DERU DEBU INDEPENDEN


OLEH: DODI SYAHPUTRA

Deru dan debu. Itulah galau yang terdepankan di masa dan tahapan Pemilihan Walikota Payakumbuh 2012 kali ini. Ceritanya pun seribu malam. Semalam dikali ratusan cerita terus berubah dan terdokumentasikan dalam benak manusia Payakumbuh, seluruhnya.

Ya, Payakumbuh. Kota sedang, sedang naik daun, sedang banyak dan berlimpah penghargaan, sedang diuji kecerdasan publik yang dibangun pemerintahnya. Benar-benar cerdas atau terbodohkan? Ini yang harus dan segera dibuktikan.

“Menurut Undang-Undang dan Aturan….!” itulah kalimat para petinggi dan pejabat di Payakumbuh setiap mengawali pembicaraan di berbagai forum resmi. Ya, selama tidak melanggar undang-undang, tidak berdampak hukum, bisa dikompromikan, ya lakukan saja.

Pencerdasan politik. Konteks ini selama 2011 lalu menjadi bahana luar biasa di Payakumbuh. Sampai-sampai, ada kelompok masyarakat yang selalu online di internet kemudian mudik ke kampung demi konteks pencerdasan politik ini. Masyarakat Payakumbuh harus cerdas dan meningkatkan tingkat kecerdasan politiknya.

Cita-cita yang dibawa, memang murni. Murni, sebab tidak ada cita-cita, visi dan misi yang tidak murni. Semua murni. Lalu, implementasi dan penggarapannya, tentu bertemu dengan realita sebenarnya. Kemurnian ini pasti diaduujikan dengan konsepsi hidup masyarakat Payakumbuh.

Di Pilwako Payakumbuh, kita ingin merunut kencang, bahwa sekarang dibuka ruang bagi calon perseorangan. Lainnya, diistilahkan memasyarakat, calon independen. Independen, sebab tidak menggunakan kapal partai untuk menyeberang atau berlayar menuju dermaga kedudukan tertinggi di pemerintahan Kota Payakumbuh.

Calon perseorangan, sampai hari ini masih berjalan proses dan tahapannya. Sudah ada di masa dan tahapan Pilwako Payakumbuh 2012 dari KPU Kota Payakumbuh. Nah, secara biasa, kita membahasakan bahwa para pasangan ‘bakal’ calon perseorangan ini menyebar tim pencari dukungan ke seluruh pelosok Payakumbuh.

Payakumbuh yang 76 kelurahan dan 5 kecamatan tidaklah terlalu luas dibandingkan dengan kecakapan tim kerja dari para bakal calon perseorangan. Kedua pasangan ini meraih dukungan di atas batas terendah yang disyaratkan.

Di sinilah, kemudian intrik dan klimisnya politik itu muncul. Bahwa calon independen jauh dari nuansa partai politik, layaknya DPD RI yang kita pilih bersama 2009 lalu, namun, ternyata di lapangan segudang persoalan terkait intrik ditemukan. Fakta ini, sudah dimediasikan secara nyata. Independen.

Jika bahasanya indikasi, ya terserah Anda yang baca, tetapi bagi yang mengalami dan melakoni tentu hanya picing mata. KTP dan tanda tangan dukungan ada yang diminta tanpa diberitahu kepada pemiliknya, untuk apa digunakan. Ada kejadian KTP satu difotokopi dan diterima di dua pasangan yang berbeda.

Ada pula fotokopi KTP dan tandatangan yang tak sama. Ada lagi, disebut-sebut KTP diperoleh di lembaga pendanaan dan sejenisnya. Walah dalah. Inikah pendidikan politik atau independen akhirnya lebih politik?

Deru dan debu. Derunya calon independen telah ada yang menang dan menduduki kursi kepemimpinan daerah. Debunya, jika indikasi di atas benar-benar terjadi dan bukan hanya cerita kedai, tentu dinamika politiknya melebihi dinamika di parpol?

Sementara, partai politik sampai hari ini masih belum jelas, siapa calon yang akan diusung, justru energi pikir masyarakat terkuras untuk menilai independen. Bagaimana menghangatkan politik, jika independen saja diambigu oleh sikap-sikap seperti itu?

