PEKAN BUDAYA UNDANG PENGUNJUNG, PESERTA LOMBA DAN SPONSOR

LIMAPULUH KOTA


Kebudayaan pun kian menggeliat di Limapuluh Kota. Kembali, tahun 2012, di awal April mendatang akan digeber kembali Pekan Budaya Limapuluh Kota. Diagendakan, oleh tim Bidang Kebudayaan di Dinas Budparpora Limapuluh Kota, 2-7 April mendatang arena Medan nan Bapaneh Katian Putuh Tarantang Harau Resort akan berjubel pengunjung.

Di bawah komando Kabid Kebudayaan Hj Nengsih, tim Kebudayaan kini bersiteru dengan beragam persiapan Pekan Budaya yang seabrek itu. Rangkaian event dalam rangka melestarikan dan memberikan apresiasi terhadap seni budaya daerah serta mempromosikan wisata budaya Limapuluh Kota ini akan diisi pawai sampai beragam festival dan lomba.

“Kita sudah surati seluruh Camat untuk mengirimkan utusannya. Saat ini, kita pun mengejar peserta dari kelompok umum untuk turut serta. Kita pun membuka ruang bagi sponsor maupun vendor yang mau bekerjasama untuk mensuplay pameran tradisi dan modern yang kita helat seminggu itu,” ujar Hj Nengsih bersama staf Dedy Iswandi dan Zarni Jamila.

Dalam agendanya, di pentas utama, di Medan nan Bapaneh itu dikemas apik, pawai budaya Senin 2 April, festival randai Senin-Jumat 2-6 April, talempong pacik Selasa-Rabu 3-4 April, tari Minang kreasi Kamis-Jumat 5-6 April, lomba baju kuruang basiba tradisi Kamis 5 April bersamaan dengan lomba baju kuruang basiba modifikasi. Jumat dan Sabtu 6-7 April dihelat pula lomba penyanyi pop Minang dan saluang dendang. Sementara, Qasidah rebana digelar 3-4 April, lomba cerdas budaya pada 3-5 April, lomba baca puisi 7 April, penampilan eksebisi seni dan budaya 2-6 April.

Segudang event ini, menurut Hj Nengsih akan diisi pula oleh penampilan grup seni budaya dalam dan luar daerah Kabupaten Lima Puluh Kota. Ikuti dan saksikanlah Pekan Budaya Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2012 dari jam 09.00 Wib s/d 00.00 Wib di Medan Nan Bapaneh Katian Putuh Tarantang Kecamatan Harau.

Untuk Informasi Lebih lanjut Hubungi Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lima Puluh Kota Telp. (0752) 7750431 Fax. (0752) 7750421, atau contac person : Nengsih,S.Pd M.Pd Hp. 081363442033, Hp. 081266292338, Dedy Iswandi,S.Sn Hp. 085374117288. Zarni Jamila,S.Sn.

 

No

Nama Sanggar

Kecamatan

Jadwal Tampilan/ Hari Tanggal

1

Sanggar Tari Gunuang Omeh

Gunuang Omeh

Senin 2 April 2012 (Pembukaan Pekan Budaya 2012)

2

Dabuih Piobang

Payakumbuh

Senin 2 April 2012 (Pembukaan Pekan Budaya 2012)

3

Sanggar Seni Tolang Pitunang

Mungka

Senin 2 April 2012

 

Talempong Oguang

Kapur IX

Selasa 3 April 2012

4

Paket Seni Kecapi Situjuah

Situjuah Limo Nagari

Rabu 4 April 2012

5

Talempong Kreasi
Penago Limbanang

Suliki

Kamis 5 April 2012

6

Klakson Minang Lubuak Batingkok

Harau

Ju’mat 6 April 2012

No

Cabang Seni Festival/lomba

Peserta

Waktu Penampilan Hari/Tanggal/jam

1

2

3

 

4

 

5

6

7

8

9

10

11

12

Pawai Budaya

Festival Randai

Talempong Pocik

 

Tari Minang Kreasi

 

Baju Kuruang Basiba Tradisi

Baju Kuruang Basiba Modifikasi

Penyanyi Pop Minang

Saluang Dendang

Qasidah Rebana

Cerdas Budaya

Baca Puisi

Penampilan Eksebisi Seni dan Budaya Kabupaten Lima Puluh Kota

Utusan Kecamatan

Utusaan Kecamatan

Pemuda-pemudi Nagari dan SLTP/SLTA se-Kabupaten Lima Puluh Kota

 

Sanggar Seni dan Pelajar SLTP/SLTA se-Kabupaten Lima Puluh Kota

 

