“Sukses di Jantung Lumuik Suliki, Majukan Ekonomi Masyarakat, Sentakkan Pemerintah Daerah”

ASOSIASI LUMUIK SULIKI
ASOSIASI LUMUIK SULIKI

 

Bagian II

Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo berbatu akik
Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo berbatu akik
Wali Nagari Suliki- Asisten II Desri SPd MM putra asli Koto Tinggi dan Ketua Asosiasi Lumuik Suliki Khairul Apit - selalu berlumuik Suliki
Wali Nagari Suliki- Asisten II Desri SPd MM putra asli Koto Tinggi dan Ketua Asosiasi Lumuik Suliki Khairul Apit – selalu berlumuik Suliki
Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus serahkan Akta Notaris Asosasi Lumuik Suliki kepada Ketua Khairul Apit bersama Bendahara Ferry Zulhasdi dan Sekretaris Dodi Yanto
Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus serahkan Akta Notaris Asosasi Lumuik Suliki kepada Ketua Khairul Apit bersama Bendahara Ferry Zulhasdi dan Sekretaris Dodi Yanto
Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus lekatkan Cincin Batu Akik Lumuik Suliki untuk tamu kehormatan Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh H Wilman Singkuan Dt Parpatiah yang juga Rang Sumando Pangkalan
Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus lekatkan Cincin Batu Akik Lumuik Suliki untuk tamu kehormatan Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh H Wilman Singkuan Dt Parpatiah yang juga Rang Sumando Pangkalan
Tokoh dan masyarakat berlumuik suliki
Tokoh dan masyarakat berlumuik suliki
Penjualan Batu Akik Lumuik Suliki meledak di Pameran dan Lelang. Hari kedua, bahkan stok batu super nyaris habis.
Penjualan Batu Akik Lumuik Suliki meledak di Pameran dan Lelang. Hari kedua, bahkan stok batu super nyaris habis.
Pengunjung Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki tak pernah henti. Dari 6 stand akhirnya bertambah jadi 45. Pengunjung membludak ribuan berganti-ganti. Dari seluruh negeri dan rantau. Bahkan turis asing.
Pengunjung Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki tak pernah henti. Dari 6 stand akhirnya bertambah jadi 45. Pengunjung membludak ribuan berganti-ganti. Dari seluruh negeri dan rantau. Bahkan turis asing.
Para wartawan media cetak dan online setia setiap harinya memberitakan tentang Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki
Para wartawan media cetak dan online setia setiap harinya memberitakan tentang Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki
Panpel Ferry Zulhadi memperlihatkan Batu Akik Lumuik Suliki yang dilelang
Panpel Ferry Zulhadi memperlihatkan Batu Akik Lumuik Suliki yang dilelang
Panpel Ferry Zulhadi memasangkan Batu Akik Lumuik Suliki yang dimenanglelangkan oleh Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo
Panpel Ferry Zulhadi memasangkan Batu Akik Lumuik Suliki yang dimenanglelangkan oleh Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo
Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki 19-22 Februari 2015
Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki 19-22 Februari 2015
Pahlawan Lumuik Suliki- Desri SPd MM putra asli Koto Tinggi dan Ketua Asosiasi Lumuik Suliki Khairul Apit - selalu berlumuik Suliki
Pahlawan Lumuik Suliki- Desri SPd MM putra asli Koto Tinggi dan Ketua Asosiasi Lumuik Suliki Khairul Apit – selalu berlumuik Suliki
Ketua Pelaksana Khairul Apit dan Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus
Ketua Pelaksana Khairul Apit dan Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus
Ketua Pelaksana Khairul Apit dan Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus sambangi etalase Lumuik Suliki
Ketua Pelaksana Khairul Apit dan Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus sambangi etalase Lumuik Suliki
Anggota DPRD Kota Payakumbuh H Maharnis Zul mempergakan bahan Batu Akik Lumuik Suliki yang dibelinya di Pameran dan Lelang
Anggota DPRD Kota Payakumbuh H Maharnis Zul mempergakan bahan Batu Akik Lumuik Suliki yang dibelinya di Pameran dan Lelang
Bahan Batu Akik Lumuik Suliki-Dijual.
Bahan Batu Akik Lumuik Suliki-Dijual.
Bendahara Asosiasi Lumuik Suliki sekaligus Pengusaha Batu Akik Lumuik Suliki Ferry Zulhasdi sibuk di mesin batu akiknya
Bendahara Asosiasi Lumuik Suliki sekaligus Pengusaha Batu Akik Lumuik Suliki Ferry Zulhasdi sibuk di mesin batu akiknya
Kadisperindag dan UMKM Kabupaten Limapuluh Kota Yunire Yunirwan - berjilbab biru- sibuk mengamati Batu Akik Lumuik Suliki
Kadisperindag dan UMKM Kabupaten Limapuluh Kota Yunire Yunirwan – berjilbab biru- sibuk mengamati Batu Akik Lumuik Suliki
Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro, Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati Asyirwan Yunus serta Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan kompak memperagakan batju cincin lumuik Suliki yang dikenakannya.
Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro, Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati Asyirwan Yunus serta Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan kompak memperagakan batju cincin lumuik Suliki yang dikenakannya.
Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro, Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati Asyirwan Yunus serta Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan kompak memperagakan batju cincin lumuik Suliki yang dikenakannya.
Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro, Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati Asyirwan Yunus serta Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan kompak memperagakan batju cincin lumuik Suliki yang dikenakannya.

