KABID PEMUDA DAN OLAHRAGA DISPARPORA PAYAKUMBUH - DRS ERMAN
KABID PEMUDA DAN OLAHRAGA DISPARPORA PAYAKUMBUH – DRS ERMAN

PAYAKUMBUH

Baadok-adok. Niniak Mamak Koto Nan Gadang menaikkan siriah di Masjid Ammalia Kelurahan Muaro, Rabu (19/6). Seminggu menjelang dilaksanakannya Qatam Quran 50 orang santri TPA/TPSA se Kelurahan Muaro, Nagari Koto Nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara, para Datuak di Koto Nan Gadang berunding adat mempermasalahkan duduk tegaknya kegiatan keagamaan ini.

”Bantai kabau saikua. Coliaklah, raminyo arak-arakan bendi jo kudo,” ujar Ketua Umum Panpel Drs Erman saat baadok-adok dilangsungkan. Drs Erman sendiri adalah putra Koto Nan Gadang yang kini Kabid Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh.

Disebutkan pula, bahwa Qatam Quran, sudah menjadi tradisi adat dan agama yang melekat di Koto Nan Gadang. 50 orang peserta Qatam Quran, terdiri dari santri pria dan perempuan akan naik bendi berhias untuk perempuannya. Sementara prianya, akan didaulat di atas kuda pacu berpelana.

Unik dan menarik. Inilah khasnya adat di Koto nan Gadang, sembari memakai pakaian Angku Haji dan muslimah, para santri akan diarak dengan arak-arakan yang meriah. Didapat waktu pelaksanaan Rabu, 26 Juni mendatang. Diiringi pula dengan drumband siswa di Koto Nan Gadang serta Drum Band Denzipur 2 Padang Mangatas.

Dari Masjid Ammalia, para santri akan diarak menuju pusat kota. Di tugu Adipura, rombongan berputar. Saat kembali menuju Masjid Ammalia, di depan Kantor Kerapatan Adat Nagari Koto Nan Gadang, Walikota yang juga Niniak Mamak di sana, Riza Falepi Datuak Kaampek Suku, menanti.

Pentas disiapkan di sana. Musik gambus menyambut serta. Walikota kemudian berpidato.

Sejak hari ini, sampai Rabu depan, di Masjid Ammalia dan sekitarnya, digelar lomba-lomba agama; lomba salat jenazah, busana muslim, dan lainnya. Hadiah; laptop, kulkas, dispenser, kompor gas, tabung gas, tabung gas, sepeda telah disiapkan.

Khas, Koto Nan Gadang selain akan mengangkat kegiatan adat setempat ini, berdasarkan iuran peserta, juga berhasil mengumpulkan sumbangan hadiah dari perantau.

Ikatan Keluarga Koto Nan Gadang (IKK) yang solid di Jakarta, Medan, Batam, Pekanbaru, dan Tanjung Pinang serta kota lainnya di Indonesia, ikut menyumbangkan hadiah bagi perlombaan dan kegiatan terkait Qatam Quran ini. 10 Bendi berhias dan 30 kudo pelana, termasuk kuda pacu tingkat nasional diturunkan.

Inti Qatam Quran; mengaji dinamakan ’basimak’ dilangsung H-2 sebelum pawai di Masjid. Setiap peserta qatam membacakan ayat Al Quran yang ditunjuk oleh dewan juri yang berpengalaman Qari nasional.

”Ini khasnya, di dunia barangkali hanya ini yang diselenggarakan seperti ini. Insya Allah sukses besar. Kita mengundang seluruh media nasional dan lokal untuk datang menyaksikan,” ujar Drs Erman meyakinkan.(dsp)