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Dibuka untuk Umum se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Utusan SLTA se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Utusan SLTP dan SLTA se-Kabupaten Lima Puluh Kota

Sanggar Seni Kabupaten Lima Puluh Kota

Senin 2 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Senin -Jum’at 2-6 April 2012 (20.00 wib s/d selesai)

Selasa-Rabu 3-4 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

 

Kamis-Jum’at 5-6 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

 

Kamis 5 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Kamis 5 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Jum’at-Sabtu 6-7 April 2012 (09.00 s/d selesai)

Jum’at 6 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Selasa-Rabu 3-4 April 2012 (09.00 s/d selesai)

Selasa,Rabu-Kamis 3,4,5 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Sabtu 7 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

Selasa-Jum’at 2 s/d 6 April 2012 (09.00 wib s/d selesai)

NENEK PENJUAL GIGI DIHIPNOTIS

20 EMAS, UANG 600 RIBU MELAYANG

PAYAKUMBUH, HALUAN




Hipnotis? Barangkali nenek Nursima (76) tahun terkena modus kejahatan ini. Kembali di Payakumbuh, kini, penjahat hipnotis sudah mulai berani masuk ke dalam toko bahkan kamar pemilik toko.

Nursima adalah pemilik toko gigi Sumatra di Kelurahan Daya Bangun, Payakumbuh. Di pusat Pasar Payakumbuh ini, Jumat (9/3) kemarin pagi sekitar pukul 9.00 WIB dua orang lelaki, satu orang berciri berpakaian hitam, berkumis, satu lagi tidak bisa diindentifikasi oleh Nursima.

Keduanya mengaku hendak mengganti gigi palsunya. Si baju hitam yang katanya akan ganti gigi, kemudian mengajak Nursima mengobrol. Setelah mengobrol, Nursima mengaku terkesima. Tak sadar dengan keadaan. Di saat itulah, satu orang lagi, pelaku pencurian memasuki kamar Nursima.

Nenek yang bersuku Tionghoa itu masih asik mengobrol dengan pelaku hipnotis. Sampai tak sadar, bahwa satu orang masuk ke kamarnya. Pelaku, mengobok-obok isi lemari korban. Banyak barang berharga yang diperolehnya.

Kalung seberat 20 emas, uang tunai Rp600 ribu, surat-surat berharga dan satu tas putih si nenek raib. Pergi, dua orang itu kemudian membuat sadar Nursima. Ia berhenti dari kesimanya.

Sontak ia terkejut. Ia langsung masuk ke kamar tidurnya. Lemarinya sudah terbuka. Isinya, yang berharga raib sudah. Nursima terpekik. Ia kemudian bersama suami yang baru datang, melaporkan kejadian ini ke polisi.

Kapolsekta Payakumbuh Kompol Efrizal lalu langsung menuju TKP. Di sana, ia bersama anggota melakukan oleh kejadian. Nursima menjelaskan detail kejadian, pasca sadar akan pencuri yang masuk ke kamarnya.

“Kok tahu pulo pelaku tu tampek harato ambo. Samantaro tas-tas ko tagantuang di lamari ko ha. Baa pulo tu?” kata si nenek ini menjelaskan.

Polisi kemudian menanyai saksi-saksi yang melihat TKP atau berada di sekitar toko gigi Sumatra. Taufik (43), pekerja pasar, yang kebetulan melihat dua orang itu masuk, mengaku kedua orang itu memakai sepeda motor Honda Supra berplat polisi BM.

“Saya melihat dua orang keluar dari toko gigi Sumatera. Keduanya, memakai Supra berplat polisi Riau. Saya, tidak terlalu memperhatikan ciri-ciri tersangka,” ujarnya kepada Haluan.

Menurut Taufik, kedua pelaku yang keluar ini tidak disoraki oleh Nursima yang mengaku masih terhipnotis. Makanya, tidak ada reaksi dari warga pasar kala itu. Disangka, kedua orang ini adalah konsumen biasa yang habis berbelanja.(dod)

MUNGKA BERHARAP DILEWATI PEMBALAP

JELANG TOUR DE SINGKARAK 2012

 

LIMAPULUH KOTA, HALUAN


Nagari Mungka, Kecamatan Mungka sangat berharap bahwa dalam pelaksanaan Tour de Singkarak (TDS) tahun 2012 ini dilalui oleh peserta TDS karena ruas jalan Mungka – Taeh Baruah sangat bagus untuk dilalui peserta TDS. Di samping jalannya sudah diperlebar dan tidak bergelombang serta masyarakatnya sangat suka menerima tamu.

