Panwas Sudah Beranggaran Diberikan Pemkab, Hanya SAB Provinsi Belum Ada

LOGO PANWAS

LOGO PANWAS

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com

Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Limapuluh Kota masih menunggu Standar Anggaran Biaya dari provinsi. Secara anggaran, hari ini telah disetujui dan bisa digunakan. Makanya, Panwaslu sebagai lembaga Adhooc menggunakan anggaran dalam bentuk panjar dana.

Kepala Sekretariat Panwas Pemilihan Limapuluh Kota Melia Rahmi SIP menyebut, secara anggaran telah bisa digunakan sejak beberapa waktu lalu. Hanya saja, standar anggaran biaya yang digunakan untuk item-item anggaran masih harus menunggu petunjuk dari provinsi.

Melia Rahmi menerangkan hal ini, Jumat (31/7) meluruskan bahwa Panwas Pemilihan tidak lagi tersoalkan masalah anggaran, namun belum bisa mengeluarkan anggaran secara lancer, sebab belum ada petunjuk SAB dari provinsi.

”Kami, meluruskan, bahwa anggaran sudah ada. Sudah tidak ada masalah. Buktinya, kegiatan kami terus berjalan dengan semestinya. Hanya, mengeluarkan item anggaran belum maksimal, masih berbentuk panjar, sebab petunjuk SAB belum dikeluarkan pihak provinsi,” ujar Melia Rahmi meluruskan.

Panwaslu sendiri tidak pernah menyebut anggarannya belum ada atau belum cair. Hanya saja, anggaran tersebut belum bisa dicairkan berdasarkan SAB yang dikeluarkan pihak provinsi. Itu!(Dodi Syahputra)

39 Panwascam Bimtek, KPU Dicecar Belasan Pertanyaan, Panwaslu Limapuluh Kota, Belum Dikucurkan Anggaran oleh Pemkab

Bimtek Panwascam Limapuluh Kota kamis-jumat 30-31 juli 2015. ketua kpu dan kepala sekretariat panwaslu limapuluh kota

Bimtek Panwascam Limapuluh Kota kamis-jumat 30-31 juli 2015. ketua kpu dan kepala sekretariat panwaslu limapuluh kota

Bimtek Panwascam Limapuluh Kota kamis-jumat 30-31 juli 2015

Bimtek Panwascam Limapuluh Kota kamis-jumat 30-31 juli 2015

Pengamat Hukum dan Kandidat Doktor Hukum Wendra Yunaldi Berang

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Limapuluh Kota Ismet Aljannata dicecar belasan pertanyaan dari Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan se-Kabupaten Limapuluh Kota yang menggelar Bimbingan Teknis di Ruang Pertemuan Sagho Bungsu di Tanjung Pati (30-31/7). Ismet Aljannata menjadi narasumber pertama yang tampil dengan materi Jadwal dan agenda Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dan Kampanye.

“Ada empat kategori pemilih yang terdaftar, nantinya. Sesuai Peraturan KPU nomor 4 Tahun 2015, ada DPS menjadi DPT, Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb-1), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb-2), dan Daftar Pemilih Pindahan (DPPh). Pemilihan kali ini disikapi dengan serius oleh penyelenggara Pemilu agar seluruh warga negara yang mempunyai hak pilih melakukan pemilihan, memanfaatkan hak pilihnya dengan baik dan terjamin.

Ismet Aljannata yang memberikan materi dan berdiskusi dengan 39 orang Panwascam dari 13 Kecamatan di Limapuluh Kota mengaku ada beberapa perbedaan Pemilihan 2015 dengan Pilkada serta Pemilihan Umum sebelumnya. Beberapa poin pun telah diubah sesuai Amar putusan Mahkamah Konstitusi. UU Nomor 8 tahun 2015 menjadi landasan Pilkada tahun ini.

