Pemondokan Terus Disiapkan

Jelang Porprov Sumbar XII di Limapuluh Kota

 

LIMAPULUH KOTA

 
 

Desri yang menjadi Bidang Akomodasi dan Pemondokan mengatakan bahwa maksimalisasi pemondokan kontingen dengan memaksimalisasi sekolah-sekolah yang ada. Utamanya sanitasi dan MCK terus diperbanyak dasn diperbaiki. Umumnya, ungkap Desri yang Kadinas Pendidikan Limapuluh Kota, sekolah-sekolah yang dialternatif untuk pemondokan atlet, kontingen sudah layak.

 
 

“Tentu ada perbaikan-perbaikan kita lakukan. Pembangunan beberapa MCK yang sesuai untuk kontingen dengan jumlah banyak pun terus kita buru,” terang Desri di Kantor Disdik di Tanjung Pati, Selasa (25/9) kemarin.

 
 

Alhasil, berdasarkan data yang ada, seluruh sekolah selaku pemondokan dengan sistem susun meja ini telah laik untuk dihuni kontingen. Namun, urusan ‘belakang’ alias MCK akan dikejar terus agar benar-benar memadai dan tidak menjadi keluhan nantinya.

 
 

Porprov XII ditetapkan tetap berlangsung pada jadwal yang disepakati. Seluruh bidang yang ada terus bersiap. Urusan anggaran yang masih belum ada kepastian dari provinsi, ada atau tidaknya termasuk dari kabupaten dan kota lain, akan diurus secepatnya oleh Sekretaris Daerah Yendri Thomas yang juga Bendahara Panpel.

 
 

Yendri Thomas sendiri berkali-kali dihubungi selalu mengelak memberikan jawaban atas persoalan anggaran tersebut. Sementara, di Limapuluh Kota anggaran perubahan tengah diusulkan. Mengenai hal ini, setiap dihubungi, Sekda mengelak dan mengatakan sedang sakit kepala.

KEPALA SMP 1 SULIKI AKHIRNYA DIGANTI

KADINAS: KEPALA SEKOLAH SUDAH DIINGATKAN


LIMAPULUH KOTA

 

Kepala SMPN 1 Suliki Zurniati akhirnya diganti. Setelah polemik 3 bulan dengan Komite Sekolah dan masyarakat, Bupati Alis Marajo akhirnya mengganti tempat kepala sekolah yang bersangkutan dengan Kepala SMPN 2 Mungka. Pelantikan dilakukan di SMPN 1 Suliki, Selasa (25/9) kemarin oleh Kadinas Pendidikan Limapuluh Kota Desri.

 

Kepada Rakyat Sumbar, Desri di Kantor Disdik di Tanjung Pati mengatakan bahwa ia selalu sejak 7 bulan lalu dilantik menjadi Kadinas mewanti-wanti para kepala sekolah agar menjaga keharmonisan dengan komite sekolah dan masyarakat setempat. Namun, berbagai persoalan yang mengakibatkan masyarakat menuntut Zurniati hengkang dari Suliki akhirnya dipenuhi bupati.

 

Pengganti Zurniati, Heri Prakoso adalah mantan Kepala SMPN 2 Mungka. Pengganti Zurniati ini diminta oleh Desri agar benar-benar menjalin sikap dan kerjasama yang baik dengan masyarakat di Suliki.

 

GURU SD 300

 

Disamping itu, ternyata pendidikan di Limapuluh Kota kini sangat membutuhkan tambahan tenaga guru. 300-an guru, terdiri dari 246 orang guru baru ditambah pengganti 50 guru yang akan pensiun dalam waktu dekat menyelimuti kabut pendidikan Sekolah Dasar di Limapuluh Kota.

 

“Bayangkan, untuk kecamatan Harau saja yang menjadi induk pemerintahan akan pensiun guru SD 30 orang lagi. Ini butuh tenaga guru yang menggantikannya,” ujar Desri.

 

Sedangkan penerimaan PNS untuk guru SD sedang diusulkan di 2013. Kadinas Pendidikan Desri mengatakan kualitas guru akan sangat dibutuhkan yang memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan.

