​Tour de Singkarak Etape III di Limapuluh Kota
Ali Hasan: Meriah, Diawali Pekan Budaya

LIMAPULUH KOTA

Gambar

Tour de Singkarak 2014 kali ini menjadi dukungan yang besar bagi dunia kepariwisataan di Limapuluh Kota. TdS akan start di Kantor Bupati Limapuluh Kota di Bukik Limau Sarilamak. Start prestisius ini akan melepas para pebalap dengan berbagai penampilan budaya dan atraksi pariwisata. Mulai dari atraksi talempong pacik, sampai ke pacu itiak, akan meramaikan start TdS di Limapuluh Kota.

“Diiringi Pekan Budaya 2-7 Juni, akan menjadi pembukaan peramai pariwisata dan budaya di Limapuluh Kota. Kali ini, Pekan Budaya digelar dengan penuh atraksi kebudayaan dan lomba-lomba sehingga masyarakat ramai menyaksikan,” info Kabid Pariwisata Limapuluh Kota, Ali Hasan SSos, Selasa (27/5) kemarin.

Ali Hasan menceritakan bahwa TdS di Limapuluh Kota akan menggunakan sistem start dan prerace menuju Kelok 9. Alam wisata Limapuluh Kota akan terkembang. Semuanya menjadi konsumsi bagi para pebalap, ofisial, dan media internasional, nasional dan lokal. Para fotografer profesional dan amatir diberikan tempat dan posisi terbaik. Pihak keamanan dan panitia lokal pun menyebar dengan titik-titik yang ditentukan.

Dari Kelok 9, yang kaya pemandangan alam terbaik, termasuk Lembah Harau menuju Sarilamak, lalu dilanjutkan ke arah Halaban. Depan Kantor Bupati Limapuluh Kota dikatakan juga akan ramai khusus bagi pengunjung dan penonton masyarakat di Kota Payakumbuh.

Ali Hasan sendiri menyampaikan bahwa, persiapan dalam menyukseskan Tour De Singkaran Etape III di Kabupaten Limapuluh Kota, hampir rampung. Persiapan dalam penyambutan serta pelepasan ratusan pembalap di dilaksanakan halaman Kantor Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak, terus dikebut. Tak hanya persiapan dalam ceremonial pelepasan TDS di garis start Etape III, tetapi sejumlah jalan yang bakal dilewati pembalap di Kabupaten Limapuluh Kota, terus dipermulus oleh pihak provinsi.

“Kabupaten Limapuluh Kota mendapatkan kesempatan start di etapi ke III TDS ini. Star di Limapuluh Kota dan finisnya di Istana Pagaruyung Tanah Datar. Tetapi sebelum menuju ke garis finis, ratusan pembalap sepeda kelas dunia itu, berkeliling Kabupaten Limapuluh Kota untuk menikmati keindahan alam kita,” ujar Ali Hasan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Budparpora Kabupaten Limapuluh Kota.

Katanya lagi, sebelum star dimulai paginya di Kantor Bupati Lumapuluh Kota di kawasan Bukit Limau, Sarilamak, kegiatan TDS di etape III juga dilengkapi karnavar parayalang oleh atlit Kabupaten Limapuluh Kota. Dan selanjutnya pembalap yang berjumlah 160 peserta dari 23 negara itu melanjutkan mengayuh sepeda ke kawasan Jalan Layang  Kelok Sambilan.

“Penyelenggaraan tahun ini, tak jauh beda dari tahun sebelumnya. Ratusan pembalap disuguhkan dengan keindahan alam panorama Jalan layang  Kelok Sambilan. Mereka bakal menaiki tanjakan kelok Sambilan yang lama dan berputar menuruni Jalan Layang Kelok Sambilan,” ungkapnya Ali Hasan.

Ali Hasan mengungkapkan, ratusan media cetak mapun elektronik  serta photografer dunia maupun nasional bakal memanfaatkan momen berharga dari ratusan  berbalap tersebut  yang sedang menaiki tanjakan tinggi serta berkelok dan melewati jembatan dengan ketinggian hingga puluhan meter dari dasar sungai. Bahkan,sambil diiringi musik tradisi Minangkabau  pembalap juga di tantang dengan jalan yang memiliki jurang yang dalam dengan keindahan tebing-tebing disepanjang jalur di kawasan jalan Layang Kelok Sambilan.

“Ini bakal jadi momen yang cukup berharga, momen yang tak tertandingi. Dengan adanya rekan-rekan media dari berbagai negara, sehingga secara tidak langsung daerah kita sudah dipromosikan ke dunia luas. Apalagi promosi  daerah dengan adanya jembatan diatas puluhan meter dari aliran sungai. Hanya satu-satunya di Sumbar dengan jalur menantang seperti di Kabupaten Limapuluh Kota ini. Ini bakal jadi jalur surga dalam TDS ini,” katanya.