 

Wali Nagari Mungka Zainal, pada rapat persiapan Tour de Singkarak 2012 di Ruang Sidang Bupati, Kamis lalu mengusulkan memasukkan ruas jalan Mungka dan Taeh Baruah dalam jalur TdS 2012. Dinas kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga juga ikut mengusulkan, sebelumnya. Panitia TdS diharapkan bisa menyetujui, sehingga Limapuluh Kota dapat dikelilingi dan dinikmati serta dipromosikan sampai ke luar negeri.

 

Hal yang sama juga dikatakan Wali Nagari Limbanang IM Dt Bosa Marajo, yang sangat mendukung penambahan jarak TDS 2012, terutama pada etape Bukittinggi – Lembah Harau di ruas jalan Tan malaka – Limbanang. Untuk itu, sebaiknya panitia TDS lebih awal melakukan verifikasi terhadap jalan yang diusulkan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga ini.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Zulhikmi, mengatakan bahwa rapat koordinasi awal Tour de Singkarak tahun 2012 ditujukan bagi sosialisasi dan koordinasi antara muspida dan pemerintahan nagari yang akan dilalui oleh TDS sehingga pelaksanaannya akan lebih sukses. Lebih dari 2011 lalu.

 

Untuk itu, masukan dari muspida dan pemerintahan nagari sangat diharapkan demi suksesnya Tour de Singkarak.

 

“Penambahan rute yang akan dilalui peserta TDS telah diusulkan kepada Panitia TDS, kita sedang menunggu tim TDS yang akan melakukan verifikasi terhadap jalan yang diusulkan,” kata Zulhikmi.

 

Sebelumnya, Kepala Bidang Kepariwisataan Ali Hasan, memaparkan, TdS 2012 dilaksanakan 4 – 10 Juni 2012, melewati 14 kabupaten dan kota di Sumbar. Limapuluh Kota perlu penambahan jarak tempuh karena pada TdS 2011 lalu, etape Bukittinggi Lembah Harau merupakan etape terpendek. Sehingga di tahun 2012 ini harus ada penambahan jarak tempuh.

 

Hal ini, ungkap Ali Hasan, sesuai dengan arahan Kementrian Pariwisata dan ekonomi kreatif bahwa untuk Tour de Singkarak tahun 2012 harus ada penambahan jarak sekitar 100 – 150 km per hari.

 

“Untuk itu, telah kita usulkan penambahan jarak tempuh dengan ruas jalan Tan Malaka – Koto Kociak – Mungka – Taeh Baruah – Lubuak Batingkok – Tanjung Pati – Lembah Harau,” aku Ali Hasan menambahkan.

 

“Dampak dari Tour de Singkarak bagi Limapuluh Kota saat ini terjadi peningkatan kunjungan wisatawan ke Lembah Harau sebesar 4 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lembah Harau tahun 2010 sebesar 195.155 orang menjadi 211.578 orang tahun 2011 sehingga pendapatan asli daerah dari obyek wisata Lembah harau terjadi peningkatan,” terang Ali Hasan yang sarjana kepariwisataan dan perhotelan ini.

 

SEGERA DIPERBAIKI

 

Sementara Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU Limapuluh Kota Afrizal dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa ruas jalan yang dilalui oleh TDs akan segera diperbaiki terutama ruas jalan yang dipakai pada TDs pada tahun 2011 lalu. Sedangkan untuk penambahan ruas jalan yang diusulkan, kita tunggu hasil verifikasi dari Tim TDS, ada ruas jalan provinsi dan ruas jalan kabupaten.

 

Khusus untuk ruas jalan di depan Echo Homestay akan diusahakan pendaman karena lebarnya sangat kecil dan terdapat batu besar yang menjorok ke jalan.

 

“Kita akan upayakan setiap jalur yang dilewati TdS ini diperbaiki sesuai dengan kemampuan daerah,” kata Afrizal.(dod)

YAKIN BISA! MASYARAKAT, PEMERINTAH DAN SWASTA DORONG SUKSES PORPROV SUMBAR XII


DODI SYAHPUTRA

 

Lepas rapat persiapan Porprov, Selasa lalu, kini masing-masing bidang menggenjot persiapan serta program kegiatan terkait. Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota sendiri telah menyediakan anggaran Rp14 miliar yang akan ditambah dengan iuran dari 18 kabupaten dan kota lainnya di Sumbar, donasi dan sponsor kegiatan multi iven tingkat Sumatera Barat ini.

