CV
CURRICULUM VITAE
Nama : Dodi Syahputra
TTL : Padang, 1 Juni 1981
JK : Pria
Riwayat Pendidikan
1. SDN 1987‐1993
2. SMP 1993‐1996
3. SMA 1996‐1999
4. Univ. Negeri Padang 1999‐2004
Riwayat Pekerjaan
1. Ketua Umum Surat Kabar Kampus Ganto UNP 2001‐2002
2. Ketua Umum Surat Kabar kampus Ganto UNP 2002‐2003
3. Surat Kabar Sumbar Mandiri 2003
4. Reporter Olahraga Harian Pagi Padang Ekspres 2003‐2004
5. Fotografer Harian Pagi Padang Ekspres 2004‐2005
6. Redaktur Olahraga Harian Pagi Padang Ekspres 2005‐2007
7. Kepala Departemen Event Organizer/Marketing Off Print Harian Pagi Padang Ekspres 2007‐2008
8. Manager Marketing www.antara‐sumbar.com 2008
9. Reporter Daerah Payakumbuh/Lima Puluh Kota Posmetro Padang 2008‐2009
10. Asisten Redaktur Pelaksana Edisi Minggu Posmetro Padang 2009
11. Marketing Head (PJ) Posmetro Padang 2009
PENGHARGAAN KEWARTAWANAN
1. Finalist Best Journalist Sampoerna Indonesia 2006
2. Wartawan Olahraga Terbaik SUMBAR 2006
3. III‐rd Best Photographer of Padang Clean City 2005
4. Announcer of Journalistic Workshops
Record Tulisan
www. dodisyahputra.wordpress.com/
search google : dodi syah putra
CURRICULUM VITAE
Dikirim 1 pada Juli 7, 2009 oleh dodisyahputraKEKUATAN KREATIFITAS
Dikirim 1 pada April 28, 2009 oleh dodisyahputraSaya akui. Baru Jumat kemarin saya terjaga sepenuhnya mendengarkan khotbah sang khatib di atas mimbarnya. Ketika itu, ia dengan lantang ia mengulas Creativity Quetion.
CQ, demikian sang khatib yang belum berjenggot itu memaparkan singkatannya. Berkali-kali ia menjelaskan, selain kekuatan intelektual, kekuatan emosional atau juga kekuatan emosional, ada lagi yang harus dimiliki oleh orang sukses. Yakni kekuatan kreatifitas.
Saya terdongak. Ini menarik. Ini menyentuh saya yang selalu mengagung-agungkan kata kretifitas dalam setiap tindakan saya. Bagaimana saya selalu mengkritik setiap konser musik yang tidak menyentuh ke penonton. Tidak terlalu menghibur. Bagaimana, ketika pesta 17 Agustusan digelar di kampung saya, dari tahun ke tahun itu saja yang ditampilkan.
Sampai ke memori saya, ketika menggawangi event organizer di sebuah perusahaan di Padang. Saya terdongak ke atas kembali. Sang khatib berujar, “Jangan hanya diam, kaum Muslimin harus kreatif. Di zaman sulit ini, mencari orang kreatif sangat sulit pula. Makanya, masuki dunia yang sulit ditemukan itu. Insya Allah berhasil.”
Saya shalat Jumat di Masjid kecil di gang sempit di Kota Payakumbuh. Saya sangat menikmati shalat di sana. Di sebelah saya, Bapak tua terantuk keningnya ke lantai saat terlelap. Di sebelah saya, anak muda berkain sarung sampai berkali-kali mengangguk-angguk. Bukan karena mengerti. Ngantuk.
Kreatif, lebih saya mengerti tentang hablum minannas. Bagaimana membuat orang di sekitar kita ikut bermanfaat dan merasakan nikmat kreatifitas. Menjadi kreatif tidak ada sekolahnya. Namun, kreatifitas sering muncul dari orang yang bersekolah tinggi dan memahami bagaimana proses kreatif itu muncul.
Ah, kreatifitas kini telah menjadi industri. Jangan heran, kalau perkantoran di ibukota dipadati dengan ruang kerja kreatif. Biro-biro iklan, jasa delivery sampai ke advice planner. Ah, mendengar istilahnya saja jarang-jarang. Tapi, begitulah kini yang terjadi. Usaha jasa ini kian meroket. Meraup miliaran rupiah per bulannya.
Jadi, membayangkan antara pendapatan manusia pekerja keras yang berotot kawat bertulang besi dengan pekerja kreatif yang bermodal kelelahan berpikir, kreasi pikiran dan modal ngomong yang rapi, tentu membuat kita iri. Jauh sekali pendapatan yang mereka terima. Ya, pastilah. Lebih besar industri kreatif ini.
Nah, pilihan tentu berpulang ke tangan kita masing-masing. Saya sih, kagumnya sebab sang khatib membahas tentang industri kreatif ini di khotbahnya. Jarang-jarang. Memang kreatif juga si khatib.
Jadul. Istilah baru lagi diurang pemimpin Shalat Jumat yang masih muda belia dan energik ini. Tampangnya yang muda menarik minat saya. Pembicaraannya luas, berarti orangnya suka membaca dan mengamati lingkungan. Satu lagi aset bangsa yang kreatif.
Jadul ini, rupanya kependekan dari jaman dulu. Artinya ketinggalan zaman. Sementara, Rasulullah pernah mengatakan, urusan duniamu kamulah yang tahu. Artinya, ini urai sang khatib muda, kita harus menurut perubahan zaman. Meski tetap berpegang ke jalan Allah, kita harus kreatif mengolah dunia kita terkini demi kemajuan. Jangan nelongso atau menyerah kalah. Ini tidak bisa. Itu tidak bisa. Kenapa orang lain bisa, kita tidak?
Rasanya, bercerita tentang kreatifitas tentunya kita akan punya banyak persepsi masing-masing. Usahlah saya berurai panjang-panjang. Kaitannya tentu saja dengan membangun heritage (budaya) berperusahaan, kerjasama antar karyawan, kebersamaan serta budaya diskusi, serta kemungkinan perubahan cepat dan taktis yang kita bangun bersama demi kemajuan.
Kreatifitas, banyak alegorinya. Banyak faktor di rentabilitasnya, bagai permodalan perbankan yang harus di atas 100 persen modal masyarakat. Kreatif menurut saya, daya guna manusia menjadikan hidupnya, hidup orang lain di sekitarnya makin tergairahkan, termotivasi, ternaikkan gezah dan kualitas. Itu saja.(***)
Wendra Yunaldi Kuasai 50 Kota
Dikirim DODI SP MM pada April 11, 2009 oleh dodisyahputraoleh petugas menuju TPS di
sela-sela kawalan polisi.
Sampai pukul 19.28 WIB hasil pantauan Posmetro Padang (Padang Today Group) dari hasil beberapa TPS di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, masih dipimpin hasil perolehan suara oleh Wendra Yunaldi untuk caleg DPD RI, diikuti oleh Riza Fahlevi dan Irman Gusman.
Sementara untuk DPR RI Jasri Marin dari Partai Golkar banyak muncul. Di beberapa TPS di Luak Limapuluh ini, H Ekos Albar dari PAN muncul memimpin di berbagai TPS pula. Dua nama ini juga dikejar oleh H Ismet dari Partai Hanura.
H Djufri juga bermunculan.
Sementara, Marsanova Andesra dari PAN juga menyeruak masuk untuk caleg DPRD Provinsi. Hanya, H Yulman Hadi dari Partai Golkar lebih banyak diurai sebagai pemimpin suara di beberapa TPS.
Inu Kencana, sang tokoh kontroversial dari PBB muncul di beberapa TPS. Kemenangan Inu Kencana belum memayoritas sama dengan H Ekos Albar dan Jasri Marin dan H Djufri. Sedang, Dodi Delvi dari Partai Demokrat berkali-kali mengungguli berbagai TPS.
Sampai malam ini, penghitungan suara di wilayah Kota Payakumbuh telah hampir rampung seluruhnya. Dilaporkan oleh sumber Posmetro, tinggal penyelesaian syarat-syarat administrasi. Sementara di beberapa TPS, seperti di Payolansek saat ini masih menghitung kertas suara yang masih tersisa.
Sementara itu, di wilayah-wilayah yang sejak pemungutan suara dilakukan bermasalah surat suaranya, hingga berita ini diturunkan belum diperoleh perkembangan selanjutnya.
Khusus untuk rekap suara di Kota Payakumbuh bisa dilihat di www.payakumbuhkota.go.id hasil kerjasama Pemko Payokumbuah dengan KPUD Kota. (*)
KOTAK SUARA DIKUMPUL DI PPK
Dikirim DODI SP MM pada April 10, 2009 oleh dodisyahputra
LIMOPULUAH KOTO MINTA ULANG PEMILIHAN
Payokumbuah, Metro —
Hasil sementara perolehan suara memang belum bisa diketahui sampai sore kemarin. Hasil penghitungan, menurut KPU dientri atau dimasukkan langsung ke server pusat di Jakarta. Dari sanalah hasil baru bisa disaksikan.
KPUD Limopuluah Koto melansir bahwa mereka tidak memiliki data rekap yang bisa dipublikasikan. Mul, salah seorang anggota KPUD mengatakan bahwa KPUD Limopuluah Koto hanya bertugas mengentri data ke pusat.
“Kami, sampai hari ini hanya memperoleh data entri lalu kami kirimkan ke Jakarta. Hasil rekap suara tidak ada yang bisa kami publikasikan saat ini,” ungkap Mul yang menanggungjawabi sistem informasi di KPUD Limopuluah Koto.
Sementara itu, hampir seluruh kotak suara telah sampai di panitia pemilihan kecamatan (PPK) di Kota Payokumbuah. Kotak suara sampai pukul 15.00 WIB kemarin telah 100 persen sampai seluruhnya di PPK. Aparat pun terlihat mengamankan lokasi pengumpulan kotak-kotak suara tersebut.
Seluruh administrasi PPS memang terlihat dikerjakan cepat kemarin. Namun, dari Kelurahan Padang Kaduduak terlambat mengirimkan kotak suara. Baru sekitar pukul 14.15 WIB kemarin dikirimkan ke PPK.
KABUPATEN, TUJUH TPS DIULANG
Sementara itu, khusus di daerah Kabupaten Limopuluah Koto, terjadi permintaan pengulangan pemilihan di tujuh TPS. Penyebabnya, menurut para tanaga PPL (panitia pengawas lapangan)
yang
berada di tujuh TPS melaporkan kepada Panwaslu tentang terjadinya kejadian tertukarnya kertas suara.
Pelanggaran Pemilu yang dilaporkan oleh PPL Batu Payuang Lareh Sago Halaban, Situjuah Gadang, Pauah Sangik Akabiluru, Suayan Akabiluru, Maek Bukik Barisan
menyebutkan terlapor masing-masing KPPS, PPK dan KPUD Limopuluah Koto bahwa terjadi kesalahan surat suara.
Di Batu Payuang TPS 12 Kecamatan Lareh Sago Halaban, petugas PPL bernama Yongki Firdaus melaporkan bahwa surat suara DPRD Kabupaten Limopuluah Koto Dapil III tertukar dengan surat suara Kabupaten Dapil I di TPS 06. Pun, petugas PPL di Situjuah Gadang bernam Afrizon Bustami melaporkan bahwa surat suara untuk Dapil calon Anggota DPR RI Sumbar II tertukar dengan surat suara untuk Dapil calon anggota DPR RI Sumbar I.
Kejadian ini diketahui setelah Pemilihan berlangsung sampai no.urut pemilih 104 (An. Rinaldi). Setelah diketahui tertukarnya surat suara tersebut pencontrengan di hentikan.KPPS melapor kepada PPK dan PPK melaporkan kejadian tersebut kepada KPU Lima Puluh Kota, setelah datang penggantian surat suara tersebut sebanyak 94 buah lagi pencontrengan dilanjutkan. 94 surat suara yang tertukar diambil oleh KPU Limopuluah Koto. Kejadian yang sama juga terjadi di TPS 08 lokasi yang sama.
Sementara itu, Novrizal yang PPL di TPS I Pauah Sangik Akabiluru melaporkan surat suara untuk calon anggota DPD Sumbar kurang 100 lembar, setelah diadakan pemungutan suara dan wajib pilih tidak seluruhnya menggunakan haknya, sehingga dari 100 lembar kekurangan tersebut pemilih yang tidak dapat memilih calon DPD Sumbar sebanyak 30 orang (30 lembar surat suara).
Tambahan lagi, di TPS 17 dan TPS 16 Suayan Akabiluru. Petugas PPL Masril melaporkan di TPS 17 Nagari Suayan Kecamatan Akabiluru Limopuluah Koto dimana surat suara untuk Calon Anggota DPR RI Sumbar Dapil II hanya 23 lembar, sehingga pemilih hanya dapat memilih sebanyak 23 orang dari jumlah pemilih yang terdaftar di DPT.
Sedangkan, di TPS 16 Nagari Suayan Kecamatan Akabiluru Kabupaten Limopuluah Koto surat suara untuk Dapil calon anggota DPR RI Sumbar II tertukar dengan surat suara untuk Dapil Calon Anggota DPR RI Sumbar I. KPU sudah mengganti surat suara tersebut dan langsung mengantarkannya ke PPK Akabiluru. PPK Akabiluru tidak mau mengantarkan surat suara ke TPS dengan alasan pemilih sudah bubar.
Terakhir, temuan pelanggaran oleh Panwaslu terdapat di TPS 16 Nagari Maek Kecamatan Bukik Barisan. PPL Syafrimon melaporkan di TPS 16 Nagari Maek kecamatan Bukit Barisan surat suara untuk DPR RI Dapil 2 tertukar dengan DPR RI Sumbar 1. Kejadian diketahui saat penghitungan suara.
PEMILIHAN ULANG
Ketua Panwaslu Limopuluah Koto, M Siebert meminta kepada KPUD untuk melakukan pemilihan ulang. Surat resmi pengusulan pemilihan ulang sesuai dengan pasal 220 ayat (1) UU No. 10 Tahun 2008, “Pemungutan suara ulang diusulkan oleh KPPS dengan menyebutkan keadaan yang menyebabkan diadakannya pemungutan suara ulang.”
M Siebert menyebutkan temuan pelanggaran di lapangan ini harus dilakukan pemilihan ulang. Sebab, masyarakat yang hak pilihnya terhambat sebab kertas suara tertukar atau kurangnya kertas suara perlu segera dipenuhi.
“Makanya, sore ini, pengusulan kita serahkan ke KPU. Agar segera dijadwalkan pemilihan ulang,” jelas M Siebert kemarin di Sarilamak.(sp)
4 ANGGOTA DPRD KABUR
Dikirim DODI SP MM pada April 10, 2009 oleh dodisyahputra
Di sela-sela penghitungan suara berlangsung malam ini, Kabag Humas dan Protokol DPRD Payokumbuah, Bakhtaruddin MM merilis keberadaan empat anggota DPRD yang bakal tidak lagi duduk di kursi empuk DPRD Payokumbuyah di periode 2009-2014 mendatang. Mereka adalah Roza Irwandi (Golkar), H Nusyirwan (PAN), Armi Khalis (PKS) dan Syafril SIQ SAg (PBB).
“Sebab musababnya adalah empat anggota DPRD ini untuk periode yang tengah di-Pemilu kan ini tidak lagi dicalonkan atau mencalonkan diri oleh partainya masing-masing,” ujar Bakhtaruddin MM.
Sementara itu, ada lima anggota dewan yang di periode mendatang yang meninggalkan kursinya ke daerah atau tingkat lain. Mereka berlima adalah Ketua DPRD H Jendrial (PAN) yang caleg di DPRD provinsi, sama juga dengan Dedrizal (PPP), Supardi (PBB), Yohandriawati (PKS).
Sedang Wardi Munir (PKS) pindah pencalonan ke DPRD kabupaten Limopuluah Koto. Kelimanya jelas bersama empat yang tidak lagi mencalonkan akan berpisah dengan kantor DPRD Payokumbuah untuk lima tahun mendatang.
60 PERSEN
Untuk penghitungan suara, diprediksi berada di kuantitas dan kualitas 60 persen. Masih diprediksi masih terus berlangsung. Untuk wilayah Kabupaten Limopuluah Koto yang sangat luas, dibawahi dua wilayah hukum Polresta Payokumbuah dan Polres Limopuluah Koto ada lokasi-lokasi yang sangat sulit dijangkau.
Pun, surat suara yang salah di beberapa TPS, yang diganti dengan taktis oleh KPU dan petugas tadi siang, kini harus diundur pencontrengan. Sehingganya ada TPS yang hingga sore tadi harus baru memulai pemilihan.(sp)
TNI / POLRI MASUK DPT
Dikirim DODI SP MM pada April 6, 2009 oleh dodisyahputraLimopuluah Koto, Metro —
Persoalan DPT Limopuluah Koto kian memanas. Jika kemarin, terdata masih 10 nama TNI dan Polri yang masuk DPT, hasil penelitian Panwaslu, ternyata kini bertambah menjadi 14 orang.
“Kemarin, seperti data yang kami dapatkan, baru delapan nama anggota TNI dan satu anggota Polri. Hari ini, bertambah menjadi 10 TNI dan 4 Polri. Totalnya menjadi 14 orang anggota TNI dan Polri yang masuk di DPT Kecamatan Luak dan Harau,” beber Ketua Panwaslu M Siebert kepada POSMETRO.
Hari ini, sekitar pukul 2.00 siang akan berkumpul pihak Bupati, Kesbanglinmas, Polresta dan Polres Limopuluah Koto, KPU dan Panwaslu untuk hearing atau mendengarkan serta mencari sebab kenapa masuknya nama 14 orang ini. Panwaslu kecamatan diminta oleh M Siebert untuk terus mencari tahu jika ada tambahan kasus serupa lainnya di 13 kecamatan di Limopuluah Koto.
M Siebert mengatakan, sesuai pemberitaan koran ini kemarin, untuk wilayah hukum Suliki, termasuk Bukik Barisan dan Gunuang Omeh masih aman dan terkendali sebab tidak diterima satupun laporan pelanggaran Pemilu dari daerah itu. Khusus kasus penggelembungan data dengan masuknya nama TNI/Polri ini cukup mengkhawatirkan, sebab memang TNBI/Polri tidak dibenarkan memilih.
Bahkan, juga ditemukan kesalahan daftar pemilih tetap (DPT) dengan masuknya nama-nam orang yang sudah meninggal dunia atau tidak ada orangnya sebanyak 7 orang. Juga muncul nama-nama yang tidak cukup umur namun masuk DPT sejumlah 3 orang. Masalah lainnya, 16 orang yang
namanya dua kali muncul di DPT juga terungkap oleh Panwaslu Limopuluah Koto.
Di Harau ditemukan sebanyak 318 warga yang mempunyai hak pilih di Jorong Pulutan Kenagarian Koto Tuo namun tidak masuk dalam DPT. Di Harau juga ada 15 orang warga Tarantang yang muncul namanya dua kali dalam DPT.
SELURUH ATRIBUT DICABUT
Hingga malam ini, di sepanjang jalan utama Kota Payokumbuah sampai ke Tanjung Pati Limopuluah Koto terlihat banyak mobil yang mengangkut atribut caleg dan partai. Mereka adalah warga partai dan tim sukses caleg yang mencabuti seluruh atribut.
Sesuai kesepakatan bersama, para caleg dan partai mulai hari ini tidak lagi tampil senyum di jalan atau di lokasi-lokasi lainnya. Seluruhnya harus dicabut.
M Siebert menegaskan, jika kesepakatan itu tidak ditepati atau masih ada terdapat atribut yang mangkir di wilayah Limopuluah Koto, maka partai atau caleg tersebut akan dikenakan sanksi sesuai kesepakatan.
“Minimal kita akan peringatkan dengan keras!” tegas M Sibert. Tim Panwaslu Limopuluah Koto di 13 kecamatan juga diinstruksikan untuk tidak berhenti bekerja. Seluruh temuan dan laporan tentang pelanggaran Pemilu harus cepat ditelusuri.(sp)
INVESTASI VIAR UNTUNGKAN PENGGUNA
Dikirim DODI SP MM pada Maret 29, 2009 oleh dodisyahputraDEDDI RINALDY: PILIHAN TEPAT DI MASA SEKARANG
Mulailah Anda berpikir, betapa investasi, uang rasional dan kekayaan dapat goyah hanya karena di Amrik sana terjadi keguncangan ekonomi. Makanya, kekuatan modal yang utama masyarakat kebanyakan Indonesia yang cenderung mengkonsumsi produk berharga mahal menjadi keborosan yang mengikis nilai ekonomi lokal.
“Sebaiknya kita sadari bahwa konsumsi yang pas itu adalah produk dengan harga murah namun berkualitas sebanding atau bahkan lebih dari rupiah yang kita keluarkan. Resesi ekonomi dunia, mengharuskan kita segera arif dengan keadaan, instabilitas modal kita terhadap penguasaan barang. Intinya, kita harus makin cermat memilih dan memutuskan setiap kebutuhan yang kita beli,” analisis ekonomi Deddi Rinaldy, Kacab Viar (PT KLM) Payokumbuah ini disampaikannya khusus kepada POSMETRO.
Menurut Deddi, ekonomi lokal butuh produk andal yang mampu tahan lama sekualitas dengan produk unggulan setipe namun dengan harga yang menghemat belanja masyarakat. Tanpa tedeng aling-aling Deddi menunjuk ke unit motor Viar yang mangkir di showroom-nya.
Deddi menandaskan bentuk komitmen Viar terhadap masyarakat yang kini kian mengincar produk motor hebat harga hemat ini kian dibuktikan pula secara nasional dengan diperluasnya pabrik dengan tambahan kapasitas lebih kurang 29 Ha. Secara nasional, kini trend penjualan kendaraan bermotor kembai meningkat. Termasuk, Viar yang makin dikenal hemat namun kualitas baik.
“Permintaan Viar motor di area saya, Payakumbuh, Bukittinggi, Padangpanjang, Tanahdatar, Limapuluh Kota sangat tinggi,” akunya serius.
DUKUNGAN LEASING
Selain animo masyarakat dan kesadaran berbelanja yang ikut meningkat saat ini, pihak leasing sebagai mitra penjualan Viar, PT Adira Finance, PT Bhakti Finance, PT Mandala Finance melihat Viar sebagai produk unggul yang kini berstatus Green atau lancar terkendali. Viar menurut pihak leasing memiliki stock unit yang selalu ready (tersedia), bengkel Viar ada dimana-mana, sparepart tidak pernah habis di pasaran, outlet-outlet atau kios penjualan yang tersebar merata di setiap kecamatan, varian yang menarik sesuai dengan selera pasar terkini dan mesin yang bergaransi.
Tentu saja pihak leasing merasa mitranya Viar motor telah ikut besar bersama mereka. Apalagi, bisa dikatakan Viar kini terus merangsek di grafik penjualan level atas produk sepeda motor di area mereka.
“Kami pun sangat terbantu dengan adanya perusahaan leasing berpengalaman bermodal kuat yang menjadi mitra kami. Sekaligus, mampu terus meningkatkan citra Viar bersama kualitasnya di mata masyarakat,” Deddi Rinaldy berujar.
Krisis global sama sekali tidak membuat Viar mundur selangkah pun. Opimisme pasar lokal justru yang terpenting dilirik Viar sebagai pendukung utama penjualannya. Pasar telah cerdas memilih, produk murah tapi berkualitas tinggi menjadi incaran.
Krisis global tidak harus membuat kita menyerah. Banyak kekuatan ekonomi bangsa ini yang menjadi benteng dan penguat ekonomi lokal. Makanya, masyarakat harus memilih dan merujuk ke produk andal tanpa harus menguras keuangan dalam-dalam,” pungkas Deddi Rinaldy sembari, menunjuk produk motor Viar yang memenuhi kantornya.
Kekuatan marketing tak selalu diandalkan dari sisi cash-discount. Apalagi, jika produk yang dijual itu telah memiliki brand murah namun berkualitas.
Konsep penjualan yang kini digeber oleh motor Viar, khususnya di Payakumbuh diakui sangat efektif menggaet konsumen. Buktinya, penjualan motor di Kota Payokumbuah serta wilayah-wilayah di sekitarnya kini mengalami kemajuan dan kenaikan presisi yang cukup signifikan.
Kacab PT Kencana Laju Mandiri, Deddy Rinaldy sendiri mengakui, geberan keikutsertaannya di berbagai iven publik membuat Viar kini makin lekat di benak konsumen serta masyarakat pengguna motor, khususnya Payokumbuah. Alhasil, kerjasama media juga kini mengukuhkan Viar selaku motor yang kian dipercaya publik menjadi pilihan utama dan terkemuka sekelas dengan motor Jepang yang lebih dahulu menggaet pasar sekalipun.
“Kita tidak boleh gegabah menggaet pasar. Namun, ternyata memang pasar kini membutuhkan brand image kuantatif. Artinya, makin kita sering ikut di kegiatan publik, makin lekatlah brand kita di masyarakat. Sekaligus, ini bentuk kepedulian Viar dengan masyarakat pengguna sekaligus masyarakat secara umumnya,” beber Deddy tentang pola marketingnya yang kini terbukti sukses.(dodi syahputra)
PKPI AKSI SIMPATIK
Dikirim DODI SP MM pada Maret 29, 2009 oleh dodisyahputraBARNAS ORGEN TUNGGAL
Payokumbuah, Metro —
Entah iya, entah tidak. Namun, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Payokumbuah hanya menggelar aksi simpatik dengan membagikan makanan dan kartu nama caleg serta memasang spanduk di sepanjang pagar simpang Tugu Mari Menabung atau depan Kantor Bupati lama. Para pengendara yang melewati kawasan itu, mendapat souvenir khusus berupa paket makanan dan kartu nama caleg PKPI.
Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) PKPI Payokumbuah, Meta Samainal (Nang) mengatakan pilihan partainya untuk tidak berkampanye umum yang mengundang massa lebih disebabkan kepedulian akan masyarakat. Justru dengan kampanye yang mengarak massa justru membuang-buang biaya tanpa ada hasil yang signifikan.
“Masyarakat kita sudah sangat cerdas. Kampanye dengan orgen tunggal dan bersorak-srai itu sudah harus kita tinggalkan. Yang penting bagi PKPI, tujuan dari pesan dan visi misi partai tersampaikan. Toh, kami selama ini tidak pernah mengumbar janji-janji, kami hanya memberikan kepastian perjuangan partai yang dipimpin Ibu Muthia Hatta ini,” ujar Meta Saiminal yang akrab dipanggil Nang yakin.
Sebelumnya, simpatisan partai yang berwarna dasar Merah ini pun memasang banyak spanduk di sisi-sisi pagar jalan utama itu. Mulai dari materi spanduk tentang kepedulian kepada pedagang kaki lima, sampai kepada pernyataan kenapa PKPI tidak berkampanye layaknya partai lain di lapangan.
Sedang asik-asiknya membagikan makanan dan kartu nama, di seberang jalan datang aparat Pol PP dengan satu mobil patroli. Kepada pengurus PKPI mereka menanyakan izin kegiatan. Ternyata, PKPI mengantongi izin kegiatan kampanye ini setelah melaporkan kegiatan ini sebelumnya kepada KPU, Panwaslu dan pihak kepolisian.
Tak lama, hanya sekitar 10 menit saja mereka berdialog. Aparat Pol PP pun merangsek pergi.
BUDI SYUKUR SETUJU
Ya, kampanye dengan pola yang lain dari partai lain ini pun disetujui oleh Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Sengaja Budi Syukur SH. Ketika dikontak POSMETRO, Budi Syukur yang sedang berada di Padang mengatakan bahwa aksi kampanye yang dilakukan dengan pola simpatik ini memang dianjurkan ke seluruh DPK se-Sumatera Barat.
“Kalau kita kampanye di lapangan, selain menguras uang dan tenaga, hasilnya pun tidak akan signifikan. Baguslah kita kampanye dengan mendekatkan diri langsung ke masyarakat. Kegiatan kita tampak dan mengundang simpati,” terang Budi Syukur.
Budi Syukur menyebut pola kampanye seperti ini diyakini PKPI mampu menerangkan kepada publik bahwa PKPI memulai dengan kegiatan yang bermanfaat dan tidak menghambur-hamburkan uang. Kalau caleg, kata Budi Syukur telah memulai kampanye dengan modal kampanye yang berlebihan, jelas perlu ditanyakan kemana harus dicari gantinya nanti.
“Nah, kami ingin meyakinkan masyarakat, bahwa kami tidak menggunakan sistem kampanye dengan uang secara besar-besaran. Kami ingin, caleg yang nanti mewakili rakyat di leislatif, kami harapkan langsung bekerja dan membela kepentingan masyarakat ang diwakilinya. Tidak lagi memikirkan uang pengganti modal kampanye yang telah dihamburkannya,” alas Budi Syukur yakin.
BARNAS ORGEN TUNGGAL
Selain PKPI, hari kemarin juga tampil Partai Barisan Nasional di Lapangan Sari Bulan. Massa yang ramai berdatangan dengan skema warna biru bergaris dengan kendaraan roda dua sekitar 50 unit dan kendaraan roda empat sekitar 20 unit.
Di pentas, Partai Barnas memakai orgen tunggal mengiringi juru kampanye yang berkoar di atas pentas. Sekitar 150 orang massa meramaikan kegiatan. Orasi dan hiburan silih berganti.(sp)
16 AYAM DIGELANDANG, PENYABUNG DIPERIKSA
Dikirim DODI SP MM pada Maret 29, 2009 oleh dodisyahputraTIM 7 BERGERAK, POL PP BERAKSI
Payokumbuah, Metro —
16 ekor ayam digelandang ke Mapolsekta Kaniang Bukik Payokumbuah. Ke-16 ekor ayam jantan yang tertangap itu merupakan barang bukti perjudian sabung ayam yang dilangsungkan dengan meriah di salah satu rumah penduduk berinisial “AP” di Padang Alai Payokumbuah Timur.
Tim 7, yang merupakan gabungan seluruh aparat di Kota Payokumbuah bergerak sore hari. Mereka telah mengantongi info pasti bahwa di rumah “AP” tengah digelar sabung ayam. Tim 7 yang terdiri dari Pol PP, TNI dan Polisi ini pun mengepung lokasi.
Tak satu pun ayam yang berhasil kabur. Apalagi pelaku perjudian atau sekedar hadir di sana. Digelandanglah sebanyak 20 orang yang masih diperiksa hingga berita ini diturunkan, ke Mapolsekta Kaniang Bukik Payokumbuah. Mereka tak kuasa lari, sebab sepeda motor yang berjumlah 13 unit yang berada di lokasi ikut diamankan.
Sabung ayam merupakan tindak perjudian sebab menggunakan uang taruhan. Tak seperti saat digelanggang, ayam-ayam ini hampir tak banyak suara sebab ikut diangkut bersama para penyabung ayam.
Operasi tim 7 ini, menurut Kasatpol PP Payokumbuah Rida Ananda merupakan komitmen terhadap penegakan Perda di Kota Payokumbuah. Masyarakat sekitar, ungkap Rida telah gelisah dan menginfokan hal ini ke stafnya. Pol PP bersama TNI dan polisi pun bergabung di tim 7 melakukan razia ke sana.
Hadir di razia yang berlangsung tak lama itu, Danramil, Sub DenPOM Payokumbuah, Kapolsekta, Kasi Ops Pol PP serta anggota. Hingga sore ini, saat dikonfirmasi ke Kapolsekta AKP Basrial, anggotanya masih terus memeriksa para penjudi satu per satu. Belum diperoleh informasi pasti, apakah seluruhnya penjudi atau tidak.
Rida Ananda sendiri menegaskan, Pemko Payokumbuah tak mau ada keresahan-keresahan timbul akibat terjadinya pelanggaran hukum di Payokumbuah. Selaku aparat penegak Perda, kenyamanan serta amanat ketentraman dan ketertiban masyarakat yang diembankan juga di pundak Satpol PP menjadi tugas mereka juga.
“Termasuk Tim 7 ini yang bekerja simultan, tak terputus membersihkan seluruh penyakit masyarakat yang mengganggu kenyamanan. Kita tak akan tolerir segala bentuk pelanggaran aturan, khususnya peraturan daerah. Kita komit!” tegas Rida Ananda, kemarin di Payokumbuah.(sp)
SIAPKAN MATRAS, CALEG SIAP KALAH
Dikirim DODI SP MM pada Maret 18, 2009 oleh dodisyahputra

DODI SYAHPUTRA
CATATAN PEMILU 2009
Agen penjualan matras kini dibutuhkan di Payokumbuah. Apa pasal? Rupanya banyak yang memprediksikan 288 calon legislatif di kota ini, banyak yang akan tersingkir.
Hanya 25 kursi yang tersedia. Persaingan begitu kerasnya. Sampai-sampai satu partai pun berkeras-keras dengan segala ilmu hitam, putih, abu-abu sampai ungu. Ada yang mengadu ke pimpinan partai, tokoh ulama sampai ke Walikota untuk dibantu untuk menang. Malangnya, ada juga yang mengadu ke tokoh supranatural alias dukun setempat.
Berita RSJ di Padang siapkan tempat lebih bagi pasien pun membuat media laku keras. Rupanya, banyak yang memprediksikan para caleg yang gagal merebut kursi empuk dewan yang terhormat bakal banyak yang seteres alias gila. Nah, apa yang harus diwaspadai.
Ota lapau yang bergulir, menyentak. Marilah bersama-sama para pemilik tower telekomunikasi memagar listrik towernya! Kenapa. Kok sampai begitu.
Pasti ada yang akan memanjat tower, mengilu-ngilu dan meratap. Mereka tidak terpilih. Hutang dimana-mana. Beban malu pun mendera. Ah, susahnya.
Sampai-sampai ada pula yang menyarankan agar Plasa Payokumbuah yang segera dibuka untuk menyiapkan alat pengamanan. Matras. Agar jangan nanti ada caleg yang gagal kemudian dari lantai tiga mencium tanah tanpa ada pengaman.
Ah, segitu betul. Rasanya memang tak janggal kalau masyarakat Payokumbuah banyak yang khawatir. Resah. Seresah para caleg, menang atau kalah.
Optimisme menang masih ambigu. Jaminan suara masih tafsiran yang tidak bisa dipastikan. Betapa pun tertib kampanye dan rekruitmen konstituen yang dilakukan, ternyata tidak menjamin capaian suara.
Yah, memang matras perlu, buat pengaman. Namun, yang paling perlu keimanan ditebalkan. Siapkan diri untuk kalah, jangan siap untuk menang saja.(dodi syahputra)
Paripurna Molor, Dewan Banyak yang Tak Hadir
Dikirim DODI SP MM pada Maret 17, 2009 oleh dodisyahputra|
PAYOKUMBUAH, METRO–Rapat Paripurna DPRD Payokumbuah mendengarkan jawaban wali kota atas pandangan umum fraksi tentang empat Ranperda terundur. Awalnya, rapat direncanakan pukul 09.00 WIB. Lalu diundur pukul 11.00 WIB sebab alasan kegiatan kota terlalu banyak hari itu. Pukul 11.00 WIB ini, baru beberapa anggota dewan saja yang menandatangani absen. Bisa dihitung dengan jari.
Jam 12.00 WIB, 19 orang yang tanda tangan. Lewat lima menit kemudian lalu diputus sidang dimulai. Masih di luar dan izin, demikian alasan yang disampaikan Ketua DPRD Jendrial atas anggotanya yang belum hadir di ruangan. “Sebab, ada yang jadi pimpinan partai dan masih berkegiatan di luar,” ungkapnya membuka sidang.
Wali Kota Payokumbuah Josrizal Zain menyatakan, empat Ranperda yang diajukan; BNK, Penyertaan Modal Bank Nagari, Retribusi Kesehatan dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) mendapat respon positif dari lima fraksi di DPRD. Adapun kritikan dan saran serta pertanyaan yang diajukan ke wali kota, merupakan bentuk perhatian yang sangat tinggi dari anggota legislatif. Josrizal Zain, setuju untuk penyempurnaan empat Ranperda yang diusulkan Fraksi Golkar, Fraksi PAN, Fraksi PPP, Fraksi PKS dan Fraksi PBB, dalam pandangan umum sebelumnya. Di antaranya, dengan memasukan naskah akademis dalam Ranperda tersebut. Wali kota menyampaikan jawabannya dalam rapat paripurna DPRD, dipimpin Ketua DPRD H Jendrial, Senin (16/3). Menurut wali kota, untuk naskah akademis, Pemko telah melakukan kerjasama dengan lembaga penelitian Unand dan dana untuk ini, telah tersedia. Soal demam berdarah yang ditanyakan, pihak Dinas Kesehatan telah melakukan tindakan nyata. Pencegahan yang dilakukan, lewat 3 M plus, yaitu menguras dan menyikat, mengubur, dan menutup rapat tempat penampungan air serta mengubur barang-barang bekas. Kemudian menaburkan bubuk larvasida pada tempat air yang sulit dikuras. Di bagian lain juga dilakukan pengasapan atau fogging secara berkala di daerah focus endemis serta meningkatkan koordinasi dengan lintas sektoral. Walikota juga menjelaskan tentang Perda RPJMD dan pengisian jabatan dalam SOTK baru. Menurut walikota, Perda RPJMD setelah disepakati DPRD dan walikota, untuk selanjutnya dievaluasi gubernur. Hasil evaluasi gubernur dalam suratnya nomor : 188.342/39/Huk-2009, materi dari Perda RPJMD 2007-2012, agar mengacu pada PP Nomor 8 Tahun 2008. Menyangkut, jabatan kepala dinas catatan sipil yang belum diisi, dikatakan wali kota dalam tahap proses di provinsi. Pada prinsipnya pengisian jabatan sudah sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Bagi PNS yang sudah di SK-kan pada jabatan struktural, tapi yang bersangkutan tidak mau dilantik, dinilai wali kota adalah pelanggaran disiplin. Yang bersangkutan akan diberikan sanksi sesuai PP 30/1980. Sementara, pemungutan retribusi pada Puskesmas unit swadana dipergunakan untuk membiayai operasional pembinaan management sejumlah 5 persen, pengembangan SDM 5 persen, operasional dan pemeliharaan 50 persen, jasa pelayanan 35 persen, dan biaya lainnya 5 persen.(sp) |
SABANG, KOTA KECIL LAKSANA BALI NAMUN ISLAMI
Dikirim DODI SP MM pada Maret 10, 2009 oleh dodisyahputraLAPORAN KUNJUNGAN KERJA KOMISI A DPRD PAYOKUMBUAH
SABANG, KOTA KECIL LAKSANA BALI NAMUN ISLAMI
BAGIAN 2
Meniru dan menggugu jelas tidak dibolehkan. Namun, belajar atas kebaikan dan keberhasilan kawan juga tidak salah. Itulah yang dilakukan oleh Komisi A DPRD Payokumbuah yang dipimpin oleh Ketua DPRD H Jendrial bersama Komisi A DPRD Payokumbuah yang diketuai oleh Dedrizal, Wakil Komisi Syafril SAg SIQ, Sekretaris Yohandriwati SSos, Anggota Mirwan SH, Syukri Yusuf BSc, dan Erlindawati SPd bersama mitra pemerintah Assisten I Sekko Sofyan SH MM, Kabag Tata Pemerintahan Drs Irfan dan Kabag Kesra Mai Aidil SSos beberapa waktu lalu ke Sabang.
Tak tanggung-tanggung. Jika Banda Aceh penuh keramahtamahan, Kota Sabang malah penuh persaudaraan. Walikota Sabang, Munawar Liza Zein bersama Ketua DPRD Mumtasir Hamid tidak malu menjemput rombongan ke pelabuhan Balohai. Hujan-hujan.
“Alhamdulillah. Sudah lama tak hujan. Kedatangan Saudara ku dari Payokumbuah mengguyur hujan berkah di pulau kami ini. Mari!” sergah Munawar Zein sungguh-sungguh.
Para staf yang mengiringi mengiyakan, memang sudah lama tak hujan di pulau Weh, atau Sabang ini. Pulau terujung Barat di Indonesia ini memang sedang kering. Hujan yang datang bersama Wakil Rakyat Kota Payokumbuah ini membuat binar mata sang Walikota yang memang berparas energik dan masih muda ini.
Kota Sabang, terdiri atas lima pulau. Pulau terbesar, Pulau Weh. Empat lainnya, pulau Rubiah, pulau Klah, pulau Rondo dan pulau Seulako. Laksana rombongan sangat penting (VVIP) kami dikawal masuk ke Pulau Weh yang kini makin tertata. Kota lima pulau ini adalah peninggalan Belanda yang membangun benteng dan markas kokoh di sana. Masih terlihat di perjalanan menuju pusat kota, banyak bangunan militer, benteng dan gedung bersejarah lama yang tak goyah oleh gempa dahsyat Desember 2004 lalu.
Di pulau Weh ini, penulis hanya memahaminya dari pelajaran Geografi di sekolah dahulu. Namun, dengan berada di pulau ini, sepertinya pengetahuan yang ada masih sangat minim. Pulau Weh atau Sabang secara keseluruhan sangat heterogen. Bermacam asal-usul penduduk di sini. Mulai dari berdarah Aceh, Tionghoa bahkan Urang Awak 30 persen menghuni Sabang.
“Tapi, jangan salah. Urang Minang di siko banyak nan jadi pegawai negeri. Nan santiang-santian se siko banyak. Kok jadi panggaleh, urang kayo bana inyo,” ujar Rizal yang pegawai Setko Sabang. Rizal pandai berbahasa Minang, sebab keturunan asli Tapak Tuan Aceh Selatan. Kabarnya, penduduk di Tapak Tuan itu keturunan perantau Pariaman yang telah lama beranak pinak di sana.
