Ketua Pansus III DPRD Kota Payakumbuh Maharnis Zul.

Rampungkan Pembahasan 9 Ranperda, Pansus III DPRD Payakumbuh Kunker ke Samarinda dan Kutai Kartanegara

Ketua Pansus III DPRD Kota Payakumbuh Maharnis Zul.
Ketua Pansus III DPRD Kota Payakumbuh Maharnis Zul.

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Tak ingin disebut ”rumah sudah tokok babunyi,” Pansus III DPRD Payakumbuh yang saat ini sedang konsentrasi melakukan pembahasan terhadap 9 buah Ranperda, melakukan kunker ke Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegera, Propinsi Kalimantan Timur.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Payakumbuh, Suparman dan Ketua Pansus III, Maharnizul serta enam orang anggota Pansus. Sedangkan pihak eksekutif ikut Wakil Walikota Suwandel Muhktar, Kadis Perhubungan & Kominfo Adrian, Kadis Kesehatan Elzadeswarman, Kadis Tata Ruang dan Kebersihan Zulinda Kamal dan Kabag Hukum Setdako Payakumbuh Prima Yanuarita.

Ketua Pansus III, Maharnis Zul didampingi Wakil Ketua, Basri Latief, kepada wartawan di ruang humas DPRD Payakumbuh, Selasa (24/3) mengatakan, Kunker Pansus III tersebut ke Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegera, Kalimantan Timur, itu bertujuan untuk menambah studi banding terkait 9 Ranperda yang sedang dibahas DPRD.

”Banyak masukan yang diperoleh Pansus III dalam kunker tersebut, salah satu adalah menyangkut Ranperda Lalu Lintas yang sedang digodok Pansus III,” ujar Maharnis Zul.

Menurut Maharnis Zul, di Kota Samarinda, Ranperda Lalu Lintas sebelum ditetapkan menjadi Perda, melibatkan peran serta forum lalu lintas anggotanya terdiri dari pakar lalu lintas, perguruan tinggi,LSM, tokoh masyarakat.

Sedangkan menyangkut angkutan barang, disana kendaraan meleb Sedangkan menyangkut angkutan barang, disana kendaraan melebihi kapasitas 2,1 ton tidak boleh masuk kota. Sementara angkot, di sana disebut taksi, jumlahnya 1700 unit, harus masuk ke terminal.

Lebih jauh, diulas Basri Latief, terkait soal parkir di Kota Samarinda dikelola oleh Dinas Perhubungan. Sedangkan soal retrribusi dikelola Dinas Pendapatan. “Disana ada parkir berlangganan, ada parkir otonom seperti mall.

”Bayangkan, realiasi parkir 2014, mencapai Rp 1,6 Milliar. Jika tidak diberikan karcis, retribusi tidak dibayar,” ujar Basri Latief.

Sementara itu masukan berharga juga diperoleh Pansus III di Kabupaten Kutai Kartanegara, seperti Ranperda Kawasan Tanpa Rokok dan IMB.
”Intinya, hasil kunker Pansus III ke Samarinda dan Kutai Kartanegar itu sangat bermanfaat untuk pertimbangan dalam pembahasan 9 Ranperda yang sedang digodok DPRD,” tukuk Basri Latief.(mnc)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s