Ketua Panwaslu Limapuluh Kota Noviharnis, bersama Komisioner lainnya Husnarti dan Yoriza Asra membuka kegiatan Bimtek pertama yang digelar bagi Panwascam 13 kecamatan itu. Noviharnis memesankan agar para Panwascam mampu mengikuti Bimtek hingga selesai dengan baik.

Soalan Penindakan dan Pelanggaran diterangkan dengan rinci oleh pemateri Husnarti. Komisioner Bidang Hukum dan Penindakan ini menerangkan proses penerimaan laporan, pleno di Panwascam mengkategorikan pelanggaran, lalu penindakan yang dilakukan dengan analisa hokum dari Panwaslu Kabupaten.

”Setiap laporan diproses dengan cepat. Serta diantarkan ke tingkatan yang lebih tinggi di hari yang sama,” ujar Husnarti. Lalu, komisioner Bawaslu Sumbar Surya Efritmen, dilanjutkan Jumat oleh Koordiv Pengawasan Yoriza Asra.

TERBELIT ANGGARAN

Sampai hari ini, Panwaslu Kabupaten Limapuluh Kota sebenarnya masih terbelit masalah anggaran. Memang, dikatakan Kepala Sekretariat Melia Rahmi Nota Penyerahan Hibah Daerah telah ditandatangani kepala daerah dan Panwaslu. Namun, di Dinas terkait sampai hari ini belum mengeluarkan persetujuan anggaran.

Mendengar hal ini, kandidat Doktor Hukum Wendra Yunaldi SH MH memprotes Pemkab Limapuluh Kota yang dinilainya berlalai-lalai. Lalainya Pemkab dalam menyetujui pengajuan anggaran Panwaslu dinilai Wendra Yunaldi sebagai upaya menghambat proses demokrasi di daerah ini.

”Panwaslu itu lembaga negara. Menjalankan tugas negara. Soalan Panwaslu di Pemilihan 2015 harus bersandar ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Limapuluh Kota kan sesuai dengan aturan perundang-undangan. Rasanya, tidak luar biasa besar anggaran Panwaslu. Namun, kinerja pengawasan Pemilihan, jika tidak maksimal, maka hasil pemilihan ini banyak compang-campingnya!” ujar Wendra Yunaldi SH MH kukuh.(Dodi Syahputra)

Walikota Tidak Datang, Sidang Paripurna Ditunda, DPRD Kesal

Wako Riza Falepi yang di Rapat Paripurna LKPJ yang tidak hadir, Ketua DPRD Kota Payakumbuh.

Wako Riza Falepi yang di Rapat Paripurna LKPJ yang tidak hadir, Ketua DPRD Kota Payakumbuh.

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ditunda. Beberapa anggota DPRD yang dihubungi mengaku kesal. Agenda sidang paripurna DPRD yang sedianya membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pemerintah Kota Payakumbuh tahun 2014, ditunda sebab kepala daerah tidak datang.

“Kami sudah bekerja sungguh-sungguh dan mengejar target waktu pembahasan. Hari ini kami kecewa, sebab Walikota tidak datang dan tidak memberikan keterangan soal ketidakhadirannya,” ujar Ketua Komisi A Fitrial Bahri dan Ketua Komisi B Chandra Setipon, Komisi C Ahmad Zifal senada.

Kekecewaan DPRD sebenarnya beralasan. Tidak hadirnya kepala daerah, membuat sidang paripurna tertunda, menyebabkan jadwal kerja bertambah. Bayangkan, seminggu sebelum Ramadhan lalu, setiap hari nyaris 3 kali rapat sehari digelar membahas LKPJ 2014 ini.

“Ada beberapa catatan penting yang akan kami sampaikan ke Walikota,” ujar Chandra Setipon yang terkenal dekat dengan wartawan ini.

Sementara, Ahmad Zifal mengatakan bahwa agenda Rapat Paripurna itu terkait penilaian kinerja pemerintah. Jika diundur, makin lama, makin buruk lah kinerja pemerintah di mata masyarakat,” ujar Ahmad Zifal dikonfirmasi.