 

Desri yang memiliki kiat bekerja ikhlas dan tanpa pamrih ini setiap pagi menyempatkan diri berkeliling ke sekolah-sekolah. Ia catat semua kesalahan dan kekurangan yang terjadi. Selanjutnya, catatan evaluasi ini menjadi pekerjaan Desri setiap hari untuk dicarikan solusi.

 

DODI SYAHPUTRA

Bidang Pameran Paling Siap

Jelang Porprov Sumbar XII di Limapuluh Kota


Limapuluh Kota

 

“Kami sangat siap. Dalam perencanaan, kami telah siapkan tenda rouder untuk 60 stand ber AC di GOR Singa Harau, di arena pembukaan dan penutupan. Legkap di luar itu areal bazaar di setiap venues pertandingan. Penampilan artis Jakarta dan persiapan pentas tempat pagelaran!”

 

Tegas hal ini disampaikan oleh Bidang Pameran, Bazaar dan Pagelaran Ali Hasan saat berkunjung ke Balai Wartawan Luak Limopuluah. Ali Hasan yang Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Limapuluh Kota yang kini menjadi leading sector pelaksanaan Porprov XII sengaja datang berkunjung ke Balai Wartawan menjambangi kantor tempat wartawan media di Limapuluh Kota ini berkumpul.

 

“Saya yakin, Balai Wartawan mampu menjadi mediator kesuksesan Limapuluh Kota. Selaku jurnalis, saya yakin rekan-rekan memiliki insting mendukung sukses daerah,” ujar Ali Hasan yang pernah bertugas di Humas Pemkab ini.

 

Di Pameran, dikatakan Ali Hasan, kepada koordinator Balai Wartawan Doddy Sastra seluruh pameran akan melibatkan banyak instansi pemerintah dan swasta. Ribuan orang akan menyaksikan pameran ini. Sumbar dan luar Sumbar. Alek Porprov dipercaya menjadi magnet datangnya para pelancong dari dalam dan luar daerah.

 

“Kita percaya bahkan sampai pelancong luar negeri pun menyaksikan alek daerah ini. Kami siapkan beragam kegiatan, di pameran ini,” ujar Ali Hasan dengan optimis.

 

Bazaar, jelas pasti ada. Stand dan tenda akan meramaikan banyak aksesoris dan pedagang souvenir terkait. Ini akan menjadi income daerah. Masyarakat diminta kreatif untuk menciptakan souvenir dan oleh-oleh yang akan dijual bagi pengunjung dan kontingen daerah.

 

Menyoal tentang pagelaran. Nah, ini khusus akan mendatangkan artis Jakarta, rencananya mengundang Opera Van Java alias Sule dan kawan-kawan. Ditambah artis penyanyi ibukota, Ungu.

 

“Kita sedang menghubungi manajemen artis tersebut. Jika memang sesuai dengan anggaran biaya serta sponsor kita akan menghibur masyarakat Sumatera Barat dengan datangnya artis-artis tersebut,” tukas Ali Hasan optimis.

 

Sementara itu, Koordinator Balai Wartawan, Doddy Sastra menyatakan wartawan dan media bersatu hati mendukung sukses Porprov XII di Limapuluh Kota. Untuk itu, kita sediakan ruang dan Balai Wartawan ini bagi aktifitas wartawan di Limapuluh Kota terkait Porprov.

 

DODI SYAHPUTRA

MOJOKERTO BELAJAR INKLUSIF

EDVIANUS: PAYAKUMBUH TERAPKAN DENGAN SISTEM


PAYAKUMBUH

 

Keistimewaan pendidikan di Kota Payakumbuh menjadi perhatian banyak pihak. Makanya, DPRD Kota Mojokerto datang ke Kota Batiah melakukan kunjungan kerja ingin tahu betul tentang penyelenggaraan pendidikan yang bermutu bagi semua anak berkebutuhan khusus (inklusif). Kadinas Pendidikan Edvianus secara gamblang mengatakan bahwa Payakumbuh di bidang pendidikan memvisikan terwujudnya insan kota Payakumbuh yang cerdas, kompetitif dan tangguh, serta mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

 

“Kami ingin sekali menjadikan kota kami juga bervisi pendidikan inklusif ini. Namun, tentu harus ada perbandingan dari kota lain yang telah menerapkannya. Payakumbuh kami kenal selaku kota yang berhasil menerapkan konsep pendidikan ini,” ujar Wakil Ketua DPRD Mojokerto Yunus Suprayitno sekaligus memimpin 14 orang rombongannya, Selasa (25/9) kemarin.

