GambarPAYAKUMBUH

Pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman 5 tahun lebih penjara menanti tersangka Arifki, warga asal Nagari Payolansek Kota Payakumbuh bertempat tinggal di Padangpanjang yang masih mengaku sendiri melakukan aksi malingnya. Arifki bersama barang bukti yang menurut pengakuannya dikumpulkan dari 17 tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Payakumbuh digelar di Polres Payakumbuh, Senin (13/5) kemarin. Arifki menjawab semua pertanyaan Wakapolres Kompol Heri Budianto dengan lancar.

 

Pengungkapan perkara pencurian dengan pemberatan di berbagai lokasi; sekolah, kantor dan rumah masyarakat ini disebut Wakapolres Payakumbuh Kompol Heri Budianto sebagai prestasi dari Satuan Reserse Kriminal lewat tim Buser yang dipimpin AKP Jefrizal Jarun SH MH. Wakapolres sendiri, saat gelar perkara kemarin di Kantor Satreskrim Senin (13/5) kemarin mengakui bahwa tertangkapnya Arifki (27) bersama Ari Arista (25) yang disangkakan sebagai penadah atau pembawa barang bukti Yamaha Mio, berawal dari laporan masyarakat di Padangpanjang.

 

“Informasi masyarakat di Padangpanjang mengatakan bahwa tersangka Arifki baru saja memiliki sepeda motor jenis Shogun warna merah bis hitam dengan nomor polisi BA 6147 MX. Plat nomor polisinya Kota Payakumbuh,” ujar Kompol Heri Budianto menerangkan.

 

Lalu, kecurigaan warga sekitar di Padangpanjang pun memuncak, saat plat nomor itu berubah setelah diketok angka-angka dan seri nomor polisi kendaraan dicat dengan warna hitam. Plat nomor polisi Shogun itu pun berganti menjadi BA 6143 LI. Menurut warga, Riki mengaku bahwa Playstation sebanyak 17 unit yang diletakkan di tempat tinggalnya di Padangpanjang dibelinya untuk membuka rental PS di sana.

 

Mendapat laporan ini, Jumat (10/5) lalu sekitar pukul 2 pagi aparat Satreskrim Polres Payakumbuh yang telah berkoordinasi dengan Satreskrim Kota Padangpanjang melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka. Pada pukul 5 pagi, akhirnya polisi berhasil mengepung kediaman tersangka di Simpang Gunuang Kelurahan Ekor Lubuak Kecamatan Padangpanjang Timur Kota Padangpanjang.

 

Saat penggerebekan tersangka yang masih tergolong muda usia ini, barang bukti; 1 unit sepeda motor Suzuki Shogun bernomor polisi BA 6143 LI, 5 unit Playstation merk Sony warna hitam, 14 unit stick Playstation, 1 laptop merk Acer dalam keadaan rusak, 1 buah wireless merk Mipro warna hitam, 1 sepeda dayung warna merah merk Polygon, 4 buah handphone, 1 linggis atau kuku kambing sebagai alat yang digunakan tersangka untuk mencongkel jendela.

 

TKP

 

TKP sepeda motor Suzuki Shogun serta 2 unit handphone berada di sebuah rumah di Kelurahan Parik Rantang Kota Payakumbuh. Didapatkan keterangan dari Rifki, bahwa pencurian 6 unit Playstation (PS) di Peyolansek Payakumbuh, pencurian sepeda motor dan sepeda dayung merk Polygon dicuri tersangka dari sebuah rumah di Kelurahan Tanjung Pauh Payakumbuh Barat.

 

Khusus di Tanjung Pauh, sebenarnya tersangka mengincar sepeda motor merk Yamaha Mio milik korban. Sayang saat berada di dekat sawah Mio itu mati total. Tersangka pun panik. Mio ditinggal di pematang sawah. Namanya juga maling, ia tak mau pulang tanpa hasil. Rifki berbalik ke arah rumah korban, lalu mengambil sepeda Polygon milik korban.

 

1 unit komputer milik SD Bulakan Balai Kandi bersama wireless sekolah lesap juga oleh tersangka plus uang tunai Rp300 ribu. Pencurian 4 unit PS 2 diangkut tersangka tanpa seizin pemilik di Simpang Piliang Payakumbuh. 1 unit TV, 1 unit VCD, 1 buah Adaptor merk Stavolt, dan 1 unit komputer SD Kelurahan Ibuah Kota Payakumbuh.

 

Pencurian masih berlanjut. 1 unit laptop merk Acer warna hitam, 1 unit kamera foto merk Casio dan uang Rp2 juta dengan TKP SD Simpang Parik Kecamatan Lamposi Tigo Nagori. Berikutnya, pencurian 1 unit laptop merk Toshiba di SD Padang Datar Payakumbuh. Uang tunai Rp300 ribu di SD Balai Panjang juga raib oleh Rifki. 1 tape compo di SD Piladang sempat ketahuan oleh masyarakat sekitar. Akibatnya, tersangka meninggalkan sepeda motor merk Garuda milik tersangka di dekat SD.

 

1 unit laptop merk Acer, 1 HP, 1 unit tab Samsung, dan uang Rp1,5 juta di sebuah rumah Bulakan Balai Kandi juga raib. Pencurian 3 unit HP dengan TKP di rumah kos di belakang terminal Koto Nan Ampek. Ditambah, pencurian rokok sebanyak 3 slov, 2 unit HP dan uang recehan sebanyak Rp100 ribu, di warung Veni Kelurahan Balai Kandi Kota Payakumbuh. Masih ada lagi, tersangka Rifki juga berhasil mencuri rokok 4 slov di warung dekat Simpang Padang Kaduduak. 3 unit HP juga raib oleh Rifki di rumah di depan Kantor Lurah Padang Kaduduak. Satu lagi, 2 unit HP diraib oleh Rifki di rumah di Kelurahan Parik Rantang Kota Payakumbuh.

 

KUKU KAMBING

 

Modal pencurian yang dilakukan oleh Rifki dilakukan sendiri. Ini menurut pengakuannya kepada Wakapolres Payakumbuh Kompol Heri Budianto. Waktu pencurian dilakukan antara pukul 2 sampai 3 pagi. Rifki mencongkel jendela rumah dan sekolah yang telah diintainya dengan menggunakan linggis kecil (kuku kambing). Sasaran barang yang diambil pada umumnya barang elektronik. Sepeda motor diambil Rifki apabila kunci kontak diperoleh oleh tersangka saja.

 

Berdasarkan pengakuan tersangka Rifki, setelah mendapatkan barang-barang hasil pencurian tersangka langsung membawanya ke rumah tersangka di Padangpanjang. Kepada Rifki dikenakan pasal sangkaan 363 ayat (1) ke-3e dan ayat (1) ke-4e KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya 7 tahun penjara. Bersama Rifki, juga dijadikan tersangka Ari Arista (25) yang berprofesi sopir warga Jorong Bintungan Nagari Panyalaian Kecematan X Koto Padangpanjang.

 

”Bila ada warga Kota Payakumbuh yang merasa telah kehilangan barang-barang sesuai yang diperoleh barang bukti ini, segera datang ke Polres Payakumbuh. Barang hasil curian ini akan kami kembalikan kepada pemilik yang sah, setelah selesai proses hukum terhadap tersangka,” ungkap Wakapolres Payakumbuh.(dsp)