PORPROV BUKAN BEBAN, IA KEBANGGAAN

SC RAPAT DENGAN PANPEL DAN PENGCAB


LIMAPULUH KOTA

 

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar XII di Limapuluh Kota akan berlangsung maksimal. Jaminan di pelaksanaan seperti diungkapkan Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Syaiful SH MHum ini menjawab beberapa pertanyaan dari pengurus cabang olahraga soal fasilitas dan kelengkapan yang belum juga bisa diselesaikan.

 

“Porprov XII Sumbar di Limapuluh Kota, juga menjadi konsern KONI Sumbar. Selaku steering comitte kami menyediakan diri bagi panitia pelaksana, tuan rumah untuk memediasi segala urusan dengan Pengprov, peralatan dan sebagainya yang berkenaan. Porprov bukan beban, Porprov adalah kebanggaan Limapuluh Kota,” ujar Syaiful dalam rapat persiapan Porprov XII bersama SC di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Jumat (5/10) kemarin.

 

Rapat yang sempat molor dari rencana semula pukul 9.00 pagi, akhirnya dimulai menjadi pukul 10.10 WIB. Namun, kemudian rapat yang dipimpin oleh Ketua IV N Ben Yuza pun berlangsung cukup hangat. Di depan Wakapolres Limapuluh Kota juga diberikan kesempatan untuk berbicara mengenai masalah pengamanan.

 

Tegasnya N Ben Yuza berbicara, menyoal belum terlihatnya koordinasi serius antar Ketua-Ketua Pelaksana dengan Bidang-Bidang masing-masing menjadi penyulut para pengurus cabang olahraga untuk tampil menyampaikan permasalahan masing-masing. N Ben Yuza yang merupakan Ketua KONI Limapuluh Kota yang baru saja mengundurkan diri, itu memang menjadi Panpel di posisi Ketua IV yang membidani bidang pertandingan, hakim/wasit.

 

“Saya, tidak melihat ada Ketua lainnya. Maka saya hanya akan memimpin rapat ini untuk bidang saya saja,” ungkap Ben Yuza tegas. Meski begitu, tak berapa lama rapat pun mencair membahas beragam persoalan di cabang serta bidang lainnya.

 

Sebelumnya, Sekretaris Umum Panpel Zulhikmi Dt Rajo Suaro menyampaikan kepada Ketua SC Syaiful SH MHum bahwa Ketua Umum Asyirwan Yunus tidak bisa hadir sebab tengah menunaikan ibadah haji. Ketidakhadiran Ketua Umum juga dilengkapi dengan tidak hadirnya Wakil Ketua Umum Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, dengan alasan tengah sidang anggaran di DPRD Limapuluh Kota.

 

“Ketua Pelaksana, Sekda Yendri Thomas juga tengah ada rapat ke Padang,” tukas Zulhikmi menjelaskan kehadiran panitia pelaksana kepada Ketua SC.

 

Uraian Zulhikmi kemudian dibalas oleh Syaiful SH MHum yang mendapat amanat dari Ketua Umum KONI Sumbar Syahrial Bakhtiar tengah melaksanakan hearing dengan DPRD Sumbar tentang tambahan anggaran Rp1,5 miliar demi pelaksanaan Porprov XII Sumbar di Limapuluh Kota. Dikatakan oleh Syaiful, soal tanggung jawab selaku tim pengarah, KONI Sumbar tidak pernah menganggap ringan tugasnya, namun Panpel harus pula memporsikan posisi sebagai pelaksana kegiatan sepenuhnya.

 

Berbagai persoalan sementara diungkapkan oleh beberapa pengurus cabang olahraga, Yudi Tamrin dari PGSI (gulat), Balap Motor, pencak silat oleh Husin Daruhan serta beberapa pengurus lainnya. Persoalannya hampir serupa, menyentuh masalah peralatan dan kesiapan tempat.

