”Sukses di Jantung Lumuik Suliki, Majukan Ekonomi Masyarakat, Sentakkan Pemerintah Daerah”

ASOSIASI LUMUIK SULIKI
ASOSIASI LUMUIK SULIKI

 

Bagian I

Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro, Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati Asyirwan Yunus serta Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan kompak memperagakan batju cincin lumuik Suliki yang dikenakannya.
Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro, Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati Asyirwan Yunus serta Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan kompak memperagakan batju cincin lumuik Suliki yang dikenakannya.

Berlipat-lipat. Berkali-kali. Itulah gambaran kebahagiaan Ketua Asosiasi Lumuik Suliki, sang penggagas pertama kalinya, ”Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki” di Suliki. Animo pengunjung, peminat, pembeli sungguh luar biasa. Akhirnya, memenuhi hasrat semua orang, 1 hari pameran pun ditambah. 19-22 Februari 2015.

”Kebahagiaan kita panitia, meski kita harus banyak berhitung biaya kegiatan, namun telah sukses mengangkat harkat-martabat pengrajin, penambang, penjual, asli Lumuik Suliki asal Suliki di Suliki. Kini, telah seantero Indonesia orang tahu posisi Suliki. Benefitnya, sumber daya alam batu akik lumuik Suliki dan sumber daya manusia bisa kita sandingkan untuk mendapat perhatian,” ujar Ketua Asosiasi Lumuik Suliki, Khairul Apit.

Diawali dengan keprihatinan. Ya, para pendiri Asosiasi Lumuik Suliki; Khairul Apit, Dodi Yanto, dan Ferry Zulhasdi bersama para penggiat usaha batu akik Lumuik Suliki di Suliki, prihatin dengan kondisi bahwa Lumuik Suliki sudah mendunia, tapi Suliki tetap saja begitu. Tidak dikenal wilayahnya seperti mana batu akiknya.

Menutup Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki, dengan terang Bupati melalui Asisten II Desri terang-terangan mengatakan bahwa pejuang-pejuang Lumuik Suliki telah membuktikan bahwa daya tarik Suliki kini telah mendunia. Tak hanya pengunjung lokal, beberapa turis asing pun terlihat meramaikan areal pameran yang awalnya sepi penjual ramai pengunjung.

”Lima Puluh Kota butuh gagasan dan pengayaan ide ekonomi dari masyarakatnya. Pemerintah bertugas mengimpuls dan memberikan bantuan pengembangan lebih baik. Hari ini, Asosiasi Lumuik Suliki telah membuktikan bahwa perkembangan usaha masyarakat menjadi ikon dan kebanggaan bagi semua orang,” ujar Desri.

Desri sendiri selaku tokoh Mudiak, Suliki, telah sejak lama dikenal sebagai ”marketer” Lumuik Suliki. Berbagai batu akik Suliki koleksi terbaiknya, telah berpuluh-puluh yang dihadiahkannya ke banyak orang. Diungkapkan oleh ”Guru” ini, hampir setiap malam, sejak 2012 lalu ia terus memperkenalkan Lumuik Suliki ke banyak orang. Ikhlasnya Desri membagi-bagi pengetahuan sekaligus batu akik Lumuik Suliki mendapat respon positif banyak orang.

Asosiasi

Cerita di balik terbentuknya Asosiasi Lumuik Suliki, yang ditujukan selaku wadah bagi penambang, pengrajin, pengolah, pemasar dan pecinta Lumuik Suliki untuk menyatakan kecintaannya dan berekonomi dengan layak dan melindungi alam serta masyarakatnya, dikatakan oleh Khairul Apit sang ketua digagas resmi dalam waktu yang sangat kasip.

”Selesainya akta notaris di tanggal 18 Februari 2015, lalu sehari selanjutnya dilanjutkan dengan pameran yang luar biasa ramai ini, membuktikan kami tidak bekerja sendiri. Pemerintah, para tokoh masyarakat, stakeholder, serta pecinta dan peminat, serta masyarakat Suliki sekitarnya sangat mendukung kegiatan kita ini,” aku Khairul Apit.

Wali Nagari (kepala desa) Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh ini sejak lama dikenal sebagai pejuang bagi masyarakat. Kiprahnya selama ini tak jauh dari pemberdayaan potensi daerahnya sehingga apapun ide dan inisiasi yang ditelurkannya selalu beriringan dengan kehendak masyarakat.