Ketua Umum Asyirwan Yunus, Wakil Ketua Umum Saparuddin Dt Bandaro Rajo, Ketua Pelaksana Resman Khamars, Ketua I Don Ardonis, Ketua II Armen, Ketua III Emrizal Hanas dan Ketua IV N Ben Yuza bersama Sekum Zulhikmi Dt Rajo Suaro, memacu kesiapan per bidang kegiatan. Pekan Olahraga Provinsi Sumbar XII tahun 2012 di Kabupaten Limapuluh Kota harus sukses. Itulah tekad bersama Panpel inti.

Menunggu penjabaran program dari bidang-bidang secara detail, kini berbagai lompatan program kian dipacu. Di bidang acara, di momentum tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 akan disergap dengan pemecahan rekor MURI dengan talempong pacik terbanyak. Bupati Alis Marajo selaku Penanggung Jawab kegiatan ini pun mengikonkan talempong pacik serta budaya asli Minangkabau di Limapuluh Kota selaku Luak nan Bungsu sebagai konten utama di kegiatan pembukaan dan penutupan Porprov di GOR Singa Harau.

Misi yang diemban; Sukes Pelayanan, Sukses Prestasi Atlet, Sukses Pemberdayaan, Sukses Promosi Daerah, Sukses Kebijakan, tentunya diseiringkan dengan sukses dukungan masyarakat Limapuluh Kota seluruhnya. Untuk itulah, panpel juga tengah menyusun sistemasi sosialisasi yang memasyarakatkan Porprov bagi seluruh elemen publik.

Meski, di rapat kemarin lusa masih ada ambigu tentang kinerja masing-masing bidang, namun secara umum disebutkan oleh Sekda Resman Khamars yang juga Ketua Pelaksana bahwa Porprov segera menyebar virus sukses ke tengah masyarakat. Tentang talempok pacik yang akan diikonkan MURI itupun, akan digeber di berbagai kegiatan untuk sekaligus uji lapangan.

“Di Pekan Budaya Limapuluh Kota yang berlangsung awal April mendatang kita akan festivalkan talempok pacik ini sehingga nantinya, ditambah kegiatan-kegiatan serupa di iven berbeda, akan lancar dan terevisi dengan sempurna,” ujar Kabid Kebudayaan Hj Nengsih menjelaskan tentang Pekan Budaya yang menggelar talempok pacik di 3-4 April mendatang di Medan nan Bapaneh Harau Resort.

Bicara soal data, saat ini secara intens Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, utamanya di Bidang Olahraga terus melengkapi data-data dan ratifikasi program terkait cabang-cabang olahraga. Bersama KONI Limapuluh Kota, disimulasikan berbagai alternatif lokasi pertandingan dan perlombaan, pemondokan serta akomodasi terkait.

Masyarakat Limapuluh Kota perlu tahu segera tentang daerahnya yang akan jadi tuan rumah multiiven Sumbar ini. Jika tidak ingin, nantinya, terjadi gagap informasi di tengah publik tentang datangnya tamu 7.600 orang kontingen yang akan berdiam dua minggu lamanya di Limapuluh Kota. Belum lagi, adanya tim pionir, tim advance, tim pemantau dan pendukung alias suporter pertandingan 30 cabang plus dua cabang eksebisi yang akan menghabiskan materi dan non materi di Limapuluh Kota.

SPORT MARBIS

Olahraga kini menjadi telah menjadi marketing dan bisnis yang tergabung dalam kancah peluh dan fisik prima. Mulai dari pengadaan pakaian atlet, makanan, pemondokan atau penginapan, souvenir, buah tangan, dan sebagainya lekat di setiap iven olahraga. Makanya, panpel inti tak mau hal ini lepas begitu saja.

Resman Khamars sendiri berujar yakin, “Jika perlu setengah dana Rp14 miliar kembali dalam bentuk pendapatan panitia yang sekaligus menjadi PAD!”

Khusus Bidang Dana dan Sponsorship, waktu rapat digelar malah menantang untuk segera membuatkan baliho-baliho raksasa di tepi-tepi daerah. Agar masyarakat, perantau, tetangga dan calon sponsor dan donatur bisa melihat kesungguhan Limapuluh Kota menggelar helat ini.

Cerminan nyata, di negeri yang tak jauh, justru di tapal batas Limapuluh Kota, Riau kini sudah mempersiapkan dengan prima pelaksanaan pesta Pekan Olahraga Nasional XVIII juga di 2012. Meski lebih dulu, September, hanya selisih beberapa bulan, toh Riau sudah sangat siap. Berbagai vendor pelaksana ditebar. Tidak hanya dikerjakan oleh ‘plat merah’ atau pejabat, tetapi juga melibatkan pelaksana publik seperti EO dan komunitas penggiat olahraga lainnya.