 

Pimpinan DPRD Payakumbuh, Ketua Wilman Singkuan Datuak Parpatiah, Wakil Ketua H Sudirman Rusma dan H Suhaimi Birran ikut dalam diskusi bersama Kadinas Pendidikan Payakumbuh dan DPRD Mojokerto di ruang sidang. 10 pointer pertanyaan sebelumnya sudah dikirimkan ke Payakumbuh. Namun, pertanyaan itu ternyata tak cukup mengenyangkan rasa ingin tahu tamu Mojokerto. Edvianus dicecar dengan beragam pertanyaan lainnya.

 

“Mengupayakan pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat kota Payakumbuh. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak secara utuh sejak usia dini dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral,” ungkap Edvianus menceritakan tentang misi pendidikan inklusif ini.

 

Ditambahkan Edvianus dalam paparan tersebut, bahwa misi lainnya, meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pemberdayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap dan nilai, berdasarkan standar kota, propinsi, nasional, dan global. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks negara kesatuan Republik Indonesia.

 

Menjawab pertanyaan Mojokerto, jumlah sekolah yang ada di kota Payakumbuh, yaitu TK/RA 42 sekolah, Sekolah Dasar/MI 76 sekolah, SMP/MTs 15 sekolah, SMA/MA 14 sekolah, SMK 9 sekolah, siswa yang berusia 7 – 12 tahun sebanyak 17.228 orang.

        

Kebijakan khusus kebijakan Kepala Dinas Pendididkan Kota Payakumbuh dalam pengembangan layanan pendidikan inklusif di sekolah dengan menetapkan 33 sekolah penyelenggara melalui SK penetapan. Lalu, menugaskan 35 Guru Pembimbing Khusus di sekolah penyelenggara melalui SK penugasan.

“Setelah itu, secara kebijakan juga dibentuk Kelompok Kerja Guru Pembimbing Khusus (KK-GPK) Kota Payakumbuh, setelah itu membentuk kelompok kerja Pengembangan Pendidikan Inklusif Tingkat Kota Payakumbuh, yang pengurus dan anggotanya berasal dari unsur: Kepala Bidang, Kasi kurikulum, Dewan Pendidikan, Pemerhati Pendidikan (masyarakat), Kepala Sekolah, dan Guru,” ujar Edvianus.

 

Selanjutnya, pendidikan inklusif di Payakumbuh dilanjutkan dengan sistemasi memberikan dukungan kepada Center seperti; mengusahakan lokasi pengembangan Center, menunjuk Center sebagai pusat sumber pengembangan pendidikan inklusi, mendorong sekolah untuk memanfaatkan sarana yang ada digunakan oleh sekolah-sekolah lain.

 

DPRD Mojokerto mengajukan banyak pertanyaan tentang pendidikan bagi anak kebutuhan khusus ini. Khusus data anak kebutuhan khusus; tunanetra 49 orang, tunarungu 101 orang, tunagrahita 135 orang, tuna daksa 11 orang, tuna laras 11 orang, autis 68 orang, lambat belajar 156 orang, kesulitan belajar 117 orang, cerdas istimewa 82 orang, jadi total anak kebutuhan khusus yang di Payakumbuh 728 orang.

 

Anak kebutuhan khusus belajar di SLB sebanyak 327 orang siswa dan berada di sekolah Inklusi sebanyak 401 orang. Rombongan Mojokerto terlihat puas dengan penjelasan Edvianus.

 

DODI SYAHPUTRA

JEMBATAN DIRESMIKAN, GUBERNUR TAK KOORDINASI

 

PANGKALAN

 

Pasar dan Jembatan di Mangilang, Kecematan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota diresmikan Gubernur Irwan Prayitno. Namun, aneh, peresmian pasar dan jembatan di Limapuluh Kota ini sama sekali tidak memberi tahu ke Bupati setempat. Makanya, saat diresmikan Minggu lalu, Bupati Alis Marajo yang tak diberitahu tidak hadir.