Asosiasi Lumuik Suliki, kini sudah ikut mendunia, sama dengan Lumuik Sulikinya. Bertubi-tubi undangan dari seluruh Indonesia datang mengundang Asosiasi untuk menjadi tamu kehormatan di iven-iven batu akik di seluruh Indonesia. Bahkan, di hari kedua pameran, datang Pemerintah Kota Batam, dua bus, yang serta-merta menyodorkan Memorandum of Understanding, nota kerjasama yang harus diikuti oleh Asosiasi bersama pengrajin mem-follow-upnya di Batam, April mendatang.

”Ya, kita diundang ke Batam dalam pameran besar berskala internasional. Kita diharuskan membawa serta pengrajin serta berdagang batu lumuik Suliki di sana. Suatu penghormatan bagi kami sebab, seluruh biaya selama di Batam ditanggung Pemerintah Kota Batam,” ujar Dodi Yanto, sang Sekretaris Asosiasi selepas penandatanganan Mou ”di belakang “ pentas acara.

Cita-cita Asosiasi Lumuik Suliki ini ternyata sederhana. Mensejahterakan seluruh masyarakat serta mengangkat potensi Suliki secara keseluruhan. Secara sejarah, Suliki adalah kewedanan yang melingkupi 3 kecamatan; Suliki, Gunuang Omeh, dan Bukik Barisan. Tak pelak, oleh banyak orang kini Khairul Apit digelari Bupati Subur Mas; Suliki, Bukik Barisan dan Gunung Mas. Ya, seloroh yang sangat terbukti dari hasil kerja ini.

Tak ada yang mengingkari bahwa pameran yang digeber di depan Pasar Suliki ini sukses luar biasa. Meski, panitia hanya membebankan biaya acara bagi penyewa tempat pameran di bawah tenda besar, listrik, serta fasilitas lainnya, hanya Rp250 ribu selama 4 hari, namun tak ada kata penat dan rugi oleh Khairul Apit. Semua terobati oleh kebahagiaan pedagang dan pengrajin yang membukit penjualannya, selama 4 hari.

Bahkan tak cuma pedagang batu akik, pedagang lain, penganan, nasi, sampai mainan anak-anak, hingga jualan pulsa di Pasar Suliki ikut terceriakan. Semua, bahkan rela jualan hingga larut malam. Dini hari. Pameran yang dimulai pukul 10 pagi sampai berganti hari di pukul 12 malam lewat ini tak henti dibanjiri pengunjung.

Banjir

Soal penjualan, 41 pedagang yang memenuhi lapak-lapak bertenda, dengan etalase masing-masingnya ini masih malu-malu mengakui hasil penjualannya. Bendahara Asosiasi sekaligus penyewa salah satu los pameran yang berdagang dengan ikon ”Kampung Lumuik Suliki” Ferry Zulhasdi, mengatakan setiap malam lebih dari Rp7 juta penjualan kotor diraihnya. Bersama pedagang lainnya, di hari kedua saja, mereka sudah kehabisan bahan baku batu akik yang dibawa dari tempat jualan. Luar biasa.

Suliki, selama 4 hari kegiatan memang begitu bersahabat. Mulai dari pejabat pemerintah, pengusaha, tokoh masyarakat, mulai dari mobil mengkilat berplat merah, mobil berplat hitam namun harga selangit, hingga ribuan kendaraan roda dua membanjiri lokasi pameran hingga parkir di areal dalam pasar.

Wakil Bupati Lima Puluh Kota, H Asyirwan Yunus di awal kegiatan saja sempat bertahan lama di lokasi pameran. Tak habis pikir dan geleng-geleng kepala. Mantan Guru Matematika ini susah menghitung jumlah pengunjung. Sebab setiap 30 menit selepas berkeliling, belanja, dan melepas penat, kemudian berganti lagi dengan pengunjung baru. Setiap yang datang puluhan bahkan ratusan orang. Banjir pengunjung.

Pentas acara yang dilengkapi dengan musik hiburan half band, dinikmati pengunjung dan diisi dengan suara-suara terbaik. Ketua Asosiasi Lumuik Suliki Khairul Apit ikut bernyanyi, melantunkan lagu anyar dengan hati bahagia. Di hari Minggu (22/2) Khairul Apit dengan santai bernyanyi. Pameran sukses luar biasa! (Dodi Syahputra)