Berkaca dan melihat di tetangga. 7 pasang calon yang tampil ke tengah pertarungan, semuanya aktif berbuat untuk masyarakat. Meski ada yang mendadak berbuat, tetapi, terang masyarakat cerdas menilai. Eksekusinya di bilik suara 30 Juni 2010 lalu.

Hemat kami, para pemerhati politik, yang masih belajar dan gamang bersuara, tentu publik paham tentang kondisi sebenarnya. Jangan lagi ada pemalsuan dan pengecohan. Biarkan, jika memang didukung penuh oleh puluhan ribu masyarakat pemilih, buktikan saja itu dengan jantan. Jika tidak, ya, masih ada waktu 21 hari lagi diberi KPU untuk memenuhinya.

Politik itu tidak kejam. Sebab, dengan berpolitik, ada dinamika dan ada ruang rasa manusia yang hablumminannas tergelorakan. Jika tidak ada ini, hilanglah demokrasi yang dicita-citakan mampu mensejahterakan masyarakat. Ya, cita-cita demokrasi memang murni. Semurni cita-cita berbagai elemen, lokal ataupun rantau. Implementasinya? ***

BERHARAP DIKELOLA PROFESIONAL DAN AGAMIS

Menyigi Penutupan Obyek Wisata Kapalo Banda Taram

DODI SYAHPUTRA, TARAM


Sudah dua tahun lamanya sejak 14 Februari 2010, obyek wisata alam Kapalo Banda Taram berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Tuangku 21KAN (bilal, garin, khatib, dan utusan suku) dan Wali Nagari Taram ditutup. SKB itu menyatakan selama-lamanya. Ditutup.

Lebih dari dua tahun pula aktifitas wisata di lokasi ini tidak tampak lagi. Biasanya setiap hari terutama Sabtu dan Minggu, Kapalo Banda Taram tersebut dijadikan wisatawan untuk berlibur bersama keluarga. Dampak dari penutupan tersebut sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat terutama yang berada di lokasi obyek wisata.

Zulkifli (30) dulunya tukang parkir di sini, harus beralih profesi jadi buruh pencari kayu bakar di hutan belantara Taram. Kabid Kepariwisataan Ali Hasanbersama staf Kepariwisataan Dini H, mengunjungi Kapalo Banda, kemarin.

Membelah kayu di pinggir sungai Kapalo Banda, Zul mengaku bahwa pekerjaannya dari tukang parkir menjadi pencari kayu bakar. Sangat menyulitkan ekonomi keluarga. Tukang parkir, Zul bisa mengantongi uang Rp150 ribu perhari dan mampu menghidupi keluarganya dengan baik.

Kini, sejak ditutupnya objek wisata Kapalo Banda dirinya bersama masyarakat setempat sangat merasakan penurunan pendapatan sehingga sangat mempengarui ekonomi keluarga.

Ibu-ibu rumah tangga dapat menyandarkan kehidupannya dari hasil warung-warung makanan yang dikelolanya di pinggir sungai, dulu seaktu Kapalo Banda masih jadi objek wisata. Kini para ibu harus keluar masuk hutan untuk mencari kayu bakar demi mempertahankan hidup.

Diceritakan Zulkifli, 60 persen penduduk yang bermukim di sekitar aliran sungai Kapalo Banda beralih ke buruh pencari kayu bakar, berladang dan ke sawah. Dalam sehari para buruh mampu menghasilkan 50 ikat kayu bakar dengan harga Rp3 ribu perikatnya. Tentu, hasil yang sama dengan usaha yang kian keras dan bertenaga lebih.

PERNAH UNGGULAN

Kapalo Banda Taram, dulunya adalah objek wisata unggulan Kabupaten Limapuluh Kota. Memiliki potensi flora dan fauna di samping keindahan alamnya yang mempesona.

Penghijauan hutan di sekitar kawasan sungai yang masih terawat serta aliran air sungai yang bening sehingga mampu mengaliri beberapa nagari di Kecamatan Harau yaitunya Nagari Taram, Nagari Gantiang dan Nagari Sibakia merupakan sumber penghidupan masyarakat Taram. Salah satunya sebagai sumber irigasi lahan pertanian masyarakat setempat.

