VOLTASE LISTRIK KRITIS, DIATASI 32 TRAFO

PLN RAPAT KERJA DENGAN KOMISI B DPRD PAYAKUMBUH

PAYAKUMBUH, HALUAN

Soal tegangan listrik yang dibagikan oleh Perusahaan Listrik Negara idealnya memang 220 Volt. Sayang, di berbagai tempat setelah diukur pun dengan volt meter, hasilnya di bawah itu. Bahkan, kian kritis. Inilah yang menyebabkan banyaknya terjadi kerusakan alat-alat yang menggunakan energi listrik PLN sebagai catu daya utama.

Payakumbuh, sejak 2011 lalu telah ditambahi dengan 32 trafo hubung bagi yang tugasnya mendinamisasi tegangan di lingkup sambungan trafo tersebut. PLN Rayon Payakumbuh yang dikepalai oleh Manajernya, Eko Prihandan saat rapat kerja dengan Komisi B DPRD Payakumbuh, Jumat pekan lalu, mengatakan telah melakukan antisipasi.

“Salah satu penyebab rendahnya tegangan, karena bertambah banyaknya jumlah pelanggan di Payakumbuh. Terlebih saat ini jumlah perumahan dan titik pasang baru sedang meningkat tinggi. PLN komit dengan program Sejuta Sambungan, makanya daya yang ada kita bagi sebanyak yang ada dan bertambah,” ujarnya ke Alhudrie Datuak Rangkayo Mulie, Wakil Ketua Komisi B dan Anggota.

Jumlah trafo yang telah dipasang baru di Kota Payakumbuh sebanyak 32 unit. Pemasangan atau instalasi serta alat-alat berkenaan menjadi tanggungan PLN seutuhnya. Tidak memberatan pelanggan lama ataupun baru itu.

“Betul-betul subsidi penuh dari PLN,” ujar Eko.

Para Wakil Rakyat dari Komisi B DPRD Payakumbuh yang salah satu mitra kerjanya PLN, menanyakan banyak hal. Mulai dari keluhan masyarakat tentang sambungan baru yang lama belum terpasang sampai kinerja PLN terhadap laporan gangguan listrik dari masyarakat.

Bersama Supervisor Distribusi Alwis dan Perwakilan AKLI Payakumbuh Syaidul Aswan, disebutkan Eko Prihandan, bahwa selama ini PLN bekerja sudah sangat optimal. PLN memiliki standar operasi kerja yang sama di seluruh Indonesia.

DPRD Payakumbuh terus menggali berbagai persoalan yang menjadi persoalan masyarakat Payakumbuh terhadap PLN. Termasuk tentang kilowatt meter yang sudah tua dan uzur.

“Masyarakat mengadukan ke kami, kalau kilowatt meter yang sudah tua ini hitungannya sudah sering kacau, Pak PLN. Mohon ditindaklanjuti,” ujar Alhudrie Dt Rangkayo Mulie.

Persoalan lain, setakat pengaduan publik, termasuk juga tiang listrik yang sudah usang, sudah harus dipindah-pindah terkait dengan pengembangan kota, serta sejibun persoalan lainnya. EKo Prihandan, mengaku berterima kasih dengan rapat kerja ini. sehingga ia mendengar langsung aspirasi publik tentang PLN.

“Sebab, tak semua pengaduan yang sampai ke PLN mempermasalahkan hal ini. Kalau hal taktis dan emergensi memang banyak. Namun, yang konseptuil ini saya atas nama PLN mengucapkan banyak terima kasih. Percayalah, kami, PLN bekerja dengan optimal dan sesuai SOP yang distandarkan. Demi pelayanan prima ke pelanggan dan masyarakat,” tukas Eko Prihandan dengan wajah kian cerah.(dod)

KUBURKAN BATU KERAMIK, SEPERTI MAYAT SEBENAR

SIGIT MINTA MAAF, ANJURAN PARANORMAL RESAHKAN SARILAMAK

LIMAPULUH KOTA, HALUAN

Warga Sarilamak hampir ribuan jumlahnya, keluar rumah, Jumat malam pekan lalu. Kabar kabur berseliweran. Ada warga yang mendengar kabar di belakang Bukit Limau ada orang yang mengubur mayat, pagi harinya. Ada yang mendapat berita, mayat perempuan dikubur oleh aparat mobil plat merah di sana.

