GambarPANGKALAN

 

Sebelum Banja Ronah, jalan dari Simpang Pangkalan menuju arah Kapur IX hari ini kondisinya sangat menyedihkan. Beberapa bulan lalu, saat melewati jalan tersebut diaspal hotmix sangat rata dan mulus. Beberapa hari lalu, kembali menyinggahi jalanan ini, luar biasa hancurnya. Inilah kondisi jalan provinsi yang dilewati kendaraan-kendaraan besar membawa galian C; batu, kerikil, tanah serta bahan berat lainnya.

 

Kondisi jalan yang kian amblas dan hancur ini, sampai hari ini makin parah. Tak satu dua, malahan puluhan kendaraan roda 10 alias tronton bertonase 40 ton lewat hilir mudik. Belum lagi colt diesel yang memapah jalan, pelan-pelan tapi meremukkan aspal jalan hingga terbenam. Semua kendaraan itu lewat dengan beban galian C yang beratnya hingga ton plus berat kendaraan. Luar biasa ketahanan jalan ini, yang kian hancur.

 

Camat Pangkalan Koto Baru Arwital saat dihubungi mengatakan sudah berkali-kali menelaah dan mencoba menyelamatkan kondisi jalan ini. Namun, tidak ada yang mengindahkan. Sayang sekali, Arwital bahkan tidak didengar oleh banyak perusahaan yang menggali kerikil, batu dan tanah dari Batang Maek itu.

 

”Saya sudah laporkan tertulis ke Bupati. Lengkap dengan bukti-bukti jalan yang rusak parah,” aku Arwital.

 

Kondisi jalan yang sudah rusak ini sangat menyedihkan. Selain mengganggu kelancaran lalu-lintas Kapur IX – Pangkalan, juga mengakibatkan kerugian negara akibat jalan yang rusak. Beberapa orang warga terus berusaha mengingatkan pengendara tronton yang lewat hilir-mudik setiap hari. Namun, jawaban dikatakan, bahwa kendaraan ini bayar pajak.

 

Makanya, sampai hari ini, aktifitas galian C, yang awalnya sudah menahun kini, sejak beberapa bulan lalu sudah bertambah dengan galian C lainnya. Batang Maek tempat lokasi penggalian ini sudah tidak seperti sungai lagi.

 

Yang disayangkan warga adalah jalan provinsi yang kian rusak. Tidak terurus, sudah luar biasa kerusakan akibat tonase kendaraan jauh melewati batas plang yang diletakkan di depan Kantor UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

 

Di plang merk, batas tonase 8 ton tertulis jelas. Namun, tetap saja kendaraan besar lewat lalu-lalang dengan angkutan penuh. Pengawasan pemerintah diharapkan lebih baik lagi. Terutama, masalah jalan provinsi yang harusnya tetap mulus sebab baru diaspal baik ini.