BPC HIPMI KUMPUL DI PAYAKUMBUH

JELANG MUSDA HIPMI SUMBAR

PAYAKUMBUH —

Jelang Musda Badan Pimpinan Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumbar, situasi memanas. Merespon perkembangan pra Musda yang akan dilangsungkan di Hotel Pangeran Padang, 4 April, beberapa BPC berkumpul di Payakumbuh, Senin (28/3) kemarin.

Pembicaraan, hampir seluruh BPC yang ada di Sumbar ini belum meruncing. Namun, sampai berita ini diturunkan, belum diketemukan kata sepakat.

Nama, H Maidestal Hari Mahesa selaku calon Ketua Umum menyeruap. Beberapa Ketua Umum Kota dan Kabupaten bersikukuh profil Esa pantas menduduki kursi ketua.

Kemudian, tiga nama lainnya Buchari Bakhter, Gun Sugianto, Felly, juga panas dibicarakan. Ketua BPC Payakumbuh Hendra Yanni terlihat sibuk melayani arus pembicaraan para pengusaha muda yang berapi-api.

“Belum. Pembicaraan masih simpang siur. Nanti kalau sudah ada kata sepakat, kawan-kawan wartawan kita beritahu,” janji Hendra Yanni saat dikonfirmasi persoalan ramainya BPC Hipmi berkumpul di kotanya.

Pemilihan Ketua Umum BPD Hipmi Sumbar diprediksi berlangsung panas. Sebab, dukungan saat ini belum jelas.

Sidang pemilihan yang akan mengikutsertakan 10 BPC Hipmi se Sumbar akan mewujudkan pembaruan. Dipercaya, Hipmi sejak mula terbentuk dicitakan menggebrak masyarakat usaha dan pemberdayaan kaum muda menjadi pelopor ekonomi di Indonesia.

MUARO PAITI SIMPAN POTENSI HEBAT

16 BAND BERTARUNG, EMPAT TERPILIH



Muaro Paiti, Ibu Kecamatan Kapur IX, jaraknya 102 km ke Payakumbuh. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Riau ini ternyata memiliki potensi kreatifitas luar biasa.

Dodi Syahputra —

Buktinya, 16 band lokal di sana muncul di iven Hit Mild Road to Final dan Anniversary Forkemp50 yang digeber di Pasar Muaro Paiti, 26 Maret lalu. Forum Kreatifitas Muda Payakumbuh/Limapuluh Kota, Forkemp50 tak menyangka ternyata antusiasme pemuda di sana berkreatifitas luar biasa.

“Kalau kita bisa sebut, kita yang di pusat kota sebenarnya kalah semangat dengan mereka yang jauh dari pusat pemerintahan dan aktifitas sentral ini. Kini, Muaro Paiti sudah bisa dihitung dengan jempol. Aplus buat Muaro Paiti,” tukas Rangga, Rudi, Edo senada.

Ketiga personil Forkemp50 ini, bersama tim lainnya dipimpin Endy Yacoeb sang Ketua, memang sudah lama merencanakan iven akbar ini. Muaro Paiti, berikutnya Simalanggang 3 April, Situjuah Batur 10 April dan Final di Ngalau Indah Payakumbuh 16 April.

Muaro Paiti kini dengan beberapa tahun belakangan sudah jauh berubah. Jalan menuju ke sana sudah mulur. Diaspal hotmix. Sarana dan moda transportasi, mulai dari bus besar, bus kecil sampai kendaraan mini bus setiap hari masuk keluar Muaro Paiti.

Apalagi, ehm, generasi ketiga para ‘juragan’ sawit dan gambir sudah hadir. Kawula muda Muaro Paiti ini tampil necis dan wangi. Sampai-sampai, Edo, salah seorang kru Forkemp50 ternganga.

“Kalau gini, saya betah nih,” ungkap Edo polos.

