Esta Band
Esta Band

Ipank (gitar), Abiem (vokal), Donni (gitar), Aan (bass), dan Erick (drum) membuat gaduh Payakumbuh. Lima personil Esta Band ini menghoyak panggung Konser di pusat Kota Payakumbuh, Sabtu (12/10). Ribuan masyarakat pecinta Esta Band berkumpul menyaksikan genderang tabuh, musik populer yang menghentak dada, menghanyutkan jiwa para penikmat musik muda.

Tepat di tengah Oktober ini, Esta Band kembali meluncurkan album keduanya, bertajuk “Pergilah Cinta” yang kini menjadi hits di jajaran tangga lagu pop Indonesia teratas. Di youtube pun video klip Esta Band kini mulai diincar penikmat musik Indonesia. Oleh Esta Band, konser pulang kampung ini menjadi bakti mereka menghibur warga Payakumbuh dan sekitarnya.

“Jadwal dan kegiatan promo kami cukup sibuk di oktober ini selama di Payakumbuh. Kami sudah bersilaturahmi dengan Bapak Walikota dan jajaran. Sambutan baik dan dukungan agar terus berkreasi kami terima dengan baik,” ujar Abiem, sang vokalis di jumpa pers yang digelar di Hotel Kolivera 3 Payakumbuh, Sabtu pagi.

Event Organizer Kress dan Zoom Studio ikut andil di konser mahakarya ini. Dimotori oleh Pasadama Production, produser musik yang menggarap album terbaru Esta Band, juga membawa serta jurnalis beberapa media nasional yang telah lebih dulu akrab dengan karya Esta Band yang aseli Payakumbuh ini.

“Pergilah Cinta”, yang pop namun ngebit ini memang bercerita soal kepasrahan seorang kekasih. Diciptakan dan diaransemen langsung oleh mantan keyboardis Ada Band, Krisna, menjadi satu-satunya lagu yang bukan ciptaan sendiri, namun kini hits di seluruh radio di Indonesia.

Krisna Balagita, produser musik merangkap aransemen musik Esta Band, sentuhannya menjadikan karya-karya Esta Band segar dan ‘mudah didengar’. Krisna sendiri dalam jumpa pers mengatakan,  bahwa ia telah menggosok lebih keras kemampuan personil Esta Band agar harmonisasi menjadi lebih baik dan nyaman di telinga pecinta musik di tanah air.

TETAP MINANG

Saat sesi tanya jawabl Syafril Nita (Haluan) dan Ayah Win yang seniman Payakumbuh meminta Esta Band untuk ikut menampilkan musik tradisi Minangkabau. Minimal, unsur etnik ikut dilibatkan. Abiem menjawab, hal ini selalu tak terlupakan oleh Esta Band.  Ada lagu berjudul “Alamku” di album sepuluh lagu ini yang menghentakkan musik tradisi. Ya, malam itu, Esta Band membuktikan “Alamku” yang kaya dengan nuansa musik Minangkabau.

Cerita para pemuda Payakumbuh yang kini menasional ini, 2009 lalu mereka sempat dijanjikan oleh sebuah produsen musik untuk merekam album. Janji yang terlalu laa dinanti, membuat semangat anak muda ini pun bergejolak. Mereka berlima, langsung ke. Jakarta mengadu peruntungan. Nasib baik, musik Esta Band diminati produser.

Kini, para lulusan sekolah di Payakumbuh ini memang bekerja dan berdomisili di Jakarta. Namun, pengakuan mereka, hati dan jiwa serta karya mereka ini untuk masyarakat Payakumbuh,  seluruhnya. (dsp)