SEKCAM SULIKI - ZULKARNAINI DATUAK LANGIK
SEKCAM SULIKI – ZULKARNAINI DATUAK LANGIK

LIMAPULUH KOTA

35 Niniak Mamak di Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota bersemangat dalam diskusi hukum dalam Penyuluhan Hukum yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Suliki, Selasa (11/6) lalu itu. Mulai dari persoalan hukum kekerasan dalam rumah tangga sampai urusan tanah ulayat dipertanyakan ke pemateri.

”Luar biasa. Ternyata respon para niniak mamak kita sangat tinggi. Penyuluhan yang kita selenggarakan berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Semula, kita memang mengatur sistem narasumber saja, namun sebab respon pertanyaan begitu tinggi, menjadi sistem diskusi,” ujar Camat Suliki Harman Datuak Bodi didampingi Sekcam Zulkarnaini Datuak Langik, Rabu (12/6) kemarin.

Penyuluhan hukum yang diadakan di Gedung Unit Daerah Kerja Pembangunan (UDKP) Kecamatan Suliki itu, diisi oleh pemateri dari jajaran kepolisian, Iptu Kaspidarmis SH MH yang Paur Hukum Polres Limapuluh Kota. Selain Kaspidarmis, Drs Elmunis dari Pengadilan Agama Tanjung Pati, serta Hermon Liskal dari Badan Pertanahan Nasional menjawab semua pertanyaan sekaligus menjadi penyuluh dalam skema diskusi itu.

Ternyata, memang banyak persoalan masyarakat yang masih belum dipayungi secara hukum. Makanya, simpul saran dari Penyuluhan Hukum kepada 35 Niniak Mamak di Kecamatan Suliki itu, berujung pada rekomendasi pembuatan payung hukum di tingkat nagari.

Suliki, merupakan kecamatan dengan enam Nagari. Pemerintahan Nagari yang dipimpin oleh Walinagari serta Badan Musyawarah Nagari selaku legislatifnya, menurut pemateri harus membuat payung hukum atau peraturan nagari (Perna) yang melingkupi banyak persoalan.

”Misalnya, ada warga yang berkelahi. Tidak harus polisi yang menyelesaikan. Jika ada aturan atau peraturan di tingkat nagari, maka nagari yang menyelesaikan lebih dahulu. Fungsi polisi selaku perbantuan jika tidak bisa juga diselesaikan,” ujar Kaspidarmis menjelaskan.

Kecamatan Suliki terdiri dari Nagari Suliki dengan 8 jorong; Suliki Pasar, Suliki Baruah, Ateh Koto, Padang Laweh, Guguak Palano, Jariangau, Taratak, Soriak. Lalu, Nagari Tanjung Bungo dengan 4 jorong; Lancaran, Kubu Tangah, Karek Hilir, Batu Linjuang. Nagari Sungai Rimbang dengan 8 jorong; Sialang, Batu Bauk, Damar Tinggi, Tanah Tingkah, Ateh Koto, Lombah, Tanah Longiah, Asam Panjang.

Juga ada Nagari Kurai dengan 3 jorong; Kurai, Botuang, Mudiak Liki. Nagari Limbanang dengan 5 jorong; Limbanang Baruah, Ekor Parit,  Saut, Penago, Kampuang Dalam.  Nagari Andiang dengan 4 jorong; Siboka, Padang Bungo, Simpang Limo, Kampung Baru.

”Di lima Nagari, selain Andiang sudah kokoh berdiri Kerapatan Adat Nagari (KAN). Di Anding, sebagai nagari baru pemekaran, maka KAN nya masih belum maksimal definitif. Namun, sampai hari ini semua kegiatan adat telah dapat berjalan dengan baik, termasuk pemerintahan di nagari-nagari,” ungkap Sekcam Suliki Zulkarnaini Datuak Langik menjelaskan.

Aktifitas warga kecamatan di Limapuluh Kota yang berpenduduk lebih kurang 15 ribu jiwa ini mayoritas petani dan penggarap lahan. Kecamatan Suliki, kini makin menguatkan kemajuan daerahnya.(dsp)