 

“Meski masih ada waktu, namun 69 hari lagi sudah sangat kasip bagi sebuah persiapan matang. Untungnya, tuan rumah sudah berkomitmen sejak mula agar tidak membangun sarana olahraga apapun. Makanya, kita maksimalkan seluruh persiapan,” ujar Syaiful SH MHum.

 

Syaiful pun memuji dengan mengatakan bahwa pelaksanaan Porprov XII nanti akan menjadi multi iven terhebat sebab tidak menjadikan pembangunan sarana olahraga pun, hanya memakai sarana yang ada, bisa melaksanakan multi iven tingkat Sumbar. KONI Sumbar, ujar Syaiful siap memberikan bantuan kepada tuan rumah, siap meminjamkan peralatan yang ada, siap memfasilitasi panpel dan Pengcab cabor dengan Pengprov di Padang.

 

HARGA MATI

 

Pelaksanaan Porprov XII telah ditetapkan oleh seluruh KONI Kabupaten dan Kota dan Pengprov serta di SK kan Gubernur di 12 Desember 2012. Makanya, Syaiful yang membawakan pesan penting Gubernur Sumbar, bahwa waktu pelaksanaan dan tempat tidak akan diubah lagi.

 

“Ini komitmen seluruh masyarakat Sumatera Barat. Komitmen utama warga Limapuluh Kota sejak delapan tahun lalu di Porda Solok bahwa siap untuk menjadi tuan rumah pelaksaan Porprov XII ini. Makanya, berdasarkan komitmen dan tanda tangan di atas segel Bupati Alis Marajo di Desember 2010 lalu di Agam, menerima bendera pelaksanaan Porprov dari Gubernur, tentunya tidak perlu disangsikan dan diundur-undur lagi,” tegas Syaiful menjelaskan konsep pelaksanaan yang agak ambigu dari banyak peserta rapat.

 

Soal tanggung jawab, inilah yang kemudian disebutkan Syaiful SH MHum yang mengawal langsung preparasi kontingen Sumbar di PON XVIII di Riau lalu, bahwa Limapuluh Kota punya komitmen. Maka, seluruh lapisan masyarakatnya harus ikut andil dan berperan.

 

PAYAKUMBUH DIPAKAI

 

Pelaksanaan Porprov di Limapuluh Kota, termasuk juga memakai beberapa sarana dan prasarana yang ada di wilayah tetangga. Kota Payakumbuh yang memiliki banyak sarana olahraga, digunakan juga oleh tuan rumah untuk cabang; tenis lapangan, renang, judo, kempo, gulat, bulu tangkis dan balap motor. Sementara, Panpel masih mengkomunikasikan tentang akan dilaksanakannya beberapa cabang ini di Kota Payakumbuh.

 

“Kita belum pastikan. Namun segera akan disampaikan ke Payakumbuh,” ujar Zulhikmi kepada Syaiful melaporkan.

 

DODI SYAHPUTRA

Iklan

GUBERNUR: 12-12-12 TETAP!

SC DENGARKAN MATERI KESIAPAN LIMAPULUH KOTA

LIMAPULUH KOTA


Seluruh pengurus cabang olahraga yang melaksanakan pertandingan di Pekan Olahraga Provinsi Sumbar XII di Limapuluh Kota, pagi ini dikumpulkan di Aula Kantor Bupati. Bersama pengurus KONI Limapuluh Kota, Panitia Pelaksana Porprov XII, steering comitte KONI Sumbar yang dipimpin Ketua SC Porprov XII, Syaiful SH MHum akan mendengarkan serta membicarakan seluruh materi kesiapan.

“Ya, besok pagi (hari ini) akan digelar rapat bersama seluruh Panpel Porprov di Limapuluh Kota. SC akan datang memberikan pengarahan serta mendengarkan kesiapan Panpel,” ujar Ketua Bidang Media dan Promosi KONI Sumbar, Firdaus SSos kemarin dari Padang.

Firdaus yang juga GM Rakyat Sumbar, mengatakan bahwa pertemuan yang diadakan pagi ini juga membawa pesan dari Gubernur Sumbar tentang kepastian dan ketetapan hari pelaksanaan Porprov. Yakni, 12 Desember 2012. Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengatakan tak ada lagi aral melintang, semua skema persiapan serta kesiapan sudah seharusnya berjalan sesuai jadwal.

