ALHADI HAMID
ALHADI HAMID

 

 

 

Membaca sosok Alhadi Hamid, ternyata tidak serumit menilai politisi lainnya. Pria tinggi bertubuh tegap ini lahir di Payakumbuh, 12 Februari 1974 ini mengawali karir politiknya dengan perjuangan. Sampai hari ini, setelah tiga tahun lebih duduk di kursi wakil rakyat di Kota Payakumbuh, berdakwah terus dilakoninya dengan kesungguhan hati.

 

DODI SYAHPUTRA, PAYAKUMBUH

 

Meski, hanya menamatkan sampai semester 2 di jurusan Dakwah di IAIN Solok, namun Alhadi Hamid selalu menambah pengetahuannya dengan banyak membaca, berdiskusi dengan para ulama. Kelaparannya akan ilmu pengetahuan diisi dengan terus mencoba belajar di kampus-kampus serta mengasah ketajaman visi hidupnya dengan membagi pengetahuan ke masyarakat.

 

Di Payakumbuh Utara dan Lamposi Tigo Nagori, Alhadi Hamid menebas jalan dakwah dengan terus mengisi beragam pengajian, khutbah, dan wirid terjadwal. Upayanya ini sekaligus berhasil merangkum aspirasi umat lebih dekat, tidak hanya di jadwal reses saja.

 

Selaku politikus Partai Persatuan Pembangunan, anggota DPRD Kota Payakumbuh yang menjabat Wakil Ketua Komisi A, pernah sebagai Ketua Komisi A, Alhadi Hamid mengaku yang paling berkesan khusus di pembahasan anggaran setiap tahunnya.

 

”Kadang, kami yang ikut membahas anggaran merasa sedih. Sebab, anggaran wajib untuk urusan pegawai saja sudah 54 persen. Lebihnya, ada yang wajib untuk program dan kegiatan. Baru sisanya, diperuntukkan bagi pembangunan di masyarakat,” ujar Alhadi Hamid mengulas kesan utamanya di DPRD.

 

Pengalaman dan pengamalan selaku wakil rakyat telah dilakoni oleh Alhadi Hamid dengan banyak bekerja. Kesederhanannya tampil di tengah masyarakat, tidak mempublikasikan diri sebagai pejabat, yang harus dihormati dengan menunduk dalam-dalam.

 

”Selaku wakil dari masyarakat Payakumbuh, khususnya dari masyarakat Payakumbuh Utara dan Lamposi Tigo Nagori, saya berprinsip bahwa wakil rakyat memiliki tugas utama mewakili pendapat dan kepentingan rakyat. Maka itu, tempat saya di tengah masyarakat bukan sebagai pejabat Negara, namun sebagai corong aspirasi masyarakat. Itu!” kata Alhadi Hamid, penuh keyakinan.

 

Sekretaris Dewan Dakwah Kota Payakumbuh, Alhadi Hamid punya rasa tanggung jawab besar untuk masyarakatnya. Tanggung jawab ini ia sampaikan agar masyarakat terhindar dari lima kelemahan; lemah iman, lemah akal, lemah fisik, lemah mental, dan lemah Islam. Inilah yang harus ditakuti oleh seluruh masyarakat saat ini.

 

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kota Payakumbuh, Alhadi Hamid selalu nyinyir mengingatkan masyarakat dengan kondisi kekinian.

 

”Mari kita sama menjaga, jangan mudah dihasut dan diadu domba, dan jangan mudah percaya dengan informasi sebelum kita cerna lebih dalam lagi,” ungkap Ustadz Alhadi Hamid menegaskan posisi masyarakat di tengah arus informasi yang membanjir kini.(***)