16 peserta Iven Hit Mild Road to Final ini, diantaranya, google band, sonic band, dan lainnya. Band asli Kapur IX ini beraksi pentas 8×6 meter di Pasar Muara Paiti. Ramainya minta ampun.

Dimulai pukul 14.00 WIB sampai 12 malam, juri Ari Tandjung menilai performance para band dengan semangat. Finalis terpilih 4 band. 3 lolos, 1 pavorit. Sonic Band, D’Strike, Condenser Band dan Google pavorit.

Doorprise berupa gitar, mp4 player, topi, baju serta sakambuik hadiah lainnya dibuang panitia buat seluruh peserta dan penonton. Makin ramailah sekeliling pentas. Bahkan melebar ke sekeliling pasar.

Penonton seribuan, tua dan muda sampai balita. Memang, parade band bertajuk festival ini muncul setelah sekian tahun tak digelar. Hausnya, masyarakat akan hiburan berkualitas sekaligus memberikan ruang berkreatifitas bagi anak kemenakan Muaro Paiti ini terlihat jelas.

Antusiasme masyarakat Muaro Paiti bahkan tersimpul di layanan mereka terhadap kru Forkemp50. Mulai dari kedatangan, pengurusan perijinan, layanan duren matang sampai makan dan minum yang diberikan sangat luar biasa.

“Alhamdulillah, ternyata kita diterima dengan baik oleh masyarakat di sini. Terima kasih buat seluruh masyarakat Muaro Paiti. Band-band nya sungguh menarik semua,” ujar Endy Yacoeb bersama seluruh jajaran Forkemp50.

Jelang ulang tahunnya ke-6 ini, Forkemp50 siapkan pentas 4 lokasi. Muaro Paiti, Simalanggang, Situjuah Batur dan Ngalau Indah Payakumbuh di acara puncaknya. Tunggu, penampilan Forkemp50 di Simalanggang, bersama band lokal di sana.

Gratis!

15 MENIT, API MENCEMASKAN DI TANJUANG SABA

TANJUANG SABA —

 

Hampir saja, api kembali memamah rumah penduduk di Jorong Aia Putiah Nagari Tanjuang Saba Kecamatan Harau Limapuluh Kota. Memang, lokasi ini berada di kawasan perbukitan kaya perkayuan dan ditumbuhi ilalang.

Lokasinya, berada di arah belakang kawasan Mapolres Limapuluh Kota. Dua unit mobil pemadam kebakaran Limapuluh Kota dan satu unit dari Kota Payakumbuh datang, saat mulai kayu-kayu mulai terbakar 15.30 WIB, Senin (28/3) kemarin sore. Untung saja api tidak bertambah besar.

Warga sekitar sudah kelihatan mulai panik. Namun, kedatangan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran segera menenangkan hati penduduk. Api berhasil dijinakkan.

Kawasan Tanjuang Saba berada di areal kaki bukit di Ketinggian. Kawasan ini cukup padat penduduk. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD
Firmansyah mengatakan laporan masyarakat segera masuk ke BPBD.

“Pemadam kebakaran kita segera meluncur ke lokasi. Untung saja, api masih jinak dan tidak menyebar ke lokasi perumahan penduduk. Yang terbakar awalnya semak belukar yang cepat membuat api membesar,” ujar Firmansyah.

15 menit lamanya, api meluas. Berkat keuletan petugas pemadam kebakaran Limapuluh Kota dan Payakumbuh menyebabkan api urung mengganas. Setelah itu, api bisa dipadamkan total.

Firmansyah mengingatkan kepada penduduk agar berhati-hati dengan segala yang menyebabkan kebakaran. Puntung rokok pun, harap hati-hati dibuang.

DEWAN: WAKO BERHATI-HATILAH

SOAL FLU BURUNG

SOEKARNO HATTA —


Tanggapan tentang merebaknya flu burung di Payakumbuh dan ditetapkannya status bencana sosial flu burung oleh Walikota, dipandang DPRD sebuah sikap yang tepat. Hanya saja, ada yang menyebut agar statement itu tidak merugikan lebih jauh ke pemusnahan ekonomi masyarakat.

