Para Pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota

FASI Cabang Limapuluh Kota Dikukuhkan, Diharapkan Menjual Wisata Daerah

Para Pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota

Para Pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota

Para Pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota

Para Pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota

Para Atlet FASI Cabang Limapuluh Kota yang meraih medali emas di Malaysia.

Para Atlet FASI Cabang Limapuluh Kota yang meraih medali emas di Malaysia dikalungkan medali oleh Wabup H Asyirwan Yunus.

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com-Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Provinsi Sumatera Barat, Letkol Penerbang, Apon, mengatakan bahwa, dewasa ini olah raga dirgantara sudah menjadi pusat pariwisata disamping prestasi. Pun halnya di Kabupaten Limapuluh Kota, potensi olahraga dirgantara yang ada di daerah ini sangat menjanjikan dan bahkan pretasi Aero Sport Limapuluh Kota sudah mendunia.

Hal itu diungkapkan Danlanud Padang Letkol Penerbang Muhammad Apon selaku Ketua FASI Sumbar, saat melantik dan mengukuhkan pengurus Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Cabang Kabupaten Limapuluh Kota periode 2015-2019, di Pendopo rumah Dinas Bupati Limapuluh Kota di Labuah Basilang, Selasa (24/3).

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Drs H Asyirwan Yunus, dalam arahannya berharap kepada pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota yang baru dilantik agar dapat mengembangkan dan menjual wisata Kabupaten Limapuluh Kota keluar daerah baik regional, nasional maupun internasional.

”Buat program kerja dan latihan rutin olah raga ini, terutama Paralayang dan Para Motor dengan mengadakan ivent–ivent pertandingan. Karena Kabupaten Limapuluh Kota memiliki lokasi start ting yang bagus  untuk penyenggaran,  dengan pemandangannya yang indah,” ungkap Asyrwan Yunus.

Pada kesempatan itu, Sekjen FB FASI Pusat, Marsekal TNI AU Nilhedri yang juga Kepala Dinas Potensi Dirgantara mengatakan, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI)  adalah sebuah organisasi olahraga dirgantara di Indonesia.

”Saat ini, Pengurus Besar FASI membawahi tujuh cabang Olahraga Disgantara (Ordirga): Aeromodelling, Terjun payung, Terbang Layang, Layang Gantung (gantole), Microlight, Pesawat Swayasa dan Terbang Bermotor.” ungkapnya.

Diungkapkannya, ada dua yang baru yaitu Aero Batik dan Aero Baloon.

”Dua cabang ini nanti akan ada kalender Cross Country di Kabupaten Limapuluh Kota dan ini pasti membooming. Sebab, hanya dua daerah yang mengadakannya satu lagi di Sumedang,” imbuh Marsekal TNI AU Nilhedri.

Adapun pengurus FASI Cabang Limapuluh Kota yang dilantik adalah Ketua Umum Ir Afriyunaldi LPM, Ketua Harian Dodo Koerdi, Wakil Ketua I Hr Dt Mangkuto SPd MPd, Wakil Ketua II Z Dt Mangkuto Sinaro, Sekretaris Rio Indrakusumah SE, Wakil Sekretaris Renita Dewiva SE dan Bendahara Della Harmaifa PSi.

Pada kesempatan itu juga diserahkan medali emas Kejuaraan Internasional Paragliding Kuala Kubu Baru Open 2015 di Malaysia yang medali emas perorangan dan perak beregu disabet oleh atlet Limapuluh Kota.(Dodi Syahputra)

Ketua Pansus III DPRD Kota Payakumbuh Maharnis Zul.

Rampungkan Pembahasan 9 Ranperda, Pansus III DPRD Payakumbuh Kunker ke Samarinda dan Kutai Kartanegara

Ketua Pansus III DPRD Kota Payakumbuh Maharnis Zul.

Ketua Pansus III DPRD Kota Payakumbuh Maharnis Zul.