Cita-cita boleh setinggi mungkin. Asosiasi Lumuik Suliki, selaku wadah berhimpun seluruh penambang, pedagang, pengrajin, dan peminat batu akik Lumuik Suliki kini berkeinginan untuk menjadikan kawasan khusus di Suliki, menjadi sentra penjualan batu akik Lumuik Suliki yang kini telah mendunia itu. Kehebatan batu akik Lumuik Suliki, diakui bukan dari faktor kekerasan atau bahan yang kuat, namun dari corak dan motif yang ternama, indah, menawan.

Batu Akik, di Suliki sudah mulai diasah dan dijadikan produk lokal sejak berpuluh tahun yang lalu. Diakui para tetua, tren batu akik nasional ikut mendorong masyarakat menggilai batu akik Lumuik Suliki. Sekitar 15 tahun lalu, meski tren batu akik Lumuik Suliki sempat naik, meski tak setinggi hari ini, namun waktu itu banyak warga yang menambah profesi menjadi pengrajin batu akik.

Kini, tren itu merangkak cepat. Tinggi. Meski dikatakan trennya masih lama akan memuncak. Artinya, Lumuik Suliki beragam jenis ini akan meninggi terus minat kepemilikannya oleh pecinta batu akik yang turut bertambah hari ke hari.

Tak hanya kalangan mapan usia, mapan ekonomi, sampai-sampai anak kecil dan perempuan ikut menggilai tren batu akik ini. Semangat yang tinggi dan keinginan untuk bertemu langsung dengan proses pengrajin mengasah batu pun menjadi latar belakang Asosiasi Lumuik Suliki menggeber Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki yang luar biasa ramainya, 19-22 Februari 2015 lalu.

Pameran dan Penjualan

Disebut pameran, sebab meski di hari pertama sampai malam harinya hanya diikuti 6 pedagang beretalase saja, namun pengunjung berjubel. Ramainya pengunjung meminati Lumuik Suliki, bahkan sudah datang meramaikan tenda penjualan satu jam sebelum resmi dibuka Bupati Lima Puluh Kota. Pembeli dan peminat bukan hanya datang dari lokal Sumbar, bahkan datang dari luar provinsi dan turis asing yang sangat berminat menyaksikan tren ini.

Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, dr Alis Marajo Datuak Sori Marajo di atas pentas bersorak, hebatnya Suliki. Serta-merta Bupati yang niniak mamak ini memerintahkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk ikut membesarkan dan memasarkan secara langsung atau tidak langsung Batu Akik Lumuik Suliki ke pentas nasional.