“Kita memang punya anggaran tanggap darurat, guna dimanfaatkan bagi terjadinya bencana apa saja di daerah kita. Flu burung ini, jika benar-benar telah terjadi, memang patut diumumkan, namun jangan membuat shock ekonomi masyarakat,” ungkap Ketua DPRD Wilman Singkuan.

Wilman juga menyebut bahwa sejak 21 Maret lalu memang telah diaktifkan seluruh petugas dan aktifitas pembasmian flu burung. Siaga 24 jam dan layanan aktif bagi masyarakat yang beternak unggas, juga telah dilakukan pemerintah.

Tentang dampak ekonomi, memang diakui Wilman Singkuan, daerah bersebelahan pun harus segera aktif mengambil sikap menangani hal ini. Sebab penyebaran virus flu burung yang menghempas ayam buras atau ayam kampung saat ini di Payakumbuh, bisa saja telah dulu sampai di daerah tetangga.

“Kita meminta, semua jajaran pemerintah aktif bertindak. Masyarakat, tugas kita melindungi dan melayani mereka. Jangan tunggu menjalar dan merebak dulu untuk bertindak cepat,” ujar Wilman Singkuan.

Wilman Singkuan mengatakan bahwa jika memang telah terjadi dan membahayakan nyawa manusia, tak perlu lagi ditutup-tutupi. Sebab, penting sekali memberikan peringatan bagi manusia yang rentan dengan bahaya virus flu burung ini.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Payakumbuh, Tri venindra mengatakan mendukung tindakan preventif cepat yang dilakukan pemerintah ini. Namun, tidak boleh gegabah mengambil tindakan penyelamatan.

“Bedanya, antara akuak ayam biasa dengan flu burung ini kan prosesnya. Akuak ayam, menimpa ayam ternak berproses. Matinya bisa dua sampai tiga hari. Namun, kalau flu burung, hari ini ayam sehat, besok sudah mati,” papar Tri Venindra.

Sayang, Ketua Komisi A, Al Hadi Hamid berkomentar bahwa hal ini jangan terlalu dibesar-besarkan. Perlu dikaji lebih dalam lagi dampak sistemik ke ekonomi masyarakat.

“Saya berkomentar sedikit saja, jangan terlalu dibesar-besarkan. Perlu dikaji lebih mendalam tentang wabah flu burung ini. Jangan kecemasan didahulukan,” katanya.

Senada dengan Al Hadi Hamid, anggota DPRD lainnya, Syafrizal dan Al Hudrie Dt Rangkayo Mulie mengatakan terlalu dini Pemko menetapkan status wabah flu burung ini. Kerugian sangat besar justru menimpa masyarakat peternak, tidak hanya di Payakumbuh tetapi juga sampai ke Limapuluh Kota yang daerah tetangga.

“Jangan. Jangan distatuskan begitu. Memang ini ada dana bantuan tanggap darurat. Tetapi akan membunuh usaha rakyat. Sungguh, ini kontroversi yang merugikan banyak orang,” tegas Syafrizal.

PENGAWASAN

Disebutkan, pertanyaan penting yang diajukan ke Walikota saat diumumkannya wabah flu burung ini, tidakkah hanya menjadi proyek bencana saja? Memang Wako menegaskan ini telah melalui prosedur tetap dan penelitian dan pertimbangan yang mendalam.

Wilman Singkuan mengatakan, selain DPRD akan selalu mengawasi penggunaan anggaran bencana ini agar tidak diselewengkan, juga meminta seluruh instansi dan masyarakat untuk ikut mengawasi.

“Jika nanti ada indikasi penyelewengan, beritahu ke kami,” ujar Wilman Singkuan.

