USAI KEBAKARAN RSPD PAYOKUMBUH
“ALAT-ALAT RADIO DAN PAKAIAN SAYA TERBAKAR”
DODI SYAHPUTRA—PAYOKUMBUAH
Usai kebakaran, nasib Zikriman (38) yang pernah tinggal di gedung itu cukup menyedihkan. Ijazah SD adik-adiknya yang pernah disimpan di sebuah lemari kayu di salah satu ruangan itu hangus dibakar api. Nasib dan peruntungan juga yang sedang menyedihkan, pakaian-pakaian lama yang pernah dipakainya yang juga disimpan oleh mantan penyiar radio ini ikut raib.
Zikriman yang kini bekerja selaku ajudan Ketua DPRD Payokumbuah, menyebutkan firasat akan kehilangan benda-benda bersejarahnya telah muncul sejak beberapa hari yang lalu. Niat untuk mengambil ijazah, surat-surat penting sampai pakaian yang tersimpan di sana selalu muncul.
“Tapi tak pernah jadi-jadi. Ada saja kesibukan. Mungkin sudah nasib. Ya, mau gimana lagi,” ujar Zikriman sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Wajah sedihnya muncul. Saat bercerita bahwa di gadung itu sekitar Rp240 juta aset Pemda Kota Payokumbuah hilang terbakar api. Pemancar AM A500 Watt sebanyak tiga unit ludes sudah.
Sementara itu, pemancar FM dua unit terdiri dari 150 Watt dan 250 Watt, Amplifier enam unit, tape enam unit, mixer audio dua unit, stabilizer tiga unit, fan kipas tiga unit, kaset-kaset rekaman 1.000 unit, lemari enam buah serta meja delapan unit hilang sudah.
Zikriman memprediksi kerugian lebih dari Rp240 juta. “Dinilai dengan harga terkini, sebab modalnya dulu 300 emas yang harganya kala itu Rp40 ribu per emas. bandingkan harga emas kini yang Rp800 ribu lebih. Ya, jelas kerugian sangat besar,” ujar Zikriman.
Surat-surat izin pendirian radio dari Menparpostel kala itu, Joop Ave juga lenyap. Hanya tinggal abu saja yang basah oleh air pemadam kebakaran.
TIDAK BERASURANSI
Tidak jelasnya kepemilikan dan pengelolaan radio ini menyebabkan tidak jelasnya apakah kerugian ini bisa diganti asuransi atau tidak. Soalnya sejak 2002 lalu, pengelolaan yang sebelumnya dipegang oleh Humas Pemda Payokumbuah kini tidak jelas lagi.
Artinya, barang-barang yang hangus terbakar itu akan lenyap sudah seiring tidak bisanya diganti dengan tidak jelasnya apakah ada asuransinya atau tidak. “Mudah-mudahan ada asuransinya, sebab barang-barang siaran itu sangat mahal dan masih berfungsi sampai hari ini,” ujar Zikriman menyayangkan.
Antena pemancar saja yang patah sebab usia. Jika digunakan, alat pemancar radio serta kelengkapannya itu masih akan berfungsi. Sayang sekali jika kemudian lenyap tidak tergantikan.(sp)
Mei 27, 2009 pada 8:33 am
ikut prihatin