Tour de Singkarak 2014 di Limapuluh Kota
HIPMI : Sayang, Belum Berhotel Berbintang
 
LIMAPULUH KOTA

Gambar

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Limapuluh Kota, Irwandy ST, menyebut bawah iven balap sepeda Tour de Singkarak memberikan efek besar bagi dunia usaha di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Limapuluh Kota. Sayangnya, untuk saat ini di Kabupaten Limapuluh Kota belum berdiri hotel mega berbintang, sehingga peserta Tour de Singkarak masih menginap di Kota Bukittinggi.
 
“Saya menilai bahwa pengusaha nasional dan lokal sedang melirik iven berskala internasional ini. Usaha-usaha yang dapat menguntungkan secara ekonomi akan mereka terapkan di Kabupaten Limapuluh Kota. Nyata-nyata saja dengan adanya Tour de Singkarak ini jalan-jalan yang dilewati pebalap pasti bagus dan itu suatu kemudahan bagi dunia transportasi. Sebab, di dunia usaha itu yang penting adalah transportasi,” jelas Irwandy, di sela-sela kesibukannya sebagai pengusaha muda di Limapuluh Kota.

Irwandy juga menekankan agar daya saing dan daya tarik Limapuluh Kota sebagai salah satu kota destinasi wisata harus ada. Saat ini satu ikon Kelok Sembilan bisa menjadi daya tarik turis lokal dan mancanegara untuk datang ke Limapuluh Kota di samping wisata Harau.

“Daya tarik itu ada ya, sebut saja Harau, kemudian baru-baru ini diresmikan Kelok 9. Hanya saja kita mengharapkan pengelolaan wisata Harau diserahkan kepada swasta agar terkelola dengan baik. Kalau sekarang dikelola oleh Pemerintah, sehingga disamping kurang baik juga tidak memberikan dampak positif bagi gairah pengusaha lokal,” jelasnya.

Irwandy berharap ada pengusaha nasional yang mau berinvestasi di Limapuluh Kota untuk mendirikan hotel berbintang. 

Sementara itu Wakil Sekretaris Panitia Tour de Singkarak Kabupaten Limapuluh Kota, Ali Hasan, menyebutkan dampak positif ivent Tour de Singkarak sangat signifikan.

Ali Hasan yang juga Kabid Pariwisata Limapuluh Kota itu menjelaskan target pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) di 2013 yang Rp.300 juta justru terlampaui. Apalagi di 2014, dengan target PAD Rp430 juta, hingga Mei 2014 saja sudah tercapai 50 persen.

“Kunjungan wisatawan domestik kini meninggi, apalagi season libur turis asing akan segera masuk. Diperkirakan, seluruh penginapan, area wisata, dan berbagai objek akan penuh pengunjung. Inilah hebatnya Tour de Singkarak. Seluruh item termotivasi terjual. Mulai dari merchandise sampai kamar inap,” sebut mantan Manager Hotel Padang ini.
Meski diakui oleh Ali Hasan, bahwa pilihan pebalap masih ke Bukittinggi dan Padangpanjang, sebab hotel di sana berbintang 3-5, namun untuk hotel melati dan homestay, sudah dipesan jauh hari di momentum TdS, sebanyak 400 kamar di Harau.
TdS 2014 ini diakui panitia istimewa untuk Limapuluh Kota.

Baru kali ini Limapuluh Kota digunakan untuk start stage. Sebelumnya di 2011-2012, Limapuluh Kota sebagai finish stage. 2013 lebih malang, hanya dilewati saja. Namun, 2014 ini, pebalap, ofisial, media internasional, nasional dan lokal akan menikmati deretan pebalap mulai dari garis Start di Kantor Bupati di Sarilamak.

“Tour de Singkarak banyak positivisme yang tumbuh sebab dilaksanakan di Limapuluh Kota. Diawali dengan atraksi budaya, pacu itiak, dan rangkaian kegiatan kebudayaan di lokasi start, Limapuluh Kota akan terekspos hingga ke seluruh dunia,” pintanya.