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Tak ingin disebut ”rumah sudah tokok babunyi,” Pansus III DPRD Payakumbuh yang saat ini sedang konsentrasi melakukan pembahasan terhadap 9 buah Ranperda, melakukan kunker ke Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegera, Propinsi Kalimantan Timur.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Payakumbuh, Suparman dan Ketua Pansus III, Maharnizul serta enam orang anggota Pansus. Sedangkan pihak eksekutif ikut Wakil Walikota Suwandel Muhktar, Kadis Perhubungan & Kominfo Adrian, Kadis Kesehatan Elzadeswarman, Kadis Tata Ruang dan Kebersihan Zulinda Kamal dan Kabag Hukum Setdako Payakumbuh Prima Yanuarita.

Ketua Pansus III, Maharnis Zul didampingi Wakil Ketua, Basri Latief, kepada wartawan di ruang humas DPRD Payakumbuh, Selasa (24/3) mengatakan, Kunker Pansus III tersebut ke Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegera, Kalimantan Timur, itu bertujuan untuk menambah studi banding terkait 9 Ranperda yang sedang dibahas DPRD.

”Banyak masukan yang diperoleh Pansus III dalam kunker tersebut, salah satu adalah menyangkut Ranperda Lalu Lintas yang sedang digodok Pansus III,” ujar Maharnis Zul.

Menurut Maharnis Zul, di Kota Samarinda, Ranperda Lalu Lintas sebelum ditetapkan menjadi Perda, melibatkan peran serta forum lalu lintas anggotanya terdiri dari pakar lalu lintas, perguruan tinggi,LSM, tokoh masyarakat.

Sedangkan menyangkut angkutan barang, disana kendaraan meleb Sedangkan menyangkut angkutan barang, disana kendaraan melebihi kapasitas 2,1 ton tidak boleh masuk kota. Sementara angkot, di sana disebut taksi, jumlahnya 1700 unit, harus masuk ke terminal.

Lebih jauh, diulas Basri Latief, terkait soal parkir di Kota Samarinda dikelola oleh Dinas Perhubungan. Sedangkan soal retrribusi dikelola Dinas Pendapatan. “Disana ada parkir berlangganan, ada parkir otonom seperti mall.

”Bayangkan, realiasi parkir 2014, mencapai Rp 1,6 Milliar. Jika tidak diberikan karcis, retribusi tidak dibayar,” ujar Basri Latief.

Sementara itu masukan berharga juga diperoleh Pansus III di Kabupaten Kutai Kartanegara, seperti Ranperda Kawasan Tanpa Rokok dan IMB.
”Intinya, hasil kunker Pansus III ke Samarinda dan Kutai Kartanegar itu sangat bermanfaat untuk pertimbangan dalam pembahasan 9 Ranperda yang sedang digodok DPRD,” tukuk Basri Latief.(mnc)

Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus bersama wartawan

Wabup H Asyirwan Yunus H Asyirwan Yunus Tantang Disperindag Berfikir Kreatif

Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus bersama wartawan

Wakil Bupati Limapuluh Kota H Asyirwan Yunus bersama wartawan

Limapuluh Kota, PADANTODAY.com-Wakil Bupati Limapuluh Kota Asyirwan Yunus, Selasa (24/3) saat meresmikan kantor baru Disperidagkop di Bukik Limau, Sarilamak, Kecamatan Harau, menantang Dinas Perindustrian Perdagangan UMKM dan Koperasi untuk berfikir inovatif. Mengingat banyak hasil bumi Limapuluh Kota berhasil dijadikan hasil kreatif aneka makanan dan produksi oleh Kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Wabup H Asyirwan Yunus menyebut, kerupuk sanjai yang terkenal di Bukittinggi sebenarnya bahan baku ubinya berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota. Kemudian hasil kebun masyarakat seperti coklat, dimana kualitas coklat nomor 4 terbaik di Indonesai adalah Limapuluh Kota, namun pabrik Coklat malah berdiri di Kota tetangga Payakumbuh.