Agenda utama Riau, yang sempat dipusingkan dengan venue, sudah terlampaui. Jika hanya beda beberapa puluh hari dengan Limapuluh Kota, Riau telah siap pula dengan jam countdown (hitung mundur) besar tinggi di komplek Purnama MTQ. Jadi, setiap warga Riau yang lewat di Pekanbaru akan tahu berapa hari lagi akan dinyalakan api podium PON itu.

Perihal manusia. PON kini agenda utamanya mempersiapkan liason officer, valounteer dan merchandising. Apa arti ketiganya ini. Liason Officer (LO) adalah tenaga pemandu, pembimbing, pemasti waktu dan jadwal, penjual potensi wisata dan kekayaan daerah, serta lainnya. Valounteer, tenaga sukarela yang bertugas di lapangan mengawal setiap agenda kerja panitia secara baik. Merchandising, baik maskot atau logo serta makanan daerah dikemas dalam bentuk beraneka rupa.

Jika saja enam prinsip Gubernur Riau kita dengarkan; Jangan ada yang tidak teranggarkan, jangan ada yang tidak terprogramkan, jangan ada yang tidak terlaksanakan, jangan ada yang tidak terpertanggungjawabkan, jangan ada yang tidak terevaluasikan, ini sungguh luar biasa. Simultan memang, PON Riau telah disiapkan dengan segenap keyakinan. Bisa!

Limapuluh Kota juga bisa. Semua sudah bertekad. Bupati Alis Marajo telah menerima bendera pelaksanaan Porprov Sumbar XII dari tangan Wakil Gubernur Muslim Kasim di Agam 2010. Kenapa tidak mungkin? Yakin bisa! (***)

HARI KESEPULUH, BELUM ADA YANG MEMBANTU

HARI KESEPULUH, BELUM ADA YANG MEMBANTU

BAYI TANPA BATOK KEPALA, MASIH DI INKUBATOR

PAYAKUMBUH, HALUAN





Sepuluh hari. Bayi perempuan tak bernama, anak dari Sumirah dan Harun yang warga Pogang, Taeh Bukik, Limapuluh Kota masih menghuni inkubator ruang perinatologi RSUD Adnaan WD Payakumbuh. Hingga hari ini belum ada yang tersentuh menolong nasib si anak yang malang ini.

Bayi yang lahir di hari dan tahun kabisat, berulang tahun 29 Februari yang hanya ada sekali empat tahun ini, sungguh luar biasa. Ketahanan tubuhnya juga sangat tinggi. Hingga hari ini, bayi yang tak berbatok kepala ini (anenchepal) masih mampu bertahan, meski hanya dengan infus dan ASI ibunya yang asli Krawang, Jawa Barat itu.

Suminah dan Harun, pasangan yang sedang mendapat amanah sekaligus cobaan ini berasal dari kenagarian Pogang, Taeh Bukik. Di Taeh Bukik ini, kampung asal dari Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo.

Saat lahir, malam itu, bayi malang ini tidak menangis seperti bayi-bayi lainnya. Tidak mengeluarkan suara. Setelah dilakukan upaya kedokteran, baru ia menangis. Bayi ini lahir normal. Tidak pernah disangka akan lahir tanpa batok kepala, sebab ini adalah anak keempat kedua orang tuanya ini.

“Saat hamil, tidak ada tanda-tanda atau keanehan dalam kandungan. Cuma, agak banyak sakit terasa,” ujar Suminah dan Harun yang dihubungi kembali di nomor handphonenya 085274935162 untuk konfirmasi lanjutan.

Harun yang buruh pembuat batu bata, jelas tak tentu penghasilannya. Alih-alih buat pengobatan, buat makan saja susahnya minta ampun. Soalnya, jualan bata, kadang-kadang laku, kadang tidak.

Pihak RSUD mengaku sang bayi menderita anenchepal (bayi tidak ada batok kepala). Pasangan suami istri ini masih berobat menggunakan Jamkesda Limapuluh Kota. Meski, telah dianjurkan, keduanya belum bisa memutuskan untuk membawa bayi perempuannya ini untuk berobat ke Padang.

Bayi ini jarang menangis menangis serta buang air besar jarang dan sedikit.
Harun, kini tidak lagi bisa penuh bekerja, sebab harus menunggui putri dan istri tercinta. Harun dan istri, Suminah berharap anak mereka cepat sembuh. Harapan tentu, ada pihak yang tersentuh dan mau membantu kesulitan sesama ini. Insya Allah.

