Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki, Promosi Telah Sampai ke Tingkat Menteri

”Sukses di Jantung Lumuik Suliki, Majukan Ekonomi Masyarakat, Sentakkan Pemerintah Daerah”

Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus serahkan Akta Notaris Asosasi Lumuik Suliki kepada Ketua Khairul Apit bersama Bendahara Ferry Zulhasdi dan Sekretaris Dodi Yanto

Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus serahkan Akta Notaris Asosasi Lumuik Suliki kepada Ketua Khairul Apit bersama Bendahara Ferry Zulhasdi dan Sekretaris Dodi Yanto

Bagian III

 

Penulis-Dodi Syahputra Malin Marajo

Penulis-Dodi Syahputra Malin Marajo

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Imam Nahrawi, pada Pembukaan Pacu Kuda Payakumbuh 2015 di Gelanggang Kubu Gadang, Kota Payakumbuh, Minggu (15/2), mendapat hadiah kenang-kenangan berupa cincin Batu Akik Lumuik Suliki dari Walikota Payakumbuh, Riza Falepi.

Bersama Menpora RI, Imam Nahrawi, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, juga mendapat hadiah kenang-kenangan serupa dari dari Walikota, Riza Falepi. Pemberian hadiah itu disaksikan Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo dan Wabup H Asyirwan Yunus.

Kedua pejabat tinggi pusat dan provinsi itu, tampak bangga mendapat hadiah cincin Batu Akik Lumuik Suliki yang tengah booming di tingkat Asia Tenggara ini. Buktinya, keduanya tampak mengacung-acungkan jemari mereka, saat wartawan mengabadikan momen pemberian hadiah cincin Batu Akik Lumuik Suliki.

Saking bangganya, Imam Narawi selepas berkunjung ke Payakumbuh dan lanjut ke Sumsel langsung mengeluarkan pernyataan mengusulkan agar batu akik menjadi cinderamata di Sea Games Indonesia 2018 mendatang.

Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki yang berlangsung di Pasar Suliki, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis sore (19/2) mendapat perhatian dari pecandu batu akik. Buktinya, ribuan pengunjung dari berbagai daerah seperti Pasaman, Padang, Bukittinggi, Aceh dan Pekanbaru, memadati stand pameran yang digelar di pelataran Parkir Pakan Sanayan, Suliki.

Di pembukaan itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota pun melaporkan telah memasangkan cincin Batu Akik Lumuik Suliki ke jari 3 orang Mentri. Belum lagi tokoh-tokoh nasional lainnya. Cara marketing ini efektif menaikkan peringkat Batu Akik Lumuik Suliki di pentas nasional.

Bupati Limapuluh Kota, Alis Marajo, mengatakan potensi Batu Akik Lumuik Suliki sangat menjanjikan. Sebab Batu Akik Lumuik Suliki ini adalah batu alam mengandung potensi logam yang cukup tinggi. Oleh Alis Marajo, diminta ke seluruh guru agar mengajarkan dan mendidik siswanya memahamkan tentang hal ini. Agar Batu Akik Lumuik Suliki jauh dari tahayul.

Sementara itu Ketua DPRD Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo dalam pidatonya mendukung Batu Akik Lumuik Suliki dikembangkan sebagai usaha ekonomi masyarakat. Apalagi, saat ini batu akik lumuik Suliki tengah naik kelas di negeri ini.

”Terbentuknya Asosiasi Lumuik Suliki, diharapkan mampu mencari keterobosan pasar terhadap produk Batu Akik Lumuik Suliki,” ujar Ketua DPRD Limapuluh Kota. Sembari ia juga meminta kepada Walinagari untuk membuat Peraturan Nagari (Pernag) dalam rangka menghindari terjadi kerusakan alam dan perselisihan di tengah masyarakat.

Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki itu diakhiri dengan lelang cincin Batu Lumuik Suliki warna hijau dan merah yang dibeli oleh Ketua DPRD Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo dan Kepala Lingkungan Hidup Pemkab Limapuluh Kota Deswan.

Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati H Asyirwan Yunus, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo dan Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan Datuak Parpatiah memberikan bantuan dana untuk kegiatan Asosiasi Lumuik Suliki.(Dodi Syahputra)

Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki, Suliki Jadi Sentral Pemasaran Batu Akik Lumuik Suliki

“Sukses di Jantung Lumuik Suliki, Majukan Ekonomi Masyarakat, Sentakkan Pemerintah Daerah”

ASOSIASI LUMUIK SULIKI

ASOSIASI LUMUIK SULIKI

 

Bagian II

Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo berbatu akik

Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo berbatu akik

Wali Nagari Suliki- Asisten II Desri SPd MM putra asli Koto Tinggi dan Ketua Asosiasi Lumuik Suliki Khairul Apit - selalu berlumuik Suliki

