Gambar

LIMAPULUH KOTA

Luas hutan di Limapuluh Kota setiap tahun makin tergerus. Ini pasti. Sebab, kini penebangan liar terus menurun kuantitasnya, tapi tetap ada. Kian hari kian sempitlah luas hutan yang menyetor oksigen bagi nafas dan paru-paru dunia.

Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Limapuluh Kota H Khalid MH, di Payakumbuh mengatakan bahwa baik secara kuantitas maupun kualitas penebangan pohon secara ilegal ini makin turun jumlahnya. Untuk 2013, berbagai program dilaksanakan demi terjaganya area hutan ini.

”Mari menjaga hutan, sama dengan menjaga hati,” ujar Khalid penuh makna.

Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo dan Wakil Bupati H Asyirwan Yunus terus nyinyir agar masyarakatnya menjaga pohon, termasuk hutan. Sebab, menurut Alis Marajo hutan sebagai sumber kehidupan dan penjaga manusia justru dari bencana yang siap menghantam.

Penebangan kayu ilegal semakin tahun semakin turun jumlahnya. Angka pasti penurunan ini belum dapat dikira. Namun yang telah terjadi, telah merusak ekosistem dan produksi oksigen dunia. Ancaman cuaca global yang kian tidak menentu kian menyesakkan dada.

”Jika yang diusut dan ditangkap itu penebang kayu tradisional, masyarakat, iba jadinya. Karena, mereka untuk makan sehari-hari menggergaji kayu atau menebang dengan kampak. Lepuh tangan mengampak kayu memang luar biasa memiriskan. Hanya untuk makan keluarga,” ungkap Romi (32) salah seorang warga Harau, Limapuluh Kota.

Sementara, pemain sebenarnya, oknum, tidak terusik. Kalaupun ada yang mengusik, bakal terlindung, entah oleh atasan atau orang yang lebih tinggi darinya.

LANCARKAN PROGRAM

Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan Limapuluh Kota, H Khalid MH resah alang kepalang. Berkali-kali, Dinas Kehutanan dan Pertambangan melakukan berbagai koordinasi, menggerebek upaya perambahan hutan semena-mena ini.

Berbagai kasus pembalakan liar, pengangkutan kayu ilegal tanpa dokumen, serta beragam masalah sekaitan ini, aku H Khalid MH kini makin berkurang. Berbagai program telah dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Pertambangan untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat bahwa hutan adalah bagian hidup yang mesti dijaga.

13 anggota polisi kehutanan terus bergerak aktif melakukan pengamanan kehutanan di Limapuluh Kota. Meski tenaga satu polisi hutan untuk satu kecamatan yang luasnya hampir sama dengan, namun kini koordinasi dilakukan secara menyeluruh.

Di tahun 2013, jelas berbagai gebrakan dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Pertambangan. Antara lain, dengan Patroli Kehutanan secara rutin oleh para polisi hutan.

”Dinas Kehutanan dan Pertambangan pun telah membuat Momerandum of Understanding (MoU) dengan Komando Daerah Militer 0306 50 Kota, Kepolisian Resort 50 Kota, Kepolisian Resort Payakumbuh, untuk penanganan persoalan penjagaan keamanan hutan ini,” ujar Khalid menjelaskan didampingi Kabid Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Prima Deswita.

Selanjutnya, berdasarkan MoU ini, Tim Penanggulangan Hutan Terpadu (TPHT) di Limapuluh Kota ini bekerjasama, melakukan penanggulangan sekaligus penyadaran dan sosialisasi ke tengah masyarakat Limapuluh Kota.

Inovasi program pun dijalankan. Termasuk di dalamnya, Pengamanan Hutan Berbasis Nagari yang dibarengi dengan rehabilitasi hutan dan lahan.

”Mari sadari, kewajiban bagi setiap insan di Limapuluh Kota ini untuk menjaga pohon dan hutan. Mari bersama kita lakukan,” kata H Khalid SH dengan tegas.(dsp)