JADI BUPATI IDAMAN

YUDILFAN HABIB JANJI TAK GUNAKAN FASILITAS NEGARA

HAJI RIFA BANGUN MASJID TAUFIK

Bursa Bakal Calon Bupati Limapuluh Kota Kian Memanas

Entah bersenda gurau entah serius, yang pasti yang dikatakan Yudilfan Habib ada benarnya. Tak ada yang bercita-cita, berjuang, dan menjadi Bupati atau kepala daerah lalu akan membangun dengan maksimal daerahnya. Bohong itu!

 

Oleh : Dodi Syahputra

 

YUDILFAN HABIB
YUDILFAN HABIB

”Saya, berminat jadi Bupati pula agaknya. Modal saya keyakinan bahwa selama ini masyarakat mencari kepala daerah yang sederhana dan menyederhanakan konsep, tidak berbelit-belit, manusiawi, dan tidak berfoya-foya di atas penderitaan masyarakatnya,” ujar Yudilfan Habib, warga kitaran Gunuang Sago yang terkenal sampai ke level nasional sebagai aktivis yang berjuang itu.

Bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna diakui terus terang oleh Habib, panggilan akrab pria yang selalu berterompa ini. Sesekali kini, sudah mulai menyesuaikan diri bersepatu. Jadi Bupati, Yudilfan Habib berjanji akan memakai fasilitas negara sebanyak-banyaknya sesuai kemauan dan kemampuannya. Soalan ini, ia tidak mampu tidur nyenyak di bantal dan kasur empuk.

Habib, juga tidak bisa merasakan ruangan berAC, dingin, katanya. Ia biasa berjalan dari kaki Gunung Sago di rumahnya nan permai sampai ke kawasan Kantor Bupati di Payakumbuh. Ia mengaku tidak akan menggunakan mobil dinas, ia lebih memilih memakai sepeda motor yang masih kredit sampai hari ini itu.

Yudilfan Habib yang lahir di Medan 1965 lalu, besar di Payakumbuh dan menggugat banyak kasus penistaan rakyat sampai ke KPK, Habib diperhitungkan di semua kalangan. Soal mediasi, Habib sejak 1980-an telah menjadi bintang media massa. Namanya selalu menjadi frontliner bagi setiap kepentingan perjuangan rakyat atas ’perbuatan keliru’ pemerintah.

Habib menyerahkan dirinya bagi kepemimpinan Limapuluh Kota ke depan. Akunya, tanpa tedeng aling-aling. Jikapun tak ada partai, sudah segepok dukungan ia kantongi. Jangan Tanya, sebab kata Habib di Balai Wartawan Luak Limopuluah beberapa waktu lalu, masyarakat Limapuluh Kota dari 13 kecamatan siap menyerahkan dukungan dan fotokopi KTP untuk majunya Habib menjadi Bupati Limapuluh Kota 2015-2020.

Entah iya entah tidak. Pastinya, Habib sekarang belum berposko resmi. Poskonya di jalanan. Jika hendak menyerahkan dukungan, tunggu tahapan KPU dulu, katanya.

”Masyarakat jangan terburu-buru, meski saya memburu jabatan ini. Soalan jadi Bupati, saya jujur tidak untuk memperkaya diri. Meski harta kekayaan saya hari ini Rp20 juta berbentung hutang!” Habib serius.

KANDIDAT TURLAP

Para kandidat dan bakal calon kini makin rajin ke lapangan. Hampir tiada hari tanpa bertemu masyarakat. Sibuknya para tokoh ini bisa dipantau di media dan komunikasi langsung. Jawaban mereka, sedang berkomunikasi dengan publik!

Nama-nama yang kita maksudkan sedang sering ke tengah masyarakat itu; Wakil Bupati H Asyirwan Yunus, tokoh rantau H Rifa Yendi, tokoh pebisnis muda serta ekonom Mukyadi ST ME, mantan Ketua DPRD Limapuluh Kota Darman Sahladi ME, Anggota DPRD Sumbar Ilson Cong, Pimpinan DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Paduko Rajo, Ketua DPC PKB Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, Ketua DPC Hanura Dedi Sutendi, Sekretaris DPC PPP Harmen, Ketua DPC PDI P Ridho Illahi.

Kabiro Organisasi Sekdaprov Sumbar Onzu Krisno, Asisten II Setdakab Desri,  Staff Ahli Bupati Zulhikmi, serta Muhammad Kabaghumas dan Protokol Setdakab Siebert. Semua nama itu ditambah mantan Wabup Limapuluh Kota Irfendi Arbi yang keras hatinya mendekati masyarakat kembali. Untuk Irfendi Arbi hampir tak ada acara masyarakat yang dilewatinya, mulai dari alek-alek sampai seremoni.