Wali Nagari Suliki- Asisten II Desri SPd MM putra asli Koto Tinggi dan Ketua Asosiasi Lumuik Suliki Khairul Apit – selalu berlumuik Suliki

Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus serahkan Akta Notaris Asosasi Lumuik Suliki kepada Ketua Khairul Apit bersama Bendahara Ferry Zulhasdi dan Sekretaris Dodi Yanto

Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus serahkan Akta Notaris Asosasi Lumuik Suliki kepada Ketua Khairul Apit bersama Bendahara Ferry Zulhasdi dan Sekretaris Dodi Yanto

Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus lekatkan Cincin Batu Akik Lumuik Suliki untuk tamu kehormatan Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh H Wilman Singkuan Dt Parpatiah yang juga Rang Sumando Pangkalan

Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus lekatkan Cincin Batu Akik Lumuik Suliki untuk tamu kehormatan Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh H Wilman Singkuan Dt Parpatiah yang juga Rang Sumando Pangkalan

Tokoh dan masyarakat berlumuik suliki

Tokoh dan masyarakat berlumuik suliki

Penjualan Batu Akik Lumuik Suliki meledak di Pameran dan Lelang. Hari kedua, bahkan stok batu super nyaris habis.

Penjualan Batu Akik Lumuik Suliki meledak di Pameran dan Lelang. Hari kedua, bahkan stok batu super nyaris habis.

Pengunjung Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki tak pernah henti. Dari 6 stand akhirnya bertambah jadi 45. Pengunjung membludak ribuan berganti-ganti. Dari seluruh negeri dan rantau. Bahkan turis asing.

Pengunjung Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki tak pernah henti. Dari 6 stand akhirnya bertambah jadi 45. Pengunjung membludak ribuan berganti-ganti. Dari seluruh negeri dan rantau. Bahkan turis asing.

Para wartawan media cetak dan online setia setiap harinya memberitakan tentang Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki

Para wartawan media cetak dan online setia setiap harinya memberitakan tentang Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki

Panpel Ferry Zulhadi memperlihatkan Batu Akik Lumuik Suliki yang dilelang

Panpel Ferry Zulhadi memperlihatkan Batu Akik Lumuik Suliki yang dilelang

Panpel Ferry Zulhadi memasangkan Batu Akik Lumuik Suliki yang dimenanglelangkan oleh Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo

Panpel Ferry Zulhadi memasangkan Batu Akik Lumuik Suliki yang dimenanglelangkan oleh Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo

Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki 19-22 Februari 2015

Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki 19-22 Februari 2015

Pahlawan Lumuik Suliki- Desri SPd MM putra asli Koto Tinggi dan Ketua Asosiasi Lumuik Suliki Khairul Apit - selalu berlumuik Suliki

Pahlawan Lumuik Suliki- Desri SPd MM putra asli Koto Tinggi dan Ketua Asosiasi Lumuik Suliki Khairul Apit – selalu berlumuik Suliki

Ketua Pelaksana Khairul Apit dan Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus

Ketua Pelaksana Khairul Apit dan Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus

Ketua Pelaksana Khairul Apit dan Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus sambangi etalase Lumuik Suliki

Ketua Pelaksana Khairul Apit dan Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus sambangi etalase Lumuik Suliki

Anggota DPRD Kota Payakumbuh H Maharnis Zul mempergakan bahan Batu Akik Lumuik Suliki yang dibelinya di Pameran dan Lelang

Anggota DPRD Kota Payakumbuh H Maharnis Zul mempergakan bahan Batu Akik Lumuik Suliki yang dibelinya di Pameran dan Lelang

Bahan Batu Akik Lumuik Suliki-Dijual.

Bahan Batu Akik Lumuik Suliki-Dijual.

Bendahara Asosiasi Lumuik Suliki sekaligus Pengusaha Batu Akik Lumuik Suliki Ferry Zulhasdi sibuk di mesin batu akiknya

Bendahara Asosiasi Lumuik Suliki sekaligus Pengusaha Batu Akik Lumuik Suliki Ferry Zulhasdi sibuk di mesin batu akiknya

Kadisperindag dan UMKM Kabupaten Limapuluh Kota Yunire Yunirwan - berjilbab biru- sibuk mengamati Batu Akik Lumuik Suliki

Kadisperindag dan UMKM Kabupaten Limapuluh Kota Yunire Yunirwan – berjilbab biru- sibuk mengamati Batu Akik Lumuik Suliki

Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro, Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati Asyirwan Yunus serta Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan kompak memperagakan batju cincin lumuik Suliki yang dikenakannya.

Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro, Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati Asyirwan Yunus serta Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan kompak memperagakan batju cincin lumuik Suliki yang dikenakannya.

Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro, Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati Asyirwan Yunus serta Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan kompak memperagakan batju cincin lumuik Suliki yang dikenakannya.

Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro, Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati Asyirwan Yunus serta Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan kompak memperagakan batju cincin lumuik Suliki yang dikenakannya.

Cita-cita boleh setinggi mungkin. Asosiasi Lumuik Suliki, selaku wadah berhimpun seluruh penambang, pedagang, pengrajin, dan peminat batu akik Lumuik Suliki kini berkeinginan untuk menjadikan kawasan khusus di Suliki, menjadi sentra penjualan batu akik Lumuik Suliki yang kini telah mendunia itu. Kehebatan batu akik Lumuik Suliki, diakui bukan dari faktor kekerasan atau bahan yang kuat, namun dari corak dan motif yang ternama, indah, menawan.

Batu Akik, di Suliki sudah mulai diasah dan dijadikan produk lokal sejak berpuluh tahun yang lalu. Diakui para tetua, tren batu akik nasional ikut mendorong masyarakat menggilai batu akik Lumuik Suliki. Sekitar 15 tahun lalu, meski tren batu akik Lumuik Suliki sempat naik, meski tak setinggi hari ini, namun waktu itu banyak warga yang menambah profesi menjadi pengrajin batu akik.

Kini, tren itu merangkak cepat. Tinggi. Meski dikatakan trennya masih lama akan memuncak. Artinya, Lumuik Suliki beragam jenis ini akan meninggi terus minat kepemilikannya oleh pecinta batu akik yang turut bertambah hari ke hari.

Tak hanya kalangan mapan usia, mapan ekonomi, sampai-sampai anak kecil dan perempuan ikut menggilai tren batu akik ini. Semangat yang tinggi dan keinginan untuk bertemu langsung dengan proses pengrajin mengasah batu pun menjadi latar belakang Asosiasi Lumuik Suliki menggeber Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki yang luar biasa ramainya, 19-22 Februari 2015 lalu.

Pameran dan Penjualan

Disebut pameran, sebab meski di hari pertama sampai malam harinya hanya diikuti 6 pedagang beretalase saja, namun pengunjung berjubel. Ramainya pengunjung meminati Lumuik Suliki, bahkan sudah datang meramaikan tenda penjualan satu jam sebelum resmi dibuka Bupati Lima Puluh Kota. Pembeli dan peminat bukan hanya datang dari lokal Sumbar, bahkan datang dari luar provinsi dan turis asing yang sangat berminat menyaksikan tren ini.

Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, dr Alis Marajo Datuak Sori Marajo di atas pentas bersorak, hebatnya Suliki. Serta-merta Bupati yang niniak mamak ini memerintahkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk ikut membesarkan dan memasarkan secara langsung atau tidak langsung Batu Akik Lumuik Suliki ke pentas nasional.

”Jadikan Lumuik Suliki sebagai oleh-oleh. Lumuik Suliki buah tangan, jika perlu bantu jualkan, marketing. Kita targetkan seluruh menteri memakai batu cincin Lumuik Suliki,” ujar Alis Marajo bertegas-tegas di pembukaan Pameran, Kamis (19/2).

Pameran yang dibuka itu dihadiri oleh dua kepala daerah. Sekaligus Bupati dan Wakil Bupati H Asyirwan Yunus. Wakil Bupati menyerahkan Akte Notaris Nomor 11 tanggal 18 Februari 2015 Notaris H Edy Suriansyah SH MBA MKn kepada pengurus inti; Ketua Khairul Apit, Sekretaris Dodi Yanto, Bendahara Ferry Zulhasdi.

Kehormatan pun diberikan kepada Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, H Wilman Singkuan Datuak Parpatiah MM, rang Sumando Pangkalan Limopuluah Kota yang melamar maju di pemilihan kepala daerah Limapuluh Kota. H Asyirwan Yunus dengan bangga menyerahkan sebuah cincin berbatu Lumuik Suliki super ke Wilman Singkuan yang tak kalah bangganya menerima cincin itu di jari manisnya.

Tak terhitung banyaknya tokoh daerah, provinsi, bahkan nasional datang ke Suliki. Ketua PB Federasi Hoki Indonesia, Erizal Azhar dari DKI datang khusus menyaksikan dan berbelanja batu Lumuik Suliki. Ada H Maharnis Zul yang anggota DPRD Payakumbuh, bersama Ahmad Zifal dan Marhidayandi, serta putra Suliki yang menjadi anggota DPRD Payakumbuh Yanuar Gazali.

Bakal Calon Bupati Tanah Datar Mediar Indra dan istri, Ketua ASIC (Akiak Stone Indonesia Community) Anton Permana, Kakankemenag Limapuluh Kota Gusman Piliang, Anggota DPRD Limapuluh Kota, Teddy Sutendi, M Ridha Illahi, Wendi Chandra Dt Marajo, serta banyak tokoh dan masyarakat baik dari dalam dan luar Sumbar silih berganti.

