HINDARI KERUGIAN PENUMPANG, PUNGLI DAN PUNGUTAN DI JALAN

 Gambar

Hidup memang keras. Harus dijalani seperti inI. Sebab membawa mobil sudah jadi bagian hidup dan keahlian sajalah yang membuat Deddi bertahan mengemudikan Isuzu Panther hitamnya, 5 kali seminggu, bolak-balik, Pekanbaru-Padang.

DODI SYAHPUTRA-LIMAPULUH KOTA

Ya, membawa mobil travel penumpang yang entah berstatus apa, yang pasti ia dilengkapi surat jalan oleh perusahaannya dan akan menjawab, ”ini travel resmi, pakai tarif dan karcis, lo!”

Sandarannya seperti itu, standar jawaban para sopir angkutan travel ini. Hanya saja, sampai hari ini meski beroperasi dengan aturan dan tata kelola yang resmi, tetap saja kendaraan-kendaraan bertipe tujuh penumpang itu berplat polisi warna hitam. Ini menandai bahwa kendaraan atau armada itu masih berstatus kendaraan pribadi, penggunaan pribadi, bukan untuk angkutan umum dengan trayek tertentu.

***

 

Kabar gembira sebenarnya telah muncul di saat Gubernur Irwan Prayitno baru menjabat di 2010 lalu. saat itu, dikatakan bahwa telah ada surat keputusan gubernur yang menyatakan tentang penggunaan plat kuning atau perubahan menjadi kendaraan angkutan umum dengan trayek tertentu bagi travel ini.

Hanya saja, entah apa sebabnya kemudian aturan itu masuk laci kembali. Kemudian, di 2013 ini dipaparkan bahwa kembali aturan itu diterbitkan seiring adanya kemenhub menyoal hal ini. Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi Kabupaten Limapuluh Kota, Rasdison mengatakan bahwa secara kuota awal, dalam taraf program di Sumbar akan ditetapkan 120 armada berplat kuning.

”Khusus di Limapuluh Kota akan dikuotakan dulu untuk 20 kendaraan. Begini, kondisinya akan diprioritaskan bagi kendaraan yang dibawahi oleh perusahaan oto yang ada di Limapuluh Kota. Di sini, kita kan sudah ada RNS, Sinamar, Bahagia dan lainnya,” ujar Rasdison yang alumni SMA 3 Padang ini.

Ketua Organisasi Gabungan Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Sumbar HS Budi Syukur menjawab peralihan ini memang telah akan disegerakan. Namun, ada proses dan tahapan yang kini sedang dijalankan.

”Ini sudah clear (jelas). Kita tunggu saja pemerintah yang sedang bekerja,” ungkap HS Budi Syukur.

***

Bagi para penumpang yang memanfaatkan jasa angkutan travel dalam provinsi dan luar provinsi ini akan sangat terbantu. Selain urusan jaminan keselamatannya disamakan dengan para penumpang kendaraan reguler lainnya, juga persoalan gangguan di perjalanan yang akan kian minim.

Rasdison mengatakan, otomatis akan berkurang pungutan liar, rambu-rambu aneh di malam hari sampai pungutan tidak resmi meski dari instansi resmi selama di jalan raya.

Sesuai UU lalu lintas nomor 22 tahun 2009, seluruh angkutan umum diwajibkan memakai plat kuning.

Bagi angkutan travel yang telah di plat kuning akan memiliki hak dan tanggung jawab sama dengan angkutan penumpang lainnya, hanya saja pola kerja dan trayeknya dibedakan. Termasuk, tarifnya.(***)