Tentu saja ini membuat cemas warga. “Kok, di kampung kami orang mengubur mayat tanpa kabar. Sementara, lokasi itu bukan lagi pekuburan. Itu tempat membuat batako!” ujar warga yang masih kabur dengan informasi sebenarnya.

Kapolsek Harau AKP Anita Setya Ningrum bersama tim Polsek Harau segera menuju lokasi yang diributkan warga itu. Benar saja, telah berduyun-duun warga Sarilamak menuju lokasi kuburan mini 1×1 meter yang masih harum ditabur bunga mawar itu. Tepat berada di bawah atap rumbia, tempat menyimpan batako.

Polisi memang bekerja dengan koordinasi yang optimal. Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota AKP Russirwan yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan Kapolres AKBP Partomo Iriananto, mengambil langkah-langkah penyidikan taktis. Kilat namun efektif.

Setelah berkoordinasi di TKP, Kasat Reskrim AKP Russirwan yang dikenal sigap bekerja, cekatan meretas fakta dan dihormati semua kalangan ini, kemudian berkoodinasi dengan anggotanya. Ditemukan informasi bahwa mobil dinas plat merah Panther Touring BA 1501 M bersama satu mobil lainnya, pagi Jumat itu yang mengubur di kuburan buatan.

Langsung, aba-abanya ke Kapolsek Harau, setiap tindakan yang dilakukan di lokasi peristiwa (TKP) AKP ‘Ayah’ Russirwan akan mengomandoi. “Jadi, sementara belum akan ada tindakan penggalian. Kawan-kawan wartawan, mari sama-sama kita ke atas, kita saksikan penggalian kuburan ini bersama-sama,” ujar Ayah dengan seksama.

Wartawan; Haluan, Bayu Singgalang, Aking Posmetro Padang dan Edward Tri Arga TV kemudian mengikuti Ayah ke arah kuburan buatan yang berada di ketinggian bukit itu. Di sana, telah menunggu Kapolsek Harau AKP Anita Setya Ningrum dan KasatPol PP Limapuluh Kota Nasrianto dan KasiOps Kris La Deva.

IZIN PEMILIK

Siapa pemilik kendaraan plat merah BA 1501 M ini ternyata tak susah dicari. Dialah Sigit yang bersama beberapa petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Payakumbuh, tepat di sebelah Plasa Ramayana Payakumbuh itu. Sigit adalah Kepala Lapas.

Ayah Kasat, kemudian segera mencari pemilik lahan tempat kuburan mini itu digelar. Pemilik lahan, kemudian ikut datang ke lokasi. Lahan ini, ternyata milik seorang pengusaha bahan bangunan di Payakumbuh.

Saat, akan dibongkar, kuburan itu, mobil dinas ini datang kembali ke lokasi. Sigit terlihat tergopoh-gopoh dengan wajah pasi ke kuburan. Saat akan dibongkar, kepada warga dan petugas polisi dan aparat lainnya, Sigit kemudian bercerita.

“Bapak dan Ibu. Saya, melakukan penguburan keramik di bawah meja makan rumah dinas saya ini, sebab saran seorang paranormal di Bangkinang. Maaf. Saya betul-betul minta maaf. Keluarga saya, istri dan anak-anak serta saya sendiri diganggu oleh makhluk halus. Kami sudah tak tahan lagi,” ujarnya.

Pengganti, Kalapas sebelumnya Ali Syahbanna yang pensiun Desember 2011 lalu, kembali mengatakan bahwa kuburan ini, lokasinya juga disarankan oleh paranormal tersebut. 

“Saya benar-benar minta maaf. Tak ada maksud saya dan keluarga berbuat di luar kewajaran. Ini solusi, kami yang selalu diganggu makhluk halus itu,” tukas Sigit.