Saat digelar lelang batu, banya tokoh yang tanpa tedeng aling-aling langsung meminang batu akik Lumuik Suliki yang cerah itu. Semua diboyong pulang.

Rawa Bening II

Sukses menggelar Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki, kini panitia yang juga Asosiasi Lumuik Suliki itu tengah mempersiapkan iven yang lebih besar dan mempesonakan Indonesia. Iven yang akan dikemas sehabis Lebaran Idul Fitri mendatang, diawali dengan beragam iven yang mengantarkan Lumuik Suliki menjadi produk hebat di negeri ini, serta menjadi ikon produksi masyarakat yang memakmurkan daerah.

Asosiasi Lumuik Suliki bertekad akan menjadikan kawasan Suliki sebagai ”Rawa Bening” kedua di Indonesia. Rawa Bening adalah pasar batu akik kenamaan di Jakarta. Ketua Asosiasi Lumuik Suliki Khairul Apit mengatakan Rawa Bening, di Jatinegara, Jakarta, adalah sentranya batu akik terbesar di tanah air.  Bedanya, jika di Rawa Bening dijual berbagai jenis batu akik dari berbagai daerah di tanah air. Namun, di Suliki yang bakal dijadikan sebagai sentra batu akik hanya akan menjual batu akik Lumuik Suliki.

”Intinya, kita bertekad akan menjadikan daerah Suliki sebagai ”Rawa Bening” kedua sebagai sentra penghasil batu akik Lumuik Suliki,” ujar Khairul Apit usai Penutupan Pameran dan Lelang Lumuik Suliki di pasar Suliki, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu sore (22/2). Khairul Apit yang  juga Walinagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, bahwa selama berlangsungnya Pameran dan Lelang para pengrajin, Penambang dan Penjual Batu Akik Lumuik Suliki, diperkirakan  transaksi yang terjadi lebih kurang Rp 1 Milliar.

”Jam 11, Kamis baru 6 stand yang menggelar dagangan beretalase. Sore hingga malamnya, sebab ramai 45 stand ikut pameran. Diperkirakan terjadi transaksi jual beli sekitar Rp.10 sampai Rp15 juta perhari setiap pedagang,” ujar Khairul Apit.  Disadari ternyata, multiplier effect Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki, berhasil membius banyak pihak. Harapan Khairul Apit, agar Suliki dan sekitarnya dikunjungi banyak orang, telah ribuan orang berdatangan ke Suliki, 4 hari itu.

”Saya berharap Suliki bakal jadi sentra kerajinan Batu Akik Lumuik Suliki,” ujar Ferry Zulhasdi, sang Bendahara Asosiasi Lumuik Suliki yang juga pedagang batu akik Lumuik Suliki. Khairul Apit mengakui, selama berlansungnya pameran, panitia memang merugi. Namun, panitia tidak mencari untung-rugi atas pelaksanaan pameran tersebut.

”Kami, panitia, sedari awal berusaha memperkenalkan Suliki. Suliki juga kaya dengan potensi wisata alam dan wisata sejarah seperti museum Tan Malaka dan monumen PDRI serta wisata budaya Talempong Batu dan ikan banyak,” ujar Khairul Apit.

Khairul Apit juga mengakui, selama berlangsungnya Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki, Asosiasi Lumuik Suliki sudah menandatangani kontrak kerjasama (MoU) dengan perantau yang ada Batam yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Kaki Lima Batam untuk memasarkan memasarkan Batu Akik Lumuik Suliki dalam iven resmi yang digeber April mendatang.

”Dalam rangka peresmian los pasar di Batam awal April mendatang, para pengrajin Batu Akik Lumuik Suliki bersama pengurus Asosiasi Lumuik Suliki diundang ke Batam untuk menyikapi kontrak kerjasama tersebut,” aku Khairul Apit. Sesudah itu, banyak tawaran dari pelbagai daerah; Dinas Pariwisata Padang, Brawijaya Expo di Padang, Pemkab Siak, serta beragam tawaran untuk datang dan berpameran di sana.

Setelah diresmikannya Asosiasi Lumuik Suliki maka program jangka pendek yang akan dilakukan asosiasi adalah membentuk koperasi. Khairul Apit mengatakan bahwa seluruh kebutuhan para pengrajin seperti mesin gerinda untuk pemotong dan pengasah batu serta batu gerinda, aplas, gagang cincin serta alat-alat alainnya dapat diambil di koperasi. Putaran ekonomi akan tumbuh dan berkembang lebih maju lagi. Sembari, model usaha dan bisnis lainnya ikut digagas dan dimajukan demi kesejahteraan warga di sana.

