BANDARA PAYAKUMBUH- WAKO PAYAKUMBUH RIZA FALEPI BERSAMA KEPALA KANTOR OTORITAS BANDARA DAN NOFRINS NAFILUS, PERANTAU MINANG DI JAKARTA DAN DESLISON SUTAN MANGKUDUN, PERANTAU YANG ASLI LABUAH SILANG PAYAKUMBUH. SEMANGAT MEMPERTEMUKAN WALIKOTA UNTUK BERPRESENTASI DAN MENDAPAT DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT.
BANDARA PAYAKUMBUH- WAKO PAYAKUMBUH RIZA FALEPI BERSAMA KEPALA KANTOR OTORITAS BANDARA DAN NOFRINS NAFILUS, PERANTAU MINANG DI JAKARTA DAN DESLISON SUTAN MANGKUDUN, PERANTAU YANG ASLI LABUAH SILANG PAYAKUMBUH. SEMANGAT MEMPERTEMUKAN WALIKOTA UNTUK BERPRESENTASI DAN MENDAPAT DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT.

Meski gagal di RPJMD, pembangunan Bandara Payakumbuh kini memasuki era baru. Walikota Payakumbuh, Riza Falepi Datuak Kaampek Suku yang lulusan ITB itu beberapa kemarin bertemu langsung dengan Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah I dari Ditjen Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan RI, Adi Kanrio Dayanun di Jakarta bahkan menyatakan bahwa jika Payakumbuh hari ini, sudah punya kesempatan untuk diprioritaskan. Sebab Sumbar harus memiliki Bandara pendukung bagi Bandara Internasional Minangkabau. Untuk itu, Otoritas akan membawakan proposal Bandara Payakumbuh ke Dirjen Perhubungan Udara, lalu diusulkan ke Menhub RI.

Bersama tokoh rantau visioner yang sejak lama memperjuangkan kereta api kembali berjalan di tanah Sumbar, Nofrin Nafilus yang seniornya di ITB dan disokong anak asli Labuah Silang, Deslison Sutan Mangkudun yang piawai, Riza Falepi bercerita panjang lebar, memaparkan kondisi daerah di Payakumbuh serta kelengkapan data dipresentasikan seluruhnya.

”Pak Walikota sejak pagi tadi, berdiskusi dan memaparkan tentang kondisi daerah Payakumbuh dan Sumatera Barat. Pak Adi Kanrio pun segera memahami. Bahwa ada keinginan Payakumbuh untuk membangun Bandara penyokong di Sumatera Barat jika terjadi bencana luar biasa yang menyebabkan tidak bisa digunakannya BIM sebagai Bandara utama,” ujar Nofrins Nafilus menjelaskan.

Rakyat Sumbar, yang langsung mengkonfirmasi hal ini kepada Walikota Payakumbuh, ia membenarkan telah bertemu dengan Kepala Otorita Bandara kemarin. Bahwa, pemerintah pusat, sudah melihat langsung antusias Payakumbuh untuk membangunkan Bandara di Payakumbuh.

”Sudahlah, jika daerah kita belum mampu membiayai, pemerintah pusat mau, kenapa kita tolak. Ini, bentuk kemajuan yang tidak memberatkan keuangan daerah kita,” ujar Riza Falepi kepada Rakyat Sumbar.

Sebagaimana dikatakannya kembali, bahwa ia telah juga mempresentasikan kepada Kepala Kantor Otorita Bandara Wilayah I yang membawahi 34 Bandara, bahwa Sumatera Barat termasuk prioritas. Soal tanah dan lahan, sudah ada pengusaha Payakumbuh yang menyediakan lahan, untuk runway minimal 1.600 meter di Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Disebutkan kembali oleh Riza Falepi, soal kepemilikan dan penatausahaan, bisa jadi nanti digabung antara BUMD Payakumbuh dan BUMD Limapuluh Kota. Setidaknya, pembangunan bandara ini akan dipercepat dengan seluruhnya dibiayai oleh pemerintah pusat.

RPJMD TANPA BANDARA

Meski akhirnya di Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Payakumbuh 2013-2018 tidak termasuk penganggaran pembangunan Bandara Payakumbuh, namun dengan sinyal positif dari pemerintah pusat ini, maka pembangunan tidak lagi akan memberatkan anggaran daerah, seperti mana yang difikirkan beberapa kalangan.

Pembangunan Bandara Payakumbuh, selain berdampak secara ekonomi, banyak keuntungan yang akan diperoleh dalam memajukan kota dan meningkatkan kesejahteraan warga kota Payakumbuh. Kota yang telah punya Bandara akan cepat dilirik para pemilik modal atau inverstor.

Sementara itu, pembangunan Bandara juga harus dipandang dari segi kemanusiaan. Pasalnya, kota/kabupaten yang berada di pantai barat Sumatera, merupakan daerah rawan gempa dan tsunami. Jika daerah di pantai barat itu ditimpa musibah bencana tsunami, Bandara Internasional Minangkabau dan Bandara Pasaman tentu tak bisa dipakai. Alternatif untuk mengrim bantuan, tentu Bandara Payakumbuh, ungkap walikota beberapa waktu lalu.(dsp)