”Tidak hanya itu, masyarakat Limapuluh Kota juga dikenal sebagai peternak. Sehingga berhasil membudidayakan Sapi dan kerbau terbaik, namun sayang justeru rumah potong hewan berdiri di Payakumbuh,” kata mantan guru matematika ini.

Rasa kecewa Wabup H Asyirwan Yunus, juga tampak dari tidak mampunya Disperindag mengambil momen booming batu Akik di Indonesia saat ini.

”Padahal Limapuluh Kota punya sumber batu akik dan dikenal di Indonesia dengan nama Lumuik Suliki. Tapi sayang kita tidak bisa mengambil momen, sehingga kontes batu akik justeru diadakan di daerah yang bukan penghasil batu itu sendiri, dan kita belum pernah,” jelas Wakil Bupati Limapuluh Kota Ayisrwan Yunus.

Orang nomor dua di Luak Nan Bungsu itu juga meminta Disperindagkop membuat gedung pusat kerajinan dan oleh-oleh Limapuluh Kota. Karena selama ini baik songket, karak telur, sulaman, bordir, anyaman mensiang, dan berbagai hasil prodak UMKM lainnya masih berserak-serak diberbagai lokasi.

“Hasil UMKM kita berserak-serak, belum terpusat. Coba kita kedarah lain, setelah kita berkeliling keberbagai tempat, terakhir kita akan dibawanya ke pusat kerajinan dan oleh-oleh khas daerah setempat. Kalau kita tidak, ini harus segera diwujudkan,” jelas Wabup H Asyirwan Yunus.

Di akhir pidatonya, Wabup H Asyirwan Yunus menantang Disperindagkop untuk membuat kontes batu akik pada hari ulang tahun Kabupaten Limapuluh Kota April mendatang. Tidak hanya kontes batu akik, tetapi juga membuat lomba mengasah batu akik terpanjang di Indonesia sehingga memecahkan rekor muri.

“Kita tantang Disperindag, dan dengan gedung baru ini kedepan Disperindagkop memiliki ide-ide kreatif dengan semangat baru,” pintanya.

Kepala Disperindagkop Limapuluh Kota Yunire Yunirman, di hadapan Wabup H Asyirwan Yunus menjelaskan berbagai keberhasilan Disperidagkop dalam berbagai bidang, baik UMKM maupun Koperasi.

“UMKM kita sudah menembus pasar nasional dan internasional seperti Songket, bordir, sulam, kemudian anyaman mansiang juga pernah masuk istana Kepresidenan semasa SBY,” sebutnya.

Namun begitu, Yunire Yunirman, mengaku siap untuk melakukan berbagai terobosan dalam memajukan UMKM dan hasil kreatifitas masyarakat Limapuluh Kota ke depan.(Dodi Syahputra)

Ketua DPRD Kota Payakumbuh YB Dt Parmato Alam saat Pleno Musrenbang RKPD 2016 memberikan Paparan, Selasa 24 Maret 2015

Ketua DPRD YB Dt Parmato Alam di Musrenbang RKPD Payakumbuh 2016, Sarana dan Prasarana, Seimbangkan Antara Membeli dan Memelihara

Ketua DPRD YB Dt Parmato Alam di Musrenbang RKPD Payakumbuh 2016
”Sarana dan Prasarana, Seimbangkan Antara Membeli dan Memelihara”

Ketua DPRD Kota Payakumbuh YB Dt Parmato Alam saat Pleno Musrenbang RKPD 2016 memberikan Paparan, Selasa 24 Maret 2015

Ketua DPRD Kota Payakumbuh YB Dt Parmato Alam saat Pleno Musrenbang RKPD 2016 memberikan Paparan, Selasa 24 Maret 2015

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Ketua DPRD Kota Payakumbuh YB Dt Parmato Alam dengan lantang meminta Pemko Payakumbuh untuk menempatkan sarana dan prasarana pendidikan secara merata dan berimbang. Lalu, pemeliharaan sarana-sarana pendidikan secara rutin dari tahun ke tahun lebih baik dan terarah.
”Jangan kita bisa membeli tetapi tidak mau dan mampu memelihara,” tegas YB Dt Parmato Alam dalam paparannya di sidang pleno Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2016, yang digelar di GOR M Yamin Kubu Gadang Payakumbuh, Selasa (24/3).