Untuk menambah Sumber Daya Manusia (SDM) para pengrajin batu akik Asosiasi ini akan membawa para pengrajin Batu Akik Lumuik Suliki ke salah satu daerah sentra batu akik di pulau Jawa untuk studi banding.  Sehingga, para pengrajin Batu Akik Lumuik Suliki tidak hanya mampu memproduksi batu cincin dan kalung saja, tetapi mampu membuat cendra mata jenis lainnya seperti gelang, asbak, pas bunga miiniatur lainnya berbahan baku Batu Akik Lumuik Suliki.

Khairul Apit mengatakan, untuk mewujudkan Suliki sebagai ”Rawa Bening” kedua di Indonesia itu, tentu butuh dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemkab Limapuluh Kota. Setidaknya, dalam bentuk modal usaha dan peningkatan SDM para pengrajin Batu Akik Lumuik Suliki. Dalam waktu dekat, Asosiasi Lumuik Suliki akan bertemu Mentri Perdagangan Rahmat Gobel bersama Wakil Bupati Limapuluh Kota, membawa Lumuik Suliki, sekaligus proposal bantuan usaha bagi para pengrajin batu akik di Suliki. Insya Allah Berkah! (Dodi Syahputra)

Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki, Sukses Mengangkat Harkat Pengrajin Suliki

”Sukses di Jantung Lumuik Suliki, Majukan Ekonomi Masyarakat, Sentakkan Pemerintah Daerah”

ASOSIASI LUMUIK SULIKI

ASOSIASI LUMUIK SULIKI

 

Bagian I

Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro, Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati Asyirwan Yunus serta Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan kompak memperagakan batju cincin lumuik Suliki yang dikenakannya.

Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro, Bupati Alis Marajo, Wakil Bupati Asyirwan Yunus serta Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Wilman Singkuan kompak memperagakan batju cincin lumuik Suliki yang dikenakannya.

Berlipat-lipat. Berkali-kali. Itulah gambaran kebahagiaan Ketua Asosiasi Lumuik Suliki, sang penggagas pertama kalinya, ”Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki” di Suliki. Animo pengunjung, peminat, pembeli sungguh luar biasa. Akhirnya, memenuhi hasrat semua orang, 1 hari pameran pun ditambah. 19-22 Februari 2015.

”Kebahagiaan kita panitia, meski kita harus banyak berhitung biaya kegiatan, namun telah sukses mengangkat harkat-martabat pengrajin, penambang, penjual, asli Lumuik Suliki asal Suliki di Suliki. Kini, telah seantero Indonesia orang tahu posisi Suliki. Benefitnya, sumber daya alam batu akik lumuik Suliki dan sumber daya manusia bisa kita sandingkan untuk mendapat perhatian,” ujar Ketua Asosiasi Lumuik Suliki, Khairul Apit.

Diawali dengan keprihatinan. Ya, para pendiri Asosiasi Lumuik Suliki; Khairul Apit, Dodi Yanto, dan Ferry Zulhasdi bersama para penggiat usaha batu akik Lumuik Suliki di Suliki, prihatin dengan kondisi bahwa Lumuik Suliki sudah mendunia, tapi Suliki tetap saja begitu. Tidak dikenal wilayahnya seperti mana batu akiknya.

Menutup Pameran dan Lelang Batu Akik Lumuik Suliki, dengan terang Bupati melalui Asisten II Desri terang-terangan mengatakan bahwa pejuang-pejuang Lumuik Suliki telah membuktikan bahwa daya tarik Suliki kini telah mendunia. Tak hanya pengunjung lokal, beberapa turis asing pun terlihat meramaikan areal pameran yang awalnya sepi penjual ramai pengunjung.

”Lima Puluh Kota butuh gagasan dan pengayaan ide ekonomi dari masyarakatnya. Pemerintah bertugas mengimpuls dan memberikan bantuan pengembangan lebih baik. Hari ini, Asosiasi Lumuik Suliki telah membuktikan bahwa perkembangan usaha masyarakat menjadi ikon dan kebanggaan bagi semua orang,” ujar Desri.

Desri sendiri selaku tokoh Mudiak, Suliki, telah sejak lama dikenal sebagai ”marketer” Lumuik Suliki. Berbagai batu akik Suliki koleksi terbaiknya, telah berpuluh-puluh yang dihadiahkannya ke banyak orang. Diungkapkan oleh ”Guru” ini, hampir setiap malam, sejak 2012 lalu ia terus memperkenalkan Lumuik Suliki ke banyak orang. Ikhlasnya Desri membagi-bagi pengetahuan sekaligus batu akik Lumuik Suliki mendapat respon positif banyak orang.

Asosiasi

Cerita di balik terbentuknya Asosiasi Lumuik Suliki, yang ditujukan selaku wadah bagi penambang, pengrajin, pengolah, pemasar dan pecinta Lumuik Suliki untuk menyatakan kecintaannya dan berekonomi dengan layak dan melindungi alam serta masyarakatnya, dikatakan oleh Khairul Apit sang ketua digagas resmi dalam waktu yang sangat kasip.