Persiapan secara umum telah optimal. Sekretaris Panpel Zulhikmi Datuak Rajo Suaro mengatakan bahwa secara keseluruhan persiapan tinggal menunggu beberapa item saja. Item tersebut antara lain, bantuan provinsi, daerah lain, serta kesiapan anggaran perubahan di 2012 ini.

“Jangan ada lagi ada kata-kata kami tidak siap. Tuan rumah sangat siap dan bersemangat. Tinggal lagi beberapa realisasi kami tunggu,” ujar lulusan Master Manajemen Pendidikan UNP ini.

Panpel terus mempersiapkan segala persiapan. Meski diakui kesibukan hampir seluruhnya terpusat di Kantor Disbudparpora, namun tak menghalangi koordinasi. Bupati Alis Marajo sendiri selaku penanggung jawab mengatakan fungsi dan tugas masing-masing Panpel kini bahkan telah difokuskan.

Bupati sendiri telah mengeluarkan SK khusus bagi Panpel bidang khusus yang masing-masingnya terus menggenjot persiapan tugas dan peran. Bahkan, tak tanggung-tanggung Bidang Pameran, Bazaar dan Pagelaran, misalnya tengah mengontak manajemen Ungu Band dan OVJ untuk tampil di pembukaan dan penutupan Porprov XII yang dipusatkan di GOR Sarilamak.

Alhasil, kesiapan panpel dikatakan kini luar biasa. Di luar kebiasaan daerah yang hanya mempersiapkan iven apa adanya. Limapuluh Kota bahkan bersiap untuk menyambut tetamu olahraga dengan berbagai bentuk kesenian setiap malamnya, souvenir beragam jenisnya dan layanan tuan rumah yang ramah tamu.

Harau, Taeh Bukik, sampai ke Batang Maek di Pangkalan, Koto Tinggi dengan Jesigo atau jeruk manis gunuang omehnya, sampai ke Halaban di Kaki Gunuang Sago. Sedia menanti tetamu dari 18 kabupaten dan kota di Sumbar.

30 Cabang

30 cabang olahraga siap digeber Panpel Porprov di Limapuluh Kota. GOR Singa Harau sudah sangat berstandar baik bagi kegiatan Porprov. Hampir dikatakan Harau yang menjadi sentra kegiatan pun makin merona.

Porprov dipercaya mampu mengangkat harkat dan ekonomi warga Limapuluh Kota. Saat ini beragam bentuk souvenir dan oleh-oleh serta buah tangan terus dikebut dan dikejarkan oleh banyak usaha masyarakat. Ketika saatnya, Porprov digelar 60 hari lagi, aklan bertebaran banyak hasil usaha ekonomi masyarakat Limapuluh Kota itu.

Kabid Pariwisata Ali Hasan sendiri mengatakan bahwa daerahnya telah mempresentasikan kegiatan ini ke seluruh jajaran pemandu wisata, masyarakat serta aparatur. Keramahan Limapuluh Kota akan tampak di Porprov nanti. Lebih dekat, lebih jelas.

Bicara pemondokan atlet, standar daerah dengan sekolah dan MCK yang memadai terus dikebut Kadinas Pendidikan Desri bersama stafnya. Sekolah-sekolah yang digunakan merupakan sekolah terbaik dengan fasilitas terbaik dan mampu menampung para atlet dengan fasilitas yang sesuai.

Limapuluh Kota, kabupaten yang telah berusi 171 tahun. Menuju usia 172 tahun ini, akan menjadikan rekor tersendiri. Kabupaten tua selaku pelaksana Porprov pertama di Sumbar. Inilah pertaruhan Bupati Alis Marajo dengan masyarakat Limapuluh Kota sebenarnya.