Musrenbang yang dibuka oleh Wawako Suwandel Mukhtar dan dipimpin oleh Staf Ahli Walikota Indra Sofyan MM itu dikatakan oleh Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Payakumbuh Drs Ridha Ananda sebagai konsepsi penting arah pembangunan Kota Payakumbuh. Dalam sambutannya Ridha Ananda menyebut pentingnya pembangunan jalan dan irigasi yang masih kurang di Payakumbuh.

Sementara itu, oleh Kepala Bappeda Sumbar, disebutkan bahwa pembangunan Sumbar ke depan diarahkan pembangunan maritim dan perikanan. Payakumbuh pun diharapkan mampu menyesuaikan rencana pembangunan yang disadur dari arah pembangunan nasional ini.

Dua Kurikulum

Ketua DPRD YB Dt Parmato Alam menyesak soal penerapan dua kurikulum; 2006 dan 2013. Pemko Payakumbuh harus bijak menyikapi hal ini. Penting kiranya, menghadapi kasus ini ntuk meninjau respon seluruh anak didik, wali murid, dan warga belajar lainnya, termasuk pendidik.

”Kiranya kurikulum 2006 untuk Kota Payakumbuh perlu dipertimbangkan dan dipertahankan,” begitu paparan Ketua DPRD.

Begitupun sektor jalan dan irigasi. Senada dengan Ketua Bappeda Ridha Ananda, dikatakan YB Dt Parmato Alam bahwa untuk menghadapi arus transportasi 2016 yang akan meningkat signifikan, maka perlu membuat, memperbaiki, dan menyelesaikan jalan darat khususnya jalur Selatan agar pengaturan dan tertib lalu lintas terwujud di 2016. Soalan irigasi, harapan petani terhadap irigasi yang lancar sangatlah tinggi.

YB Dt Parmato Alam kemudian menyentak peserta Musrenbang dengan sarana perkantoran khususnya Kantor Walikota yang baru di Poliko, diharapkan di 2016 telah siap 100 persen dan Walikota beserta seluruh jajaran sudah menempati perkantoran baru itu. Termasuk aset Kabupaten Limapuluh Kota yang berada di Kota Payakumbuh, sudah saatnya dibebaskan secara bertahap dan berlanjut sehingga tatanan kota lebih baik lagi.

Menyoal reformasi birokrasi untuk melakukan perbaikan, meubah, membetulkan, membersihkan, berwibawa, serta dicintai rakyat, maka Pemko Payakumbuh harus menyikapi hal ini. Ke depan menempatkan pegawai harus sesuai dengan bidang keahlian, kemampuan, dan golongan kepangkatannya.

Mempersoalkan penggabungan keluharan, YB Dt Parmato Alam mengatakan jangan ada lagi Lurah dengan latar belakang keahlian perhubungan, pendidik, atau bidang khusus lainnya ditempatkan sebagai Lurah. Sebab, hasilnya, akan sangat jauh dari harapan pelaksanaan roda pemerintahan itu sendiri.(Dodi Syahputra)