Walikota ke Jakarta

Dikonfirmasi ke Asisten I Setdako Yoherman, Walikota Riza Falepi, ujarnya sedang ke luar daerah dalam rangka dinas. Yoherman sudah memberikan informasi kepada Wakil Walikota Suwandel Mukhtar. Informasi yang diterima dari pihak Wakil Walikota, informasi baru diterima pagi hari.

Saat pagi harinya, Wakil Walikota sedang mengadakan takziah ke rumah mendiang tokoh masyarakat mendiang H Nursani Dt Baro Sati yang wafat 20.25 WIB di RSUD Adnaan WD dalam usia 79 tahun. Rumah duka tokoh masyarakat ini di Koto Tangah Payakumbuh Barat. Mantan guru STM dan Anggota DPRD Payakumbuh ini telah menghembuskan nafas terakhirnya.

Wakil Walikota Suwandel Mukhtar yang menerima informasi untuk menghadiri Rapat Paripurna di DPRD, segera menuju ke DPRD. Sayang, saat mantan Kabag Umum di Unand Padang ini datang, waktu sudah 10.15 WIB. Tepat di atas di ruang sidang, Pimpinan DPRD; Ketua YB Dt Parmato Alam dan Wakil Ketua Wilman Singkuan Dt Parpatiah akhirnya mengetuk palu: Sidang ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan!

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Suparman mengaku juga terlambat datang. Ia mengaku bersama Wakil Walikota ada di lokasi takziah. Suparman sudah meminta izin terlambat ke Pimpinan DPRD yang memimpin sidang.

Komunikasi Pemko

Ahmad Zifal mengatakan komunikasi di Pemko Payakumbuh perlu dibenahi. Tidak hanya halal bi halal yang bersifat formal saja. Hubungan dan komunikasi antara kepala daerah, Walikota Riza Falepi dengan Wakil Walikota Suwandel Mukhtar dinilai kurang baik. Sehingga, mengapa soal pentingnya Rapat Paripurna ini, yang menjadi agenda pemerintah, dibahas dan ditetapkan di Badan Musyawarah DPRD yang merupakan alat kelengkapan DPRD, seperti diabaikan.

“Sayang sekali, harus ditunda. Jadwal pun harus berkejar-kejar. Kinerja DPRD ini memang berat. Kalaulah Walikota mengikuti kinerja kami, 3 kali sehari harus menggelar sidang dan rapat pembahasan, mungkin akan mengerti. Kami sungguh kecewa!” kali ini Chandra Setipon.

Persoalan di tubuh Pemko, ungkap DPRD tidak bisa ditoleransi begitu saja. Ahmad Zifal berharap agar ini diselesaikan secapatnya. Jika tidak, lembaga DPRD yang terhormat ini, menjadi lembaga yang terus dipermain-mainkan sebab tidak taat jadwalnya Walikota.(Dodi Syahputra)

Wawako Suwandel Muchtar Safari Ramadhan, Drainase Ibuah Jadi Sorotan Warga

Wawako Suwandel Muchtar Safari Ramadhan, Drainase Ibuah Jadi Sorotan Warga.

Wawako Suwandel Muchtar Safari Ramadhan, Drainase Ibuah Jadi Sorotan Warga.

Wawako Suwandel Muchtar Safari Ramadhan, Drainase Ibuah Jadi Sorotan Warga.

Wawako Suwandel Muchtar Safari Ramadhan, Drainase Ibuah Jadi Sorotan Warga.

Wawako Suwandel Muchtar Safari Ramadhan, Drainase Ibuah Jadi Sorotan Warga.

Wawako Suwandel Muchtar Safari Ramadhan, Drainase Ibuah Jadi Sorotan Warga.

