LANGIT BIRU PAINTBALL, PENGGIAT EKONOMI PARIWISATA BARU

GambarGambarGambarGambarGambarPAYAKUMBUH

Payakumbuh kini punya lokasi wisata rekreasi teranyar. Lokasi yang digadangkan dengan brand Green Area ini mengusung konsep hijau, segar dan sporty. Ya, sudah dibangun area permainan ”dewasa” Payakumbuh Paintball yang diusung dengan ikon Langit Biru. Selasa lalu uji coba lapangan disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wilman Singkuan.

”Kita gembira, kreativitas usahawan di Kota Payakumbuh kini meningkat tinggi. Upaya dan usaha yang dikembangkan ini, justru berguna bagi penggiatan ekonomi di wilayah sekitarnya,” ujar Wilman Singkuan yang memang gemar berolahraga alam ini.

Meski sebentar berada di lokasi, Wilman Singkuan berkomentar bahwa kegiatan menjajal arena paintball alias perang-perangan bersenjata replika peluru berwarna ini, disebut oleh Wilman Singkuan selaku alternatif wisata dan rekreasi keluarga yang tepat. Sebab, selain bisa berolahraga, peserta Paintball dapat sekaligus menikmati alam hijau Payakumbuh di kawasan Lingkar Utara berhadapan langsung dengan Bukik Ngalau nan tinggi menjulang.

Investasi untuk lokasi yang berluas keseluruhan 6 hektar di kawasan Balik, Payolansek, Lingkar Utara, Payakumbuh ini sungguh berudara sejuk. Sekeliling masih hijau dan sama sekali tidak terganggu oleh pembangunan arena yang memang alami dan khas alam ini.

Duty Manager Langit Biru Paintball, Dicky mengatakan lokasi ini dipilih bersama investor Paintball dan Outbond ini memang karena hijau dan alaminya. Lokasi yang alami dengan pengelolaan arena yang alami ini pula yang membuat senang, ratusan warga dan pengunjung serta penikmat paintball di Payakumbuh, Limapuluh Kota bahkan dari Bukittinggi dan Batusangkar serta daerah lainnya.

Langit Biru Paintball dan Outbond, di step pertama ini menyediakan pakaian tempur, all body protektor, masker, serta senjata tembak dan peluru 30 butir. Sampai Lebaran kami masih akan promo dengan harga per orang Rp30 ribu. Di laga tempur lapangan, tiap tim berhadapan dengan tim lain yang bermaterikan 5 pemain paintball. Aturan sederhananya, jika lawan terkena tembakan akan terlihat dari bagian pakaiannya yang terkena peluru langsung.

”Namun, kalau hanya percikan peluru cat saja, masih ditolerir untuk terus melakukan penyerangan. Tim yang menang, adalah tim atau anggota tim terakhir yang bisa merebut bendera di posko lawan. Semua lawan dalam status tertembak, tentunya,” demikian Dicky menerangkan sistem perang paintball ini.

Berbagai produk makanan, minuman serta supplier lainnya ikut serta mendukung uji coba lapangan ini. Bahkan, ada yang menyediakan music live sehingga memacu semangat warga sekitar dan pengunjung untuk ikut menyaksikan lapangan Paintball di Payakumbuh ini.(dsp)