Diceritakannya juga, anaknya berkali-kali sejak Desember lalu, melihat gadis bercorak Belanda yang menghantuinya. Ini membuat mental anaknya drop. Makanya, ia berkonsultasi dengan teman akhirnya sampai di paranormal di Bangkinang.

Benar saja, kuburan kecil itu mulai dibongkar. Setinggi lutut saja dalamnya ternyata. Isinya, keramik-keramik putih yang sudah pecah-pecah dikubur.

Nisannya saja menyerupai nisan kuburan manusia, namun ditulis dengan pena biasa. Entah apa tulisannya, tidak pun jelas, sebab hari malam waktu digali. Sekitar pukul 22.00 WIB .

Walinagari Sarilamak Budi Febriandi sempat marah. “Kenapa hantu di Payakumbuh, dikubur di Sarilamak?” katanya heran.

Ya, warga Sarilamak kemudian bubar teratur. Ternyata, isunya berubah. Kuburan palsu akibat takut hantu.

Kasatreskrim AKP Russirwan dan Kapolsek Harau AKP Anita Setya Ningrum kemudian menenangkan warga. Mereka kembali ke rumah masing-masing, meskipun masih ada yang melanjutkan bermain domino di kedai bawah Kantor DPRD Limapuluh Kota itu.

Ah, Hantu!(dod)

DERU DEBU INDEPENDEN


OLEH: DODI SYAHPUTRA

Deru dan debu. Itulah galau yang terdepankan di masa dan tahapan Pemilihan Walikota Payakumbuh 2012 kali ini. Ceritanya pun seribu malam. Semalam dikali ratusan cerita terus berubah dan terdokumentasikan dalam benak manusia Payakumbuh, seluruhnya.

Ya, Payakumbuh. Kota sedang, sedang naik daun, sedang banyak dan berlimpah penghargaan, sedang diuji kecerdasan publik yang dibangun pemerintahnya. Benar-benar cerdas atau terbodohkan? Ini yang harus dan segera dibuktikan.

“Menurut Undang-Undang dan Aturan….!” itulah kalimat para petinggi dan pejabat di Payakumbuh setiap mengawali pembicaraan di berbagai forum resmi. Ya, selama tidak melanggar undang-undang, tidak berdampak hukum, bisa dikompromikan, ya lakukan saja.

Pencerdasan politik. Konteks ini selama 2011 lalu menjadi bahana luar biasa di Payakumbuh. Sampai-sampai, ada kelompok masyarakat yang selalu online di internet kemudian mudik ke kampung demi konteks pencerdasan politik ini. Masyarakat Payakumbuh harus cerdas dan meningkatkan tingkat kecerdasan politiknya.

Cita-cita yang dibawa, memang murni. Murni, sebab tidak ada cita-cita, visi dan misi yang tidak murni. Semua murni. Lalu, implementasi dan penggarapannya, tentu bertemu dengan realita sebenarnya. Kemurnian ini pasti diaduujikan dengan konsepsi hidup masyarakat Payakumbuh.

Di Pilwako Payakumbuh, kita ingin merunut kencang, bahwa sekarang dibuka ruang bagi calon perseorangan. Lainnya, diistilahkan memasyarakat, calon independen. Independen, sebab tidak menggunakan kapal partai untuk menyeberang atau berlayar menuju dermaga kedudukan tertinggi di pemerintahan Kota Payakumbuh.

Calon perseorangan, sampai hari ini masih berjalan proses dan tahapannya. Sudah ada di masa dan tahapan Pilwako Payakumbuh 2012 dari KPU Kota Payakumbuh. Nah, secara biasa, kita membahasakan bahwa para pasangan ‘bakal’ calon perseorangan ini menyebar tim pencari dukungan ke seluruh pelosok Payakumbuh.

Payakumbuh yang 76 kelurahan dan 5 kecamatan tidaklah terlalu luas dibandingkan dengan kecakapan tim kerja dari para bakal calon perseorangan. Kedua pasangan ini meraih dukungan di atas batas terendah yang disyaratkan.