“Penutupan obyek wisata ini, memang menjadi dilema bagi masyarakat. Di satu sisi kita tidak ingin kegiatan wisata berdampak negatif bagi kampung kami, tapi di sisi lain sangat menopang kehidupan ekonomi masyarakat. Jadi kami berharap objek wisata ini dapat kembali dibuka dan dikelola secara baik sehingga mampu membangkitkan perekonomian masyarakat setempat serta jauh dari maksiat, ” kata Zulkifli.

Sementara itu, Kepala Dinas Budparpora Limapuluh Kota Zulhikmi Datuak Rajo Suaro, membenarkan bahwa obyek wisata Kapalo Banda Taram ditutup berdasarkan keputusan bersama Tuanku 21, ninik mamak dan wali nagari sejak 14 Februari 2010 lalu.

“Aktifitas wisata sejak dua tahun lalu telah vakum di Kapalo Banda Taram. Kita berharap kebijakan pemerintahan nagari bersama ninik mamak ini dapat ditinjau kembali karena multiplayer effect nya dari kegiatan wisata itu sangat besar bagi daerah terutama nagari,” tukas Zulhikmi.

Sementara itu, sewaktu ditutup dua tahun yang lalu, budayawan nasional asal Nagari Taram, Damhuri Muhammad, mengaku setuju dengan penutupan objek wisata Kapalo Bonda. Menurutnya, jika Kapalo Bonda terus dibiarkan serba tanggung, dikelola semata-mata nagari, tanpa melibatkan suku dinas pariwisata, akan menjadi bola api di kemudian hari.

Zulkifli serta masyarakat sepanjang aliran Sungai Taram yang mempesona, tentunya ingin ekonomi kembali membaik. Tentu, dengan regulasi dan pengawasan, sehingga menjamin mutu dan kualitas wisata yang tidak melanggar norma apapun.(dod)

PEKAN BUDAYA UNDANG PENGUNJUNG, PESERTA LOMBA DAN SPONSOR

LIMAPULUH KOTA


Kebudayaan pun kian menggeliat di Limapuluh Kota. Kembali, tahun 2012, di awal April mendatang akan digeber kembali Pekan Budaya Limapuluh Kota. Diagendakan, oleh tim Bidang Kebudayaan di Dinas Budparpora Limapuluh Kota, 2-7 April mendatang arena Medan nan Bapaneh Katian Putuh Tarantang Harau Resort akan berjubel pengunjung.

Di bawah komando Kabid Kebudayaan Hj Nengsih, tim Kebudayaan kini bersiteru dengan beragam persiapan Pekan Budaya yang seabrek itu. Rangkaian event dalam rangka melestarikan dan memberikan apresiasi terhadap seni budaya daerah serta mempromosikan wisata budaya Limapuluh Kota ini akan diisi pawai sampai beragam festival dan lomba.

“Kita sudah surati seluruh Camat untuk mengirimkan utusannya. Saat ini, kita pun mengejar peserta dari kelompok umum untuk turut serta. Kita pun membuka ruang bagi sponsor maupun vendor yang mau bekerjasama untuk mensuplay pameran tradisi dan modern yang kita helat seminggu itu,” ujar Hj Nengsih bersama staf Dedy Iswandi dan Zarni Jamila.

Dalam agendanya, di pentas utama, di Medan nan Bapaneh itu dikemas apik, pawai budaya Senin 2 April, festival randai Senin-Jumat 2-6 April, talempong pacik Selasa-Rabu 3-4 April, tari Minang kreasi Kamis-Jumat 5-6 April, lomba baju kuruang basiba tradisi Kamis 5 April bersamaan dengan lomba baju kuruang basiba modifikasi. Jumat dan Sabtu 6-7 April dihelat pula lomba penyanyi pop Minang dan saluang dendang. Sementara, Qasidah rebana digelar 3-4 April, lomba cerdas budaya pada 3-5 April, lomba baca puisi 7 April, penampilan eksebisi seni dan budaya 2-6 April.

Segudang event ini, menurut Hj Nengsih akan diisi pula oleh penampilan grup seni budaya dalam dan luar daerah Kabupaten Lima Puluh Kota. Ikuti dan saksikanlah Pekan Budaya Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2012 dari jam 09.00 Wib s/d 00.00 Wib di Medan Nan Bapaneh Katian Putuh Tarantang Kecamatan Harau.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lima Puluh Kota Telp. (0752) 7750431 Fax. (0752) 7750421, atau contac person : Nengsih,S.Pd M.Pd Hp. 081363442033, Hp. 081266292338, Dedy Iswandi,S.Sn Hp. 085374117288. Zarni Jamila,S.Sn.