”Jadikan Lumuik Suliki sebagai oleh-oleh. Lumuik Suliki buah tangan, jika perlu bantu jualkan, marketing. Kita targetkan seluruh menteri memakai batu cincin Lumuik Suliki,” ujar Alis Marajo bertegas-tegas di pembukaan Pameran, Kamis (19/2).

Pameran yang dibuka itu dihadiri oleh dua kepala daerah. Sekaligus Bupati dan Wakil Bupati H Asyirwan Yunus. Wakil Bupati menyerahkan Akte Notaris Nomor 11 tanggal 18 Februari 2015 Notaris H Edy Suriansyah SH MBA MKn kepada pengurus inti; Ketua Khairul Apit, Sekretaris Dodi Yanto, Bendahara Ferry Zulhasdi.

Kehormatan pun diberikan kepada Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, H Wilman Singkuan Datuak Parpatiah MM, rang Sumando Pangkalan Limopuluah Kota yang melamar maju di pemilihan kepala daerah Limapuluh Kota. H Asyirwan Yunus dengan bangga menyerahkan sebuah cincin berbatu Lumuik Suliki super ke Wilman Singkuan yang tak kalah bangganya menerima cincin itu di jari manisnya.

Tak terhitung banyaknya tokoh daerah, provinsi, bahkan nasional datang ke Suliki. Ketua PB Federasi Hoki Indonesia, Erizal Azhar dari DKI datang khusus menyaksikan dan berbelanja batu Lumuik Suliki. Ada H Maharnis Zul yang anggota DPRD Payakumbuh, bersama Ahmad Zifal dan Marhidayandi, serta putra Suliki yang menjadi anggota DPRD Payakumbuh Yanuar Gazali.

Bakal Calon Bupati Tanah Datar Mediar Indra dan istri, Ketua ASIC (Akiak Stone Indonesia Community) Anton Permana, Kakankemenag Limapuluh Kota Gusman Piliang, Anggota DPRD Limapuluh Kota, Teddy Sutendi, M Ridha Illahi, Wendi Chandra Dt Marajo, serta banyak tokoh dan masyarakat baik dari dalam dan luar Sumbar silih berganti.

Saat digelar lelang batu, banya tokoh yang tanpa tedeng aling-aling langsung meminang batu akik Lumuik Suliki yang cerah itu. Semua diboyong pulang.

Rawa Bening II

Sukses menggelar Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki, kini panitia yang juga Asosiasi Lumuik Suliki itu tengah mempersiapkan iven yang lebih besar dan mempesonakan Indonesia. Iven yang akan dikemas sehabis Lebaran Idul Fitri mendatang, diawali dengan beragam iven yang mengantarkan Lumuik Suliki menjadi produk hebat di negeri ini, serta menjadi ikon produksi masyarakat yang memakmurkan daerah.

Asosiasi Lumuik Suliki bertekad akan menjadikan kawasan Suliki sebagai ”Rawa Bening” kedua di Indonesia. Rawa Bening adalah pasar batu akik kenamaan di Jakarta. Ketua Asosiasi Lumuik Suliki Khairul Apit mengatakan Rawa Bening, di Jatinegara, Jakarta, adalah sentranya batu akik terbesar di tanah air.  Bedanya, jika di Rawa Bening dijual berbagai jenis batu akik dari berbagai daerah di tanah air. Namun, di Suliki yang bakal dijadikan sebagai sentra batu akik hanya akan menjual batu akik Lumuik Suliki.

”Intinya, kita bertekad akan menjadikan daerah Suliki sebagai ”Rawa Bening” kedua sebagai sentra penghasil batu akik Lumuik Suliki,” ujar Khairul Apit usai Penutupan Pameran dan Lelang Lumuik Suliki di pasar Suliki, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu sore (22/2). Khairul Apit yang  juga Walinagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, bahwa selama berlangsungnya Pameran dan Lelang para pengrajin, Penambang dan Penjual Batu Akik Lumuik Suliki, diperkirakan  transaksi yang terjadi lebih kurang Rp 1 Milliar.

