PEKAN BUDAYA LIMAPULUH KOTA, RIBUAN PENONTON

MASALAH PARKIR MASIH DIKELUHKAN

Limapuluh Kota

10441191_10203083033810278_7275721001525264136_n

GambarGambar

Kini, setiap malam Kantor Bupati Limapuluh Kota penuh pengunjung. Di halaman Kantor Bupati, ribuan masyarakat menyaksikan pagelaran berbagai jenis budaya Minangkabau disertai dengan beragam pameran pembangunan. Inilah yang menggebirakan hati Kabid Kebudayaan Hj Nengsih SPd MPd, selaku penyelenggara kegiatan.

”Ternyata, ramainya minat masyarakat akan kebudayaan Minangkabau makin tinggi. Bukti bahwa seluruh yang kita gelar setiap malam, mulai tanggal 2 – 7 Juni ramai penonton. Luar biasa!” Hj Nengsih terlihat puas.

Penyelenggaraan Pekan Budaya Kabupaten Limapuluh Kota tahun ini agak berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun yang lalu, penyelenggarakan kali ini yang biasanya difokuskan di Tarantang Harau, kali ini diadakan di kawasan Kantor Bupati di Bukik Limau, Sarilamak.

Selasa (3/6) malam terlihat ribuan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru Kabupaten Limapuluh Kota membanjiri Pekan Budaya. Satu jalur jalan mulai dari persimpangan Harau menuju ke kantor DPRD Limapuluh Kota dipenuhi oleh jajaran Stand dari berbagai produsen dan instansi seperti, dealer kendaraan bermotor roda dua dan empat, Dinas Pekerja Umum, Dinas Perindag Koperasi dan SKPD lainnya.

Hiburan ditampilkan Reog Ponorogo dari komunitas masyarakat Jawa yang berdomisili di Purajaya Tanjung Pati. Festival Randai yang diikuti oleh perwakilan seluruh kecamatan di seluruh Kabupaten Limapuluh Kota, juga menarik minat pengunjung.

Penyelenggaraan tahun ini memang lebih banyak pengunjung dan peserta pamerannya.

“Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di kabupaten membanjiri lokasi Pekan Budaya ini. Kami bertekad terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam penyelenggaraan Pekan Budaya Kabupaten Limapuluh Kota. Hingga tahun ini, kami sudah tiga tahun mengkoordinir penyelenggaraan Pekan Budaya. Sebab itu kami akan berupaya agar dari tahun ke tahun penyelengaraan makin baik sesuai dengan keinginan masyarakat,”  terang Kepala Bidang yang energik dan komunikatif ini.

Terlihat Sekda Limapuluh Kota H Yendri Tomas SE MM dan Kadinas PU Ir Edwar SPi berkeliling memantau sambil berbincang-bincang dengan pemilik stand pameran. Kedua pejabat yang akrab dengan masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota ini merasa sangat puas dengan ramainya pengunjung dengan demikian minat masyarakat akan Pekan Budaya ini sudah mulai meningkat.

Dilihat dari ramainya pengunjung, memang perlu pembenahan areal parkir. Masih banyak kendaraan yang berlalu lalang di dalam areal pameran mengakibatkan terganggunya pengunjung. Nopi (35) warga Tareh Balai Panjang Lareh Sago Halaban yang datang bersama istri dan anaknya, mengatakan, “Saya bersama keluarga ingin melihat pameran dan randai tapi agak terganggu dengan lalu lalangnya sepeda motor di dalam lokasi pameran ini,” ujar Nopi sambil menggendong anaknya berumur lima tahun.

Ketika hal itu disampaikan kepada Kapten Suherman Danramil Harau yang juga panitia penyelenggara, ia menjawab permasalahan parkir telah diserahkan ke Walinagari Sarilamak dan dikelola oleh pemuda.

“Untuk evaluasi akan kami bicarakan pada rapat besok,” imbuh Suherman.

Jumlah kunjungan Pekan Budaya kali ini sangatlah meningkat. Di samping meningkatnya jumlah peserta pameran dan penampilan seni yang beragam, namun yang tidak kalah pentingnya lokasi penyelengaraan yang mudah dijangkau.

Ke depannya Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, ungkap beberapa pengunjung, agar dapat memikirkan tempat permanen untuk Pekan Budaya ini. Tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan tertib penyelenggaraan agar penonton dan pengunjung seluruhnya puas.

MAMBANGKIK TRADISI

Mambangkik Tradisi, Membangun Nagari. Konsep utama Pekan Budaya Limapuluh Kota ini digeber 2-7 Juni mulai hari ini. Bupati Alis Marajo bersama pimpinan daerah lainnya beserta tetamu penting se-Sumatera Barat akan diimbuhi atraksi seni budaya khas Limapuluh Kota digeber di Lapangan Kantor Bupati Limapuluh Kota.

Salah seorang Dewan Juri Festival Randai yang digelar pukul 20.00 malam sampai selesai, 2-6 Juni Dr (HC) Sawaluddin Ayub, seniman Limapuluh Kota yang menjadi juri bersama Musra Dahrizal Katik Jo Mangkuto dan Rizal Tanjung, keduanya seniman Taman Budaya Padang. Dr (HC) Syawaluddin Ayub mengatakan bahwa kegiatan tahunan ini penting memperkuat tradisi Minangkabau.

”Selain menampilkan banyak ragam budaya, juga tradisi Minangkabau yang harus terus dipertahankan. Tidak boleh tidak,” ujar Syawaluddin Ayub.

Dalam daftar Panitia Pekan Budaya, ada Pawai Budaya, Festival Randai, Lomba Alua Pasambahan, Lomba Tari Minang Kreasi, Lomba Qasidah Rebana, Lomba Talempong Pacik.

”Lomba Cerdas Budaya, Lomba Penyanyi Pop Minang, Lomba Baca Puisi, Lomba Baju Kuruang Basiba Tradisi dan Modifikasi, Lomba Lagu Luak Limopuluah, Lomba Puisi, seluruh kegiatan ini kita adakan di lokasi yang ditentukan di Kantor Bupati Limapuluh Kota,” ujar Hj Ningsih Kabid Kebudayaan Limapuluh Kota.