 

No

Nama Sanggar

Kecamatan

Jadwal Tampilan/ Hari Tanggal

1

Sanggar Tari Gunuang Omeh

Gunuang Omeh

Senin 2 April 2012 (Pembukaan Pekan Budaya 2012)

2

Dabuih Piobang

Payakumbuh

Senin 2 April 2012 (Pembukaan Pekan Budaya 2012)

3

Sanggar Seni Tolang Pitunang

Mungka

Senin 2 April 2012

 

Talempong Oguang

Kapur IX

Selasa 3 April 2012

4

Paket Seni Kecapi Situjuah

Situjuah Limo Nagari

Rabu 4 April 2012

5

Talempong Kreasi
Penago Limbanang

Suliki

Kamis 5 April 2012

6

Klakson Minang Lubuak Batingkok

Harau

Ju’mat 6 April 2012

No

Cabang Seni Festival/lomba

Peserta

Waktu Penampilan Hari/Tanggal/jam

1

2

3

 

4

 

5

6

7

8

9

10

11

12

Pawai Budaya

Festival Randai

Talempong Pocik

 

Tari Minang Kreasi

 

Baju Kuruang Basiba Tradisi

Baju Kuruang Basiba Modifikasi

Penyanyi Pop Minang

Saluang Dendang

Qasidah Rebana

Cerdas Budaya

Baca Puisi

Penampilan Eksebisi Seni dan Budaya Kabupaten Lima Puluh Kota

Utusan Kecamatan

Utusaan Kecamatan

Pemuda-pemudi Nagari dan SLTP/SLTA se-Kabupaten Lima Puluh Kota

 

Sanggar Seni dan Pelajar SLTP/SLTA se-Kabupaten Lima Puluh Kota

 

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Utusan SLTA se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Utusan SLTP dan SLTA se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Sanggar Seni Kabupaten Lima Puluh Kota

Senin 2 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Senin -Jum’at 2-6 April 2012 (20.00 wib s/d selesai)

Selasa-Rabu 3-4 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

 

Kamis-Jum’at 5-6 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

 

Kamis 5 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Kamis 5 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Jum’at-Sabtu 6-7 April 2012 (09.00 s/d selesai)

Jum’at 6 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Selasa-Rabu 3-4 April 2012 (09.00 s/d selesai)

Selasa,Rabu-Kamis 3,4,5 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Sabtu 7 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Selasa-Jum’at 2 s/d 6 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

NENEK PENJUAL GIGI DIHIPNOTIS

20 EMAS, UANG 600 RIBU MELAYANG

PAYAKUMBUH, HALUAN




Hipnotis? Barangkali nenek Nursima (76) tahun terkena modus kejahatan ini. Kembali di Payakumbuh, kini, penjahat hipnotis sudah mulai berani masuk ke dalam toko bahkan kamar pemilik toko.

Nursima adalah pemilik toko gigi Sumatra di Kelurahan Daya Bangun, Payakumbuh. Di pusat Pasar Payakumbuh ini, Jumat (9/3) kemarin pagi sekitar pukul 9.00 WIB dua orang lelaki, satu orang berciri berpakaian hitam, berkumis, satu lagi tidak bisa diindentifikasi oleh Nursima.

Keduanya mengaku hendak mengganti gigi palsunya. Si baju hitam yang katanya akan ganti gigi, kemudian mengajak Nursima mengobrol. Setelah mengobrol, Nursima mengaku terkesima. Tak sadar dengan keadaan. Di saat itulah, satu orang lagi, pelaku pencurian memasuki kamar Nursima.

Nenek yang bersuku Tionghoa itu masih asik mengobrol dengan pelaku hipnotis. Sampai tak sadar, bahwa satu orang masuk ke kamarnya. Pelaku, mengobok-obok isi lemari korban. Banyak barang berharga yang diperolehnya.

Kalung seberat 20 emas, uang tunai Rp600 ribu, surat-surat berharga dan satu tas putih si nenek raib. Pergi, dua orang itu kemudian membuat sadar Nursima. Ia berhenti dari kesimanya.