DARI JENDELA

Sang ibu pun hanya bisa melihat dari balik jendela kaca, keseharian anak keempatnya ini. Harun telah kembali bekerja di Taeh Bukik selaku buruh pembuat batu bata. Sesekali, ia memang masuk ke ruangan perinatologi itu. Ia menyusukan si anak yang malang ini. Sayang, ASI nya tak bisa langsung ke mulut bayi, tetapi lewat slang infus.

Wajah sedih Sumirah yang tabah ini tak bisa disembunyikannya. Sepuluh hari sudah sejak ia melahirkan bayinya dengan normal di RSUD Adnaan WD. Pihak rumah sakit pun tidak pernah menginformasikan tentang keadaan pasien yang butuh bantuan publik seperti ini.

Selain cairan dan ASI lewat slang infus, juga diberikan injeksi antibiotik di kepala si anak. Bayi ini pun terlihat tegar, jarang sekali ia menangis layaknya bayi lainnya. Sumirah kini hanya ditemani dua putranya yang juga masih kanak-kanak.

Anehnya, saat wartawan hendak mengambil gambar si bayi dari luar kaca jendela ruangan, malah dihalang-halangi seorang petugas medik. Entah memang prosedurnya harus begitu, namun saat akan masuk ke ruangan dan meminta izin, petugas itupun meminta surat izin dari pimpinan rumah sakit. Sungguh mengecewakan. Padahal para wartawan media ingin membantu menginformasikan nasib si bayi.(dod)

BAYI TANPA BATOK KEPALA, BUTUH ULURAN TANGAN

PEMBUAT BATU BATA DAN ISTRI, MENUNGGU BANTUAN ANDA

PAYAKUMBUH, HALUAN


Foto: Edward Chaniago


Foto: Edward Chaniago

Ibanya hati pasangan suami istri warga Taeh Bukik, Limapuluh Kota ini. Sang bayi perempuan yang lahir 29 Februari lalu, terlahir tidak normal, tak punya batok kepala. Sungguh mengenaskan. Bayi yang belum diberi nama ini harus menginap sejak tanggal ia lahir pukul 20.00 WIB hingga hari ini di ruang perawatan khusus bayi RSUD Adnaan WD.

Suminah dan Harun, pasangan yang sedang mendapat amanah sekaligus cobaan ini berasal dari kenagarian Pogang, Taeh Bukik. Di Taeh Bukik ini, kampung asal dari Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo.

Saat lahir, malam itu, bayi malang ini tidak menangis seperti bayi-bayi lainnya. Tidak mengeluarkan suara. Setelah dilakukan upaya kedokteran, baru ia menangis. Bayi ini lahir normal. Tidak pernah disangka akan lahir tanpa batok kepala, sebab ini adalah anak keempat kedua orang tuanya ini.

“Saat hamil, tidak ada tanda-tanda atau keanehan dalam kandungan. Cuma, agak banyak sakit terasa,” ujar Suminah dan Harun yang dihubungi kembali di nomor handphonenya 085274935162 untuk konfirmasi lanjutan.

Saat berita ini diturunkan, keadaan bayi perempuan ini masih dalam keadaan biasa. Meski tetap berada di dalam kotak kaca perawatan intensif bayi.

Kedua orang tuanya ini baru tiga tahun ini bertinggal di Pogang, Taeh Bukik. Sebelumnya, kedua orang tua ini bertinggal di Kerawang, Jawa Barat.

Harus yang buruh pembuat batu bata, jelas tak tentu penghasilannya. Alih-alih buat pengobatan, buat makan saja susahnya minta ampun. Soalnya, jualan bata, kadang-kadang laku, kadang tidak.

Pihak RSUD mengaku sang bayi menderita anenchepal (bayi tidak ada batok kepala). Pasangan suami istri ini masih berobat menggunakan Jamkesda Limapuluh Kota. Meski, telah dianjurkan, keduanya belum bisa memutuskan untuk membawa bayi perempuannya ini untuk berobat ke Padang.

Sang bayi cukup kuat minum ASI sang ibu. Kini bayi ini dirawat di ruang Perinatologi RSUD Adnaan WD Kota Payakumbuh. Ia ditempatkan di dalam inkubator bayi. Masih dibantu dengan infus dan oksigen.

Untuk pengobatan saat ini, dilakukan terapi cairan lewat selang infus, injeksi kepala dengan diberi antibiotik, perawatan kepala dengan di kompres NHCL, diberi oksigen.