“We, e Ajo lo tu ye,” ungkap Mak Kumis yang wartawan BakinNews menimpali. Rizal menggangguk saja.
Sore hari kami sampai dari pelabuhan Ulhe Le naik Ferry cepat 45 menit menuju Sabang. Dari Pelabuhan Balohai, meski hujan lebat, Munawar Liza Zein langsung meloncat ke bus yang kami tumpangi. Kalau lah Pro Patria dari Sekwan tidak mengingatkan, barangkali penulis masih berpendapat bahwa sang Walikota itu pemandu wisata. Ah, memang menakjubkan, Walikota Sabang ini mudah berbaur dan tidak tanggung-tanggung melayani tamunya. Sungguh jauh berbeda.
Kota Sabang sendiri terletak di koordinat 05º46’28”- 05º54’28” Lintang Utara dan 95º13’02”- 95º22’36” Bujur Timur. Kota yang dipakem pemerintah pusat dengan penetapan UU No.36 Tahun 2000 Tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan UU No.37 Tahun 2000 Tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, seharusnya memang telah melakukan perdagangan bebas pajak di sana. Namun, regulasi belum berjalan dengan sempurna.
Makanya, tak heran jika di Sabang banyak kendaraan mewah berharga miliaran rupiah lalu lalang. Hanya saja, plat nomor polisinya berakhiran Xx. Pertanda, bahwa kendaraan Mercy dan BMW ini hanya bisa digunakan di pulau ini saja. Ajaibnya, ketika ditanyakan harga satu unit Mercedes Benz terbaru di sebuah showroom yang hanya beratap seng itu, harganya Rp30 juta saja. Bayangkan, kalau ada di Payokumbuah, bakal habis satu jam saja ratusan unit mobil mewah itu.
Di Sabang pelajaran berharga yang diperoleh Komisi A DPRD Payokumbuah justru terdapat di heritage atau sikap dan sifat kepariwisataan. Di sini, dibuatlah areal pariwisata yang dikelola oleh kalangan turis asing, namun tetap taat dengan aturan Pemko Sabang. Tak ada turis yang melanggar norma lokal berkeliaran di kota. Semua tertib, menikmati keindahan laut yang begitu bening.
Barangkali Sabang harus belajar banyak tentang penataan masyarakat kota kepada Payokumbuah. Hanya saja, kota ini telah terbuat sejak lama. Sehingga warisan Belanda mulai dari jalanan beraspal keras sampai kepada tata bangunannya telah teratur final. Sayang, pemanfaatan lahan pertanian tidk maksimal. banyak lahan kosong tak terurus semenjak musibah tsunami menerpa kini ditinggalkan tidak terawat.
“Masalahnya, terletak di pembebasan lahan. Lahan yang mau kami garap, terhalang status kepemilikan dengan TNI. Di sini, TNI mengaku memiliki terlalu banyak lahan. Kalaupun mau dibebaskan atau dibina, pembebasan lahan sama dengan di Banda Aceh saat ini, sangat mahal sekali,” ungkap Munawar Zein menimpali keheranan kami.
Berkeliling Sabang memang tidak harus berhari-hari. Dua hari saja, mulai dari objek wisata Nol Kilometer yang bertebar prasasti termasuk prasasti klub-klub motor di Padang yang pernah sampai ke sana, menuju ke Taman laut/Biota laut, Pantai Gapang, Hutan Tropis, Pantai Iboih, Pantai Pasir Putih, Pantai Anoi Itam, peninggalan sejarah, Air Panas Keunekai, Cagar Alam, Pantai Sumur Tiga, Pulau-pulau kecil dan Km 0 kami lewati dengan cepat selama dua hari.
Munawar Zein menyebut bahwa gugusan pulau-pulau yang ada di Kota Sabang merupakan peluang investasi bagi pengembang bidang pariwisata. Kota Sabang menyimpan banyak objek-objek wisata yang perlu dikembangkan sehingga menjadi potensi pariwisata yang memiliki ciri khas tertentu, mulai dari wisata bahari, wisata hutan dan wisata agro hingga bangunan-bangunan bersejarah (benteng, heritages). Wisata bahari dengan taman laut yang indah menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan nusantara maupun mancanegara. Alam bawah airnya menyimpan keindahan yang luar biasa dan banyak wisatawan yang menjulukinya sebagai salah satu surga bawah air di Kawasan Khatulistiwa.
Pertemuan di Balaikota Sabang bersama SKPD dan DPRD seperti ajang bertukar pikiran. Awalnya memang Pemko Sabang yang dihentak berbagai pertanyaan tentang kota ini. Ditambah, anggota Komisi A Syukri Yusuf BSc yang memang asli Agam (laki-laki) Aceh Pidie. Tapi skor 1-0 tidak bertahan lama.
Ibarat main bola di lapangan hijau, kali berikutnya, justru Payokumbuah diserang beragam pertanyaan SKPD Pemko Sabang. Untunglah, bersama rombongan Asisten I Sofyan SH MM bisa menjawab dengan apik dan bersahaja. Penuturan Sofyan dijawab angguk-angguk kepala para pejabat Dinas Pemko Sabang.
Sabang memang memang surga wisata laut. Di kapal motor gandeng yang berkaca transparan penulis bisa menyaksikan terumbu karang besar yang ada di laut pantai Sabang. Sebagian besar telah tumbuh kembali. Beberapa tahun lalu, sempat hancur diterjang tsunami. Sama halnya dengan Banda Aceh, Kota Sabang begitu beruntung dengan hadirnya banyak bantuan internasional. Sampai-sampai Puskesmas pun bertaraf RS kelas II dengan fasilitas rawat inap dan lengkap pula.
Sekolah-sekolah diperbaiki dengan kenyamanan luar biasa. Tentu para murid di Sabang betah di sekolahnya. Guru-guru yang ada pun setiap waktu di-refresh kemampuan laksana pedagogik bertaraf nasional. Kini, pasca bencana, masyarakat Sabag seperti telah sibuk dengan aktifitas ekonomi yang kian padat. Rumah toko (Ruko) berdiri kekar dan berderet-deret. Semuanya telah terisi dengan barang dagangan beraneka rupa.(***)
“BANDA ACEH YANG KIAN BENDERANG, PEMBANGUNAN DIMANA-MANA”
Dikirim DODI SP MM pada Maret 10, 2009 oleh dodisyahputra// LAPORAN KUNJUNGAN KERJA KOMISI A DPRD PAYOKUMBUAH //
“BANDA ACEH YANG KIAN BENDERANG, PEMBANGUNAN DIMANA-MANA”
BAGIAN 1
Hospitality. Kebersahajaan dan keramahtamahan menjadi kontrak pembangunan Kota Banda Aceh saat ini. Kota yang pernah dilanda tsunami 26 Desember 2004 lalu ini, bagai mendapat berkah bantuan luar negeri dan pusat sehingga kota Banda Aceh kini betul-betul bergairah dan mengkilat.
Sebenarnya, pasca tsunami sepertiga infrastruktur Kota Banda Aceh hancur lantak. Namun, kini jangan pernah membayangkan Banda Aceh masih meratap, justru Banda Aceh membahana, membangun, ekonomi masyarakat giat berkembang, pembangunan dimana-mana.
Komisi A DPRD Payokumbuah yang diketuai oleh Dedrizal, Wakil Komisi Syafril SAg SIQ, Sekretaris Yohandriwati SSos, Anggota Mirwan SH, Syukri Yusuf BSc, dan Erlindawati SPd bersama mitra pemerintah Assisten I Sekko Sofyan SH MM, Kabag Tata Pemerintahan Drs Irfan dan Kabag Kesra Mai Aidil SSos dijamu khusus oleh Wakil Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin SE lengkap bersama seluruh SKPD menjelaskan perspektif Kota Banda Aceh terkini.
Melihat Banda Aceh yang terdiri dari sembilan kecamatan dengan 90 gampong (desa) seperti melihat betul Kota Payokumbuah. Hanya, Selat Malaka saja yang berbatas langsung dengan kota ini di bagian Selatan kota. Selebihnya dikelilingi oleh Kabupaten Aceh Besar. Kini Banda Aceh dihuni oleh 219.659 Jiwa dengan tingkat kepadatan 3.580 jiwa/km2.
Keramahtamahan. Kerasnya orang Aceh, tidak terbayang lagi saat seluruh SKPD lengkap menerima tim Komisi A Illiza Sa’aduddin yang jelita itu pun memaparkan bahwa pasca tsunami seluruh aparatur Kota yang seluruhnya terdiri dari 9.000 orang pegawai berbenah diri. Jumlah pegawai yang terlalu banyak ini, kemudian dipotensikan membangun seluruh sektor kota memanfaatkan bersama seluruh bantuan, anggaran lokal dan pusat.
Kota Banda Aceh memiliki energi listrik yang disediakan PLN sebesar 327,811,695 kWh, telekomunikasi yang disediakan oleh PT Telkom dan operator telepon selular Telkomsel, Indosat dan XL dengan wartel 412 unit memudahkan saluran telekomunikasi saat ini. Sarana air bersih yang dikelola oleh PDAM Tirta Daroy dengan kapasitas 485 liter/detik dari WTP Lambaro dan 20 liter/detik dari WTP Siron ikut mensuplay kota. Pelabuhan fery dengan kapasitas 500 DWT serta terminal antar propinsi dan antar daerah dilengkapi angkutan umum antarkota dan antarpropinsi serta angkutan kota, taxi dan becak mesin makin menggairahkan Banda Aceh.
Banda Aceh dengan landmark kota, Masjid Baiturrahman disemangati dengan penegakan hukum berupa Qanun atau peraturan daerah. Qanun No. 11/2002 Tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam, Qanun No. 12/2003 Tentang Minuman Khamar dan Sejenisnya, Qanun No. 13/2003 Tentang Maisir (Perjudian), Qanun No. 14/2003 Tentang Khalwat (Mesum) dikawal khusus oleh satuan Wilayatul Hafzil (WH) atau polisi kota yang begitu disegani.
Jumlah pendapatan Rp50.000.000.000, dana perimbangan Rp418.211.315.070, lain-lain pendapatan ang sah Rp38.553.542.098 dengan total Rp506.764.857.168. Belanja daerah tidak langsung Rp343.512.229.024 (88% Gaji Pegawai), belanja langsung Rp183.755.296.902, Total Rp527.267.525.926. Jumlah belanja yang begitu besar untuk pegawai diakui adalah warisan pemerintahan lama yang terlalu membuka lebar kran penerimaan pegawai sehingga tidak terkontrol.
Di sela-sela diskusi, Komisi A DPRD Payokumbuah pada pertemuan 3 Maret lalu itu terasa begitu cair. Antara Wakil Walikota, Sekda, para asisten dan SKPD lainnya seperti tidak terbentuk kekakuan. Inilah pelajaran berharga yang menurut Ketua DPRD Payokumbuah, H Jendrial yang tampil sebagai ketua rombongan membuatnya terkagum-kagum. Canda ceria namun tetap sopan diiringi senyum Wakil Walikota yang cantik itu tidak membuat hanyut, tetap berwibawa.
“Barangkali ini pelajaran berharga buat kami di Payokumbuah,” ujar Jendrial.
Sedari itu, Illiza Sa’aduddin menjawab lugas. “Kami memang selalu cair dalam setiap pertemuan dan rapat. Hanya, tetap saja para SKPD dan staf menghormati saya selaku pimpinan mereka. Jadi, kami bersama menghadapi setiap persoalan dengan keceriaan dan tidak membosankan. Obatnya awet muda,” tukas sang Wakil Walikota yang kelahiran 1975 itu makin cantik saja.
MUSRENA BAGI PEREMPUAN
Sejak dipimpin pasangan Mawardi Nurdin selaku Walikota dan Illiza Sa’aduddin yang Wakil Walikota, Kota Banda Aceh makin giat melakukan penyesuaian pembangunan. Soalan pertama, sebab bantuan luar negeri dan NGO atau LSM mancanegara akan segera habis. Makanya, kini pemerintah kota bersiap dengan tatanan kota wisata Islami dengan lengkapnya infratruktur yang mendukung.
Pantai, Bandar atau pusat kota sampai kepada masyarakat diberikan pemutaakhiran pembangunan dan pengetahuan tentang wisata Islami yang akan memperkaya kota dengan pendapatan asli daerah. Soalan berikutnya, terletak di settlement atau penempatan potensi kota yang tidak melupakan remarkasi pantai selaku lokasi wisata utama. Pantai dijadikan komposisi penghambat tsunami sekaligus lahan wisata yang bersih dan apik.
Sebab Wakil Walikotanya perempuan, perjuangan gender terasa kental di kota ini. Dibentuklah atas kesepakatan seluruh aparatur, model kerja perencanaan pembangunan yang mendahulukan perempuan. Kesepakatan membentuk perencanaan pembangunan oleh perempuan yang disebut Musrena.
“Nah, sebelum Musrenbang, kita bentuk musyawarah khusus perempuan, kalau di Payokumbuah termasuk juga Bundo Kanduang serta seluruh organisasi perempuan, untuk berkumpul. Para perempuan ini kemudian menjalankan musyawarah, menyampaikan pandangan, mengusulkan rencana pembangunan. Hasilnya, seluruh perempuan kini aktif menyemangati seluruh pointer pembangunan di Banda Aceh,” tukas Wakil Walikota.
Setelah itu, barulah dilangsungkan Musrenbang dari segenap unsur termasuk para pria untuk mendudukkan kembali dan merumuskan lebih matang usulan para perempuan ini. Sistematika ini berjalan menyemangati perempuan (Inong) Banda Aceh. Mulai dari urusan selokan sampai pembangunan jalan dan fasilitas umum diusulkan oleh perempuan yang menurut Hj Illiza Sa’aduddin SE selaku pilar utama pembangunan kota.
Payokumbuah bagaimana? Pertanyaan Wakil Walikota yang penuh senyum ini tidak bisa dijawab rombongan Komisi A dengan apik. Sebab, keberadaan perempuan di Payokumbuah belum maksimal semaksimal di Banda Aceh. Barangkali inilah pelajaran berharga yang diperoleh dari Kota Serambi Mekah ini.
WAJIB JILBAB
Landmark kota, Masjid Baiturrahman menjadi lokasi yang sangat religius modern. Maksudnya sebagai masjid yang dinampakkan kekuasaan Allah SWT pada saat tsunami lalu, Baiturrahman kini menjadi pusat seluruh aktifitas warga. Sore hari, beratus-ratus masyarakat berehat di sana. Aktifitas belajar mengajar TPA dan TK AlQuran terlaksana di sana. Anak-anak berlarian bersenda gurau. Sat diperintah oleh sang guru untuk kembali di meja belajar mereka di taman Masjid, mereka sontak berkeliling. Belajar kembali dimulai. Formal.
Di lingkungan masjid ini, baru masuk saja sudah diperingatkan, kawasan wajib jilbab. Sehingganya, tidak ada satupun kaum hawa yang terbuka auratnya. Semuanya berpenutup kepala penuh. Konsep ini rasanya perlu dilokalisasikan, sebab dengan demikian jilbab yang menjadi kewajiban kaum perempuan Muslim terbawa-bawa sampai keluar Masjid. Tak ada satu pun pegawai di lingkungan Banda Aceh yang perempuan yang tidak berjilbab.
Banda Aceh menyisakan haru biru pasca bencana. Namun, berkat keuletan serta dorongan banyak pihak, kini Banda Aceh telah lebih maju dari kota-kota di Sumatera Barat, termasuk di Payokumbuah sendiri. Pemerintah pusat pun telah mengakui bahwa pelayanan pengaduan masyarakat di Banda Aceh termaju. Lewat sms saja, setiap pengaduan publik langsung direspon.
Walau tidak menafikan, masih banyak warga korban tsunami yang meresahkan bantuan yang sampai hari ini tak kunjung diterimanya. Namun, ini merupakan sampliying error dari penanganan bencana yang dilakukan oleh masyarakat kita juga berbendera bantuan. Pemko Banda Aceh, kini menyikapi akan siapnya para donatur untuk segera hengkang dari kota ini.
“Kami bersiap menangani kota dengan maksimal. Bekal penanganan dan kesiapan telah kita lakukan. Meski masih terkendala di kebijakan dan regulasi tertentu,” ujar Wakil Walikota. Kalau azan berkumandang, semua aktifitas, toko dan kedai berhenti tanpa dikomando. Warga dan pegawai menunaikan kewajibannya tanpa harus mengulur waktu.
Siangnya, Komisi A DPRD Payokumbuah dijamu maan ayam tangkap oleh Walikota. Sungguh banyak tangkapan ide dan sukses kota diperoleh. “Insya Allah, Payokumbuah ikut termajukan,” komentar Dedrizal yang membawa rombongan. Komisi A DPRD Payokumbuah selain meninggalkan cindera mata, juga menyerahkan “batiah” kepada Pemko Banda Aceh.
Sehari sesudahnya, DPRD Kota Banda Aceh juga mempresentasikan legislasi kota. Ketua DPRD Kota Banda Aceh Muntasir Hamid bersama anggoa lainnya mengatakan tsunami membawa perubahan kepada kota ini. Kebekuan antara pemerintah dan legislatif ikut menguap. Komunikasi dan semangat bersama membangun kota ikut tersemarakkan.(***)
KOMPLOTAN BOCAH CABUL, ADA YANG SISWA SEKOLAH DASAR
Dikirim DODI SP MM pada Februari 19, 2009 oleh dodisyahputraDunia betul-betul sudah gila. Nafsu bejat tidak hanya menghampiri orang dewasa, bocah ingusan pun nekat melakukan perbuatan terkutuk jika setan sudah ikut serta.
Inilah yang terjadi di Jorong Pabatungan, Nagari Taeh Bukik Limopuluah Koto Minggu (15/2) lalu. Memang, setiap ada perhelatan yang dihiasi dengan hiburan orgen tunggal, tumpah ruah anak muda keluar rumah menyaksikan.
Kebetulan, Melati (sebut namanya demikian) yang berusia 15 tahun sedang ranum-ranumnya juga datang ke tempat pesta yang tak jauh dari rumahnya. Memang, berjalan kaki di waktu senja hari menuju lokasi pesta terasa masih aman dan nyaman.
Di lokasi pesta, Melati berbaur dengan anak-anak muda di sana. Namanya juga ada anak muda, ada yang bergembira tanpa memperdulikan keadaan sekeliling.
Melati memang berparas cantik. Untuk ukuran usianya paras dan tubuhnya sudah sangat menggoda. Salah seorang pemuda belia memang sudah lama mengincarnya untuk dijadikan pacar. Namun, selama ini hanya bertepuk sebelah tangan.
Pesta itupun usai, sudah sekitar pukul 10.30 malam. Penonton pun bubar. Melati juga pulang. Sendiri tanpa teman. Karena menyangka jalan yang ditempuhnya selama ini aman-aman saja.
Nando, nama pemuda belia yang masih disidik polisi itu yang sedari awal pesta tak habis mengintai Melati. Nando kemudian mencari teman-teman sekelompoknya. Seluruhnya 12 orang. Kemudian mengikuti Melati dari belakang.
Melati yang seperti sudah membaca gelagat buruk, kemudian memungut batu. Ia genggam kuat di tangannya. Refleks saja.
Jalanan makin lengang dan gelap. Sontak Melati disergap para pemuda belia ini. Berontak memang tidak ada guna. 12 orang pemuda belia menyekapnya di tepi jalan yang berumput basah itu.
Mereka membaringkan Melati. Membuka pakaiannya. Menindihnya. Melati berusaha berontak. Nando yang menindih Melati kebagian gigitan di tangannya. Batu yang disimpan sedari awal, dipukulkan ke kepala Nando.
Tuhan masih menjaga Melati. Ada orang lewat. Para pemuda belia yang ternyata ada yang masih sekolah SD dan SMP itupun bubar. Melati telah pingsan. Sebab Melati berada di masih dekat perkampungan warga, ia kemudian diselamatkan.
TERSADAR
Melati yang sadar kemudian, mencari orang tuanya. Jelas, sang orang tua menjadi panik. Mereka kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi. Polisi kemudian mencari simpul kejadian.
Tak lama, 12 orang komplotan perbuatan bejat ini ditangkap seluruhnya. Mereka diinterogasi di Mapolresta Payokumbuah. Tak bisa mengelak, Nando yang ternyata pemuda putus sekolah bersama 11 bocah bejat lainnya mengakui perbuatannya.
Kapolresta Payokumbuah, AKBP Drs Mahavira Zen MM mengatakan bahwa perbuatan berawal dari 12 orang pemuda belia ini mencegat korban. “Perbutan mereka usil, iseng, namun sudah mengarah ke perbuatan yang tidak pantas dilakukan anak-anak seusia mereka,” ungkap Mahavira Zen.
Modus dengan mencegat, menyekap mulut korban, membagi tugas mereka ada yang menindih, membaringkan, melepaskan pakaian dengan paksa.
Sampai berita ini diturunkan polisi masih memeriksa seluruh tersangka. Kejadian ini sungguh memalukan. Ternyata pula, mereka, para pelaku tiga orang anak sekolah. Satu SD, dua SMP. Selebihnya adalah pengangguran, termasuk Nando yang mengaku-aku pacar Melati.
Melati sendiri menolak mengaku Nando pacarnya. Berhati-hatilah melepas anak gadis keluar rumah, apalagi sendirian.(sp)
Harimau Ngamuk, Satu Warga Hilang
Dikirim DODI SP MM pada Februari 16, 2009 oleh dodisyahputraLIMOPULUAH KOTO, METRO–Kecemasan warga kini memuncak. Satu orang warga hilang sejak tiga hari lalu, pasca harimau memakan empat kambing dan satu ekor sapi di Jorong Kabun, Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Orang hilang yang bernama Afrida (55) sampai hari ini belum kembali ke rumah setelah memarahi anaknya. Jumat sore lalu, Afrida keluar rumah, sebentar saja dia sudah tidak terlihat dan menghilang. Sampai hari ini belum kembali. Kini, aktiv itas bertani dan berladang dilakukan tidak lagi perseorangan. Setiap pagi dan siang, warga Jorong Kabun yang akan menunaikan tugas mencari nafkah di areal sekitar hutan, kini harus berangkat bersama-sama dan berombongan. Malah, warga membuat sendiri pos pengintaian yang berupa rumah kecil yang ditempatkan di atas pohon. Sejak diturunkannya berita tewasnya empat ekor kambing peliharaan warga, b ersama tokoh masyarakat di sana, Buya Ferizal Ridwan yang anggota DPRD Limopuluah Koto, melihat ke lokasi dan meninjau lapangan. Ferizal Ridwan mengakui kecemasan warga sudah memuncak. Beberapa orang warga secara langsung telah mengakui melihat si raja hutan. Tentunya, ini menambah horor keadaan yang semakin mencekam. Jika sebelumnya, disebutkan oleh Kapolresta Payaokumbuah AKBP Drs Mahavira Zen MM bahwa si raja hutan tidak bisa ditembak, sebab melanggar undang-undang konservasi alam, jika kecemasan warga sudah seperti ini, bagaimana? Hingga hari ini, bangkai sapi yang terputus lehernya disabet sang raja hutan, masih dibiarkan berada di samping kandang. Bangkai itu telah membusuk sebab telah beberapa hari tergeletak di sana. Alasan warga dan pemilik, agar bisa memancing harimau yang menggigit untuk kembali datang dan menghabiskan bangkai sapi itu. “Di sana rencananya kami akan bersama-sama menangkap harimau itu,” ujar seorang warga masih dengan perasaan takut. Bangkai sapi tersebut juga telah makin busuk ditandai dengan banyaknya lalat yang menggerubungi bangkai sapi tersebut. Sementara, tidak jauh dari lokasi bangkai, rumah pohon yang dijadikan menara pengawas berdiri. Rencananya, jika terlihat, dari menara ini akan diberitahukan ke warga lain untuk serempak menangkap sang raja hutan. Sementara itu, dari Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sumbar Nasril Nazar menduga keluarnya harimau memangsa kambing dan sapi, adalah harimau rantau asal hutan Riau. Ini dikemukakannya sebab hutan Riau yang berbatas langsung dengan kawasan Halaban, memang tengah dilanda kebakaran. “Beberapa titik api banyak di sana. Sehingga, harimau ini tidak betah, mencari tempat sementara ke hutan kita,” ujar Nasril menanggapi pertanyaan POSMETRO. Nasril belum bisa melakukan tindakan apapun. Sebab, secara undang-undang memang dilarang membunuh harimau, kecuali telah memakan korban manusia. Ini yang mau dipastikan oleh Nasril secara utuh. Sebab itu, ia mengaku masih menyelediki lebih lanjut serta detail tentang kejadian ini. Warga Takut Seluruh warga di sana mulai khawatir alang kepalang. Anak-anak Afrida pun sama cemsanya. Ibunya, belum juga pulang hingga hari ini. Ditambah dengan telah jatuhnya korban ternak mereka dimakan harimau, tentu saja warga kini sangat berharap perlindungan dari aparat negara. Warga meminta agar keselamatan mereka selaku manusia diutamakan, jangan dibandingkan dengan nyawa harimau yang mengancam mereka. “Kami minta agar aparat yang berwenang melindungi kami dari kecemasan ini. Kami sudah sangat takut. Harimau apapun, mau dia harimau rantau atau harimau asli di sini, sudah memangsa ternak kami. Kami pun kini kehilangan seorang warga, yang belum kembali. Kami sangat berharap kepedulian seluruh pimpinan kabupaten dan aparat terkait,” ungkap salah seorang warga di bawah rumah pohon pengawas harimau. (sp)
INDOSAT GEBER PELANGGAN, SALURKAN BAKAT SENI
Dikirim DODI SP MM pada Februari 11, 2009 oleh dodisyahputra
Indosat Representatif Bukittinggi kini terus menggeliat meningkatkan jumlah pelanggannya melalui penggalangan komunitas. Minggu (15/2) mendatang Indosat akan menggelar Parade Band Indosat Indie Community dengan tema “All Be One to Nice Day # 2.” “Indosat berupaya menyalurkan bakat seni kawula muda dan menggalakkan pariwisata di Bukittinggi, “ jelas Yan Nunul Masry, Head of Indosat Bukittinggi Reps. Dengan pembentukan komunitas lebih mudah bagi kita menentukan acara apa yang diinginkan pelanggan, tambah Yan. Pendaftaran telah dibuka sejak 7 Februari 2009 lalu di halaman parkir Indosat, Jalan Sudirman 3 Bukittinggi. “Sudah tiga belas group band dari Padang, Payokumbuah dan Bukittinggi telah mendaftarkan group mereka,” ujar Naldi yang mengkoordinatori pagelaran ini. “Tahun lalu pendaftaran terpaksa ditutup dua hari sebelum hari H karena jumlah pendaftar telah cukup,” tambah Naldi. Dalam All Be One to Nice Day # 2 nanti disiapkan display untuk menentukan band Indie yang di favoritkan melalui polling sms. Pendukung band Indie cukup mengetik Fav (spasi) nama band lalu mengirimnya ke 08566122000. Akan disediakan hadiah uang tunai bagi band Indie terfavorit serta piagam untuk seluruh peserta yang tampil. Direncanakan acara akan diselingi penampilan dancer untuk menyemarakkan suasana. “Dalam waktu dekat kami berencana membuat acara yang lebih heboh lagi dengan penampilan Indosat Community Bukittinggi” janji Yan. Kantor Indosat yang representatif ini berada di komplek Hotel Dymens, Jalan Sudirman Nomor 3, di operasikan sejak 12 November 2008. Di tempat inilah pendaftaran dan acara Indosat Indie Community dilaksanakan. Untuk informasi pendaftaran silakan menghubungi 085835290085.(sp)
USAI KEBAKARAN RSPD PAYOKUMBUH
Dikirim DODI SP MM pada Februari 10, 2009 oleh dodisyahputra
“ALAT-ALAT RADIO DAN PAKAIAN SAYA TERBAKAR”
DODI SYAHPUTRA—PAYOKUMBUAH
Usai kebakaran, nasib Zikriman (38) yang pernah tinggal di gedung itu cukup menyedihkan. Ijazah SD adik-adiknya yang pernah disimpan di sebuah lemari kayu di salah satu ruangan itu hangus dibakar api. Nasib dan peruntungan juga yang sedang menyedihkan, pakaian-pakaian lama yang pernah dipakainya yang juga disimpan oleh mantan penyiar radio ini ikut raib.
Zikriman yang kini bekerja selaku ajudan Ketua DPRD Payokumbuah, menyebutkan firasat akan kehilangan benda-benda bersejarahnya telah muncul sejak beberapa hari yang lalu. Niat untuk mengambil ijazah, surat-surat penting sampai pakaian yang tersimpan di sana selalu muncul.
“Tapi tak pernah jadi-jadi. Ada saja kesibukan. Mungkin sudah nasib. Ya, mau gimana lagi,” ujar Zikriman sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Wajah sedihnya muncul. Saat bercerita bahwa di gadung itu sekitar Rp240 juta aset Pemda Kota Payokumbuah hilang terbakar api. Pemancar AM A500 Watt sebanyak tiga unit ludes sudah.
Sementara itu, pemancar FM dua unit terdiri dari 150 Watt dan 250 Watt, Amplifier enam unit, tape enam unit, mixer audio dua unit, stabilizer tiga unit, fan kipas tiga unit, kaset-kaset rekaman 1.000 unit, lemari enam buah serta meja delapan unit hilang sudah.
Zikriman memprediksi kerugian lebih dari Rp240 juta. “Dinilai dengan harga terkini, sebab modalnya dulu 300 emas yang harganya kala itu Rp40 ribu per emas. bandingkan harga emas kini yang Rp800 ribu lebih. Ya, jelas kerugian sangat besar,” ujar Zikriman.
Surat-surat izin pendirian radio dari Menparpostel kala itu, Joop Ave juga lenyap. Hanya tinggal abu saja yang basah oleh air pemadam kebakaran.
TIDAK BERASURANSI
Tidak jelasnya kepemilikan dan pengelolaan radio ini menyebabkan tidak jelasnya apakah kerugian ini bisa diganti asuransi atau tidak. Soalnya sejak 2002 lalu, pengelolaan yang sebelumnya dipegang oleh Humas Pemda Payokumbuah kini tidak jelas lagi.
Artinya, barang-barang yang hangus terbakar itu akan lenyap sudah seiring tidak bisanya diganti dengan tidak jelasnya apakah ada asuransinya atau tidak. “Mudah-mudahan ada asuransinya, sebab barang-barang siaran itu sangat mahal dan masih berfungsi sampai hari ini,” ujar Zikriman menyayangkan.
Antena pemancar saja yang patah sebab usia. Jika digunakan, alat pemancar radio serta kelengkapannya itu masih akan berfungsi. Sayang sekali jika kemudian lenyap tidak tergantikan.(sp)
API TAK KOMPROMI, RSPD HANGUS TERBAKAR
Dikirim DODI SP MM pada Februari 10, 2009 oleh dodisyahputra
Payokumbuah, Metro —
Tak disangka, tak diduga. Kembali si jago merah melalap habis bangunan penting di Payokumbuah. Memang api tak pernah mau kompromi.
Kantor LKAAM dan Sekretariat Alumni Unand Jalan Veteran no. 25 sekitar pukul 1.45 WIB dinihari kemarin habis terbakar. Memang tidak ada koran jiwa, namun kecemasan warga sekitar tak bisa didiamkan begitu saja. Gedung semi permanen yang berpondasi beton namun didominasi oleh kayu itu pun hangus jadi arang. Kerugian sementara ditaksir sekitar Rp200 juta.
Di saat warga Payokumbuah tengah asik-asiknya terlelap tidur, bangunan seluas 8 x 12 meter itu mulai panas. Tak pasti darimana sumber api, namun dengan lahapnya bangunan yang berisi arsip-arsip dan alat-alat kantor itu pun mulai memerah.
Kapolresta Payokumbuah AKBP Drs Mahavira Zen MM melalui Kapolsekta Payokumbuah AKP Basrial saat berada di lokasi kebakaran mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan sebab terbakarnya bangunan ini. “Data tengah kami kumpulkan. Petugas kami tengah bekerja,” ungkap Basrial. Bangunan yang terbakar ini berada di dekat rumah dinas Kapolresta.
Bangunan bekas Radio Swasta Pemerintah Daerah (RSPD) akhirnya rata dengan tanah. Cukup lama pemadaman berlangsung. Baru satu jam setelah berusaha dipadamkan oleh mobil pemadam kebakaran Kota Payokumbuah dan Kabupaten Limopuluah Koto yang turun ke lokasi, baru api bisa dipadamkan.
NILAI HISTORIS
Beberapa orang yang malam itu berada di lokasi kebakaran mengatakan sangat menyayangkan terjadinya kebakaran ini. Sebab, di bangunan inilah arsip dan sejarah penting penyiaran daerah tersimpan. Alat-alat penyiaran dari radio Pemda dahulu tersimpan di sana, berikut arsipnya.
“Ya, kalau tidak salah di sini tersimpan berkas sejarah penyiaran daerah, alat-alat radio jaman dulu sampai kepada akhir RSPD dijalankan. Hangusnya gedung ini, seakan menjadikan hangus pula sejarah penting radio swasta pemda di Payokumbuah,” ujar salah seorang PNS kepada POSMETRO.(sp)
WAWANCARA KHUSUS DENGAN TOKOH HTT, PETER SUTANTO
Dikirim DODI SP MM pada Februari 9, 2009 oleh dodisyahputra
“PERJUANGKAN SUMBAR DI PUSAT,
Masih menyempatkan diri bicara soal kebudayan dan nasionalisme, mantan anggota DPR RI Peter Sutanto yang juga penasehat Himpunan Tjinta Teman (HTT) yang menggeber Cap Go Meh dengan limpahan kemegahan kegiatan. Peter Sutanto yang akrab dipanggil Pak Sutan ini, Sabtu malam lalu mengisahkan tentang plurarisme budaya yang kini makin erat dan disemangati oleh pimpinan kota Padang, Fauzi Bahar dengan sangat baik. Bisa jadi, Fauzi Bahar menjadi tokoh yang kini diagungkan oleh warga Tionghoa keturunan yang terakulturasi dengan baik bersama warga lainnya di Kota Padang.
Berikut petikan wawancara wartawan POSMETRO (Grup Padang Ekspres) Dodi Syahputra dengan Peter Sutanto, disamping Ka Pe Kong yang khusus diarak siang kemarin dengan 16 pengangkutnya.
POSMETRO : Pak Sutan, Anda yang mengibarkan semangat kedaerahan di DPR RI dulu. Masihkah itu kini disemangati oleh anggota DPR RI sekarang?
PETER SUTANTO : Nasionalisme datang dari diri kita. Namun, justru banyak yang berlabel warga pribumi justru dengan murahnya menjual keagungan bangsa ini. Bahkan, tidak lagi menghargai dan memperjuangkan daerahnya di meja dewan. Ini sangat memiriskan kita. Idealisme kedaerahan memang bukan untuk dimunculkan, namun jika diabaikan dan tidak lagi memperjuangkan daerah di ruangan dewan, untuk apa lagi kita maju ke sana.
POSMETRO : Bicara soal semangat nasionalisme, kaitan dengan kedaerahan, Sumbar sudahkah diperjuangkan dengan maksimal di pusat?
PETER SUTANTO : Kalau diperjuangkan, menjadi bahasa ambigu bagi kita. Artinya, masyarakat Sumatera Barat sangat tahu sekali, apa saja program pusat yang sudah diperjuangkan untuk daerah ini. Barangkali secara cerdas kita sendiri tahu, berapa banyak sih. Tak perlu rasanya saya menjawab detail.
POSMETRO : Sejak Anda meninggalkan dunia politik, dan kini fokus di usaha dagang, adakah kerinduan untuk kembali berperan di sana?
PETER SUTANTO : Kerinduan pasti ada. Namun, prioritas kini hendak memantapkan diri di ekonomi. Sehingga, saya tidak akan pernah memberatkan bagi daerah ini. Jika nanti telah bertemu muara yang sesuai dan idealisme betul-betul untuk rakyat, saya akan kembali ke sana.
POSMETRO : Kita lepaskan dulu masalah yang di atas, terkait suksesnya HTT menggelar event akbar Cap Go Meh kali ini, sampai dimana keinginan Anda untuk seratus persen plurarisme di Sumbar in?
PETER SUTANTO : Ya, jelas kita ingin masyarakat mengerti akan pembauran yang sebenarnya. Saya pribadi, sangat menghargai bantuan Walikota Padang Fauzi Bahar yang mendukung kegiatan warga keturunan ini. Sangat dipastikan bahwa ke depan masyarakat keturunan akan menjadi bagian yang tersatukan dengan seluruh warga Sumatera Barat. Masyarakat keturunan justru lebih fokus untuk memahami tradisi lokal saat ini. Makanya, kami inginkan agar masyarakat mengerti dan menerima secara penuh keinginan warga keturunan untuk tampil menaikkan harkat dan martabat daerah.
POSMETRO : Simpulan yang ingin kami dengar. Komitmen apa yang harus kita bina, seluruh masyarakat Sumatera Barat demi kemajuan ke depan?
PETR SUTANTO : Yah, harusnya kita bersama-sama seiya sekata memajukan daerah ini. Para anggota dewan yang terhormat, yang kini duduk atau akan duduk kembali harus memiliki visi kemajuan. Jangan lagi ada yang memvisikan keuntungan pribadi dan golongan. Pun, seluruh masyarakat, potensi ekonomi, kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat terletak di tangan kita semua. Jangan ada yang memilih dan memilah golongan masyarakat berdasarkan etnis. Kita semua harus berniat sama, maju demi kejayaan bangsa.(***)
PELUANG GRAINDO PADANG
Dikirim DODI SP MM pada Februari 7, 2009 oleh dodisyahputraPT. Padang Graindo Mediatama
USULAN RENCANA KERJA 2009
Pendahuluan
Percetakan PT. Padang Graindo Mediatama merupakan percetakan dengan mesin cetak Koran yang andal. Setiap harinya, Padang Ekspres dan Posmetro Padang dicetak di sana. Ditambah media-media lain yang mencetak koran dengan rutinitas terukur dan terjadwal.
Dalam konsep kerjanya, masih berlandaskan pada system pencetakan. Namun, dalam rangka kerja yang dilekatkan, PT. Padang Graindo Mediatama juga punya income khusus yang masih nol, yakni event organizer.
Makanya, bersama proposal konsep yang kami ajukan ini, semoga menjadi pemicu sekaligus pemacu program kerja yang akan dikembangkan oleh PT. Padang Graindo Mediatama ke depan. Terima kasih.
Konsep Dasar
Selain percetakan koran dan mini tabloid, PT. Padang Graindo Mediatama memiliki nilai jual di posisi branding serta ketenaran nama di tengah publik media dan seluruh masyarakat Sumatera Barat. Termasuk di instansi-instansi pemerintahan dan swasta. Nilai jual yang kami maksudkan berposisi peluang tinggi untuk dikembangkan dan dipacu menuju pengembangan perusahaan.
Ada empat program yang menurut kami bisa dikembangkan; jelas ini tentu butuh pengembangan di sisi internal perusahaan PT. Padang Graindo Mediatama. Namun, target market yang kini ada dan potensi daerah yang kini makin melek media bisa dikembangkan lagi ke arah dinamisasi produk serta penambahan pola kerja.
Adapun empat sisi pengembangan tersebut berupa ; percetakan, penerbitan, Advice Media, Consultant Media. Berikut akan kami jabarkan ide konsep ini, dengan kapabilitas yang disesuaikan dengan market dan potensi internal saat ini.
Penjabaran Konsep
-
Percetakan
Dalam potitioning yang kini dijalankan, PT. Padang Graindo Mediatama telah menjalankan fungsi dan kinerja di bidang percetakan koran dan mini tabloid (P’Mails). Untuk koran, tidak hanya rutinitas harian di mencetak Padang Ekspres dan Posmetro Padang saja, PT. Padang Graindo Mediatama juga telah melakukan pencetakan media-media mingguan yang rutin dan memakai jasa PT. Padang Graindo Mediatama selaku lay-outer, mounting, sampai ke mencetak koran mereka.
Di sisi ini, masih terlihat potensi besar percetakan media di PT. Padang Graindo Mediatama. Media internal perusahaan-perusahaan dan instansi yang selama ini tidak tergarap. Pola kerjanya, dimulai dari pemahaman media, pengajuan proposal, pembimbingan redaksional, sampai kepada pencetakan media.
(proposal dan model dan tahapan kerja terlampir)
-
Penerbitan
Di bidang ini, berdasar pengembangan minat baca masyarakat Sumbar yang kini makin tinggi, makin banyak permintaan dan penerbitan buku, majalah, serta jenis media mini lainnya yang dioperterbitkan ke Jakarta. Hal ini jelas peluang tinggi bagi PT. Padang Graindo Mediatama untuk mengambil peran.
-
Advice Media
Project ini dikembangkan berdasarkan kepada sukses Aqua Dwipayana mengolah ulang kemampuan dan kapabilitas perusahaan-perusahaan dan instansi untuk memahami pola kerja media massa. Ternyata, peminatnya sangat tinggi.
Setelah sukses membedah dan memberikan arahan media, kini proyek ini sedang kosong. Artinya, peluang besar bagi PT. Padang Graindo Mediatama untuk mengambil peran.
-
Media Consultant
Persoalan media dan public pembaca serta keterkaitan dengan kepentingan erat terjadi. Untuk ini, diperlukan pemahaman media yang harus dijembatani, diwadahi serta dikelola dengan professional. PT. Padang Graindo Mediatama untuk mengambil peran selaku media consultant yang akan memberikan advice media kepada kliennya untuk promosi, pemecahan delik pers sampai kepada pembentukan branding media yang diinginkan.