Di sinilah, kemudian intrik dan klimisnya politik itu muncul. Bahwa calon independen jauh dari nuansa partai politik, layaknya DPD RI yang kita pilih bersama 2009 lalu, namun, ternyata di lapangan segudang persoalan terkait intrik ditemukan. Fakta ini, sudah dimediasikan secara nyata. Independen.

Jika bahasanya indikasi, ya terserah Anda yang baca, tetapi bagi yang mengalami dan melakoni tentu hanya picing mata. KTP dan tanda tangan dukungan ada yang diminta tanpa diberitahu kepada pemiliknya, untuk apa digunakan. Ada kejadian KTP satu difotokopi dan diterima di dua pasangan yang berbeda.

Ada pula fotokopi KTP dan tandatangan yang tak sama. Ada lagi, disebut-sebut KTP diperoleh di lembaga pendanaan dan sejenisnya. Walah dalah. Inikah pendidikan politik atau independen akhirnya lebih politik?

Deru dan debu. Derunya calon independen telah ada yang menang dan menduduki kursi kepemimpinan daerah. Debunya, jika indikasi di atas benar-benar terjadi dan bukan hanya cerita kedai, tentu dinamika politiknya melebihi dinamika di parpol?

Sementara, partai politik sampai hari ini masih belum jelas, siapa calon yang akan diusung, justru energi pikir masyarakat terkuras untuk menilai independen. Bagaimana menghangatkan politik, jika independen saja diambigu oleh sikap-sikap seperti itu?

Berkaca dan melihat di tetangga. 7 pasang calon yang tampil ke tengah pertarungan, semuanya aktif berbuat untuk masyarakat. Meski ada yang mendadak berbuat, tetapi, terang masyarakat cerdas menilai. Eksekusinya di bilik suara 30 Juni 2010 lalu.

Hemat kami, para pemerhati politik, yang masih belajar dan gamang bersuara, tentu publik paham tentang kondisi sebenarnya. Jangan lagi ada pemalsuan dan pengecohan. Biarkan, jika memang didukung penuh oleh puluhan ribu masyarakat pemilih, buktikan saja itu dengan jantan. Jika tidak, ya, masih ada waktu 21 hari lagi diberi KPU untuk memenuhinya.

Politik itu tidak kejam. Sebab, dengan berpolitik, ada dinamika dan ada ruang rasa manusia yang hablumminannas tergelorakan. Jika tidak ada ini, hilanglah demokrasi yang dicita-citakan mampu mensejahterakan masyarakat. Ya, cita-cita demokrasi memang murni. Semurni cita-cita berbagai elemen, lokal ataupun rantau. Implementasinya? ***

BERHARAP DIKELOLA PROFESIONAL DAN AGAMIS

Menyigi Penutupan Obyek Wisata Kapalo Banda Taram

DODI SYAHPUTRA, TARAM


Sudah dua tahun lamanya sejak 14 Februari 2010, obyek wisata alam Kapalo Banda Taram berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Tuangku 21KAN (bilal, garin, khatib, dan utusan suku) dan Wali Nagari Taram ditutup. SKB itu menyatakan selama-lamanya. Ditutup.

Lebih dari dua tahun pula aktifitas wisata di lokasi ini tidak tampak lagi. Biasanya setiap hari terutama Sabtu dan Minggu, Kapalo Banda Taram tersebut dijadikan wisatawan untuk berlibur bersama keluarga. Dampak dari penutupan tersebut sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat terutama yang berada di lokasi obyek wisata.

Zulkifli (30) dulunya tukang parkir di sini, harus beralih profesi jadi buruh pencari kayu bakar di hutan belantara Taram. Kabid Kepariwisataan Ali Hasanbersama staf Kepariwisataan Dini H, mengunjungi Kapalo Banda, kemarin.

