Gambar

NASRIL SURI: PENGAJUAN ANGGARANNYA TIDAK TEPAT, BERPOTENSI PENYALAHGUNAAN

PAYAKUMBUH

Heboh persoalan pembahasan APBD Perubahan 2013 di Hotel berbintang di Bukittinggi terus berlanjut. Bahkan, di sebuah media tabloid lokal di Payakumbuh, terang-terangan diceritakan tentang aksi anggota DPRD Payakumbuh yang mencak-mencak soal anggaran Rp80 juta ini. Rapat yang menelan anggaran ratusan juta rupoiah, diikuti oleh DPRD, Sekretariat DPRD, dan SKPD terkait ini dilangsungkan di Hotel Pusako Bukittinggi, hotel bintang empat, tengah September lalu.

Sewaktu rapat pembahasan anggaran kepariwisataan, beritem promosi wisata dalam dan luar negeri, Rp80 juta ini diarahkan untuk mengundang Band Wali yang dikatakan bernuansa Islam dan sangat dirindukan oleh masyarakat Kota Payakumbuh ini.

“Kami tidak pernah menolak penganggaran promosi pariwisata. Bahkan, anggaran ini tetap ada, kok. Tidak dfibuang atau dihilangkan. Hanya saja, tidak tepat jika anggaran promosi dialihkan ke peringatan Ulang Tahun Kota Payakumbuh yang 17 Desember nanti berusia 43 tahun,” ujar Nasril Suri yang anggota DPRD asal Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ini.

Versi media, versi siapa saja boleh ada. Namun, Nasril Suri menjelaskan bahwa voting pengambilan suara 11 orang anggota Badan Anggaran pada waktu itu, memang mempersoalkan tentang apakah plot anggaran ini disahkan atau tidak. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan item anggaran lain, jumlahnya tidak seberapa.

Namun, menurut Nasril Suri penganggaran ini beda fungsi dan peruntukan. Dari fungsi promosi ke fungsi hiburan masyarakat di HUT Kota Payakumbuh. Inilah yang ternyata dipersoalkan DPRD itu.

Nasril Suri, mulai buka cerita, disebabkan, katanya, pemberitaan di media massa yang sangat menyudutkan DPRD sebagai lembaga legislatif. Nasril Suri tercatat juga menentang beberapa pengesahan Perda yang menurutnya tidak sesuai dengan kehendak masyarakat.

“Termasuk soal perubahan logo Kota Payakumbuh. Jika Aur Kuning ditetapkan sebagai Nagari yang diakui, saya tentu setuju. Namun, logo Kota Payakumbuh, dengan nilai historisnya, serta dampak kemudiannya, semua lambang daerah harus diubah,” ungkap Nasril Suri, Jumat senja (22/11).

Persoalan aksi “marabonya” dua anggota DPRD saat terjadinya salah hitung voting mata anggaran promosi wisata dalam dan luar negeri ini, aku Nasril Suri karena memang anggaran itu rawan salah sasaran.

“Jika memang diajukan soal mendatangkan band, mau dari Amrik sekalipun, tidak masalah, namun konteks itemnya harusnya di HUT Kota Payakumbuh ke-43!” tegas Nasril Suri yang menghentikan pembicaraan diputus suara azan maghrib.