peristiwa-situjuah

Mengenang Kepahlawanan di Situjuah, Letda Raudani Diupacarakan Resmi

peristiwa-situjuah

Masih berbekas perjuangan itu, di dada anak dan cucu Letda Raudani, Danru Batalyon Singa Harau yang tewas oleh Belanda dalam Peristiwa Situjuh, 15 Januari 1949. Ziarah kubur di Situjuh Gadang dilakukan secara Upacara Resmi, setiap tahunnya.

Letda Raudani putra Pangkalan Koto Baru itu menghadang Pasukan Belanda yang telah memporak-porandakan pahlawan dan pejuang Indonesia. Para pejuang ini, tengah melakukan rapat di Lurah Kincir Situjuh Batur 15 Januari 1949, subuh hari.

Penghadangan yang dilakukan Letda Raudani bersama 10 orang anggotanya di sekitar Limbukan atau kini Perumahan Kubang Gajah Payakumbuh Selatan itu dilakukan terhadap Pasukan Belanda yang baru saja membunuh para pejuang di Lurah Kincir Situjuh Batur. Sebab kalah jumlah Letda Raudani bersama anggotanya gugur dan dikuburkan di Situjuh Gadang

Upacara di Situjuh Gadang, Minggu, 15 Januari 2017, itu dipimpin Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Bagus Suryopratomo Oktoberianto,S.Ik setelah Upacara Resmi di puncak acara di Situjuh Batur.

Keluarga Letda Raudani yang hadir adalah adik kandungnya H Nasruddin, 83 dari Pariaman, Abdul Razak, 62 adik sebapak beserta istri dari Payakumbuh, anak tertua dan kelima Nasruddin yaitu Bakhtaruddin dari Payakumbuh dan Syafri Nasdi dari Padang beserta keluarga.

Letda Raudani sendiri adalah anak tertua dari 10 orang bersaudara Almarhum Buya H Abdullah Afandi dengan Ibu Almarhumah Nuriah asal Pangkalan.

Buya Abdullah Afandi juga mempunyai istri asal Pangkalan, Almarhumah Rahmah dengan 7 orang anak yang salah satunya Abdul Razak serta istri ketiganya Almarhumah Arfiah asal Pekanbaru yang mempunyai dua orang anak yang kini telah meninggal dunia.

Salah satu anaknya Almarhumah Aziah. Putra ketiga Almarhumah Aziah yang 3 bersaudara itu, kini maju sebagai Calon Wako Pekanbaru 2017-2022. Ialah Drs H Dastrayani Bibra MSi, pasangan calon nomor urut 5.(Dodi Syahputra)

payokurir

PayoKurir, Alternatif Belanja tanpa Biaya Mahal

payokurir
Owner PayoKurir Bambang Wahyudi sedang menjelaskan data pesanan pelanggan pada driver armadanya.

Semula, saya berniat sekali untuk bertanya, kenapa tidak pakai aplikasi Android saja? Eh, langsung dijawab oleh Bambang Wahyudi, owner PayoKurir di kedai Kopi Aceh Piyoh Haii di Ruko Komplek Stasiun Payakumbuh, Selasa (16/1/2017) sore menjelang senja.

Bambang Wahyudi akrab dipanggil Bono. Mengaku jasa pengantaran barang yang dilakoninya ini baru dimulai sejak Agustus 2016 lalu. Jangan tanya, pelanggannya membludak. Ia belum bermain di aplikasi Android. Tapi, baru di Instagram. @payokurir sudah sangat padat jadwal antaran pesanan.

“Hari ini, baru dua armada. Armada ini ditangani driver terpercaya, jujur, dan telaten. Kepercayaan pelanggan, khususnya di seputar Payakumbuh, kami sangat jaga,” tutur Bono.

Bono, pria muda yang ulet ini, mertuanya orang Aceh asli. Dulu, pernah merintis karir di dunia broadcasting. Pernah jadi presenter televisi lokal di Padang. Berbekal pengalaman ini, ia lancar berkomunikasi.

Lancarnya berkomunikasi, dibekali ilmu dan pemahaman Islam yang kuat, ditambah bekal keilmuannya di kampus Ilmu Komputer, menjadikannya komunikasi menjadi pelancar bisnisnya ini.