DODI SYAHPUTRA

DUET HUMAS, SUKSESKAN PELANTIKAN WALIKOTA

PAYAKUMBUH


Minggu, 23 September menjadi hari bersejarah bagi Kota Payakumbuh. Pemimpin baru hadir di kota batiah ini. Pasangan Riza Falepi – Suwandel Mukhtar duduk di kursi Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh.

Bukan apa-apa, seremoni pelantikan sudah disusun rapi. Hebatnya, justru tetamu yang membludak datang. Ruang GOR M Yamin di Kubu Gadang Payakumbuh yang sedianya bisa menampung lebih dari 2.000 orang itu hampir tak bisa menampung yang datang menghadiri.

Duet Kabag Humas Setdako Payakumbuh Jhon Kennedy, SSos dan Kabag Humas Sekretariat DPRD Payakumbuh Bakhtaruddin, SSos terlihat sibuk mendandani dan mengatur proses pelantikan jauh-jauh hari sebelumnya. Dua kabag humas ini bahkan bisa dikatakan sibuk siang dan malam mengatur, mamastikan dan menjadi sentra komunikasi antar tetamu dan kepanitiaan.

Maka bergemalah dan berdentang suara Gubernur Irwan Prayitno melantik Walikota Riza Falepi dan Wakil Walikota Suwandel Mukhtar. Sidang Paripurna Terbuka DPRD Payakumbuh yang dilangsungkan di GOR M Yamin itu bahkan ramai sampai ke luar gedung. Banyak tamu dan undangan juga mengambil posisi di samping gedung di bawah tenda sejuk. Layar televisi besar sudah disediakan oleh duo kabag humas di sana.

Sementara, ada lagi berpuluh pejabat, tokoh dan wartawan yang dengan senang hati berdiri menyaksikan pelantikan di luar pintu masuk. Ada yang datang kasip waktu, ada lagi yang memilih duduk di luar sebab nyaman berbincang dengan rekan-rekannya. Hampir seluruh tetamu merasa puas dengan kegiatan pelantikan ini. Meski ada ganjalan satu dua sisi, biasalah dalam sebuah helat.

JEMBATAN HATI

“Humas jembatan hati bagi semua pihak. Jembatan hati pemerintah dan rakyatnya. Fungsi humas atau hubungan masyarakat di pemerintahan selalu menjadi sektor terpenting. Di pelantikan ini, terbukti humas tidak hanya memfasilitasi media namun juga menjadikan komunikasi publik berujung sukses pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh ini,” ujar Jhon Kennedy dan Bakhtaruddin usai pelantikan berlangsung.

Kedua alumni Stisipol Pancasila Bukittinggi ini dikenal bekerja dengan sungguh-sungguh dan rapi. Menjadi bidan yang membantu persalinan beragam sukses kegiatan menjadikan keduanya terbiasa bekerja dengan baik. Tak ada kata menyerah sebelum seluruh persiapan dan isu tertata dengan baik. Semuanya demi kejayaan Kota Payakumbuh.

Ditanya tentang kiat sukses pelantikan Walikota dan Wakil Walikota ini, dijawab keduanya, bahwa tim Humas telah lebih dahulu belajar dari pelantikan 2007 lalu. Ditambah dengan berkonsultasi sejak 3 bulan lalu ke DPRD dan bagian Tata pemerintahan di Kabupaten Limapuluh Kota. Wilayah tetangga ini pun telah sukses menyelenggarakan kegiatan serupa 11 November 2010 lalu. Tak lupa, secara intensif keduanya berkonsultasi dengan Bagian Protokol Pemprov Sumbar.

“Ini hasil belajar. Aplikasinya di Payakumbuh. Jika masih ada yang kurang, tidak ada maksud kami, seluruh panitia dan humas protokol untuk mensengaja. Insya Allah, kerja ini berlangsung lancar dan diberkahiNya,” aku Jhon Kennedy dan Bakhtaruddin, kedua Kabag Humas Pemko dan DPRD setakat.