”Selesainya akta notaris di tanggal 18 Februari 2015, lalu sehari selanjutnya dilanjutkan dengan pameran yang luar biasa ramai ini, membuktikan kami tidak bekerja sendiri. Pemerintah, para tokoh masyarakat, stakeholder, serta pecinta dan peminat, serta masyarakat Suliki sekitarnya sangat mendukung kegiatan kita ini,” aku Khairul Apit.

Wali Nagari (kepala desa) Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh ini sejak lama dikenal sebagai pejuang bagi masyarakat. Kiprahnya selama ini tak jauh dari pemberdayaan potensi daerahnya sehingga apapun ide dan inisiasi yang ditelurkannya selalu beriringan dengan kehendak masyarakat.

Asosiasi Lumuik Suliki, kini sudah ikut mendunia, sama dengan Lumuik Sulikinya. Bertubi-tubi undangan dari seluruh Indonesia datang mengundang Asosiasi untuk menjadi tamu kehormatan di iven-iven batu akik di seluruh Indonesia. Bahkan, di hari kedua pameran, datang Pemerintah Kota Batam, dua bus, yang serta-merta menyodorkan Memorandum of Understanding, nota kerjasama yang harus diikuti oleh Asosiasi bersama pengrajin mem-follow-upnya di Batam, April mendatang.

”Ya, kita diundang ke Batam dalam pameran besar berskala internasional. Kita diharuskan membawa serta pengrajin serta berdagang batu lumuik Suliki di sana. Suatu penghormatan bagi kami sebab, seluruh biaya selama di Batam ditanggung Pemerintah Kota Batam,” ujar Dodi Yanto, sang Sekretaris Asosiasi selepas penandatanganan Mou ”di belakang “ pentas acara.

Cita-cita Asosiasi Lumuik Suliki ini ternyata sederhana. Mensejahterakan seluruh masyarakat serta mengangkat potensi Suliki secara keseluruhan. Secara sejarah, Suliki adalah kewedanan yang melingkupi 3 kecamatan; Suliki, Gunuang Omeh, dan Bukik Barisan. Tak pelak, oleh banyak orang kini Khairul Apit digelari Bupati Subur Mas; Suliki, Bukik Barisan dan Gunung Mas. Ya, seloroh yang sangat terbukti dari hasil kerja ini.

Tak ada yang mengingkari bahwa pameran yang digeber di depan Pasar Suliki ini sukses luar biasa. Meski, panitia hanya membebankan biaya acara bagi penyewa tempat pameran di bawah tenda besar, listrik, serta fasilitas lainnya, hanya Rp250 ribu selama 4 hari, namun tak ada kata penat dan rugi oleh Khairul Apit. Semua terobati oleh kebahagiaan pedagang dan pengrajin yang membukit penjualannya, selama 4 hari.

Bahkan tak cuma pedagang batu akik, pedagang lain, penganan, nasi, sampai mainan anak-anak, hingga jualan pulsa di Pasar Suliki ikut terceriakan. Semua, bahkan rela jualan hingga larut malam. Dini hari. Pameran yang dimulai pukul 10 pagi sampai berganti hari di pukul 12 malam lewat ini tak henti dibanjiri pengunjung.

Banjir

Soal penjualan, 41 pedagang yang memenuhi lapak-lapak bertenda, dengan etalase masing-masingnya ini masih malu-malu mengakui hasil penjualannya. Bendahara Asosiasi sekaligus penyewa salah satu los pameran yang berdagang dengan ikon ”Kampung Lumuik Suliki” Ferry Zulhasdi, mengatakan setiap malam lebih dari Rp7 juta penjualan kotor diraihnya. Bersama pedagang lainnya, di hari kedua saja, mereka sudah kehabisan bahan baku batu akik yang dibawa dari tempat jualan. Luar biasa.

Suliki, selama 4 hari kegiatan memang begitu bersahabat. Mulai dari pejabat pemerintah, pengusaha, tokoh masyarakat, mulai dari mobil mengkilat berplat merah, mobil berplat hitam namun harga selangit, hingga ribuan kendaraan roda dua membanjiri lokasi pameran hingga parkir di areal dalam pasar.

Wakil Bupati Lima Puluh Kota, H Asyirwan Yunus di awal kegiatan saja sempat bertahan lama di lokasi pameran. Tak habis pikir dan geleng-geleng kepala. Mantan Guru Matematika ini susah menghitung jumlah pengunjung. Sebab setiap 30 menit selepas berkeliling, belanja, dan melepas penat, kemudian berganti lagi dengan pengunjung baru. Setiap yang datang puluhan bahkan ratusan orang. Banjir pengunjung.