 

“Jadi jangan salah anggapan. Protokoler Gubernur tidak pernah memberitahukan kami persoalan akan datang ke daerah kami, meresmikan pasar dan jembatan, juga di daerah kami. Bupati bukan tidak mau hadir, tetapi tidak diberi tahu,” ujar juru bicara Limapuluh Kota M Siebert, setelah bisa dikonfirmasi usai kunjungan lapangan bersama Bupati ke Galugua Kapur IX.

 

Tahunya, tentang peresmian ini, justru dari sebuah ucapan terima kasih CV Pati Sarana Sumatera Barat atas nama Direktur Iswandi Bakir kepada Gubernur Sumbar, Kadinas Prasjal Tarkim dan Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi PKS Muslim Yatim yang telah meresmikan penggunaan pasar dan jembatan ini.

 

Warga Mangilang sendiri, yang enggan disebut namanya menginformasikan bahwa peresmian ini aneh. Lengang-lengang saja. Tak banyak pejabat yang datang. Padahal yang diresmikan pasar dan jembatan yang biayanya bermilyar.

 

Namun, panitia lokal juga tidak memberitahu ke Bupati. Sebuah keniscayaan situasi protokoler yang dilanggar habis-habisan.

 

“Kalau memang mau diresmikan, di daerah kita, Bupati jika pun bentrok agendanya, akan mengutus pejabat lainnya. Sehingga, kita pemerintah ini tetap bermartabat. Itulah fungsi protokoler yang sebenarnya,” ujar M Siebert yang Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Limapuluh Kota menegaskan.

 

DODI SYAHPUTRA

WALIKOTA BERKEMEJA, WAWAKO BERBAJU HANSIP

KOORDINASI PEJABAT, MASYARAKAT BERSUARA

 

PAYAKUMBUH

 

Sedari pagi, Senin (24/9) aktifitas di Balaikota Payakumbuh berjalan luar biasa. Walikota baru sudah berkantor. Apel pagi dipimpin Sekda Irwandi dihadiri seluruh pegawai. Luar biasa.

 

Selanjutnya, usai apel pagi, Walikota Riza Falepi dan Wakil Walikota Suwandel Mukhtar mengumpulkan seluruh pejabat pemerintah di Payakumbuh. Ruang Sidang Lantai 3 penuh sesak. Semuanya, hampir tak ada yang alpa. Gerah tak kuasa pendingin ruangan mendinginkan suasana pertemuan yang hangat itu.

 

Riza Falepi yang berpakaian kemeja lengan panjang dan Suwandel Mukhtar berpakaian dinas pertahanan sipil, duduk di depan. Keduanya berpesan agar para pejabat jangan ada yang gelisah. Segala isu-isu tentang jabatan dan reposisi pejabat tidak benar.

 

“Jangan ada yang gelisah berlebihan. Tetap bekerja seperti biasa,” ujar Riza Falepi.

 

Masyarakat Bersuara

 

Masyarakat Payakumbuh ikut bersuara. Ketika dimintai pendapatnya, masyarakat meminta agar Walikota baru ini segera membangun kebangkitan ekonomi warga. Hendra de Hawary, salah seorang warga mengatakan agar Walikota segera membenahi ekonomi menengah ke bawah.

 

” Tingkatkan perkembangan ekonomi menengah ke bawah,” ujarnya di grup Payakumbuh via facebook kepada Rakyat Sumbar.

 

Budi Kurnia punya komentar lain. Dikatakannya agar Riza Falepi-Suwandel Mukhtar segera memperhatikan pembinaan sepakbola di Payakumbuh. “Semoga sebelum jabatan Walikota berakhir, Persepak bisa berlaga di kasta tertinggi sepakbola nasional menemani Semen Padang. Payakumbuh bisa, kenapa tidak?” ujar Budi Kurnia yang terkenal sangat peduli dengan prestasi sepakbola ini.


