Gambar

KUNJUNGAN KERJA KOMISI B DPRD PAYAKUMBUH KE DENPASAR DAN BANGLI 9-14 JUNI 2014. UNTUK MASYARAKAT DAN KESEJAHTERAAN PAYAKUMBUH, SEMUA HARUS SERIUS!

KUNJUNGAN KERJA KOMISI B DPRD KOTA PAYAKUMBUH KE DENPASAR DAN BANGLI 9-14 JUNI 2014
KERJA SERIUS, BANGUN DAERAH UNTUK, OLEH, DAN DARI RAKYAT

Gambar

Berkali-kali postingan penulis tentang keunggulan Bali, terutama di Kota Denpasar dan Kabupaten Bangli dikomen beberapa teman dan sahabat. Katanya, beragam, namun dua sisi. Pertama, bahwa postingan saya tentang solusi kepariwisataan dan pertanian untuk diterapkan di Kota Payakumbuh, jauh panggang dari api. Sebab, di Bali investor datang dengan santai, berbiaya sendiri, berwisata, kemudian menanamkan modalnya.

Laporan Dodi Syahputra, Bali

Gambar

Bali kini, jauh meninggalkan Sumatera Barat dalam urusan kepariwisataan. Jika kata masyarakat pariwisata, bahwa wisata itu bentuk akumulasi pelayanan keindahan alam dan keindahan budi manusia, terbukti di Bali ini. Lima kalinya mendalami Bali di lokasi, ternyata selalu memberikan pemahaman baru setiap waktu. Ini bukan soal wisata saja, ini soalan harga diri orang Bali.

Ya, soalan pertanian, khusus di Bangli, sebuah kabupaten yang berada di tengah Bali yang mengunduk tinggi, lokasinya sejuk dan berhawa laksana Payakumbuh, sungguh terbangun. Daun jeruk, kini menjadi komoditi andalan yang dijual hingga berton-ton ke luar daerah.

Gambar

WAKIL WALIKOTA PAYAKUMBUH H SUWANDEL MUKHTAR, WAKIL KETUA DPRD H SUDIRMAN RUSMA, KETUA DPRD H WILMAN SINGKUAN, DAN ASISTEN II BANGLI ANAK AGUNG DI PERTEMUAN DI PEMKAB BANGLI 12 JUNI 2014

 

Untuk itulah Bupati Bangli Made Gianyar yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati selama 10 tahun, mengerti benar dengan kondisi daerahnya. Sehingga, terobosan-terobosan yang dibuat terasa bagi masyarakat.

Sebatas cerita saja, ternyata tidak, saat Komisi B DPRD Payakumbuh tengah bertandang, rupanya Bupati Made Gianyar tengah ke Kota Malang mengantar Kontak Tani Dan Nelayan Andalan menjemput penghargaan akan prestasi pertanian dan perikanan Bangli. Diinformasikan bahwa BUMD Bank Pasar di Bangli telah menghidupkan banyak usaha tani dan nelayan air darat.

Bersama Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Sudirman Rusma, Ketua Komisi B Tri Venindra, Wakil Ketua Komisi Alhudri Dt Rky Mulie, Sekretaris Komisi Nasril Suri, Anggota Khairul, Vembrian Asung Nugroho, Marhidayandi, bersama pendamping Kabag Umum Setwan Hendri Warman, Kasubag Bafitri Andi, dan Sekretaris DPPKA Payakumbuh Arif Siswandi, serta Kacab Bank Nagari Payakumbuh Edrizanof. Komisi B bertemu jadwal yang sama dengan Komisi C DPRD Payakumbuh yang dipimpin Ketua DPRD H Wilman Singkuan dan Ketua Komisi Zul Amri. Bersama Wakil Walikota Payakumbuh H Suwandel Mukhtar dipaparkan tentang Bangli oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bangli Anak Agung Gde Alit Darmawan.

Dikatakan oleh Anak Agung di pertemuan, Kamis (12/6) itu di Ruang Pertemuan Pemkab Bangli, bahwa untuk mengejar kemakmuran daerahnya, kini banyak program pertumbuhan ekonomi dilakukan. Meski, secara pendapatan dan anggaran, Payakumbuh dan Bangli hanya beda tipis, namun keseriusan pemerintahnya dalam membina dan menelurkan bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat terlihat jelas.

”Kini, kami mempunyai 3 Perusahaan Daerah. Selain PDAM, salah satunya Bank Pasar. Bank ini menjadi perbankan daerah yang membantu permodalan dan usaha keluarga. Mulai dari usaha rumahan ukiran, kain batik dan tenun Bali sampai usaha batu bata,” ujar Anak Agung yang rekan seangkatan di Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta dengan Kabag Umum Setwan DPRD Payakumbuh Hendri Warman.