Belajar dari kasus dana bencana di Limapuluh Kota, ditegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD ternyata tidak terbatas. Pengawasan harus dilakukan secara mendetail. Tidak setengah-setengah.

DUA NELAYAN DITEMUKAN TAK BERNYAWA

PANGKALAN —


Mayat Mihar (52) warga Pasar Buyuh, Nagari Tanjung Pauh Kecamatan Pangkalan Koto Baru ditemukan mengapung di Danau Buatan Jumat (25/3) sekitar jam 2 siang tak jauh dari lokasi sampannya ditemukan. Tim SAR Sumbar bersama masyarakat segera mengakut mayat Mihar ke tepi.

Dua nelayan Mihar dan Ing hilang sejak 3 hari yang lalu. Rabu (23/03) sekitar pukul 18.00 WIB, keduanya dinyatakan hilang di Danau. Nelayan ini, keduanya awalnya dipantau anak Mihar. Ketika sang anak yang mengambil getah karet di tepi danau hendak pulang, ia menyangka Bapaknya sudah di rumah.

Ing sendiri ditemukan juga sudah terapung sekitar pukul 17.15 WIB. Warga Jorong Koto Lamo Tanjung Pauh Pangkalan Koto Baru ini ditemukan sekitar 100 meter dari tempat sampan korban ditemukan, di tengah danau.

“Jadi sudah kedua korban tenggelam di Danau Buatan Tanjung Pauh ditemukan dan langsung disemayamkan oleh pihak keluarga,” ungkap Kapolres Limapuluh Kota melalui Kapolsek Pangkalan AKP Nahri Sukra yang sejak dilaporkan hilang bersama warga ikut mencari korban.

Siang hari, di Kamis lalu sampai ditemukan mengapung tim search and resque (SAR) Dinsos Sumbar melakukan pencarian tiada henti. Menggunakan boat dan alat selam mereka berusaha keras menemukan kedua korban.

Upaya tim dan masyarakat serta polisi akhirnya berhenti sebab dua tubuh korban sudah mengambang di danau. Kedua korban kini telah disemayamkan. Pagi ini sudah dikebumikan.

DENDA 40 ZAK SEMEN, PNS MESUM DIPROSES

MESUM PNS & JANDA DI TANGKAP

MESUM PNS & JANDA DI TANGKAP


BUKIK SIBALUIK —
Denda adat dikenakan bagi pelaku mesum KS yang PNS dan SS yang janda beranak tiga. 40 zak semen harus dibayarkan ke lembaga adat setempat.
Hukuman ini belum berhenti sampai di sini. Sekda Kota Payakumbuh, saat dikonfirmasi, Jumat (25/3) kemarin mengatakan bahwa hukuman jelas akan diberikan, tentunya lewat proses disiplin pegawai.
Kakanpol PP Rida Ananda yang memproses kejadian ini di lokasi kejadian sampai ke Kantor Lurah Tiakar berlanjut ke Kantor Pol PP Balaikota mengatakan secara disiplin, PNS berinisial KS ini akan diserahkan ke instansi di Pemko yang berwenang melakukan tindakan.
”Kita, sudah lakukan pemeriksaan, pencatatan berita acara perkara, ini akan kami lanjutkan. Terserah nanti keputusan pimpinan berdasarkan aturan yang ada,” ujar Rida Ananda.
Wartawan yang tengah mendengarkan statement flu burung, berseloroh wabah yang satu ini juga harus ditekan habis. Sekda hanya tersenyum mengangguk setuju.

CELAKA, MESUM LAGI DI PAYAKUMBUH

TIAKAR —

MESUM PNS & JANDA DI TANGKAP

MESUM PNS & JANDA DI TANGKAP


Setelah lama tak terdengar, kembali terjadi kasus selingkuh di Mei 2010 lalu, ditambah Oktober tahun yang sama seorang PNS juga berselingkuh. Akibatnya, denda harus dibayar secara adat setempat.