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Wawako Payakumbuh H Suwandel Muchtar menyerahkan bantuan pembangunan Rp500 ribu dan 3 karpet shalat, Selasa (23/6). Masjid Nurul Islam Kelurahan Ibuah dikunjungi Wawako bersama Wakil Ketua DPRD Suparman, Anggota DPRD Ismet Harius, Dirut Umum dan Keuangan RSUD Adnaan WD Yusrizal, Kabid Logistik BPBD Dipa Persada, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Antoni Jaya, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Zulrefli, Kabag Tapem Edvidel Arda, Kabid PDAM Zetriwandi, Sekcam Sofia Yenuris, Babin Polsek Kota Bripka Yusrizal, Lurah Ibuah Andrizal.

”Kita berharap di Ramadhan tahun ini pada saat tarawih dilaksanakan. Tidak ada lagi mercun di kawasan Ibuah,” ujar Wawako H Suwandel Muchtar usai Ustad Yahdi memberikan ceramah.

Wawako juga mengajak warga untuk bisa menyikapi. Agar warnet jangan dibuka dulu selama jam ibadah. Disamping itu, Wawako juga menghimbau kepada pengusaha warung makan atau warkel tidak buka di siang hari.

Imbauan Wawako ini dibalas warga yang meminta agar drainase di depan Puskesmas Ibuah agar diperdalam lagi sebab sawah tidak terairi. Drainase dekat jembatan.

Warga juga menyampaikan aspirasinya berupa lampu jalan dekat jembatan sampai Puskesmas Ibuah. Honor garin dan masjid, agar segera dibayarkan pemerintah.

Wawako menjawab, segera lampu akan diusahakan. Wawako juga menjawab, drainase sepanjang 30 meter segera akan diperbaiki.(Dodi Syahputra)

Turunkan Tim, Pemko Periksa Makanan Mengandung Bahan Berbahaya

Kadis Kesehatan Elzadaswarman memeriksa makanan yang dijual di pasar pabukoan, guna mengantisipasi agar makanan tidak menggunakan bahan berbahaya.

Kadis Kesehatan Elzadaswarman memeriksa makanan yang dijual di pasar pabukoan, guna mengantisipasi agar makanan tidak menggunakan bahan berbahaya.

Payakumbuh

Sejak H-3  Ramadhan 1436 lalu, hingga hari pertama puasa, Kamis (18/6),  Dinas Kesehatan bersama Dinas Koperasi UMKM Industri Perdagangan, dibantu petugas Satpol PP dan anggota Polresta Payakumbuh, turun ke pasar tradisional di Pasar Ibuah  dan Pasar Pabukoan Payakumbuh, untuk memantau makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Tim terpadu dipimpin Kadis Kesehatan Elzadaswarman, SKM, MPPE, itu turun dalam rangka menjalankan amanah  Perda Payakumbuh Nomor 1 Tahun 2014, tentang Pangan Sehat dan Bebas Bahan Berbahaya, serta Perwako tentang Keamanan Pangan.

”Sebelum Ramadhan, Walikota Riza Falepi sudah menugaskan tim, dan memastikan agar seluruh bahan makanan atau makanan siap saji yang dijual di Payakumbuh, dipastikan bebas dari bahan berbahaya,” ungkap Pak Zed panggilan akrab Kadis Kesehatan ini.

Dikatakan, tidak hanya menjelang Ramadhan, secara berkala, tim sudah sering memantau seluruh bahan makanan yang dijual di Pasar Ibuah bebas dari bahan berbahaya. Petugas dengan membawa alat labor memeriksa setiap makanan yang dicurigai dicampur zat yang dilarang, seperti borax, formalin, rhodamin, methanil yellow, tartarizin dan orange G. Terhadap pedagang nakal langsung ditindak dan diberi penyuluhan tentang kesehatan.

Khusus  makanan dan minuman yang dijual di Pasar Pabukoan, agar tidak menganggu kegiatan jual beli di pasar pabukoan itu, petugas lebih awal memeriksa makanan yang digelar pedagang. Operasi  dilakukan, sejak pukul 14.00 hingga pukul 15.30 WIB.