HASNUL SUHAIMI RESMIKAN GRHA XL DI PANGKAL PINANG
Dikirim DODI SP MM pada Februari 6, 2009 oleh dodisyahputra
Seiring tumbuhnya industri telekomunikasi di tanah air, PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan. Salah satunya dilakukan di Bangka Belitung dengan meresmikan Gedung Baru Ghra XL Bangka Belitung di Pangkal Pinang, Jumat (6/2) kemarin. Peresmian dilakukan oleh Wakil Gubernur Bangka Belitung H. Syamsudin Basari, didampingi oleh Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi dan Direktur Corporate Services XL, Joris de Fretes.
Hasnul Suhaimi mengatakan perluasan GrhaXL Bangka Balitung ini merupakan bukti komitmen XL dalam membangun bisnis telekomunikasi yang andal dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Bangka Belitung. “Daerah ini punya potensi sumber daya alam dan pariwisata yang besar, dan kami akan membantu pengembangan daerah ini dengan membangun sarana telekomunikasi selular yang berkualitas,” ungkapnya.
Semakin kuatnya jaringan infrastruktur yang berkualitas dan tekad untuk terus meningkatkan layanan, menjadi alasan utama XL – West Region (Sumatera) mengembangkan kantor-kantor layanan pelanggan. Di Sumatera saat ini telah berdiri 104 XL Center, termasuk 80 XLCEnter Outlet. Dan di Bangka dan Belitung masing-masing dilayani oleh 2 XL Center dan didukung 4 XL Center Outlet. Secara nasional saat ini telah ada 330 XL Center, yang didukung juga oleh keberadaaan 250 ribu outlet yang bekerja sama dengan mitra bisnis XL.
Saat ini, XL telah melayani lebih dari 26 juta pelanggan secara nasional, termasuk di dalamnya 4 juta pelanggan di Sumatera dan hampir 300 ribu pelanggan di Bangka Belitung. Dari sisi bisnis, Propinsi Bangka Belitung merupakan wilayah potensial dan XL telah hadir di Bangka sejak 14 September 2005.
Hampir 98 persen wilayah Bangka dan Belitung yang terbentang seluas lebih dari 81 ribu Km2, telah terjangkau sinyal XL. Semua kecamatan (36 kecamatan) dan 54 kelurahan XL sudah bisa dinikmati layanannya oleh masyarakat. Hingga saat ini, di Bangka dan Belitung telah terbangun 244 BTS (52 overlay) dan 11 diantaranya telah siap melayani jaringan 3G XL.
Posisi strategis propinsi Bangka Belitung bagi XL juga terletak pada lintasan jaringan infrastruktur dari berbagai titik di wilayah ini. Sejak tahun 2003, pembangunan jaringan submarine cable (serat optik bawah laut) telah dimulai, dan sampai saat ini telah menghubungkan pulau-pulau di tanah air. Dari Jakarta ( Pademangan ) – menuju Mentigi ( Belitung ) sepanjang 350 Km , dilanjutkan dari Belitung – Bangka sepanjang 310 km. Sementara dari pulau Bangka ke Jambi ditanam submarine cable sepanjang 376 km dan dari Jambi – Batam Center sepanjang 296 km. Kondisi ini menjadikan Bangka – Belitung sebagai wilayah penting, karena menjadi simpul network utama XL di Sumatera.
Program CSR “Komputer Untuk Sekolah “
Sebagai wujud tanggungjawab sosial perusahaan, untuk ikut membangun wilayah ini, pada kesempatan yang sama akan diserahkan bantuan kepada Sekolah Dasar Negeri 20 Sungai Liat, Kabupaten Bangka Induk. Program Corporate Social Responsibility (CSR) XL ini merupakan bagian dari Program CSR (Corporate Social Responsibility) Indonesia Berprestasi yaitu Komputer untuk Sekolah (KuS) yang diluncurkan XL pada November 2008, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di sekolah. Selain itu, XL juga membantu renovasi sarana sekolah.
“Kehadiran XL di Sumatera dan Bangka Belitung tidak sekadar untuk mamasarkan layanan selular kami, namun juga ingin membantu mengembangkan potensi masyarakat, terutama putra-putri di daerah ini. Kami berharap “, kata Hasnul.
Program KuS yang didedikasikan XL untuk dunia pendidikan ini merupakan program terintegrasi dan berkelanjutan selama 5 (lima) tahun berupa pemberian donasi komputer untuk sekolah (60 sekolah per tahun) serta pelatihan komputer, internet hingga bahasa Inggris (untuk para guru di seluruh Indonesia). Program ini merupakan wujud komitmen XL mendukung pemerintah Indonesia dalam mensosialisasikan serta mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk dunia pendidikan di daerah terpencil, khususnya sekolah-sekolah di daerah sekitar BTS (Base Transceiver Station) XL berada.
Program KuS mendapat dukungan penuh dari PT Sun Microsystems Indonesia (pemberian pelatihan komputer serta penggunaan aplikasi open source), PT. Huawei Tech. Investment (donasi komputer), PT Alita Praya Mitra (donasi komputer), British Council (pelatihan bahasa Inggris bagi guru), UN Global Compact (inisiator), serta Yayasan Nurani Dunia (lembaga yang ditunjuk XL utk implementasi donasi, pelatihan serta evaluasi).(
ARNELLIA PROMOSI, PIMPIN PN PAYOKUMBUAH
Dikirim DODI SP MM pada Februari 5, 2009 oleh dodisyahputra
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Payokumbuah Arnellia, SH, MH, promosi jabatan. Ia dipercayakan sebagai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Payokumbuah, menggantikan posisi atasannya, Hendro Buwono, SH, yang pindah tugas ke PN Bekasi, Jabar.
Pengambilan sumpah dan pelantikan Ketua PN Payokumbuah yang baru itu, dilakukan Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Barat, Suparno, SH, dalam acara di aula Balaikota di Bukik Sibaluik Payokumbuah, Rabu (4/2). Ditandai dengan pemasangan kalung jabatan oleh Kajati dan penyerahan palu serta memori pertanggungjawaban dari pejabat lama kepada yang baru.
Selain dihadiri Walikota Payokumbuah H. Josrizal Zain, Wakil Walikota H. Syamsul Bahri, Ketua DPRD Payokumbuah, ketua PN se-Sumatera Barat, anggota Muspida Payokumbuah, pimpinan SKPD dan undangan lainnya, acara ini diakhiri dengan pisah sambut pejabat lama dan yang baru.
Mantan Ketua PN Payokumbuah Hendro Buwono, didaulat memberi sambutan, mengaku canggung meninggalkan Kota Batiah. Warga kota ini, katanya, ramah dan enak dibawa bergaul. “Kalau tidak kepentingan dinas, Saya enggan meninggalkan kota ini Pak walikota,” katanya yang disambut koor tepuk tangan yang hadir.
Sementara, Ketua PN yang baru Arnellia, mohon dukungan atas kepercayaan yang diembannya. Sikap tegas dan keteladanan ketua PN sebelumnya, guru yang paling berharga bagi dirinya. Arnellia mengaku, Hendro Buwono banyak membimbingnya untuk sukses seperti ini, katanya.
Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Barat, Suparno, SH, mengajak jajaran pengadilan di Sumatera Barat untuk terus meningkatkan supremasi hukum, yang di antaranya merupakan desakan reformasi di Tanah Air. Untuk itu, reformasi hukum harus dimulai dari jajaran aparat penegak hukum sendiri, tegasnya.
Jajaran pengadilan di Sumatera Barat, termasuk PN Payokumbuah, disebut Ketua PT Suparno, bebas dari pengaduan masyarakat. Prestasi ini perlu dicermati, dan dijadikan motivasi untuk meningkatkan kinerja, terutama dalam menyelesaikan masalah atau kasus hukum yang masuk ke pengadilan.
“Selamat buat pejabat lama yang naik kelas ke pengadilan kelas II di Bekasi. Dan selamat untuk pejabat yang baru. Lakukan kerjasama dan koordinasi yang baik dengan semua pihak, dalam rangka memberikan pelayanan hukum kepada publik secara luas,” ingat Suparno.
Walikota Payokumbuah H. Josrizal Zain, dalam sambutannya mengatakan, suasana Kota Payokumbuah yang selalu dalam keadaan kondusif, tidak terlepas dari kerjasama semua pihak, baik di kalangan Muspida plus, dan elemen masyarakat lainnya.
Pemko Payokumbuah, katanya, bertekad untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Semua pejabat di kota ini, diingatkan untuk terhindar dari persoalan jeratan hukum. Pemko, katanya, bebas dari penyimpangan keuangan negara.
Karena itu, ketika Walikota Payokumbuah menerima Satya Lencana Akutila dari Kajagung Hendarman Supandji, di Jambi, baru-baru ini, membuat walikota beserta seluruh jajarannya jadi lebih tertantang, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih ini.
Semuanya itu, dikatakan, tidak lepas dari bantuan jajaran Muspida dan semua aparat penegak hukum, termasuk PN Payokumbuah, ungkap Josrizal.
PKS PEDULI PENDIDIKAN, TRY-OUT BELAJAR DI PAYOKUMBUAH
Dikirim DODI SP MM pada Februari 5, 2009 oleh dodisyahputra
Membuktikan komitmen sebagai partai ummat, Partai Keadilan Sejahtera menggeber kegiatan PKS Peduli pendidikan dengan gelaran Try Out ujian nasional bagi 500 orang siswa SMU sederajat. Kegiatan yang dibuka bagi seluruh siswa yang mendaftarkan diri di Kantor DPD PKS Jalan Sudirman 46 Balai Baru.
“Ya, program ini kami lakukan demi kepedulian terhadap dunia pendidikan. Payokumbuah telah dikenal dengan rating pendidikan yang cukup tinggi di Sumatera Barat selama ini, makanya PKS tidak mau di ujian nasional mendatang, kita tertinggal atau turun prestasi,” ujar tokoh PKS Payokumbuah, Suparman SPd.
Praktisi pendidikan yang mendampingi Ketua Panitia Rahmat Hidayat, mengatakan try-out yang akan dilaksanakan pada Ahad 8 Februari bertempat di GOR Mhd Yamin Kubu Gadang Payokumbuah. Lembaga Bimbel Nurul Fikri Sumbar digandeng oleh PKS selaku bimbingan belajar terbaik saat ini.
Voucher pendidikan diberikan bagi peserta yang meraih nilai atau rangking lima besar di try-out mendatang. Materi yang diujikan IPA dan IPS dimulai sejak pukul 7.30 WIB sampai 12.30 WIB.
PKS PEDULI
PKS sudah jauh hari merancang kegiatan di 2009. Sebagai gebrakan awal peduli pendidikan in dilaksanakan. Selanjutnya, PKS Peduli Kesehatan akan dilakukan.
“Insya Allah sukses. Sebab, banyak peserta tidak hanya gari kota Payokumbuah, namun juga dari Limopuluah Kota telah banyak yang mendaftar. Pendaftaran masih kita buka sampai tanggal 6 Febdruari. Bergegaslah!” tegas Suparman.
KORWAL GANDENG INDOSAT, KERJASAMA TERJALIN
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Februari 3, 2009 oleh dodisyahputra
Sebuah gebrakan besar dilakukan oleh Komite Wartawan Luak Limopuluah (Korwal). Bekerjasama dengan Indosat, operator selular terpopuler saat ini di Indonesia, Korwal yang diketuai Am Chandra STS mnyepakati dan menandatangani kontrak kerjasama, Selasa (3/2) kemarin di Posko Korwal, di komplek IKD lama, Payokumbuah.
Dalam nota kesepakatan yang ditandatangani juga oleh Head of Bukitinggi Representatif Indosat, Yan NM, diuraikan bahwa semenjak hari ditandatangani seluruh anggota Korwal yang merupakan naungan seluruh wartawan yang bertugas di wilayah Limopuluah Koto dan Payokumbuah menggunakan kartu Indosat. Penggunaan yang disepakati untuk komunikasi murah antar anggota dan keperluan tugas kewartawanan ini akan ditambah dengan ID Card dan kartu nama bersama Indosat.
“Ini project pertama di Indonesia. Kita membentuk komunitas Indosat Pers Community. Selain memberikan kemudahan kepada seluruh wartawan untuk berkomunikasi murah dan nyaman, kita juga membantu dengan penyediaan alat pengenal berupa kartu tag dan nama,” ujar Yan NM.
Sebanyak 30 wartawan di bawah naungan Korwal pun sepakat dengan konsep ini. Mulai hari kemarin telah dimulai sebuah gebrakan baru komunitas wartawan yang dinaungi Korwal dengan program kerja yang lebih jelas dan intelek.
“Salah satunya kerjasama dengan perusahaan besar Indosat. Berkat kesediaan Indosat, kami rangkul untuk menjadi support kami dalam beraktifitas. Komunitas wartawan Korwal segera akan membentuk tim kerja khusus yang merancang kegiatan yang membumi dengan masyarakat,” ujar Am Chandra yang akrab dipanggil Pak Kumis ini.
Dukungan Indosat diharapkan mampu menambah semangat berkreatifitas serta berorganisasi wartawan di Limopuluah Koto dan Payokumbuah. Sekaligus, Korwal hendak mendudukkan sistem bagi seluruh wartawan agar bermedia dan aktif memberitakan kondisi terbaru daerahnya.(sp)
POLRESTA PAYOKUMBUAH, SIAGAKAN 292 PERSONIL
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Januari 30, 2009 oleh dodisyahputraWAWANCARA JELANG PEMILU DENGAN KAPOLRESTA PAYOKUMBUAH AKBP DRS MAHAVIRA ZEN MM
Sebanyak 292 personil Polresta Payokumbuah siap menjalankan tugas pengamanan Pemilu 2009. Dua tahapan besar, Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden menanti. Sampai dimana kesiapan Polresta Payokumbuah, berikut petikan wawancara wartawan Posmetro Padang DODI SYAHPUTRA dengan Kapolresta Payokumbuah AKBP Drs Mahavira Zen MM didampingi KabagOps Kompol Edi Purwanto SIK.
POSMETRO : Bagaimana kesiapan umum Polresta Payokumbuah menghadapi Pemilu selama 2009 ini?
KAPOLRESTA : Secara protap (prosedur tetap) yang ditetapkan secara terpusat di Mabes Polri kita telah siapkan personil lengkap dengan peralatan sesuai kebutuhan operasi pengamanan Pemilu kali ini. Secara umum, Polresta Payokumbuah dengan tugas mengamankan sebanyak 660 TPS di Kota Payokumbuah dan sebagin wilayah Kabupaten Limopuluah Koto telah siap dengan segala tugas sekaitan Pemilu 2009 kali ini.
POSMETRO : Berapa banyak personil yang diturunkan, bagaimana dengan sistem kerja?
KAPOLRESTA : Secara personil, jumlah yang akan disiagakan dan ditugaskan nanti khusus untuk operasi pengamanan Pemilu berjumlah 292 personil. Artinya, dua pertiga jumlah seluruh kekuatan yang ada. Tentunya, nanti ada perubahan jumlah dengan tambahan personil dari Polda Sumbar, hanya kisarannya tidak terlalu mempengaruhi komposisi yang sudah kita tentukan. Lalu, sistem kerja kita padatkan, tidak ada cuti yang akan kita berikan kepada anggota kecuali tentunya untuk alasan-asalan darurat dan sangat penting sekali. Seluruh personil bekerja sesuai penugasan masing-masing.
POSMETRO : Apa saja tugas yang akan dilakukan nantinya di lapangan serta rincian pola kerja petugas kepolisian?
KAPOLRESTA : Untuk kerja lapangan, terutama di Pemilu nanti, kita akan tebarkan anggota di tempat pemungutan suara yang berjumlah 660 buah. Ini karena wilayah tugas dan wilayah hukum kita tidak hanya di area kota saja, namun juga sampai di wilayah Akabiluru, Payokumbuah, Luhak, Lareh Sago Halaban. Luasnya areal kerja ini nantinya sesuai dengan protap yang ditetapkan akan dibagi dalam kawasan kerja tertentu.
POSMETRO : Maksudnya?
KAPOLRESTA : Kita akan bagi pola kerja. Ya, seperti rumus sepakbola ada komposisi-komposisi sesuai tingkat masalah di lapangan. Untuk kawasan dengan golongan AMAN kita posisikan 2-5-10. Artinya, dua petugas polisi mengawasi lima TPS dengan 10 orang petugas Linmas. Nah, areal berikutnya RAWAN 1, daerah yang jauhnya 1-2 km dari posisi Mapolresta lalu berpotensi konflik ditempatkan komposisi petugas 2-2-4. Sementara untuk kawasan yang sangat jauh lalu kerawanan konfliknya tinggi dikomposisikan petugas 2-1-4.
POSMETRO : Jelang Pemilu ini apa yang dilakukan sebagai langkah pengamanan kondisi?
KAPOLRESTA : Berdasarkan instruksi Mapolda Sumbar, segera akan dilakukan operasi BRANTAS khusus untuk memberantas penyakit masyarakat. Pekat menjadi fokus penting untuk diberantas jelang Pemilu kali ini, mulai dari perjudian, prostitusi, premanisme, minuman keras hingga segala bentuk penyakit masyarakat lainnya. Operasi ini akan menjadi titik bersih jelang Pemilu 2009. Selanjutnya, Operasi TUMPAS BANDAR SINGGALANG I 2009 yang difokuskan ke pemberantasan narkotika dan zat aditif lainnya (Narkoba) di Sumatera Barat. Termasuk wilayah hukum Kota Payokumbuah akan kita tangani dengan operasional sejalan jelang Pemilu 2009. 15 Februari sampai 7 Maret mendatang kedua operasi ini akan kita jalankan. Kita akan adakan di awal Apel Operasi serta mulai bekerja dengan cepat.
POSMETRO : Nah, untuk koordinasi, bagaimana posisi aparat dan instansi lainnya?
KAPOLRESTA : Kita telah berkoordinasi dengan TNI, Pol PP, Dishub dan Pemadam Kebakaran selaku instansi terkait. Di Pemilu mendatang, kita berada di luar wilayah pemilihan, selaku pengaman yang menjadi tenaga pengamanan, polisi berada di luar ruang pemilihan. Kita bertugas, selain mengamankan jika terjadi pelanggaran pidana murni baik di dalam maupun di luar TPS. Hanya, jika tersangkut pidana Pemilu urusannya kita serahkan dahulu ke Panwaslu yang bertugas menganalisa, memilah dan memutuskan apakah itu pelanggaran pidana Pemilu atau tidak. Laporan Panwaslu tentang pidana Pemilu ini akan diserahkan kemudian ke polisi.
POSMETRO : Himbauan kepada masyarakat dalam proses Pemilu ini?
KAPOLRESTA : Saya mengimbau agar masyarakat menjalankan proses Pemilu sepanjang 2009 ini dengan semangat demokrasi yang seutuhnya. Jangan ada yang mencoba-coba atau melakukan pelanggaran ketertiban umum. Kami, dari kepolisian tidak akan memberikan keringanan serta toleransi jika telah terjadi pelanggaran ketertiban umum. (***)
PNS Dirampok, Puluhan Juta Uang Koperasi Lenyap
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Januari 28, 2009 oleh dodisyahputra| | cetak | |
| Rabu, 28 Januari 2009 | |
|
PAYOKUMBUAH, METRO– Hati-hati bila membawa uang tunai dengan jumah besar. Soalnya, rampok banyak berkeliaran di daerah ini. Seperti yang di alami Ruswan Atra, pegawai Dinas Pendidikan Kota Payokumbuah, Selasa (27/1). Uang sebesar Rp 57 juta yang diletakkan di atas mobil Kijang, dirampok orang tak dikenaldi di samping Lembaga Pemasyarakatan (LP) sekitar pukul 16.00 WIB.
Uang yang baru diambil dari Bank Nagari Payokumbuah merupakan uang koperasi yang akan disimpan di Koperasi PGRI Payokumbuah Timur. Kontan saja korban yang juga ketua Koperasi PGRI Payokumbuah Timur terperangah ketika mengetahui uang tersebut tidak lagi berada di tempat.
Kapolresta Payokumbuah melalui Kasat Binamitra, Kompol Irlon membenarkan peristiwa perampokan ini. Anggotanya sedang di lapangan dan belum diperoleh keterangan lebih lanjut. Saat berita ini diturunkan, aparat tengah sibuk di Tempat Kejadian Perkara.
Namun Informasi yang dihimpun POSMETRO di TKP, Ruswan Atra sedang memfotocopy di Sabar Menanti. Dia melihat seseorang telah membuka paksa pintu samping mobil kijang merahnya, lalu secepat kilat naik sepeda motor dan kabur ke arah Simpang Benteng.
“Menurut laporan Ruswan, pelaku mempergunakan sepeda motor dan satu unit mobil kijang. Jumlah pelaku tidak diketahui pasti. Diperkirakan lebih dari tiga orang,” terang Kapolsek Iptu Basrial. Katanya, perampokan itu sangat cepat dan terjadi di siang bolong saat begitu banyak masyarakat yang melewati TKP. ”Saat ini kami berada di Aia Randah, Gaduik, sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ujar Basrial.
|
PELAKU CURNAMOR DITANGKAP CEPAT
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Januari 26, 2009 oleh dodisyahputraMAHAVIRA : KOMITMEN KEPOLISIAN
Curanmor kembali mencemaskan. Aparat kepolisian Polresta Payokumbuah di bawah komando Kapolresta Payokumbuah AKBP Drs Mahavira Zen MM tak mau memberi kelonggaran. Polisi segera melakukan tindakan.
Sabtu (24/1) lalu, “DO” (27) berhasil ditangkap. Warga Padang Tangah Payokumbuah ini telah mencuri sebuah sepeda motor Yamaha Mio nopol BA 6995 CO milik korban Asmalmi panggilan As (43) juga warga Padang Tangah.
Yamaha milik korban hilang sewaktu diparkir di depan rumah korban. Pencurian yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB Jumat (24/1).
Diakui korban sewaktu diparkir, kunci motor memang tertinggal oleh suaminya. Suami korban baru saja pulang dari pasar. Sebab terburu-buru, suami korban masuk ke rumah. Sementara, motor diparkir di depan rumah yang kuncinya masih mengantung di sepeda motor.
Situasi ini menimbulkan niat tersangka untuk mencuri motor korban. Sewaktu itu tersangka lewat sendirian di depan rumah korban. Sepeda motor dibawanya kabur ke arah Payolansek, ke rumah temannya.
Sesampai di rumah temannya, plat nomor dilepas lalu tersangka melanjutkan perjalanannya ke arah Padang Tinggi. Sampai di Padang Tinggi motor kehabisan bahan bakar.
Akhirnya tersangka meninggalkan sepeda motor di pinggir jalan. Kapolresta Payokumbuah AKBP Drs Mahavira Zen MM didampingi Kasatreskrim AKP Eridal SH menyebut aparat segera menanggapi kejadian. Informasi masyarakat kemudian dikumpulkan dengan tanggap.
Karena ada informasi dari masyarakat ada warga yang melihat tersangka sewaktu menenteng sepeda motor karena kehabisan minyak, lalu informasi dimaksud dikembangkan aparat Polresta Payokumbuah.
Anggota kita langsung menyebar, menyisir jalan yang dianggap dicurigai. Akhirnya tersangka dapat ditangkap di Simpang Kantor Telkom, sewaku tersangka mau menuju rumahnya ke Padang Tangah.
Sigapnya anggota Polresta Payokumbuah menangkap tersangka Curanmor ini diakui Mahavira Zen sebab komitmen seluruh aparat kepolisian untuk menanggapi seluruh pengaduan masyarakat.
“Tindakan selanjutnya, kami terus memeriksa dengan intensif tersangka, guna pengembangan kasus,” ujar Mahavira Zen.
TEMAN MAKAN TEMAN, HP RAIB
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Januari 26, 2009 oleh dodisyahputra
Teman makan teman. Itulah yang terjadi di Payokumbuah. Dua orang tersangka “FH” panggilan Fit (21) alamat Jalan Dewi Sartika Payobasung bersama “AP” (23) beralamat juga di Payobasuang memperdaya temannya Vaul Van Delan (16) Minggu (25/1) lalu.
Handphone Nokia korban tertinggal di warung dekat rumahnya. Tentu, korban kelabakan. Ia kembali ke warung mencari-cari. Eh, ternyata sudah lenyap. HP senilai Rp1,5 juta pun hilang sudah.
Korban melaporkan hal ini ke polisi. Polisi pun segera bergerak menanyakan tentang keberadaan HP korban ke saksi-saksi yang ada di warung. Informasi pun terkuak.
Kedua tersangka kemudian diringkus berikut barang bukti yang belum sempat dijual oleh keduanya. Tersangka mengaku nekat mengambil HP yang tergelatak di meja warung sebab desakan kebutuhan karena mau mengobati istrinya yang lagi sakit dan keterangan tersangka yang satu lagi terdesak karena kebutuhan sehari harinya.
Kapolresta Payokumbuah AKBP Drs Mahavira Zen MM diwakili Kasatreskrim Polresta Payokumbuah AKP Eridal SH menyebutkan tersangka saat ini masih diperiksa untuk pengembangan.
BELA YANG BERJIWA MUDA
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Januari 20, 2009 oleh dodisyahputraWENDRA SIAP JALANKAN PROGRAM
Banyak pemimpin muda yang kini bermunculan. Ada yang tampil menuju kursi legislatif, bahkan sampai ke tampuk kursi kepresidenan. Hanya saja, tidak semua memiliki visi dan normatif ide demi masyarakat secara keseluruhan.
“Semangat membela kaum muda itu yang perlu. Sebab, kaum mudalah yang akan tampil menjadi pilar bangsa ke depan. Kalau kaum muda tidak diperhatikan dan hanya mengedepankan status quo, jelas bangsa ini dalam kerugian,” ungkap Wendra Yunaldi SH MH, yang calon DPD RI asal Sumbar.
Kaum muda bukan hanya kalangan muda usia, lebih dalam tataran konsep kaum yang memiliki kepentingan, kesamaan pandangan dan visi kemajuan bagi seluruh warga masyarakat Indonesia. Wendra yang memiliki pengalaman penting di level nasional, mengakui banyak pelajaran telah diperolehnya untuk ditelurkan menjadi ide kreatif membangun semangat muda.
Salah satunya, ujar Wendra, masyarakat Sumbar yang terkenal dengan sumber daya manusia unggul ke depan harus diperhatikan segmentasi pendidikan informal disamping formal tidak tertinggalkan. Pendidikan keterampilan sangat berguna bagi masyarakat membangun kreatifitas ide dan kemandirian hidup.
“Sama saja dengan ide pembangunan yang ditetaskan di RPJM Sumbar yang menitikberatkan sektor pendidikan, ekonomi dan pariwisata. Semuanya memiliki keterkaitan erat dan saling mendukung. Lewat pendidikan yang baik dan menjamin kompetensi dasar akan membuka lapangan kerja mandiri,” ujar Wendra yang hari-hari terakhir rajin berkeliling Sumbar menghimpun ide-ide kreatif kaum muda.
Berikutnya, soal pariwisata, jelas Sumbar kaya dengan alam bertekstur layak jual. Disangkutkan dengan pamahaman adat dan agama yang kental, maka kaum muda akan mampu mengembangkan ide-ide kreatifnya ke masyarakat luar Sumbar menjual pariwisata sehingga taraf ekonomi warga ikut meningkat.
Ah, jika hal ini terkombinasi dengan baik dengan semangat muda yang bekerja pantang menyerah dan siap menempuh segala tantangan tak disangsikan Sumbar ke depan sebagaimana disusun dan dirancang oleh pendahulu akan bersinar dan berhasil guna.
TOKOH MUDA KREATIF
Kecintaan Wendra Yunaldi terhadap segala ide kreatif inilah yang membuatnya beremangat bertarung secara fair di medan Pemilu 2009 ini. Sosok Wendra yang dikenal egaliter dan mampu menyesuaikan segala kondisi lapangan dan selalu kritis dengan lingkungan membuatnya mampu tampil percaya diri.
“Tidak harus mengukur-ukur lagi kemampuan. Jika memang ingin maju dan memajukan Sumatera Barat harus kaum muda yang melakukan. Tak pelak lagi, semangat saya langsung menguap saat kawan-kawan menantang saya untuk mewujudkan ide-ide kreatif mereka lewat lembaga resmi yang mampu menyuarakan dan membuat sistem terbaik seperti di Senayan. Insya Allah saya mampu!” ujar Wendra Yunaldi yakin.
Tokoh muda kreatif yang tak pernah lelah berkreasi ini tampil di setiap media luar ruang dengan rasa kreatif yang tinggi yang dilakukan lewat sentuhan tangannya. Wendra siap dengan komitmen kemajuan kaum muda membela masyarakatnya. Semoga saja!
KAMPANYE MEMUAKKAN
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Januari 18, 2009 oleh dodisyahputraALANGKAH anehnya. 2009 ini menjadi prime superioritas kampanye massal.
Jangan salah, bukan kampanye politik saja. Kampanye produk pun dialihkan hampir seluruhnya menjadi political campaign. Coba ikuti, banyak produk yang bertemakan “pilihlah”.
Di sepanjang jalan, fasilitas umum, bahkan tempat ibadah pun menjadi lahan kampanye politik. Entah kemana akan mengadu, kini kampanye politik bertebaran. Siklusnya memang menarik. Jika kampanye produk diharuskan membayar dengan jejaring produk hukum Perda setempat, maka kampanye politik tanpa membayar apa-apa.
Ambigu dan menyesatkan. “Kami makin pening melihat orang-orang tersenyum di sepanjang jalan,” ujar salah seorang warga.
Baru saja warga bicara, eh, tampil iklan luar ruang produk selular yang menampilkan gambar monyet sembari tersenyum. Ah, respon sekali.
Kemudian, banyak yang langsung merubah model kampanye. Tidak lagi senyum. Langsung saja. To the point. Pilihlah saya!
Urusan keputusan KPU tentang tanda contreng di Pemilu serta keputusan Mahkamah Konstitusi tentang suara terbanyak, langsung menggugah para calon yang tampil senyum di jalan. Ubah lagi. Contreng ditempel. Makin banyak yang optimis. Pasang baliho besar-besar. Suara terbanyak kan?
A, di Sumatera Barat. Kita tentu fokus ke daerah. Ambiguitas masyarakat terhadap alat kampanye perlu diselidiki. Apa masyarakat memang tidak peduli terhadap pandangannya yang kian terganggu oleh berseliwerannya foto-foto senyum manis. Apa masyarakat makin ambigu ke Pemilu sampai-sampai menakutkan bagi KPU yang menyelenggarakan alek demokrasi dengan dana milyaran ini.
Bagi penulis, hal ini mencengangkan. Sumbar telah penuh dengan alat kampanye. Jika dirupiahkan dan dibelikan ke bahan pokok makanan, barangkali tak ada lagi kata masyarakat lapar. Jika dijadikan bantuan produktif tak ada lagi kata-kata miskin.
2009, kampanye produk pun kian surut. Indikasi ini terlihat banyaknya ruang iklan produk yang ditanggalkan dan diganti dengan kampanye politik. Politik telah menjadi ruang kreatif, ruang pencari ide ekonomi, ruang menjual, ruang membeli, ruang besar untuk menangguk keuntungan pilihan massa.
Namun, apakah hasil demokrasi hanya semaraknya baliho dan poster. Apa hasil demokratisasi hanya masyarakat yang kian menjauhi kepedulian terhadap proses demokrasi.
Saya tetap optimis. Anda juga harus optimis. Banyak masyarakat yang masih mengidamkan negara yang sehat ekonomi dan politiknya. Tapi jangan tertipu. Sebab kampanye akan sangat memuakkan kita semua.
Jangan mau dijual. Jangan mau dibeli. Demokrasi butuh kita.***
LAPORAN BELUM ADA YANG MASUK
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Januari 16, 2009 oleh dodisyahputra
LIMOPULUAH KOTO TERMASUK AMAN
Limopuluah Koto, Metro —
Panwaslu Limopuluah Koto mengaku proses Pemilu masih aman. Sampai hari ini, nomor handphone 08116604614 yang merupakan nomor pengaduan bagi masyarakat dan caleg yang dirugikan ditambah nomor 081266805656 belum ada laporan yang masuk.
Panwaslu Limopuluah Koto yang diketuai oleh M Siebert dianggotai oleh O SH dan Ir Rita Murni terus membuka diri bagi setiap pelanggaran yang terjadi. Setiap laporan dan temuan yang dikadukan ke Panwaslu pasti diproses dan dilanjutkan sesuai prosedur yang diberlakukan di Panwaslu.
Pelanggaran tersebut bisa pelanggaran administrasi yang akan disampaikan ke KPU. Pelanggaran pidana Pemilu akan diteruskan ke penyidik kepolisian.
“Jangan ragu dan bimbang, mari kita awasi bersama jalannya proses Pemilu ini agar tertib dan demokratis. Masyarakat memiliki kewajiban untuk mengawasi dan melaporkan setiap pelanggaran yang terjadi,” ujar M Siebert menegaskan.
Jadi, tugas pengawasan Pemilu secara organisasi memang tugas dari Panwaslu, namun selaku warga negara yang harus peduli dengan proses demokrasi bangsa, masyarakat harus ikut serta.
Kantor Panwaslu yang sementara ini ditempatkan di kantor eks Bagian Organisasi dan Arsip, Kompleks Kantor Bupati lama di Payokumbuah siap menerima setiap pengaduan.
PANWASCAM MASIH KURANG
Minggu ini akan adakan uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon anggota Panwaslu kecamatan yang telah diuji oleh KPU beberapa waktu lalu. Khusus daerah Kecamatan Mungka, Suliki serta beberapa kecamatan lainnya diakui masih kurang atau belum memenuhi persyaratan administrasi.
“Ini peluang bagi masyarakat lain yang ingin ikut serta mengawasi jalannya Pemilu untuk mendaftarkan diri, kali ini langsung ke Panwaslu,” ujar Ketua Panwaslu Limopuluah Koto M Siebert.
Limopuluah Koto dengan lima Dapil memiliki banyak peluang terjadinya pelanggaran. Daerah yang luas hanya akan diawasi secara terpusat oleh Panwaslu yang beranggotakan tiga orang. Sementara, di 13 kecamatan dan 79 nagari hingga hari ini belum terbentuk secara operasional.
“Kita dengan sumber daya yang ada sekarang akan mempressure kerja semaksimal mungkin. Panwaslu siap bertugas sejak 13 Desember tahun lalu dilantik,” M Siebert optimis.(sp)
BERBUAT BARU MEMETIK
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Januari 16, 2009 oleh dodisyahputra
“Ngapain kita sibuk dengan baliho besar-besar. Biayanya berapa tuh. Baguslah uangnya untuk pengabdian langsung ke masyarakat. Ada nilainya, masyarakat terbantu, kita ikut berpahala. Soal dipilih atau tidak itu kan pilihan masyarakat.”
Hj. Syofianis (Bidan Syof), yang kini melejit di Partai Hanura selaku caleg nomor 1 di Dapil Payokumbuah Utara memakai peran langsung. Telah puluhan kegiatan dilaksanakannya.
Tak tanggung-tanggung, gebyar Partai Hanura 17-18 Januari mendatang di Payokumbuah menggeber pengobatan khusus penyakit kritis, diabetes, lever, jantung dan lain-lain. Hj Syofianis menyatakan bentuk kepedulian masyarakat inilah yang menjadi prioritasnya.
Rabu (14/1) kemarin, Hj Syofianis mengunjungi rumah Marlis D di Kelurahan Balai Betung, Payokumbuah Utara. Istri Marlis, Yusnimar yang telah berusia 53 tahun kini harus banyak duduk di rumah. Perutnya membengkak. Indikasi lever.
Ada yang kurang di rumah papan yang baru dibangun 2004 lalu itu. Rumah yang seharusnya bisa ditempati dengan nyaman, ternyata belum mempunyai kakus dan kamar mandi yang permanen. Sehingga, Yusnalis dengan susah payah harus berjalan kaki 200 meter untuk ke jamban.
“Inilah yang memiriskan kami. Sontak saja, selaku orang kesehatan yang selalu care dengan masyarakat, kami bantu pembuatan jamban dan kamar mandi permanennya hingga siap. Insya Allah dalam dua minggu selesai.
Hj Syofianis yang datang bersama Caleg nomor 2 Elvi Syamsuir ST, juga dari Partai Hanura berpesan jangan bantuan ini dijadikan komiditi politik. Tetap saja, kemanusiaan dikedepankan. Makanya, sedikit mengimbau, Syofianis mengajak caleg lainnya untuk membantu banyak masyarakat lain yang masih membutuhkan uluran tangan.
POTENSI TERPENDAM
Jika turun langsung ke masyarakat, ternyata banyak keunggulan tersembunyi di kekurangan. Hafit (27), yang lumpuh seperti tak berdaya ternyata mahir di bidang elektronik. Hj Syofianis menampilkan langsung bakat sang pemuda yang lumpuh ini.
“Ia bisa memperbaiki semua barang elektronik sampai ke ponsel dan komputer, bisa membuat kaligrafi benang emas berpigura, serta banyak kepandaian lain. Kalau saya hanya tempel poster, trus tidak melihat kan tidak tahu dengan potensi ini,” ujar Syofianis membanggakan anak Marlis D dan Yusnimar ini.
Giatnya sang pemuda yang hobi melukis ini seperti hilang tenggelam oleh cacatnya. Kemandirian dan keteguhan hatinya lah yang membuatnya eksis dan bisa. Hanya sekolahnya sampai kelas enam SD saja. Sebab, ia tidak bisa ikut ujian.
“Tak ada halangan untuk maju. Malah cita-cita saya ingin buka usaha elektronik sendiri. Buka toko, sehingga bisa maju dan memajukan kaum cacat lainnya,” ungkap Havit dengan semangat tetap tinggi.
Hj Syofianis mungkin memberikan ilustrasi dasar kepada para penggaet suara masyarakat lainnya. Jangan hanya berharap masyarakat memilih, lalu pasang baliho sebesar langit, kemudian berjanji-janji yang entah akan ditepai atau tidak.
Bidan Syof sendiri telah 27 tahun mengabdikan dirinya di tengah masyarakat. Selaku Pelaksana Kesehatan Ibu dan Anak dan Koordinator Posyandu di Payokumbuah, “lakek tangan” dan kiprah perempuan ini tak perlu diragukan lagi.
Dunia politik menurutnya hanya lah jalan untuk mengabdikan diri. Hanura ternyata menjadi sandarannya untuk niat dan cita-cita ke depan. Masyarakat Payokumbuah memang membutuhkannya.(sp)
BELA YANG BERJIWA MUDA
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Januari 7, 2009 oleh dodisyahputra/>
WENDRA SIAP JALANKAN PROGRAM
Banyak pemimpin muda yang kini bermunculan. Ada yang tampil menuju kursi legislatif, bahkan sampai ke tampuk kursi kepresidenan. Hanya saja, tidak semua memiliki visi dan normatif ide demi masyarakat secara keseluruhan.
“Semangat membela kaum muda itu yang perlu. Sebab, kaum mudalah yang akan tampil menjadi pilar bangsa ke depan. Kalau kaum muda tidak diperhatikan dan hanya mengedepankan status quo, jelas bangsa ini dalam kerugian,” ungkap Wendra Yunaldi SH MH, yang calon DPD RI asal Sumbar.
Kaum muda bukan hanya kalangan muda usia, lebih dalam tataran konsep kaum yang memiliki kepentingan, kesamaan pandangan dan visi kemajuan bagi seluruh warga masyarakat Indonesia. Wendra yang memiliki pengalaman penting di level nasional, mengakui banyak pelajaran telah diperolehnya untuk ditelurkan menjadi ide kreatif membangun semangat muda.
Salah satunya, ujar Wendra, masyarakat Sumbar yang terkenal dengan sumber daya manusia unggul ke depan harus diperhatikan segmentasi pendidikan informal disamping formal tidak tertinggalkan. Pendidikan keterampilan sangat berguna bagi masyarakat membangun kreatifitas ide dan kemandirian hidup.
“Sama saja dengan ide pembangunan yang ditetaskan di RPJM Sumbar yang menitikberatkan sektor pendidikan, ekonomi dan pariwisata. Semuanya memiliki keterkaitan erat dan saling mendukung. Lewat pendidikan yang baik dan menjamin kompetensi dasar akan membuka lapangan kerja mandiri,” ujar Wendra yang hari-hari terakhir rajin berkeliling Sumbar menghimpun ide-ide kreatif kaum muda.
Berikutnya, soal pariwisata, jelas Sumbar kaya dengan alam bertekstur layak jual. Disangkutkan dengan pamahaman adat dan agama yang kental, maka kaum muda akan mampu mengembangkan ide-ide kreatifnya ke masyarakat luar Sumbar menjual pariwisata sehingga taraf ekonomi warga ikut meningkat.
Ah, jika hal ini terkombinasi dengan baik dengan semangat muda yang bekerja pantang menyerah dan siap menempuh segala tantangan tak disangsikan Sumbar ke depan sebagaimana disusun dan dirancang oleh pendahulu akan bersinar dan berhasil guna.
TOKOH MUDA KREATIF
Kecintaan Wendra Yunaldi terhadap segala ide kreatif inilah yang membuatnya beremangat bertarung secara fair di medan Pemilu 2009 ini. Sosok Wendra yang dikenal egaliter dan mampu menyesuaikan segala kondisi lapangan dan selalu kritis dengan lingkungan membuatnya mampu tampil percaya diri.
