WISATA MINAT KHUSUS TINGKATKAN KAPASITAS

LIMAPULUH KOTA

RIDWAN TULUS
RIDWAN TULUS
KADIS BUDPAR SUMBAR BURHASAMAN DAN KADISBUPARPORA ZULHIKMI BERDISKUSI DENGAN WARTAWAN USAI MEMBUKA KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS WISATA MINAT KHUSUS DI HOTEL ECHO HARAU 24-6-2013
KADIS BUDPAR SUMBAR BURHASAMAN DAN KADISBUPARPORA ZULHIKMI BERDISKUSI DENGAN WARTAWAN USAI MEMBUKA KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS WISATA MINAT KHUSUS DI HOTEL ECHO HARAU 24-6-2013
KADIS BUDPAR SUMBAR BURHASAMAN, DIREKTUR WISATA MINAT KHUSUS ACHYARUDDIN DAN KADISBUPARPORA ZULHIKMI MEMBUKA KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS WISATA MINAT KHUSUS DI HOTEL ECHO HARAU 24-6-2013
KADIS BUDPAR SUMBAR BURHASAMAN, DIREKTUR WISATA MINAT KHUSUS ACHYARUDDIN DAN KADISBUPARPORA ZULHIKMI MEMBUKA KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS WISATA MINAT KHUSUS DI HOTEL ECHO HARAU 24-6-2013

Wisata minat khusus (special interest tourisme) kini menjadi perhatian khusus dari pemerintah, khususnya Pemprov Sumbar. Kadinas Budaya dan Pariwisata Sumbar, Burhasaman MM sangat bersemangat mengungkapkan bahwa pariwisata tidak zamannya lagi dipandang sebagai objek kesenangan duniawi semata.

“Oleh Allah SWT, dijadikan alam kita, Harau ini saja misalnya, membuat mata orang luar yang datang ke Sumbar ternganga-nganga. Takjub. Nah, ketakjuban mata dunia ini yang harusnya kita manfaatkan menjadi pendapatan yang besar. Bukankah Allah SWT menciptakan bumi ini untuk kita kelola sebaik-baiknya?” ungkap Burhasaman di depan peserta Peningkatanm Kapasitas Wisata Minat Khusus, yang berlangsung di Hotel Echo Harau, 24-25 Juni hari ini. Burhasman menyampaikan hal ini membuka kegiatan yang dihadiri Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Achyaruddin SE MSc bersama Kadisbudparpora Limapuluh Kota Zulhikmi SPd MMPd serta Kabid Pariwisata Ali Hasan SSos beserta para staf lainnya.

Peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, kelompok pariwisata penerima PNPM Pariwisata, kelompok sadar wisata, serta pemuda dan unsur masyarakat lainnya, terlihat setuju. Bahwa, Harau misalnya, diciptakan Tuhan dengan kelengkapan pendukung alamnya, untuk digunakan sebaik mungkin, sekreatif mungkin tanpa merusak, untuk kesejahteraan masyarakat yang mengelolanya, tentu saja.

TREN WISATA

Sementara itu, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Achyaruddin SE MSc menyebutkan bahwa tren wisata minat khusus kini sangat potensial. Sebagai bentuk wisata kreatif, wisata jenis ini banyak variasi dan ragamnya. Umumnya pula berdaya jual tinggi. Itulah sebabnya, mengapa wisata minat khusus memerlukan kesungguhan bagi pengelolanya, sebab akan menghasilkan pendapatan yang besar pula.

Berbincang lama dengan Dr Mahadi yang staf pengajar di Sosial Ekonomi Unand yang menjadi nara sumber strategi pengelolaan wisata minat khusus serta tokoh pariwisata ternama Indonesia, Ridwan Tulus di bawah payung Sumatera and Beyond yang berbicara soal kreasi pengelolaan wisata minat khusus, keduanya sepakat bahwa wisata minat khusus ini harus ditekuni sungguh-sungguh.

“Sebab, jenis wisata ini justru mensejahterakan, membahagiakan sekaligus memberikan hiburan kepada pengelolanya. Kenapa? Sebab, jenis wisata inilah yang mengharuskan pengelola untuk memiliki kemampuan dan kemauan kreatif di bidang ini,” ujar Mahadi.

Ridwan Tulus, pun dengan ringan menyampaikan bahwa wisata minat khusus artinya kreatifitas tinggi dan keharusan membuat sesuatu yang baru dalam program pariwisata. Sehingga, tidak ada istilah program yang sama terulang-ulang dan menjadi umum.(dsp)