”Jam 11, Kamis baru 6 stand yang menggelar dagangan beretalase. Sore hingga malamnya, sebab ramai 45 stand ikut pameran. Diperkirakan terjadi transaksi jual beli sekitar Rp.10 sampai Rp15 juta perhari setiap pedagang,” ujar Khairul Apit.  Disadari ternyata, multiplier effect Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki, berhasil membius banyak pihak. Harapan Khairul Apit, agar Suliki dan sekitarnya dikunjungi banyak orang, telah ribuan orang berdatangan ke Suliki, 4 hari itu.

”Saya berharap Suliki bakal jadi sentra kerajinan Batu Akik Lumuik Suliki,” ujar Ferry Zulhasdi, sang Bendahara Asosiasi Lumuik Suliki yang juga pedagang batu akik Lumuik Suliki. Khairul Apit mengakui, selama berlansungnya pameran, panitia memang merugi. Namun, panitia tidak mencari untung-rugi atas pelaksanaan pameran tersebut.

”Kami, panitia, sedari awal berusaha memperkenalkan Suliki. Suliki juga kaya dengan potensi wisata alam dan wisata sejarah seperti museum Tan Malaka dan monumen PDRI serta wisata budaya Talempong Batu dan ikan banyak,” ujar Khairul Apit.

Khairul Apit juga mengakui, selama berlangsungnya Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki, Asosiasi Lumuik Suliki sudah menandatangani kontrak kerjasama (MoU) dengan perantau yang ada Batam yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Kaki Lima Batam untuk memasarkan memasarkan Batu Akik Lumuik Suliki dalam iven resmi yang digeber April mendatang.

”Dalam rangka peresmian los pasar di Batam awal April mendatang, para pengrajin Batu Akik Lumuik Suliki bersama pengurus Asosiasi Lumuik Suliki diundang ke Batam untuk menyikapi kontrak kerjasama tersebut,” aku Khairul Apit. Sesudah itu, banyak tawaran dari pelbagai daerah; Dinas Pariwisata Padang, Brawijaya Expo di Padang, Pemkab Siak, serta beragam tawaran untuk datang dan berpameran di sana.

Setelah diresmikannya Asosiasi Lumuik Suliki maka program jangka pendek yang akan dilakukan asosiasi adalah membentuk koperasi. Khairul Apit mengatakan bahwa seluruh kebutuhan para pengrajin seperti mesin gerinda untuk pemotong dan pengasah batu serta batu gerinda, aplas, gagang cincin serta alat-alat alainnya dapat diambil di koperasi. Putaran ekonomi akan tumbuh dan berkembang lebih maju lagi. Sembari, model usaha dan bisnis lainnya ikut digagas dan dimajukan demi kesejahteraan warga di sana.

Untuk menambah Sumber Daya Manusia (SDM) para pengrajin batu akik Asosiasi ini akan membawa para pengrajin Batu Akik Lumuik Suliki ke salah satu daerah sentra batu akik di pulau Jawa untuk studi banding.  Sehingga, para pengrajin Batu Akik Lumuik Suliki tidak hanya mampu memproduksi batu cincin dan kalung saja, tetapi mampu membuat cendra mata jenis lainnya seperti gelang, asbak, pas bunga miiniatur lainnya berbahan baku Batu Akik Lumuik Suliki.

Khairul Apit mengatakan, untuk mewujudkan Suliki sebagai ”Rawa Bening” kedua di Indonesia itu, tentu butuh dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemkab Limapuluh Kota. Setidaknya, dalam bentuk modal usaha dan peningkatan SDM para pengrajin Batu Akik Lumuik Suliki. Dalam waktu dekat, Asosiasi Lumuik Suliki akan bertemu Mentri Perdagangan Rahmat Gobel bersama Wakil Bupati Limapuluh Kota, membawa Lumuik Suliki, sekaligus proposal bantuan usaha bagi para pengrajin batu akik di Suliki. Insya Allah Berkah! (Dodi Syahputra)