GambarPAYAKUMBUH

 

Bersemangat. Begitulah penilaian General Manager Harian Rakyat Sumbar, Firdaus, S.Sos menghadapi 43 orang peserta Pelatihan Jurnalistis dan Menulis di SMA 1 Harau Limapuluh Kota, Senin (25/2) kemarin. Firdaus yang biasa membawakan materi bagi peserta pelatihan profesional ini dibuat kalang kabut menghadapi sergahan dan pertanyaan para peserta yang begitu bersemangat.

 

”Siswa SMA 1 Harau memang beda. Mereka berinteligensi tinggi, penuh rasa ingin tahu dan tidak pasif dalam pelatihan ini,” ujar Firdaus bersama Kepala SMA 1 Harau Drs. Yunilfen Hendri dan Guru Bahasa Indonesia Mulniati di depan Auditorium tempat pelaksanaan pelatihan.

 

Mulai dari teori dasar jurnalistik; teori dasar, skema penulisan jurnalistik berita, sampai praktikum wawancara diterangkan oleh Firdaus yang telah malang melintang di dunia pelatihan dan praktikan jurnalistik ini. Firdaus pun membuka responsi bagi siswa yang ingin mempertanyakan tentang materi yang disampaikannya.

 

”Wah, luar biasa sekali. Para siswa sungguh responsif. Ini ikut membuat kita bangga,” ujar Firdaus tampak puas.

 

Membuka kegiatan yang dilangsungkan selama dua hari ini, Kadinas Pendidikan Limapuluh Kota, Desri SPd MM membuka kegiatan ini dengan pujian kepada SMA 1 Harau yang punya pandangan terbaik tentang kegiatan siswa.

 

”Saya pantas memberikan pujian kepada SMA 1 Harau yang memiliki ide cemerlang seperti ini. Kita harapkan sekolah lain pun ikut menirunya,” ujar Desri penuh semangat.

 

Hari kedua, hari ini diisi dengan diskusi dan penugasan kelompok yang akan dipandu oleh Dodi Syahputra (Rakyat Sumbar) dan Dadang Esmana (Haluan). (dsp)

 

Pelatihan Jurnalistik SMA 1 Harau

Tetap Kreatif, Selalu Menulis

 Gambar

LIMAPULUH KOTA

Jika di hari pertama pelatihan lalu, para siswa peserta pelatihan jurnalistik di SMA 1 Harau dipadati dengan teori dasar jurnalistik, berlatih menulis berita dan menulis kreatif, kali ini di pelatihan hari kedua Selasa (26/2) lalu mereka dilatih menulis liputan tim.

Oleh pemateri kedua, Dodi Syahputra yang juga reporter Harian Rakyat Sumbar melanjutkan materi pertama dari Firdaus, SSos yang General Manager harian yang sama, pelatihan dibagi atas kelompok. Kelompok pertama dengan penugasan membuat liputan terfokus, bertemakan persoalan di balik Tryout kelas XII yang sedang dilangsungkan di hari yang sama.

”Kita bagi tugas bagi kelompok kedua dengan liputan utama; perilaku bolos di SMA 1 Harau. Kelompok ketiga meramu liputan khusus tentang sistem poin atas pelanggaran di sekolah. Serta kelompok keempat tentang serba-serbi kegiatan sekolah,” papar pemateri di sela kegiatan penugasan.

Menurut pemateri yang telah banyak pengalaman melakukan pelatihan keterampilan menulis jurnalistik ini, di berbagai instansi dan sekolah, disebutnya para peserta dari SMA 1 Harau memiliki kelebihan, ulet dan gigih serta kreatif.

Hasil kreativitas para siswa ini terlihat saat penugasan berlangsung. Tak segan-segan bahkan mereka mewawancarai kepala sekolah, mejelis guru bahkan sesama siswa. Satu jam lebih waktu para siswa ini menghunting dan menyusun naskah penugasan yang mereka emban.

Saat koordinator masing-masing tim membacakan hasil liputan yang mereka ramu bersama, hasilnya sungguh di luar dugaan. Para siswa peserta Pelatihan Jurnalistik ini berhasil menghimpun data dengan lengkapnya. Bahkan, foto-foto pendukung pun mereka banyak kumpulkan. Menarik, di kelompok dua misalnya berhasil mendapatkan gambar proses siswa yang bolos sekolah. Meski foto itu diskenariokan.

Jika General Manager Harian Rakyat Sumbar, Firdaus, S.Sos menghadapi 43 orang peserta Pelatihan Jurnalistis dan Menulis di SMA 1 Harau Limapuluh Kota, Senin (25/2) lalu mengatakan takjub dengan semangat para siswa, di hari kedua, narasumber Dodi Syahputra mengatakan para peserta sungguh kreatif dan tekun. Inilah ciri penulis andal, tekun dalam mengumpulkan data dan fakta.

 

Kepala SMA 1 Harau Drs. Yunilfen Hendri, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Junaidi, Guru Bahasa Indonesia Mulniati dan para guru lainnya di depan Auditorium tempat pelaksanaan pelatihan, saat menutup kegiatan ini mengakui bahwa peran media sangat luar biasa. Termasuk media maya atau jejaring sosial.

Yunilfen bercerita bahwa dirinya bisa bertemu dengan keluarga yang telah terpisah 25 tahun lamanya, sebab bantuan adanya blog sekolah di Kuansing, Riau. Saat itu, diinfokan bahwa lokasi tempat dunsanaknya ini menetap tidak bisa dijangkau oleh kendaraan apapun, ia tak langsung percaya.

Memanfaatkan teknologi, ia pun mencari keberadaan keluarganya di mesin pencari. Akhirnya bertemu lokasi itu, dan sudah bisa dilewati kendaraan. Ia pun ke sana, dan berhasil bertemu keluarganya.

”Maka, anak-anakku, para peserta pelatihan. Setelah dua hari mendapat banyak bekal ilmu jurnalistik dan menulis, mari kita manfaatkan semua media massa, media sosial dan media penulisan internet; blog. Sebab, dengan terus menulis, seluruh rasa dan perasaan kita akan ikut peka dengan lingkungan. Kita akan terbiasa mengkomunikasikan segala hal dengan teratus,” demikian Kepala SMA 1 Harau yang tampil sederhana ini.

Di hari kedua diskusi dan penugasan kelompok dipandu oleh Dodi Syahputra (Rakyat Sumbar) dan Dadang Esmana (Haluan). Pelatihan siswa untuk jurnalistik ini dikemas sebaik mungkin dengan harapan akan muncul komunitas atau siswa yang menulis secara jujur, baik, teratur, dan kreatif.(dsp)