GambarNIL MAIZAR, DARI SEPAKBOLA KE GEDUNG KURA-KURA

BACALEG PARTAI NASDEM DAPIL SUMBAR 2

 

Tidaklah Nil Maizar kalau tidak sensasional. Mantan pelatih sepakbola Timnas Indonesia ini kini mencoba peruntungan di politik. Menjajal popularitas menuju elektabilitas di Pemilu Legislatif 2014, Nil Maizar beryakin diri mampu meraup suara dukungan yang besar di daerah pemilihan Sumbar 2. Gedung Kura-Kura di Senayan menantinya.

Dodi Syahputra

Khusus untuk daerah pemilihan Sumbar 2, yang terdiri dari Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Lima puluh Kota, Kota Bukittinggi, Pariaman, dan Payakumbuh, menumpu harapan Nil Maizar yang sukses melatih Tim Semen Padang ke posisi teratas di Indonesia.

Memang, urusan politik baru-baru ini dimasukinya. Sayangnya, Nil Maizar selama ini jarang berdusta. Inilah, yang kemudian menjadi ikon politiknya, untuk jujur berbuat demi masyarakat Sumatera Barat.

”Saya memang mencoba peruntungan di politik. Namun, dengan penuh keyakinan, dengan penuh kejujuran saya masuk dan terjun di dunia politik untuk harapan yang besar ke depan. Saya ingin, sejujurnya, kampung halaman saya maju. Makanya, akan saya perjuangkan di DPR RI, Insya Allah!” ujar Nil Maizar bacaleg Partai Nasdem di Dapil Sumbar 2 ini.

Saat bertemu dan silaturahmi di kantor Partai Nasdem Kota Payakumbuh, Nil Maizar diapit ketat oleh para fungsionaris, para bacaleg provinsi dan Payakumbuh serta Limapuluh Kota, serta para pemuda. Selaku partai baru, Nasdem menumpangkan harapan raupan suara tinggi kepada para tokoh ini. Termasuk Nil Maizar.

Siapa yang tidak kenal Nil Maizar? Pelatih yang memulai karir sepakbolanya di Persepak Payakumbuh. Pria yang lahir 2 Januari 1970 ini punya seabrek prestasi yang mampu dibanggakan. Namun, saat berdiskusi panjang dengannya awal tahun lalu, prestasi tertingginya adalah memotivasi pemain sehingga fokus dengan serangan dan bertahan. Itu saja.

Sederhana. Ya. Tak banyak catatan buruk tentang Nil Maizar. Kecuali sifatnya yang cuek dengan sekelilingnya jika sedang fokus melatih dan berlaga di lapangan. Lain dari itu, tak pernah kita saksikan. Jika pun ada, tak ada benang yang tak ranting, tak ada jalan yang tak berliku.

Di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, Nil Maizar selaku putra Luak Limopuluah telah dinobatkan menjadi duta olahraga Luak Limopuluah. Konsepsi ”aianyo janiah, ikannyo jinak, sayaknyo landai,” melekat erat di pria berjambang ini. Baginya, sepakbola terlalu rumit untuk dijabarkan. Lapangan boleh jadi hanya 100 x 60 meter saja, tetapi strategi dan buaian pola dan kepelatihan telah sejuta lebih diprkatekkannya.

Kini, memanusiakan pemain! Itu prinsip saat melatih sepakbola yang kata Nil Maizar di Payakumbuh, Rabu (24/4) tidak akan ditinggalkannya. Memajukan Sumatera Barat, kini menjadi harapan Nil Maizar dengan maju dirinya ke pencalegan Partai Nasdem, partai yang baru hadir di Pemilu 2014 kali ini.

Nil Maizar tetap tenang. Kemeja biru muda berkrah biru tua yang dikenakannya membuat tampilan Nil Maizar tetap bersahaja. Berpantalon hitam Nil Maizar tetap seperti tampilannya sejak lama.

”Tak ada yang berubah dari diri saya. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik bagi kampung halaman, Sumatera Barat. Jika, di kepelatihan telah saya, kini raihan di politik saya niatkan benar-benar untuk membangun negeri ini. Insya Allah!” ujar Nil Maizar penuh keyakinan.

Shalat tepat waktu. Hormatnya kepada yang tua, segannya kepada sesama umur dan cintanya kepada kaum muda, menjadikan Nil Maizar diyakini banyak kalangan tak akan kalah pamor dengan bacaleg piawai lainnya.(***)