduga tidak sesuai dengan kedatangan grup band wali,” kata Aribus.

Adapun nama mata anggaran yang diajukan melalui Dinas Pariwisata ialah Promosi Kebudayaan Wisata Dalam dan Luar Negeri’. Memangnya, Wali Band dari luar negeri? Makanya, kami menolak anggarn untuk itu dan akhirnya untuk mendudukan masalah tersebut terpaksa dilakukan  voting.

Diakui Aribus, kalau memang memeriahkan HUT Payakumbuh itu diadakan kegiatan seni, kawan-kawan di Banggar lebih setuju menggelar pekan seni dengan melibatkan pelaku seni lokal. Artinya, buat apa mendatangakn grup band jauh-jauh, kalau anggarannya tersedot banyak. Lebih baik memberdayakan  pelaku seni lokal.

Kalaupun diperlukan benar kegiatan religius berbau kepentingn agama, kawan-kawan di Banggar lebih setuju  mengundang buya kondang untuk menggelar tabligh akbar. 

Masih menurut Aribus, penolakan Wali Band itu belakangan dia nilai bermuatan politis. Pasalnya, kasus tersebut dibesar-besarkan dan malah dia dituding  melakukan aksi tendang meja  dihadapan TAPD.

” Itu jelas berita bohong. Rapat saat itu hanya diikuti 11 anggota Banggar dan Sekwan Atur Satria serta 11 anggota Banggar. Kesebelas anggota Banggar itu antara lain  Aribus Madri,  Adi Suryatama, Isa Aidil, Syaiful Anwar, Mustafa, Tri Venindra, Alhadi Hamid, Nasril Suri, Suhaimi Biran, Zul Amri, YB Dt Parmato Alam dan Khairul Kayo.” ulas Aribus.

Dikatakan Aribus, karena waktu itu pembahasan soal Band Wali itu mengalami kebuntuan, maka dilakukan voting. Hasilnya, 6 orang menolak, 5 setuju. Tapi, Sekwan yang menghitung perolehan suara, justru mengumumkan 5 menolak dan 6 orang menyetujui. Ini salah besar dan menjadi pangkabala hebohnya rapat Banggar tersebut” katanya.

Aribus balik bertanya, Siapa yang tidak akan emosi dengan kenyataan  ini. Sudah jelas 6 menolak dan 5 menyetujui, malah disebut sebaliknya. “Saya memang kecewa dengan sistim reformasi Sekwan. Waktu itu saya sempat memukul meja dan mendorong meja. Bukan menendang. Selain saya, Adi Surya juga marah dan memukul meja,” tegas Aribus.

Dirinya merasa heran, rapat tertutup itu, sengaja  dipolitisir oleh pihak tertentu terutama beberapa pekan terakhir. “Saya dibilang tidak setuju dengan kegiatan religius. Kesannya, sengaja diciptakan seolah-olah saya itu anti agama. dan berprilaku preman. ” Tindakan sebagian pihak yang ingin merusak pribadi saya dengan maksud mencemarkan nama baik saya termasuk partai saya, jujur saya tidak dapat menerimanya” sebut Aribus.

Tegasnya, aku Aribus, terhadap adanya usaha pihak tertentu terindikasi mmelakukan pencemaran nama baiknya,  saat ini dia mengku  tengah  melakukan kajian hukum. ” Tidak tertutup kasus tersebut akan saya limpahkan kepada penegak hukum, karena tudingan itu sangat merugikan nama baik saya dan partai PDI Perjuangan”  ujarnya.

MEDIAR INDRA RAKERNAS DENGAN MENDAGRI

image

PAYAKUMBUH

Walikota Payakumbuh H Riza Falepi bersama Kadisdukcapil Payakumbuh Mediar Indra bersama memulai tertib administrasi  kependudukan secara nasional. Kementrian Dalam Negeri RI menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) e KTP dan Pencatatan Sipil (Capil) di Hotel Redtop, Jakarta 19-20 Februari. Kepala daerah, Walikota dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ini turut serta.

Kemendagri sendiri di surat pemberitahuan dan undangannya mengharuskan keduanya untuk ikut serta agar akselerasi kebijakan daerah mumpuni mulai tahun mendatang terhadap urusan kependudukan dan catatan sipil ini.
 
Rapat Kerja Nasional yang dibuka oleh Mendagri Gamawan Fauzi tersebut merupakan langkah untuk mengkoordinasikan antara berbagai instansi untuk mendapatkan berbagai masukan dalam mencapai kesamaan persepsi dan tujuan, kemudian menentukan langkah selanjutnya oleh masing-masing instansi tersebut.
 
Rakernas itu dihadiri seluruh kepala daerah, DPRD serta Kepala Disduk Capil se Indonesia.
 