Habib sendiri mengaku tidak gentar dengan situasi ini. Meski kakinya ’pendek’ sebab tak punya Fortuner, yang jikapun ada tak mampu membeli premium atau pertamax, Habib optimis bekal namanya yang dikenal aktif memperjuangkan masyarakat bakalan muncul.

Kenapa di bursa media sosial selama ini namanya tidak muncul? Habib tidak mempersoalkan hal ini. Keyakinannya bahwa publik sekarang tidak bisa lagi ditipu dengan pencitraan dan guyonan politik tentang niatan membangun daerah, makin menguat.

Nanti, jika ada tes Inteligence Question (IQ) Habib mengaku punya kemampuan intelijensi kasihan. Seloroh Habib bahwa prinsip Adidas, ”Aiqiu di bawah dasar” dimilikinya akan diterjemahkan masyarakat sebagai hal positif.

”Bagaimana mungkin, seorang Adidas akan korupsi. Bagaimana mungkin orang yang sederhana, tidur tidak di rumah dinas, tapi di gubuk tua di kaki gunung Sago bakal korup? Tidak toh?” ujarnya serius sambil menseruput kopi caruik buatan Etek Kadai di sebelah Balai Wartawan Luak Limopuluah.

Ada pula Aspon Dede, caleg yang nyaris menang di Pileg lalu, berkelakar. ”Habib mau jadi Bupati, hendak meubah status dari masyarakat miskin jadi kaya raya!” Jelas Habib hanya senyum mengkerut, mendengar pernyataan Aspon Dede yang didukung kuat oleh masyarakat Payakumbuh Utara dan Lamposi Tigo Nagari. Nyaris ia duduk di kursi DPRD Payakumbuh.

TANGIS RIFA

H RIFA YENDI SH SEDANG BEKERJA MEMBANGUN MASJID TAUFIK DI JORONG KUBANG RASAU- LAREH SAGO HALABAN
H RIFA YENDI SH SEDANG BEKERJA MEMBANGUN MASJID TAUFIK DI JORONG KUBANG RASAU- LAREH SAGO HALABAN

Iman dan Islam. Dua hal ini yang menguat di diri H Rifa Yendi SH, tokoh besar yang rela pulang kembali ke kampung halaman untuk tekad kuat menjadi Bupati Limapuluh Kota ke depan. Soal modal, tidak seperti Habib, tampaknya Rifa Yendi lebih siap dengan tim dan personil yang menyebar aktif di lapangan. Lebaran tahun ini, Rifa Yendi menyapa dan menyalami seluruh masyarakat Limapuluh Kota, langsung atau pun melalui baliho.

Taufik, wartawan yang memiliki naluri politik yang tinggi ini, lengkap catatan baik H Rifa Yendi SH, menuturkan bahwa dirinya menjadi saksi bersama seluruh masyarakat Jorong Kubang Rasau, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Senin (11/8). H Rifa Yendi menangis usai bergotong royong serta meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Taufik.

”Semuanya kehendak Allah SWT. Bahkan nama Masjid Taufik itu sudah direncanakan lama oleh masyarakat Kubang Rasau. Sungguh mulia, saya saksikan H Rifa Yendi sedu sedan usai mengaduk semen dan pasir serta meletakkan batu pertama pondasi masjid,” ujar Taufik serius.

H Rifa Yendi SH memang rendah hati. Ia kemudian menceritakan sebab ia terpercik air mata. Kali ini ceritanya saat sekembali dari Kubang Rasau ia sempatkan singgah duduk sebentar di Balai Wartawan.

”Saya menangis haru, bahwa rumah Allah sedang dibangun. Sayalah yang diberi kehormatan oleh masyarakat untuk meletakkan batu penyokong rumah mulia ini. Insya Allah berkah!” ungkap H Rifa Yendi SH menyampaikan makna tangis harunya itu.

Selain H Rifa Yendi, Wakil Bupati H Asyirwan Yunus juga sibuk berkunjung ke seluruh pelosok daerah. Dimulai sejak lama. Jauh-jauh hari. Tak kalah dengan Jokowi, yang masih bisa naik kendaraan sampai tujuan, Asyirwan Yunus bahkan rela menyeberang seutas tali seperti berakrobat di Nagari-Nagari yang masih terujung.

Ada Onzu Krisno. Kabiro Organisasi Pemprov Sumbar ini asli anak nagari Sungai Kamuyang. Onzu Krisno cukup idealis. Ia sedang bersilaturahmi ke kantong-kantong peradaban di Limapuluh Kota. Ia sedang mengumpulkan opini dukungan dan tekad agar ia maju menjadi kepala daerah.

Ya, masih banyak nama lain yang kini disengat wabah turun ke lapangan alias turlap. Bermacam judul kegiatan dan temanya. Namun, pastinya, sebelum ada pengumuman tahapan Pemilu Kepala Daerah Limapuluh Kota yang resmi dari Komisi Pemilihan Umum, mereka terus akan melakukan survey pasar politik di Limapuluh Kota.(***)