PKPI AKSI SIMPATIK

BARNAS ORGEN TUNGGAL

 

Payokumbuah, Metro —

 

Entah iya, entah tidak. Namun, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Payokumbuah hanya menggelar aksi simpatik dengan membagikan makanan dan kartu nama caleg serta memasang spanduk di sepanjang pagar simpang Tugu Mari Menabung atau depan Kantor Bupati lama. Para pengendara yang melewati kawasan itu, mendapat souvenir khusus berupa paket makanan dan kartu nama caleg PKPI.

 

Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) PKPI Payokumbuah, Meta Samainal (Nang) mengatakan pilihan partainya untuk tidak berkampanye umum yang mengundang massa lebih disebabkan kepedulian akan masyarakat. Justru dengan kampanye yang mengarak massa justru membuang-buang biaya tanpa ada hasil yang signifikan.

 

“Masyarakat kita sudah sangat cerdas. Kampanye dengan orgen tunggal dan bersorak-srai itu sudah harus kita tinggalkan. Yang penting bagi PKPI, tujuan dari pesan dan visi misi partai tersampaikan. Toh, kami selama ini tidak pernah mengumbar janji-janji, kami hanya memberikan kepastian perjuangan partai yang dipimpin Ibu Muthia Hatta ini,” ujar Meta Saiminal yang akrab dipanggil Nang yakin.

 

Sebelumnya, simpatisan partai yang berwarna dasar Merah ini pun memasang banyak spanduk di sisi-sisi pagar jalan utama itu. Mulai dari materi spanduk tentang kepedulian kepada pedagang kaki lima, sampai kepada pernyataan kenapa PKPI tidak berkampanye layaknya partai lain di lapangan.

 

Sedang asik-asiknya membagikan makanan dan kartu nama, di seberang jalan datang aparat Pol PP dengan satu mobil patroli. Kepada pengurus PKPI mereka menanyakan izin kegiatan. Ternyata, PKPI mengantongi izin kegiatan kampanye ini setelah melaporkan kegiatan ini sebelumnya kepada KPU, Panwaslu dan pihak kepolisian.

 

Tak lama, hanya sekitar 10 menit saja mereka berdialog. Aparat Pol PP pun merangsek pergi.

 

BUDI SYUKUR SETUJU

 

Ya, kampanye dengan pola yang lain dari partai lain ini pun disetujui oleh Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Sengaja Budi Syukur SH. Ketika dikontak POSMETRO, Budi Syukur yang sedang berada di Padang mengatakan bahwa aksi kampanye yang dilakukan dengan pola simpatik ini memang dianjurkan ke seluruh DPK se-Sumatera Barat.

 

“Kalau kita kampanye di lapangan, selain menguras uang dan tenaga, hasilnya pun tidak akan signifikan. Baguslah kita kampanye dengan mendekatkan diri langsung ke masyarakat. Kegiatan kita tampak dan mengundang simpati,” terang Budi Syukur.

 

Budi Syukur menyebut pola kampanye seperti ini diyakini PKPI mampu menerangkan kepada publik bahwa PKPI memulai dengan kegiatan yang bermanfaat dan tidak menghambur-hamburkan uang. Kalau caleg, kata Budi Syukur telah memulai kampanye dengan modal kampanye yang berlebihan, jelas perlu ditanyakan kemana harus dicari gantinya nanti.

 

“Nah, kami ingin meyakinkan masyarakat, bahwa kami tidak menggunakan sistem kampanye dengan uang secara besar-besaran. Kami ingin, caleg yang nanti mewakili rakyat di leislatif, kami harapkan langsung bekerja dan membela kepentingan masyarakat ang diwakilinya. Tidak lagi memikirkan uang pengganti modal kampanye yang telah dihamburkannya,” alas Budi Syukur yakin.

 

BARNAS ORGEN TUNGGAL

 

Selain PKPI, hari kemarin juga tampil Partai Barisan Nasional di Lapangan Sari Bulan. Massa yang ramai berdatangan dengan skema warna biru bergaris dengan kendaraan roda dua sekitar 50 unit dan kendaraan roda empat sekitar 20 unit.

 

Di pentas, Partai Barnas memakai orgen tunggal mengiringi juru kampanye yang berkoar di atas pentas. Sekitar 150 orang massa meramaikan kegiatan. Orasi dan hiburan silih berganti.(sp)

Tinggalkan Balasan