GambarPAYAKUMBUH

Satuan Lalu-Lintas Kepolisian Resor Payakumbuh memulai 2013 sejak awal Januari lalu dengan atensi tugas pengawasan kenyamanan masyarakat Kota Payakumbuh. Kasat Lantas Polres Payakumbuh AKP Hamidi yang berdinas di area hukum Kota Payakumbuh dan 5 kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota, memfokuskan ke pengetatan penggunaan helm standar dan knalpot racing yang diharamkan, sebab memekakkan telinga.

”Untuk 2013, sampai hari ini masih focus di penindakan bagi kendaraan roda dua yang berknalpot racing dan menegakkan hukum berlalu-lintas dengan helm standar,” aku AKP Hamidi singkat.

Lalu-lintas di Kota Payakumbuh terkenal cukup aman dan nyaman. Jalan yang cukup lebar dan masih baik, terutama di jalan utama, menjadikan pengendara kendaraan menjadi nyaman. Hanya saja, kewaspadaan, perlu ditingkatkan. Beberapa kecelakaan fatal seringkali diakibatkan kelengahan pengendara, akibat ruas jalan yang lebar dan nyaman itu.

”Seringkali, baik pengendara roda dua maupun roda empat alfa dengan kenyamanan jalan, melanggar aturan berlalu-lintas. Di Koto Nan Ampek saja, berapa kali terjadi kecelakaan yang kami saksikan langsung,” ujar Ulya, salah seorang warga Koto Nan Ampek.

Kendaraan roda dua dan roda empat sering melanggar terutama simpang dan belokan. Berbelok justru menyenangkan bagi para pengendara ini. Terutama di pagi hari yang lengang, dan sore di saat kendaraan saat padat. Kendaraan yang melanggar aturan ini, banyak yang membuat gugup pengendara di lajur yang arah sebenarnya.

Di Payakumbuh sendiri, berkat banyaknya sosialisasi helm standar dan kegiatan tertib berlalu lintas sejak 4 tahun yang lalu menjadikan Payakumbuh kini bebas dari stigma, ”sore bebas tak berhelm”. Stigma ini berganti dengan, ”meski ke kedai pun, dekat rumah, helm mesti di kepala.”

Sebab, dengan menggunakan helm semua kejadian kecelakaan di jalan raya mampu tereliminisir. Kasat Lantas Polres Payakumbuh AKP Hamidi meminta agar masyarakat makin awas dengan keselamatan di jalan raya. Catatan kecelakaan dan kematian di jalan raya akan semakin tinggi, jika masyarakat tidak sadar akan bahaya yang mengancamnya.

Semakin hari jumlah kendaraan bermotor terus bertambah. Seiring dengan itu, bahaya di jalan raya kian meningkat. ”Masyarakat kami imbau agar taat aturan, patuh dengan rambu-rambu dan instruksi, serta melengkapkan diri dengan kelengkapan kendaraan serta surat-surat. Polisi bertugas menindak setiap pengendara yang tidak lengkap alat kelengkapannya, maka sebaliknya pengendara bertugas melengkapkan alat kelengkapan. Jika itu sudah terjadi, maka akan nyaman jalan raya,” tukas AKP Hamidi.

Menyoal masih adanya kendaraan berknalpot racing yang mengganggu kenyamanan masyarakat, Kasat Lantas AKP Hamidi mengatakan fokus penindakan kepolisian sedang ditujukan bagi gangguan kenyamanan masyarakat ini. ”Bagi pengendara yang masih berknalpot racing segera diganti ke knalpot standar kembali!” tegas AKP Hamidi.

DODI SYAHPUTRA