Batu Akik Lumuik Suliki motif wayang

Lumuik Suliki Motif Wayang Gemparkan Jawa

Komisaris Polisi Bambang Yudhistira Sastro Widjoyono

Komisaris Polisi Bambang Yudhistira Sastro Widjoyono

Batu Akik Lumuik Suliki motif wayang

Batu Akik Lumuik Suliki motif wayang

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Sudahkah ada yang tahu bahwa jenis batu akik Lumuik Suliki itu banyak yang bermotif gambar dan tulisan tertentu. Jelas, semua tahu. Tapi, adakah yang tahu motif batu akik yang dimiliki oleh Bambang Yudhistira ini, sungguh mengingatkannya akan kampong halaman, di Jawa. Ya, batu akiknya bermotif wayang. Wayang yang selalu menjadi idola Kepala Badan Narkotika Kota (BNN) Payakumbuh ini sejak kecilnya, di Jawa.

Pria berperawakan santun ini, awalnya setahun yang lalu mendapatkan bongkahan batu dari anak Datuak Bijo, sesepuhnya batu akik Lumuik Suliki, di Suliki. Suliki yang berjarak 36 km dari Kota Payakumbuh menjadi tempatnya bermain setiap minggu, sebab kegemarannya pada batu akik Lumuik Suliki, turut tumbuh sejak inn nya batu akik beberapa waktu belakangan.

”Awalnya, bongkahan batu Lumuik Suliki ini tidak terlihat menarik bagi Komisaris Polisi ini. Bentuknya, sebab masih berupa bongkahan, masih tidak menarik. Masih tertutup kulit batu yang di sisi-sisi tertentu masih ada kapurnya,” ujar Bambang Yudhistira bercerita.

Koleksi batu akik Lumuik Suliki Bambang sudah sejibun. Namun, ia belum puas. Makanya, melihat bongkahan batu yang sudah setahun tergeletak di atas meja kerjanya itu, ia segera bawa ke tempat pengrajin Akim di Bukit Sitabur Payakumbuh. Di sana, sang pengrajin langsung paham dengan gambaran hasil batu. ”Wayang!”

Semula, Bambang Yudhistra kurang yakin kalau akan jadi batu akik bermotif wayang. Makin halus, batu akik ini makin tampak motifnya. Gambar wayang itu mulai tampak. Maka, sesuai dengan ukurannya, maka jadilah batu liontin asal batu akik Lumuik Suliki bermotif wayang.

Wajah puas akan hasil batu akiknya ini, langsung dibawa pulang kampung ke tanah Jawa oleh Bambang Yudhistira dengan bangga. Bambang yang tengah ada urusan dinas itu menyempatkan diri pulang ke kampong halamannya. Para tetangga, handai tolan, dan sejawatnya gempar.

”Wah, wayang pun tertanam di batu akik Lumuik Suliki, rupanya,” kesan para saudara Bambang di Jawa. Bambang mengaku sudah telanjur jatuh cinta dengan batu akik Lumuik Suliki. Liontin bermotif wayang itu berukuran panjang 3,5 cm, lebar 3 cm, dan tinggi 1,5 cm.

Dijual? ”Kalau cuocok!” katanya dengan senyum khas Komisaris Polisi Bambang Yudhistira Sastro Widjoyono ini.(Dodi Syahputra)

Kebakaran di Parak Betung

Damkar Dari 9 Kota dan Kabupaten Datang, 4 Unit Rumah di Payakumbuh Jadi Abu

Kebakaran di Parak Betung

Kebakaran di Parak Betung

4 unit rumah di kawasan padat penduduk Kelurahan Parak Batuang, Payakumbuh, hangus jadi abu

4 unit rumah di kawasan padat penduduk Kelurahan Parak Batuang, Payakumbuh, hangus jadi abu

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Empat unit rumah dan di kawasan perkampungan padat penduduk di Kelurahan Parak Batuang RT 2 RW 2, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Minggu malam (22/3) saat pukul 22.40 WIB, musnah dimamah si jago merah.

