HUJAN LEBAT IRINGI KONVOI PARTAI NASDEM

Syaiful Hadi Basah Kuyup, Seorang dengan Motor

CALEG PARTAI NASDEM SYAIFUL HADI DT BAGINDO BOSA NAN KAYO - DI KANAN
CALEG PARTAI NASDEM SYAIFUL HADI DT BAGINDO BOSA NAN KAYO – DI KANAN


Hujan sepertinya mengerti dengan kondisi. Saat Partai Nasdem sedang mendaftarkan diri ke KPU Limapuluh Kota, ada sekitar 17 mobil dengan iring-iringan kendaraan jeep dan patroli yang berkeliling Tanjung Pati-Payakumbuh. Di atas kendaraan itu, ada Marsanova Andesra, sang bacaleg asal Partai Nasdem yang akan diusung ke DPRD provinsi Sumbar daerah pemilihan Payakumbuh-Limapuluh Kota.

Andes, panggilan akrab mantan politikus Partai Amanat Nasional ini begitu percaya diri. Kini, sejak akhir-akhir ini kembali aktif di kampung halamannya. Bahkan, setiap saat bisa bertemu dan melihat mantan Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota ini di banyak kegiatan.

“Nasdem itu partai yang komitmen. Itu saya suka!” katanya sambil angkat jempol.

Di belakang 17 mobil yang berkeliling kota itu, satu sepeda motor turut serta. Hujan lebat di Payakumbuh-Limapuluh Kota Sabtu sore tak menghalang iring-iringan untuk terus melaju pelan. Si pengendara motor yang terus menguntit di belakang terang saja basah kuyup.

Dialah Syaiful Hadi Datuak Bagindo Bosa Nan Kayo. Di dunia seni tradisi, di kampung halamannya di Akabiluru, khususnya Sariak Laweh, juga di Limapuluh Kota dan Payakumbuh tak pelik mencari tahu soal Syaiful Hadi ini.

Meski kini mencaleg di Partai Nasdem, namun 2009 lalu di partai kecil pun ia mencaleg suara dukungan untuknya amatlah banyak. Sayang, tak ada pengiring atau panumbok suara di belakangnya. Ia terduduk sementara.

Kini, jelang 2014, pria yang kini sejak awal Oktober 2011 lalu menyandang gelar penghulu di kampungnya, Datuak Bagindo Bosa Nan Kayo, optimis dengan Partai Nasdem selaku penghela dirinya dan bacaleg Partai Nasdem lainnya menjadi legislator di Limapuluh Kota.

“Insya Allah. Saya sejak dulu selalu optimis. Optimis selanjutnya diiringi dengan perjuangan. Kehedak Allah Taala menjadi ujung, sukses atau tidaknya,” ungkap Syaiful Hadi, lulusan ASKI Padangpanjang yang lama menularkan ilmu randai dan saluang di Malaysia ini.

Kini, ia berprofesi selaku wartawan. Banyak tulisan dan wawancaranya yang menjadi referensi di Limapuluh Kota. Banyak pula, para petinggi yang menjadikan Syaiful Hadi selaku tempat mengadu meminta pertimbangan penyelesai atau pelangkah kinerja.

Syaiful Hadi memang selalu tampil sederhana. Tidak pula meninggi daguak jika berkata-kata. Inilah salah seorang bacaleg di Limapuluh Kota yang bercita-cita tinggi, menaikkan kembali harkat dan martabat serta citra wartawan di Limapuluh Kota.(***)