Dikatakan Gamawan bahwa Rakernas itu strategis untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan e KTP 2011 dan pemantapan pelayanan e KTP tahun ini. Apabila penerapan e KTP 2011-2012 bisa terwujud di 497 kabupaten/kota, ini bisa mendukung suksesnya Pemilu dan Pemilu Kada.

Meningkatnya keamanan negara dalam halmencegah teroris, TKI ilegal, dan perdagangan manusia. Selain itu jika e KTP terwujud dapat meningkatkan citra negara, memperjelas status sesorang, mengefisienkan dan mengefektifkan pencapaian sasaran pembangunan nasional dan sebagainya.
 
“Sehingga sasaran Rakernas ini untuk terselenggaranya dukungan pemerintah dan pemerintah  daerah dalam pelaksanaan penerapan E KTP tahun 2012,” paparnya saat membuka acara tersebut, Minggu (19/2) malam.
 
Dirinya berharap komitmen seluruh kepala daerah, hingga petugas di tingkat kecamatan dan seluruh masyarakat untuk mendukung suksesnya pelaksanaan e KTP ini.

Mediar Indra sempat bertemu langsung dengan Mendagri dan bersapa salam kembali. Mantan Gubernur Sumbar ini, menurut Mediar Indra dalam pembicaraan via BBM kemarin, tetap bersahaja.

“Betapapun tugas dan kewajiban sebagai Mendagri itu memang berat. Namun, harus dituntaskan dengan maksimal,” demikian Gamawan Fauzi kepada Mediar Indra, sesama alumni Universitas Andalas

MUHAMMAD RAHMAD, MASUKKAN SUMBAR KE PRIORITAS MP3EI KUNCINYA INFRASTRUKTUR!

MUHAMMAD RAHMAD, MASUKKAN SUMBAR KE PRIORITAS MP3EI
KUNCINYA INFRASTRUKTUR!

image

PAYAKUMBUH

Sumbar tidak masuk ke dalam prioritas master plan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI). Hal ini membuat risau Muhammad Rahmad, putra Minang yang pernah berada di sebelah SBY. Mundurnya Muhammad Rahmad di berbagai jabatan penting negara dan partai, ia mengaku dukungan dan pilihan masyarakat Sumbar akan berpihak kepada yang benar-benar memperjuangkan Sumbar.

“Sumbar bisa lebih baik,” ungkap Muhammad Rahmad di Payakumbuh, kemarin.

Makanya, aku Muhammad Rahmad, ia tidak ada beban dengan menjadi calon DPD RI. Ia justru senang hati berdiskusi dengan banyak masyarakat.

Jika ingin maju, Sumbar harus masuk dalam MP3EI. Sebab, kini Sumbar tidak masuk hitungan pembangunan infraatuktur nasional.

“Mulai dari listrik,  jalan, industri, sampai pembangunan infrastruktur lainnya perlu dipercepat dan diubah kembali Keppres tentang MP3EI,” ungkap Muhammad Rahmad.

Manusia Sumbar harus tidak lagi jadi manusia gula-gula. Jangan, saat merana, lalu dibujuk sedikit, senang hati.

Fungsi DPD RI bisa untuk mengubah kebijakan pusat terhadap daerah. Muhammad Rahmad, menyebut DPD RI setaraf dengan pesuruh rakyat di daerah. Makanya, Muhammad Rahmad menolak tegas dibangunnya kantor DPD di daerah. (dsp)

DODI SYAHPUTRA MM

CATATAN JURNALISTIK DAN PERSONAL

Words of Thousand Stories

Karena Kita Selalu Punya Cerita

Fiazku

Kecerdasan Manusia Bodoh

TechCrunch

Startup and Technology News

mang shanny Blog

Menjalin Silaturahmi dan menambah wawasan tentang komputer dan bisnis internet

Lucy Wiryono

renew your minds

tom.basson

healthy (body+mind+spirit) = healthy soul

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Kaliki Santan

just ordinary people, and to pursue a big dream and a sincere love ...!! | twitter: @rifkiPayobadar

Devino Rizki Arfan

perencanaan keuangan untuk semua

Duoputri's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Berjuang Dengan Pena

Just another WordPress.com weblog

Nasrul's Weblog

Tidak Hanya Melihat Sebelah Mata

Prosewa

Prosewa Production

Sato Sakaki Mambangun Nagari

Just another WordPress.com weblog

Fotomold's Weblog

Just another WordPress.com weblog

Duniauniq's Blog

Just another WordPress.com weblog

Elang Rimba

Just another WordPress.com weblog

algembira

Just another WordPress.com weblog

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.141 pengikut lainnya.