“Tidak harus mengukur-ukur lagi kemampuan. Jika memang ingin maju dan memajukan Sumatera Barat harus kaum muda yang melakukan. Tak pelak lagi, semangat saya langsung menguap saat kawan-kawan menantang saya untuk mewujudkan ide-ide kreatif mereka lewat lembaga resmi yang mampu menyuarakan dan membuat sistem terbaik seperti di Senayan. Insya Allah saya mampu!” ujar Wendra Yunaldi yakin.
Tokoh muda kreatif yang tak pernah lelah berkreasi ini tampil di setiap media luar ruang dengan rasa kreatif yang tinggi yang dilakukan lewat sentuhan tangannya. Wendra siap dengan komitmen kemajuan kaum muda membela masyarakatnya. Semoga saja!(sp)
MISTERI KEMATIAN BAYI TERUNGKAP DI PANGKALAN
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Desember 17, 2008 oleh dodisyahputraSALAH SASARAN, YULIANDA TEWAS DENGAN MULUT BERBUSA
Tak disangka, tak diduga. Lagi, kematian bayi terungkap. Yulianda Wilandari (4) yang kini telah almarhum tewas akibat meminum air putih di dalam gelas yang diambilnya di lemari es. Ternyata, pembunuh tersebut yang tega mencampurkan air putih dengan racun ikan jenis potas adalah kakak iparnya sendiri.
Kamis (11/12) sekitar pukul 11.00 WIB, di kenagarian Gunuang Malintang bocah perempuan, Yulianda Wulandari merasa haus. Bocah yang diasuh oleh orang tuanya ini, kemudian menuju ke lemari es. Di sana rupanya telah ada gelas berisi air putih.
Haus yang tidak tertahankan, membuat si bocah langsung meminum air putih yang sejuk itu. Rasanya memang cukup aneh, sebab dicampur racun ikan jenis potas. Tak lama, Yulianda merasa pusing, mual-mual. Orang tuanya cemas. Mulut si bocah berbusa. Warga Jorong Mudik Pasar Manggilang, Kecamatan Pangkalan kemudian “galeboh”.
Si bocah dilarikan ke Puskesmas Pangkalan. Sayang seribu sayang, ajal segera menjemputnya di perjalanan menuju Puskesmas. Buih pun tak hanya keluar dari mulut, hidungnya juga berbusa. Tentu saja potas adalah racun yang sangat kuat untuk membunuh ikan di kolam. Kali ini, malang betul, sang bocah perempuan yang menyantapnya.
POLISI BERGERAK
Melihat kejadian aneh ini, polisi Polsek Pangkalan di bawah komando Kapolsek AKP Rudi Munanda SH kemudian segera menuju TKP. Penyelidikan pun dilakukan. Sebab, tengarai kematian tidak wajar telah ditemukan.
Polisi kemudian berhasil menemukan gelas bekas diminum si bocah. Setelah diteliti gelas ini telah dicampur airnya dengan potas. Polisi bergerak tiap hari secara marathon. Tidak ada istirahat, polisi pun menyelidiki lebih seksama peristiwa kematian bocah ini.
Penyelidikan kemudian dilanjutkan. Saksi-saksi dimintai keterangan. Hari kelima titik terang ditemukan. Polisi segera membuat kesimpulan sementara. Tersangka ditemukan. Dia adalah menantu orang tua Yulianda, yang berinisial “AL” panggilan Tari yang baru berusia 13 tahun. Tari masih belia, namun sudah kawin dengan kakak korban.
Tersangka yang bertempat tinggal di Jorong Seberang Pasar Manggilang Pangkalan, kepada polisi mengakui telah meletakkan air dan mencampurkannya dengan racun ikan jenis potas. Keterangan sementaranya, racun itu untuk dia bunuh diri. Namun, polisi tidak segera mempercayainya.
Indikasi lain muncul. Tersangka ternyata punya hubungan tidak baik dengan mertua laki-lakinya. Kebenciannya itu, kemudian ditengarai hendak meracun mertuanya dengan minuman tersebut. Sayang, seribu sayang yang menjadi korban malah adik iparnya yang masih berusia 4 tahun tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, polisi telah menahan tersangka, barang bukti serta menyimpan keterangan sementara saksi dan tersangka. Kapolres Limopuluah Koto AKBP Khairul Aziz yang membenarkan kejadian tersebut. Polisi menurutnya kini tengah mematangkan hasil penyidikan.
“Kita telah perintahkan Polsek untuk bergerak menangani dengan cepat. Alhamdulillah berhasil. Selanjutnya, kita akan proses lebih lanjut dan siapkan berkas perkaranya,” pungkas Kapolres Limopuluah Koto AKBP Khairul Aziz didampingi Kapolsek Pangkalan AKP Rudi Munanda SH kepada POSMETRO PADANG.
Kasus kematian bayi ini merupakan kali ketiga yang menyeruak di Limopuluah Koto dalam tiga bulan terakhir. Yang pertama terjadi di wilayah hukum Polsek Guguak dengan korban bocah perempuan di saat potang balimau, kedua bocah berusia 14 hari di Ketinggian yang mati dibunuh di dalam sumur belakang rumahnya. Terakhir kembali bocah perempuan yang mati akibat keracunan di Pangkalan.(sp)
Rumah Dinas Habiskan Rp 1,633 Miliar, Ketua DPRD Masih Layani Tamu Sendiri
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Desember 17, 2008 oleh dodisyahputra|
PAYOKUMBUAH, METRO– Jumlah pembiayaan anggaran pembangunan rumah jabatan Ketua DPRD Payokumbuah yang disentil sendiri oleh Ketua DPRD Payokumbuah telah mencapai Rp1,633 miliar masih menyisakan banyak perombakan. Dengan atap rumah dinas yang terlihat tempias oleh air hujan dan ada retak-retak di dinding rumah dinas tersebut, kemarin rumah seluas lapangan bola kaki itu diresmikan oleh Gubernur Sumbar diwakili Asisten II Sekdaprov Sumbar Sinang Subekti.
“Ya, maklum lah Bapak dan Ibu. Rumah dinas ini masih begini. Kami pun belum bisa maksimal melayani kedatangan bapak dan ibu sebab belum ada pembantunya. Terkadang, jika ada tamu yang datang, saya sendiri yang harus menyediakan minuman dan makanan,” ujar Ketua DPRD H Jendrial setengah mengulas kekurangan rumah jabatan tersebut.
Meski begitu, Sinang Subekti masih memaklumkan kondisi rumah jabatan ini. Menurutnya, rumah jabatan dinas ketua DPRD telah cukup bagus, hanya perlu penambahan anggaran agar lebih bagus lagi. “Kalau segini luasnya, Pak Jendrial, mestinya habis biaya Rp 2 miliar lebih lah,” ungkap Sinang. Mesti demikian, Sinang masih berpesan khusus agar ditambah anggaran untuk pembangunan rumah dinas itu. “Kalau diresmikan pemakaian, bahasanya berarti masih mungkin ditambah biayanya. Tapi kalau diresmikan pembangunannya berarti tidak mungkin lagi ditambah. Syukurlah, Insya Allah Pak Wakil Walikota, nanti tolong dibantu lagi pembiayaannya,” seloroh Sinang saat peresmian pemakaian rumah dinas yang berada di Lamposi, Payokumbuah. Delapan Bulan Lagi Rampungnya rumah jabatan ini menurut Jendrial hanya akan ditempatinya delapan bulan ke depan. Selanjutnya, tentu saja diserahkan kepada ketua DPRD periode berikutnya, sebab Jendrial sendiri akan maju ke DPRD Provinsi. Di peresmian itu hadir para anggota DPRD Payokumbuah, Wakil Walikota Syamsul Bahri, Asisten II Setdaprov Sumbar Sinang Subekti dan Muspida serta para pegawai Pemko. Rumah dinas jabatan Ketua DPRD Payokumbuah yang berada di tepi jalan Tan Malaka itu sepintas lalu seringkali tidak ada aktivitas. Diakui, tanpa adanya rumah tangga rumah dinas, Ketua DPRD menjadi sibuk sendiri. Terpaksa harus melayani tamu. Yang menjadi pertanyaan besar kini, sebandingkah anggaran Rp1.633 miliar yang telah dikucurkan untuk pembangunan rumah dinas dengan hasil yang kini ada. Apakah tidak janggal, jika banyak sisi yang belum selesai, sementara telah harus ada perawatan bangunan yang terlihat kurang perawatan. Wallahu alam.(sp) |
Masyarakat Apatis Pemilu 2009, Lah Kurang Picayo Kami…
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Desember 17, 2008 oleh dodisyahputra|
Tingkat kepercayaan publik merunut ke totalitas pemilih di Pemilu April 2009 mendatang perlu dipertanyakan. Sebab, berbagai elemen yang diwawancarai oleh POSMETRO hampir seluruhnya mengaku tidak peduli dengan adanya pesta demokrasi ini. Hanya pentolan-pentolan politik saja yang masih terus mengakui intens mengikuti setiap perkembangan politik di negara ini.
Misral, mewakili elemen bawah yang kini berprofesi sebagai pengangkut motor garendong di Pasar Ibuah mengakui bahwa dirinya hampir tiap hari melihat poster dan baliho besar di tepi-tepi jalan. Baliho bergambar tokoh tersenyum manis, bermuka halus, berjas, berdasi, serta berpakaian rapi itu sepintas lalu menarik untuk dilihat.
Tak hanya itu, baliho berpesankan para calon legislatif dan calon DPD RI itu mengingatkan pria paroh baya ini akan iklan-iklan besar berbagai produk yang sedari lama ditampilkan. Ah, benarkah senyum manis itu akan membawa perubahan. Ataukah hanya senyum mengundang simpati masyarakat, Misral hanya termangu sembari menyeruput kopi setengah gelas yang dipesannya setengah jam yang lalu. “Kito ko bantuak samuik yang mananti gulo jatuah sabutia. Kok lai saba, kito caliak-caliak lah gulo tu dulu tiok sabanta. Kok lah duduak kapagulo ko di kursinyo surang-surang, kito tunggu sajo ka lai baserak sampai ka bawah,” ungkapnya menyeruput kopi di tadah yang diserakkanya sedikit-sedikit. Sebanyak 380 calon legislatif yang terdiri dari 265 Caleg laki-laki dan 115 Caleg perempuan bertarung memperebutkan suara di Kabupaten Limopuluah Koto, 235.290 pemilih tersebar di lima daerah pemilihan. Sedangkan di Kota Payokumbuah, seluruhnya 77.114 pemilih tetap di Payokumbuah akan memilih 280 orang Caleg yang sedianya akan duduk 25 orang di kursi Dewan. Kemana Selama ini Menjelang Pemilu dengan masa kampanye terpanjang 9 bulan 10 hari yang telah diawali sejak beberapa bulan lalu ini, tidak dipungkiri menuai banyak keluhan masyarakat. Kok, hanya gambarnya yang dipajang? Kemana “bintang iklan” ini bisa dicari? Misral seperti mau ikut nimbrung, tapi urung. Soalnya, ia masih mencari bahan kata yang akan diungkapkannya. Hari mulai siang. Kopi mulai habis. Niat hatinya mau menambah, biar tambah enak ota lapau, tapi tuntutan hidup menunggunya. “Ya lah. Perlu itu kita pertanyakan. Kemana saja para calon selama ini. Ketika butuh suara dan dukungan dari kampung halaman, mereka pada pulang dan menebar kartu nama, stiker sampai baliho gadang-gadang. Kok iyo lah lamo bamasyarakat tantu indak paralu tempelan-tempelan tu. Lah terkenal juo mah,” ujar Misral separoh ular separoh belut. Lima orang penghuni kedai, mendekati pukul 9.30, termasuk pemilik kedai tentunya, sedang serius membahas tema politik terkini itu. Seorang pengunjung kedai menyeruak memberi usul kata. “Eh, banyak bana nan pamer muko kini. Indak tahu antah kamano salamo ko. Bia se lah untuak dipandang-pandang. Kalau ka mamiliah caliak-caliak lah dulu, uang saleknyo,” sembari tersenyum simpul Pak tua yang juga panggaleh garendong itu mematut stiker kecil salah seorang calon yang tertempel di dinding tua kedai. Belum lagi dihitung caleg lokal, caleg provinsi dan nasional menyeruak masuk ke pelosok-pelosok nagari. Mereka seakan pamer muka mengharap simpati masyarakat. Gerakan tim sukses berbagai metoda pun dibuat. Ada yang menempel muka calon di berbagai ruang sampai membuka rumah posko pengaduan masyarakat. Pengaduan? Ya, banyak cara dilakukan. Salah satunya mengimpun aspirasi masyarakat. Katanya sih, agar tahu keinginan pasti masyarakat untuk dibawa ke kursi dewan nantinya. Entahlah, entah iya entah tidak. Yang pasti masyarakat kini banyak yang tidak peduli atau apatis. Ketua KPU Limopuluah Koto bahkan berseru lantang, kita harus tingkatkan partisipasi publik untuk mau memilih. Sebisa mungkin tugas KPU dan seluruh elemen masyarakat mencapai 100 persen pemilih di Pemilu April 2009. “Kita tidak ingin masyarakat menjadi apatis. Pemilu adalah sarana demokrasi yang sebenarnya. Siapapun yang dipilih adalah hak masyarakat sepenuhnya,” tukas Syahrul. (***) |
ALDRIN CHAS, BUKTIKAN NIAT NASROEL CHAS
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Desember 16, 2008 oleh dodisyahputraIRMAN GUSMAN, PEMIMPIN MUDA INDONESIA
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Desember 16, 2008 oleh dodisyahputraANUGERAH PKS YANG MENGILHAMI KAUM TUA
Padang, Metro —
Irman Gusman, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tercantum sebagai 100 Pemimpin Muda Indonesia versi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Penganugerahan gelar Pemimpin Muda Indonesia ini dilakukan oleh Ketua Dewan Syuro PKS KH Hilmi Aminuddin menyerahkan penghargaan tersebut kepadanya mewakili 100 Pemimpin Muda Indonesia di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Kamis (20/11) lalu.
Selaku penerima penghargaan, Irman Gusman yang lahir 11 Februari 1962 itu sangat berharap kegiatan PKS untuk menjaring calon pemimpin Indonesia menginspirasi orang-orang muda untuk terus berkarya. Barack Obama yang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, menurut Irman Gusman kepada POSMETRO PADANG telah memberikan inspirasi dunia.
Ia juga menyebutkan, pemilihan tokoh pemimpin muda Indonesia yang berbeda latar belakang sekaligus merintis rekonsiliasi nasional melalui tindakan memaafkan tetapi tidak melupakan (forgive but not forget). “Langkah-langkah PKS yang disaksikan di seluruh Indonesia akan membawa kita menuju rekonsiliasi nasional.”
Melalui pemaafan tetapi tidak melupakan maka orang-orang muda menuju masa depan yang lebih baik dengan tantangan yang lebih berat kendati tidak seberat yang dihadapi di masa lalu. Khusus kepada PKS, tampilan dan kualitas yang senantiasa terjaga diyakini akan menguntungkan untuk mendulang suara lebih banyak dalam pemilu mendatang. “Saya yakin, PKS akan mendapat tempat di hati rakyat,” tegasnya.
Acara bertema Panggung Pemuda Indonesia diselenggarakan PKS untuk menumbuhkan semangat perubahan melalui regenerasi kepemimpinan nasional. Pemilihan tokoh pmimpin muda Indonesia berdasarkan delapan parameter seperti usia muda (di bawah 50 tahun), berintegritas moral, berwawasan kebangsaan, bervisi besar, kualitas leadership yang teruji, memiliki karya dan kontribusi nyata, berpengaruh, dan menginspirasi (inspiring).
Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta dan Ketua Panitia Pelaksana Mahfudz Sidik turut menghadiri pemberian penghargaan sekaligus peluncuran 100 Pemimpin Muda Indonesia. Acara dimeriahkan dengan pargelaran seni musik dan lagu seperti Opick, Nidji, Shoutul Harokah, dan Ebith Beat A.
Siaran pers yang diterima dari Sekretariat DPD RI ini juga menyebutkan bahwa Irman Gusman yang berhasil meraih dukungan terkuat di Pemilihan Umum 2004 lalu ini menginginkan kaum tua terispirasi dan segera ikut serta memikirkan kelangsungan regenerasi keutamaan negara ini ke depan.(s)
KEJARI PAYOKUMBUAH SOSIALISASIKAN ANTI KORUPSI
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Desember 15, 2008 oleh dodisyahputra
LIRIK BENDI, HANURA AKAN GANDENG PKBSP
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Desember 15, 2008 oleh dodisyahputraWENDRA YUNALDI RAMAIKAN JALAN
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Desember 15, 2008 oleh dodisyahputraBERKELILING SUMBAR DENGAN FINNA BAKERY
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Desember 15, 2008 oleh dodisyahputra
JERRY DAN EDI ANDALKAN HIDUP DARI ROTIMENANAM SEJAK KECIL, DEWASA MEMANEN, 100 JUTA POHON DICANANGKAN DI PAYOKUMBUAH
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Desember 3, 2008 oleh dodisyahputraAwas. Hati-hatilah dengan alam. Jangan merusak bahkan menghilangkan potensi alam secara semena-mena. Jika tidak, tentu bahaya bencana siap timbul di alam yang kian kritis ini.
DODI SYAHPUTRA, POSMETRO PADANG
Pesan ini diurai oleh seluruh masyarakat Kota Payokumbuah di Hari Pencanangan Penanaman 100 Juta Pohon yang dipimpin Wakil Walikota Syamsul Bahri di Nagari Aur Kuning, Kelurahan Kapalo Koto
Payokumbuah Barat. Seribu bibit tanaman mahoni, palemraja, durian, petai, dadap, galodok tiang serta
tanaman perkebunan lainnya ditanam serentak oleh para pejabat diteruskan oleh para siswa dan
Paskibra.
Pohon, ungkap Syamsul Bahri selama ini telah kita nikmati hasil tebangannya. Siapa yang dulu
menanam, tentu tidak kita ketahui. Demikian juga Ketua DPRD Payokumbuah Jendrial menyebut
menanam pohon tentu manfaatnya akan dirasakan di masa depan.
Saat ini, penanaman kita lakukan demi gerakan moral. Balas budi bagi pendahulu kita yang telah
menanamkan pohon yang kini kita nikmati bersama. Kalau pendahulu tidak menanam, manalah
mungkin kini bisa kita menebang pohon,” ungkap Syamsul Bahri meyakinkan.
Jendrial sendiri menyebutkan gerakan penanaman 100 juta pohon ini disambut oleh Dewan sebagai
gerakan moral yang membangkitkan semangat masyarakat untuk menjaga kekayaan alamnya. 2/3
hutan alam kita di Indonesia diisi oleh kekayaan hutan, baik hutan lindung maupun hutan lingkungan.
Hutan selama ini telah ikut membiayai bangsa negara ini, jangan kita rusak.
“Jika selama ini telah terjadi perusakan hutan oleh oknum-oknum tertentu, maka ke depan menjaga
hutan dan kekayaan alam berupa pohon menjadi tanggung jawab kita semua. Dari dewasa sampai
kanak-kanak. Saya ingin agar setiap keluarga baru di pernikahan menjadikan penanaman bibit pohon
dan tanaman modal penanaman pohon,” ungkap Jendrial yang juga menanam satu bibit pohon mahoni
di lokasi pencanangan.
Anak-anak sekolah dan Paskibra terlihat bersemangat ikut menanam. Benni Warlis yang Kadinas
Pertanian Perkebunan dan Kehutanan mengatakan gerakan nasional yang telah dicanangkan oleh
Presiden 28 November lalu, kini diikuti oleh Payokumbuah dengan 35.000 bibit tanaman.
“20 ribu diantaranya merupakan bantuan provinsi dan selebihnya merupakan program dari kota.
Payokumbuah sendiri kini telah memiliki kebun pohon induk bibit mahoni bersertifkat, satu-satunya di
Sumatera yang bertempat di Ngalau. Saat ini ada induk batangan sejumlah 220 batang dengan luas
lahan 1,5 hektar yang dijaga dengan adanya pondok kerja,” ujar Benni Warlis menegaskan.
Hadir juga di pencanangan ini, pihak BPDAS Agam Kuantan selaku fasilitator. Benni Krisdiatno
perwakilan BPDAS Agam Kuantan mengatakan penanaman ini akan terus dilakukan di seluruh
kabupaten dan kota di Sumbar. Seluruhnya ikut mencanangkan program pemerintah pusat ini.(***)
TPKU SOLUSI TENAGA LULUS SLTA, KOPERASI DAN UKM SIAPKAN DI 2009
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 17, 2008 oleh dodisyahputraTim 7 Kembali Bergerak, Meja Biliar Diangkat
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 17, 2008 oleh dodisyahputra
Setelah lama tak terdengar, Tim 7 Pemko Payokumbuah yang terdiri dari aparat Pemko, Polisi dan TNI, Sabtu (15/11) malam lalu itu marazia sebuah warung sekaligus rumah bilyar.ALDRIN CHAS, BUKTIKAN NIAT NASROEL CHAS
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 12, 2008 oleh dodisyahputra
Bukan tidak ingin, namun baru kali ini kesempatan Aldrin Chas membuktikan diri sekaligus mewujudkan niat Papa-nya Bapak Nasroen Chas almarhum yang tokoh besar di Payokumbuah. Niatan memajukan kota dengan segala sumber daya manusianya, diwujudkan dengan mengirimkan 18 tenaga kerja terpilih ke Arab Saudi hari ini.KASUBDIN NAKER, DANA SURYA, PEMKO SANGAT MENDUKUNG
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 12, 2008 oleh dodisyahputraSejak datangnya, PT Bijac oleh Bapak Aldrin Chas, anak tokoh masyarakat Payokumbuah, Nasroel Chas, beliau memang berniat ingin mewujudkan cita-cita sang Bapak memajukan kota ini.
GM PT BIJAC, DOLLY EFONNE, DIDIK TENAGA KERJA SAMPAI KE MANNER
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 12, 2008 oleh dodisyahputra
Tenaga kerja yang kami didik, sampai ke keterampilan kerja bahkan kelakuan dan standar pelayanan internasional. Mereka kita telah ajar dan didik selama lebih dari empat bulan. Di Hotel Pusako mereka kita inapkan selama 10 hari ditambah di Balai Latihan Kerja serta di lapangan.18 NAKER PILIHAN Payokumbuah DILEPAS KE ARAB SAUDI
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 12, 2008 oleh dodisyahputraSATU RUMAH DILALAP API, MOBIL PEMADAM BALIK KANAN, JARAK YANG JAUH DAN SULIT
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 11, 2008 oleh dodisyahputraFESTIVAL GALAMAI PAYAKUMBUH 2008
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 8, 2008 oleh dodisyahputra
Satu lagi, gebrakan kaum muda di Payokumbuah akan digeber di Ngalau Indah tengah Desember mendatang. Tepat di HUT Kota Payokumbuah 17 Desember mendatang Forum Kreatif Muda Payokumbuah Limopuluah Koto (Forkemp50) sedianya menghelat Festival Galamai Payakumbuh 2008.
Optimisme. Inilah kunci kegiatan ini disiapkan oleh Forkemp50. Ketua Umum Forkemp50, Endy Yacoeb menyebut festival yang menggabungkan pesta dan lomba kulinari nusantara ini dilengkapi dengan pesta anak, lomba fotografi, serta lelang galamai. Antusias masyarakat Payokumbuah telah sangat tinggi.
“Info ini belum kita launching secara umum. Tapi, ya bocor juga. Banyak ibu-ibu yang menyatakan siap ikut serta, walau tanpa bantuan bahan da kelengkapan dari panitia. Sebab, kami tengah menyiapkan hadiah lomba, satu sepeda motor. Bagaimana mereka tidak langsung respon,” ujar Endi Yacoeb saat ditemui di Sekretariat Forkemp di Komplek Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah Payokumbuah.
Langkah optimis yang digagas kaum muda ini, saat ini tengah didata calon sponsor yang tepat. Selain memaksimalkan sponsor profesional, Forkemp50 masih memantapkan ide untuk festival yang tidak bernuansa kampanye politik.
“Insya Allah kalau kita bisa menggaet sponsor yang pas nantinya. Kalau nanti, tidak bisa juga barulah kita terpaksa gaet sponsor dari segala unsur,” ujar Endi meyakinkan.
Festival Galamai Payokumbuah 2008 diharapkan menjadi event akbar penutup tahun 2008. Selain diperlombakan, juga akan digaet rekor museum rekor Indonesia (MURI) yang menjadi labelling utama kegiatan ini nantinya.
Secara persiapan, panitia telah siapkan proposal secara lengkap. Endi juga menyebut, konsep kegiatan ini akan sangat ramai pengunjung sebab di jadwal yang bersamaan belum ada event lain yang segema sama dengan lomba galamai ini.
GALAMAI
Galamai adalah salah satu makanan kecil dengan bahan dasar tepung beras ketan, gula aren dan santan yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Jika di daerah lain makanan sejenis ini dikenal sebagai dodol atau jenang. Hampir semua suku di Indonesia memiliki jenis makanan kecil ini. (Dari Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).
Galamai biasa dikerjakan bersama dalam satu kelompok. Prosesnya mulai dari menumbuk tepung, memeras kelapa, sampai mengaduknya dalam kuali besar yang panas secara terus-menerus sampai galamai matang sesuai yang dikehendaki. Khas Payakumbuh. Tak ada yang berani menentang stigma masyarakat ini tentang Galamai.
Galamai telah menjadi ciri khas setiap waktu yang mesti disajikan dalam setiap kegiatan sosial kemasyarakatan bahkan pemerintahan sampai oleh-oleh untuk dibawa dan dikirim ke rantau.
HUT PAYAKUMBUH
17 Desember mendatang, merupakan hari bersejarah bagi Kota Payakumbuh yang tepat berusia 38 tahun. Kota sedang dengan kisaran penduduk 103.000 jiwa ini memiliki alam penuh rona keindahan dan masyarakat yang giat bekerja. Payakumbuh sendiri dikelilingi oleh wilayah Kabupaten Limapuluh Kota di batas luarnya, sehingga identik Payakumbuh juga melekat setali tiga uang dengan penduduk Limapuluh Kota.
Di momentum besar ini, Forum Kreatif Muda Payakumbuh Limapuluh Kota atau dikenal dengan sebutan Forkemp50, menggagas event Galamai dan HUT Kota yang dipadupadankan dengan kegiatan hibura masyarakat yang akan memberikan arti tersendiri. Mulai dari Lomba Galamai, Galamai Terbesar, Lelang Galamai, sampai kepada hiburan pentas seni, musik, lomba anak, pameran produk tradisi dan modern, serta Lomba Fotografi.
Seluruh kegiatan dipusatkan oleh Forkemp50 di Komplek Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah yang mampu menampung pengunjung sampai 20.000 orang setiap hari event berlangsung.(s)
CITY SUMMIT USAI, PACU ITIAK, SIAPKAN PROYEK LIMBAH
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 8, 2008 oleh dodisyahputraProsesi penutupan Summit Meeting 4-th Indonesia Sanitation Sector Development Program (ISSDP) berakhir dengan komitmen bersama lewat Deklarasi Payokumbuah dan terpilihnya kota Surakarta selaku tuan rumah di tahun 2009 mendatang. Para tamu yang berasal dari Bank Dunia, ISSDP dan Bappeda serta Pokja-Pokja di seluruh Indonesia mengaku Payakumbuh memiliki potensi besar untuk sukses sanitasi di tahun-tahun mendatang.
“Kita baru lakukan progress program di Payokumbuah ini. Kota Payokumbuah dengan 73 kelurahan yang ada kami anggap telah siap menjalankan program fisik limbah untuk tahap pertama yang rencananya akan dilakukan di 2009 mendatang. Bantuan fasilitasi dan konsultan program dari ISSDP sangat membantu kota-kota di Indonesia, termasuk Payokumbuah,” ujar salah seorang peserta dari Bappeda Kota Batu, Jawa Timur.
Pendopo Walikota menjadi rendevou para peserta yang selama tiga hari kemarin mengikuti rangkaian kegiatan City Summit 2008. Sebelumnya, sesuai jadwal para peserta Lokakarya Sanitasi mengaku kagum dengan sanitasi masyarakat (Sanimas) yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Bahkan, di Kelurahan Aur Kuning yang menjadi Kelurahan Terbaik di Indonesia dikunjungi langsung perkembangan sanitasi yang telah dilakukan di sana.
Para wakil ISSDP dan Bank Dunia serta seluruh peserta berkumpul di depan Kantor Lurah Kelurahan yang berada di kawasan lereng Gunuang Sago. Lokasi yang sangat sejuk ini terlihat sangat bersih dengan drainase yang dibuat oleh masyarakat. Rumput-rumput pun terpangkas rapi.
Setengah tim kemudian berpisah. Mereka naik ke atas sekitar 2 km ke Kelurahan Kapalo Koto. Di sana, lokasi yang sangat indah terpampang. Kapalo Koto secara mandiri kemasyarakatan juga telah sukses mengembangkan program sanitasi. Sehingganya, masyarakat terbiasa hidup bersih lengkap dengan pola hidup yang muli membaik.
PACU ITIAK
Penghibur peserta, Persatuan Olahraga Terbang Itiak (Porti) Payokumbuah menggeber lomba pacu itiak di jalan raya depan Kantor Lurah Aur Kuning. Delapan ekor itiak dipacu untuk terbang sejauh 800 meter. Hanya saja, mungkin karena terlalu banyak peserta yang menyaksikan di sepanjang jalan bersenjatakan kamera, itiak-itiak itu ketakutan.
Pacu itiak ternyata mampu mencerahkan semangat para peserta yang kelihatan sudah suntuk sehari penuh sehari sebelumnya menjalani lokakarya. “Wah, itiknya terbang tak jauh-jauh. Takut mungkin,” ungkap wakil ISSDP Menonn Oppermann.
Kekhasan budaya Payokumbuah, ditampilkan di dua kelurahan lengkap dengan keasrian alam dan kebersihan alam serta lingkungannya. Semangat yang sama diperlihatkan saat ibu-ibu PKK setempat memperlihatkan proses pembuatan jamban semen yang mereka buat sendiri. Cetakan jamban duduk yang dicetak rapi itu bisa dibuat dengan ringkas.
“Kami menjalankan ini secara mandiri, dibantu oleh Dinas Kesehatan. Termasuk alat cetak atau mal yang melakukan cetakan jamban dengan sempurna,” ujar para ibu yang tengah bekerja membuat jamban tersebut.
Para peserta City Summit hari ini masih berada di Payokumbuah dan daerah sekitar. Mereka menyempatkan diri berwisata ria di seluruh daerah wisata di Payokumbuah dan Limopuluah Koto. Dampak positif, seperti yang diharapkan oleh Walikota Josrizal Zain dengan digagasnya Summit Meeting pada hari Rabu sampai Jumat.
“Sabtu sampai Minggu kita harapkan tidak ada lagi uang yang akan dibawa oleh peserta pulang. Kalau bisa sudah habis berbelanja dan berhiburan wisata di Payokumbuah,” ujar Josrizal sambil bergurau.(s)
Advokasi Sanitasi Payakumbuh Tinggi
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 8, 2008 oleh dodisyahputra
Dalam keynote speaking yang dibacakan oleh Ketua DPRD Payakumbuh H Jendrial, Kamis (6/11) pagi ini dinyatakan dukungan dewan telah terambatkan sampai kepada anggaran yang terus dikembangkan.
Jika di tahun 2006, ungkap Jendrial baru dianggarkan Rp3 juta untuk kegiatan ini, namun karena komitmen terus menguat maka sampai 2008 telah Rp11,8 miliar anggaran disiapkan dan dipakai sejak 2006 itu.
Kesadaran legislatif yang disebut keberhasilan advokasi sanitasi ini makin diperkuat dengan sukses kegiatan yang ditunjukkan dengan makin meningkatnya kualitas hidup dan ekonomi masyarakat. Kegiatan sanitasi di Payakumbuh, yang dibahas di Ruang Pertemuan DPRD dihadiri oleh Dirjen Cipta Karya, Walikota enam kota program snaitasi se-Indonesia serta perwakilan seluruh kota di Indonesia.
Josrizal Zain selaku walikota mengatakan berkat program sanitasi ini telah meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Pengurangan drastis orang sakit misalnya, meski telah ditanggung di bawah payungprogram Jamkesko, telah memberikan dampak baik.(s)
PACU ITIK DAN PAWAI BENDI RAMAIKAN CITY SUMMIT
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 8, 2008 oleh dodisyahputraPeserta Lokakarya City Summit, atau peserta temu kota tingkat nasional ke-4 di Kota Payakumbuh, diwarnai dengan pawai bendi dan pacu terbang itik. Seluruh peserta, terasa dimanjakan tuan rumah, dengan diaraknya mereka di atas kendaraan tradisonal bendi serta disuguhi menyaksikan pacu terbaik itu, selama lokakarya City Summit, 6-7 November.
Kepala Bappeda Blitar M Taufik ketika ditemui wartawan koran ini, mengemukakan, ia merasa puas dengan pelayanan tuan rumah begitu ramah. “Sejak kedatangan kemarin (Rabu 5/11, Red), setelah dijemput ke BIM, kami telah dimanjakan, dijamu makan malam bersama, lalu diarak naik bendi hari ini, (Kamis kemarin, Red). Jum’at ini, kami juga akan dibawa menyaksikan pacu itik, hanya satu-satunya ada di Payakumbuh, ucap M Taufik.
Dikatakan, lokakarya City Summit ke-4 yang digelar di Payakumbuh, bakal merumuskan sebuah kebijakan pentingnya sebuah kota dan kabupaten membangun sanitasi. Menurut M Taufik, sebuah kota modern, bukan ditentukan dengan pembangunan gedung bertingkat, tapi bagaimana sebuah daerah dalam mengembangkan sanitasi.
Artinya, papar M Taufik warga tidak lagi membuang sampah sembarangan. Memelihara dan menata lingkungan menjadi hijau dan asri. Sistem drainase disetiap lingkungan pemukiman, terhindar dari bahaya banjir. Seluruh masyarakat sudah memanfaatkan air bersih untuk minum dan MCK. Lokakarya Sanitasi ISSDP di Kota Payakumbuh.(s)
KEBIJAKAN AMPL JADI PRIORITAS, DIRJEN CIPTA KARYA FOKUS
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 8, 2008 oleh dodisyahputraAir Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) menjadi fokus perhatian Dirjen Cipta Karya Dirjen Cipta Karya Departemen PU yang meminta pemko dan pemkab di Sumatera Barat, memelihara sumber-sumber air bersih. Laporan Bappeldalda, sungai-sungai di Sumatera Barat belum tercemar, diminta untuk dipelihara. Karena, hampir di seluruh provinsi di tanah air, kondisi sungai-sungainya sudah banyak yang tercemar.
Penegasan tersebut disampaikan Budi Yuwono, ketika memberikan pengarahan dalam acara Lokakarya City Summit/ISSDP ke-4 di aula DPRD Jalan Sukarno-Hatta Payakumbuh, Kamis (6/11). Pemeliharaan air bersih, disebut Budi, sesuatu yang terpenting dalam pengembangan sanitasi ke depan.
Seluruh Pemprov, pemko dan pemkab, diseluruh Indonesia, diingatkan, untuk komit mengalokasikan dana dalam membangun sanitasi. Program sanitasi, mencakup bidang air bersih, limbah, drainase dan pemeliharaan lingkungan, bukan bergantung dengan pemerintah pusat atau hibah dari bank dunia.(s)
DEKLARASI PAYAKUMBUH TERCIPTA, SANITASI HAK PUBLIK
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 8, 2008 oleh dodisyahputraUsai Deklarasi Blitar tahun 2000 lalu, akhirnya kini muncul Deklarasi Payakumbuh yang ditandatangani oleh para Walikota yang tergabung dalam program sanitasi ISSDP, Kamis (6/11) kemarin di Ruang Pertemua DPRD Kota Payakumbuh. Di dalam deklarasi tersebut berisikan pernyataan dukungan dan komitmen Walikota Kediri, Batu, Malang, Semarang, Pekalongan, Tegal, Padang, Bukittinggi, Mawardi Nurdin, Pematang Siantar, Pekanbaru, Palembang, Payakumbuh dan Blitar terhadap sanitasi.
“Komitmen kota-kota yang akan bergabung dalam program sanitasi kota ini diharapkan mampu menegaskan bahwa kota-kota ini peduli dengan kualitas dan percepatan taraf kesehatan dan ekonomi masyarakat sebagai dampak peningkatan kualitas sanitasi. Sanitasi sebagai program hulu mampu menepis seluruh kesulitan dampak sanitasi buruk seperti penyakit dan ekonomi yang buruk,” ujar Walikota Payakumbuh, Josrizal Zain bersama Dirjen Cipta Karya Ir. Budi Yuwono Dipl SE MT, wakil dari ISSDP (Indonesia Sanitation Sector Development Program) Menno Opermann dan Kepala Bappeda Kota Blitar M Taufik saat press conference usai sesi pembukaan City Summit ISSDP di Payakumbuh.
Sementara, Sumbar sendiri aku Kepala Bappeda Sumbar Bambang Istijono telah memaksimalkan perhatian ke sanitasi masyarakat. Pemprov Sumbar telah meminta seluruh kota dan kabupaten untuk menyusun konsep pembangunan sanitasi di daerah masing-masing. Ke depan Pemprov Sumbar akan memaksimalkan konsep yang disusun oleh masing-masing kota dan kabupaten ini agar menjadi usulan bersama ke pemerintah pusat.
“Sumbar fokus di bidang sanitasi. Provinsi pun mendukung Air Minum dan Penyehatan Lingkungan dukung (AMPL) sanitasi, percepatan pembangunan serta terjadinya sharing pembiayaan pembangunan di bidang ini. Ke depan, masyarakat Sumbar akan lebih sadar dan ikut fokus mendorong dari masyarakat sendiri agar program ini berjalan dengan baik,” ujar Bambang Istijono.
OTONOMI DAN HAK RAKYAT
Sanitasi adalahhak rakyat yang perlu diperhatikan oleh negara ini. Oleh Payakumbuh, bahkan perhatian terhadap sanitasi telah mendapat respon positif dari semua kalangan, termasuk eksekutif dan legislatif yang mendudukkan angka jauh di atas standar nasional dan dunia sekalipun untuk sanitasi per orang per tahun.
Walikota Payakumbuh, Josrizal Zain menyebut lewat otonomi daerah pemerintah sendiri kini memaksimalkan pelayanan prima terhadap hak-hak publik. “Sanitasi adalah kebutuhan dasar, pembuangan limbah dan sampah, saluran air, lewat bantuan konsultan ISSDP Payakumbuh ingin lebih maju dan sehat,” ujar Josrizal kepada wartawan.
Payakumbuh, ungkap Josrizal ingin memancig perhatian para pengusaha atau entrepreneur di bidang sanitasi sehingga sanitasi pun dapat menjadi usaha kerja bagi masyarakat. Ditambahkan M Taufik kota sanitasi di Indonesia telah mengintegrasikan persoalan dengan perang kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang bermuara ke penanggulangan kemiskinan. “Itulah yang dilakukan Blitar sehingga program sanitasi ini sukses,” ujar Taufik yakin.
Sementara itu, Dirjen Cipta Karya Budi Yuwono menyebutkan bidang sanitasi ini di Indonesia cukup tertinggal. Masih tercatat 40 juta jiwa tidak punya akses sanitasi. Kini, pemerintah konsern ke pemeliharaan air bersih. Disimpulkannya bahwa sanitasi bukan mandek karena masalah teknologi.
“Yang bermasalah itu komitmen dan dukungan kota itu sendiri. Telah dilaksanakan program ini di 11 kota, namun hanya 3 kota yang berhasil kini dengan sanitasinya; Denpasar, Surakarta dan Banjarmasin,” tegas Budi Yuwono.
Soal uang atau bantuan dana jangan dicemaskan. “It’s not the money but the good plan,” kata banyak Menno Opermann dari ISSDP. Jika perencanaan program dan dukungan pemerintah kota dan masyarakat baik, maka dana dari negara donor pasti akan datang dengan sendirinya.
Sedikit menepis Menno Opermann, Josrizal masih berharap agar dana Rp1,5 miliar bantuan Bank Dunia untuk sanitasi 2008 segera cair di 2009. Sebab belum cairnya anggaran pusat ini, karena belum diterbitkannya surat menteri keuangan (SMK) tentang anggaran ini. 457 kota dan kabupaten di Indonesia saat ini memiliki kekuatan sektor sanitasi di masing-masing daerah. Hanya tentu, kepedulian dan heritage atau sikap hidup masyarakat perlu diperbaiki. Sebuah jalan yang masih panjang.
PUAS DAN KAGUM
Meski belum menyempurnakan secara fisik, namun setidaknya wajah-wajah kepuasan tersirat di wajah-wajah tamu kota Payakumbuh yang datang dari seluruh kota di Indonesia. Para tamu mengakui kota Payakumbuh penuh energi kebersamaan serta kekompakan sehingga mampu cepat mengadaptasi program ISSDP di kotanya.
Payakumbuh, perlu penguatan dan dukungan lebih lanjut. Ruangan pertemuan DPRD yang telah diberi penyejuk ruangan kapasitas besar itu, tetap terasa panas karena banyaknya tamu yang datang. Meksi panas, para peserta tampak antusias, sebab program sanitasi ini sangat menjanjikan bagi kota-kota mereka. Berikutnya, setelah Payakumbuh, akan menyusul Padang dan Bukittinggi.(s)
Wartawan Menuju Kursi Dewan, Tebar Janji Politik atau Demi Rakyat?