Pentas acara yang dilengkapi dengan musik hiburan half band, dinikmati pengunjung dan diisi dengan suara-suara terbaik. Ketua Asosiasi Lumuik Suliki Khairul Apit ikut bernyanyi, melantunkan lagu anyar dengan hati bahagia. Di hari Minggu (22/2) Khairul Apit dengan santai bernyanyi. Pameran sukses luar biasa! (Dodi Syahputra)

Humanist photos of life in China from a self-taught street photographer

Originally posted on Quartz:

Liu Tao, a 32-year-old water meter reader in the Chinese city of Hefei, has gained almost overnight fame as an amateur photographer. After a set of his photos went viral on Chinese social media earlier this year, Liu has been the subject of various profiles in Chinese (link in Chinese) and Western press and gained millions of followers (link in Chinese) online.

Liu says his initial inspiration was the Japanese street photographer Daido Moriyama, though some of Liu’s fans say his work is more reminiscent of photographer and documentary maker Elliott Erwitt. He taught himself the craft by reading photography books and magazines and using a VPN to watch talks by photographers on Youtube, which is banned in China. Liu roams the streets of Hefei during his lunch breaks and in the evening to take photos.

His photos feature ordinary moments—an elderly man fanning himself, a couple arguing on the street, food stall operators—but…

View original 169 more words

Frans Sardi, Petarung Kebanggaan Payakumbuh

FRANS SARDI - PERAIH EMAS TARUNG DRAJAT PAYAKUMBUH

FRANS SARDI – PERAIH EMAS TARUNG DRAJAT PAYAKUMBUH

Hadiahkan Emas untuk Calon Buah Hati

Payakumbuh

Pribadinya tak neko-neko. Harapannya hanya berprestasi. Frans Sardi (25) termasuk dari 16 atlet asal Kota Payakumbuh yang mampu mempersembahkan medali emas pada Porprov XIII Sumbar yang berlangsung di Kabupaten Dharmasraya 16-26 Desember lalu.

Frans yang sehari-hari bekerja di Diskoperindag Kota Payakumbuh ini mengaku, baru pertama mengikuti kejurda cabor tarung derajat setelah pindah dari cabor tinju. Pada Porprov XIII Sumbar, nomor tarung di kelas 70 – 75 kg yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya ini merupakan emas pertama baginya.

Prestasinya itu diraih Frans dengan melaksanakan latihan fisik setiap hari. Frans mengaku berlatih fisik setiap hari sejak persiapan Porprov digelar. Selain itu, Frans juga mengaku, mencintai seni bela diri yang boleh dibilang keras ini. Tarung Drajat ternyata mampu mengantarnya menjadi juara dan meraih medali emas.

Menurut Frans, di ajang Porprov ini, tidak melihat batasan usia, semua atlet dari berbagai tingkatan turun. Ia mengaku bisa melihat dan mempelajari teknik para atlet lainnya yang turun ambil bagian di ajang Porprov tersebut.

Ditambahkan Frans yang sederhana ini, dengan bangganya, emas yang diraih ini akan menjadi kado buat calon bayi yang akan lahir dari rahim sang istri. Ia berharap, sang anak nantinya juga jadi petarung seperti dirinya.

Ketua Umum Tarung Drajat Dahler SH yang juga Kadiskoperindag UKM Payakumbuh, bersyukur sekali terhadap semangat para atlet yang turun berlaga dengan semangat membara.

Walaupun cabor Tarung Derajat Payakumbuh baru berhasil meraih satu emas, dua perak dan dua perunggu hasil ini tetap membuat bangga seluruh kontingen Kota Payakumbuh.

”Saya berharap prestasi yang telah meningkat ini diperhatikan pemerintah Kota Payakumbuh sarana dan prasarananya agar terwujudnya cabor yang lebih baik lagi,“ harap Dahler.(dsp)

TUAN RUMAH PON XXI TAHUN 2024 PAYAKUMBUH SIAPKAN STADION SEPAKBOLA DAN LAPANGAN TENIS

TUAN RUMAH PON XXI TAHUN 2024

PAYAKUMBUH SIAPKAN STADION SEPAKBOLA DAN LAPANGAN TENIS

PAYAKUMBUH

KONI Payakumbuh, Cabor, dan Pemko Siapkan PON 2024

KONI Payakumbuh, Cabor, dan Pemko Siapkan PON 2024

”Kami serius. Kami siap mensukseskan PON XXI tahun 2024 di Sumbar nantinya. Kota Payakumbuh langsung menyusun strategi persiapan dua cabang olahraga yang diemban-amanahkan; Penyisihan Sepakbola dan Tenis Lapangan,” demikian tekad segenap pengurus KONI Payakumbuh dan Pemko Payakumbuh, di ruang pertemuan KONI di Kubu Gadang, Selasa (5/11) sore lalu dalam rapat bersama menyusul Grand Design PON XXI di Sumbar 2024 nantinya.

