Gambar

Gambar

Ir. Wal Asri, Kabid Pariwisata Kota Payakumbuh

PAYAKUMBUH

 

Kabid Pariwisata Disparpora Kota Payakumbuh, Ir Wal Asri mengatakan Payakumbuh kini sedang memaksimalkan persiapan menyambut pesta pariwisata Tour de Singkarak yang akan dihelat 2-9 Juni mendatang. Selaku bagian dari 9 etape yang kini disurvey dari 7 yang telah dirancang, melibatkan lebih dari 250 pebalap sepeda dari 10 tim nasional dan 15 tim internasional, Payakumbuh tetap akan menjadi garis start etape.

 

”Peningkatan akibat diselenggarakannya Tour de Singkarak 2012 lalu memang terasa sekali. Apalagi di saat kegiatan, Disparpora mencatat peningkatan tinggi di tingkat hunian hotel, belanja pariwisata sampai ekonomi masyarakat umumnya,” demikian Wal Asri Senin (18/2) yang saat launching TdS 2013 di Padang pekan lalu datang bersama Wakil Walikota Suwandel Mukhtar.

 

Secara income daerah, laksana Tour de Singkarak telah meningkatkan pendapatan bagi produsen serta penyedia jasa pariwisata. Ekonomi kreatif pun ikut berkembang. Hal ini yang membuat luar biasa iven tahunan yang kini berada di urutan lima internasional mengalahkan Tour de Langkawi di Malaysia ini.

 

Kiblat sukses pelaksanaan memang diutarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terletak di Tour de Franc. Hanya saja, meski dengan jarak tempuh yang berbanding 3000 km dengan 1200 km, tetapi animo masyarakat di Sumatera Barat jauh lebih tinggi. Wal Asri membandingkan bahwa jalan yang ditempuh di Tour de Singkarak adalah jalan-jalan utama provinsi yang ramai penduduk.

 

”Belum lagi pesona alam dan keindahan pemandangan di kiri dan kanan perjalanan etape ke etape. Tentu, membuat gairah pariwisata Sumbar ikut meningkat drastis,” ujar Wal Asri menandaskan.

 

Wawako Optimis

 

Sampai hari ini, posisi Kota Payakumbuh masih belum dipastikan apakah sebagai jalur start atau finish di Tour de Singkarak 2013. Namun, Wakil Walikota Payakumbuh, H Suwandel Mukhtar yang mengikuti langsung rapat panitia di Padang, dipimpin Wakil Gubernur H Muslim Kasim beberapa hari lalu mendapatkan info bahwa Kota Payakumbuh akan menjadi trademark khusus untuk jalur etapenya.

 

Dari 14 kabupaten dan kota yang dilewati TdS 2012 lalu, kini bertambah menjadi 17. Penambahan Kabupaten Solok Selatan, Dharmasraya, dan Pasaman menambah panjang 7 etape menjadi 1200 km panjangnya. Dikebut oleh 100 media lokal, nasional dan internasional, TdS 2013 kian optimis menjadi iven penggeber wisata Sumbar, Payakumbuh khususnya.

 

Seperti tahun sebelumnya, Tour de Singkarak 2013 ini, diharapkan mampu makin menguatkan posisi pariwisata dan ekonomi kreatif di Payakumbuh. Diharapkan muncul usahawan-usahawan baru dengan ide usaha yang kreatif. Sehingga, Payakumbuh pun makin dikenal sebagai kota wisata yang penuh ide kreatif yang menghidupkan ekonomi masyarakat.

 

”Ya, selaku peserta rapat, saya bangga dengan Kota Payakumbuh yang mendapat pujian dari pemerintah pusat. Selain optimalisasi pelayanan, ke depan kita akan kian menghidupkan ekonomi kreatif masyarakat,” ujar Suwandel Mukhtar dari ujung handphonennya.

 

Suwandel Mukhtar pun setuju jika jelang Tour de Singkarak ini digeber berbagai iven terkait, sehingga jelang iven utama, Payakumbuh kian ramai dan gempita. Payakumbuh siap menampung tetamu dengan pelayanan maksimal. Potensi pariwisata di Payakumbuh yang kian hari kian ramai, usaha kreatif masyarakat yang kian banyak, serta optimalisasi yang dilakukan oleh pemerintah dirasakan telah menaikkan pendapatan Payakumbuh, khusus di bidang pariwisata ini.

 

Payakumbuh mulai menjadi tempat tujuan, tidak hanya persinggahan. Payakumbuh kini dikenal sebagai lokasi terbaik untuk menjadi lokasi inap yang segar dan nyaman. Ditambah, banyaknya fasilitas wisata alam, kuliner dan iven yang menanti.

 

Harau Terpuji

 

Senada dengan Payakumbuh, Kabid Pariwisata Limapuluh Kota Ali Hasan berkali-kali mendapat pujian atas sambutan dan lokasi Lembah Harau yang menjadi finish etape, di TdS 2012 lalu. Menurut Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Panpel Pusat TdS 2013, Lembah harau selain memiliki kontur yang cukup baik sesuai standar TdS, memiliki keunikan dan menarik di sisi keariwisataan.

 

”Pelayanan panpel lokal dikatakan bagus. Makanan yang disediakan juga oke. Hanya saja, tempat atau lokasi deviasi parkir dimohon untuk diperhatikan. Jangan lagi ada tamu daerah yang parkir di tempat atlet dan ofisial. Ini saja yang dikritisi Panpel. Selebihnya sudah sangat baik,” ujar Ali Hasan.

 

Apalagi, menurut Ali Hasan, posisi pameran, sponsorship, dan arena market event sudah sangat baik. Ada imbuh, kalau bisa ditambah jumlah dan ragam merchandise yang dijual. Sehingga, konten lokal Limapuluh Kota kian terasa.

 

Limapuluh Kota mencatat sukses TdS 2012 secara faktual. Diantaranya, jumlah kunjungan yang meningkat sepanjang 2012 sebanyak 20 persen dari tahun sebelumnya. Dampaknya ke peningkatan PAD pariwisata, yang ditargetkan Rp327 juta berhasil dipenuhi menjadi Rp356 juta. Justru melebihi target.

 

Seiring perkembangan pariwisata yang kian fokus dan semarak di tangan Ali Hasan yang memang terampil di dunia pariwisata, lewat pengalamannya dulu bekerja di Manager Hotel sampai ke Agensi Wisata, kini Harau kian emas. Sudah ada pula, homestay yang bernuansa tradisi, tidak ada listrik tetapi diteramgi suasana alam, lampu minyak dan unggun kayu.

 

”Suasana ini yang diinginkan wisatawan. Tidak lagi pelayanan modern. Kalau itu, sudah banyak di kampung halamannya,” tukas Ali Hasan.

 

Berkat keuletan dan link nya ke pusat, bersama timnya, tahun 2013, Rp600 juta berhasil diraih lewat program PNPM Pariwisata dan program Echo Tourisme.(dsp)