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 3, 2008 oleh dodisyahputra
Ah, kalau pilar pembangunan keempat, wartawan mengkritik kinerja dewan dan pemerintah rasanya sudah biasa. Sebab, memang itu salah satu tugas yang diembannya selaku penyedia informasi publik. Nah, akan jadi tidak biasa kalau wartawan kini bersiap duduk di bangku dewan. Siapa lagi yang akan mengkritik?EKONOMI GLOBAL, LAWAN DENGAN KEBIJAKAN LOKAL, MOTOR VIAR PILIHAN BIJAKSANA
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 3, 2008 oleh dodisyahputra
Mulailah Anda berpikir, betapa investasi, uang rasional dan kekayaan dapat goyah hanya karena di Amrik sana terjadi keguncangan ekonomi. Makanya, kekuatan modal yang utama masyarakat kebanyakan Indonesia yang cenderung mengkonsumsi produk berharga mahal menjadi keborosan yang mengikis nilai ekonomi lokal.
“Sebaiknya kita sadari bahwa konsumsi yang pas itu adalah produk dengan harga murah namun berkualitas sebanding atau bahkan lebih dari rupiah yang kita keluarkan. Resesi ekonomi dunia, mengharuskan kita segera arif dengan keadaan, instabilitas modal kita terhadap penguasaan barang. Intinya, kita harus makin cermat memilih dan memutuskan setiap kebutuhan yang kita beli,” analisis ekonomi Deddi Rinaldy, Kacab Viar (PT KLM) Payokumbuah ini disampaikannya di depan wartawan bersama dengan Kepala Cabang leasing mitra Viar.
Menurut Deddi, ekonomi lokal butuh produk andal yang mampu tahan lama sekualitas dengan produk unggulan setipe namun dengan harga yang menghemat belanja masyarakat. Tanpa tedeng aling-aling Deddi menunjuk ke 280 unit motor Viar yang Sabtu (1/11) itu mangkir di showroom-nya.
Deddi menandaskan bentuk komitmen Viar terhadap masyarakat yang kini kian mengincar produk motor hebat harga hemat ini kian dibuktikan pula secara nasional dengan diperluasnya pabrik dengan tambahan kapasitas lebih kurang 29 Ha. Kacab PT Adira Finance Rusdi Faisal, Kacab PT Bhakti Finance M Ivan Gunawan dan Kacab PT Mandala Finance Budi Setiawan terlihat sangat setuju dengan pandangan dan analisis ekonomi Kacab Viar yang bulan Oktober ini mampu menggenjot penjualan 6,5 persen dari bulan sebelumnya.
Perluasan pabrik yang direncanakan akan rampung di awal 2009 di Semarang itu, imbuh Deddi akan menambah kapasitas produksi yang saat ini telah mampu menyelesaikan 800-1.000 unit per harinya.
Meski begitu, Deddi yang baru kembali dari Thailand bersama ratusan tim penjualan lainnya menegaskan bahwa unit yang kini mangkir di kantornya itu hanya akan bertahan selama dua minggu ke depan. “Permintaan Viar motor di area saya, Payakumbuh, Bukittinggi, Padangpanjang, Tanahdatar, Limapuluh Kota sangat tinggi. Tak lebih dua minggu, stok baru akan datang mengisi kembali,” ujarnya serius.
DUKUNGAN LEASING
Selain animo masyarakat dan kesadaran berbelanja yang ikut meningkat saat ini, pihak leasing sebagai mitra penjualan Viar, PT Adira Finance, PT Bhakti Finance, PT Mandala Finance melihat Viar sebagai produk unggul yang kini berstatus Green atau lancar terkendali. Viar menurut pihak leasing memiliki stock unit yang selalu ready (tersedia), bengkel Viar ada dimana-mana, sparepart tidak pernah habis di pasaran, outlet-outlet atau kios penjualan yang tersebar merata di setiap kecamatan, varian yang menarik sesuai dengan selera pasar terkini dan mesin yang bergaransi.
Tentu saja pihak leasing merasa mitranya Viar motor telah ikut besar bersama mereka. Apalagi, bisa dikatakan Viar kini terus merangsek di grafik penjualan level atas produk sepeda motor di area mereka.
“Kami pun sangat terbantu dengan adanya perusahaan leasing berpengalaman bermodal kuat yang menjadi mitra kami. Sekaligus, mampu terus meningkatkan citra Viar bersama kualitasnya di mata masyarakat,” Deddi Rinaldy berujar.
Krisis global sama sekali tidak membuat Viar mundur selangkah pun. Opimisme pasar lokal justru yang terpenting dilirik Viar sebagai pendukung utama penjualannya. Pasar telah cerdas memilih, produk murah tapi berkualitas tinggi menjadi incaran.
Krisis global tidak harus membuat kita menyerah. Banyak kekuatan ekonomi bangsa ini yang menjadi benteng dan penguat ekonomi lokal. Makanya, masyarakat harus memilih dan merujuk ke produk andal tanpa harus menguras keuangan dalam-dalam,” pungkas Deddi Rinaldy sembari, menunjuk produk motor Viar yang memenuhi kantornya.(s)
DASRIL, ANAK MUDA DURIAN TINGGI JADI CALEG, DAERAH PENGHASIL GAMBIR DAN KARET
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 3, 2008 oleh dodisyahputra
Satu lagi, anak muda berani maju membela nagarinya. Darah resimen mahasiswa sampai kini punmasih kental di tubuhnya, Dasril sarjana pendidikan Islam yang kini maju di bawah bendera Partai Gerindra dengan nomor urut 1 dapil 5 Limopuluah Koto.
Putra Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Kapur IX yang lahir 20 Juni 1980 lalu ini tak punya misi yang terlalu muluk-muluk. Nagarinya yang jauh di pelosok daerah itu ingin dimajukannya dengan kemampuannya nanti jika duduk di kursi dewan. Rang mudo yang sempat merantau selama dua tahun lalu ke tanah Jawa ini, kini kembali atas desakan hati ingin berbuat demi nagarinya.
“Saya tak banyak angan-angan. Sifat saya sejak kecil. Kuat hati saya agar kampung saya di Durian Tinggi, yang meski jauh dari pusat kabupaten, tetpi telah memberikan pemasukan yang cukup banyak untuk daerah ini. Durian Tinggi selama ini dikenal penghasil gambir dan karet terbaik di Limopuluah Koto,” ujar Dasril bersemangat saat tengah menggelar kemah bakti Menwa Satuan 103/Mahasakti IAIN IB Padang di lapangan bola Ujuang Labuah 23-26 Oktober lalu.
Mengaku belum mempunyai dana kampanye yang cukup, Dasril tetap optimis warga di lingkungan Kapur IX dan Pangkalan tidak melihat caleg dari kemampuan finansial. Warga di dua kecamatan ini lebih rasional memilih dan menetukan pilihan.
Penanaman 500 pohon pinang, bakti sosial di Mesjid Taqwa Ronah, pembangunan dan perbaikan Polindes, SD Ronah, Penyuluhan anti narkoba di SMU 1 Muaro Peti, Ceramah habis maghrib 4 mesjid, Khatib Jumat di 3 mesjid menjadi kegiatan utama tampilnya Dasril di kampung halamannya. 30 anggota SatMenwa IAIN Imam Bonjol Padang yang merupakan adik-adik binaannya dibawa ke Durian Tinggi menghelat kemah bakti di sana.
BERGABUNG DENGAN GERINDRA
Selaku warga partai berlambang garuda emas ini, Dasril mengaku telah mengenal kemunculan Gerindra dari kantor DPP, di Jalan Brawijaya. Selain banyak senior Menwa, di DPP juga banyak Rang Minang yang menjadi pengurusnya. Termasuk, Bendahara Umum Gerindra, Halida Hatta.
Program pembuatan kaligrafi triplek yang kini menjadi inventaris mesjid-mesjid di Durian Tinggi adalah hasil karya tangan Dasril dan Menwa IAIN Imam Bonjol. Jamaah berterima kasih dengan buah hati mereka itu.
“Saya tidak memiliki visi misi yang muluk-muluk. Hanya ingin nagari dan kampung halaman termajukan dengan dukungan pemerintah serta diperhatikan lebih baik lagi,” pungkas Dasril.(s)
8 KG EMAS HILANG, TOKO MAS TRI ARGA DIKUPAK MALING, PELAKU GUNAKAN LAS KARBIT, RUGI 2,2 MILIAR
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 3, 2008 oleh dodisyahputra
Kasus curat (pencurian dengan pemberatan) kali ini menimpa H Azwir St Mudo. Toko emas dua petak, Tri Arga yang terletak di jalan Arisun no. 124 Kelurahan Daya Bangun dibobol maling Minggu (2/11) kemarin. Tak tanggung-tanggung, H Azwir diperkirakan harus menanggung rugi Rp.2,2 miliar!
Emas seberat 8 kg yang disimpan H Azwir di dalam tempat penyimpanan barang lenyap bersama uang tunai Rp40 juta. Total kerugian yang diperkirakan mencapai Rp2,2 miliar ini sangat menggemparkan Pasar Payokumbuah.
Kapolresta Payokumbuah AKBP Drs Mahavira Zen MM menyebutkan perkiraan aparat saat terjadinya pencurian berlangsung antara pukul 01.00 sampai 03.30 pagi.
“Pelaku menggunakan perlengkapan las karbit tabung LPC. Keahlian pelaku ini terlihat dari TKP yang ditemukan disana perlengkapan las karbit LPC, tabung karbit kecil, linggis, kunci-kunci pembuka baut sat set,” papar Mahavira Zen.
Uniknya, para pelaku pencurian ini tidak langsung masuk ke Toko Emas Tri Arga. Mereka cukup lihai, dengan membobol toko yang di sebelahnya. Sehingga, kecurigaan sepertinya berkurang. Baru pagi hari, saat karyawan toko masuk, mereka sontak terkejut, toko mereka kemalingan.
Toko emas yang berada di keramaian pedagang di siang hari itu, dini hari kemarin betul-betul sial. Pencuri yang sementara diperkirakan polisi berjumlah 3-5 orang itu tengah diburu aparat. Sampai berita ini diturunkan, tim Mapolresta Payokumbuah tengah dikerahkan sedari pagi kemarin mengincar pelaku.(s)
PLEDOI KASUS KORUPSI DINAS TANAMAN PANGAN, PENASEHAT HUKUM : JAKSA SUBJEKTIF DAN TENDENSIUS
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 3, 2008 oleh dodisyahputraJaksa agak tersentak, ungkapan di akhir pledoi atau pembelaan penasehat hukum Sulaiman. Zuhril Akmal SH dan O SH mnyebut jaksa penuntut umum sangat subjektif dan tendensius sekali.
Tentang jumlah pidana yang diajukan jaksa penuntut umum selama 4 tahun 6 bulan menurut penasehat hukum tidak masuk akal dan tidak relevan dilihat dari tingkat kesalahan, jika memang menurut majelis hakim nantinya dinyatakan bersalah. Penasehat hukum membandingkan kasus dana Bank Indonesia yang mengurai kerugian negara sampai ratusa milyar rupiah hanya dituntut 6 tahun penjara.
Dakwaan Jaksa Penuntut Umum pada sidang 15 Oktober lalu, dan diberitakan Posmetro Padang sehari sesudahnya, menurut Penasehat Hukum Sulaiman, naif jika disebut terdakwa tidak memberikan contoh yang baik. Sebab, selama ini selaku pejabat daerah Sulaiman justru telah mendapatkan beragam prestasi di bidang pertanian di tingkat nasional, salah satunya Juara Nasional Penyuluh Teladan tahun 2007.
Dalam pledoi yang disusun oleh penasehat hukum Sulaiman setebal 31 halaman itu, dicantumkan bahwa selain di persidangan tidak cukup terbukti dengan pasti apakah benar terdakwa telah menerima uang dari Herman Suardi dan Alinur dan kemudian menyerahkan kembali sejumlah uang kepada Herman Suardi, Alinur dan Idi Syaufitri ? Penasehat hukum menyinggung bahwa jaksa penuntut umum tidak membuktikan atau meneliti harta kekayaan terdakwa, apakah benar pada waktu terjadi transaksi sejumlah uang dengan ketiga saksi terdakwa menerima uang?
“Bahkan dari ketiga saksi yang nyata-nyata mengakui menerima uang dari terdakwa tidak dilakukan penyitaan terhadap barang bukti hasil kejahatan tersebut. Jadi menurut kami bahwa unsur memperkaya diri sendiri ini belum cukup terbukti di persidangan, karena pembuktiannya sangat lemah dan tidak cukupnya alat bukti yang ditampilkan di persidangan oleh jaksa penuntut umum,” ungkap Zuhril Akmal SH,
Lanjutnya, Tidak dapat diyakini benar telah terjadi tindak pidana korupsi oleh terdakwa dalam bentuk memperkaya diri sendiri atau orang lain. Pledoi ini ditutup Zuhril Akmal SH dan “O” SH dengan permintaan penasehat hukum kepada Majelis Hakim untuk terdakwa harus dibebaskan dari segala tuduhan hukum serta dipulihkan segala hak, harkat, martabat dan nama baiknya.
Sidang selanjutnya diputus hakim dilangsungkan 12 November mendatang. Putusan majelis hakim atas kasus korupsi ini akan dijatuhkan di saat itu.(s)
PLEDOI KASUS KORUPSI DINAS TANAMAN PANGAN, SULAIMAN DUA KALI MENANGIS, NYATAKAN BERNUANSA POLITIK
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 3, 2008 oleh dodisyahputraDua kali Ir Sulaiman sesegukan. Ia terlihat sangat sedih di saat membacakan pembelaannya (pledoi) atas dakwaan Jaksa tentang tuntutan empat tahun enam bulan penjara baginya. Ir Sulaiman di Pengadilan Negeri Kota Payokumbuah, Jumat (31/10) lalu kembali disidang atas kasus korupsi racun tanaman yang dikenakan kepadanya.
Ketua Majelis Hakim Hendro Bawono SH, lalu mempersilakan Sulaiman membacakan pembelaannya. Pertama mengucap salam, Sulaiman sudah merah mata tanda sedih. Tak dipungkiri, raut wajah Sulaiman menahan beban setelah enam bulan lebih berada di sel tahanan selama masa penahanan dan masa sidang ini.
Sulaiman membela diri bahwa tidak ada seorang saksi pun yang mengetahuinya menyuruh Herman Suardi untuk menghilangkan atau menjual racun hama yang kini diperkarakan kepadanya sebagai tindak pidana korupsi. Herman Suardi menyebutkan bahwa kesaksian Herman Suardi adalah kesaksian tunggal yang tidak didukung oleh keterangan saksi lainnya.
Sejak 13 April 2008 lalu sampai saat ini, ungkap Sulaiman, semenjak ia mulai ditahan ia telah mencoba sedikit-sedikit belajar dan memahami persoalan hukum. Makanya, Sulaiman menyebutkan bahwa perkara yang ditimpakan kepadanya saat ini adalah perkara yang penuh nuansa politik, bukan tindak pidana. Sebab, ujar Sulaiman ia didakwa atas kesalahan yang bukan ia lakukan, makanya ia menyebut perkara yang ditimpakan kepadanya ini memiliki tujuan dan maksud-maksud tertentu.
Sulaiman menjelaskan, persoalan pengadaan pupuk benih dan obat-obatan ini bermula atas usulan Pemkab Limapuluah Koto kepada Departemen Pertanian melalui Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumbar guna membantu korban bencana alam, yang dimintakan adalah benih, pupuk dan racun tikus. Jadi tidak ada permintaan tentang racun hama dalam permintaan tersebut.
Sidang yang dimulai sejak pukul 10.00 pagi itu memang hanya beragendakan mendengarkan pledoi dari terdakwa dan penasehat hukum terdakwa.
SULAIMAN : SALAH ALAMAT
Pledoi setebal delapan halaman yang dibacakan oleh Sulaiman yang mantan Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Limopuluah Koto itu pun dilanjutkannya, usai menghapus air mata yang berlinang. “Lanjutkan!” ungkap Hakim Hendro Bawono SH.
Sulaiman menyebutkan bahwa yang seharusnya didakwa dan dituntut di persidangan adalah para pejabat PT Sang Hyang Seri yang telah melalaikan tugasnya. Menyangkut kesalahan dua stafnya, Herman Suardi dan Maspirin yang disebut oleh Sulaiman telah menghilangkan barang milik negara berupa pestisida, kepada mereka lah mestinya tuntutan diajukan.
“Lenyapnya barang-barang yang dimintakan untuk saya mempertanggungjawabkannya adalah merupakan tindakan yang melanggar dan melanggar hak asasi manusia,” ujar Sulaiman. (s)
PNS, Klick aja di sini!
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Nopember 1, 2008 oleh dodisyahputrahttp://www.cpnsonline.com/?id=dodisyahputr
FESTIVAL GALAMAI PAYAKUMBUH 2008
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 31, 2008 oleh dodisyahputraPENIPUAN DI PAYAKUMBUH
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 30, 2008 oleh dodisyahputraTukang Berprofesi Ganda Ditangkap Buser
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 28, 2008 oleh dodisyahputraFestival Galamai Payakumbuh 2008
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 28, 2008 oleh dodisyahputrawww.jpnn.com
http://www.jpnn.com/?mib=news.detail&id=8928
|
Senin, 27 Oktober 2008 , 19:57:00
JAKARTA - Dalam rangka ikut mensukseskan Visit Indonesia Year 2008, Forum Kreatif Muda Payakumbuh & Limapuluh Kota (Forkemp 50) pada 17 Desember 2008 mendatang menyelenggarakan Festival Galamai Payakumbuh 2008.
Festival akan diisi dengan beragam kegiatan antara lain pameran kerajinan tangan, berbagai lomba untuk anak-anak dan fotografi, serta pentas seni tradisional. “Acara puncak adalah Lomba Memaasak Galamai yang dipatenkan menjadi Galamai Terbesar minimal ukuran 22,5 meter oleh Museum Rekor Indonesia (Muri),” kata Dodi Syah Putra, selaku Panitia Penyelenggara, melalui telepon genggamnya dari Kota Payakumbuh. Selain ikut mensukseskan Visit Indonesia Year 2008, dia juga berharap agar even budaya ini dapat mendorong lahirnya berbagai kegiatan kreatif dan prestasi dari Kota Payakumbuh serta dapat meningkatkan peranserta perantau dalam membangun kampung halamannya. Galamai merupakan makanan khas masyarakat Kota Payakumbuh yang terbuat dari ketan hitam dan gula aren. Untuk daerah Jawa Barat dikenal dengan nama dodol. (Fas) |
LOKALISASI KUDA DI PAYOKUMBUAH
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 27, 2008 oleh dodisyahputra
ANGKAT DERAJAT MANUSIA, KUDA PAKAI KTA
Kuda. Hewan besar berkaki empat yang kencang larinya. Jika liar atau bebas di alam, kuda akan bergerombol dan sulit dijinakkan. Tapi, kalau sudah di kandang, kuda akan jadi hewan ternak yang potensial.
DODI SYAHPUTRA, PAYOKUMBUAH
Mau berkenalan dengan kuda? Jika berdiri telinganya tegak ke belakang, jangan coba-coba dekati. Bisa terhempas manusia ditendangnya. Namun, kalau kuda tenang saja, mau diapakan, terserah Anda.
Di Payokumbuah, baru ada satu kelompok tani ternak kuda yang eksis. Namanya, Damai Sakato. Ditangani oleh E Datuak Mangkuto Putiah yang setiap pagi meninjau ternak kuda yang sudah 22 ekor. Masing-masing kuda dilengkapi dengan kartu tanda anggota (KTA).
“E, kuda pakai KTA juga?”
“Ya, lah. Kuda kan hewan peranakan khusus yang punya ranji paling detail. Mungkin lebih detail dari manusia sendiri,” ujar Aspon Dede, Sekretaris Kelompok Tani Ternak Damai Sakato di Kelurahan Pasir Payokumbuah Utara.
Bahkan, uniknya, lokasi kandang kuda yang berjumlah 27 dan ditambah 20 kandang sapi ini berada di satu lokasi. Makanya, jangan heran kalau pengurus dan pemilik menamakannya Lokalisasi Kandang Ternak. Dalam artian positif, seluruh ternak yang berada di perumahan tersebut setahun belakangan tidak tersebar lagi.
Terkumpulnya kandang-kandang ini dalam satu lokasi dan di bawah payung Damai Sakato sekaligus menguntungkan bagi pemilik dan anggota kelompok tani ternak. Bantuan dari pemerintah terus mengalir. Salah satu contohnya bantuan P2KP/PNPM diberikan tahun lalu untuk penambahan kandang.
Hebat. Keluarga pemilik ternak kini sudah tercoret status keluarga miskin. Tidak pun disangkal, kelompok tani ternak ini juga memiliki nilai ekonomi khusus. Adanya bengkel “ampa basi” satu-satunya yang masih eksis di Payokumbuah.
Meski belum berbentuk koperasi pakan ternak, kuda-kuda peliharaan yang pagi sampai sore dipakai untuk menarik bendi, namun pengadaan pakan kuda sudah terkodinir dengan baik.
“Kelompok tani ternak ini membeli sagu per batang. Sehingga, harga jual yang diberlakukan lebih murah ke anggota. Insya Allah kalau diizinkan, ke depan kita bentuk betul koperasi khususnya,” ujar Aspon Dede.
KUDA PACU
Sekitar tiga ekor kuda juga dijadikan kuda pacu di gelanggang. Berbagai pacuan kuda sudah diikuti oleh kuda-kuda Damai Sakato ini. “Pernah menang!” Sayang, Aspon Dede lupa pernah menang dimana.
Kuda-kuda peranakan Australia yang bahenol berstatus G2 dan G3. Artinya, peranakan silang ketiga dan kedua dari kuda lokal dan kuda Australia. “Masih pirang-pirang tanggung lah.”
Pacu lokal terus dirajai oleh Damai Sakato. Rang Luhak Limopuluah Koto pun mengakuinya. Kehebatan Damai Sakato pernah dicoba juga oleh kelompok lain. Hanya saja, tidak pernah ada yang eksis. Kini, Damai Sakato satu-satunya di Sumbar yang merupakan kelompok bersama ternak kuda yang tercatat di pemerintahan kota Payokumbuah.
Alhasil, banyak program yang direncanakan oleh Dinas Peternakan selalu merujuk ke kelompok tani ini untuk diberikan bantuan bibit kuda. Hanya saja, saat mendengar akan ada bantuan, banyak lahir kelompok tani ternak dadakan. Makanya, program ini sedang dirancang ulang agar betul-betul tepat sasaran.
“Wah, tidak masalah kalau ada kontestan lain. Kita sih dukung saja. Cuma, kalau mereka serius kita bisa bantu tularkan sistem yang kita buat. Yang pasti, ada atau tidak ada bantuan kita tetap jalan,” Aspon Dede.
KAMPUNG BERSIH
Kelurahan Pasir dan Muaro dulunya terkenal kumuh sebab kotoran sapi dan kuda yang berleak-peak. Kandang kuda berada di dapur rumah warga. Tentu saja, kalau hujan mendera, bau apik dan busuk menyebar sengat.
Kini, setelah Damai Sakato membentuk lokalisasi kandang ternak, maka budaya hidung orang yang datang ke Pasir dan Muaro sudah hilang. “Alhamdulillah, anggota kian optimis, Pemko angkat topi.”
Tak salah bila peternakan kuda ini mendapat respn serius. Kuda-kuda tidak lagi menjadi binatang yang menyusahkan. Selain bernilai ekonomi tinggi, kuda juga mampu dijinakkan kotoran dan sistem pakannya dengan hadirnya kelompok tani ternak ini.
Ringkihan kuda setiap pagi menghentak Pasir dan Muaro. Hanya, warga yang memang agronomis dan peternak tidak dibuat terkejut. Kuda-kuda itu sudah bersih dan siap menghela bendi. Rupiah akan segera mengalir ke saku kusir bendi.
Payokumbuah, tengah giatnya menghela program kota bersih. Kuda bisa jadi panutan. Jika kuda saja telah bersih, kenapa manusianya tidak? (***)
FESTIVAL GALAMAI PAYAKUMBUH 2008
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 27, 2008 oleh dodisyahputraTerkait dengan HUT Kota Payakumbuh, 17 Desember mendatang, kami dari
Forum Kreatif Muda Payakumbuh & Limapuluh Kota (FORKEMP50) dengan
optimis akan mempersembahkan FESTIVAL GALAMAI PAYAKUMBUH 2008.
Festival yang akan diisi dengan beragham kegiatan, pameran, lomba2
anak dan fotografi, pentas seni dan yang utama Lomba Masak Galamai
yang dipatenkan menjadi Galamai Terbesar minimal ukuran 22,5 meter
oleh MURI.
Prestasi pertama kali di Payakumbuh ini mengharapkan ikut sertanya
para perantau Minang yang selama ini mengaku sangat peduli dengan
Nagari di Minangkabau.
Kami tunggu kepedulian para perantau sekalian.
DODI SYAH PUTRA
JOURNALIST & MEDIA ADVISOR
MOBILE : +6281266551333
MOBILE : +6281363652009
EMAIL : dodisyahputra@gmail.com
GALAMAI TERBESAR AKAN MASUK MURI
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 24, 2008 oleh dodisyahputraGalamai. Dikenal selama ini sebagai makanan tradisi Minangkabau yang disentrakan di Payokumbuah. Tak ada yang tak kenal makanan khas yang disajikan khusus di saat perhelatan atau Hari Raya di rumh-rumah penduduk.
Payokumbuah, berencana mengambil momentum ulang tahun kota ke-38, 17 Desember mendatang dengan helatan Galamai Terbesar yang direncanakan akan memecahkan rekor museum rekor Indonesia (MURI). “Izin prinsip telah kita komunikasikan dengan pihak MURI. Mereka menjawab bisa. Makanya, kini kita sedang matangkan konsep dan kegiatan ini,” ujar Kakan Pariwisata Seni dan Budaya, Yoherman SH SSos, kemarin.
Galamai yang direncanakan akan diperlombakan bagi seluruh perkumpulan masyarakat se Payokumbuah akan menjadi trademark tersendiri bagi kota batiah ini. Pertama kalinya Payokumbuah akan mendapat rekor nasional dari MURI.
Forum kreatif muda Payokumbuah Limopuluah Kota (Forkemp50) siapkan progress kegiatan yang rencananya akan dihelat di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah. Usai upacara peringatan HUT kota lalu Muspida akan membuka kegiatan lomba galamai terbesar itu.
“Insya Allah kita siap. Forkemp50 punya kekuatan kreativitas dan kru yang berpengalaman,” ujar Ketua Umum Forkemp50 Endy.
Rencananya, Senin depan akan dilakukan audiensi khusus dengan pimpinan kota agar persiapan makin matang dan tersiapkan sesuai dengan ide yang dibersamakan. Paling tidak, ujar Yoherman Galamai Terbesar ini akan dihadiri gubernur. Jika bisa tentunya tokoh nasional akan diundang untuk hadir.
“Kita siapkan!” tegas Yoherman.(s)
BAYI 14 HARI HILANG MISTERIUS
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 24, 2008 oleh dodisyahputraJanggal, penuh misteri dan tidak rasional. Oktarianesa (14 hari) hilang secara misterius tanpa jejak Kamis (23/10) malam lalu di Ketinggian, Sarilamak Limopuluah Koto. Bocah perempuan yang masih merah dan sangat dicintai oleh seluruh anggota keluarga Nofria Yesti (27), sang ibu dan Elfita Chandra (28), Bapak sang anak ini tak kunjung bersua hingga berita ini diturunkan.
Rumah permanen yang berada beruang tamu cukup luas itu, Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB telah senyap. Seluruh anggota keluarga (sekitar enam orang) berada di sana. Nenek, paman, orang tua serta saudara Oktarianesa yang lain menemani si kecil tidur. Lampu dan televisi kemudian dimatikan sang Bapak.
“Pintu-pintu kemudian saya kunci. Tidak ada yang terlewat. Jendela pun semua kami tutup rapat,” ujar Chandra dengan terbata-bata dan mata yang masih memerah.
Sekitar jam 23.30 WIB Nofria terbangun. Hanya setengah jam terselang sejak mereka ingat betul sudah mulai terlelap. Posisi Nofria yang berada di kiri Oktarianesa dan sang ayah yang tidur menggelung di arah bawah kaki si ibu. Spontan, Nofria yang terjaga melihat ke arah Oktarianesa. Eh, si anak sudah tidak ada di tempat tidurnya itu.
“Hei, ma anak ko ha?” Nofria sontak berteriak kebingungan. Dibangunkannya lah nenek si anak yang juga tidur tak jauh dari mereka, juga di ruang keluarga itu. Chandra ikut terjaga. Mereka bingung, anak mereka hilang.
Jelas, kepanikan timbul di wajah-wajah yang baru terlelap setengah jam ini. Chandra dibantu Melki, adik Nofria kemudian mencari anak itu di sekitar rumah, tak ketemu.
Makin panik. Mereka pun meminta tolong kepada tetangga. Aneh bin misterius si anak hilang tanpa jejak. Pintu dan jendela tak satu pun yang terbuka. Para tetangga, warga nagari Ketinggian ikut panik. Malam itu sampai pagi hari mereka berkeliling kampung sampai ke batas bukit dan sungai mencari si anak hilang. Tak ketemu.
Beragam upaya sampai sore kemarin dilakukan pihak keluarga dibantu para tetangga. Aparat kepolisian resor Limopuluah Koto pun diberitahu dan datang memberikan bantuan. Paranormal pun didatangkan. Kemenyan satu piring kanso terlihat habis dibakar di sudut rumah. Sang ayah juga membawa pakaian bekas anak untuk bahan mencari Oktarianesa lewat paranormal.
Sampai sore kemarin belum juga ditemukan petunjuk yang berarti.
DIBAWA ORANG HALUS?
Namanya juga pendapat orang tentu bermacam ragam. Sampai-sampai si anak diprasangka dibawa lari makhlus halus. Hanya, belum bisa dibuktikan kebenarannya sampai saat ini. Wabup Irfendi Arbi yang datang juga melihat ke lokasi siang kemarin hanya berpesan agar keluarga tabah, sabar dan tetap tawakkal menghadapi cobaan ini.
Aparat kepolisian sendiri, melalui Kasatreksrim Iptu Rahmat Mardian membenarkan kejadian tersebut dan telah mendapat laporan. Mereka berusaha membantu mencari keberadaan si anak, tentu dengan sistematika kerja kepolisian, pula.
Melki yang merupakan paman si anak menyebut saat ini belum bisa diprediksi sebab hilangnya Oktarianesa. Sebab, baduang atau pembungkus anak yang dipakai telah terurai saat si ibu terjaga. Hanya saja, tidak ada suara atau pertanda yang dapat dijadikan arah pencarian hingga saat ini.
Chandra yang bekerja di PLN Sicincin Harau mengaku tidak diberikan tanda-tanda atau firasat apapun akan hilangnya anak ini. Hanya, waktu mengandung si bayi, Nofria sempat sakit-sakitan. Tapi, tidak satu pun yang mengarah akan hilangnya anak di 14 hari usianya.
Seluruh warga yang terus berkumpul di pekarangan rumah si bayi, tak henti-henti bergumam nyinyir. “Alun pernah terjadi nan mode iko. Alun pernah tadanga, talihek ataupun tabaco beritanyo,” ujar para warga.
BAYI NORMAL
Oktarianesa adalah bayi normal yang lahir dalam keadaan sehat. Berat 3,5 kg dan berkulit cerah. Bayi ini, dilahirkan di Bidan Yen Tarantang Ketinggian Lembah Harau.
Oktarianesa pun tidak banyak ulah. Bayi sehat yang menggembirakan seluruh anggota keluarga ini, jelas membuat mereka sangat sedih. “Dimanakah engkau kini, bayi cantikku,” barangkali ini yang terucap terus dari mulut Nofria yang hingga hari ini masih trauma dan tidak mau disapa oleh siapa pun.
Oktarianesa hilang secara misterius. Tak satu pun jejak yang dapat menjadi arah pencariannya. Seluruh warga Ketinggian telah ikut mencari sampai ke ujung-ujung nagari. Usaha dan upaya masih mereka, keluarga Oktarianesa lakukan. Semoga si anak hilang kembali lagi. Insya Allah.(s)
MALING MOTOR DIHADIAHI TIMAH PANAS
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 15, 2008 oleh dodisyahputraDIBEKUK MASYARAKAT DAN POLISI
Keresahan warga Payokumbuah, sedikit terobati. Pelaku pencurian kendaraan bermotor “PJ” berhasil diringkus sekaligus dihadiahi satu butir timah panas di kaki kirinya oleh aparat kepolisian.
“PJ” yang warga Tanjung Pati Harau itu berhasil ditangkap warga bersama-sama aparat buru sergap (buser) Polresta Payokumbuah dan Polres Limopuluah Koto saat beraksi Minggu (17/8) pagi. Di hari kemerdekaan RI ke-63 ini, “PJ” seperti gatal tangan.
Yamaha Vega yang tengah berdiri kaku alias diparkir warga diintainya. Sendirian, kala itu “PJ” kemudian menggunakan jurus tipu muslihat plus congkel maling nya di kawasan Padang Alai Payokumbuah Timur.
Sebab kecurigaan warga kian tinggi, “PJ” berusaha kian giat melakukan aksinya. “PJ” yang telah ditengarai aparat kepolisian dua Polres itu sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor kemudian diteriaki warga dengan sebutan, Maling!
Sontak, “PJ” terkejut setengah mati, sementara puluhan warga dan aparat kepolisian mengejarnya. “PJ” tak kuasa lari jauh. Polisi kemudian mengamankan “PJ”.
Eh, dasar maling. “PJ” rupanya banyak akal bulus. Ketika polisi tengah melakukan pengembangan lapangan, “PJ” berusaha lari. Polisi tentu saja harus bertindak tegas. Satu butir peluru bersarang di kaki kirinya. Dor!
“PJ” pun terkapar sambil meringis menahan sakit alang kepalang. Kaki kirinya lemah tak berdaya dan bersimbahkan darah.
Pelaku ranmor ini pun kemudian dilarikan aparat ke Rumah Sakit Adnaan WD guna mendapatkan pengobatan. Sedari itu, ruang rawat “PJ” kini dijaga aparat kepolisian.
“Ruang inap tersangka itu kami isolasi mengingat ada pengembangan penyelidikan. Kami tentu harus bekerja ekstra keras untuk mengorek keterangan kemudian menelusur lebih jauh. Sabar saja, polisi selaku pengayom masyarakat akan bertindak sekuat tenaga,” pungkas Kapolresta Payokumbuah AKBP Drs Mahavira Zen MM langsung kepada Posmetro Padang. (s)
PASCA LEBARAN, PNS DISIDAK
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 15, 2008 oleh dodisyahputraJOSRIZAL : PEGAWAI DISIPLIN
Hari pertama masuk kantor, para pegawai di lingkungan Pemko Payokumbuah diinspeksi mendadak
langusng oleh Wako Josrizal. Senin (6/10) kemarin Josrizal memeriksa langsung absensi pegawai dan
mencek kedatangan. 95% PNS di jajaran Pemko Payokumbuah sudah memenuhi kewajibannya. Meski
belum banyak yang bisa dikerjakan, tapi kehadiran PNS yang banyak membuat Josrizal Zain dan
Wawako Syamsul Bahri puas dengan disiplin seluruh pegawai.
“Saya senang dan puas dengan kehadiran seluruh pegawai. Mereka tak ada yang mungkir dengan
kewajibannya. Puasa yang ditutup dengan lebaran baru lalu, telah membuat mereka lebih disiplin, dari
tahun-tahun sebelumnya,” ucap walikota ketika ditanya wartawan di balaikota di Bukik Sibaluik
Payokumbuah.
Usai mengambil apel dan bersilaturahmi dengan seluruh pegawai Setdako, BPKP dan Satpol PP di
balaikota, walikota dan wawako serta Sekdako H. Mahmuda Rivai, SH, Asisten I Drs. Richard Moesa,
Asisten II Ir. Yanuar, Kepala Bawasda Drs. Yusuf Yatim, serta Plt. Kepala BKD Drs. Hendri Warman, II
secara terpisah langsung melakukan sidak ke semua SKPD dan kantor camat yang tersebar di penjuru
kota.
Keterangan walikota, ketika tim pemko melakukan sidak dan silaturahmi, seluruh meja di semua SKPD
sudah dipenuhi pegawai. Mereka yang tak masuk, adalah yang sakit, ditandai dengan surat keterangan
dokter, serta yang tengah menjalani cuti sebelum lebaran.
Sidak dilakukan walikota, wawako dan sekdako ke SKPD dan kantor camat, selain melihat tingkat
disiplin PNS, sekaligus dalam rangkaian silaturahmi lebaran. Hal ini perlu dilakukan, untuk memotivasi
PNS meningkatkan kinerja selain menjalin hubungan yang lebiih akrab antara pegawai di jajaran pemko
dengan pimpinan daerah.
Walikota di hadapan ratusan pegawai Dinas Diknas, Kimpraswil, Kantor Sosial dan Kantor Kebersihan
dan Pertamanan, dalam acara di aula Diknas, tidak mau mengatakan kunjungannya itu sidak. “Baiknya,
silaturahmi, antara bapak dengan anak. Biasanya, kalau hubungan telah harmonis seperti ini, disiplin
dan semnagat kerja bakal menyusul,” ucap walikota.
Wawako yang datang menyusul ke Diknas, juga mengajak seluruh pegawai untuk meningkatkan kinerja
dan disiplin. Waktu tersisa sekitar 2,5 bulan ke depan, diingatkan, dimanfaatkan untuk memacu
program yang belum diselesaikan. Sehingga, tutup anggaran, 31 Desember 2008, seluruh kegiatan
yang direncanakan berjalan sebagaimana mestinya, ajak walikota dan wawako.
Usai di Diknas, walikota dan wawako meneruskan silaturahmi di Dinas Kesehatan. Disini rombongan
walikota, wawako yang juga rombongan sekdako bergabung, untuk makan siang bersama. Laporan
Kepala Dinas Kesehatan, seluruh pegawainya masuk kantor, termasuk yang berada di puskesmas.
Pergi Baralek
Di DPRD Payokumbuah, tepat jam 12.30 WIB, usai sidak di Dinkes, walikota, wawako dan sekdako,
serta sejumlah pimpinan SKPD lainnya, datang ke DPRD Payokumbuah. Disini, walikota hanya diterima
Adrizon, salah satu pejabat eselon IV di Sekretariat DPRD dan Firman, staf penjaga kantor. Yang
lainnya, disebut Adrizon, pergi baralek ke rumah Nasril Suri, anggota DPRD Payokumbuah yang
melaksanakan acara pesta pernikahan anaknya, sejak pukul 11.30 WIB, Senin kemarin.
Laporan Adrizon kepada walikota, seluruh pegawai sekretariat DPRD sudah masuk kantor. Begitu juga
dengan pimpinan DPRD. Dari tiga pimpinan, Wakil Ketua DPRD Asmadi Thaher, dikatakan sudah masuk
kantor. Ketua DPRD H. Jendrial, izin ke luar provinsi. Sedangkan, wakil ketua Abdul Khair, sakit.
Anggota DPRD lainnya, sesuai tatib DPRD, memang belum masuk kantor, karena tidak ada undangan
rapat. Walau begitu, kata Adrizon, sejumlah anggota DPRD, juga sudah ada yang datang ke kantor.
// PERANTAU DESAK BANGUN LAND MARK //
Perantau yang pulang kampung saat Lebaran 1429 H ke Payokumbuah menilai Payokumbuah sudah
jauh berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Walikota Josrizal Zain dan Wawako Syamsul Bahri mengaku banyak menerima SMS dari perantau tentang kemajuan yang dialami Payokumbuah.
Walau begitu, ucap walikota kepada sejumlah wartawan di balaikota usai melakukan kunjungan
silaturahmi dan sidak ke semua SKPD, Senin (6/10), perantau berharap, agar pemko membuat program
kerja strategis yang membawa perubahan besar bagi Kota Payokumbuah dan Limapuluh Kota.
Menurut walikota, perantau minta rencana membangun land mark, di lapangan Poliko dan di tanah eks.
kantor bupati, segera diwujudkan. Umumnya, SMS yang masuk, minta pemko dan pemkab, untuk
satu pikiran dan sikap dalam membangun land mark yang nantinya akan menjadi paru-paru kota.
Dikatakan, Payokumbuah dan Limapuluh Kota sudah banyak kemajuan. Berbagai infrastruktur yang
dibangun, sudah membawa perubahan terhadap perekonomian di kedua daerah bertetangga itu.
Malahan, hasil pendataan ulang yang dilakukan Kantor Statistik Payokumbuah, jumlah warga miskin di
Payokumbuah sudah jaun menurun. Dari angka 5.217 tahun 2005, sekarang turun drastis menjadi
3.939 jiwa. Pertanda pembangunan ekonomi sudah berjalan sebagaimana mestinya.
Penurunan angka kemiskinan, dikatakan, tidak lepas dari kemajuan pembangunan dibidang pendidikan.
Sehingga, SDM warga jauh meningkat untuk menggali potensi yang ada pada dirinya. Sehingga, kota ini
menjadi satu-satunya kota di Sumatera yang beroleh penghargaan dari Presiden SBY, sebagai kota yang
sukses menjalani wajib belajar 9 tahun dan memerangi buta aksara.
Karena itu, perantau minta perubahan signifikan, yaitu mewujudkan mimpi untuk membangun land
mark di jantung kota. Pondasi kantor walikota di Poliko yang dibangun tahun 1996, seyogianya
dilanjutkan dengan pembangunan gedungnya. Perantau berharap, gedung pusat pemerintahan berada
di tengah kota.