”Alhamdulillah, seluruh makanan yang dijual bebas dari bahan berbahaya. Namun, tim menegur beberapa pedagang yang dinilai kurang memperhatikan hygenis makanan, karena tidak menutup makanan yang dijual. Pedagang tersebut, akhirnya menyadari dan langsung menyediakan penutup makanan dimaksud,” sebut pak Zed.(mnc)

Ragam Kuliner Tersedia, Wakil Walikota Resmikan Pasar Pabukoan Payakumbuh

Wawako H. Suwandel Muchtar  bersama sejumlah pejabat meninjau pasar pabukoan di Jalan St. Usman Payakumbuh, Kamis.

Wawako H. Suwandel Muchtar bersama sejumlah pejabat meninjau pasar pabukoan di Jalan St. Usman Payakumbuh, Kamis.

Wawako H. Suwandel Muchtar menggunting pita, tanda dibukanya pasar pabukoan di Jalan st. usman Payakumbuh, Kamis.

Wawako H. Suwandel Muchtar menggunting pita, tanda dibukanya pasar pabukoan di Jalan st. usman Payakumbuh, Kamis.

Payakumbuh

Pasar pabukoan di Jalan Sutan Usman Payakumbuh, dinilai Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar,  bakal  mampu memberikan nilai ekonomi kepada pengusaha mikro di kota ini. Selain itu, pasar yang menyajikan berbagai ragam kuliner khas daerah Luak nan Limopuluah,   guna memanjakan umat Islam yang tengah menjalani puasa, juga berpotensi untuk menarik kunjungan wisata ke Payakumbuh.

Demikian disampaikan  Wakil Walikota Suwandel Muchtar, saat meresmikan  beroperasinya  Pasar Pabukoan di Jalan Sutan Usman Payakumbuh, Kamis (18/6) sore. Ditandai dengan pengguntingan pita dari pintu masuk pasar pabukoan oleh wawako, didampingi Asisten II H. Amriul, Kadis Koperasi UMKM Dahler dan Kaadis Kesehatan Elzadaswarman.

Berbagai  ragam jajanan, mulai dari cemilan, kolak, es tebak, lapek bugih, lamang tapai, cendol hingga lauk pauk berbagai bentuk, sayuran lotek, gado-gado dan anyang tersedia di pasar musiman setiap bulan Ramadhan itu.  Ratusan warga yang ingin berbelanja kuliner Ramadhan menyaksikan peresmian pasar pabukoan.

Peresmian pasar pabukoan itu, juga dihadiri  Kapolsekta AKP Basrial, Kabag Perekonomian Julpiter, MM, dan Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL) H. Nursyirwan, Kabid Pengelola Pasar Agusrubiono, S.Sos dan sejumlah undangan lainnya.

“Manfaatkanlah pasar pabukoan ini dengan baik. Nikmatilah segala kuliner yang tersedia.  Selama sebulan ini, warga Payakumbuh akan dimanjakan dengan berbagai hidangan untuk berbuka,” kata wawako  dalam sambutannya.

Menurut wawako,  keberadaan pasar pabukoan merupakan salah satu program pemerintah yang berupaya berkontribusi kepada masyarakat dan   pedagang.  Wawako,  berharap, pasar pabukoan  dapat pula menjadi daya tarik kunjungan wisata ke Kota Batiah. Namun demikian, pengelola pasar pabukoan ini, diminta Wawako agar mengatur jam buka berjualan di pasar pabukoan. Jangan sampai dibuka dari pagi hari.

Selain itu, kebersihan dan keamanan pasar pabukoan perlu dipelihara dan dijaga, sehingga memberi kenyamanan bagi yang berbelanja.  Hindari makanan yang dijual dari bahan berbahaya dan selalu hygenis, simpulnya.

Usai peresmian, wawako  bersama pimpinan SKPD dan sejumlah pejabat lainnya, meninjau seluruh kawasan pasar pabukoan sambil berdialog dengan pedagang.  “Lai lamak  gulai usus dan  cancang kambiangnyo, atau lai kamek kolak kampiunnyo,” ucap wawako.