Untuk mendukung TDS di etape III itu, Ali Hasan juga mengatakan, pemerintah daerah telah menganggarkan sebesar Rp 300 juta dari APBD Kabupaten Limapuluh Kota.

Preview TdS

Provinsi Sumatera Barat terletak di pantai barat Pulau Sumatera. Ini memiliki luas wilayah 42,130.82 km ². Fitur geografis meliputi dataran, dataran tinggi vulkanik pegunungan dibentuk oleh berbagai Barisan gunung yang membentang dari utara-barat ke selatan-timur, dan pulau-pulau lepas pantai yang disebut Kepulauan Mentawai. Berbatasan dengan provinsi Sumatera Utara di utara, Riau dan Jambi ke timur, dan Bengkulu ke tenggara.

Padang sebagai ibukota, provinsi ini memiliki akses yang sangat baik penerbangan domestik dan beberapa rute internasional dari dan ke Bandara Internasional Minangkabau. Dibutuhkan hanya 1,5 jam penerbangan dari Jakarta, 1 jam dari Kuala Lumpur dan kurang dari 50 menit penerbangan dari Singapura untuk mencapai Bandara Internasional Minangkabau.

Provinsi ini sangat kaya dengan pemandangan alam yang indah. Ia memiliki danau yang indah seperti Singkarak (130,1 km ² dpl), Maninjau (99,5 km ² dpl), Danau Diatas (31,5 km ² dpl), Danau Dibawah (14,0 km ² dpl), dan Talang (5,0 km ² dpl). Dikombinasikan dengan gunung-gunung yang cantik seperti Marapi (2.891 m), Sagu (2.271 m), Singgalang (2.877 m), Talakmau (2.912 m), Talang (2.572 m), dan Tandikat (2.438 m) serta sungai-sungai yang menyilaukan dari Kuranji , Anai, Ombilin, Suliki, Agam, Sinamar, dan Arau, maka tidak heran jika banyak orang memuji Sumbar sebagai sepotong surga di bumi.

Dikenal sebagai tanah Minangkabau, provinsi ini diberkati dengan harta karun budaya menggemaskan. Kekayaan budaya Minangkabau terlihat dari keanggunan tari tradisional mereka, kostum tradisional mereka mengesankan, rumah-rumah tradisional yang megah, dan juga dari hidangan mereka lezat dan sangat terkenal rendang. Budaya Minangkabau terjaga dengan baik sampai sekarang oleh orang-orang Sumatera Barat yang bangga dengan budaya mereka dan setia kepada nenek moyang mereka.

Sumatera Barat juga terkenal sebagai provinsi warisan karena kota-kota sejarah seperti Sawahlunto, Padang, dan Bukittinggi. Kota-kota ini telah menjadi pusat peradaban sejak jaman penjajahan Portugis dan Belanda. Mereka memainkan peran penting dalam perdagangan, batubara dan pertambangan semen, dan pemerintahan di daerah pada waktu itu. Bukittinggi bahkan pernah menjadi ibu kota Republik Indonesia selama Perang Kemerdekaan. Sejarah panjang ini kota account untuk banyak bangunan bersejarah di sekitar kota, yang masih berfungsi untuk tujuan kontemporer.

Dengan atraksi pemandangan alam, budaya tradisional, dan bangunan peninggalan, Sumatera Barat jelas merupakan suatu tujuan wisata panas di Indonesia. Setiap tahun, ia menarik pengunjung domestik dan luar negeri. Peristiwa tahunan internasional seperti Tour de Singkarak dan International Dragon Boat Festival juga bertanggung jawab dalam menaikkan wisata tiba di Sumatera Barat.(dsp)

 

rute Tour de Singkarak 2014 di Sumatera Barat

Stage 1, Sabtu, 7 Juni 2014 rute Padang Pariaman-Pariaman.

Stage 2, Minggu, 8 Juni 2014 dengan rute Pasaman-Pasaman Barat.

Stage 3, Senin 9 Juni rute 50 Kota – Tanah Datar.

Stage 4, Selasa 10 Juni rute Bukittinggi – Agam.

Stage 5, Rabu 11 Juni rute Payakumbuh – Solok.

Stage 6, Kamis 12 Juni rute Padang Panjang – Solok.

Stage 7, Jumat 13 Juni rute Sijunjung – Dharmasraya.

Stage 8, Sabtu 14 Juni rute Sawahlunto – Solok Selatan.

Stage 9, Minggu 15 Juni rute Pesisir Selatan – Padang.

TDS 2014 ini akan melewati 9 etape di lintasan 18 kabupaten/kota di Sumbar. Diikuti 20 tim, terdiri dari lokal dan mancanegara. Panjang lintasan mencapai 1.250 kilometer.