Walikota mengakui, desakan perantau membangun land mark itu, bakal menjadi PR baginya dalam
memimpin kota ini bersama wawako H. Syamsul Bahri. “Dukungan warga kota, perantau dan seluruh
masyarakat Limapuluh Kota yang menggebu, mudah-mudahan bakal mendorong pemerintahan
Payokumbuah untuk mewujudkan mimpi membangun land mark itu,” simpul walikota.
Limopuluah Koto Komit Berantas Judi
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 15, 2008 oleh dodisyahputraTekad Kapolri Jend (pol) Bambang Hendarso Danuri untuk memberantas segala bentuk perjudian disambut dengan optimis oleh Kapolres Limopuluah Koto AKBP Benny Setiawan. Beberapa waktu lalu baru usai menjabat Kapolri Bambang Hendarso menyebutkan masih banyaknya terdapat perjudian di daerah-daerah.
Tentang hal ini Benny Setiawan mengaku Polres Limopuluah Koto serius dengan pemberantasan judi di daerahnya. Bahkan, jika ada anggota polisi yang ikut terlibat, Benny Setiawan akan tidak segan-segan menindak tegas. Tentunya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Informasi dan dukungan masyarakat tentunya kita minta. Selama ini, aparat kepolisian selalu bekerjasama dan menjadi mitra masyarakat. Kami bertugas selaku pengayom dan pelindung masyarakat dari setiap tindakan kriminal dan yang mengganggu stabilitas keamanan,” ujar Benny tegaskan komitmen Kapolri.
Kapolri sendiri dengan cepat melakukan koordinasi dengan para Kapolda. Para Kapolda serta pemegang tongkat komando kepolisian di daerah diminta untuk bekerja dengan baik. Tidak ada kompromi dengan beragam bentuk kejahatan, termasuk perjudian. Ditegaskan Kapolri, bahwa jika ada Kapolda yang membiarkan perjudian merajalela, maka jabatannya akan dicopot.
Benny Setiawan mengaku anggotanya selalu diberikan tugas untuk pemberantasan segala bentuk perjudian. Hasilnya, perjudian sudah mampu diminimalisir. Namun, tentu masyarakat yang mengetahui tentang adanya pelaku dan aktifitas perjudian di daerahnya diminta aktif melaporkan.
Masyarakat bebas dari judi, itulah yang menjadi harapan kita bersama. Jika banyak orang mengindikasikan akan maraknya kembali segala bentuk perjudian, Kapolri telah menegaskan perlawanannya. Genderang perang sudah ditiupkan untuk kesekian kalinya dalam memberantas perjudian. Statemen Kapolri bahwa judi harus dibumihanguskan amat relevan untuk diimplementasikan dalam tindakan hingga ke tingkat paling bawah.(s)
Jangan Salah Pilih, VIAR
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 15, 2008 oleh dodisyahputra|
PAYOKUMBUAH, METRO– Tak salah sebutan ini dilekatkan ke sepeda motor Viar yang terus menggeber berbagai inovasi yang seluruhnya berpihak ke masyarakat penggunanya. Tak hanya testimoni antar pemakai yang menularkan spirit menggunakan Viar, namun kelebihan motor hebat harga hemat ini, meski diikuti oleh banyak kompetitor, terus melaju tanpa henti.
“Layaknya bintang film yang tengah laku keras di setiap pemutaran judul, Viar kini diamati oleh banyak kalangan. Tak bisa dipungkiri, selain mampu mengejar ketenaran sepeda motor Jepang yang telah dulu melaju, kini muncul pesaing baru yang baru saja memulai start dari garis awal,” tutur Kacab PT Kencana Laju Mandiri (KLM) Deddy Rinaldy, kemarin di Payokumbuah.
Alhasil, Viar yang terakhir memunculkan dua produk teranyarnya, harus kembali menampilkan diri selaku produsen motor yang mengutamakan kepuasan pelanggan. Deddy Rinaldy sendiri mengakui, costumer statisfaction lah yang kini diincar pelanggan, bukan hanya merk dan harga yang tinggi. Jika Viar berani tampil dengan harga yang jauh di bawah motor Jepang, tapi jangan hampir tidak ada keluhan soal kualitas motor ini. Di blog www.dodisyahputra.blogspot.com bahkan Viar mendapat apresiasi tinggi dari para komentator. Para pemakai Viar yang testimoni tanpa dipaksa di sana mengakui Viar menjadi idolanya sejak dipakai di kilometer nol. Tak hanya Pemilu yang akan datang di tahun depan. Viar motor pun telah siap menjadi bintang dan rajanya motor di jalanan. Deddy Rinaldy menyebutkan, bahwa teknologi motor yang berasal dari Taiwan namun hampir sepnuhnya dirakit dan dikuasai oleh komponen asli dalam negeri ini selalu ready stock. “Tak ada kata melemah di visi Viar. Viar siap dengan segala tantangan. 1.000 lebih motor setiap harinya diproduksi di pabriknya di Semarang. Aliran motor yang sampai di Sumbar pun siap menjawab permintaan pelanggan. Tak ada di kamus Viar kata-kata habis stock, semuanya ready stock!” Deddy Rinaldi menegaskan. Lima prinsip Viar digeber Deddy Rinaldi. Ready stock, selalu sedia motor bagi para pelanggan Viar. Jaminan after sales dengan 20 sub perwakilan di area Payokumbuah, Limopuluah Koto, Tanahdatar, Bukittinggi, Agam, Padangpanjang. Plus bengkel resmi Viar yang selalu buka sepanjang hari siap melayani pelanggan yang hendak men-service motor kesayangannya. Berikutnya, prinsip Viar lainnya, Viar motor memenuhi kualitas dan hampir sama dengan mutu motor level atas. Tak banyak yang berbeda. Pun, model-model yang menjadi koleksi Viar pun up to date alias teranyar dan yang kini diminati oleh pasar motor di Indonesia. Garansi mesin tiga tahun pun tentunya memperlihatkan betapa Viar motor siap melayani pelanggan dengan keterjaminan mutu motornya. Ibarat Pemilu, kampanye Viar pun kini nyata-nyata menentukan irama keterwakilan suara para pelanggannya yang memilih Viar sebagai opsi pertama. “Pilihlah Viar, Jangan Salah Pilih!” Deddy Rinaldy bersama tim KLM Payokumbuah telah memperlihatkan bukti keandalan dan keterpilihan Viar di pasar motor di areanya. Viar menjadi koleksi yang kini dipakai semua kalangan. Tak hanya usia remaja sampai tua saja, namun kalangan berada pun memilih Viar sebab harga yang terjangkau, kualitas produk yang terjaminkan. “Jangan salah pilih yang lain. Viar siap membawa aspirasi pelanggannya demi tujuan memiliki motor hebat, harga hemat. Jangan lirik yang lain, pilih saja Viar!” Deddy Rinaldi mengakhiri kampanyenya.(s) |
Payokumbuah Kembali Normal
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 6, 2008 oleh dodisyahputraArus ekonomi Kota Payokumbuah telah kembali normal. Peningkatan jumlah penduduk kota sementara yang diperkirakan bertambah ribuan orang kini normal kembali. Sejalan dengan habisnya masa libur Lebaran, para perantau dan pemudik telah berangsur-angsur kembali ke rantau masing-masing.
Dari Limbanang, Ikatan Keluarga Limbanang yang datang berombongan dengan ratusan kendaraan pribadi pun mulai berangsur meninggalkan Limbanang. Ada yang kembali ke Jakarta, ada pula yang ke arah Utara, Pekanbaru dan Medan.
Sementara, yang terjauh dengan rombongan kendaraan pribadi terlihat rombongan perantau Payokumbuah dari Bali juga beringsut keluar dari Payokumbuah. Arus lalu lintas terlihat normal kembali.
HALAL BI HALAL
Di beberapa instansi pemerintah, terlihat suasana kerja belum normal. Masih banyak pegawai yang bersilaturahmi satu dengan yang lain. Selain memang agenda kerja belum banyak, diakui para pegawai kesempatan hari pertama kerja pasca Lebaran ini cukup lapang untuk berhalal bi halal.
Di Dinas Kesehatan Kota, dr Merry Yuliesday MKes membuka pintu silaturahmi bagi seluruh pegawai Dinkes di Payokumbuah. Ratusan pegawai datang serentak di Kantor Dinas yang kecil di samping Kantor DPRD yang megah.
“Yang penting hati kita sama-sama lapang dan berkah. Mulai dari nol lagi, ya,” ujar Kadinas sembari tersenyum ke seluruh pegawai.
Selain di Dinkes, di kantor dan dinas lainnya juga berlangsung silaturahmi antar pegawai dan kepala. Silaturahmi ini diharapkan mampu meningkatan kinerja pegawai. (s)
EDI COTOK HIBUR KOLAM NGALAU
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Oktober 6, 2008 oleh dodisyahputraSelain menghibur warga dengan kolam renang, Kantor Pariwisata Payokumbuah juga menghadirkan Edi Cotok Grup yang membawakan tembang-tembang teranyar di Panggung Kolam Renang Ngalau Indah. Hingga Minggu (5/10) kemarin Edi Cotok membagikan album kaset VCD terbarunya, Kucindan Minang Pilihan Vol 2, Show Pentas 2 Rp 15 ribu per kepingnya.
Kru Hen Kulai, Wati Mono, Desi Bule, tampil menghibur warga yang datang berkunjung ke kolam.
“Kami sengaja menghibur warga Kota Payokumbuah dan pengunjung yang datang di Kolam Renang ini dengan hiburan yang merakyat. Kolam juga kami isi dengan hiburan Islami dan Minang agar nuansa Lebaran dan pulang kampung tetap terasa,” ujar Kakan Pariwisata Yoherman.
Menanggapi isu miring tentang kolam yang terkesan “terbuka” Yoherman dengan bijak menanggapi bahwa kolam renang telah dari pintu masuk diinformasikan bahwa harus menggunakan pakaian renang yang sesuai dan tidak terlalu terbuka.
Memang, para pengunjung yang berenang di kolam, apalagi kaum hawa
tetap berpakaian yang menutup dan tidak transparan. Kolam renang bagi pengunjung adalah hiburan tersendiri di kala Lebaran ini.
Sri Ayuni, perantau Payokumbuah yang datang dari Sumatera Utara bahkan berujar kolam Ngalau Indah telah memberikan alternatif hiburan yang murah, apresiatif dan cukup modern.
Edi Cotok yang tampil kocak di panggung beberapa kali memanggil pengunjung untuk membagikan doorprise nya. Tak hanya ibu-ibu saja, anak usia sekolah pun berminat maju menjawab pertanyaan kocak berhadiah itu.
“Ayam apo yang lalok ateh kasua?” Edi Cotok bertanya. Seorang ibu menjawab, “ayam mangantuak!”
Sontak, para pengunjung yang lain yang kian sore kian ramai tergelak. Ternyata, jawabannya kurang tepat.
“Yang betul, ayam mati karancak an,” ujar Edi Cotok. Ah, si ibu terpaksa tersenyum. Hadiah tetap diberikan kepadanya.
MASIH LIBUR SEKOLAH
Di Kota Payokumbuah libur sekolah masih sampai tanggal 13 Oktober mendatang. Sementara, seluruh pegawai lainnya telah masuk kantor tanggal 6 Oktober hari ini.
Sama dengan aktifitas di Kota Payokumbuah, seluruh pegawai di lingkungan Kabupaten Limopuluah Koto termasuk sekolah telah aktif mulai hari ini. Perbedaan masa sekolah ini didasari kebijakan Libur Lebaran masing-masing kota dan kabupaten.
PUNCAK LIBURAN
Pengamatan Posmetro Padang di beberapa kawasan wisata di Kota Payokumbuah, termasuk Ngalau Indah di atas bukit ramai pengunjung. Kendaraan roda empat dan roda dua silih berganti masuk dan keluar arena wisata gua tersebut.
Sementara, di Limopuluah Koto, selain Harau yang memang sarat pengunjung di Libur Lebaran ini, berbagai kawasan wisata lainnya juga padat pengunjung. Misalnya saja, kawasan Ikan Banyak di Pandam Gadang juga ramai dikunjungi.
EKONOMI NORMAL KEMBALI
Kemarin, ekonomi kota Payokumbuah telah kembali bergerak. Berbagai pertokoan dan perdagangan pasar hingga kaki lima telah kembali meruap. Alhasil kota telah pulih dari masa libur lebaran. Berbagai SPBU juga telah normal kembali, antrian tidak lagi terlalu panjang dan memacetkan. Semua kembali normal.
Meski, para perantau belum semuanya kembali ke daerah asal masing-masing, namun aktifitas jalan dapat dikatakan kondusif.
SEKOLAH REUNI
Berbagai sekolah di Payokumbuah dan Limopuluah Kota juga memanfaatkan kondisi libur lebaran. Yang terbesar dilakukan SMA 1 Guguak dengan menampilkan Yus Datuak Parpatiah dari Grup Balerong Jakarta.
Reuni SMA 1 Guguak terlihat ramai oleh angkatan lama dan baru, Jumat dan Sabtu (3-4/10) lalu. “Kami menguatkan tali silaturahmi dan menghimpun aspirasi alumni,” ujar salah seorang peserta reuni saat dikunjungi Jumat lalu.(s)
Surau Buyung
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada September 3, 2008 oleh dodisyahputraCerpen Dodi Syah Putra
By padangekspres, Selasa, 02-Maret-2004, 04:31:42 WIB
Ini bukan zaman perang lagi. Tak pula orang diributkan oleh beras bercampur
jagung yang ditanak para wanita di dalam belanga usang. Zaman ini orang
bicara reformasi dan perang pemikiran.
Dimana-mana dipersiapkan adalah pena, disket serta data-data termutakhir
dari seluruh penduduk dunia.
Tetapi, di sebuah sudut dunia seorang anak muda tampak bermenung. Berpangku
telapang tangan menopang dagu dengan mimik kening dikerut-kerutkannya.
Tampak berat yang dipikirkan. Saking beratnya, sesekali mulutnya berdesis
tanda gamang. Apakah yang dipikirkannya?
Pemuda bertubuh tegap itu mengenakan baju panjang lengan potongan cina
berwarna biru tua. Rapi dan tampak berwibawa. Pakaiannya itu pun rapi
bersetrika. Dengan celana kain yang juga rapih dan licin. Tangannya seperti
menggenggam sesuatu. Tapi tak ada. Barangkali genggamannya terlalu kuat.
Sesekali kakinya dihentakkan ke tanah. Terompah kulit itu menyibak pasir
halus halaman depan mesjid megah itu.
Buyung, nama pemuda yang kita bicarakan. Semenjak kecil ia menghuni mesjid
yang dulu surau tua lapuk kusam. Saat usia buyung tujuh tahun, walau
rumahnya dekat dari sana, ia memilih tidur di surau. Katanya, pada ibunya,
“Buyung ingin belajar di surau saja,” dan ibunya mengerti kehendak anaknya.
Keras hati Buyung suatu ketika ada benarnya.
Setamat sekolah dasar Buyung merantau ke kota. Ditinggalkannya teman bermain
sesurau. Hendra, Adi dan Tessa yang sama di surau belajar mengaji, silat dan
adat minangkabau. Guru mereka, Ustad Yon dan Kasman saat itu pun telah
merantau pula di kota tetangga. Enam tahun Buyung di sana. Menamatkan SMP
dan Aliyahnya.
“Apa pula yang kau menungkan,” tanya Hendra.
Buyung tersentak. Lamunannya buyar.
“Tidak ada yang kumenungkan. Aku hanya memikirkan nasib mesjid ini,” jawab
Buyung hambar.
” Kenapa kau pikirkan mesjid ini. Sudah bagus, megah dan bertingkat pula.”
“Justru itu, megah dan besar mesjid ini tapi di luarnya saja.”
“Maksudmu?” Hendra tak habis pikir.
“Cobalah perhatikan, barapa banyak jemaah mesjid ini sekarang. Kalaulah
Maghrib tiba bisa dihitung jari yang berdiri di shaf muka. Ditambah shaf
belakang, beberapa anak mengaji saja,” Buyung makin muram.
Hendra menggaruk kepala walau tak gatal. Memang benar apa yang diungkapkan
Buyung. Mesjid megah dua tingkat ini kini jadi hiasan kampung ini saja.
Berbeda sekali dengan masa mereka sepuluh tahun silam.
***
“Tessa, panggil semua kawanmu. Suruh masuk. Kita mau belajar!” tegas Ustad
Yon. Sementara Ustad Kasman baru selesai mengajar santri kelas tiga yang
belajar mengaji irama.
Di tangannya sebilah rotan panjang dipukul-pukulkannya lambat ke atas meja.
Di belakangnya sebuah papan tulis tua pirang oleh hapusan kapur. Di depannya
berbaris meja-meja kecil tempat alas menulis bagi santri TPA. Meja-meja itu
setinggi tulang kering. Santri harus duduk bersila. Perempuan di barisan
kanan. Laki-laki di barisan kiri.
“Kemarin, saya menyuruh kalian menghafal ayat Qursi. Siapa yang telah
hafal?”
Beberapa santri menunjuk jari ke atas.
“Buyung ke depan.”
Dengan sedikit ragu Buyung kecil maju dan membacakan ayat Qursi. Mulanya
tersendat. Kemudian lancar dan bersahaja.
“Bagus, silakan duduk kembali.”
Berikutnya bergiliran santri-santri kecil itu maju membacakan hafalan
ayatnya. Yang tidak hafal dapat jatah pecutan rotan di tangannya. Tak peduli
lelaki atau perempuan. Pulang dengan tangan memerah dan menghijau. Tiga kali
pecutan rotan bergaris di telapaknya.
***
Kampung itu kian modern. Ketika dulu Buyung, Hendra, Tessa dan Adi masih
bocah hanya petromaks dan lilin yang memandu mereka pergi ke surau. Tiap
malam minggu wajib mereka semua bermalam di sana. Selain belajar mengaji
juga diajarkan silek tuo oleh Ustad Kasman.
Kini, lilin hanya untuk acara ulang tahun anak-anak atau penerang kala
listrik padam saja. Petromaks dan lampu dinding sudah karatan bahkan
terbuang di belakang rumah. Jika maghrib datang suara azan bersambutan
dengan music house para anak muda di posko pemuda. Ditambah hentakan domino
di “Lapau Ayah”. Malam seperti siang. Siang makin tak karuan.
Risaunya Buyung seperti sama dipikirkan oleh orang-orang tua di sana. Buyung
yang setiap hari kini menjadi imam shalat berjamaah tentu merasakan sangat
perubahan yang terjadi. Waktu Wirid Jumatan lalu, bahkan beberapa jamaah
menanyakan kepada Ustad Yon tentang hal ini.
“Kampung kita ni Ustad, sudahlah berubah sekali. Zaman berganti kan tidak
mesti berubah budi pekerti. Cobalah lihat, anak dan kemenakan main batu
domino di meja yang sama. Anak gadis pulang lepas isya sudah biasa. Pakaian
mereka, kecil-kecil semua. Akan jadi apa kampung kita ini.”
Bahkan seorang ibu ikut menimpali.
“Susahlah hati kami ini. Banyak anak tetangga yang celaka beranaknya. Sudah
mengandung baru menikah. Bakal bencana yang kita terima, Ustad.”
Ustad Yon bukan tak pernah memikirkan hal ini. Seperti murid demikian guru.
Ustad Yon pun telah pusing tujuh keliling. Tak ada jalan yang ditemukannya.
Hingga ia menjawab, “Sekarang yang mampu kita lakukan hanya berdoa. Walau
itu selemah iman. Dengan tangan kita tak lagi bisa. Mulut pun telah letih
bersuara. Tak jua sedikit pun diindahkan.”
Hingga suatu ketika, Buyung pulang ke rumah. Hingga larut malam tak ada
tanda ia akan ke Mesjid. Maghrib ia di rumah saja. Sejadahnya terkembang.
Tak dilipat. Mak Buyung risau pula.
“Tak ke mesjid kau Buyung?”
“Tidak lah Mak, Biarlah aku di rumah saja. Makin berat bebanku jika ke
sana.”
Buyung pun menutup pintu kamar pelan. Mak tak melanjutkan. Ia hanya
menghelus dada sendiri.
Makin malam makin ramai komplek itu. Maklum malam minggu. Di ujung keluarga
Yusman menggelar orgen tunggal. Anaknya, si Dona baralek hari besok.
Meja-meja dengan kursi di gelar berderet sepuluh set. Minuman berbotol-botol
telah disiapkan. Kartu remi dan domino pun telah dibeli. Azan Isya Hendra
kalah dengan suara dentaman house music. “Hayya Alassholah,” sayup-sayup
sampai. Musik kian berdentam-dentam.
Lepas Isya, Buyung, Tessa, Adi dan Hendra seperti tergerak untuk berkumpul
di mesjid. Mereka sama-sama membuka Al-Qur’an. Surat ke-36 dibacakan
bersama. Ada kecemasan dalam bacaan Yassin mereka. Ada ketakutan. Ada
keremangan. Ada Tuhan. Tuhan marah.
“Greek…” pintu mesjid berderit keras. Mereka tetap melanjutkan bacaan.
Tetapi di hati masing-masing saling cemas-cemas.
Makin dikeraskan bacaan. Di luar musik baralek tak kalah keras.
” Greek…” kali ini diiringi goncangan pelan. Lampu hias seratus lampu itu
bergoyang-goyang. Kian keras mereka membaca. Hampir di ayat akhir.
“Kun fa ya kuun.”
Gempa berkekuatan 6,2 skala Righter mengguncang selama sepuluh detik.
Rumah-rumah rubuh. Tenda baralek lepas engselnya. Jeritan di mana-mana.
Teriakan minta tolong sahut-menyahut.
Kejadian alam atau Tuhan yang telah marah? ***
Untuk kawan-kawan di Arafah. Terus berdakwah.
GAJAH MADA DITERTIBKAN
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada September 2, 2008 oleh dodisyahputraWawako : Ramadhan, Pasar Sehat
Banyak pedagang yang protes di sepanjang Jalan Gajah Mada kawasan Pasar Payokumbuah, Selasa (2/9) kemarin. Upaya penertiban yang dilakukan oleh tim 7 mendapat sedikit perlawanan dari pedagang yang nyata-nyata telah menggelar dagangan sampai memakan badan jalan.
“Kami bertugas membersihkan jalur ini dari pedagang. Bukannya mau menggusur, tapi areal yang pedagang itu tempati telah melanggar batas,” ujar Suhatril, komandan lapangan Tim 7.
Tim 7 yang bertugas mengamankan kota dari segala bentuk pelanggaran ketertiban dan penyakit masyarakat itu mulai bergerak sekitar pukul 10.00 siang. Diawali dengan melihat kondisi aktifitas pedagang di sepanjang jalan Gajah Mada tersebut, Tim 7 yang juga disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Pelayanan Pasar Ridha Ananda memulai melakukan penertiban.
Beberapa lapak mesti dibongkar paksa sebab pemilik lapak bersikeras tak mau dipindahkan. Namun, sebab petugas terlihat tegas, maka para pedagang yang memiliki lapak sampai ke badan jalan pun akhirnya mengalah. Mereka membongkar sendiri lapak dan dagangannya.
Sampai tengah hari dan siang kemarin suasana masih panas di sepanjang Gajah Mada. Para petugas terlihat bertahan di sana dan terus menjaga situasi pasar.
“Ramadhan ini kita ingin pasar tertib dan tidak semrawut. Pasar Sehat yang kita canangkan sebaiknya terwujud lewat kondisi nyata di lapangan. Para pedagang diharapkan mengerti hal ini,” ungkap Wakil Walikota Syamsul Bahri kemarin di Payokumbuah.(s)
Tenda-Tenda Pasar Pabukoan Berdiri
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada September 1, 2008 oleh dodisyahputra200 pedagang pabukoan hasil seleksi dan verifikasi Kantor Pelayanan Pasar Kota Payokumbuah akhirnya hari ini memulai aktifitasnya. Pasar Pabukoan yang dibuat sedemikian rupa, memanfaatkan lokasi ruas jalan Sutan Usman yang sengaja diblokir sampai Ramadhan selesai, hanya akan bisa dilewati oleh pejalan kaki saja saat pasar pabukoan beroperasi siang hari.
“Ya, pasar pabukoan kita helat agar rapi dan tidak menyebar tempatnya. Para pedagang ini, mulai besok sudah kita pastikan akan rapi, teratur, tidak ribut dan menyamankan ibadah puasa masyarakat,” tegas Kepala Kantor Pelayanan Pasar Payokumbuah, Ridha Ananda.
Ridha Ananda menyebutkan pasar pabukoan dibolehkan mulai beroperasi dari pukul 02.00 siang. Sebelumnya, pasar ini tetap boleh dilewati kendaraan bermotor. Pengaturan yang tergolong jelimet ini dilakukan Pemko Payokumbuah agar ibadah puasa tidak berubah jadi keruwetan pedagang di pasar.
Walikota Josrizal Zen sendiri menyerahkan sepenuhnya pengaturan pasar ini kepada Kantor Pelayanan Pasar. Sehingganya, mulai hari ini para pembeli pabukoan akan menemukan pasar pabukoan dengan aturan yang lebih rapi dan terencana. Mulai dari jualan sambal sampai cendol teratur dengan apik.
POLISI KERAHKAN SETENGAH KEKUATAN
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada September 1, 2008 oleh dodisyahputra
Antisipasi derasnya kunjungan kegiatan Potang Balimau di Kota Payokumbuah, Polresta Payokumbuah mengerahkan setengah kekuatannya untuk turun ke lapangan memantau, mengatur dan mengamankan kota. Khusus untuk lokasi-lokasi utama seperti di Ngalau Indah dan Air Tabik, polisi tampak banyak berjaga dan berkeliling lokasi.
“Kita mau masyarakat merasa aman dan nyaman di lokasi Potang Balimau. Jangan sampai ada gangguan dan kejadian yang merugikan warga masyarakat,” papar Kapolresta Mahavira Zen, Minggu (31/8) kemarin di Payokumbuah.
Seluruh jajaran yang ada di Polresta Payokumbuah, kemarin bekerja seluruhnya. Setengah yang tidak turun ke lapangan disiagakan di Mako serta posko-posko polisi yang ada.
Polisi lalu-lintas pun terlihat sibuk di tengah kota. Pelanggaran banyak terjadi. Ada pengunjung yang tidak dengan santainya berkendaraan roda dua di tengah kota tanpa menggunakan helm. Tak ampun, polisi pun langsung menghampiri dan melakukan tindakan.
15 titik rawan kecelakaan lalu-lintas dikawal oleh Pam Pengaturan Lantas Polresta Payokumbuah di bawah komando AKP Andiyatna SIK. Termasuk juga Pam Keramaian di Pasar Ibuah yang hari kemarin telah sangat padat lalu-lintas. Beberapa ruas jalan dan arus lalu-lintas terlihat dialihkan, khususnya untuk yang dari dan ke Riau guna mengantisipasi lonjakan kendaraan di tengah-tengah kota.
POTANG BALIMAU, SESAKI LUHAK NAN BUNGSU
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada September 1, 2008 oleh dodisyahputraRibuan kendaraan roda dua, empat sampai roda enam sesaki Kota Payokumbuah dan Kabupaten Limopuluah Kota jelang satu hari Ramadhan tahun ini. Armada roda enam ber bak belakang yang biasanya digunakan membawa barang, kini dpenuhi oleh penumpang dengan berbekal keceriaan sekaligus menikmati liburan di berbagai lokasi di Luak Nan Bungsu, Payokumbuah dan Limopuluah Koto.
Keluarga Zainuri, dari Bangkinang sengaja dari pagi kemarin berangkat menuju Harau. Niat untuk Balimau sebagai tradisi orang Islam di Minangkabau memang dipasang dari awal. Namun, tentu berbeda dengan anak-anak mereka serta keluarga lainnya yang menyediakan waktu sehari penuh untuk memanfaatkan libur sehari jelang Ramadhan ini dengan bertamasya.
Kendaraan colt deasel yang dipakai keluarga Zainuri sebenarnya biasa digunakan untuk mengangkut beras, kini digunakan dengan memasang atap plastik membawa keluarga ke Payokumbuah. Tepat pukul 11.00 WIB Zainuri dan keluarga “landing” di Harau. Air terjun pun jadi incaran.
“Rencana kami habis ini langsung ke Ngalau. Lalu singgah sebentar di Pasar Payokumbuah, bali oleh-oleh,” ungkap Zanuri bersama istri tercinta.
Masih ada ratusan bahkan ribuan keluarga lainnya yang menyempatkan diri berkeliling mengunjungi lokasi-lokasi pemandian.
MUDA DAN TUA
Bisa dibilang ini momennya segala umur. Anak-anak balita sampai orang renta yang sudah susah jalannya masih terlihat gemar balimau. Kalau yang dewasa dan sudah berkeluarga, balimau tentu saja bermodal daun limau aneka rupa.
Bagaimana dengan kalangan muda-mudi yang juga datang berkunjung ke lokasi-lokasi pemandian? Di Ngalau Indah, Harau, Air Tabik anak-anak muda yang berkonvoi dengan sepeda motor jarang yang terlihat sendiran. Mereka umumnya bergoncengan dengan berlainan jenis.
Jangan salah. Ada juga pembonceng yang pria sembari bersenda gurau di atas motor yang dikendarai perempuan muda dengan dandanan aduhai. Wah, Ramadhan hampir tiba rupanya.
“Indak, Da. Kami pai raun-raun nyo dari rumah. Kalau ka balimau bialah nan tuo-tuo tu se,” ujar salah seorang perempuan muda yang diajak berbincang Posmetro di Ngalau Indah.
Balimau kini menjadi lirik tersendiri bagi segala umur. Dewasa berpandangan balimau sebagai ajang penyucan diri, yang bocah sebagai ajang raun-raun dan yang muda sebagai ajang bercanda tawa.
Apapun maksud dan tujuannya, namun Minggu kemarin adalah hari kerja besar bagi para pedagang, petugas parkir, polisi, aparat pemerintah sampai petugas di lokasi-lokasi wisata. Para pedagang, apalagi dadakan dan kaki lima tak mau ambil peluang libur, mereka malah menambah volume dagangan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung lokasi wisata.
“Lai banyak, Alhamdulillah. Sakali-sakali lo nan mode iko mah,” ujar Ujang tukang jual makanan kecil di Ngalau Indah.
INDEPENDENSI WARTAWAN
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Agustus 24, 2008 oleh dodisyahputraOLEH DODI SYAHPUTRA*
WARTAWAN POSMETRO PADANG
Musim kampanye telah tiba. Parpol-parpol kini menghitung hari meski masih berbulan-bulan lagi. Belum lagi dimulai, para calon walikota dan wakil walikota di Padang sudah mulai unjuk gigi.
Melongok sejenak, tren terkini dari pesta demokrasi yang terus merambah sisi intektual dengan tampilnya para calon dengan konsep idealis, konseptual dan romantisme sejarah bangsa. Lahir dan eksis lah beragam lembaga survey dan sukses pilkada dengan sukses yang dijamin keberhasilannya.
Wartawan, selaku insan independen yang bertugas memberikan ilmu pengetahuan, komunikasi serta kritis publik ternyata kini dilirik terang-terangan oleh para calon atau setidaknya tim sukses mereka. Jangan dibantah! Karena ini memang terjadi di kalangan kami, para jurnalis media yang diakui memiliki akses ke seluruh sumber informasi.
Lalu, masalahnya apa? Masalahnya, apakah independensi media akan ikut terganggu?
Berdasarkan pengelaman penulis selama musim kampanye Pemilu, Pilpres sampai Pilkada di berbagai kota dan kabupaten sampai pilgub dulu, banyak kawan wartawan yang justru stress kala calon bimbingannya kalah dalam pemilihan. Indikasi ini, diperkuat oleh adanya media center para calon yang ditukangi, juga oleh wartawan.
Hati-hati. Media adalah wadah independen yang diharapkan publik mampu memberikan informasi yang menyehatkan. Pilkada atau pun Pemilu bagi media pun adalah lahan bisnis yang menggiurkan.
Namun, jangan lupa. Kue iklan dan income perusahaan media tidak serta-merta harus menjual diri demi kepentingan financial belaka bukan. Jika demikian terjadi, rusaklah ide dasar media massa seperti yang ditakutkan Julius Cesar, media ibarat seribu tentara siap menggoyahkan hegemoni kekuasaan demi kepentingan masyarakat banyak.
Kawan-kawan wartawan khususnya di Kota Padang pasti sepakat bahwa menjadi jurnalis adalah predikat tertinggi yang disandang di bahunya. Predikat ini berharga sama dengan harga diri selaku manusia. Mau dijual begitu saja? Jelas jangan.
Makanya, tidak menggurui atau menyalahkan. Tuntutan profesional wartawan selaku karyawan perusahaan media telah digariskan dengan jelas, kalau ada karyawan yang ikut serta selaku calon legislatif, opsinya cuti di luar tanggungan perusahaan. Begitu pun ketika dia terpilih, harus segera memilih salah satunya.
Di posisi tim sukses kampanye, mestinya juga demikian. Cita-cita Kode Etik Jurnalistik yang mengharuskan wartawan berimbang dalam pemberitaan pasti akan terganggu, setidaknya jika berkenaan dengan kepentingan sukses calon yang tengah digebernya itu.
Makanya, jujurlah para jurnalis. Jangan jual harkat dan martabat media demi kamuflase politik pilkada. Atau kawan, mari berjujur-jujur, jika masih ada kejujuran di hati, masih jurnalis kah Anda.
Sebab, dalam kamusnya, tidak ada jurnalis gadungan, oknum atau jurnalis sejati. Jurnalis adalah jurnalis, ya wartawan, ya penggiat media, ya kaum independen yang bermoral dan bercita-cita mulia. Mari sama-sama kita bangun opini publik yang berimbang dan transparan.
Meski, saya pun ragu.
PAYAKUMBUH-MONAS, 15-19 AGUSTUS 2008
Pilkada: Menuju Demokrasi Substansial
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Agustus 21, 2008 oleh dodisyahputraPilkada: Menuju Demokrasi Substansial
Oleh : Toto Sugiarto
“Demokrasi, di mana pun, menderita suatu penyakit. Penyakit ini semakin parah dengan semakin banyaknya jumlah orang yang tidak terdidik di kalangan penduduk dari negara yang menerapkannya sebagai sistem politik hingga membuatnya sangat semu dan simbolis belaka.” (Daoed Joesoef, 2005)
Pasca reformasi, terjadi perubahan praksis politik dan ketatanegaraan yang amat cepat. Bahkan bisa dikatakan bahwa selama lebih dari 7 tahun ini terjadi revolusi damai, yang mengubah dengan amat radikal berbagai praksis politik dan kenegaraan yang kesemuanya dicapai lewat suatu proses demokratis. Tujuh tahun ini adalah masa metamorfosa republik dari kekuasaan otoritarian ke demokrasi.
Perubahan revolusioner tersebut antara lain terlihat pada implementasi otonomi daerah, pemilihan presiden dan wakil-presiden yang dilakukan secara langsung oleh rakyat, penerapan sistem bikameral di legislatif sehingga daerah terwakili secara lebih nyata, penguatan posisi legislatif (DPR) dihadapan eksekutif, dan terakhir pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung. Pilkada langsung merupakan salah satu wujud desentralisasi politik di mana setiap daerah memiliki kewenangan untuk membentuk institusi politiknya sendiri.
Berbagai perubahan tersebut memunculkan harapan akan lancarnya transisi demokrasi sehingga bangsa ini bisa mencapai konsolidasi demokrasi. Dari keempat perubahan revolusioner tersebut, pilkada langsung akan terus berproses dari satu daerah ke daerah lainnya dan menjadi penentu tercapainya konsolidasi demokrasi.
Selama tahun 2005, Indonesia melakukan 226 pemilihan kepala daerah untuk tingkat provinsi, kota dan kabupaten. Juni–Agustus 2005 merupakan aktivitas pilkada terbanyak, yakni 181 daerah. Sisanya, 45 daerah, memilih kepala daerah mereka pada September sampai Desember.
Praksis Pilkada
Idealnya, Pilkada langsung yang merupakan bagian penting dari reformasi politik dapat menjadikan transisi demokrasi sampai pada tujuan, yaitu demokrasi yang terkonsolidasi. Pentingnya pilkada langsung terlihat dari sorotan pers yang luar biasa. Pada bulan Juni 2005 paling tidak terdapat 340 berita seputar pilkada langsung yang dilansir oleh berbagai media cetak nasional. Sementara bulan Juli 2005, perhatian pers meningkat sehingga paling tidak terdapat 470 berita seputar pilkada langsung.
Dengan pilkada langsung, diharapkan dapat dicapai akuntabilitas kepala daerah dan terciptanya pelayanan publik yang lebih baik. Good governance akan lebih cepat terwujud karena rakyat bisa terlibat langsung dalam proses pembuatan kebijakan.
Dengan menerjemahkan secara bebas teori transisi demokrasi Juan J. Linz (1996), paling tidak terdapat empat prasyarat Pilkada agar momen rotasi kepemimpinan daerah ini berperan dalam berjalannya transisi menuju konsolidasi demokrasi. Keempat prasyarat tersebut adalah: para politisi dan partai politik menerapkan cara-cara yang baik dalam meraih kekuasaan, KPUD dan pelaksana di lapangan bekerja dengan baik, masyarakat dapat memilih dengan bebas sesuai hati nuraninya, dan terciptanya hukum yang tegak atas berbagai konflik yang muncul sebelum, selama, dan sesudah pilkada. Mari kita lihat satu per satu parameter tersebut, mulai dari politisi, KPUD, masyarakat, dan terakhir, hukum.
Moralis Politis
Apakah politisi kita telah menerapkan cara-cara yang baik dalam meraih kekuasaan? Apakah mereka menahan diri untuk tidak melakukan money politics? Apakah mereka menghindari perilaku curang? Apakah partai politik telah menjalankan fungsi rekrutmen politik dengan baik?
Tampaknya harapan untuk terciptanya demokrasi yang terkonsolidasi, akuntabilitas kepala daerah, pelayanan publik yang lebih baik, dan good governance masih jauh panggang daripada api. Pilkada yang telah berlangsung terlihat amat kental dengan money politics. Para politisi kita terlihat dekat dengan cara-cara kotor tersebut.
Di sisi lain, partai politik lebih terlihat hanya sebagai calo yang mengutip sejumlah dana dalam setiap rekrutmen politik di hampir semua daerah. Padahal di pilkada ini, partai politik mengemban tugas mulia untuk mencari calon-calon pemimpin alternatif yang memiliki integritas tinggi, memiliki visi yang jauh ke depan untuk membawa daerahnya pada kemajuan, dan mampu menjadi pemimpin yang negarawan.
Pilkada yang sebelumnya diharapkan dapat mengikis habis praktik politik kotor, money politics , yang marak terjadi ketika kepala daerah dipilih oleh DPRD, ternyata tidak terwujud. Yang terjadi adalah pergeseran sasaran praktik money politics, yang sebelumnya terjadi antara calon kepala daerah dengan para anggota DPRD kini beralih ke partai politik dan pihak-pihak lain yang memiliki sumber daya ekonomi.
Dengan memakai istilah Immanuel Kant , para politisi kita lebih terlihat sebagai moralis politis daripada politisi moralis. Kant (1980: 37) mengatakan bahwa moralis politis adalah “one who forges a morality in such a way that it conforms to the statesman’s advantage”. Politisi yang bermental moralis politis ini selalu mereka-reka moralitas sedemikian rupa sehingga sesuai bagi keuntungan dirinya. Moralis politis ini melihat politik sebagai persoalan teknis, bagaimana mencapai kekuasaan dengan segala cara, menghalalkan segala cara. Sedangkan politisi moralis adalah politisi yang senantiasa memilih prinsip-prinsip kecerdikan bernegara sedemikian rupa sehingga sejalan dengan prinsip-prinsip moral. Kant (1980:37) mengatakan ”one who so chooses political principles that they are consistent with those of morality”. Politisi moralis melihat politik sebagai persoalan etis. Jadi, seorang politisi moralis tetap harus cerdik dalam melihat peluang politik, namun dia harus punya intensi moral.
Sayang, para politisi kita yang berlaga di pilkada adalah para moralis politis yang dalam melakukan langkah-langkah politiknya tidak lagi mengindahkan moral. Mereka bahkan mempermainkan nilai-nilai moral untuk keuntungan pribadinya. Bagi-bagi uang dan sembako menjelang pemilihan mereka katakan sebagai peduli pada orang miskin, menyebarkan alqur’an dengan foto diri di dalamnya dikatakan sebagai syiar agama, dan banyak lagi perilaku politisi yang mereka-reka moral sehingga sesuai bagi keuntungan pribadinya.
Sedikitnya terdapat dua lokus money politics yang dipraktikkan oleh para politisi yang bermental moralis politis dalam pilkada. Pertama, pada tahapan sebelum pelaksanaan pilkada. Sesuai ketentuan UU No. 32/2004 pasal 56 yang menyebutkan bahwa pasangan calon kepala daerah-wakil kepala daerah harus diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik, maka pada tahap pra-penetapan calon, pasangan calon kepala daerah harus mencari partai politik sebagai kendaraan di arena kompetisi pilkada. Kondisi ini memunculkan money politics untuk “sewa perahu”.
Partai-partai tidak lagi menjaring dan menyaring calon yang kredibel, akseptabel dan kapabel. Seperti disebutkan di atas, mereka hanya berperan sebagai calo. Parahnya, ada dugaan bahwa partai politik hanya mengutip sejumlah dana tanpa memberikan dukungan yang maksimal terhadap kandidat yang dijagokannya itu. Terdapat analisa bahwa partai politik kurang berperan dalam pemenangan suatu pasangan calon yang diusungnya. Mereka hanya mengincar uang sewa perahunya saja.