Bayi ini jarang menangis menangis serta buang air besar jarang dan sedikit.
Harun, kini tidak lagi bisa penuh bekerja, sebab harus menunggui putri dan istri tercinta. Harun dan istri, Suminah berharap anak mereka cepat sembuh. Harapan tentu, ada pihak yang tersentuh dan mau membantu kesulitan sesama ini. Insya Allah.(dod)

SEGERALAH SC DATANG, PANITIA PORPROV BUTUH BIMBINGAN

Dari Rapat Panpel Porprov XII Sumbar

SEGERALAH SC DATANG, PANITIA PORPROV BUTUH BIMBINGAN


Dodi Syahputra


Simpulannya, steering comitte dari KONI Sumbar harus bergegas ambil peran di persiapan Pekan Olahraga Provinsi XII Sumbar di Limapuluh Kota. Banyak hal yang meragukan dan tidak pada porsinya. Panpel butuh tim pendamping program untuk segera menyiapkan Porprov yang terkonsep dengan baik.

Asyirwan Yunus yang Ketua Umum Porprov XII, sesuai dengan SK Gubernur Sumbar, justru mengatakan statement, “Kalau tidak sanggup, bagus mundur, daripada merugikan masyarakat, daripada ambisi pribadi saja,” ungkap Wakil Bupati membuka rapat di Aula Kantor Bupati Sarilamak, pagi kemarin.

Rapat Persiapan Porprov yang kemudian dikomandoi oleh Ketua Pelaksana, Sekda Resman Khamars, Ketua KONI Ben Yuza, dan Wakapolres H Emrizal Hannas, dikomentari oleh Ketua Bidang Ketertiban dan Keamanan Kompol Thamrin. Asyirwan Yunus pergi menghadiri kegiatan di Batalyon 131.

“Saya, selaku Ketua Bidang tentu tidak bisa memprediksi kebutuhan tenaga pengamanan saat sekarang. Tentang lokasi dan tempat saja belum dapat laporan kepastiannya dari Panpel,” ujar Thamrin.

Dijawab oleh Resman Khamars yang menjadi Ketua Pelaksana, bahwa SK akan segera dibagikan kepada seluruh panitia. Setelah SK diterima akan dimintai program kerja yang terjabarkan dengan jelas.

Bidang lainnya, di perlengkapan, Kasman Kasim yang juga Kepala Inspektorat mengatakan konsep anggota perlengkapan telah ada. Dana APBD akan dipatuhi, turuti aturan yang ada. Perpres 54 tentang pengadaan barang dan jasa, harus diikuti. Perlengkapan lain-lain, akan diserahkan ke cabang-cabang olahraga. Perlengkapan sedang merencanakan untuk meletakkan satu orang bidang perlengkapan di setiap cabang pertandingan.

Hal ini, sesuai komentar Kasman Kasim menyetujui bahwa penggunaan dana APBD memang harus berhati-hati, pola-pola, kaidah-kaidah hukum, mana yang harus ditenderkan atau yang ditunjuk langsung. Resman Khamars mengatakan bahwa masyarakat Limapuluh Kota harus terkodisi secara fisik dan psikologis, bahwa akan mengadakan alek besar olahraga. Porprov Sumbar 2012.

Wakil Ketua Bidang Acara, Kapten Hariadi mengatakan tahap demi tahap, agenda rapat, tidak fokus. Danramil Kapur IX ini menyayangkan, kenapa rapat ke rapat yang hadir tidak seberapa dari panitia yang ada. Apalagi, setelah keluar SK Gubernur, kenapa tidak hadir panitia inti yang di SK kan seluruhnya. Harusnya, tahapan demi tahapan rapat, sudah tersimpulkan hal-hal pokok tentang kejelasan program inti, lalu dijelaskan di rapat-rapat berikutnya ke penjabaran yang lebih luas.

Kapten Hariadi melaporkan bahwa kegiatan tambahan, akan ada pengambilan api Porprov, diarak oleh atlet Sumbar ke lokasi Pembukaan. Dilaporkan, bahwa Ketua Bidang Acara, Husin Daruhan yang Sekwan DPRD Limapuluh Kota tengah ke Jakarta mengurus rekor MURI untuk penampilan talempok pacik terbanyak di pembukaan Porprov.

Berdasarkan banyak kegiatan, Kantor MURI sendiri berada di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 275 Srondol, Semarang. Bukan di Jakarta. Lalu, pengurusan rekor MURI biasanya dilakukan secara online registrasinya, cukup via email. Tak harus diturut ke Semarang, bukan ke Jakarta. Untuk informasi dan kontak telah sangat lengkap seluruh informasinya di portal http://www.muri.org/. Kenapa harus diturut ke Jakarta? Bukan pula ke Semarang?