Sontak ia terkejut. Ia langsung masuk ke kamar tidurnya. Lemarinya sudah terbuka. Isinya, yang berharga raib sudah. Nursima terpekik. Ia kemudian bersama suami yang baru datang, melaporkan kejadian ini ke polisi.

Kapolsekta Payakumbuh Kompol Efrizal lalu langsung menuju TKP. Di sana, ia bersama anggota melakukan oleh kejadian. Nursima menjelaskan detail kejadian, pasca sadar akan pencuri yang masuk ke kamarnya.

“Kok tahu pulo pelaku tu tampek harato ambo. Samantaro tas-tas ko tagantuang di lamari ko ha. Baa pulo tu?” kata si nenek ini menjelaskan.

Polisi kemudian menanyai saksi-saksi yang melihat TKP atau berada di sekitar toko gigi Sumatra. Taufik (43), pekerja pasar, yang kebetulan melihat dua orang itu masuk, mengaku kedua orang itu memakai sepeda motor Honda Supra berplat polisi BM.

“Saya melihat dua orang keluar dari toko gigi Sumatera. Keduanya, memakai Supra berplat polisi Riau. Saya, tidak terlalu memperhatikan ciri-ciri tersangka,” ujarnya kepada Haluan.

Menurut Taufik, kedua pelaku yang keluar ini tidak disoraki oleh Nursima yang mengaku masih terhipnotis. Makanya, tidak ada reaksi dari warga pasar kala itu. Disangka, kedua orang ini adalah konsumen biasa yang habis berbelanja.(dod)

MUNGKA BERHARAP DILEWATI PEMBALAP

JELANG TOUR DE SINGKARAK 2012

 

LIMAPULUH KOTA, HALUAN


Nagari Mungka, Kecamatan Mungka sangat berharap bahwa dalam pelaksanaan Tour de Singkarak (TDS) tahun 2012 ini dilalui oleh peserta TDS karena ruas jalan Mungka – Taeh Baruah sangat bagus untuk dilalui peserta TDS. Di samping jalannya sudah diperlebar dan tidak bergelombang serta masyarakatnya sangat suka menerima tamu.

 

Wali Nagari Mungka Zainal, pada rapat persiapan Tour de Singkarak 2012 di Ruang Sidang Bupati, Kamis lalu mengusulkan memasukkan ruas jalan Mungka dan Taeh Baruah dalam jalur TdS 2012. Dinas kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga juga ikut mengusulkan, sebelumnya. Panitia TdS diharapkan bisa menyetujui, sehingga Limapuluh Kota dapat dikelilingi dan dinikmati serta dipromosikan sampai ke luar negeri.

 

Hal yang sama juga dikatakan Wali Nagari Limbanang IM Dt Bosa Marajo, yang sangat mendukung penambahan jarak TDS 2012, terutama pada etape Bukittinggi – Lembah Harau di ruas jalan Tan malaka – Limbanang. Untuk itu, sebaiknya panitia TDS lebih awal melakukan verifikasi terhadap jalan yang diusulkan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga ini.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Zulhikmi, mengatakan bahwa rapat koordinasi awal Tour de Singkarak tahun 2012 ditujukan bagi sosialisasi dan koordinasi antara muspida dan pemerintahan nagari yang akan dilalui oleh TDS sehingga pelaksanaannya akan lebih sukses. Lebih dari 2011 lalu.

 

Untuk itu, masukan dari muspida dan pemerintahan nagari sangat diharapkan demi suksesnya Tour de Singkarak.

 

“Penambahan rute yang akan dilalui peserta TDS telah diusulkan kepada Panitia TDS, kita sedang menunggu tim TDS yang akan melakukan verifikasi terhadap jalan yang diusulkan,” kata Zulhikmi.

 

Sebelumnya, Kepala Bidang Kepariwisataan Ali Hasan, memaparkan, TdS 2012 dilaksanakan 4 – 10 Juni 2012, melewati 14 kabupaten dan kota di Sumbar. Limapuluh Kota perlu penambahan jarak tempuh karena pada TdS 2011 lalu, etape Bukittinggi Lembah Harau merupakan etape terpendek. Sehingga di tahun 2012 ini harus ada penambahan jarak tempuh.

 

Hal ini, ungkap Ali Hasan, sesuai dengan arahan Kementrian Pariwisata dan ekonomi kreatif bahwa untuk Tour de Singkarak tahun 2012 harus ada penambahan jarak sekitar 100 – 150 km per hari.