Elit partai dengan leluasa dapat menerapkan praktik percaloan ini karena sistem rekrutmen politik yang oligarkis dan cenderung tertutup. Cara rekrutmen seperti ini rawan money politics. Faktor dana yang disetor kepada partai (elit partai) jauh lebih menentukan diusungnya seseorang yang melamar pada partai tersebut. Transaksi seperti ini marak di hampir seluruh partai politik menjelang pilkada. Akibatnya, calon terpilih bukan politisi yang baik, mereka adalah para moralis politis. Mereka bukan tipe pemimpin yang memiliki integritas dan komitmen tinggi untuk melayani masyarakat dan memiliki visi jauh ke depan. Tetapi mereka hanya penguasa dengan karakter individualis dan tanpa visi. Realitas banyak ”bergentayangannya” para bupati di Jakarta merupakan contoh para kepala daerah yang tidak memiliki visi jauh ke depan tersebut. Apalagi kalau alasan mereka berkeliaran di ibu kota adalah untuk ”menjemput bola” menyangkut berbagai dana bantuan pusat untuk daerah.
Di satu sisi, seringnya bupati setiap daerah hadir di Jakarta untuk kepentingan itu menunjukkan betapa administrasi pemerintahan masih sentralistik. Berbagai daerah tersebut sebenarnya belum otonom; dan melihat motif kehadiran mereka di Jakarta adalah untuk mengupayakan dana-dana pusat untuk daerahnya , maka dari sisi pembiayaan pembangunan, daerah masih sangat tergantung pada pusat. Secara objektif, mereka tidak semakin baik, dilihat dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di sisi lain, kepala daerah yang kebanyakan merupakan produk demokrasi perwakilan (dipilih oleh DPRD) dengan aroma suap yang kental terlihat tidak punya inisiatif untuk mandiri. Inilah bukti buruknya kualitas kepala daerah yang dihasilkan dari demokrasi beraroma money politics. Jabatan kepala daerah dilihat tidak lebih sebagai mata pencaharian dan kekuasaan. Baginya, yang terpenting adalah ”kembali modal”.
Dengan pemilihan langsung, seharusnya dihasilkan kepala daerah yang kredibel dan memiliki visi jauh ke depan. Karena itu, praktik politik oligarki harus dihentikan. Hilangnya politik oligarki juga akan memunculkan aktor-aktor politik alternatif. Hal ini karena kesempatan politik menjadi terbuka lebar.
Dalam satu tulisannya, Haris (2005: 325) mengatakan “Sistem multipartai baru memberikan kontribusi dalam meramaikan proses demokrasi, sehingga para aktor politik yang terlibat di dalamnya jauh lebih beragam dibandingkan para aktor politik dalam era Orde Baru”. Namun di pilkada (yang masih kental dengan warna politik oligarki), tampaknya keberagaman aktor politik tersebut adalah semu belaka. Masyarakat tidak mendapatkan calon pemimpin daerah alternatif yang bisa dipilih. Semua kandidat adalah seragam, yaitu orang yang menghalalkan segala cara untuk dapat berlaga di pilkada, termasuk dengan menyuap partai politik (elit partai politik).
Kedua, money politics terjadi pada arena kompetisi, mulai saat kampanye sampai detik-detik menjelang pencoblosan. Karena mahalnya biaya kampanye dan iklan, setiap kontestan pilkada memerlukan kucuran dana amat besar dan tidak mungkin di dapatkan hanya dari sumbangan normal sesuai ketentuan undang-undang . Akibatnya mereka melanggar ketentuan batas sumbangan. Mereka mendapat sumbangan dari para kapitalis yang berkepentingan dengan daerah pemilihan tersebut. Anehnya, tidak ada satupun pihak yang “berteriak” melihat keadaan ini, KPUD, para pengawas, dan masyarakat diam seribu bahasa seolah tidak mengetahui akan pelanggaran yang telah dilakukan para kandidat. Kondisi ini diperparah oleh belum adanya standar audit dana kampanye.
Money politics pada tahap tersebut terjadi dalam bentuk penyuapan langsung berupa uang atau barang-barang yang bisa dikonversi ke uang kepada KPUD, pelaksana pilkada di lapangan, tokoh-tokoh masyarakat dan para pemilih. Praktik ini biasaya berlangsung pada saat menjelang pencoblosan.
Selain kental dengan money politics, pilkada juga diwarnai oleh kecurangan. Kontestan tertentu curang dengan cara memasukkan pemilih dari luar daerah pemilihan. Kecurangan salah satu kontestan ini pada akhirnya menimbulkan konflik.
Saat pentas politik sudah dipenuhi money politics, tidak ada lagi akal budi. Semuanya tenggelam dalam tumpukan dan permainan uang. Dalam kondisi tersebut, tidak ada lagi keseimbangan dalam persaingan, sifat fairness hilang dengan sendirinya. Inilah momen dimana demokrasi dikuasai oleh kekuatan kapital.
Praksis ini tentu saja menghambat proses konsolidasi demokrasi. Dampak dari money politics tersebut adalah munculnya suatu loyalitas seperti yang disebutkan Taufiq Ismail (1998: 28) dalam salah satu puisinya sebagai monoloyalitas uang. Suatu loyalitas yang hanya menghamba pada pemilik uang, bukan kepada kebaikan rakyat dan negara. Ujung dari monoloyalitas ini adalah terjadinya “perselingkuhan” antara kepala daerah terpilih dengan pemilik uang yang mendukungnya saat pilkada .
Para pemilik uang (kapitalis) menempatkan sumbangan untuk kampanye sebagai investasi yang nantinya akan memperoleh imbalan (Djani, 2004: 24). Maka tidak mengherankan jika berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintahan terpilih adalah untuk memenuhi kepentingan kroni politik tersebut. Jangan heran jika para kepala daerah yang merupakan produk pilkada yang penuh persekongkolan penguasa dan pengusaha ini akan dengan ganas menghisap segala sumber daya yang ada di daerahnya untuk digunakan sebagai bayar utang kepada para kroni. Mereka akan membiarkan pembalakan hutan, mark up dalam setiap proyek pembangunan, dan perilaku jahat lainnya. Pendeknya, mereka tidak akan segan-segan mengorbankan kepentingan rakyat untuk memenuhi pemberian imbalan.
Erat hubungannya dengan money politics, pilkada yang telah berlangsung juga diwarnai penyalahgunaan kekuasaan oleh calon yang masih menjabat (incumbent). Mayoritas pilkada di Kabupaten/Kota dimenangkan oleh incumbents dan bureaucrats daerah. Sulit bagi politisi pendatang baru untuk memenangkan kompetisi. Tabel 2 adalah berita di koran yang memperlihatkan betapa kuatnya para incumbent.
Tingginya angka kemenangan incumbents disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, karena banyaknya sumber daya keuangan yang dimiliki (dan minimnya kesadaran moral). Incumbents cenderung melakukan money politics. Kebanyakan incumbent memiliki sumber daya keuangan yang amat kuat, baik keuangan pribadi ataupun dari sumber keuangan lain seperti dari pengusaha lokal dan uang negara. Hal ini menyebabkan mereka terseret untuk melakukan segala cara termasuk money politics.
Kedua, incumbent memiliki peluang untuk memanfaatkan infrastruktur, jaringan birokrasi, dan berbagai sumber daya lainnya. Pemakaian berbagai infrastruktur dan jaringan birokrasi ini menimbulkan ketidakseimbangan dan ketidakadilan dalam kompetisi.
Ketiga, kemungkinan adanya dukungan dari militer setempat. TNI memiliki kecenderungan mendukung incumbent. Kemungkinan ini tidak terlepas dari pertimbangan strategis mereka di masa depan. Mereka memperhitungkan bahwa para incumbent lebih mudah memenangkan kompetisi sehingga akan menguntungkan jika memberikan dukungan terhadapnya.
Konflik
<!–
google_ad_client = “pub-5025363785892226″;
/* 336×280, created 7/13/08 analisispolitik */
google_ad_slot = “2004565546″;
google_ad_width = 336;
google_ad_height = 280;
//–>
Pilkada yang telah berlangsung diwarnai berbagai konflik. Selain akibat adanya kecurangan yang dilakukan kontestan dan KPUD, konflik kadang-kadang disulut oleh kontestan yang tidak siap kalah. Setelah mengetahui dirinya kalah dalam pertarungan pilkada, dia mengerahkan para pendukungnya untuk protes ke KPUD dengan dalih ada kekeliruan dalam penghitungan atau tuduhan lainnya.
Di beberapa daerah, berbagai aksi protes dan demonstrasi seperti itu berujung pada anarkisme massa . Mereka menghancurkan berbagai sarana dan prasarana daerah, baik milik pemerintah ataupun milik perseorangan.
Kecurangan tidak hanya dilakukan oleh kontestan yang sedang bersaing dalam pilkada. KPUD dan para pelaksana di lapangan pun ditengarai berbuat curang. Tabel 4 memperlihatkan pemberitaan koran yang mempublikasi kecurangan KPUD dan para pelaksana di lapangan tersebut. Mereka tidak netral dan diam-diam memihak pada salah satu pasangan.
Kondisi ini diperparah dengan aturan yang mengatakan bahwa KPUD bertanggung jawab pada publik. Bagaimana mekanisme pertanggung jawabannya? Publik yang mana yang memiliki otoritas untuk melakukan penilaian? Hal ini tidak tertera secara jelas dalam aturan pilkada. Kondisi ini sama saja dengan tidak ada pertanggungjawaban. Artinya, KPUD dapat berbuat sewenang-wenang.
Kecurangan yang dilakukan oleh KPUD dan para pelaksananya di lapangan ini membuahkan konflik berupa amarah sebagian pemilih yang seringkali berujung pada anarki. Konflik antara pendukung salah satu calon dengan KPUD ini merupakan jenis konflik yang paling banyak muncul.
Selain itu, konflik juga terjadi akibat adanya warga tidak terdata sebagai pemilih (Kesalahan ada di Dinas Kependudukan dan KPUD). Kekisruhan pilkada akibat daftar pemilih yang bermasalah sebenarnya bisa dihindari jika KPUD secara aktif melakukan validasi data yang mereka terima dari Dinas Kependudukan.
Masyarakat dan Hukum
Dari sisi masyarakat, sebenarnya kondisi politik sekarang ini telah memungkinkan bagi masyarakat untuk memilih dengan bebas sesuai hati nuraninya. Sayangnya, masih terlihat emosi yang tinggi di masyarakat. Di beberapa tempat, terlihat masyarakat belum dewasa.
Kondisi tersebut sebenarnya dapat dimaklumi. Hal itu terjadi karena di pilkada, mereka berhadapan dengan orang-orang yang relatif dikenal secara pribadi seperti tokoh-tokoh setempat, politisi-politisi lokal yang mungkin saja tetangganya sendiri, calo-calo politik yang mungkin masih ada hubungan kekeluargaan dengannya. Jadi, dapat dikatakan bahwa pilkada merupakan medan problematik yang bersifat personal.
Selain itu, kuatnya ikatan primordial membuat para pemilih tidak mampu mengekpresikan kebebasannya. Dalam melakukan pemilihan, mereka kelihatannya masih terikat oleh aliran masing-masing. Kaum nahdliyin, misalnya, sulit untuk memilih calon yang bukan dari kalangan nahdliyin sendiri, meskipun kandidat dari kalangan lain memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menjadi pemimpin daerah. Ditinjau secara mental, pemilih belum memiliki kebebasan individu sepenuhnya.
Faktor terakhir yang menentukan bagi konsolidasi demokrasi adalah penegakkan hukum. Hal ini terkait dengan fungsi lembaga pengadilan yang merupakan lembaga tempat penyelesaian konflik yang terjadi dalam pilkada . Hal ini penting bagi penyelesaian yang adil setiap masalah-masalah yang muncul selama pilkada.
Pengadilan jangan sampai membuat putusan yang tidak adil sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat. Dalam kasus pilkada Depok, misalnya, pengadilan tinggi Jawa Barat membuat resah masyarakat karena terlihat sembarangan dalam memutuskan perkara. Di satu sisi masyarakat memang diminta untuk menghormati putusan pengadilan. Namun di sisi lain, pengadilan juga harus memutuskan dengan adil dan melalui penelitian yang mendalam. Hal ini untuk menghindari, seperti dikatakan Isra (Kompas, 2005), pengadilan dijadikan cara lain untuk memenangkan proses pemilihan kepala daerah.
Selain itu, penegakkan hukum penting untuk meredam money politics. Praktik money politics dilakukan oleh para calon kepala daerah adalah selain karena sanksinya ringan juga kenyataan bahwa hukum di negeri ini dapat dibeli. Otoritas hukum dan para pakar perlu memikirkan bagaimana cara menegakkan hukum dan memperberat sanksi pelanggar aturan pilkada.
Tergelincir ke Demokrasi Kulit
Realitas di atas memunculkan kekhawatiran, yaitu adanya kecenderungan praktik demokrasi hanya sebatas kulit saja. Secara prosedural, ciri-ciri praktik demokrasi telah dilakukan, proses pilkada berjalan sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan undang-undang dan peraturan lainnya. Secara prosedural pula dapat dikatakan bahwa pastisipasi masyarakat dalam proses pilkada dapat diwujudkan, meskipun terdapat angka pemilih yang tidak melakukan pemilihan (golput) yang cukup tinggi . Selain itu, dilihat dari sisi prosedur juga, distorsi aspirasi rakyat yang disebabkan oleh praktik ”dagang sapi” yang seringkali muncul di era sistem pemilihan melalui perwakilan, tidak ada lagi.
Meskipun di beberapa daerah terjadi kerusuhan dan aksi anarkis, namun bila dilihat secara keseluruhan, peristiwa yang mencoreng pilkada tidak signifikan. Secara umum, mayoritas pilkada telah berjalan dengan baik. Berbagai masalah dapat diselesaikan dengan baik sehingga bentrokan dan kekerasan tidak sampai mengancam stabilitas negara secara keseluruhan. Karena itu, dapat dikatakan bahwa beberapa bentrokan tersebut hanya merupakan riak-riak kecil dari prosedur demokrasi yang sedang dijalani. Mayoritas pilkada telah melewati prosedur yang telah ditetapkan.
Namun secara substansial, mayoritas pilkada belum mencerminkan hakekat demokrasi . Proses pilkada belum memenuhi seluruh prinsip-prinsip umum pemilu yang demokratis, yaitu langsung, umum, bebas dan rahasia. Politisi dan partai politik masih menerapkan praktik politik kotor seperti money politics, kecurangan-kecurangan dan intimidasi. Di sisi lain, penyelenggara pilkada banyak yang berbuat curang. Selain itu, masyarakat masih belum sepenuhnya otonom terutama bila ditinjau secara mental dan penegakkan hukum masih patut dipertanyakan.
Parameter untuk mempermudah pencapaian demokrasi yang substansial adalah seperti yang diuraikan di atas. Pertama, politisi dan partai politik telah menerapkan cara-cara yang baik dalam meraih kekuasaan. Kedua, KPUD dan pelaksana di lapangan bekerja dengan baik. Ketiga, masyarakat dapat memilih dengan bebas sesuai hati nuraninya. Keempat, terciptanya hukum yang tegak.
Pada saat keempat parameter ini tidak ditemukan dalam praktik pilkada, maka dapat dikatakan Indonesia masih belum mencapai konsolidasi demokrasi. Demokrasi di negeri ini masih sebatas demokrasi kulit, sekedar sesuai dengan prosedur. Meskipun demokrasi terkait erat dengan prosedur dan menurut beberapa pihak parameter demokrasi memang hanya sebatas berjalannya berbagai prosedur, namun bukan berarti substansi tidak perlu diperhatikan.
Di dalam demokrasi yang hanya sebatas kulit saja, politik simulakrum menjelma menjadi strategi pemenangan yang ampuh. Masyarakat pemilih tak ubahnya seperti seorang gadis yang dibujuk rayu dan ditipu untuk menyerahkan mahkotanya dan setelah itu ditinggal begitu saja. Politik menjadi terbatas pada seduksi dan retorika, yang terpenting adalah memenangkan permainan persepsi publik.
Kondisi ini berakibat pada tidak tersentuhnya masalah-masalah riil di masyarakat. Pemimpin sibuk dengan pencitraan. Mereka sama sekali tidak peduli dengan realitas. Akhirnya terjadi degradasi kualitas pemimpin dan pemerintahan daerah. Jika hal ini terjadi maka kepentingan rakyat akan semakin terabaikan, KKN akan semakin meruyak ke seluruh sendi pemerintahan, dan kehidupan bernegara akan semakin terpuruk.
Politik Primordial dan Rasionalitas
Demokrasi semakin tergelincir karena masih tumbuh suburnya politik primordial dan belum matangnya rasionalitas masyarakat. Kedua hal ini menjadikan demokrasi hanya sekedar kulit, sesuai dengan prosedur yang tertera pada undang-undang namun kedaulatan rakyat belum benar-benar terwujud.
Karena ada ikatan primordial, rakyat tidak benar-benar bebas. Di sini, belenggu akan kebebasan tidak datang dari luar. Belenggu ini datang dari dalam diri sendiri karena merasa terikat oleh suatu aliran tertentu. Dalam pilkada, belenggu semakin kuat karena kentalnya unsur emosi. Rakyat belum hidup dalam kebebasan sebagai individu yang utuh. Mereka lebih terlihat sebagai bagian dari suatu komunitas tertentu yang terikat sepenuhnya oleh sifat primordialisme komunitas itu.
Padahal kebebasan amat penting bagi demokrasi. Terdapat hubungan timbal balik antara kebebasan dan demokrasi. Kebebasan warga negara ini menurut Robert A. Dahl merupakan salah satu elemen dasar demokrasi. Dahl (1989: 233) mengatakan bahwa suatu pemerintahan disebut demokratis apabila “Citizens have an effectively enforced right to freedom of expression, particularly political expression, including criticism of the officials…”. Dengan dijunjung tingginya kebebasan, proses demokrasi dapat berjalan menuju titik yang dituju, yaitu konsolidasi demokrasi. Keduanya saling mengandaikan. Di satu sisi kebebasan mensyaratkan demokrasi, di sisi lain demokrasi juga mensyaratkan adanya kebebasan.
Sebagai dampak dari keterikatan emosional kepada suatu aliran tertentu, terlihat gejala adanya dukungan buta para konstituen pada partai politik tertentu atau pada kandidat yang sealiran dengannya meskipun keberadaan mereka tidak membawa banyak perubahan politik ke arah yang lebih baik. Seburuk apapun kinerja suatu partai politik, jika dinilai kelahirannya berasal dari kelompoknya atau aliran kepercayaan yang sesuai dengannya, tetap akan didukung. Begitu juga dengan kandidat di arena pilkada, jika dia berasal dari kalangan sendiri, seburuk apapun track record kandidat tersebut, tetap akan dipilih.
Pemilihan para konstituen kepada kandidat tertentu tersebut lebih ditentukan oleh batasan-batasan primordial daripada oleh kebebasan dan otonomi individu. Batasan ini tentu saja tidak secara fisik, melainkan ada dalam batin para pemilih itu sendiri. Di kalangan kaum nahdliyin, misalnya, seburuk apapun kinerja PKB atau seorang nahdliyin yang sedang bersaing di pilkada, tetap akan mendapat dukungan dari mereka di pemilu atau pilkada. Orang yang mengidentifikasikan dirinya sebagai pengikut Soekarno tetap akan mendukung PDI-Perjuangan meskipun partai berlambang banteng gemuk itu terlihat berpaling dari konstituen. Dan berbagai partai politik aliran lainnya yang tetap saja mendapat dukungan buta dari para konstituen penganut aliran masing-masing meskipun kinerja partai tersebut patut dipertanyakan.
Kondisi tersebut membuat politik tidak cair. Hal ini berbahaya karena, seperti dikatakan Robert Dahl (2001: 134):
Tanpa kebebasan berpendapat (karena masih kuatnya batasan-batasan primordial dalam diri pemilih) warga negara akan segera kehilangan kapasitas mereka untuk mempengaruhi agenda keputusan-keputuan pemerintah. Warga negara yang diam (dalam belenggu primordialisme) mungkin merupakan warga yang sempurna bagi seorang penguasa yang otoriter; namun mereka akan menjadi bencana untuk sebuah demokrasi.
Dalam belenggu primordialisme ini, peta dukungan cenderung statis. Kalaupun ada perubahan, sulit untuk berubah secara radikal. Hal ini membuat partai politik dan para penguasa dapat berbuat sewenang-wenang . Pikirnya, toh kalaupun rakyat kecewa dengan perilaku sewenang-wenang yang sekarang mereka tunjukkan, rakyat akan kembali memilihnya di pemilu atau pilkada yang akan datang.
Dalam konteks ini, rakyat pemilih terlihat seperti individu yang belum rasional dalam memilih. Mereka masih terpasung oleh sekat-sekat primordial. Rasionalitas mereka terlihat belum berkembang menjadi dewasa sehingga tidak mampu mendobrak pasungan primordialisme tersebut.
Praktik oligarkis elit partai, masih tumbuh suburnya politik primordial, dan belum berkembang sepenuhnya rasionalitas masyarakat menjadikan pilkada tidak mampu berperan besar dalam mewujudkan demokrasi substansial. Dan pencapaian konsolidasi demokrasi pun masih sebatas angan-angan.
Menata Kembali Demokrasi Menuju Demokrasi Substansial
<!–
google_ad_client = “pub-5025363785892226″;
/* 336×280, created 7/13/08 analisispolitik */
google_ad_slot = “2004565546″;
google_ad_width = 336;
google_ad_height = 280;
//–>
Paling tidak terdapat empat hal yang harus dilakukan untuk mencegah perkembangan proses pilkada langsung hanya menjadi sebatas praktik demokrasi kulit. Pertama, memperbaiki sistem rekrutmen, yaitu pada partai politik. Kedua, membangun sistem pilkada yang handal, termasuk di dalamnya adanya pemantau yang dapat diandalkan. Ketiga, revisi dan pembuatan aturan pilkada. Keempat, pendidikan politik rakyat.
Pertama, Partai Politik perlu diingatkan untuk berperan sebagai pelaku rekrutmen elit politik yang layak menjadi pemimpin bangsa. Partai politik jangan menjadi tempat “pemerasan” terhadap calon-calon kepala daerah. Faktor setoran dana dari seorang kandidat kepada partai (elit partai) yang sekarang sangat menentukan pengusungan seseorang yang melamar partai harus dihilangkan.
Untuk itu, sifat oligarkis partai politik dalam proses rekrutmen perlu dihindari. Salah satu caranya adalah dengan membuat proses rekrutmen lebih terbuka, misalnya, setiap partai politik yang ingin menjaring kandidat kepala daerah perlu melangsungkan konvensi. Di sini diperlukan pula tekanan dari seluruh simpul masyarakat agar partai politik benar-benar mau membuka diri dalam seluruh proses penjaringan, penyaringan, dan penentuan kandidat. Dengan cara itu penentuan kandidat tidak hanya diputuskan oleh pucuk pimpinan partai di daerah, melainkan oleh seluruh komponen partai di daerah tersebut dengan diawasi oleh seluruh lapisan mayarakat. Dengan demikian, praktik money politics untuk memenuhi kebutuhan ”sewa perahu” akan hilang.
Kedua, untuk mencegah pilkada hanya menjadi sebatas praktik demokrasi kulit adalah dengan cara membangun sistem pilkada yang handal. Seperti apakah sistem pilkada yang handal sehingga mampu mencegah praktik demokrasi kulit? Di sini, prinsip formal Kant yang disebutnya sebagai prinsip publisitas, yaitu, “bertindaklah sedemikian rupa sehingga kau dapat menghendaki maksimmu menjadi hukum umum”, patut dipertimbangkan sebagai kerangka filosofis yang akan membentuk isi yang harus dirumuskan lebih lanjut .
Pendeknya, sistem tersebut harus membuat semua langkah kontestan pilkada menjadi tembus pandang, tidak ada “siluman” dalam lalulintas uang politik. Sistem tersebut harus mampu menyortir dinamika politik sedemikian rupa sehingga hanya langkah politik yang bisa berlaku umum saja yang dapat dilakukan oleh setiap kontestan pilkada dalam usahanya memenangkan kompetisi. Tindakan menyogok tokoh masyarakat, misalnya, jika diketahui publik akan mendapat respon negatif. Artinya, perilaku tersebut tidak diharapkan publik sehingga dapat disimpulkan sebagai melanggar prinsip publisitas.
Yang tidak kalah pentingnya adalam peran pemantau pilkada. Pemantau harus dapat diandalkan untuk mengawasi proses sebelum, selama, dan setelah pilkada, termasuk mengawasi aliran dana kampanye. Hal ini penting untuk mewujudkan pikada yang jujur dan adil.
Ketiga, revisi dan pembuatan aturan pilkada. Revisi yang perlu dilakukan antara lain pada UU No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Antara lain buka kran calon independen (untuk mengurangi kemungkinan money politics/sewa perahu). Karena untuk memasuki arena pilkada hanya bisa dilakukan dengan menumpang partai politik yang jumlahnya terbatas, maka terjadi perebutan kendaraan politik tersebut. Biayanya pun menjadi amat mahal. Akibatnya setiap kandidat bergantung pada pemilik dana.
Satu-satunya cara untuk menghilangkan ketergantungan calon peserta pilkada pada kekuatan pemilik dana adalah dengan membuka sama sekali “kran” calon independen. Pintu masuk harus dibuka seluas-luasnya bagi calon yang tidak memiliki kendaraan politik. Dengan begitu, keperluan untuk membeli atau menyewa kendaraan politik akan hilang dengan sendirinya. Setiap pasangan calon bisa melenggang dengan “berjalan kaki”, suatu cara yang irit, bersih dan sehat.
Patut pula dipertimbangkan untuk memisahkan payung hukum pilkada dari undang-undang pemerintahan daerah. Pemilihan kepala daerah pada hakekatnya sama dengan pemilihan presiden-wakil presiden. Jika pemilihan presiden dan wakil presiden sudah memiliki payung hukumnya sendiri, yaitu UU No. 23 Tahun 2003, adalah wajar jika pemilihan kepala daerah diatur dengan undang-undang tersendiri yang terpisah dari undang-undang pemerintahan daerah. Aturan lain yang perlu ditinjau ulang adalah PP No. 6/2005 dan Permendagri, misalnya untuk mengatur jarak waktu pilkada putaran pertama dan kedua.
Kempat, untuk mencegah pilkada hanya menjadi sebatas praktik demokrasi kulit adalah dengan cara mengintensifkan pendidikan politik rakyat. Tugas ini berada di pundak partai politik. Pasal 9 UU No.31/2002 tentang partai politik disebutkan bahwa partai politik berfungsi sebagai sarana pendidikan politik bagi anggotanya dan masyarakat luas agar menjadi warganegara Republik Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kerusuhan di berbagai daerah merupakan warning bagi partai politik untuk melakukan introspeksi diri. Partai politik harus menjalankan undang-undang, yaitu melaksanakan pendidikan politik rakyat dan menjamin iklim politik yang kondusif (sugiarto, 2005).
Dengan pendidikan politik, paling tidak, rakyat diharapkan mampu mengenali calon kepala daerah dan partai politik yang baik sehingga mereka hanya akan memilih calon yang baik tersebut. Untuk itu diperlukan sosialisasi ke masyarakat, baik dilakukan oleh partai politik ataupun oleh KPUD, desk pilkada, dan pihak-pihak yang ”concern” terhadap masalah itu. Selain itu, pendidikan politik rakyat juga harus diarahkan ke pencapaian otonomi individu. Pendidikan ini harus mampu mengeluarkan rakyat dari belenggu primordial untuk kemudian berani menentukan pilihannya sendiri berdasarkan pertimbangan-pertimbangan rasional.
PKL PAYOKUMBUAH HARAPKAN PASAR SEHAT
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Agustus 21, 2008 oleh dodisyahputraHati-hati, kini penghuni pasar pun menginginkan lingkungannya sehat. Meski pasar biasanya identik dengan sampah, namun para pedagang kaki lima di Payokumbuah justru berjuang menyehatkan pasarnya.
Ketua Asosiasi Pedagang Kali Lima (APKL) Payokumbuah, H. Nursyirwan mengatakan bahwa pedagang pasar khususnya kakilima di Payokumbuah telah sejalan dengan program Kota Sehat 2010. Nusyirwan mewakili ribuan PKL di Payokumbuah dengan semangatnya menyebut bahwa Pasar Payokumbuah harus menjadi percontohan bersih dan sehat sehingga membanggakan bagi seluruh warga kota.
“Kami akan memperlihatkan kepada pemko bahwa anggota APKL adalah aset yang berharga, ungkap H Nusyirwan di sela-sela aksi bersih kota yang digeber pemko Rabu (20/8) lalu.
Kemarin, pasar Payokumbuah telah memperlihatkan perubahan wajah dengan minimnya sampah dan kebersihan selokan. “Predikat Kota Sehat yang disandang Payakumbuh bukan sekedar tergores dalam sebuah piagam penghargaan. Tapi, benar-benar teraplikasi dalam bentuk perilaku warga kotanya,” sebut Josrizal Zain didampingi Kepala Kantor Dinas Kesehatan Payakumbuh dr. H. Mery Yuliesday, kepada wartawan ikut menimpali.
Untuk menjadikan Pasar Ibuh dan Pusat Pertokoan Bertingkat (PI-PPB) Payakumbuh sebagai pusat perbelanjaan yang sehat seluruh pelaku ekonomi di PI-PPB kini terlibat aktif berperan serta untuk menjadi kawasan pasar sebagai objek perdagangan yang bersih, tertib dan sehat.
Mery menambahkan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan pedagang di Payakumbuh dalam menjadikan Pasar Payakumbuh Sehat. Jelang Tim Penilai Pusat datang ke Payakumbuh, ia optimis wajah PI-PPB sudah berbeda dari sebelumnya.
Harian Pagi Posmetro Padang dan Viar Motor bersama-sama ikut aktif menyemangati kegiatan bersih pasar tersebut. “Posmetro Padang memang proaktif. Makanya, kami ajak ikut serta. Semoga, bantuan yang telah kita berikan ikut memberikan semangat bersih kota ke seluruh warga Payokumbuah,” ungkap Kacab PT KLM, Deddy Rinaldy. (s)
UNAND HIJAUKAN TALANG MAUR
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Agustus 21, 2008 oleh dodisyahputraKontemplasi mahasiswa terobati. Mahasiswa tak lagi hanya menggugat, kini mahasiswa juga berbuat.
Buktinya, 3.000 pohon mahoni ditanam oleh para mahasiswa KKN Unand 2008 di Kenagarian Talang Maur, Mungka Limopuluah Koto. 15 orang mahasiswa yang di Koordinatori Fernando Ramanzade (Hukum Ekstensi) serta Prise Hasnan Lubis (Ilmu Politik), Defi Fradila (Sosiologi), Doni Akhyar (Hukum Ekstensi), Nurhelmi (Hukum Ekstensi), Irma Pratama Putri (Hukum Ekstensi), Nelawati Irkam (Agribisnis), Gusri Yanti (Ilmu Tanah), Widya Andriani (Tek.Hasil Ternak), Prima Yaumil F (Tek.Hasil Ternak), Sri Androva (Sastra Indonesia), Dewi Gusrina (Sastra Inggris), Annita Dhitya Febrina (Sastra Jepang), Mayenni Saudur S. (Teknik Sipil), Dody Ichwana Putra (Teknik Elektro) berbangga bisa berbuat demi kehijauan alam di sana.
Bersama Walinagari Fahmi Rasyad yang mantan Walikota Payokumbuah dan Wakil Bupati Irfendi Arbi, mahasiswa KKN Unand dan Rektor Musliar Kasim turun langsung, Selasa lalu. Penanaman pohon mahoni ini dilakukan tepat di depan SDN 03 Talang Maur.
Acara penanaman pohon mahoni yang dilaksanakan pada selasa (19/08) berjalan dengan lancar. Penanaman ini dibuka oleh Bapak Wakil Bupati Ir. Irfenndi Arbi yang sangat mendukung sekali setiap kegiatan anak KKN Unand umumnya dan KKN Unand yang ada di kanagarian Talang Maur khususnya. Penanaman berikutnya dilakukan oleh rektor Unand dengan didampingi oleh salah satu anggota KKN Talang Maur yang berasal dari jurusan Pertanian.
“Mahasiswa KKN Unand Talang Maur merasa sangat bangga atas keberhasilannya mengadakan penghijauan di kanagarian Talang Maur ini. Harapan kami kerja keras selama ini membuahkan hasil yang sangat positif,” pungkas Fernando. (s)
VIAR ANDALKAN MARKETING MODERN
Dikirim BISNIS & EKONOMI pada Agustus 21, 2008 oleh dodisyahputraTRAINING MEKANIK SAMPAI COSTUMER STATISFACTION
Payokumbuah, Metro —
Kekuatan marketing tak selalu diandalkan dari sisi cash-discount. Apalagi, jika produk yang dijual itu telah memiliki brand murah namun berkualitas.
Konsep penjualan yang kini digeber oleh motor Viar, khususnya di Payakumbuh diakui sangat efektif menggaet konsumen. Buktinya, penjualan motor di Kota Payokumbuah serta wilayah-wilayah di sekitarnya kini mengalami kemajuan dan kenaikan presisi yang cukup signifikan.
Kacab PT Kencana Laju Mandiri, Deddy Rinaldy sendiri mengakui, geberan keikutsertaannya di berbagai iven publik membuat Viar kini makin lekat di benak konsumen serta masyarakat pengguna motor, khususnya Payokumbuah. Alhasil, kerjasama media juga kini mengukuhkan Viar selaku motor yang kian dipercaya publik menjadi pilihan utama dan terkemuka sekelas dengan motor Jepang yang lebih dahulu menggaet pasar sekalipun.
“Kita tidak boleh gegabah menggaet pasar. Namun, ternyata memang pasar kini membutuhkan brand image kuantatif. Artinya, makin kita sering ikut di kegiatan publik, makin lekatlah brand kita di masyarakat. Sekaligus, ini bentuk kepedulian Viar dengan masyarakat pengguna sekaligus masyarakat secara umumnya,” beber Deddy tentang pola marketingnya yang kini terbukti sukses.
TRAINING MEKANIK
Selaku penjual motor, Viar tentu saja tak mau hanya menggerogoti saku konsumen untuk membeli barang jualannya saja. Lebih dari itu, Viar terus menjaga kepuasan (statisfaction) pelanggan. Seminggu ini, mulai Senin kemarin sampai Sabtu mendatang, ditutup dengan service gratis di Cabang Payokumbuah, Viar menggeber training skill mekanik.
Dibimbing langsung oleh pakar mekanik Viar, Edi Nuryanto, 20 orang mekanik andal di tiap subcabang di kumpulkan. Selain training tentang mesin dan kelistrikan ternyata Edi juga membawa visi service statisfaction yang ditujukan bagi pelayanan penjualan di kantor cabang.
“Sampai ke makanik pun kami lakukan standarisasi pelayanan. Tanpa itu, jelas konsumen akan kaku dan malas berlangganan layanan kita,” jelas Edi yang telah setahun lebih keliling Indonesia melakukan training di berbagai cabang Viar.
Satu motor untuk empat peserta training pun dibongkar habis, kemudian dirakit ulang demi kelancaran tugas sang mekanik. Ternyata, salah satu mesin yang dibongkar adalah motor yang akan dilaunching serentak se-indonesia, mirip dengan Tiger miliknya kompetitor. (s)
MALING MOTOR DIHADIAHI TIMAH PANAS
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Agustus 18, 2008 oleh dodisyahputraDIBEKUK MASYARAKAT DAN POLISI
Payokumbuah, Metro —
Keresahan warga Payokumbuah, sedikit terobati. Pelaku pencurian kendaraan bermotor “PJ” berhasil diringkus sekaligus dihadiahi satu butir timah panas di kaki kirinya oleh aparat kepolisian.
“PJ” yang warga Tanjung Pati Harau itu berhasil ditangkap warga bersama-sama aparat buru sergap (buser) Polresta Payokumbuah dan Polres Limopuluah Koto saat beraksi Minggu (17/8) pagi. Di hari kemerdekaan RI ke-63 ini, “PJ” seperti gatal tangan.
Yamaha Vega yang tengah berdiri kaku alias diparkir warga diintainya. Sendirian, kala itu “PJ” kemudian menggunakan jurus tipu muslihat plus congkel maling nya di kawasan Padang Alai Payokumbuah Timur.
Sebab kecurigaan warga kian tinggi, “PJ” berusaha kian giat melakukan aksinya. “PJ” yang telah ditengarai aparat kepolisian dua Polres itu sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor kemudian diteriaki warga dengan sebutan, Maling!
Sontak, “PJ” terkejut setengah mati, sementara puluhan warga dan aparat kepolisian mengejarnya. “PJ” tak kuasa lari jauh. Polisi kemudian mengamankan “PJ”.
Eh, dasar maling. “PJ” rupanya banyak akal bulus. Ketika polisi tengah melakukan pengembangan lapangan, “PJ” berusaha lari. Polisi tentu saja harus bertindak tegas. Satu butir peluru bersarang di kaki kirinya. Dor!
“PJ” pun terkapar sambil meringis menahan sakit alang kepalang. Kaki kirinya lemah tak berdaya dan bersimbahkan darah.
Pelaku ranmor ini pun kemudian dilarikan aparat ke Rumah Sakit Adnaan WD guna mendapatkan pengobatan. Sedari itu, ruang rawat “PJ” kini dijaga aparat kepolisian.
“Ruang inap tersangka itu kami isolasi mengingat ada pengembangan penyelidikan. Kami tentu harus bekerja ekstra keras untuk mengorek keterangan kemudian menelusur lebih jauh. Sabar saja, polisi selaku pengayom masyarakat akan bertindak sekuat tenaga,” pungkas Kapolresta Payokumbuah AKBP Drs Mahavira Zen MM langsung kepada Posmetro Padang. (s)
APKL BANTU MODAL PKL PAYAKUMBUH TOTAL RP60 JUTA
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Agustus 3, 2008 oleh dodisyahputraPedagang kaki lima terus menjadi perhatian oleh pemerintah kota Payokumbuah. Bersama DPRD, Pemko bakal berusaha mencari lahan representatif buat PKL berjualan. Bantuan modal buat pedagang di sektor ril ini juga jadi perhatian serius.
Wawako Syamsul Bahri, ketika menyerahkan bantuan modal usaha, total Rp60 juta buat sekitar 200-an PKL, dalam acara di Kantor Pengelola Pasar di Pusat Pertokoan Balok Barat Payakumbuh, Jum’at (1/8) malam lalu.
Sejumlah anggota DPRD Payakumbuh ikut hadir dalam acara penyerahan bantuan ini, seperti Syukri Yusuf, BSc dan Dedrizal serta H. Nursyirwan sebagai Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL) Payakumbuh. Selain Desra dan Wedi Yunaldi, dua pengusaha Payakumbuh yang sukses membangun sejumlah properti di kota ini.
Sementara, dari kalangan SKPD hadir Kepala Dinas Perindag Naker Faisal Mustafa, SE, Kepala Kantor Koperasi UKM Ir. Mediar Indra, MSi, Kepala Kantor Pengelola Pasar Drs. Rida Ananda dan Kabag Perekonomian Ir. Hendri Refdinal.
Bantuan modal Rp60 juta buat PKL itu, berasal dari Menneg Koperasi dan UKM RI. Karena, APKL bersama SKPD terkait dinilai sukses melakukan registrasi PKL di Payakumbuh. Karena itu, kerjasama pemko dengan PKL harus diciptakan terus, dan mampu memberikan nilai positif buat PKL sendiri serta buat pemko, ucap wawako.
Sebelumnya, Kepala Kantor Pengelola Pasar Rida Ananda dan Kepala Kantor Koperasi UKM Mediar Indra, dalam sambutannya sama-sama mengatakan, keberadaan PKL di Payakumbuh memberikan konstribusi yang cukup besar buat pendapatan asli daerah (PAD). Tidak kurang dari Rp500 juta masuk ke kas daerah dari sektor non formal ini.
Menurut Mediar Indra, untuk menjamin modal PKL, seyogianya seluruh PKL di Payakumbuh terhimpun dalam wadah koperasi. Mediar optimis, jika semua PKL terdaftar dalam koperasi, usaha PKL bakal cepat berkembang dan akhirnya bakal berdampak kepada peningkatan PAD dan kesejahteraan warga kota.
Ketua APKL Payakumbuh H, Nursyirwan, menjelaskan, pembentukan organisasi yang dipimpinnya itu, semata untuk meningkatkan modal usaha PKL. Menjamin dan melindungi lokasi mereka berjualan, agar tidak serabutan di tengah pusat perbelanjaan.
PKL yang bakal diberikan bantuan terdaftar sebagai anggota koperasi. Wadah PKL ini terbentuk dua tahun lalu, diiringi dengan pembentukan koperasi. Dan sekarang, Koperasi APKL ini sudah berbadan hukum.
Bersama pemko, Nursyirwan yang juga pengusaha martabak mesir ini, menjanjikan bakal berupaya terus menggalang modal koperasi milik PKL ini. Ia juga meminta, agar seluruh PKL sama-sama punya niat untuk membesarkan modal koperasi, dengan disiplin dalam pengembalian pinjaman, simpulnya.
SATLANTAS, POSMETRO DAN VIAR
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Agustus 3, 2008 oleh dodisyahputraLAKUKAN PROGRAM TERTIB LALU LINTAS PAYOKUMBUAH
Senin (4/7) Satlantas Polsresta Payokumbuah bersama Harian Pagi Posmetro Padang dan VIAR motor lakukan kampanye tertib berlalu-lintas. Kampanye tertib lalu-lintas yang akan membagi-bagikan selebaran berisi anjuran dalam dua bahasa, Indonesia dan Minang ini dilakukan secara bersama di Simpang Kasda Kota Payokumbuah.