Membelah kayu di pinggir sungai Kapalo Banda, Zul mengaku bahwa pekerjaannya dari tukang parkir menjadi pencari kayu bakar. Sangat menyulitkan ekonomi keluarga. Tukang parkir, Zul bisa mengantongi uang Rp150 ribu perhari dan mampu menghidupi keluarganya dengan baik.

Kini, sejak ditutupnya objek wisata Kapalo Banda dirinya bersama masyarakat setempat sangat merasakan penurunan pendapatan sehingga sangat mempengarui ekonomi keluarga.

Ibu-ibu rumah tangga dapat menyandarkan kehidupannya dari hasil warung-warung makanan yang dikelolanya di pinggir sungai, dulu seaktu Kapalo Banda masih jadi objek wisata. Kini para ibu harus keluar masuk hutan untuk mencari kayu bakar demi mempertahankan hidup.

Diceritakan Zulkifli, 60 persen penduduk yang bermukim di sekitar aliran sungai Kapalo Banda beralih ke buruh pencari kayu bakar, berladang dan ke sawah. Dalam sehari para buruh mampu menghasilkan 50 ikat kayu bakar dengan harga Rp3 ribu perikatnya. Tentu, hasil yang sama dengan usaha yang kian keras dan bertenaga lebih.

PERNAH UNGGULAN

Kapalo Banda Taram, dulunya adalah objek wisata unggulan Kabupaten Limapuluh Kota. Memiliki potensi flora dan fauna di samping keindahan alamnya yang mempesona.

Penghijauan hutan di sekitar kawasan sungai yang masih terawat serta aliran air sungai yang bening sehingga mampu mengaliri beberapa nagari di Kecamatan Harau yaitunya Nagari Taram, Nagari Gantiang dan Nagari Sibakia merupakan sumber penghidupan masyarakat Taram. Salah satunya sebagai sumber irigasi lahan pertanian masyarakat setempat.

“Penutupan obyek wisata ini, memang menjadi dilema bagi masyarakat. Di satu sisi kita tidak ingin kegiatan wisata berdampak negatif bagi kampung kami, tapi di sisi lain sangat menopang kehidupan ekonomi masyarakat. Jadi kami berharap objek wisata ini dapat kembali dibuka dan dikelola secara baik sehingga mampu membangkitkan perekonomian masyarakat setempat serta jauh dari maksiat, ” kata Zulkifli.

Sementara itu, Kepala Dinas Budparpora Limapuluh Kota Zulhikmi Datuak Rajo Suaro, membenarkan bahwa obyek wisata Kapalo Banda Taram ditutup berdasarkan keputusan bersama Tuanku 21, ninik mamak dan wali nagari sejak 14 Februari 2010 lalu.

“Aktifitas wisata sejak dua tahun lalu telah vakum di Kapalo Banda Taram. Kita berharap kebijakan pemerintahan nagari bersama ninik mamak ini dapat ditinjau kembali karena multiplayer effect nya dari kegiatan wisata itu sangat besar bagi daerah terutama nagari,” tukas Zulhikmi.

Sementara itu, sewaktu ditutup dua tahun yang lalu, budayawan nasional asal Nagari Taram, Damhuri Muhammad, mengaku setuju dengan penutupan objek wisata Kapalo Bonda. Menurutnya, jika Kapalo Bonda terus dibiarkan serba tanggung, dikelola semata-mata nagari, tanpa melibatkan suku dinas pariwisata, akan menjadi bola api di kemudian hari.

Zulkifli serta masyarakat sepanjang aliran Sungai Taram yang mempesona, tentunya ingin ekonomi kembali membaik. Tentu, dengan regulasi dan pengawasan, sehingga menjamin mutu dan kualitas wisata yang tidak melanggar norma apapun.(dod)

PEKAN BUDAYA UNDANG PENGUNJUNG, PESERTA LOMBA DAN SPONSOR

LIMAPULUH KOTA


Kebudayaan pun kian menggeliat di Limapuluh Kota. Kembali, tahun 2012, di awal April mendatang akan digeber kembali Pekan Budaya Limapuluh Kota. Diagendakan, oleh tim Bidang Kebudayaan di Dinas Budparpora Limapuluh Kota, 2-7 April mendatang arena Medan nan Bapaneh Katian Putuh Tarantang Harau Resort akan berjubel pengunjung.