DODI SYAHPUTRA

Pemondokan Terus Disiapkan

Jelang Porprov Sumbar XII di Limapuluh Kota

 

LIMAPULUH KOTA

 
 

Desri yang menjadi Bidang Akomodasi dan Pemondokan mengatakan bahwa maksimalisasi pemondokan kontingen dengan memaksimalisasi sekolah-sekolah yang ada. Utamanya sanitasi dan MCK terus diperbanyak dasn diperbaiki. Umumnya, ungkap Desri yang Kadinas Pendidikan Limapuluh Kota, sekolah-sekolah yang dialternatif untuk pemondokan atlet, kontingen sudah layak.

 
 

“Tentu ada perbaikan-perbaikan kita lakukan. Pembangunan beberapa MCK yang sesuai untuk kontingen dengan jumlah banyak pun terus kita buru,” terang Desri di Kantor Disdik di Tanjung Pati, Selasa (25/9) kemarin.

 
 

Alhasil, berdasarkan data yang ada, seluruh sekolah selaku pemondokan dengan sistem susun meja ini telah laik untuk dihuni kontingen. Namun, urusan ‘belakang’ alias MCK akan dikejar terus agar benar-benar memadai dan tidak menjadi keluhan nantinya.

 
 

Porprov XII ditetapkan tetap berlangsung pada jadwal yang disepakati. Seluruh bidang yang ada terus bersiap. Urusan anggaran yang masih belum ada kepastian dari provinsi, ada atau tidaknya termasuk dari kabupaten dan kota lain, akan diurus secepatnya oleh Sekretaris Daerah Yendri Thomas yang juga Bendahara Panpel.

 
 

Yendri Thomas sendiri berkali-kali dihubungi selalu mengelak memberikan jawaban atas persoalan anggaran tersebut. Sementara, di Limapuluh Kota anggaran perubahan tengah diusulkan. Mengenai hal ini, setiap dihubungi, Sekda mengelak dan mengatakan sedang sakit kepala.

KEPALA SMP 1 SULIKI AKHIRNYA DIGANTI

KADINAS: KEPALA SEKOLAH SUDAH DIINGATKAN


LIMAPULUH KOTA

 

Kepala SMPN 1 Suliki Zurniati akhirnya diganti. Setelah polemik 3 bulan dengan Komite Sekolah dan masyarakat, Bupati Alis Marajo akhirnya mengganti tempat kepala sekolah yang bersangkutan dengan Kepala SMPN 2 Mungka. Pelantikan dilakukan di SMPN 1 Suliki, Selasa (25/9) kemarin oleh Kadinas Pendidikan Limapuluh Kota Desri.

 

Kepada Rakyat Sumbar, Desri di Kantor Disdik di Tanjung Pati mengatakan bahwa ia selalu sejak 7 bulan lalu dilantik menjadi Kadinas mewanti-wanti para kepala sekolah agar menjaga keharmonisan dengan komite sekolah dan masyarakat setempat. Namun, berbagai persoalan yang mengakibatkan masyarakat menuntut Zurniati hengkang dari Suliki akhirnya dipenuhi bupati.

 

Pengganti Zurniati, Heri Prakoso adalah mantan Kepala SMPN 2 Mungka. Pengganti Zurniati ini diminta oleh Desri agar benar-benar menjalin sikap dan kerjasama yang baik dengan masyarakat di Suliki.

 

GURU SD 300

 

Disamping itu, ternyata pendidikan di Limapuluh Kota kini sangat membutuhkan tambahan tenaga guru. 300-an guru, terdiri dari 246 orang guru baru ditambah pengganti 50 guru yang akan pensiun dalam waktu dekat menyelimuti kabut pendidikan Sekolah Dasar di Limapuluh Kota.

 

“Bayangkan, untuk kecamatan Harau saja yang menjadi induk pemerintahan akan pensiun guru SD 30 orang lagi. Ini butuh tenaga guru yang menggantikannya,” ujar Desri.

 

Sedangkan penerimaan PNS untuk guru SD sedang diusulkan di 2013. Kadinas Pendidikan Desri mengatakan kualitas guru akan sangat dibutuhkan yang memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan.