 

“Untuk itu, telah kita usulkan penambahan jarak tempuh dengan ruas jalan Tan Malaka – Koto Kociak – Mungka – Taeh Baruah – Lubuak Batingkok – Tanjung Pati – Lembah Harau,” aku Ali Hasan menambahkan.

 

“Dampak dari Tour de Singkarak bagi Limapuluh Kota saat ini terjadi peningkatan kunjungan wisatawan ke Lembah Harau sebesar 4 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lembah Harau tahun 2010 sebesar 195.155 orang menjadi 211.578 orang tahun 2011 sehingga pendapatan asli daerah dari obyek wisata Lembah harau terjadi peningkatan,” terang Ali Hasan yang sarjana kepariwisataan dan perhotelan ini.

 

SEGERA DIPERBAIKI

 

Sementara Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU Limapuluh Kota Afrizal dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa ruas jalan yang dilalui oleh TDs akan segera diperbaiki terutama ruas jalan yang dipakai pada TDs pada tahun 2011 lalu. Sedangkan untuk penambahan ruas jalan yang diusulkan, kita tunggu hasil verifikasi dari Tim TDS, ada ruas jalan provinsi dan ruas jalan kabupaten.

 

Khusus untuk ruas jalan di depan Echo Homestay akan diusahakan pendaman karena lebarnya sangat kecil dan terdapat batu besar yang menjorok ke jalan.

 

“Kita akan upayakan setiap jalur yang dilewati TdS ini diperbaiki sesuai dengan kemampuan daerah,” kata Afrizal.(dod)

YAKIN BISA! MASYARAKAT, PEMERINTAH DAN SWASTA DORONG SUKSES PORPROV SUMBAR XII


DODI SYAHPUTRA

 

Lepas rapat persiapan Porprov, Selasa lalu, kini masing-masing bidang menggenjot persiapan serta program kegiatan terkait. Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota sendiri telah menyediakan anggaran Rp14 miliar yang akan ditambah dengan iuran dari 18 kabupaten dan kota lainnya di Sumbar, donasi dan sponsor kegiatan multi iven tingkat Sumatera Barat ini.

Ketua Umum Asyirwan Yunus, Wakil Ketua Umum Saparuddin Dt Bandaro Rajo, Ketua Pelaksana Resman Khamars, Ketua I Don Ardonis, Ketua II Armen, Ketua III Emrizal Hanas dan Ketua IV N Ben Yuza bersama Sekum Zulhikmi Dt Rajo Suaro, memacu kesiapan per bidang kegiatan. Pekan Olahraga Provinsi Sumbar XII tahun 2012 di Kabupaten Limapuluh Kota harus sukses. Itulah tekad bersama Panpel inti.

Menunggu penjabaran program dari bidang-bidang secara detail, kini berbagai lompatan program kian dipacu. Di bidang acara, di momentum tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 akan disergap dengan pemecahan rekor MURI dengan talempong pacik terbanyak. Bupati Alis Marajo selaku Penanggung Jawab kegiatan ini pun mengikonkan talempong pacik serta budaya asli Minangkabau di Limapuluh Kota selaku Luak nan Bungsu sebagai konten utama di kegiatan pembukaan dan penutupan Porprov di GOR Singa Harau.

Misi yang diemban; Sukes Pelayanan, Sukses Prestasi Atlet, Sukses Pemberdayaan, Sukses Promosi Daerah, Sukses Kebijakan, tentunya diseiringkan dengan sukses dukungan masyarakat Limapuluh Kota seluruhnya. Untuk itulah, panpel juga tengah menyusun sistemasi sosialisasi yang memasyarakatkan Porprov bagi seluruh elemen publik.

Meski, di rapat kemarin lusa masih ada ambigu tentang kinerja masing-masing bidang, namun secara umum disebutkan oleh Sekda Resman Khamars yang juga Ketua Pelaksana bahwa Porprov segera menyebar virus sukses ke tengah masyarakat. Tentang talempok pacik yang akan diikonkan MURI itupun, akan digeber di berbagai kegiatan untuk sekaligus uji lapangan.

