DODI SYAHPUTRA MM

CATATAN JURNALISTIK DAN PERSONAL

KNPI NASIBMU KINI

Dodi Syahputra

Jurnalis di Payakumbuh


Pembaca sudah remaja saat Orde Baru baru lengser dulu? Kalau sudah tentu masih jelas tentang kepemudaan kita di era itu. Pemuda, meski sebagian besar menjadi underbow politik, namun memiliki kedigdayaan untuk berpendapat, beraktifitas dan berbuat. Saya, rindu masa-masa itu.

 

Ketika aktif dan bergaul dengan KNPI Padang era 2000-an tentunya bisa kita mengerti kenapa pemuda selalu dijadikan garda terdepan kebijakan. Kala itu, pemerintah selalu datang berkunjung dan sebaliknya mengundang pengurus KNPI untuk membahas suatu kebijakan.

 

Memang, baik di seluruh Sumatera Barat, bahkan Indonesia pemuda dijadikan sandaran kesuksesan pemerintah untuk sukses dan berkarya. Pemuda pun, baik dengan organisasi kemasyakatan pemuda (OKP) kala itu di bawah naungan KNPI selalu hadir di setiap kesibukan publik, bencana, sosial kemasyarakatan dan kebudayaan.

 

Bicara kini, tentu berbeda. KNPI Payakumbuh, yang setahu saya dilantik oleh Sekretaris Umum KNPI Sumbar, hingga hari ini belum menampakkan geliatnya. Atau memang saya kurang mengikuti.

 

Barangkali, jika mendengar ota kadai, teman-teman wartawan, bahwa pemuda di Payakumbuh kini disemangati oleh pelantikan berseragam, gagah-gagahan, ketika berkali-kali dimintai pendapat, dimintai aksi kinerja, selalu mengulur waktu. Sebab, anggaran bantuan Pemko belum turun, entah iya entah tidak.

 

Saya salut dengan dinamika kepemudaan di Payakumbuh ini. Secara Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan pasal 1, ayat (1) Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Jika ini diterapkan, tentunya saya sudah mangkir jadi pemuda. Sudah lewat usia.

 

Tapi, tak usahlah saya mendebat. Saya tahu betul, sebab saya peserta Musda KNPI Payakumbuh, usia pengurus banyak yang sudah uzur dari Undang-Undang. Lagian, perdebatan yang menyeruak ke atmosfir kepemudaan, unsur plat merah, pejabat dan legislatif mewarnai KNPI Payakumbuh hari ini.

 

Sedang di UU Kepemudaan Pasal 10 ayat (1) ditegaskan bahwa; Pemerintah mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan dalam rangka penajaman, koordinasi dan sinkronisasi program pemerintah. Tugas ini untuk membangun fungsi, sesuai pasal 5; berfungsi melaksanakan penyadaran,

pemberdayaan, dan pengembangan potensi kepemimpinan, kewirausahaan, serta kepeloporan pemuda dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tidak ada dalam UU dikatakan bahwa pemerintah harus ikut menjadi pengurus kepemudaan. Memang, tidak juga dilarang.

 

Jika demikian ada dua sisi yang penting untuk dibaca. Pertama, tentunya dengan segala unsur yang penentu ini, artinya adanya pejabat di tubuh inti KNPI, bakal banyak bantuan dan kebijakan program terlaksana. Apa iya?

 

Kedua, kemungkinannya, KNPI akan tunduk dan patuh kepada pemerintah. Sebab, mulai dari jabatan Sekretaris sampai ke bawah banyak yang berprofesi atau bekerja di bawah perintah Walikota.

 

Sekali lagi saya tidak iri. Meski sejak awal pelantikan saya disebut sebagai salah satu pengurus. Alhamdulillah, sampai detik ini saya tidak pernah dihubungi panitia pelantikan bahwa dulu akan dilantik. Lalu, tempat saya dimana, saya tidak tahu.

 

Sayang seribu sayang. Kalau pemuda kini justru menjadi kaki tangan. Kalaupun tidak kenapa sampai hari ini, tidak ada aksi. Ini harus dijawab kepada publik.

 

30 Desember, tepat hari Jumat tahun lalu, 2011, pengurus dilantik. Papan bunga berserak di halaman Balaikota. Dilantik, ya, di Balaikota. Lalu, di lantai 3 Balaikota di Bukiksibaluik nan masih megah kekar itu, para pemuda yang menjadi pengurus KNPI dilantik. Pejabat berdatangan. Walikota lengkap dengan Wakilnya.

 

Saat dilantik, dipesankan oleh Walikota agar pemuda di tubuh KNPI jangan berpihak. Jangan memihak. Apa benar bisa? Kalau potensi pengurus sampai hari ini tidak bergerak, sibuk dengan kesibukan di luar tubuh KNPI, lalu kenapa mau dilantik?

 

Entah apa maksudnya, benarkah demikian yang terjadi. Benarkah KNPI hanya diam. Kita tunggu KNPI Payakumbuh bersuara. Bersuara sajalah dulu, jangan hitung pekerjaan. Sebab, pasca pelantikan hingga hari ini aba-aba hendak Rakerda saja belum ada. Apa itu Rakerda, mari kita pahami dulu. Bersama.(***)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.