Tak tanggung-tanggung, untuk mengantisipasi agar api tidak merembes ke rumah penduduk lain, 5 unit mobil Damkar dari Kota Payakumbuh, 3 unit Damkar dari Limapuluh Kota dan dibantu beberapa unit Damkar dari Padang Panjang, Kota  Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten  Agam, Kota Pariaman dan Kabupaten Pariaman, behasil melokalisasi api. Sekitar pukul 1.00 WIB dini hari api berhasil dikuasai.

Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan, 4 unit rumah yang terkabar itu adalah milik Mardianis, Syamsurizal, M Yani, Riki dan Kartini. Belum diketahui berapa kerugian material atas peristiwa kebakaran itu. Yang  pasti, peristiwa kebakaran yang terjadi di lokasi padat penduduk itu, tidak ada korban jiwa.

Kepala UPT Damkar BPBD Payakumbuh, Ah Dion, kepada wartawan di lokasi mengatakan, awak Damkar kesulitan memadamkan koran api, karena 4 unit rumah yang terbakar berada di kawasan padat penduduk dan lokasinya sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran karena jalan ke lokasi sangat sempit.(Dodi Syahputra)

epala UPT Damkar BPBD Payakumbuh, Ah Dion, kepada wartawan di lokasi mengatakan, awak Damkar kesulitan memadamkan koran api, karena 4 unit rumah yang terbakar berada di kawasan padat penduduk dan lokasinya sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran karena jalan ke lokasi sangat sempit.(Dodi Syahputra)

Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, Ketua DPRD Safaruddin, dan Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani serta Muspida dan pejabat lainnya mengucapkan selamat kepada penerima bonus Porprov XIII.

Bupati dan Ketua DPRD Limapuluh Kota Serahkan Bonus Porprov XIII Rp2,5 M

Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, Ketua DPRD Safaruddin, dan Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani serta Muspida dan pejabat lainnya mengucapkan selamat kepada penerima bonus Porprov XIII.

Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, Ketua DPRD Safaruddin, dan Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani serta Muspida dan pejabat lainnya mengucapkan selamat kepada penerima bonus Porprov XIII.

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com-45 orang atlet peraih medali emas, 43 orang peraih medali perak dan 60 orang peraih medali perunggu hasil perjuangan di Pekan Olahraga Provpinsi Sumatera Barat (Porprov) XIII 2014 di Kabupaten Dhamasraya, mendapat bonus uang tunai Rp2,5 miliar dan piagam penghargaan dari pemerintah daerah Kabupaten Limapuluh Kota. Berikut para pelatih juga diberikan bonus uang tunai oleh Pemkab Limapuluh Kota.

Penyerahan bonus dan piagam penghargaan bagi atlet, pelatih berprestasi itu berlangsung dalam sebuah acara resmi di aula kantor Bupati Limapuluh Kota di Bukik Limau, Sarilamak, Harau, Senin (23/3).

Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, mengatakan bangga dengan prestasi yang telah diraih kontingen Kabupaten Limapuluh Kota. Pasalnya, pada Porprov XIII di Dhamasraya Kabupaten Limapuluh Kota berposisi lima besar dalam perolehan medali.

Posisi lima besar itu, ungkap Alis Marajo, sudah sangat membanggakan. Sebab sejak awal, Kabupaten Limapuluh Kota sudah memiliki komitmen tidak akan memakai atlet impor atau atlet yang dibeli.

”Artinya, kita tidak akan membayar kekalahan dan tidak akan membeli kemenangan. Buat apa kita harus mencari prestasi dengan jalan membayar atlet sedangkan kita mempunyai atlet-atlet berpotensi sangat baik,” sebut Alis Marajo sembari mengatakan Kabupaten Limapuluh Kota adalah gudangnya atlet berprestasi yang sudah berkibar di tingkat nasional dan internasional.