Budi Kurnia menyatakan nama-nama Hendra M, Afdal Yusra, Nil Maizar, Delfi Adri, Masferi Kasim, Budi Kurnia dan lain-lain sudah menasional memperkuat tim-tim nasional. Rory Aldihuta juga berkomentar sama mendukung semangat Budi Kurnia. Lapangan Poliko baru harus segera hadir, menjadi kebanggaan Payakumbuh.

 

Lain lagi komentar warga di forum masyarakat Peduli Payakumbuh. Oleh Suryani Benny Zain disebutkan agar pedagang kaki lima yang sudah sangat susah mencari untung, jangan lagi diberatkan dengan pungutan. Banyak sekali macam pungutan dan karcis retribusi yang harus dibayar setiap hari jualan.

 

Khusus menyambung aspirasi ini, disampaikannya bahwa harga minyak tanah di Payakumbuh sudah kelewat batas kewajaran. Soal berapa harganya, Suryani meminta Walikota turun langsung ke lapangan melihat kondisinya.

 

Sementara itu, Equator Luak 50 disuarai oleh ‘Buya’ Ferizal Ridwan agar Walikota menyegerakan dilakukannya reformasi birokrasi. Disambung oleh Sondri BS di Masyarakat Peduli Kota di Indonesia, mengatakan bahwa Walikota Payakumbuh harus segera menciptakan trademark Payakumbuh, dengan kekhasannya dan budayanya.

 

“Segera bangun satu tempat sewujud museum atau perpustakaan kota. Sehingga Payakumbuh berciri khas dan berwarna kota yang khas,” ungkap Sondri yang aktif di berbagai organisasi ini.

 

DODI SYAHPUTRA

BERBUNGKUS KUNKER, HADIRI PELANTIKAN RIZA FALEPI

40 ROMBONGAN DPD RI DATANG


PAYAKUMBUH

 

Sebanyak 40 orang rombongan DPD RI yang tercatat dalam akad perjalanan dinasnya, terdiri dari 33 anggota DPD dari Komite II melakukan kunjungan kerja ke Sumbar dalam urusan Pengawasan UU No. 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. 7 orang lagi adalah Sekretariat Komite II yang mendampingi anggota senat ini.

 

Dipimpin Bambang Susilo dengan Pimpinan Rombongan Riza Falepi, Sabtu (22/9) lalu disambut khusus menggunakan ruang sidang DPRD Payakumbuh yang megah. Di depan, selain Bambang Susilo, ditengahkan Walikota Payakumbuh Josrizal Zain. Sabtu lalu, meski SK Mendagri telah resmi Riza Falepi selaku Walikota, namun DPD RI masih menganggap Josrizal, walikota.

 

Selebihnya, hampir seluruh pejabat Kota payakumbuh hadir di ruangan sidang. 12 anggota DPD disebutkan hadir di ruangan saat itu. Selebihnya, entah kemana. Meski mengunjungi Kota Payakumbuh dalam urusan berbungkus kelistrikan, tetapi rombongan menginap di Kota Bukittinggi.

 

Ketua Komite II melalui Sekretariat Erwinsyah menjawab bahwa alokasi waktu kunjungan kerja ini sudah disiapkan sejak lama dalam paripurna. “Sumbar dipilih sebab sebagai daerah tujuan kunker sebab menjadi tiga provinsi terbaik untuk pengelolaan kelistrikan,” ujar Bambang Susilo.

Ditanyakan, kenapa harus Payakumbuh, apa prestasi ketenagalistrikan ada di daerah ini? Komite II tidak menjawab. Hanya, disebutkan Sekretariat bahwa jawaban di atas atas petunjuk Bambang Susilo selaku Ketua Komite II.

 

Dalam tanya jawab yang dikembangkan di temu DPD RI di DPRD Payakumbuh ini bisa dikatakan dikuasai oleh para kepala dan pimpinan SKPD. Pertanyaan dan simpulan yang disampaikan hampir dipastikan tidak dari masyarakat langsung.

 

Esoknya, hari kemarin, para anggota DPD RI terlihat berprotokoler rapi, dikawal dan berpakaian necis menyaksikan pelantikan Walikota Payakumbuh. Agenda ini ada di agendanya.

 

DODI SYAHPUTRA