Gambar

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Ir Verdia Yosep dan Pengawas Pelatda Sentralisasi, Lettu TNI Fathur.

MANFAATKAN IT, PAKAI KONTRA OPINI

Pemanfaatan Teknologi Informasi ini sungguh luar biasa. Memaksimalkan teknologi guna kesuksesan prestasi Jabar. Bahkan Ketua I KONI Jabar Djumara Frasad menyatakan KONI Jabar kini telah meubah kiblat birokrasi menjadi efisien dan efektif.

Laporan Dodi Syahputra-Bandung

”Surat-menyurat yang menghabiskan waktu dan jalur birokrasi serta tinta dan kertas telah kita pangkas. Audiensi ini sebenarnya, tidak sekali dua bulan bisa kita lakukan. Setiap hari! Makanya, kami lengkapi ruang pertemuan ini dengan jaringan televisi, internet dan televisi plasma 69 Inchi agar bisa bertelekonference dengan 32 provinsi lainnya sekaligus,” ujar Ketua I KONI Jabar Djumara Frasad saat menerima Humas KONI Payakumbuh di Gedung KONI berlantai II itu komplek GOR Bandung, Selasa (17/9) lalu.

Pertemuan selama 3,5 jam itu betul-betul memancing banyak pertanyaan dan tanggapan. Bahkan soal keberanian Jawa Barat yang berani memprotes dan melakukan kontra opini di tingkat pusat. Bahwa, KONI Jabar harus berani, tidak ragu-ragu, dan tidak takut-takut. Djumara berani memprotes apapun kebijakan KONI Pusat. Beberapa kali ditempuh jalur Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Beberapa waktu lalu, misalnya, emas raihan binaraga Sumbar akhirnya melayang ke Jabar. Pebinaraga Sumbar Iwan Samurai terkena diskulifikasi sebab dinyatakan doping. Jabar kemudian meraih emas tambahan, meski tidak merubah dan menggeser posisi runner-up.

Jabar Kahiji! Jabar Nomor Satu! Sudah menjadi tagline dan tekad seluruh masyarakat olahraga prestasi di Jabar. Jabar… Jabar… Jabar…Yes… Yes…Jabar…Kahiji! Seperti itulah jika para olahragawan serta insan olahraga bertemu satu dengan yang lain kini. Setiap pertemuan dibuka dengan Jabar Kahiji. Semangat yang sudah sepatutnya bagi calon Juara Umum PON XIX 2016.

Hampir tidak ada pengurus KONI Jabar yang berpangku tangan. Semuanya turun ke lapangan. Kantor KONI ramainya saat istirahat dan jam-jam kosong kegiatan saja. Selebihnya, para pengurus seluruhnya telah berada di tempat latihan atlet, memantau lokasi-lokasi pertandingan dan sebagainya. Sehingga, meski di bidang media dan promosi, Zulkanaen yang mantan wartawan Harian Singgalang di Padang ini, serta pesilat Pat Ban Bu, mengerti tentang siapa atlet, pelatih, sampai pola latihan terkini dari cabang olahraga apapun.

Inilah istimewanya KONI Jabar. Semangat seluruh pengurus tidak terganggu oleh kepentingan lain. 7 perwira aktif TNI AD yang ditugasi selaku pengawas Pelatda Sentralisasi, bahkan memang bertugas penuh di sana. Komandan Pengawas ternyata berpangkat Letkol TNI. Ini bukti keseriusan KONI Jabar.

Soalan anggaran, KONI Jabar patut diacungkan jempol. Selain didukung oleh seluruh elemen di Jabar, mereka berani menentang aturan pusat yang membatasi hibah KONI sekalipun.

”Ini demi prestasi olahraga. Betul dan benar. Jika aturan yang dikenakan justru melemahkan, kita harus lawan. Alhamdulillah, semua elemen masyarakat bertekad sama!” Djumara Frasad.

Soal kontra opini, tim Sport dan Foreksik Intelijen menggunakan ini jika terjadi pelemahan di sistem pembinaan, cabang olahraga atau atlet mereka. Maka, disusunlah oleh tim Analisa dan Evaluasi lawan opini yang membuat gairah bagi atlet, cabor, atau insan olahraga yang bermasalah. Sehingga, bangkit kembali semangatnya untuk berjuang.

Kelumit pembinaan olahraga di KONI Jabar begitu luar biasa. Penuh semangat dan integritas. Semua pengurus, semua elemen, Pemprov dan DPRDnya bahkan berani bertanggung jawab jika ada aturan pusat yang jatuh melemahkan.

”Ini tanggung jawab kami semua!” ucap Ketua I KONI Jabar Djumara Frasad seperti ungkapan semua insan olahraga Urang Tanah Pasundan lainnya. Seribu hal masih harus dipelajari dari KONI Jabar yang bekerja ini. Tetapi, sambungannya akan memanfaatkan teknologi informasi seperti yang mereka lakukan. Jayalah Olahraga. Jabar Kahiji! (Tamat)