Kini, kejadian yang sama terulang kembali di Payakumbuh. Tepatnya di Balai nan Tuo, Tiakar Payakumbuh Timur masih seorang PNS KS (34) yang bertugas menjaga sekolah dasar. Bersama seorang janda beranak tiga, SS (32) keduanya kedapatan digerebek warga.

Awalnya, memang kedua orang yang di berita acara perkara (BAP)nya mengaku melakukan hubungan suami istri. Kemudian mengelak-elak saat ditanya wartawan.

”Mengaku saja lah. BAP kalian sudah tandatangan kan?” ungkap Danton Pol PP Payakumbuh Riki. Kakanpol PP Payakumbuh Rida Ananda juga hadir mengamankan situasi.

Kejadian penggerebekan warga sekitar 13.30 WIB, Kamis (24/3) kemarin membuat heboh Tiakar. Warga keluar rumah mengejar informasi. Di kantor Lurah Tiakar diserbu warga.

Bahkan, ada yang berusaha memukul pelaku. Pelaku segera diselamatkan Satuan Pol PP Payakumbuh. KS segera diinterogasi di dalam ruangan.

SS terlihat cemas, mukanya pucat pasi. Memang, selentingan kabar di rumah tempat digerebeknya pasangan mesum ini sudah sering dipakai untuk perbuatan asusila.

Tempat yang dipakai buat mesum itu rumah kawan KS. Pengakuan kedua pelaku selingkuh ini berbeda-beda.

KS mengaku tiga kali berhubungan badan. Sementara SS telah lima kali dengan KS. Sebabnya, SS mengaku sering diberi uang untuk belanja.

Kantor Lurah Balai Nan Tuo, Tiakar itu ramai oleh warga. Warga marah besar sebab daerahnya dikotori perbuatan tercela.

Saat pelaku selingkuh ini mau diamankan ke Kantor Pol PP, warga makin berusaha memukul KS. Dua sepeda motor milik KS dan SS ditahan sebagai alat bukti.

”Kita akan proses sebagaimana aturan yang berlaku. Saat ini, KS dan SS sedang kami amankan di kantor. Kita imbau warga jangan berlaku main hakim sendiri,” ujar Kakanpol PP Payakumbuh Rida Ananda.

CAMAT SELATAN DIHEMPAS KELAPA

KAPALO KOTO —



Kantor Camat Payakumbuh Selatan, terkena musibah. Saat angin kencang melanda Payakumbuh Jumat (25/3) sejak pagi hingga siang kemarin, saat Shalat Jumat berlangsung sebuah batang kelapa di belakang kantor rebah.

Untung saja Camat Payakumbuh Selatan Efriza Zaharman saat sebuah batang kelapa terban menimpa ruangannya tidak sedang di kantor. Ia selamat dari amukan angin kencang yang merobohkan batang kepala besar tepat di atas ruangannya itu.

“Saya sejak pagi bersama staf berkeliling kecamatan. Mendata ternak-ternak yang terkena flu burung. Untung saja, kami tidak di ruangan. Sebab, biasanya ruangan saya itu digunakan seluruh staf untuk bersantai sejenak,” ujarnya.

Wawako Syamsul Bahri langsung responsif. Ia segera melaporkan kejadian ini ke Walikota.

Cece, panggilan akrab Camat perempuan ini, mengatakan semoga saja ada hikmahnya. Sebab, kini sedang proses pembangunan Kantor Camat permanen di Kapalo Koto. Lebih di daerah tinggi.

PAYAKUMBUH UMUMKAN WABAH FLU BURUNG!

35 UNGGAS DIMUSNAHKAN, 1000 YANG TERJANGKIT

BUKIK SIBALUIK —


Setelah seminggu lebih mengelak-elak, akhirnya justru Pemko Payakumbuh kini mengeluarkan Keputusan Walikota tentang Bencana Sosial Wabah Flu Burung. Sejak 15 April lalu diawali ternak, ayam buras mati di Limbukan, kini telah 31 kecamatan menyebar wabah H5N1 ini.