“Kita akan bersama-sama dengan VIAR dan Posmetro Padang selaku media pendukung kegiatan kita di Payokumbuah. Kita akan bagikan selebaran bertemakan kampanye “Tertib Berlalu-Lintas”. Insya Allah Pak Kapolres bersama pimpinan VIAR cabang Payokumbuah, Deddy Rinaldi dan Kepala Perwakilan Posmetro Padang di Payokumbuah, Nur Akmal mendapat kehormatan pertama membagikan serentak,” ungkap Kasatlantas Polresta Payokumbuah, AKP Andiyatna SIK.
Kepala Unit Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyasa) Satlantas Polresta Payokumbuah saat mendampingi Kasatlantas, Aipda Aprimal Sural mengatakan pendekatan kampanye tertib berlalu-lintas ini langsung merespon penekanan kecelakaan lalu-lintas di Kota Payokumbuah.
Para pengendara kendaraan bermotor diimbau untuk taat dengan aturan berlalu-lintas. Pengendara dianjurkan untuk menaati aturan berlalu-lintas sampai kepada penggunaan spion dan helm standar.
POSMETRO, KORAN METRO TERBESAR
Dipercayanya Posmetro Padang sebagai media partner diharapkan mampu menjadi memediasikan lebih lanjut program kepedulian berlalu-lintas ini. Kepala Perwakilan Posmetro Padang di Payokumbuah, Nur Akmal mengatakan kegiatan positif seperti ini akan selalu didukung penuh oleh Posmetro yang telah diakui oleh di tingkat nasional sebagai Koran metro terbesar di Sumbar.
“Posmetro Padang sebagai koran metro terbesar di Sumbar memang mengincar segmentasi pemberdayaan serta komunikasi publik. Salah satunya di domain kesadaran berlalu-lintas ini. Kita dukung kepolisian semampu kita,” ujar Nur Akmal.
Deddy Rinaldi sendiri, selaku Kepala Cabang VIAR motor Payokumbuah turut membantu kegiatan ini dengan produksi selebaran dan produksi spanduk bertemakan tertib berlalu-lintas. Keterlibatan VIAR Payokumbuah, ungkap Deddy sebab kini VIAR makin merajai pangsa pasar sepeda motor di Payokumbuah.
VIAR Mungka Berdangdut
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Juli 18, 2008 oleh dodisyahputraIkut Serta di Setiap Event Publik
Payokumbuah, Metro —
Lagi-lagi sepeda motor VIAR bikin sensasi. Kali ini dengan menjadi sponsor kegiatan “Mungka Berdangdut” VIAR hadir di Nagari Mungka di bawah label Sub Dealer Kenanga Motor.
Lomba dangdut yang digeber selama tiga minggu, Jumat dan Sabtu itu akan dimulai perdana pada 25 Juli mendatang. Wakil Bupati Irfendi Arbi direncanakan membuka kegiatan lomba yang dibuka untuk umum tersebut.
Ketua Panitia Adli SH dan Walinagari Mungka Hendra Triwarman kemarin di Payokumbuah mengemukakan bahwa lomba lagu dangdut yang penyisihannya diadakan di Gedung Serba Guna Mungka ini telah positif diikuti oleh 25 peserta. Sementara, calon peserta lainnya masih ditunggu pendaftarannya di Kantor Camat dan Walinagari Mungka.
“Hadiah jutaan rupiah serta piala menanti peserta. Selain menyambut HUT RI ke-63 juga diadakan untuk penyaluran hobi serta minat dan bakat warga Payokumbuah dan Limopuluah Kota,” ujar Adli.
VIAR MERAHKAN PENTAS
Selaku sponsor di kegiatan ini, VIAR di bawah payung PT Kencana Laju Mandiri (KLM) yang dipimpin Deddy Rinaldy selaku Kacab Payokumbuah serta pimpinan Sub Dealer VIAR Kenangan Motor di Mungka Edi Hardianto menyebut, VIAR selalu berkeinginan untuk berperan serta di setiap kegiatan publik di Payokumbuah dan Limopuluah Kota.
Penjualan 30 sampai 40 motor dicapai oleh Kenanga Motor membuat perhatian PT KLM sangat baik terhadap sub dealer ini.
“Pencapaian tersebut membuktikan VIAR telah menjadi pilihan utama masyarakat Mungka, meski baru satu tahun hadir di sana,” ujar Edi.
Mungka Berdangdut menjadi catatan berbagai event yang disponsori oleh VIAR Motor. VIAR optimis di semester II tahun 2008, pencapaian penjualan akan melebihi target, kembali sesudah prestasi pencapaian tinggi di Semester I lalu.
SUMBAR LUMBUNG SAPI POTONG NASIONAL
Dikirim BISNIS & EKONOMI pada Juli 18, 2008 oleh dodisyahputraPAYOKUMBUAH DIPUJI GUBERNUR
Payokumbuah, Metro —
Kebulatan tekad seluruh daerah di Sumatra Barat sangat penting, demi tercapainya program Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi (P2SDS) 2010. Sumbar dapat menjadi lumbung sapi potong nasional.
Saat ini saja, berdasar data yang diberikan oleh Dirjen Peternakan, Dr Ir Gunawan dalam Rakor Bupati dan Walikota se-Sumbar di Aula DPRD Kota Payokumbuah, Jumat (18/7) kemarin Sumbar setiap tahunnya telah menghasilkan 463.000 ekor sapi potong dan 16.000 ton produksi daging sapi.
Hanya saja, Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi yang membuka Rakor 19 Bupati dan Walikota se-Sumbar itu tetap saja menyebut Sumbar belum mampu swasembada daging potong. Masih harus mengimpor ke Australia dan provinsi tetangga. Sementara, Indonesia sendiri pernah menjadi eksportir ternak di tahun 1970-an lalu.
Untung saja, diakui Dirjen Sumbar kini terus mendapatkan alokasi pengembangan ternak sapi potong. Payakumbuh, misalnya telah menjadi daerah penghasil sapi potong utama di Sumbar.
Rakor juga menyentuh masalah kelistrikan di Sumatera Barat yang kini tengah byar-pet terus-menerus. Gamawan mengingatkan PLN untuk merealisasikan janji tidak ada lagi pemadaman per minggu pertama atau minggu kedua Agustus mendatang.
Gamawan menambahkan, impor daging dan sapi cenderung meningkat. Gubernur mencontohkan, Belanda luasnya sama dengan Sumbar, sekitar 42.000 km2. Namun, penghasil daging sapi yang baik. Sapi saja kita sudah berbeda. Negeri kecil saja bisa mengekspor daging, mengapa Indonesia tidak?
Bagaimana dengan Sumbar?
Gamawan menambahkan, 750.000 ton daging per tahun kita impor. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah. Di Sumbar, Keputusan Gubernur Nomor 524 / 2008 tentang percepatan pembentukan swasembada daging diberlakukan. Produksi daging 16.626 ton per tahun di Sumbar. Makanya, sampai tahun lalu kita impor terus dari Australia, juga dari Provinsi tetangga.
Di pembukaan Rakor, kemarin juga disepakati kerjasama Dirjen Peternakan Departemen Pertanikan RI dengan Pemprov Sumbar yang ditandatangani langsung oleh Gamawan Fauzi dan Dr Ir Gunawan. Kerjasama ini akan segera dilanjutkan, termasuk ke Payokumbuah selaku sentra produksi sapi potong di Sumbar.
Josrizal Banggakan
Wako Payokumbuah, Josrizal Zain membanggakan prestasi koperasi di Sumatera Barat. Hal ini diakui langsung oleh Gamawan Fauzi. Hanya kurang sedikit nilai saja, hampir sempurna.
Payokumbuah, menurut Gamawan bisa saja nantinya dikukuhkan menjadi Kota Koperasi sebab keberhasilannya tersebut. Ke depan diharapkan kota dan kabupaten lain ikut memberikan prestasi-prestasi nasional lainnya.
Hadir, para kepala daerah di rakor ini. Moderator diambil oleh Sekdaprov Yohannes Dahlan. Bupati Padangpariaman, Muslim Kasim, Bupati Limopuluah Koto, Amri Darwis, Bupati Pasaman Yusuf Lubis hadir langsung di Rakor ini bersama pimpinan daerah yang lain.
Hanya Kota Padang yang hadir sebagai walikota, Sekdako Firdaus K.
MATINYA KOPERASI KARENA SALAH MANAJEMEN
Dikirim BISNIS & EKONOMI pada Juli 18, 2008 oleh dodisyahputraDua Motor VIAR Lenyap
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Juli 6, 2008 oleh dodisyahputraDimenangkan dalam Gebyar Pelanggan
Payokumbuah, Metro — Junaidi, warga Suliki berhasil memenangkan motor VIAR tipe Star Fit Z dari Sub Dealer Rizky Intan Motor Limbanang dalam Gebyar Pelanggan Jelang 10 tahun VIAR yang berlangsung di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah Payokumbuah, kemarin.
Motor kedua yang disediakan langsung oleh PT KLM berhasil direbut oleh Putri Lani Septati dengan motor hadiah VIAR Star X 125 asal Sub Dealer Annisa Motor Lintau Buo Tanahdatar. Tak hanya penjualan tinggi yang menjadi target motor Taiwan, VIAR, layanan pelanggan juga diutamakan. Tampak jelas di Gebyar Pelanggan Menuju 10 Tahun VIAR tersebut.
“Ya, kegiatan ini kami maksudkan untuk memberikan layanan kepada para pelanggan VIAR di seluruh daerah. Khusus CabangPayokumbuah yang membawahi wilayah Payokumbuah, Bukittinggi, Padangpanjang dan Tanahdatar kami membagikan hadiah bagi pelanggan yang membeli motor sejak bulan Maret lalu,” ujar Deddy Ketua Pelaksana Gebyar VIAR.
Bersama dengan 150 lebih pelanggan VIAR dari seluruh daerah di Cabang Payokumbuah, Adira Finance, Bhakti Finance dan Mandala Finance berkonvoi berkeliling kota. Jelang siang, mereka finish dan berkumpul di Ngalau. Suasana Ngalau yang sejuk dan nyaman ikut mendukung meriahnya kegiatan ini.
Tak tanggung-tanggung, mulai dari televisi, kulkas, dispencer, kompor gas, sampai sepeda motor VIAR dijadikan hadiah penarikan undian. Para pelanggan juga dihibur dengan musik yang dihoyak di pentas bersama iringan orgen tunggal dan penyanyi. Para belia pun ikut menyumbangkan suaranya.
Laku Keras
Untuk Cabang Payokumbuah, khusus sub dealer Muaro Peti, Pangkalan, Kasda, Napa, Lampasi (Bahana Pratama Motor), Limbanang, PT KLM, Simpang Tanjung Peti saja rata-rata terjual 25-30 motor per bulan per sub dealer. Salah seorang sub dealer Apin bahkan menyebut untuk model New 125 Racing bahkan kini diminati oleh banyak kalangan.
“Tidak hanya masyarakat menengah ke bawah, dalam catatan penjualan kami, banyak pegawai bahkan pengusaha dengan pendapatan di atas sepuluh juta setiap bulannya juga membeli motor ini. Meski murah dari sisi harga, VIAR dinilai ekonomis dan berdaya tahan cukup tinggi,” ungkap Apin.
Selain Cabang Payokumbuah, VIAR di Sumatera Barat juga mempunyai cabang lain; Dharmasraya, Padang dan Pasaman. Secara total, ribuan motor mampu dijual setiap bulannya. Hal ini menandakan minat masyarakat terhadap motor cina (mocin) sama besarnya dengan motor jepang yang sudah dahulu mendapat tempat.
Gebyar berakhir dengan meriah. Para pelanggan pulang dengan suasana puas. Juga hadir Sub Dealer Padang Edi Supandi dan Sub Dealer Dharmasraya Hendra. (s)
SMPN 1 Gunung Omeh ke Nasional
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Juli 6, 2008 oleh dodisyahputraLimapuluh Koto, Metro — Kembali, usai berhasil mengantarkan siswanya lulus 100 persen di Ujian Nasional dengan nilai yang memuaskan dengan peringkat III Kabupaten Limapuluh Kota, kini Yuliana Eka Putri akan berangkat ke Bandung mewakili Sumbar di tingkat nasional.
Yuliana Eka Putri siswi SMPN 1 Gunuang Omeh memperoleh peringkat I untuk Lomba Cipta, Baca Puisi Balada dalam rangka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Sumbar Rabu 25 Juni lalu di Taman Budaya Padang. SMPN 1 Gunuang Omeh berhak mewakili Propinsi Sumatera Barat untuk mengikuti lomba cipta, baca puisi Balada tingkat nasional 21-26 Juli mendatang di Bandung.
Kunci dari kesuksesan ini, ungkap Kepsek SMPN 1 Gunung omeh Nasril beranjak dari tiga pilar pendidikan dasar diantaranya; pemerataan pendidikan, relevansi dan peningkatan mutu pendidikan dan akuntanbilitas dan pencitraan publik yang dituangkan dalam bentuk program-program sekolah yang mendapat skala prioritas.
Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah adanya open managemen yang bagi seluruh elemen pendidikan, guru, komite serta masyarakat; pemecahan masalah serta menindak lanjuti akar permasalahan. Tidak lupa memperhatikan masalah disiplin, kompetensi guru serta komitemen dalam melaksanakan tugas yang berpatokan pada 8 standar pendidikan nasional(PP.19 .thn 2005).
“Walaupun demikian, kami belum boleh merasa puas diri, berbagai upaya selalu dilaksanakan dalam rangka berbenah diri untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah,” jelas Pak Nasril yang akrab disapa Pak Ujang yang sedang mempersiapkan study di Pasca Sarjana UNP.
Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa dalam rangka memenuhi tututan pendidikan pihak sekolah mengadakan berbagai latihan dan bimbingan baik bagi guru maupun siswa.
****
Indonesia
Pandanglah kami
Dunia
Liriklah kami
Tugu PDRI menjadi saksi bisu
Bukti cinta kami pada negeri
Itu salah satu bait puisi yang ditulis dan dibacakan oleh Yuliana Eka Putri, siswa SPMN 1 Kecamatan Gunuang Omeh di Taman Budaya Padang, Rabu/25 kemarin yang membawanya mewakili Sumbar untuk mengikuti Lomba cipta, baca puisi balada tingkat Nasional di Bandung, 21-26 Juli mendatang.
Dari 14 kabupaten/kota yang tampil dalam lomba tersebut, ia berhasil meraih peringkat pertama. Akhir-akhir ini SMPN 1 Kecamatan Gunuang Omeh mendapat sorotan publik berkat prestasi yang diraih sekolah. Mulai dari perolehan prestasi bidang akademik maupun nonakademik.
Setelah menggolkan 50 siswa tahun 2007, kini 57 peserta didik lolos Ujian Nasional dengan nilai yang memuaskan. Tercatat SMPN 1 Gunuang Omeh memperoleh peringkat III Kabupaten Lima Puluh Kota.
Tidak Hanya itu, SPMN 1 Gunuang Omeh Juga memperoleh peringkat I untuk Lomba Cipta, Baca Puisi Balada dalam rangka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Sumbar Rabu/ 25 Juni di Taman Budaya Padang atas nama Yuliana Eka Putri.
Dengan demikian otomatis SMPN 1 Gunuang Omeh berhak mewakili Propinsi Sumatera Barat untuk mengikuti lomba cipta, baca puisi Balada tingkat nasional 21-26 Juli mendatang di Bandung.(s)
WENDRA YUNALDI
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Juli 6, 2008 oleh dodisyahputra>>Tokoh Muda, Wendra Yunaldi SH MH
Peduli Mutu Pendidikan
Sejurus, pandangan mata pria elegan ini terlihat sedikit menerawang, menembus langit-langit. Warung bakso tempat kami bertukar pikiran. Entah apa yang berkecamuk dibenak seorang Wendra Yunaldi. Sembari sesekali menghirup minuman di depannya, ia tak berhenti mengetuk-ngetuk meja dengan ujung jari.
“Negara kita telah terkungkung oleh pendidikan ambivalen, pendidikan yang mendua, dimana kinerja guru telah dibatasi oleh kungkungan kompetensi pelajaran yang tiap periode berganti arah, berlabuh tanpa berkesinambungan,” ujarnya memecah kesunyian, yang sedari tadi membelenggu intensitas pertemuan kecil kami.
Ketua KNPI Kota Payakumbuh ini terus berceloteh secara terinci, membuka lebaran-lembaran uneg tentang sistem pendidikan bangsa Indonesia tercinta yang sampai saat ini masih belum konkrit dengan apa yang seharusnya terevaluasi dengan baik dan sewajarnya.
“Kita belum bisa merumuskan apa yang menjadi suatu kebutuhan dalam pendidikan. Pendidikan bukan hanya sekedar jejeran angka-angka. Lebih dari itu, pendidikan adalah suatu yang sakral. Tentu saja untuk mewujudkan kesakralan pendidikan tersebut, diperlukan suatu sistem pendidikan yang mumpuni, anggaran yang memadai serta aparatur yang memang mengerti kemana arah pelabuhan dunia pendidikan kita,” ujar Dirut PT Sehati Indah Prima ini serius.
Suami dari Meuthia Sweethearly Nurfa mengungkapkan, secara sistem dan bertolak dari UUD Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) kita bisa mengkaji ulang bagaimana mutu pendidikan kita sekarang ini. Apakah sudah sesuai dengan apa yang kita cita-citakan maupun apakah yang kita targetkan sudah tercapai dengan sebaiknya?.
“Secara pribadi saya menilai apa yang kita cita-citakan tersebut belum kita capai secara baik. Bagaimana mungkin bangsa ini akan meningkatkan mutu pendidikan yang diinginkan, sementara penerepan sistem transformasi pendidikan mulai dari kurikulum 1984, Kurikulum berbasis Kompetensi pada tahun 2004, belum sempurna saja. Sistem KBK pun berganti menjadi sistem KTSP. Tentu saja transformasi pendidikan antar waktu ini menjadi polemik di tubuh, baik pendidik maupun terdidik. Walaupun dengan kilah menuju mutu pendidikan yang lebih koefisien tapi tentu saja dengan perubahan sistem tersebut, kemerdekaan guru kita untuk mendidik, sedikit banyaknya terkebiri oleh pertukaran sistem tersebut.
Bagaimana tidak, guru yang menjadi tolak ukur, yang menjadi tonggak untuk menerapkan sistem perubahan tersebut, seakan ditampar kiri-kanan. Akibatnya, konsentrasi guru seperti disekat. Belum usai pemahaman tentang suatu kompetensi yang akan diajarkan pada siswanya, sang guru pun dicekcoki lagi dengan sistem pengajaran yang baru. Sementara harkat guru sebagai penguasa pendidikan, yang memoles setiap insan anak bangsa ini memperoleh suatu ketidak tahuan, hingga detik ini masih belum tersertifikasi sebagaimana mestinya. Pengecualian dari hal kesejahteraan tersebut berimbas dengan pola kerja sang guru, bagaimana mungkin seorang guru akan mengajar dengan sempurna kalau saja imbalan yang didapatkan belum bisa menutupi segala tetek bengek kebutuhannya.
Sementara, para siswa mendapat imbas yang lebih berat dari ketidak konsistennya sistem pendidikan yang diterapkan Pemerintah melalui pihak yang berkompeten dalam hal pendidikan. Siswa ataupun pihak terdidik merasa menderita dengan penerapan tranformasi sistem tersebut. Belum sempat benak mereka memamah pembelajaran dari suatu sistem, ternyata sistem yang barupun telah menghadang jalan. Siap tidak siap mereka harus mulai menyesuaikan dengan sistem yang baru tersebut, walaupn serabut syaraf yang mereka miliki belum siap menerima perubahan tersebut.
Belum lagi persoalan anggaran yang tidak konsisten, peningkatan mutu pendidikan yang digadang-gadangkan Pemerintah belum diikuti dengan komitmen anggaran pendidikan secara sempurna dan terangkai dengan baik, yang sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan dalam hal pendidikan tersebut. Walaupun semua lini mendukung untuk perbaiakan mutu pendidikan, tapi kalau anggaran pendidikan sendiri tidak mencukupi untuk itu, bagaimana kita akan bergerak?
Tahap ketiga dalam mewujudkan cita pendidikan yang baik adalah, bagaimana kita bisa meletakkan aparatur yang benar-benar mengerti akan pendidikan, aparatur yang benar-benar ingin menciptakan sinergis yang nyaman dalam pendidikan. Karena aparatur Pendidikan tersebut adalah suatu instrumen yang memperindah suara pendidikan bangsa ini.
Dalam lingkup skala yang lebih kecil, pendidikan di Sumbar sendiri, mantan Presidium Forum Komunikasi Komunikasi Mahasiswa Minang se-Indonesia ini berujar, Sumbar yang notabenenya sebagai daerah industri otak sewajarnyalah mengkedepankan apa yang menjadi icon tersebut. ”Pendidikan di Sumbar khususnya, haruslah dibarengi dengan pendidikan kebudayaan, karena kalau sudah demikian cikal-cikal pengganti M Hatta, Buya Hamka akan kembali lahir dari generasi sekarang ataupun nanti. Generasi yang akan membawa kegemilangan dimasa depan,” imbuhnya.
Kita seharusnya, sebagai suku berkebudayaan tinggi, lebih mendalami arti dari kebudayaan kita sendiri. ”Saya masih ingat dari apa yang pernah ditulis oleh seorang Kepala Sekolah SMAN 3 Payakumbuh, Drs Resnulius. Bagaimana dia dalam mendidik para muridnya menerapkan sistem “Cerdas Budaya”, yang artinya, basis pendidikan haruslah berbasis budaya. Bukan hanya kecerdasan intelektual dalam ilmu tapi juga dalam kebudayaan”.
Untuk terakhir kalinya, saya berharap dalam rangka memperingati 100 tahun kebangkitan bangsa, 80 tahun sumpah pemuda dan 10 tahun reformasi berjalan. Para intelektual maupun Pemerintahan, haruslah lebih mengkedepankan mutu pendidikan, bukan hanya sekedar mengkedepankan angka-angka sebagai tolak ukur kesuksesan pendidikan bangsa. Lebih dari itu, tingkatkanlah pendidikan lebih dari apa yang telah kita capai, pendidikan yang cerdas berbudaya, berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan adalah salah satu langkah yang konsekwen untuk menciptakan mutu.
“Dalam hal pemerintahan, saya berharap pemerintah lebih mengkedepankan generasi muda. melaksanakan regenarasi dalam estafet membangun bangsa, agar kita lebih berkembang disemua lini. Bagi para Angkatan ‘98 yang pada tempoe doeloe telah gigih menegakkan reformasi untuk kembali kegelanggang bangsa ini, karena yang namanya pekerjaan kita dalam membangun negeri belumlah usai. Masih banyak yanh harus kita benahi, reformasi yang kita tegakkan belumlah seperti yang kita harapkan, masih terkontamidasi oleh hal-hal yangtidak lazim. Saya harap angkatan ‘98 kembali menakhodai bangsa ini, karena kita yang memulainya tentu saja haruslah kita yang mengisinya.
Percakapan kamipun terhenti, setelah azan Isya berkumandang lirih, memanggil setiap insannya untuk bersedekap kepada Sang Khalik. “Kita shalat dulu,” ujar aktivis reformasi ini mengakhiri percakapan kecil yang telah membawa suatu pengertian, Indonesia belum bangkit, reformasi total baru sebatas impian. (Benny Okva Della)
Sesibuk Apapun Keluarga adalah Segalanya
Sebagai tokoh muda yang sedang mengalami lonjakan dalam kariernya dan sebagai pemimpin dalam keluarganya, Wendra Yunaldi mampu membagi waktu di antara kesibukan kerja, kesibukan dalam organisasi serta dalam keluarga. Wendra yang juga menjadi dosen luar biasa di tiga Universitas, antara lain : Universitas Tarumanegara, Universitas YARSI dan Universitas Sahid harus bolak-balik Jakarta-Padang. 15 hari dihabiskan di Jakarta dan 15 harinya lagi di Padang. Belum lagi kesibukannya sebagai Ketua KNPI Kota Kelahirannya, Payakumbuh.
“Saya tidak ingin terlalu larut dalam pekerjaan dan kesibukan organisasi. Walaupun waktu saya memang banyak disita oleh pekerjaan tapi bagi saya keluarga adalah segala-galanya. Setiap hari Sabtu dan Minggu, pasti saya luangkan untuk keluarga saya. Bagaimanapun istri terutama anak saya yang sekarang sedang lucu-lucunya dan sangat butuh bimbingan dari sosok seorang Ayah. Keluarga adalah segala-galanya. Saat penat dan letih menyerang sekujur tubuh sepulang bekerja, sambutan derai tawa dari anak saya adalah jurus terjitu dalam mengusir segala kepenatan tersebut,” ujar Wendra.
Dulu, Wendra kecil tidak pernah terbayang akan menjadi seorang yang selalu sibuk dengan semua rutinitas hidupnya sekarang ini. Wendra yang pernah menjadi siswa teladan tingkat SDN Kota Payakumbuh, dulunya hanya bertekad untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Segala buku, baik fiksi maupun non-fiksi, tidak pernah luput dari bacaan Wendra, semua yang dia baca dia renungkan untuk kemudian dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Bagi saya, buku adalah jendela dunia, dengan buku saya bisa tahu apa yang belum saya ketahui. Sampai sekarang membaca itu masih belum bisa saya tinggalkan. Sedikit waktu saya luangkan untuk membaca apa saja, pokoknya menambah wawasan,” ujar Wendra.
Ternyata dari membaca Wendra bisa menggapai semua impian yang dulu hanya jadi angan-angan dalam mimpinya. Kehidupan yang mapan, dengan istri yang senantiasa menyokong segala pekerjaannnya dan ditambah kehadiran seorang buah hati, Wendra semakin mantap menantang segala hadangan di dunia.
Tidak itu saja, walaupun telah dilimpahi segala kemurahan, tapi mantan ketua Umum Osis MAN I Payakumbuh ini tidak pernah melupakan Sang Pencipta-Nya. “Sesibuk-sibuknya saya, yang namanya sholat lima waktu serta mengaji tidak pernah saya tinggalkan, rasanya ada yang hilang kalau sholat saya tinggalkan,” terang Wendra yang sedari kecil telah dibekali oleh berbagai ilmu agama oleh ke-2 orang tuanya.
“Saya ini hanya orang kecil, apa yang saya dapatkan adalah anugerah dari Maha Kuasa untuk itu apa salahnya kita membalas segala apa yang diberinya dengan bersedekap dan bersujud padanya. Semua yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi, nantinya di kehidupan ke dua kita diakhirat yang menolong kita adalah amal ibadah kita, bukan harta,”ujar Wendra.
“Saya hanya ingin menjalani hidup sesuai apa yang saya mampu, bekerja dengan jujur dan serius serta yang terpenting, apa yang saya kerjakan tidak merugikan orang lain. Saya ingin berbakti untuk bangsa ini, berbakti untuk orang tua dan keluarga,”timpalnya.
Seorang Wendra Yunaldi SH MH yang sering terenyuh melihat penderitaan sanak saudaranya se-Indonesia, berharap suatu saat dia bisa membawa bangsanya ke masa kejayaan, kejayaan yang berpegang teguh pada budaya dan agama. “Saya ingin merubah nasib bangsa ini ke arah yang lebih baik, karena bagaimanapun juga Indonesia, khususnya Ranah Minang adalah tanah kelahiran saya, tempat saya menghabiskan waktu khelak dimasa tua. Akan saya jaga dan bela untuk selamanya. (Benny Okva Della)
Biodata
Nama Lengkap : Wendra Yunaldi SH MH
Agama : Islam
Status Marital : Kawin
Alamat : Kelurahan Padang Tinggi, No 32
Koto Nan Empat, Payakumbuh
Riwayat Pendidikan
1. SD Negeri 05 Payakumbuh – Tamat 1991
2. Madrasah Tsanawiyan Negeri Payakumbuh – Tamat 1994
3. Madrasah Aliyah Negeri Payakumbuh – Tamat 1997
4. S1 Fakultas Hukum, Universitas Bengkulu, 2001
5. S2 Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Tamat 2004
Prestasi
1. Murid teladan II Tingkat SD-se Kota Payakumbuh
2. Juara I Mubaliq cilik se-Sumbar 1989
3. Penerima Bea Siswa berprestasi 1998 – 2002
Organisasi
1. Ketua Osis MTSN Payakumbuh 1993 – 1994
2. Ketua Umum Osis MAN 1 Payakumbuh 1996 – 1997
3. Dewan Pendiri Lembaga Kajian Studi Islam FH Universitas Bengkulu.
4. Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bengkulu 1998 – 2000
5. Ketua Perpustakaan Masjid Hidayah, Padang Tinggi 1994 – 2000
6. Ketua Umum Ikatan Keluarga Mahasiswa Minang (IKAMAMI) Bengkulu 1998 – 2000
7. Deklarator dan Presidium Nasional Forum Komunikasi Organisasi Mahasiswa Minang se-Indonesia 1999
8. Sekretaris Dewan Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Hukum se- Indonesia (ISMAHI) 2000 – 2002
9. Ketua DPD KNPI Kota Payakumbuh 2007 – 2010
Pelatihan dan Seminar
1. Kader Mubalig Muda (KAMDA) Ma’had Islamy Payakumbuh 1993
2. Latihan Kader I HMI Cabang Bengkulu, 1998
3. Study Nasional IV HMI di Jakarta 2000
4. Seminar Internasional “The Future Of Islamic Finances”, di Jakarta 2004
5. Work Shop Ekonomi Syariah, di Universitas Indonesia 2004
Pengalaman Kerja
1. Dosen Luar Biasa di Universitas Sahid, Universitas YARSI, Universitas Tarumanegara. 2003 – sekarang
2. Tim Pengkajian Hubungan Antar Lembaga Negara Pasca Amandemen UUD 1945, BPHN DEPHUMKAM RI 2005
3. Konsultan Ahli Pembuatan Peraturan Daerah di Provinsi Banten 2005.
4. Tim Pengkajian Kedudukan TAP MPR Pasca Amandemen UUD 1945, BPHN DEPHUKHAM RI 2006
5. Staff Ahli PAH III DPD RI Bidang Pendidikan Agama, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga 2004 – 2005
6. Direktur Executive Anak Bangsa Insitute 2008
7. Direktur Utama PT. Sahati Indah Permai 2006 – sekarang.
Publikasi Buku/Jurnal
1. Sistem Pemerintahan Nagari Menurut Perda No. 09 2002 Sumatera Barat dan Pelaksanaan menurut PERDA No 01 2001 Tentang Pemerintahan Nagari di Kabupaten Limopuluah Kota (Skripsi)
2. Uang Bukan Segalanya : Panduan Praktis Pilkada – Diterbitkan Yayasan Segar Bangsa, 2004.
3. Potret Perbankan Syariah di Indonesia. Melacak Keabsahan Yuridis Praktek Perbankan Syariah di Indonesia
Singkawang Tidak Jadi
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Juni 30, 2008 oleh dodisyahputraKalau lah dekat, jarak antara Kalimantan dan Sumatera. Paling tidak bisa bolak-balik seminggu dua kali bertemu Hasnul, tentu tak jadi persoalan kalau tawaran bekerja di Pontianak kuambil.
Tapi, ini jauh…….. susah ya…….
DODI KE THAILAND
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Juni 29, 2008 oleh dodisyahputraIt’s me. I’m in Thailand with my coorporate travelling around Thailand. Happy day. Truly. A little naughty elephant. hi..hi….
Kerja Masih Panjang
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Juni 27, 2008 oleh dodisyahputraMasih jauh jalan harus dititi. Hati-hati tak undang iri.
Setingkap jalan penuh duri, hati-hati
MASA UNTUK BERTERUS-TERANG
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada Juni 4, 2008 oleh dodisyahputraAda masa untuk bertanya, tentu ada kala kita menjawab tanya. Risih resah seperti tak berdaya,lemah lelah tanpa kuasa.
Demi waktu, demi risih
DODI SYAH PUTRA
JOURNALIST
MOBILE : +6281933523200
MOBILE : +627517892840
OFFICE : +62751841255
FAXIMILE : +62751841269
EMAIL : dodisyahputra@gmail.com
dodisyahputra@padangekspres.co.id
H JHON
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada April 14, 2008 oleh dodisyahputraH Afrijon, Pemilik Toko Sinar Telekomunikasi
Bayar Zakat, Sabar
Bisnis menjual seluler atau yang lebih dikenal dengan handphone cukup menjanjikan saat ini. Handphone telah mampu menopang kehidupan ekonomi banyak keluarga. Dari mulut gang hingga pusat perbelanjaan telah tumbuh gerai hingga kios-kios handphone baru maupun bekas (second). Untuk mengetahui secara lebih mendalam peluang bisnis ini, wartawan Padang Ekspres, Fajril M dan Dodi Syahputra, mewawancarai H Afrijon, pemilik Toko Sinar Telekomunikasi.
Tahun 1995, awal mulanya saya merintis usaha jualan jam di Kompleks Duta Merlin. Dengan menekuni usaha tersebut, saya pun tidak meneruskan kuliah di Jurusan Akuntansi Unand. Usaha jualan jam ini saya jalani dan fokuskan untuk mengelolanya. Alhamdulillah, dalam rentang waktu dua tahun saya berhasil membangun dan mengembangkan usaha tersebut dengan omzet saat itu mencapai Rp300 juta.
Nah, disaat usaha jualan jam yang sedang menanjak dan berkembang, saya pun mengalami musibah dari Allah SWT. Musibah pertama, toko jam miliknya di Niagara Plasa terbakar. Tak ada satu pun sisa barang yang terselamatkan. Selang seminggu kemudian, toko jamnya di toko buku Gramedia Padang dikupak maling.
Akibat peristiwa itu utang pun menumpuk.
Cobaan terus menderanya. Sesudah peristiwa tersebut, orangtua saya meninggal. Selang beberapa hari kemudian, mobil miliknya ternyata mobil hasil curian sehingga berkasus di kepolisian. Tak hanya berhenti disitu saja. Usai mobil berkasus, anak pertama saya meninggal karena kecelakaan. Rasanya perasaan saat itu down.
Mendapat cobaan yang teramat berat, saya pun sempat berniat untuk bunuh diri. Tapi, niat itu saya urungkan karena dibayangi bayangan anak saya yang telah meninggal yang membisikkan ke telinga saya jangan lakukan perbuatan tersebut.
Untuk memulihkan kembali usaha jualan jamnya tak dapat terpenuhi waktu itu. Setiap saya meminjamkan modal kepada seseorang selalu ditolak. Sebab, orang yang saya datangi untuk minjam modal menilai utangnya telah menumpuk kok malah minjam uang lagi.
Toko jam saya pun tak menentu dan dibiarkan kosong meski diawasi karyawan. Utang menumpuk. Saya pun tak sanggup untuk membayar utang itu. Melihat kondisi demikian, saya pun meninggalkan kondisi toko yang berantakan dan penuh utang serta memboyong keluarga pulang kampung ke Sungai Sariak, Padangpariaman.
Masih di tahun 1997, selama empat bulan saya dan keluarga hidup di kampung. Saya pun menyewa kolam ikan. Hari-hari hidup di kampung diisi dengan kegiatan memberikan makan ikan. Saya pun merasakan ketenangan meski masih ada bayang-bayang utang yang menumpuk.
Saat hidup di kampung itulah saya bertemu dengan seorang ustadz di masjid yang kemudian memberikan sebuah nasihat yang sangat berarti bagi hidup saya. Nasihat ustadz tersebut, sisihkan harta untuk membayar zakat dan selalulah sabar.
Nasihat ustadz tersebut saya renungkan. Memang dalam kenyataan dua tahun berdagang dan sukses, saya tidak pernah menyisihkan kekayaan untuk membayarkan zakat. Dengan ada nasihat itulah saya bertekad untuk kembali ke Kota Padang untuk memulihkan usaha yang waktu itu berantakan.
Singkat cerita, untuk membangun kembali usaha dan melunasi utang, saya pun menjalani bisnis jual jam antik. Ini terinspirasi dari adanya sebuah iklan di salah satu koran nasional yang membutuhkan jam antik. Dan, untuk membayarkan zakat saya meminjam uang kepada salah satu rekan bisnis. Alhamdulillah, tiga bulan jualan jam antik utang pun lunas.
***
Usaha penjualan handphone ini berawal tahun 2003. Waktu itu, H Jhon menyewa petak toko di Merlin Pasar Raya dengan menjual jam yang telah lama digeluti dan voucher pulsa handphone dengan sarana toko yang belum memadai.
Saat membersihkan toko waktu itu, ia kedatangan konsumen laki-laki remaja. Ia bermaksud untuk memperbaiki handphonenya yang rusak. Memang H Jhon tidak paham sama sekali tentang memperbaiki handphone. Dengan keberanian, ia pun menerima orderan tersebut.
Setelah dicoba memperbaikinya, ternyata handphone itu baik kembali. Ini dibuktikan dengan terus dilakukan uji coba melalui baterai handphone baru.
Pemilik handphone tersebut besok harinya kembali. Saya pun memberikan handphonenya dengan bayaran perbaikan Rp50 ribu. Si laki-laki tadi pun kaget dengan harga perbaikan yang murah tersebut dibandingkan tempat lain. Setelah dipikir-pikir dan dihitung-hitung keuntungan yang diperoleh, Jhon pun mulai berani menjalani usaha penjualan handphone di tokonya tersebut.
Tanpa mengenyampingkan usaha jualan jam yang telah lama ditekuninya.
Alhamdulillah, berkat keseriusan dan jujur dalam menjalani usaha ini, di tahun 2004 saya memberanikan diri untuk membuka usaha penjualan handphone dengan merek toko Sinar Telekomunikasi di kawasan Tepi Pasang dan hingga kini berkembang di Plasa Andalas, Pasar Raya 3 dan direncanakan akan membuka toko di kawasan Hadis Didong.
Dalam menjalani dan menekuni usaha tersebut, saya ikut terjun melayani konsumen ketika berbelanja di tokonya. Meski ada karyawan yang membantunya dalam menjalani usaha penjualan HP.
Di samping itu, untuk memanjakan dan memuaskan konsumen, di toko ini juga menggelar berbagai diskon untuk produk HP. Informasi ini dapat diketahui konsumen dengan pengumuman yang ditempel didinding toko.
Tidak hanya itu, setiap penjualan handphone second selalu ditempelkan di HP tersebut sebuah informasi singkat, di antaranya harganya, berapa lama HP tersebut dipakai dan kondisinya. Sehingga, konsumen tidak ragu untuk membeli HP tersebut. Ternyata, toko ini mendapatkan berbagai penghargaan dari perusahaan seluler.
Dengan berbagai trik tersebut, saya menginginkan konsumen serasa berbelanja di sebuah supermarket dalam hal ini supermarket handphone. Tentunya, pelayanan yang diberikan kepada konsumen harus memuaskan. Dalam hidup H Jhon memiliki prinsip, kalau tidak serius, tidak jujur, dan tidak total maka bidang usaha yang dijalani bakal berantakan atau bangkrut.(*)
PADEK EVENT ORGANIZER
DODI SYAH PUTRA
HEAD OF DEPARTEMENT
MOBILE : +6281933523200
MOBILE : +627517892840
OFFICE : +62751841255
FAXIMILE : +62751841269
EMAIL : dodisyahputra@gmail.com
dodisyahputra@padangekspres.co.id
PAK CIK, MALAYSIA
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada April 12, 2008 oleh dodisyahputraDODI SYAHPUTRA
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada April 12, 2008 oleh dodisyahputraDI PADANGPANJANG 2 APRIL 2008
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada April 3, 2008 oleh dodisyahputraAPRIL MOP DATANG
Dikirim DODI SYAHPUTRA MM pada April 1, 2008 oleh dodisyahputraApril ini, Padek Event Organizer maunya fokus interest di content media clinic. Kenapa ya? Sebabnya, di perusahaan kita, Harian Pagi Padang Ekspres tengah disibukkan dengan agenda-agenda persuasif publik. Banyak lo garapan-garapan kita yang selama ini menjadi formalitas inti, kini banjir order.
Seperti halaman-halaman pariwara dan society alias parade foto kegiatan menjadi intaian banyak pihak. Eh, malah kawan-kawan di iklan pun mulai ambil posisi rebutan omset ama EO. Kita sih nyante aja.
Oh ya, awal April, nyang kalo orang Barat sono sebut April Mop ini, banyak orderan event juga kita dapati. Uniknya, orderan ini pada serius semua. Kita jadinya yang panik berat. Staff kita, Buk Yona masih cuti. Otomatis, kita pun sendirian alias alone awe merancang event.
Untung dah, ada Bang Adi Armen dari Padang TV Production yang bantuin me-reset sekaligus mem-progress semua orderan itu. Kita jadi agak nyante.
Eh, bukan nyante sembarang nyate lo. Kita sampai nggak pulang-pulang ke rumah akibat banyak detail program yang keteteran. Wuih, jadi berabe deh kalo nggak siap juga dalam waktu dekat ini.
Makanya, yang lagi baca doain ya kita sukses terus. Sebab, kalo sukses semua kan juga ikut hepi. Kita pun hepi-hepi terus…hi…hi….
PADEK EVENT ORGANIZER
DODI SYAH PUTRA
HEAD OF DEPARTEMENT
MOBILE : +6281933523200
MOBILE : +627517892840
OFFICE : +62751841255
FAXIMILE : +62751841269
EMAIL : dodisyahputra@gmail.com
dodisyahputra@padangekspres.co.id