 

Desri yang memiliki kiat bekerja ikhlas dan tanpa pamrih ini setiap pagi menyempatkan diri berkeliling ke sekolah-sekolah. Ia catat semua kesalahan dan kekurangan yang terjadi. Selanjutnya, catatan evaluasi ini menjadi pekerjaan Desri setiap hari untuk dicarikan solusi.

 

DODI SYAHPUTRA

Bidang Pameran Paling Siap

Jelang Porprov Sumbar XII di Limapuluh Kota


Limapuluh Kota

 

“Kami sangat siap. Dalam perencanaan, kami telah siapkan tenda rouder untuk 60 stand ber AC di GOR Singa Harau, di arena pembukaan dan penutupan. Legkap di luar itu areal bazaar di setiap venues pertandingan. Penampilan artis Jakarta dan persiapan pentas tempat pagelaran!”

 

Tegas hal ini disampaikan oleh Bidang Pameran, Bazaar dan Pagelaran Ali Hasan saat berkunjung ke Balai Wartawan Luak Limopuluah. Ali Hasan yang Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Limapuluh Kota yang kini menjadi leading sector pelaksanaan Porprov XII sengaja datang berkunjung ke Balai Wartawan menjambangi kantor tempat wartawan media di Limapuluh Kota ini berkumpul.

 

“Saya yakin, Balai Wartawan mampu menjadi mediator kesuksesan Limapuluh Kota. Selaku jurnalis, saya yakin rekan-rekan memiliki insting mendukung sukses daerah,” ujar Ali Hasan yang pernah bertugas di Humas Pemkab ini.

 

Di Pameran, dikatakan Ali Hasan, kepada koordinator Balai Wartawan Doddy Sastra seluruh pameran akan melibatkan banyak instansi pemerintah dan swasta. Ribuan orang akan menyaksikan pameran ini. Sumbar dan luar Sumbar. Alek Porprov dipercaya menjadi magnet datangnya para pelancong dari dalam dan luar daerah.

 

“Kita percaya bahkan sampai pelancong luar negeri pun menyaksikan alek daerah ini. Kami siapkan beragam kegiatan, di pameran ini,” ujar Ali Hasan dengan optimis.

 

Bazaar, jelas pasti ada. Stand dan tenda akan meramaikan banyak aksesoris dan pedagang souvenir terkait. Ini akan menjadi income daerah. Masyarakat diminta kreatif untuk menciptakan souvenir dan oleh-oleh yang akan dijual bagi pengunjung dan kontingen daerah.

 

Menyoal tentang pagelaran. Nah, ini khusus akan mendatangkan artis Jakarta, rencananya mengundang Opera Van Java alias Sule dan kawan-kawan. Ditambah artis penyanyi ibukota, Ungu.

 

“Kita sedang menghubungi manajemen artis tersebut. Jika memang sesuai dengan anggaran biaya serta sponsor kita akan menghibur masyarakat Sumatera Barat dengan datangnya artis-artis tersebut,” tukas Ali Hasan optimis.

 

Sementara itu, Koordinator Balai Wartawan, Doddy Sastra menyatakan wartawan dan media bersatu hati mendukung sukses Porprov XII di Limapuluh Kota. Untuk itu, kita sediakan ruang dan Balai Wartawan ini bagi aktifitas wartawan di Limapuluh Kota terkait Porprov.

 

DODI SYAHPUTRA

MOJOKERTO BELAJAR INKLUSIF

EDVIANUS: PAYAKUMBUH TERAPKAN DENGAN SISTEM


PAYAKUMBUH

 

Keistimewaan pendidikan di Kota Payakumbuh menjadi perhatian banyak pihak. Makanya, DPRD Kota Mojokerto datang ke Kota Batiah melakukan kunjungan kerja ingin tahu betul tentang penyelenggaraan pendidikan yang bermutu bagi semua anak berkebutuhan khusus (inklusif). Kadinas Pendidikan Edvianus secara gamblang mengatakan bahwa Payakumbuh di bidang pendidikan memvisikan terwujudnya insan kota Payakumbuh yang cerdas, kompetitif dan tangguh, serta mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

 

“Kami ingin sekali menjadikan kota kami juga bervisi pendidikan inklusif ini. Namun, tentu harus ada perbandingan dari kota lain yang telah menerapkannya. Payakumbuh kami kenal selaku kota yang berhasil menerapkan konsep pendidikan ini,” ujar Wakil Ketua DPRD Mojokerto Yunus Suprayitno sekaligus memimpin 14 orang rombongannya, Selasa (25/9) kemarin.