“Cubolah bawok pulang pak, sakali cubo pasti babaliak bisuaknyo,” ucap  sejumlah pedagang.

Sementara itu,  Kabid Pengelolaa Pasar Agus Rubiono, menginformasikan, Pasar Pabukoan tahun ini diisi 200 pedagang. Setiap pedagang membayar retribusi Rp425.000, termasuk biaya kebersihan dan lampu penerangan. Petak tersedia, tak cukup dengan jumlah pedagang, dan sisanya dialihkan ke lokasi yang tidak menganggu ketertiban umum.(mnc)

FASI Cabang Limapuluh Kota Dikukuhkan, Diharapkan Menjual Wisata Daerah

Para Pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota

Para Pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota

Para Pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota

Para Pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota

Para Atlet FASI Cabang Limapuluh Kota yang meraih medali emas di Malaysia.

Para Atlet FASI Cabang Limapuluh Kota yang meraih medali emas di Malaysia dikalungkan medali oleh Wabup H Asyirwan Yunus.

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com-Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Provinsi Sumatera Barat, Letkol Penerbang, Apon, mengatakan bahwa, dewasa ini olah raga dirgantara sudah menjadi pusat pariwisata disamping prestasi. Pun halnya di Kabupaten Limapuluh Kota, potensi olahraga dirgantara yang ada di daerah ini sangat menjanjikan dan bahkan pretasi Aero Sport Limapuluh Kota sudah mendunia.

Hal itu diungkapkan Danlanud Padang Letkol Penerbang Muhammad Apon selaku Ketua FASI Sumbar, saat melantik dan mengukuhkan pengurus Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Cabang Kabupaten Limapuluh Kota periode 2015-2019, di Pendopo rumah Dinas Bupati Limapuluh Kota di Labuah Basilang, Selasa (24/3).

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Drs H Asyirwan Yunus, dalam arahannya berharap kepada pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota yang baru dilantik agar dapat mengembangkan dan menjual wisata Kabupaten Limapuluh Kota keluar daerah baik regional, nasional maupun internasional.

”Buat program kerja dan latihan rutin olah raga ini, terutama Paralayang dan Para Motor dengan mengadakan ivent–ivent pertandingan. Karena Kabupaten Limapuluh Kota memiliki lokasi start ting yang bagus  untuk penyenggaran,  dengan pemandangannya yang indah,” ungkap Asyrwan Yunus.

Pada kesempatan itu, Sekjen FB FASI Pusat, Marsekal TNI AU Nilhedri yang juga Kepala Dinas Potensi Dirgantara mengatakan, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI)  adalah sebuah organisasi olahraga dirgantara di Indonesia.

”Saat ini, Pengurus Besar FASI membawahi tujuh cabang Olahraga Disgantara (Ordirga): Aeromodelling, Terjun payung, Terbang Layang, Layang Gantung (gantole), Microlight, Pesawat Swayasa dan Terbang Bermotor.” ungkapnya.

Diungkapkannya, ada dua yang baru yaitu Aero Batik dan Aero Baloon.

”Dua cabang ini nanti akan ada kalender Cross Country di Kabupaten Limapuluh Kota dan ini pasti membooming. Sebab, hanya dua daerah yang mengadakannya satu lagi di Sumedang,” imbuh Marsekal TNI AU Nilhedri.

Adapun pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota yang dilantik adalah Ketua Umum Ir Afriyunaldi LPM, Ketua Harian Dodo Koerdi, Wakil Ketua I Hr Dt Mangkuto SPd MPd, Wakil Ketua II Z Dt Mangkuto Sinaro, Sekretaris Rio Indrakusumah SE, Wakil Sekretaris Renita Dewiva SE dan Bendahara Della Harmaifa PSi.

Pada kesempatan itu juga diserahkan medali emas Kejuaraan Internasional Paragliding Kuala Kubu Baru Open 2015 di Malaysia yang medali emas perorangan dan perak beregu disabet oleh atlet Limapuluh Kota.(Dodi Syahputra)