Sampai ke Ketua Pameran, Bazaar dan Pagelaran, Yunire Yudirman, mengatakan bahwa untuk ini, diminta agar anggaran sudah bisa dicairkan segera. Sebab, sejak sekarang sudah harus dicetak pengumuman, leaflet dan flyer bahwa ada pemeran, bazaar dan pagelaran di arena Porprov XII.

“Begini, Pak Sekda, jika dibiarkan larut, maka kabupaten dan kota di Sumbar tentu sulit menyisihkan anggaran untuk ikut berpameran di Porprov. Makanya, kita harus ekspos dari sekarang,” kata Yunire yang Kepala Dinas Koperindag dan UKM Limapuluh Kota ini.

Untuk yang ketiga kalinya di rapat resmi, Sekda Resman Khamars menegaskan, bahwa jika perlu tidak dipakai lagi MC lokal. “Kita datangkan artis-artis nasional, MC-MC handal dari Jakarta. Saya, punya mindset, acara di Porprov ini tidak hanya tradisional minded saja, tetapi lebih modern dan menghibur,” ungkapnya menekankan ke Bidang Acara.

Resman Khamars kemudian menambahkan, bahwa segera akan dilengkapi SK Gubernur dengan SK Bupati berisikan nama-nama panitia secara lengkap yang dibagi per bidang.

Sementara itu, Ketua KONI Limapuluh Kota, yang tampil juga di meja pimpinan rapat mengatakan bahwa Sekretariat Porprov yang jelas harus ada. Sebab, hingga hari ini setiap yang bertanya atau tamu yang akan berkonsultasi tentang Porprov tidak tahu harus didisposisi kemana.

“Apakah ke ruangan Pak Zulhikmi di Dinas Budparpora atau ke ruangan Pak Sekda?” kata Ben Yuza, mempersoalkan sekretariat Porprov.

Ben Yuza, meminta segera dijabarkan atau dibreackdown setiap bidang. Bidang-bidang yang telah dijabarkan, kemudian menyusun segera time schedule kepanitiaan.

Hal ini kemudian ditegaskan kembali oleh Ketua Pelaksana Resman Khamars, bahwa panitia besar setelah menerima SK Bupati akan bicara teknis.

Rapat yang digelar di Aula Kantor Bupati itu berakhir, setelah statemen Sekda, “rapat, setelah jam 12 makan.” Makan siang dengan nasi bungkus menutup rapat persiapan Porprov kemarin.

SC KONI Sumbar diharapkan segera melakukan asistensi persiapan Porprov ini. Awaluddin, tokoh masyarakat Koto Tinggi yang setia berada di Payakumbuh mengikuti perkembangan persiapan Porprov meminta agar panitia pelaksana dibimbing dan diberi asistensi dengan kadar pengetahuan pelaksanaan event yang sesuai dengan kegiatan berlevel daerah dan nasional lainnya.

“Kita lihat di PON XVIII Riau yang akan digeber 19 September mendatang, persiapan Porprov XII Sumbar yang dilaksanakan 12 Desember, hanya selisih beberapa puluh hari saja. Sementara, PON sudah sampai ke persiapan puncak dengan melibatkan berbagai elemen dan masyarakat, Porprov belum apa-apa,” pengakuan berdasarkan pengamatan warga masyarakat ini.

Bukan hendak melemahkan hati, Limapuluh Kota memang siap mengemban amanah untuk pelaksanaan multiiven ini. Masyarakat selaku subjek sukses kegiatan harus segera dilibatkan. Jika di panitia inti terlibat seluruh pejabat daerah, maka masyarakat siap mengemban amanah untuk kinerja dan aksi sebenarnya.

“Kami terus menunggu. Kabarnya, Limapuluh Kota menganggarkan Rp14 miliar untuk Porprov. Tetapi, kami masyarakat belum diajak serta. Kami siap. Kami yakin bisa. Tinggal dikumpulkan, dipahamkan, diikutsertakan,” ujar Awaluddin yang sering berada di Balai Wartawan Payakumbuh ini.

Saat ini, yang justru banyak bertugas mendata, memverifikasi dan melakukan aksi kerja lapangan, Dinas Budparpora yang dikomandoi Zulhikmi. Namun, dengan sudah adanya SK Gubernur, maka turunannya dengan segera dikeluarkan SK Bupati, maka seluruh elemen yang terlibat harus ikut mensukseskan Limapuluh Kota. Tuan rumah Porprov XII Sumbar tahun 2012. Tanggal 12, bulan 12 tahun 2012.(***)