Di bawah komando Kabid Kebudayaan Hj Nengsih, tim Kebudayaan kini bersiteru dengan beragam persiapan Pekan Budaya yang seabrek itu. Rangkaian event dalam rangka melestarikan dan memberikan apresiasi terhadap seni budaya daerah serta mempromosikan wisata budaya Limapuluh Kota ini akan diisi pawai sampai beragam festival dan lomba.

“Kita sudah surati seluruh Camat untuk mengirimkan utusannya. Saat ini, kita pun mengejar peserta dari kelompok umum untuk turut serta. Kita pun membuka ruang bagi sponsor maupun vendor yang mau bekerjasama untuk mensuplay pameran tradisi dan modern yang kita helat seminggu itu,” ujar Hj Nengsih bersama staf Dedy Iswandi dan Zarni Jamila.

Dalam agendanya, di pentas utama, di Medan nan Bapaneh itu dikemas apik, pawai budaya Senin 2 April, festival randai Senin-Jumat 2-6 April, talempong pacik Selasa-Rabu 3-4 April, tari Minang kreasi Kamis-Jumat 5-6 April, lomba baju kuruang basiba tradisi Kamis 5 April bersamaan dengan lomba baju kuruang basiba modifikasi. Jumat dan Sabtu 6-7 April dihelat pula lomba penyanyi pop Minang dan saluang dendang. Sementara, Qasidah rebana digelar 3-4 April, lomba cerdas budaya pada 3-5 April, lomba baca puisi 7 April, penampilan eksebisi seni dan budaya 2-6 April.

Segudang event ini, menurut Hj Nengsih akan diisi pula oleh penampilan grup seni budaya dalam dan luar daerah Kabupaten Lima Puluh Kota. Ikuti dan saksikanlah Pekan Budaya Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2012 dari jam 09.00 Wib s/d 00.00 Wib di Medan Nan Bapaneh Katian Putuh Tarantang Kecamatan Harau.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lima Puluh Kota Telp. (0752) 7750431 Fax. (0752) 7750421, atau contac person : Nengsih,S.Pd M.Pd Hp. 081363442033, Hp. 081266292338, Dedy Iswandi,S.Sn Hp. 085374117288. Zarni Jamila,S.Sn.

 

No

Nama Sanggar

Kecamatan

Jadwal Tampilan/ Hari Tanggal

1

Sanggar Tari Gunuang Omeh

Gunuang Omeh

Senin 2 April 2012 (Pembukaan Pekan Budaya 2012)

2

Dabuih Piobang

Payakumbuh

Senin 2 April 2012 (Pembukaan Pekan Budaya 2012)

3

Sanggar Seni Tolang Pitunang

Mungka

Senin 2 April 2012

 

Talempong Oguang

Kapur IX

Selasa 3 April 2012

4

Paket Seni Kecapi Situjuah

Situjuah Limo Nagari

Rabu 4 April 2012

5

Talempong Kreasi
Penago Limbanang

Suliki

Kamis 5 April 2012

6

Klakson Minang Lubuak Batingkok

Harau

Ju’mat 6 April 2012

No

Cabang Seni Festival/lomba

Peserta

Waktu Penampilan Hari/Tanggal/jam

1

2

3

 

4

 

5

6

7

8

9

10

11

12

Pawai Budaya

Festival Randai

Talempong Pocik

 

Tari Minang Kreasi

 

Baju Kuruang Basiba Tradisi

Baju Kuruang Basiba Modifikasi

Penyanyi Pop Minang

Saluang Dendang

Qasidah Rebana

Cerdas Budaya

Baca Puisi

Penampilan Eksebisi Seni dan Budaya Kabupaten Lima Puluh Kota

Utusan Kecamatan

Utusaan Kecamatan

Pemuda-pemudi Nagari dan SLTP/SLTA se-Kabupaten Lima Puluh Kota

 