Walikota Josrizal Zain, Wawako Syamsul Bahri, Sekda Ir Irwandi Dt Batujuah, Asisten I Richard Moesa, Asisten 2 Benny Warlis, Dinas Pertanian drH Hariani, Dinas Kesehatan dr Herizon serta Kabag Humas John Kennedi secara resmi mengumumkan Payakumbuh wabah flu burung.

“Untuk itu kami mengimbau juga kepada daerah tetangga, untuk antisipasi jika virus ikut menyebar ke daerah mereka,” aku Walikota Josrizal Zain.

15 April lalu di Limbukan, ternak ayam buras mati mendadak. Laporan ini segera ditanggapi serius oleh Pemko dengan membentuk tim kerja dipimpin Asisten II Benny Warlis, beranggotakan pihak Dinas Pertanian dan Kesehatan. Esoknya, kelurahan Napar dan Parik Rantang terkena.

Waktu diumumkan kemarin, di Balaikota Bukiksibaluik, sudah 31 kelurahan dari 76 kelurahan kena wabah flu burung. Kondisi ini menjadikan Pemko harus mengeluarkan keputusan Walikota Payakumbuh tentang bencana sosial flu burung agar bisa dicairkan anggaran bencana untuk mengganti unggas-unggas yang dimusnahkan serta mengadakan peralatan desinfektan serta sekaitan lainnya.

Kami sudah sosialisasikan ke Camat dan Lurah. Pertama yang terkena itu sekitar 400 ekor ayam buras, kini sudah 1000 ekor. Soal risiko tertinggi, justru menurut Pemko bukan soal nilai ternak dan perdagangan, tapi risiko tinggi justru di terjangkitnya manusia. Nyawa manusia tantangannya.

“Kami tegaskan, nyawa manusia lebih berharga,” tegas Wawako Syamsul Bahri.

Kini, bahkan sudah ada posko 24 jam, di Puskeswan, rumah sakit dan Puskesmas. Satu korban telah dilarikan ke RS Ahmad Mukhtar Bukittinggi, empat hari yang lalu. Anak atau bayi berusia 5,5 bulan ini, setelah diperiksa intensif di Bukittinggi, ternyata tidak terdapat indikasi terjangkit flu burung.

Sementara itu, RSUD Adnan WD di Payakumbuh, disebut Wako Sekda Irwandi tidak dapat menangani persoalan flu burung. Makanya, perawatan dirujuk ke RS Ahmad Mukhtar Bukittinggi.

Ditetapkannya Keputusan Walikota, tentang Bencana Flu Burung, tujuannya untuk memback up pendanaan-pendanaan dana darurat. Setelah ditetapkannya bencana daerah maka biaya-biaya yang berkaitan dengan penanganan dapat dikeluarkan.

“Begitu sistemnya dan kami sudah periksa dan observasi secermat mungkin,” aku Irwandi lagi.

Wakil Walikota H Syamsul Bahri sendiri mengatakan telah 25 persen kelurahan terkena wabah flu burung ini.

PERULANGAN

Pemko Payakumbuh sendiri pernah menyimpan informasi terjadinya wabah flu burung di tahun 2007 lalu. Saat itu bisa ditangani dengan cepat.

Keputusan Walikota ini memang hanya berlaku sebulan penanganan. Ditanyakan wartawan, apakah tidak hanya untuk mendapatkan proyek bencana saja? Wako Josrizal mengatakan memang telah sesuai prosedur penanganan. Jadi, tidak ada niat lain.

Sementara itu, drH Hariani dari Dinas Pertanian mengatakan tim partisipatory desease system respon (PDSR) atau penanganan cepat tanggap penyakit telah bekerja. Tes cepat dilakukan. Ternyata positif flu burung. Selaku aparatur Pemko, PDSR bekerja mencegah menyebarnya flu burung di Payakumbuh.