 

Pimpinan DPRD Payakumbuh, Ketua Wilman Singkuan Datuak Parpatiah, Wakil Ketua H Sudirman Rusma dan H Suhaimi Birran ikut dalam diskusi bersama Kadinas Pendidikan Payakumbuh dan DPRD Mojokerto di ruang sidang. 10 pointer pertanyaan sebelumnya sudah dikirimkan ke Payakumbuh. Namun, pertanyaan itu ternyata tak cukup mengenyangkan rasa ingin tahu tamu Mojokerto. Edvianus dicecar dengan beragam pertanyaan lainnya.

 

“Mengupayakan pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat kota Payakumbuh. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak secara utuh sejak usia dini dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral,” ungkap Edvianus menceritakan tentang misi pendidikan inklusif ini.

 

Ditambahkan Edvianus dalam paparan tersebut, bahwa misi lainnya, meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pemberdayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap dan nilai, berdasarkan standar kota, propinsi, nasional, dan global. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks negara kesatuan Republik Indonesia.

 

Menjawab pertanyaan Mojokerto, jumlah sekolah yang ada di kota Payakumbuh, yaitu TK/RA 42 sekolah, Sekolah Dasar/MI 76 sekolah, SMP/MTs 15 sekolah, SMA/MA 14 sekolah, SMK 9 sekolah, siswa yang berusia 7 – 12 tahun sebanyak 17.228 orang.

        

Kebijakan khusus kebijakan Kepala Dinas Pendididkan Kota Payakumbuh dalam pengembangan layanan pendidikan inklusif di sekolah dengan menetapkan 33 sekolah penyelenggara melalui SK penetapan. Lalu, menugaskan 35 Guru Pembimbing Khusus di sekolah penyelenggara melalui SK penugasan.

“Setelah itu, secara kebijakan juga dibentuk Kelompok Kerja Guru Pembimbing Khusus (KK-GPK) Kota Payakumbuh, setelah itu membentuk kelompok kerja Pengembangan Pendidikan Inklusif Tingkat Kota Payakumbuh, yang pengurus dan anggotanya berasal dari unsur: Kepala Bidang, Kasi kurikulum, Dewan Pendidikan, Pemerhati Pendidikan (masyarakat), Kepala Sekolah, dan Guru,” ujar Edvianus.

 

Selanjutnya, pendidikan inklusif di Payakumbuh dilanjutkan dengan sistemasi memberikan dukungan kepada Center seperti; mengusahakan lokasi pengembangan Center, menunjuk Center sebagai pusat sumber pengembangan pendidikan inklusi, mendorong sekolah untuk memanfaatkan sarana yang ada digunakan oleh sekolah-sekolah lain.

 

DPRD Mojokerto mengajukan banyak pertanyaan tentang pendidikan bagi anak kebutuhan khusus ini. Khusus data anak kebutuhan khusus; tunanetra 49 orang, tunarungu 101 orang, tunagrahita 135 orang, tuna daksa 11 orang, tuna laras 11 orang, autis 68 orang, lambat belajar 156 orang, kesulitan belajar 117 orang, cerdas istimewa 82 orang, jadi total anak kebutuhan khusus yang di Payakumbuh 728 orang.

 

Anak kebutuhan khusus belajar di SLB sebanyak 327 orang siswa dan berada di sekolah Inklusi sebanyak 401 orang. Rombongan Mojokerto terlihat puas dengan penjelasan Edvianus.

 

DODI SYAHPUTRA