Sanggar Seni dan Pelajar SLTP/SLTA se-Kabupaten Lima Puluh Kota

 

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Utusan SLTA se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Utusan SLTP dan SLTA se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Sanggar Seni Kabupaten Lima Puluh Kota

Senin 2 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Senin -Jum’at 2-6 April 2012 (20.00 wib s/d selesai)

Selasa-Rabu 3-4 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

 

Kamis-Jum’at 5-6 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

 

Kamis 5 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Kamis 5 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Jum’at-Sabtu 6-7 April 2012 (09.00 s/d selesai)

Jum’at 6 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Selasa-Rabu 3-4 April 2012 (09.00 s/d selesai)

Selasa,Rabu-Kamis 3,4,5 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Sabtu 7 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Selasa-Jum’at 2 s/d 6 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

NENEK PENJUAL GIGI DIHIPNOTIS

20 EMAS, UANG 600 RIBU MELAYANG

PAYAKUMBUH, HALUAN




Hipnotis? Barangkali nenek Nursima (76) tahun terkena modus kejahatan ini. Kembali di Payakumbuh, kini, penjahat hipnotis sudah mulai berani masuk ke dalam toko bahkan kamar pemilik toko.

Nursima adalah pemilik toko gigi Sumatra di Kelurahan Daya Bangun, Payakumbuh. Di pusat Pasar Payakumbuh ini, Jumat (9/3) kemarin pagi sekitar pukul 9.00 WIB dua orang lelaki, satu orang berciri berpakaian hitam, berkumis, satu lagi tidak bisa diindentifikasi oleh Nursima.

Keduanya mengaku hendak mengganti gigi palsunya. Si baju hitam yang katanya akan ganti gigi, kemudian mengajak Nursima mengobrol. Setelah mengobrol, Nursima mengaku terkesima. Tak sadar dengan keadaan. Di saat itulah, satu orang lagi, pelaku pencurian memasuki kamar Nursima.

Nenek yang bersuku Tionghoa itu masih asik mengobrol dengan pelaku hipnotis. Sampai tak sadar, bahwa satu orang masuk ke kamarnya. Pelaku, mengobok-obok isi lemari korban. Banyak barang berharga yang diperolehnya.

Kalung seberat 20 emas, uang tunai Rp600 ribu, surat-surat berharga dan satu tas putih si nenek raib. Pergi, dua orang itu kemudian membuat sadar Nursima. Ia berhenti dari kesimanya.

Sontak ia terkejut. Ia langsung masuk ke kamar tidurnya. Lemarinya sudah terbuka. Isinya, yang berharga raib sudah. Nursima terpekik. Ia kemudian bersama suami yang baru datang, melaporkan kejadian ini ke polisi.

Kapolsekta Payakumbuh Kompol Efrizal lalu langsung menuju TKP. Di sana, ia bersama anggota melakukan oleh kejadian. Nursima menjelaskan detail kejadian, pasca sadar akan pencuri yang masuk ke kamarnya.

“Kok tahu pulo pelaku tu tampek harato ambo. Samantaro tas-tas ko tagantuang di lamari ko ha. Baa pulo tu?” kata si nenek ini menjelaskan.

Polisi kemudian menanyai saksi-saksi yang melihat TKP atau berada di sekitar toko gigi Sumatra. Taufik (43), pekerja pasar, yang kebetulan melihat dua orang itu masuk, mengaku kedua orang itu memakai sepeda motor Honda Supra berplat polisi BM.

“Saya melihat dua orang keluar dari toko gigi Sumatera. Keduanya, memakai Supra berplat polisi Riau. Saya, tidak terlalu memperhatikan ciri-ciri tersangka,” ujarnya kepada Haluan.

Menurut Taufik, kedua pelaku yang keluar ini tidak disoraki oleh Nursima yang mengaku masih terhipnotis. Makanya, tidak ada reaksi dari warga pasar kala itu. Disangka, kedua orang ini adalah konsumen biasa yang habis berbelanja.(dod)