Gambar

Oleh: Dodi Syahputra

Bidang Media dan Promosi KONI Sumbar

 

Tidak ada catatan buram yang rapi. Pun, tidak akan ada kertas sobek yang bisa ditambal menjadi bersih kembali. Ini terbalik di KONI Sumbar. Kekurangan di satu tugas bisa ditutup dengan cekatannya pengurus lain. Di waktu tertentu, tidak bisa, yang lain menggantikan hingga selesai dan sukses. Begitu sebaliknya.

Bidang kami, di Media dan Promosi KONI Sumbar, memang memiliki tugas pokok dan fungsi yang cukup strategis. Seluruh isu, penyemangatan serta mediasi olahraga prestasi level Sumbar harus mampu dimaktubkan menjadi pemahaman publik. Di sini, tentu delapan tangan, empat orang, serta keterbatasan waktu bekerja untuk kepengurusan KONI Sumbar mampu dengan sukses tetap dihasilkan.

 

Kuncinya kemitraan dan isi mengisi. Selain, empat pengurus di bidang ini memiliki keahlian masing-masing; mediasi, strategi media, strategi promosi serta kecekatan, juga dukungan rekan-rekan wartawan olahraga Sumbar seluruhnya harus kami angkat jempol dua tangan tinggi-tinggi. Hampir tak ada kata buruk untuk liputan olahraga prestasi Sumbar, semuanya menyemangati tinggi pula.

 

Ini menggembirakan. Mensukseskan. Ketika akhirnya, 12 emas itu ikut menorehkan semangat Sumbar Bisa! Tak sia-sia, lelah, peluh dan kucuran dana APBD dan swasta itu mampu diwujudkan menjadi prestasi dan prestise Sumatera Barat di tingkat nasional. Seluruh atlet Sumbar disambut dengan teriakan semangat di letih mereka berlaga di Riau lalu.

 

Kemitraan dan potitioning proportion. Porsi bekerja sesuai dengan kapabilitas dan kreatifitas. Kunci ini selalu diarahkan kepada seluruh pengurus KONI Sumbar. Kegembiraan luar biasa saat, setiap program dijabarkan dengan tim kerja yang saling berbagi ide dan kreasi. Finalisasinya, tetap saja dikawal dan dilanjutkan hingga selesai secara bersama-sama.

 

Jelang PON, ada dorongan agar sumber dana dan dukungan tidak hanya bersandar ke APBD saja. Sebab, jika demikian maka kontingen Sumbar tidak memiliki daya tarik bagi masyarakat secara menyeluruh. Di sinilah peran Gubernur H Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur H Muslim Kasim terasa digdaya. Keduanya, sejak mula, memang fokus dan interest untuk mengawal prestasi olahraga di Sumbar ini menjadi mumpuni.

 

Tak tanggung-tanggung, malam apresiasi pun dihelat keduanya. Banyak sokongan akhirnya terkumpul. Belum lagi, ditambah dengan tim promo kontingen yang mendapat dukungan dari perusahaan BUMN, BUMD dan swasta dengan gemilang. Maka, beban kontingen makin ringan, meski tidak berlebihan. Setidaknya, dukungan masyarakat, perusahaan dan swasta itu telah memberikan petunjuk bahwa kontingen Sumbar, harus mewujudkan target seluruh masyarakat dengan sempurna.

 

Alhamdulillah! Semua kontingen bersyukur. Jerih dan letih, mengurus bidang dan tugas masing-masing, ada yang terlihat, ada yang tidak terekspos media, ada pekerjaan yang dilakukan dengan sport intelligent, semuanya berbuah manis. 12 emas bagi kontingen Sumbar di arena PON melegakan, membahagiakan, melepas lelah, penat dan letih seluruh kontingen. Luar biasa!

 

Sumatera Barat bersuka cita setelah petinjunya yang bertanding di kelas berat 91 kg, Robby Chandra P mampu mengatasi petinju Jawa Tengah, Achmad Amri dengan skor 12:10 selaku medali emas ke-11. Rahmat Taubat mencundangi Denny Hitarihun, petinju berpengalaman dari NTT dengan skor akhir 10-5 di medali emas ke-12. Sumbar pun mengoleksi 12 medali emas untuk dibawa pulang ke Ranah Minang.

 

KURANG DAN LEBIH

 

Menyebut dari awal sampai akhir kepengurusan yang akan digelar Musorprov atau Musyawarah Olahraga Provinsi, 6-7 Maret 2013 mendatang, menandai berakhirnya tugas kepengurusan KONI Sumbar periode ini. Banyak pekerjaan yang harus menjadi catatan untuk dilakukan pembenahan. Learn by doing, act by showing. Belajar dari hasil pekerjaan, berbuat dengan melakukan.

 

Bicara soal kekurangan, siapa yang sempurna. Organisasi terhebat sekalipun selalu ada kelemahan. Jika dikumpulkan sisi lemah sebuah organisasi, akan semakin memupus semua kedigdayaan kerja yang dilakukannya. Bukan hendak membela diri, namun, KONI Sumbar setidaknya sudah on the track, berusaha seuai dengan rule of the game organisasi. Sesuai posisinya selaku organisasi yang memayungi semua cabang olahraga prestasi di Sumbar.

 

Tentu, semua pekerjaan, tidak hanya yang terlihat saja. Kalau dilihat, memang tak semua bisa kasat mata dan diperagakan. Kalau ini menjadi faktor lemah, penulis sendiri mengakui dan memohon maaf atas kekurangan tersebut. Namun, target prestasi dan pembinaan sudah maksimal dibenahi sejak mula. Lewat penyesuaian kemampuan pendanaan, kemampuan dan capaian prestasi serta tak lupa mempertimbangkan kondisi prestasi daerah lain sebagai sandingan target itu.

 

Setelah dikunyah-kunyah, ditimbang-timbang, serta diperdebatkan dan diukur secara bersama, maka KONI Sumbar kemudian menetapkan pembinaan atlet, pelatih dan cabang olahraga dalam kategori; andalan, prioritas, potensial dan binaan khusus. Dukungan maksimal dari berbagai pihak menjadikan perjuangan atlet-atlet ini, menelurkan 18 cabang olahraga di PON lalu, berhasil menorehkan prestasi medali.

 

Kurang dan lebihnya pasti ada, ada yang terceritakan, terberitakan, ada pula yang terekam dan tercatat di sejarah olahraga prestasi Sumatera Barat. Pun, yang tidak terlihat langsung, tidak tergemborkan namun bernilai rupa bagi Sumatera Barat. Biarlah jadi catatan yang dipendam dalam. Jayalah Olahraga Sumatera Barat. Sumbar Bisa!