Oleh Bupati Alis Marajo diserahkan bonus kepada atlet kategori perorangan, medali Emas Rp.15 juta, Perak Rp.8 juta, Perunggu Rp.3 juta. Lalu, kategori Beregu Kecil (2 orang atlet) medali Emas Rp.10 juta, medali Perak Rp.7 juta, dan medali Perunggu Rp.3 juta. Kategori Beregu Besar (3 orang atlet atau lebih) medali Emas Rp.10 juta, medali Perak Rp.6 juta, dan Perunggu Rp.2 juta.

Pelatih pun dihadiahi bonus oleh Pemkab Limapuluh Kota. Pelatih dengan medali 1 Emas Rp.7 juta, medali Perak Rp.3 juta, dan medali Perunggu Rp.1 juta. Lalu, pelatih yang atlet-atletnya meraih 2 sampai 3 medali Emas meraih bonus Rp.8 juta, medali Perak Rp.3 juta, dan medali Perunggu Rp.2 juta.

Lalu, pelatih dengan atlet-atletnya dengan raihan 4 sampai 6 medali Emas mendapat bonus Rp.9 juta, medali Perak Rp.4 juta, dan medali Perunggu Rp.3 juta. Kriteria pelatih dengan atlet-atletnya yang meraih 7 sampai 9 Emas Rp.10 juta, medali Perak Rp.5 juta, dan medali Perunggu Rp.4 juta. Terakhir, pelatih dengan atlet-atletnya yang meraih 10 medali Emas ke atas diberikan bonus Rp.12 juta, medali Perak Rp.6 juta dan medali Perunggu Rp.5juta.

Dikatakan Alis Marajo bahwa cabang olahraga atletik dan menembak Kabupaten Limapuluh Kota berhasil menjadi Juara Umum dalam kejuaraan di Porprov XIII. Cabang olahraga atletik mampu merebut 17 medali Emas, 5 mendali Perak dan 11 mendali Perunggu. Sedangkan cabang olah raga Menembak mampu merebut 13 mendali Emas, 7 mendali Perak dan 6 medali Perunggu.

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota lewat anggaran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga juga memberikan uang pembinaan kepada cabang olahraga Atletik dan Menembak sebesar Rp.10 juta masing-masingnya.

Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Safarrudin Dt Bandaro Rajo SH memberikan apresiasi atas keberhasilan Kontingen Limapuluh Kota ini. Safaruddin mengatakan jangan dibandingkan usaha dan daya yang dikeluarkan di Porprov XIII dengan bonus dan penghargaan yang diberikan pemerintah. Jelas, tidak akan mampu membandingi.

”Namun, bahwa bonus penghargaan yang diberikan sesuai dengan kemampuan daerah. Kepada atlet-atlet yang berprestasi dan yang belum berprestasi, yang memiliki komitmen serta loyalitas mengharumkan nama  daerah, kami ucapkan terima kasih,” ungkap Safaruddin, kader Partai Golkar yang hebat ini.

Safaruddin tetap berpesan kepada Pemkab agar meningkatkan alokasi anggaran untuk pembinaan olahraga di Limapuluh Kota. Kadis Budparpora Ir Novian Burano sendiri melaporkan jumlah Atlet pada Proprov XIII di Kabupaten Dharmasraya 310 orang, 88 orang Official/Pelatih dan Panitia 66 orang. Total seluruh kontingen 464 orang.

”Untuk bonus, atlet dan pelatih akan langsung mencairkannya. Kami sudah menitipkan dana Rp2,5 miliar itu di Bank Nagari. Kantor Kas di Kantor Bupati siap menanti yang menerima bonus. Silakan dicairkan,” ujar Novian Burano dengan yakin.(Dodi Syahputra)

”Untuk bonus, atlet dan pelatih akan langsung mencairkannya. Kami sudah menitipkan dana Rp2,5 miliar itu di Bank Nagari. Kantor Kas di Kantor Bupati siap menanti yang menerima bonus. Silakan dicairkan,” ujar Novian Burano dengan yakin.(Dodi Syahputra)