Diakui dokter hewan ini, bahwa penyakit flu buung bisa menular kepada manusia. Ini berbahaya yang seringkali mengakibatkan kematian.

Soal dampak ekonomi, tim penanganan bencana flu burung juga mengingatkan, saat ini flu masih menyerang ternak jenis ayam buras. Untuk unggas petelur dan broiler sampai saat ini masih aman.

“Namun, kami mengimbau kepada para peternak ayam ras (broiler) agar biosecurity kepada peternak ditingkatkan. Periksa dan amati, jika menyebar ke broiler, segera laporkan ke kami,” ungkap Hariani.

Bagi farm atau peternakan yang tidak terkena flu burung (H5N1), Pemko bersedia memberikan surat rekomendasi resmi agar produksinya tetap terjual. Memang, dampak ekonomi akan sangat tinggi, namun jika tidak diingatkan segera, nyawa manusia ancamannya.

Dinas Kesehatan diwakili dr Herijon mengatakan Kota Padang, awalnya terserang. Menyebar ke banyak daerah. Awal Maret lalu, diinstruksikan seluruh jajaran untuk mengantisipasi. Pedagang ayam juga dikumpulkan.

“Pedagang agar berhati-hati, terhadap jualan ayam,” ingat Dinas Kesehatan dan Dinas Perindag UKM kepada pedagang ayam.

 

====================================

 

AWAS ITIK PEMBAWA VIRUS


Peringatan khusus. Ternyata unggas jenis itik dan angsa tidak kebal terhadap virus flu jenis A yang menyerang unggas ini. Justru, itik dan angsa mampu menahan penyakit flu di tubuhnya.

dr Hariani mengatakan bahwa itik dan angsa justru menjadi carrier atau penular penyakit yang ganas ini. Makanya, kepada pemilik unggas di sekitar unggas yang dimusnahkan, juga diminta agar itik dan angsanya ikut dimusnahkan.

Peternak meminta agar dikompensasi. Inilah sebabnya Keputusan Walikota sangat dibutuhkan agar pendanaan bisa diberikan. Setelah dimusnahkan, kandang kemudian dikosongkan, tahi unggas dibersihkan atau dilenyapkan, ditunggu sebulan kemudian. Baru bisa diputuskan, apakah diteruskan beternak atau tidak.

Selama ini tanggung jawab peternak ayam terhadap lingkungannya bagaimana? Pertanyaan ini samar dijawab Pemko bahwa selama ini peternak telah memberikan kontribusi perekonomian ke Payakumbuh.

Saat ini, telah diterjunkan 70 orang penyuluh. Di titik-titik 31 kelurahan, Akibat negatif terjadi jika ayam tidak dimusnahkan. Kawasan ternak unggas, tanaman, sebenarnya sudah ada kawasan-kawasannya. Hanya, yang terkena kali ini ayam buras atau ayam kampung.

“Jumlah ternak yang harus di Amdal dan jauh dari pemukiman kan 10 ribu ekor. Jika ayam buras kini terkena flu burung, jumlahnya hanya ratusan paling banyak,” ungkap Irwandi.

Bahaya flu burung jika menyebar ke lokasi yang lebih luas akan berdampak bahaya langsung ke nyawa manusia. Keputusan Pemko untuk mengumumkan flu burung di Payakumbuh dinyatakan bukan untuk maksud mematikan ekonomi peternak.

Jauh dari itu, Pemko mengatakan agar masyarakat tahu dan waspada. Bahaya flu burung harus segera diantisipasi bersama.

LINTANG ENAM SINGA HARAU EXTREEM OFFROAD 2011

WAKO DUKUNG OFFROAD, BERSIKUKUH ANTI ROKOK

PAYAKUMBUH —



Pertemuan dengan klub offroad Sago 4×4 dengan Muspida dan pers tetap dikomitmenkan oleh Josrizal Zain bahwa Payakumbuh anti rokok. Meski disebut tidak melarang orang merokok, namun dengan adanya Perda Kawasan Dilarang Merokok serta Perwako tentang larangan iklan luar ruang rokok, sebenarnya kontradiktif dengan kegiatan offroad yang dilaksanakan di Ngalau ini.

