Rangkaian Pekan Informasi Nasional 2013 di Kota Medan (II)

E-Government, 2014 Sudah di Semua Kota

Direktur e-Government Ir Firmansyah Lubis MIT berkeras bahwa transformasi
penyelenggaraan pemerintahan secara manual harus segera berubah lewat perubahan budaya kerja, perubahan proses kerja (Business process), SOP dan kebijakan politik, peraturan dan perundangan, leadership sehingga pemerintahan efektif berbasis ICT. E-Government solusi menjadikan e-Gov menjadi solusi ekonomi bangsa, lewat pemanfaatan ICT, penggunaan internet, penggunaan infrastruktur telematika, penggunaan sistem aplikasi, standarisasi metadata, transaksi dan pertukaran data elektronik, sistem dokumentasi elektronik.

== DODI SYAHPUTRA== DARI KOTA MEDAN

Dalam Seminar Sehari, Pemberdayaan E-Government Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digelar Direktorat E-Government Dirjen Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informasi RI, dalam rangkaian kegiatan Pekan Informasi Nasional 2013, di Hotel Asean Internasional, Minggu (27/5) lalu. Keikutsertaan Sumatera Barat diwakili dan dihadiri oleh empat orang wartawan dari 22 wartawan yang ikut serta di PIN 2013; Ali Rahman (Mingguan Rakyat Sumbar), Bakhtaruddin (Mingguan Serambi Pos), Edward Deef (Harian Singgalang), Dodi Syahputra (Harian Rakyat Sumbar). Sementara, provinsi lain datang langsung para Kepala Dinas Komunikasi dan Informatikanya.

Prof Zainal A Hasibuan PhD yang Wakil Ketua Harian Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional, yang memoderatori seminar hangat ini menyampaikan bahwa Masterplan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai tambah sektor-sektor unggulan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan energi, serta pembangunan SDM dan Iptek.

“MP3EI juga bertujuan untuk memperluas pembangunan ekonomi agar efek positif dari pembangunan ekonomi Indonesia dirasakan di semua daerah dan seluruh komponen masyarakat,” ungkap Guru Besar Teknologi Informasi ini.

Sehari sebelumnya, saat membuka Pekan Informasi Nasional, Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring Datuak Tumangguang mengatakan bahwa Teknologi Informasi memacu pertumbuhan ekonomi bangsa. Konsepsi Tifatul Datuak Tumangguang ini disebut-sebut oleh Prof Hasibuan yang dikenal dengan Prof Ucok ini perlu adanya intervensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mengatasi berbagai permasalahan sekaligus menjawab peluang ekonomi di Indonesia.

Membocorkan informasi perkembangan TIK ini, Prof Ucok menyebut juga bahwa infrastuktur serat optik (FO) di Indonesia, Proyek Palapa Ring adalah 36.000 km (+ tambahan 20.000 km backhoul) serat optik bawah laut yang menghubungkan jaringan 33 provinsi dan 440 kabupaten Saat ini, proyek Palapa Ring kurang dari 10.000 km. Pemerintah menargetkan 2014 proyek selesai. Tifatul Sembiring sendiri dengan yakin menyebut bahwa di 2045 Indonesia sudah menjadi negara maju.


Tahun 2011, 65 persen kota di Indonesia sudah menikmati layanan broadband

Target pada tahun 2014 65persen kota di Indonesia sudah memiliki layanan broadband,” ujarnya. Broadband adalah jalur tercepat sistem TIK yang terbaik lewat serat optik.

Profesor yang mengkhususkan kajiannya di dunia IT ini, menyebut bahwa di dunia pendidikan sendiri, sudah berkembang 840 buah Perguruan tinggi menyelenggarakan TIK dengan 15 ribu Dosen tetap bidang TIK, 386 ribu mahasiswa aktif bidang TIK (2008/2009). Makanya, ia menjamin, bahwa penerapan E-Government di Indonesia tidak akan sulit. Semua daerah punya potensi tenaga. Tak ada keraguan lagi, setiap yang daerah yang berkomitmen dapat dibantu.

