BNN SAMBUT POSITIF, DISTAN BOOKING 4 JAM BERSAMA WARTAWAN

 

MEDIAR INDRA
MEDIAR INDRA

PAYAKUMBUH

Tekad bersama seluruh keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan Payakumbuh Limapuluh Kota, Ketua Pelaksana Konferensi Bakhtaruddin (Serambi Pos) dan Bendahara Edward Deef (Singgalang) dan Seksi Dana/Sponsor mulai maraton menjambangi beberapa instansi yang berkepentingan dengan PWI. Jumat (5/4) kemarin ketiga wartawan ini menjambangi Badan Narkotika Nasional Kota Payakumbuh dan bertemu langsung dengan Kepala BNN Kota Payakumbuh AKBP Riki Yanuarfi SH Msi.

”Kami sangat mendukung kegiatan Konferensi ini. Bila waktunya tiba, kami meminta waktu satu jam sajalah untuk dapat menyampaikan, berdiskusi dan berdialog dengan keluarga besar PWI di konferensi nantinya,” ujar Riki Yanuarfi putra Tigobaleh Bukittinggi ini.

Riki Yanuarfi menyebutkan dalam pertemuan singkat itu bahwa pentingnya posisi wartawan sebagai pekerja media untuk mendukung kinerja P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di Kota Payakumbuh. Selaku lembaga vertikal yang ada dan bertugas di wilayah kerja Kota Payakumbuh, jelas Riki, BNN membangkitkan kesadaran seluruh elemen termasuk wartawan untuk bersama menjaga diri dan lingkungan dari bahaya narkoba.

”Sahabatku.” Menjadi ikon dari para kader siswa dan mahasiswa yang kini menjadi target program P4GN ini oleh BNN. Kenapa siswa dan mahasiswa? Riki mengatakan karena di tahun-tahun sebelumnya, proses pencegahan dilakukan pada sektor pekerja dan profesional.

”Oleh Kepala BNN yang baru Irjen Anang Iskandar difokuskan pencegahan ini pada focus group discussion (FGD) yang dilakukan berbentuk advokasi-advokasi sehingga menanamkan kesadaran akan bahaya narkoba, bersama-sama,” ungkap Riki Yanuarfi.

Bakhtaruddin sendiri mengungkapkan bahwa untuk narkoba ini PWI punya sikap untuk bersama-sama memeranginya. Edward Deef pun demikian, sesuai dengan UU No. 35 tahun 2010 tentang narkotika, maka peran penting media selaku penyuara dan alat kampanye massal bagi BNN akan sangat di depan.

”Hanya saja, organisasi PWI bukan organisasi komando. Organisasi ini memberikan perlindungan, penguatan sumber daya sekaligus memberikan payung bagi kebebasan media. Namun, untuk wartawan dilakukan tes narkoba, PWI tidak bisa mempressure begitu saja,” ujar Edward Deef yakin.

Hal ini dimaklumi oleh Riki Yanuarfi. Soalan komitmen anti narkoba tentunya muncul dari diri masing-masing. BNN tidak bisa memaksakan untuk memeriksa, kecuali diminta sendiri oleh lembaga yang bersangkutan dan disetujui oleh seluruh anggota.

Riki Yanuarfi bersepakat dengan PWI bahwa untuk pencegahan narkoba khususnya di Kota Payakumbuh dimulai dari usia dini. Makanya, dalam program kader anti narkoba yang melibatkan para siswa dan mahasiswa di Kota Payakumbuh, disepakati nama ”Sahabatku” sebagai ikon program ini.

Lawatan berikutnya, PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota, khususnya Panpel Konferensi berkunjung ke Dinas Pertanian Kota Payakumbuh. Sang Kadis, Mediar Indra terlihat sedang bekerja di ruangannya. Pengawasan reguler dari Inspektorat Kota sedang berlangsung.

”Saya juga anggota PWI. Beberapa tahun belakangan ini, sejak tidak lagi aktif mengurus pimpinan majalah, saya vakum berorganisasi. Pokoknya, di Konferensi nanti, saya membooking waktu 4 jam untuk berdiskusi tentang pembangunan dan pengembangan pertanian dengan para wartawan PWI nantinya,” janji Mediar Indra.

Semangat Mediar Indra yang dikenal akrab dengan insan media ini, rupanya sudah lama lahir karena dirinya juga anggota PWI. Selaku wadah terbesar wartawan Indonesia, PWI mendapat tempat dan menjadi organisasi yang mengayomi banyak wartawan, insan media, serta setiap orang yang berhubungan dengan jurnalistik.(dsp)