22-24 April mendatang akan digeber Singa Harau Extreem Offroad 2011 oleh Social Adventure Genetic Offroad (Sago) 4×4 yang pelaksananya diketuai Dharmansyah Ladi yang Ketua DPRD Limapuluh Kota. Josrizal segera menengahi saat memberikan sambutan, bahwa Payakumbuh tetap komit untuk program kota sehat.

“Saya akui dari program ini, kita bahkan baru saja mendapat program bantuan komitmen tembakau Rp300 juta,” katanya saat pertemuan di rumah dinas Bupati Limapuluh Kota di Labuah Silang Payakumbuh, Kamis (24/3) malam kemarin.

Secara olahraga dan pariwisatanya, Josrizal Zain mengaku sangat menghargai kegiatan ini. Offroad menurutnya, bagian penting pemberdayaan masyarakat, mengenal seluruh wilayah tanpa hambatan prasarana jalan sampai kepada terjalinnya silaturahmi seluruh daerah.

Mengalas ungkapan Josrizal Zain, dengan bijak Alis Marajo yang tuan rumah pertemuan ini mengatakan, Wako Payakumbuh sebenarnya tonggak tuo di rumah gadang. Sebab, rumah dinas Alis Marajo selaku Bupati berada di Kota Payakumbuh.

Alis Marajo, di depan Kapolres Limapuluh Kota AKBP Chairul Aziz SIk MSi, Kapolres Payakumbuh AKBP Drs H S Erlangga, Wakil Bupati Asyirwan Yunus dan Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wilman Singkuan mengatakan Payakumbuh dan Limapuluh Kota tidak bisa dipisahkan. Makanya, setiap kegiatan ekonomi, wisata dan budaya selalu seiring sejalan.

LINTANG ENAM

Lintang Enam, dijurubicarai oleh Joni bersama Kepala Cabang Dasmir SE mempresentasikan iven yang berskala nasional ini. Lintang Enam ternyata telah mempersiapkan seluruh persiapan dengan maksimal.

Mulai dari mediasi luar ruang yang menyebar di seluruh area di Sumatera Barat, baliho besar 6×10 meter, pakaian panitia, pakaian offroader, pakaian SPG, stiker serta berbagai aksesoris lainnya telah disiapkan oleh Lintang Enam dengan rapi.

“Kami komit dan serius dengan dukungan terhadap iven ini. Kami nyatakan offroad sebagai bagian dari social responsibility Lintang Enam. Termasuk dukungan terhadap berbagai kegiatan dan persoalan masyarakat lainnya,” aku Joni.

Saat terjadi berbagai bencana di Sumbar, Lintang Enam selalu turun membantu dengan berbagai bentuk. Mulai dari pakan sampai sandang, tenda dan bantuan bagi korban bencana diberikan oleh Lintang Enam. Lintang Enam serius memberikan bantuan kepada masyarakat.

Kini, program utama dari Lintang Enam mengemuka Lintang Enam untuk Nagari. Lintang Enam untuk Nagari dimaksudkan guna mendukung seluruh aktifitas masyarakat di nagari-nagari di Sumatera Barat.

“Program yang telah berhasil kami dukung bersama Wako Padang Fauzi Bahar, yaitu menghidupkan kembali olahraga tradisi sepak rago. Kini, setiap sore di Padang telah diramaikan dengan permainan tradisi ini,” ujar Joni.

Lintang Enam kini mengundang seluruh nagari di Sumatera Barat untuk kreatif dan menciptakan iven-iven tradisi. Lintang Enam berjanji akan mendukung penuh setiap kegiatan masyarakat nagari yang berkualitas meningkatkan harkat masyarakat nagari.