Saat ini saja, potensi TI di Indonesia sudah terlihat di tingkat end user atau penggunanya. Indonesia tercatat pengguna telepon seluler terbesar ke-4 di dunia dengan 249 juta pengguna (CIA.gov, 2013). Indonesia, pengguna internet urutan ke-8 di terbesar di dunia dengan 55 juta pengguna (internetworldstats.com, 2013). Serta, terpenting, Indonesia pengguna sosial media terbesar ke-3 (facebook) dan terbesar ke-5 (twitter).

E-Government sendiri dijelaskan Orang Batak yang bekerja di Pusat ini, sebagai pemanfaatan TI oleh lembaga pemerintahan sehingga memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan masyarakat, dunia bisnis, dan lembaga pemerintahan lainnya.

(World Bank). Penggunaan internet dan world-wide-web untuk memberikan informasi pemerintahan dan layanan kepada masyarakat (United Nations). Penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis (menggunakan) elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien (Inpres No. 3 Tahun 2003).

Konsep E-Government sendiri menurut Prof Hasibuan ini, dalam masterplan E-Government Indonesia 2020, bervisi “Mewujudkan layanan pemerintahan yang transparan, responsif dan berkelanjutan.” Lewat misi; meningkatkan efektifitas dan efesiensi dalam penyediaan layanan pemerintah, mempercepat dan memperluas layanan pemerintah, mempererat hubungan antar pemerintah, masyarakat, dan bisnis.

“Hal ini dilakukan dengan efisiensi dan efektivitas pemerintahan, kualitas layanan publik, koordinasi dan kerjasama antar instansi,” ujar Prof Ucok dengan yakin.

JABAR BEBAS KABEL

Selain kini, Jawa Barat menjadi wilayah percepatan E-Government Indonesia, dikatakan oleh Kadis Kominfo Provinsi Jawa Barat, Dr. Dudi S Abdurrachim mengatakan saat ini Jawa Barat rencana ground breaking serat optik bersama bawah tanah di Kota Bandung.

“Pembagian regulasi dan kinerjanya sudah dimulai dengan pemerintah pusat menetapkan standard teknis ducting (penanaman kabel bawah tanah) bersama, masa transisi FO di udara pindah ke ducting, tata cara sewa, tarif dan penyesuaian tarif serta penyelenggaraan ducting bersama oleh BUMD bidang telekomunikasi. Lalu, Pemprov Jabar menetapkan penetapan tim ducting bersama Provinsi Jawa Barat, penetapan jalur ducting bersama pada jalan Provinsi berikut pelimpahan kewenangan RoW ducting/izin galian kepada Pemkot Bandung, lalu penugasan penyelenggaraan ducting bersama kepada BUMD Provinsi bidang telekomunikasi,” papar Dr Dudi.

Proses regulasi akhir, dibentulah Peraturan Walikota tentang Penyelenggaraan Saluran Serat Optik Bersama Bawah Tanah dan Penetapan jalur ducting bersama. Semuanya sudah mulai berjalan. Diharapkan dalam waktu dekat, tak ada lagi kabel yang berseliweran di atas permukaan. Sehingga, proses pembangunan gedung, gangguan cuaca, serta lainnya dapat dihindari. Proses ducting pun kini kian mudah dan tidak memerlukan penggalian tanah yang lebar di sisi jalan, sebab sudah ada alat microthrencing yang memapas tanah sisi kecil saja.

Kemajuan-kemajuan teknologi ini membuat kagum para wartawan Sumbar yang hadir di Seminar ini. Para narasumber memaparkan pula, bahwa kini di Kementrian Komunikasi dan Informasi, khususnya di Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik banyak bantuan internet dan broadband yang akan dibagikan bagi daerah yang bersungguh-sungguh untuk kemajuan masyarakatnya.

Mulai dari bantuan media center, Layanan Internet Kecamatan (LIK), Mobile Layanan Internet Kecamatan (M LIK), serta layanan internet warga. Semua itu, menunggu respon dan keinginan pemerintah daerah yang betul-betul ingin memajukan masyarakatnya. Tinggal saja, benarkah daerah-daerah di Sumatera Barat, mau. Sementara, tak satupun pejabat Sumbar yang hadir di Seminar yang telah mengundang semua provinsi itu. Entahlah.(bersambung)