Dimotori oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh; Wakil Ketua I Ostimardi memoderasi rapat bersama Wakil Ketua II Eri Bastari, Ketua Bidang Organisasi Midra Aldar, dan Ketua Bidang Media dan Humas Dodi Syahputra. KONI mengundang dan hadir, Ketua Bappeda Payakumbuh Rida Ananda yang sekaligus pengurus Pelti (tenis), Sekretaris Bappeda Ismet Ibrahim, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Syahnadel Khairi dan Ketua PSSI Payakumbuh Tri Venindra.

Dalam paparan awalnya, disampaikan oleh Ostimardi bahwa sejak 3 Mei 2013 lalu, Gubernur Sumbar sudah menekadkan tentang pelaksanaan PON XXI tahun 2024 dilaksanakan di Sumbar. Disusul di April 2013 Dispora Sumbar pun menyambung gagasan sang Gubernur. Lalu, berkat komitmen seluruh daerah kabupaten dan kota serta pemerintah provinsi dibuatlah Nota Kesepakatan antara Pemprov Sumbar dengan Pemkab dan Pemko se-Sumbar tentang persiapan Sumbar menuju tuan rumah PON XXI tahun 2024.

”Maka, tertanggal 18 April 2013 itulah disepakati bahwa koordinasi dan kerjasama dilakukan seluruh pihak dalam penyiapan seluruh hal mengenai tuan rumah PON XXI tahun 2024 itu. Payakumbuh mendapat posisi menyiapkan cabang olahraga sepakbola dan tenis!” papar Ostimardi sembari membagikan kopian nota yang ditandangani seluruh kepala daerah dan ketua DPRD se-Sumbar.

Sekretaris Bappeda, Ismet Ibrahim menyatakan hal ini mesti disambut dengan persiapan kebijakan, regulasi dan tentunya perencanaan yang sesuai jadwal, matang, dan terencana sempurna. Ditambahkan Ketua Bappeda Rida Ananda, bahwa yang disiapkan itu tidak saja sarana dan prasarana, tetapi juga manusianya. Payakumbuh perlu strategi nyata, mempersiapkan diri, antara lain, dengan ’mendemamkan’ masyarakat tentang PON 2024 ini.

Menyoal ini, Kadinas Parpora, Syahnadel Khairi sangat sepakat. Menurutnya, Payakumbuh memang belum memiliki gedung cabang olahraga lain yang mumpuni. Khusus stadion sepakbola, hari ini telah ditemukan kata sepakat akan segera dibebaskan dan di landclearing lokasi 5 hektar tersebut. 2016 nanti, sesusai dengan RPJMD Payakumbuh, akan dibangun.

Untuk cabang olahraga sepakbola, kita anggap untuk kesiapan stadion Insya Allah bisa. Kita tinggal mempersiapkan strategi persiapan atlet dan pembinaan masyarakat,” ujar Ketua PSSI Payakumbuh, Tri Venindra.

Didapat kesimpulan awal, dari pertemuan awal, rapat persiapan pertama menuju PON XXI 2024 Sumbar di Kota Payakumbuh, bahwa KONI bersama cabang olahraga terkait, sepakbola dan tenis, akan mempersiapkan strategi dan usulan standarisasi stadion dan gedung olahraga yang dibutuhkan. Usulan itu, akan dibahas sebagai masukan sebagai program pemerintah.

”Bahwa Payakumbuh akan jadi tuan rumah, Payakumbuh siap. Tentu dibarengi dengan kesiapan sesuai standar. Termasuk kesiapan hotel dan penginapan kita, yang dibutuhkan 500 kamar, kini baru tersedia 120 kamar yang sesuai standar. Lalu, soal perizinan membuka usaha perhotelan dalam waktu dekat akan kita permudah,” ujar Kadis Parpora Syahnadel Khairi, menutup pembicaraan awal tersebut.(dsp)

10 tips sukses dari Albert Einstein

Originally posted on R a d i o C l i n i c:

Albert Einstein, dikenal sebagai bapak fisika modern, pemenang penghargaan Nobel Fisika (1921), penemu teori relativitas dan ratusan penemuan lainnya.

10 pelajaran istimewa dari Einstein:

01. Follow your curiosity – “I have no special talent. I am only passionately curious.”

Selalu memiliki keingintahuan untuk berhasil. Keingintahuan akan menjadi kunci dari kesuksesan.

02. Perseverance is Priceless – “It’s not that I’m so smart; it’s just that I stay with problems longer.”

Ketekunan membuat kita kuat untuk mencapai tujuan. Selesaikan perlombaan yang sudah kita mulai.

View original 417 more words