WAWANCARA KHUSUS DENGAN TOKOH HTT, PETER SUTANTO

petersutanto“PERJUANGKAN SUMBAR DI PUSAT,

Masih menyempatkan diri bicara soal kebudayan dan nasionalisme, mantan anggota DPR RI Peter Sutanto yang juga penasehat Himpunan Tjinta Teman (HTT) yang menggeber Cap Go Meh dengan limpahan kemegahan kegiatan. Peter Sutanto yang akrab dipanggil Pak Sutan ini, Sabtu malam lalu mengisahkan tentang plurarisme budaya yang kini makin erat dan disemangati oleh pimpinan kota Padang, Fauzi Bahar dengan sangat baik. Bisa jadi, Fauzi Bahar menjadi tokoh yang kini diagungkan oleh warga Tionghoa keturunan yang terakulturasi dengan baik bersama warga lainnya di Kota Padang.

Berikut petikan wawancara wartawan POSMETRO (Grup Padang Ekspres) Dodi Syahputra dengan Peter Sutanto, disamping Ka Pe Kong yang khusus diarak siang kemarin dengan 16 pengangkutnya.

POSMETRO  : Pak Sutan, Anda yang mengibarkan semangat kedaerahan di DPR RI dulu. Masihkah itu kini disemangati oleh anggota DPR RI sekarang?

PETER SUTANTO : Nasionalisme datang dari diri kita. Namun, justru banyak yang berlabel warga pribumi justru dengan murahnya menjual keagungan bangsa ini. Bahkan, tidak lagi menghargai dan memperjuangkan daerahnya di meja dewan. Ini sangat memiriskan kita. Idealisme kedaerahan memang bukan untuk dimunculkan, namun jika diabaikan dan tidak lagi memperjuangkan daerah di ruangan dewan, untuk apa lagi kita maju ke sana.

POSMETRO : Bicara soal semangat nasionalisme, kaitan dengan kedaerahan, Sumbar sudahkah diperjuangkan dengan maksimal di pusat?

PETER SUTANTO  : Kalau diperjuangkan, menjadi bahasa ambigu bagi kita. Artinya, masyarakat Sumatera Barat sangat tahu sekali, apa saja program pusat yang sudah diperjuangkan untuk daerah ini. Barangkali secara cerdas kita sendiri tahu, berapa banyak sih. Tak perlu rasanya saya menjawab detail.

POSMETRO : Sejak Anda meninggalkan dunia politik, dan kini fokus di usaha dagang, adakah kerinduan untuk kembali berperan di sana?

PETER SUTANTO : Kerinduan pasti ada. Namun, prioritas kini hendak memantapkan diri di ekonomi. Sehingga, saya tidak akan pernah memberatkan bagi daerah ini. Jika nanti telah bertemu muara yang sesuai dan idealisme betul-betul untuk rakyat, saya akan kembali ke sana.

POSMETRO  : Kita lepaskan dulu masalah yang di atas, terkait suksesnya HTT menggelar event akbar Cap Go Meh kali ini, sampai dimana keinginan Anda untuk seratus persen plurarisme di Sumbar in?

PETER SUTANTO : Ya, jelas kita ingin masyarakat mengerti akan pembauran yang sebenarnya. Saya pribadi, sangat menghargai bantuan Walikota Padang Fauzi Bahar yang mendukung kegiatan warga keturunan ini. Sangat dipastikan bahwa ke depan masyarakat keturunan akan menjadi bagian yang tersatukan dengan seluruh warga Sumatera Barat. Masyarakat keturunan justru lebih fokus untuk memahami tradisi lokal saat ini. Makanya, kami inginkan agar masyarakat mengerti dan menerima secara penuh keinginan warga keturunan untuk tampil menaikkan harkat dan martabat daerah.

POSMETRO  : Simpulan yang ingin kami dengar. Komitmen apa yang harus kita bina, seluruh masyarakat Sumatera Barat demi kemajuan ke depan?

PETR SUTANTO  : Yah, harusnya kita bersama-sama seiya sekata memajukan daerah ini. Para anggota dewan yang terhormat, yang kini duduk atau akan duduk kembali harus memiliki visi kemajuan. Jangan lagi ada yang memvisikan keuntungan pribadi dan golongan. Pun, seluruh masyarakat, potensi ekonomi, kebudayaan dan kesejahteraan masyarakat terletak di tangan kita semua. Jangan ada yang memilih dan memilah golongan masyarakat berdasarkan etnis. Kita semua harus berniat sama, maju demi kejayaan bangsa.(***)

Tinggalkan Balasan