BESOK, LAWAN JAKARTA SELATAN

 

Menyusun rangkaian optimisme tim Persepak Payakumbuh yang berlaga di Jakarta demi nama dan naiknya citra persepakbolaan di tanah air, ada banyak hal yang perlu jadi catatan. Memang, keberangkatan tim pekan lalu, tak sebaik yang direncanakan, terutama di kesiapan hal pokok; pendanaan, managemen dan kesiapan pemain.

 

Diakui, Persepak Payakumbuh, sebagai tim yang lolos di wilayah Sumbar menuju Divisi II PSSI kali ini betul-betul melegakan mimpi pesepakbola di Payakumbuh. Meski banyak kelemahan, namun optimisme 20 orang pemain, satu pelatih, satu asisten pelatih dan satu pembantu umum itu perlu diapresiasi dengan semua jempol ke atas.

 

”Optimisme ini sangat kita apresiasi. Seluruh pemain meski masih muda usia, tidak ada yang berleha-leha. Kami saja latihan setiap pagi di lapangan parkir penginapan. Latihan mempertahankan kondisi fisik dan skill permainan,” aku Pendi, sang pelatih sehari sesudah mengalahkan tim PLN Jambi 2-1.

 

Setelah laga yang cukup hebat, Persepak kini memfokuskan latihan individu serta permainan terkondisi. Jumat, besok, Jakarta Selatan akan dihadapi oleh tim Kota Batiah ini. Jelas, selaku tim daerah, Persepak harus mampu menekan banyak keunggulan lawan.

 

Sayang, kondisi fisik pemain akibat minimnya persiapan cukup terasa di arena pertandingan. Saat melawan Villa2000 Jakarta, di awal laga Grup C Divisi II PSSI ini, pemain Persepak terlihat kekurangan di finishing akhir. Lemahnya tendangan eksekusi di depan jala gawang lawan ini, menjadi catatan penting bagi Pendi untuk mengakalinya.

 

Maka, dilakukan alternatif laga di sektor penyerangan ini. Tak pelak, akibat strategi ini, PLN Jambi dibuat kewalahan serta harus menanggung kekalahan dari permainan style ramuan Zacky dkk di lapangan Yonzikon 14 Jakarta. Pendi pun memanfaatkan optimisme pemain ini dengan strategi tetap 4-4-2 namun diramu dengan style ramuan pelatih yang gila bola ini.

 

Dari Payakumbuh sendiri, banyak mantan pemain Persepak dan pecinta bola yang menyuarakan Persepak harus lulus ke Divisi I. Pendi pun buka rahasia, bahwa kabar akan digabungkannya kompetisi ISL dan IPL membuka peluang besar bagi persepak untuk melaju ke Divisi I yang akan diperlebar kuota klub yang bermain.

 

”Ini baru kabar burung. Belum pasti. Belum hitam di atas putih, makanya Persepak yang jelas harus tetap optimis mampu menjadi juara grup,” tukas Pendi di ujung hapenya.

 

Sangat disayangkan, di Kompetisi Divisi II PSSI kali ini panitia dirasakan kurang profesional. Buktinya, Pendi mengatakan tidak ada berita acara pertandingan, skuad pemain yang turun serta data-data dasar yang diperlukan saat akan berlaga. Jadi, siapa nama wasit pun tidak diketahui oleh tim yang bertanding.

 

Meski begitu, Persepak selaku tim yang berangkat pas-pasan harus legowo dan fokus terhadap permainan si kulit bundar di lapangan hijau. Aksi pemain Persepak memang telah menjadi sorotan tim-tim lawan. Persepak tak lagi menjadi tim ecek-ecek yang pantas dikesampingkan. Persepak punya strategi dan optimisme. Persepak Bisa!

 

DODI SYAHPUTRA