9 JULI, KPU SIAP LAKSANAKAN PILPRES
PAYAKUMBUH

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Payakumbuh berkomitmen dengan segenap kemampuannya untuk merealisasikan target 70-75 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya di 200 Tempat Pemungutan Suara yang tersebar di 5 kecamatan. Sebanyak 86.900 orang pemilih yang telah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap, per 1 Juni 2014 lalu, siap untuk menggunakan hak suaranya Rabu, 9 Juli mendatang di Kota Payakumbuh.
”Saat ini, Ketua-Ketua Kelompok Panitia Pemilihan Suara (KPPS) sedang memeriksa kelengkapan surat suara di gudang KPU bersama Ketua-Ketua PPS dan PPK,” ujar Ketua KPU Payakumbuh Hetta Manbayu. Bahwa saat digelarnya jumpa pers, Komisioner Divisi Logistik Haidi Mursal sedang memimpin pemeriksaan kesiapan logistik, termasuk surat suara yang telah disiapkan sebanyak 86.900 surat suara, ditambah 2 persen suara cadangan per TPS. Maka jadinya, surat suara berjumlah 88.739.
Untuk pemilih khusus tambahan, bagi yang bermodal KTP saja, masih dibolehkan. Hanya saja calon pemilih itu harus memilih di wilayah domisili atau kelurahan terdaftar. Komisionr Divisi Teknis Khadavi mengatakan bahwa pendistribusian surat suara dimulai 8 Juli. Soal teknis pemilihan, Khadavi mengatakan cukup dengan satu coblosan saja di kertas suara.
Saat ini, ditegaskan Khadavi bahwa KPU dan jajaran sudah siap melaksanakan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden ini. Sebab, seluruh jajaran telah dibimbing teknis seluruhnya. Penguatan sistem pun telah dilaksanakan,
Khusus di Divisi Hukum dan Organisasi, Ade Jumiarti Marlia mengatakan kepada wartawan bahwa KPU sudah membekali seluruh jajaran dengan regulasi. Hingga tahapan Pilpres dilaksanakan, jajaran KPU Payakumbuh sampai ke tingkat terbawah dikatakan bersih persoalan. Nyaris tidak ada lagi kendala.
Menyoal target, disebutkan oleh Yuzalmon, bahwa target 70-75 persen partisipasi pemilih memanfaatkan hak suaranya, tetap akan menjadi target KPU Limapuluh Kota. Target ini realistis. Sebab, menurut Yuzalmon, realisasi sosialisasi sudah optimal. Tinggal lagi, realisasi pemilih yang dengan berbagai pertimbangan, capaian targetnya sedemikian.
”Jika dilihat upaya dan usaha KPU sudah bermacam ragam dan dengan segala upaya. Dari spanduk sampai pengumuman di Masjid-Masjid sudah kita lakukan. Tinggal lagi, optimisme KPU di angka partisipasi 70-75 persen tersebut,” ujar Yuzalmon.
Penyelenggara Pemilu, khususnya jajaran KPU jumlahnya seribu lebih. Detailnya di KPPS 7 orang petugas KPPS ditambah Linmas dikali 200 TPS. Lalu, 3 PPS dengan Sekretariat 3 orang dikali 76 PPS, ditambah 5 orang PPK di tingkat kecamatan ditambah 5 Sekretariat dikali 5 PPK. Jumlahnya, seribuan lebih. Masyarakat oleh KPU diminta ikut mengawasi kinerja para petugas penyelenggara Pemilu ini.
”Jika ada kesalahan mohon diingatkan, jika tidak mohon laporkan ke Panwaslu. Panwaslu akan merekomendasikan ke KPU,” pinta Yuzalmon bersama Komisioner lainnya.
Jajaran KPU sudah di-bimtek yang menekankan agar tidak ada kesalahan dalam setiap tahapan pungut hitung suara. Khadafi mengatakan untuk C1 digandakan sebanyak 7 rangkap. Untuk saksi Capres 2 buah, PPL, kotak suara (yang berhologram), KPU, untuk ditempel, dan arsip.
Intinya, menurut Ketua KPU Kota Payakumbuh Hetta Manbayu, bahwa Pilpres kali ini akan lebih cepat pelaksanaannya dibanding Pemilu Legislatif yang banyak calon. Pun, keputusan Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan suara terbanyak, tanpa tedeng aling-aling, menjadi pemenang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.(dsp)