“Bisnis? Bukan Bang. Ini silaturrahim. Bisa dibuktikan. Kita tidak cari laba, kita cari manfaat. Banyak pelanggan dan konsumen, serta penyedia dagangan merasa teruntungkan,” ujar Bono.

Kru PayoKurir dijaga agar terus jujur dan santun. Tidak ada konsep biaya mahal dalam menyediakan pelayanan bagi pelanggan. Hanya ada beberapa konsekuensi.

Konsekuensi itu, Bono memberikan batasan belanja barang, makanan, bahan, dan apapun yang dijual dan halal tentunya, tidak berisiko, dengan batasan harga Rp150 ribu. Lewat dari kelipatan Rp100 ribu, dikenakan tambahan biaya Rp3ribu ditambahkan ke ongkos pengantaran.

Sate, Mie, Kopi

Nyaris seluruh yang dinginkan konsumen disediakan oleh PayoKurir. Maksudnya, PayoKurir telah mendata hampir seluruh tempat penjualan barang, makanan, serta kebutuhan. Sampai popok dan susu bayi. Nah, ketika ada konsumen yang mengontak ke hape atau WA, PayoKurir segera mendistribusikannya ke driver armada.

Sesuai tempat dan barang yang diinginkan, lalu diantar ke lokasi di kawasan Kota Payakumbuh. Kenapa hanya di lokasi Kota Payakumbuh, Bono menjawab untuk menjaga kualitas antaran dan waktu yang akan lama jika di luar kota dan harga jadi mahal.

Berkat instagram, PayoKurir mempromosikan seluruh jualan pedagang di Payakumbuh. Informasi tentang PayoKurir pun cepat tersebar. Meski masih baru, Bono belum berniat menjadikannya aplikasi Android.

“Masih sistem kekeluargaan. Namun, kalau ada investor, kita rembukkan,” ujarnya.

Informasi awal, pembuatan aplikasi layaknya GoJeck ini cukup rumit. Butuh biaya awal Rp14 juta.(Dodi Syahputra)

4 Pesilat Sumbar Lolos ke Babak Berikutnya, Budi Syukur Sorak Bangga

 

whatsapp-image-2016-09-19-at-16-05-10
Anton Yusperna, pesilat Andalan Sumbar, lolos ke babak selanjutnya. Disemangati langsung oleh Ketua Kontingen Sengaja Budi Syukur SH. Mudah-mudahan emas. Anton pesilat ketiga Sumbar yang maju.Para pesilat Sumbar menunjukkan kelasnya. Rengga Ultiano susul Sahripal melaju ke babak berikutnya. Disusul pesilat andalan Anton Yuspermana, Cory Mita Kurnia.

4 Pesilat Sumbar Lolos ke Babak Berikutnya, Budi Syukur Sorak Bangga

BANDUNG-Dari arena Graha Laga Satria yang megah itu, para pesilat Sumatera Barat menunjukkan kelasnya. Para pesilat tangguh Ranah Minang ini berhasil menyabet kemenangan di kelasnya masing-masing. Tanding Kelas B: + 50 kg s/d 55 kg Putra Pesilat Sahripal berhasil menumbangkan lawannya, pesilat Banten.

Sejak awal laga Sahripal, Ketua Kontingen S Budi Syukur setia memberikan motivasi dari podium penonton. Sorakannya menggema. Ayo Sumbar Bisa!

Para pesilat Sumbar menunjukkan kelasnya. Rengga Ultiano di kelas D (60 kg – 65 kg) kalahkan pesilat Papua menyusul sukses Sahripal melaju ke babak berikutnya. Pesilat andalan di kelas H (80 kg – 85 kg), Anton Yuspermana yang menumbangkan pesilat Jawa Tengah serta Cory Mita Kurnia di kelas A putri (40 kg – 45 kg) juga berhasil melaju ke babak selanjutnya usai mengalahkan Aceh.

Kebanggaan bagi Ketua Kontingen S Budi Syukur yang langsung mengusap kepala para pesilat yang menang di laga awal ini.

”Besok laga akan berlanjut. Kita harapkan tambahan emas Sumbar!” ujar Budi Syukur bersama Tim Monitoring Hartono dan Darmawansyah.(Dodi Syahputra)