PAYAKUMBUH, HALUAN

ADI SURYATAMA, ST. KETUA TIM 5 DPC PARTAI DEMOKRAT PAYAKUMBUH
Lain lubuk lain ikannya. Lain Golkar lain pula Demokrat. Dua partai puncak terbesar di Indonesia ini, mengaku di Payakumbuh melakukan survey terhadap bakal calon walikota. Namun, pola dan tingkah surveynya bertolak belakang.
“Khusus kami dengan sistem bottom-up. Dari DPC Payakumbuh yang mensurvey dengan tim yang kami bentuk di internal partai, setelah itu kami ajukan ke DPD Provinsi. Provinsi kemudian menyaring berdasarkan pertimbangan survey. Setelah itu dibawa ke DPP. Baru DPP memutuskan setelah survey kembali dengan pola mereka ke Payakumbuh,” aku Ketua dan Sekretaris Tim 5 Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh 2012 – 2017 dari Partai Demokrat Adi Suryatama dan Wardi AS atau Ayah Fatah.
Lain lagi Partai Golkar. Sebagaimana diungkapkan oleh H Sudirman Rusma, Ketua DPD Partai Golkar Payakumbuh sebelumnya, sistem survey dilakukan independen. DPD tidak tahu sama sekali proses surveynya. Namun, hasilnya telah diketahui nanti oleh DPP. Sebab, tim survey dan segala pembiayaan dilakukan oleh DPP Partai Golkar.
Meski dengan pola yang berbeda, antara Partai Demokrat dan Partai Golkar saling menghormati proses masing-masing. Ayah Fatah menegaskan, bahwa mekanisme internal partai bisa saja berbeda-beda. Inilah demokrasi itu. Namun, hasilnya akan berujung kepada pimpinan Kota Payakumbuh terbaik.(dod)
Like this:
Be the first to like this post.