Wawako H. Suwandel Muchtar  bersama sejumlah pejabat meninjau pasar pabukoan di Jalan St. Usman Payakumbuh, Kamis.
Wawako H. Suwandel Muchtar bersama sejumlah pejabat meninjau pasar pabukoan di Jalan St. Usman Payakumbuh, Kamis.
Wawako H. Suwandel Muchtar menggunting pita, tanda dibukanya pasar pabukoan di Jalan st. usman Payakumbuh, Kamis.
Wawako H. Suwandel Muchtar menggunting pita, tanda dibukanya pasar pabukoan di Jalan st. usman Payakumbuh, Kamis.

Payakumbuh

Pasar pabukoan di Jalan Sutan Usman Payakumbuh, dinilai Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar,  bakal  mampu memberikan nilai ekonomi kepada pengusaha mikro di kota ini. Selain itu, pasar yang menyajikan berbagai ragam kuliner khas daerah Luak nan Limopuluah,   guna memanjakan umat Islam yang tengah menjalani puasa, juga berpotensi untuk menarik kunjungan wisata ke Payakumbuh.

Demikian disampaikan  Wakil Walikota Suwandel Muchtar, saat meresmikan  beroperasinya  Pasar Pabukoan di Jalan Sutan Usman Payakumbuh, Kamis (18/6) sore. Ditandai dengan pengguntingan pita dari pintu masuk pasar pabukoan oleh wawako, didampingi Asisten II H. Amriul, Kadis Koperasi UMKM Dahler dan Kaadis Kesehatan Elzadaswarman.

Berbagai  ragam jajanan, mulai dari cemilan, kolak, es tebak, lapek bugih, lamang tapai, cendol hingga lauk pauk berbagai bentuk, sayuran lotek, gado-gado dan anyang tersedia di pasar musiman setiap bulan Ramadhan itu.  Ratusan warga yang ingin berbelanja kuliner Ramadhan menyaksikan peresmian pasar pabukoan.

Peresmian pasar pabukoan itu, juga dihadiri  Kapolsekta AKP Basrial, Kabag Perekonomian Julpiter, MM, dan Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL) H. Nursyirwan, Kabid Pengelola Pasar Agusrubiono, S.Sos dan sejumlah undangan lainnya.

“Manfaatkanlah pasar pabukoan ini dengan baik. Nikmatilah segala kuliner yang tersedia.  Selama sebulan ini, warga Payakumbuh akan dimanjakan dengan berbagai hidangan untuk berbuka,” kata wawako  dalam sambutannya.

Menurut wawako,  keberadaan pasar pabukoan merupakan salah satu program pemerintah yang berupaya berkontribusi kepada masyarakat dan   pedagang.  Wawako,  berharap, pasar pabukoan  dapat pula menjadi daya tarik kunjungan wisata ke Kota Batiah. Namun demikian, pengelola pasar pabukoan ini, diminta Wawako agar mengatur jam buka berjualan di pasar pabukoan. Jangan sampai dibuka dari pagi hari.

Selain itu, kebersihan dan keamanan pasar pabukoan perlu dipelihara dan dijaga, sehingga memberi kenyamanan bagi yang berbelanja.  Hindari makanan yang dijual dari bahan berbahaya dan selalu hygenis, simpulnya.

Usai peresmian, wawako  bersama pimpinan SKPD dan sejumlah pejabat lainnya, meninjau seluruh kawasan pasar pabukoan sambil berdialog dengan pedagang.  “Lai lamak  gulai usus dan  cancang kambiangnyo, atau lai kamek kolak kampiunnyo,” ucap wawako.

“Cubolah bawok pulang pak, sakali cubo pasti babaliak bisuaknyo,” ucap  sejumlah pedagang.

Sementara itu,  Kabid Pengelolaa Pasar Agus Rubiono, menginformasikan, Pasar Pabukoan tahun ini diisi 200 pedagang. Setiap pedagang membayar retribusi Rp425.000, termasuk biaya kebersihan dan lampu penerangan. Petak tersedia, tak cukup dengan jumlah pedagang, dan sisanya dialihkan ke lokasi yang tidak menganggu ketertiban umum.(mnc)