“Di Pekan Budaya Limapuluh Kota yang berlangsung awal April mendatang kita akan festivalkan talempok pacik ini sehingga nantinya, ditambah kegiatan-kegiatan serupa di iven berbeda, akan lancar dan terevisi dengan sempurna,” ujar Kabid Kebudayaan Hj Nengsih menjelaskan tentang Pekan Budaya yang menggelar talempok pacik di 3-4 April mendatang di Medan nan Bapaneh Harau Resort.

Bicara soal data, saat ini secara intens Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, utamanya di Bidang Olahraga terus melengkapi data-data dan ratifikasi program terkait cabang-cabang olahraga. Bersama KONI Limapuluh Kota, disimulasikan berbagai alternatif lokasi pertandingan dan perlombaan, pemondokan serta akomodasi terkait.

Masyarakat Limapuluh Kota perlu tahu segera tentang daerahnya yang akan jadi tuan rumah multiiven Sumbar ini. Jika tidak ingin, nantinya, terjadi gagap informasi di tengah publik tentang datangnya tamu 7.600 orang kontingen yang akan berdiam dua minggu lamanya di Limapuluh Kota. Belum lagi, adanya tim pionir, tim advance, tim pemantau dan pendukung alias suporter pertandingan 30 cabang plus dua cabang eksebisi yang akan menghabiskan materi dan non materi di Limapuluh Kota.

SPORT MARBIS

Olahraga kini menjadi telah menjadi marketing dan bisnis yang tergabung dalam kancah peluh dan fisik prima. Mulai dari pengadaan pakaian atlet, makanan, pemondokan atau penginapan, souvenir, buah tangan, dan sebagainya lekat di setiap iven olahraga. Makanya, panpel inti tak mau hal ini lepas begitu saja.

Resman Khamars sendiri berujar yakin, “Jika perlu setengah dana Rp14 miliar kembali dalam bentuk pendapatan panitia yang sekaligus menjadi PAD!”

Khusus Bidang Dana dan Sponsorship, waktu rapat digelar malah menantang untuk segera membuatkan baliho-baliho raksasa di tepi-tepi daerah. Agar masyarakat, perantau, tetangga dan calon sponsor dan donatur bisa melihat kesungguhan Limapuluh Kota menggelar helat ini.

Cerminan nyata, di negeri yang tak jauh, justru di tapal batas Limapuluh Kota, Riau kini sudah mempersiapkan dengan prima pelaksanaan pesta Pekan Olahraga Nasional XVIII juga di 2012. Meski lebih dulu, September, hanya selisih beberapa bulan, toh Riau sudah sangat siap. Berbagai vendor pelaksana ditebar. Tidak hanya dikerjakan oleh ‘plat merah’ atau pejabat, tetapi juga melibatkan pelaksana publik seperti EO dan komunitas penggiat olahraga lainnya.

Agenda utama Riau, yang sempat dipusingkan dengan venue, sudah terlampaui. Jika hanya beda beberapa puluh hari dengan Limapuluh Kota, Riau telah siap pula dengan jam countdown (hitung mundur) besar tinggi di komplek Purnama MTQ. Jadi, setiap warga Riau yang lewat di Pekanbaru akan tahu berapa hari lagi akan dinyalakan api podium PON itu.

Perihal manusia. PON kini agenda utamanya mempersiapkan liason officer, valounteer dan merchandising. Apa arti ketiganya ini. Liason Officer (LO) adalah tenaga pemandu, pembimbing, pemasti waktu dan jadwal, penjual potensi wisata dan kekayaan daerah, serta lainnya. Valounteer, tenaga sukarela yang bertugas di lapangan mengawal setiap agenda kerja panitia secara baik. Merchandising, baik maskot atau logo serta makanan daerah dikemas dalam bentuk beraneka rupa.

Jika saja enam prinsip Gubernur Riau kita dengarkan; Jangan ada yang tidak teranggarkan, jangan ada yang tidak terprogramkan, jangan ada yang tidak terlaksanakan, jangan ada yang tidak terpertanggungjawabkan, jangan ada yang tidak terevaluasikan, ini sungguh luar biasa. Simultan memang, PON Riau telah disiapkan dengan segenap keyakinan. Bisa!

Limapuluh Kota juga bisa. Semua sudah bertekad. Bupati Alis Marajo telah menerima bendera pelaksanaan Porprov Sumbar XII dari tangan Wakil Gubernur Muslim Kasim di Agam 2010. Kenapa tidak mungkin? Yakin bisa! (***)