Jadwal Kunjungan Kerja ini berlangsung dari 9-14 Juni. Dua pemerintahan yang dikunjungi memberikan respon yang sama. Kunci bagi sukses Payakumbuh ke depan terletak pada keseriusan pemerintahan dalam melaksanakan program yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Khusus Pemkab Bangli, bahkan sudah 3 tahun sejak dipimpin Bupati Made Gianyar mengalokasikan dana pembangunan bagi desa atau kelurahan di tingkat kota. Sehingga, kompensasinya setiap desa mendapat anggaran bantuan 500-800 juta. Akibatnya para pegawai dan instansi harus berhemat. Dikurangilah proyek di SKPD dan honor-honor pegawai. Akibatnya, kini masyarakat bias aktif ikut serta dan langsung aspirasi pembangunannya direalisasikan di tingkat desa.

Di tengah diskusi dan pertemuan, tepat jam 12, seluruh pegawai Pemkab Bangli terhening dan menunduk. Dari pengeras suara terdengar senandung doa. Ternyata, di Bangli, dan Bali semua pegawai dan masyarakat tertib berdoa di jam 12 siang. Pagi saat fajar muncul mereka membakar dupa di rumah, jam 12 berdoa di tempat kerja, saat matahari terbenam kembali dilakukan di rumah masing-masing.

Selesai berdoa, sekitar 11 menit kemudian terdengar lantunan lantang suara Azan dari Masjid Agung Bangli. Asisten II Anak Agung kembali menghentikan pemaparan. Mereka ikut khusuk mendengarkan lantunan Azan nan merdu. Begitulah suasana penghormatan umat Hindu di Bali terhadap warga agama lainnya. Mereka menerapkan tepa selira selaras dengan keyakinan.

Soal pariwisata, Danau Batur, trah Kintamani, serta Pura Keneh, dan ratusan objek wisata lainnya, termasuk yang sedang dibangun Museum Negara menjadi ikon PAD kedua setelah pertanian. Kabupaten tanpa lautan ini pun kian fokus dan serius ke pembinaan kesejahteraan masyarakatnya yang religious itu.

Bangli punya, Geopark, yang merupakan destinasi wisata yang terletak di daerah Kintamani. Geopark mengintegrasikan keanekaragaman geologi, keanekaragaman kebudayaan, dan keanekaragaman flora dan fauna.

Batur Geopark jika dilihat dari segi Kegeologian terdapat Kaldera dimana di dalam kaldera tersebut terdapat danau yang berbentuk bulan sabit yang menempati bagian tenggara yang panjangnya sekitar 7,5 km, lebar maksimum 2,5 km, kelilingnya sekitar 22 km
dan luasnya sekitar 16 km2 yang yang dinamakan Danau Batur.

Dari segi Budaya, mereka memiliki keunikan budaya yang tersebar di 15 desa wilayah Geopark, seperti penguburan di Terunyan, Baris Gede dan lain-lain. Dari segi Keanekaragaman Flora dan Fauna, Geopark Batur memiliki kekhasan flora dan fauna antara lain: Anjing Kintamani, tanaman holtikultura dan lainnya.

Payakumbuh di mata Wakil Ketua DPRD H Sudirman Rusma dan Ketua Komisi B Tri Venindra serta anggota Komisi B lainnya mampu cepat mengikuti percepatan kepariwisataan di Bangli ini. Kondisinya, tidak sedigdaya Kota Denpasar. Bangli masih perawan dari pemberdayaan pariwisata besar-besaran. Makanya, alam Payakumbuh menurut Komisi B bias dijual dengan sistematika dan program pariwisata yang serius dan termarketing dengan baik.

”Kita harus bersama-sama mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Wisatawan itu tidak harus orang bule, bisa saja wisatawan dari kota dan kabupaten lain, namun mereka berbelanja dan berwisata di Payakumbuh. Itu harus kita layani dengan serius. Sekali lagi, serius!” ungkap Komisi B sepakat.

Sempat penulis menanyakan ke beberapa masyarakat di Bangli, berapa modal untuk sekali beribadah mereka. Memang, jawabannya jika yang kaya biayanya bias jutaan atau ratusan ribu. Namun, jika tidak mampu, maka semampunya saja. Hal ini, sebab satu jalinan janur saja dijual Rp20 ribu. Bagaimana biaya ibadah setiap waktu itu?(***)