HARUS MEMENUHI STANDAR MINIMAL PENERIMAAN

PAYAKUMBUH

GambarKadinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Drs Hasan Basri mengatakan masih satu sekolah yang baru bisa diterapkan sistem penerimaan siswa baru secara online. SMK 1 Payakumbuh menerapkannya, sebab di sana memang lengkap teknis alat dan ada jurusan teknologi informasi yang menaunginya.

”Untuk sementara, pendaftaran siswa online baru bisa kita lakukan di SMK 1 Payakumbuh. Selain peralatan dan SDM teknis di sana lengkap, berikut soal mekanismenya sudah direncanakan dengan matang oleh sekolah tersebut,” ujar Kadinas yang mantan Kabid Sarana di Dinas Pendidikan Dharmasraya ini, kemarin di Kantornya di Kubu Gadang, Payakumbuh.

Dikatakan oleh Hasan Basri, yang alumnus Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, IKIP (UNP) ini, bahwa ada faktor lain, yaitu penempatan siswa dengan rekomendasi khusus. Ini yang cukup menyulitkan. Namun, jika memang semua sepakat untuk tidak ada rekomendasi apapun, maka akan digunakan PSB Online untuk semua sekolah, tanpa terkecuali.

Rumitnya memang di rekomendasi ini. Siapapun yang meminta rekomendasi, kini, semuanya dikoordinasikan langsung oleh Kadinas. Kuotanya hanya 5 persen saja dari seluruh siswa yang diterima di tiap sekolah. Selaku mantan Kepsek SMP 1 Payakumbuh, ia mengaku sekolah ini banyak sekali yang memohon agar anaknya, kemenakannya, untuk diterima.

”Sebenarnya, kuota 5 persen ini kebijakan internal kita saja. Jelas, 5 persen, tetap harus melewati syarat nilai dan syarat minimal lainnya. Jika tidak, tentu akan berpengaruh kepada kualitas semua siswa nantinya,” terang Hasan Basri yang kini setiap hari menerima memo khusus dari berbagai kalangan, untuk diterimanya calon siswa di sekolah-sekolah favorit.

Hasan Basri yang luwes, meski akan memasuki usia pensiun ini tetap berkomitmen untuk merekomendasikan calon siswa dengan kualitas sama dengan standar yang diinginkan sekolah. Sebab, jika tidak alamat akan menjadi beban pendidikan di sekolah itu nantinya.

Soal, siswa di sekitar sekolah yang meminta masuk ke sekolah di lingkungannya, tetap saja diberlakukan aturan yang sama dengan calon siswa lainnya. Tentunya, dengan kuota yang tidak lebih dari 5 persen serta memenuhi persyaratan minimal yang disyaratkan sekolah unggulan yang diliriknya.(dsp)